Cast : KaiSooHo
Other cast : TaeNy, LeeTeuk
Author : A.J.
Title : Bit by bubble brain chap 2
Rated : Teen-Mature-Teen (pLak) M aja ya?
Genre : Advanture , romance
"ahh~ sungguh lama aku tak melakukan sex! Hah~ sekarang giliran kalian!" ujar perampok itu. Dan sang Ibu di perkosa bergantian oleh 9 perampok laknat
Para polisi sudah datang. Yah walau terlambat, tapi tak sepenuhnya terlambat
"rumah nya sangat besar, terlalu jauh dari kantor polisi" bisik Leeteuk.-ketua kepolisian-
"apa benar ini tempat nya?" bisik Taeyeon
"hmm. Aku yakin! Tetap mengendap, Tiffany! Kau siap?"
"hm!" tiffany mengangguk
"kita lakukan bersama Fany-ah" taeyeon menyentuh pundaknya, membuat Tiffany percaya diri
Ada 7 polisi dan 2 polwan berlari dengan volume suara rendah, lari dengan sedikit merundukkan kepala, bersiap siaga. Sedangkan 3 polisi lainnya menunggu di halaman rumah korban perampokan
"uukh~ ah~ i-ini nikmat sekalih bosh" desah perampok sambil menyentuh pundak Ibu yang sudah tewas
"cepat selesaikan"
"ngomong-ngomong. Dimana anak kecil itu? Kita belum membunuhnya"
"astaga! Aku terlalu menikmati tubuh nya dan aku lupa!"
"temukan dan pastikan kau membelah tubuh nya menjadi 12 bagian"
/GLEK/ Jongin meneguk ludah kasar, ia sangat takut. Tadi ayah nya, sekarang ibunya, oh tentu dia tak ingin terjadi hal yang sama, dia masih ingin hidup, dia terlalu takut mati.
Tubuhnya semakin bergetar hebat
.
Lima menit kemudian "tak ku temukan dimanapun bos" ujar perampok
"bodoh! Kau baru mencarinya! Cepat! Waktu kita tak banyak! Ini sudah jam 4!" bentak si Bos
"bos kau belum membuka lemari kayu itu" perampok itu menunjuk ke arah lemari itu. Jongin dapat melihat dari celah lubang yang sangat kecil. Perampok itu seolah-olah melihat nya
"ouu~ kita tusuk saja lemari nya, siapa tau ada bocah tengik itu di lemari itu. jadi. Saat lemari ini dibuka, yang keluar adalah tubuh bocah yg tak berbentuk lagi, dan bersimbahan darah anak kecil" perampok itu menyentuh gagang samurai, bersiap mencabut nya dari tubuh Ibu
.
/duar/ panas peluru terasa menjalar di tangan sang perampok yang tangah memegang samurai
/duar!/ satu peluru lagi menembus kakinya
"AAARRRKKHH " perampok itu kesakitan, sedang perampok lain panic akan kehadiran 9 polisi. Mereka telah dikepung. Semua bersiap melempar belati pada 2 polwan, namun terlambat, 1 polwan bernama Tiffay lebih dulu menancapkan belati di leher perampok
"a-aku tidak sengaja! aa" panic Tiffany karena kesalahannya, tujuannya adalah tangan bukan leher
"diam dan lakukan B!" Tegas Taeyeon, memainkan ketapel(?) dan /JLEB JLEB JLEB/ belati menusuk titik lemah kaki para perampok dan mereka lumpuh
Taeyeon mendekat, hendak memasang borgol. Perampok itu memandang nya lemah, tubuhnya terasa lumpuh, akibat belati beracun. Taeyeon menyeringai
/JLEB/ Satu belati menancap di kaki lain sang perampok yang hendak menendang wajahnya
-skip-
Semua perampok sudah di bereskan dan di sergap di penjara. Tinggalah 2 polwan cantik membereskan semua yang talah terjadi di rumah korban
"kita sangat terlambat" lirih Tiffany memegang gagang samurai takut takut melepas nya dari dada sang Ibu -Hyeyeon-
"setidak nya kita menangkap para perampok" bentak Taeyeon, kesal juga dengan Tiffany yang terkesan lemah untuk menjadi Polwan. Ia menopang mayat Ibu
/duk duk duk/ /praaang/ Tiffany menjatuhkan samurai kelantai karna kaget dan gugup dengan suara pukulan dari dalam lemari kayu
"ada orang disitu! Cepat lah Fany ah! Jangan penakut!" bentak Taeyeon. Dan Tiffany mengangguk ragu. ia coba membuka, namun lemari itu terkunci. Taeyeon yang melihat itu langsung memandangi Tiffany dan sang Ibu bergantian
"seperti nya anak Hyeyeon" pikir Taeyeon, kembali Taeyeon memandang wajah Tiffany yang menurutnya sangat bodoh itu, ia memutar bola nya kesal
"kunci nya terjatuh dibawah lemari" ucap Taeyeon dan Tiffany menurut, dapat. Lemari terbuka. Mendapati Jongin terkulai lemah dipojok lemari, wajah nya pucat, wajah kecil nya di penuhi air mata. Tak bisa di bayangkan, betapa terpuruk dan sakitnya Jongin mendapati 2 orang yg sangat ia cintai tewas dihadapannya. Tiffany menangis melihatnya. Ingin rasanya Taeyeon membentak nya habis-habisan, namun di urungkannya
'hati nya lembut' tanpa Tiffany sadari Taeyeon tersenyum karena nya
"cepat! Bawa anak itu ke mobil!" tegas Taeyeon, dan Tiffany menurut. Menggendong tubuh mungil Jongin
.
Taeyeon berjalan mendahului Tiffany yang tengah menggendong Jongin kecil menuju mobil
"ki-hiks kita kemana~" tanya Jongin pada Tiffany. Tiffany menoleh saat suara anak kecil membuyar kan kesedihannya. Mata Tiffany berkaca-kaca melihat wajah kecil yang sangat malang, wajah anak kecil yg berair mata, nafas nya terdengar sesak karena menagis dan ketakutan. Di usap nya wajah anak itu dengan sayang, bibir nya tersenyum lirih melihat nya.
"kita akan tinggal bersama, " ucap nya tersenyum. Taeyeon menoleh, mata nya menyirat kan kekesalan mendengar Tiffany bicara seperti itu
"Ya! Kau menambah beban kita!" bentak Taeyeon
"eonni ania. Aku akan bertanggung jawab atas anak ini! Aku janji" tegas Tiffany.
"cih! Kau selalu berkata seperti itu! Bukti nya anjing peliharaan mu itu! Ha? Siapa yg menghidupi nya ha? Siapa yg memberi makan nya kalau bukan aku?" balas Taeyeon
"hiks- ta-tapi eonni.."
"tapi apa hah?"
"tapi Jongin bukan anjing. Eonni" ujar Tiffany memasang wajah sedih. Taeyeon melaju kan jalan nya. Sungguh mengesal kan sekali mendengar, ada-ada saja alasan bodoh yg di buat Tiffany
.
.
(mobil tak beratap-Author ga tau itu apa namanya. Kalau di banjar Mobil tikap(?)-)
Mobil polisi melaju cepat. Menembus jalanan sunyi di pagi hari. Taeyeon menyetir mobil itu,sedangkan Tiffany sibuk menengok ke belakang, melihat keadaan Jongin, pasal nya ia sudah memaksa anak itu agar duduk di depan, namun Jongin menangis ingin duduk di belakang
Jongin duduk memeluk lutut di belakang mobil, di tempat tumpukkan barang-barang yg dipindah kan. Angin deras menerpa wajah nya, tubuh nya duduk berlawanan dengan arah jalan mobil, dengan balutan selimut tebal menutup seluruh tubuh dan menyisakan wajah nya yg tak tertutup. Wajah penuh air mata. Mata nya terus menatap ke arah rumah nya yg jauh dan semakin jauh
Pikiran nya di penuhi dengan ayah dan ibu nya. Di sana, dirumah itu, ada Jongin bermain badminton bersama ayah nya, ada Jongin tengah belajar menaiki sepeda roda dua, ada Jongin yg tengah mengganggu ibu nya membereskan rumah, ada Ibu yg menemani nya sebelum tidur. Dadanya naik turun menahan sesak tangis kesedihan di tinggal dua orang yg sangat ia cintai.
"hiks hiks eomma~ A-appa~" bisik nya, suara nya sudah serak karena selalu menangis. Hati nya terasa beraat meninggal kan rumah. Semakin di pandang, rumah itu serasa semakin menarik perhatian nya. Ia tak ingin jauh dari rumah. Ia tak ingin tinggal bersama Tiffany, ia hanya ingin tinggal di rumah. Yah! karena di rumah ada ayah dan ibu –pikir Jongin- sungguh pikiran nya sangat kacau.
Jongin melepas selimut nya, ia bangun dan berdiri. Mata nya memandang ke arah jalan yg terasa berjalan. Jalanan yg membuat pusing jika di pandangi terus menerus
Ia ingin melompat. Lalu lari ke rumah nya kembali
Dan Jongin melompat.
/BUKK!/
Tubuh nya melayang, dia terbang, di pandang nya alam di bawah nya. Ada tubuh nya bercucuran banyak darah di kepalanya. Namun ia tak peduli! Ia terus terbang ke arah yg berlawanan dengan mobil. Ia tak perduli dengan bayangan tubuh nya yg bersimbah darah mengalir. Tujuan nya hanyalah rumah. Dan terus ia terbang ke arah rumah, semakin ia terbang, rumah itu semakin jauh. Namun Ia tetap terus mengejar rumah nya.
Dan Tebeceh mengejar Author. Mian pendeq, author sakit pinggang adaw.. . /_0
RLC mpliss. Kali aja ini pinggang bisa sembuh liat komen dari kalian :'). Mana Kyungsoo nya belum ada hiksseuh hiksseuhh~.. sing sabare~. Yeoldah! Author banyak banyak minta maaf, inta rela (bahasa banjar nya) Akhiirul kalaam. Salam cinta
JongInyah
Teaser chap 3 (?)
"a-aku dimana~ hiks" *TEASERGAGAL*
END(?)
gomawo for review. review kalian syayah baca pake replay!
oke
