BACK TO ME

TITTLE: BACK TO ME

AUTHOR: PINKYGIRL

GENRE: ROMANCE

RATE: T

MAIN CAST: Sehun, Tao girl!, Kris, Luhan girl!

PAIR: HUNTAO/ KRISHAN/ HUNHAN/ KRISTAO

WARNING: GS, YAOI, GAJE, THYPOS, ABAL-ABAL, DLL

Yang gak suka GS maaf ya... jangan baca FF ini, okay? Yang gak suka pairnya juga lebih baik jangan di baca, daripada nantinya sakit hati...

Maaf~

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

BRAK

Anak lelaki berkulit tan yang sedang tertidur di ranjang sempit itu sedikit menggeliat, yah dia memang benar-benar tukang tidur. Jadi mungkin walaupun Sehun, orang yang membanting pintu, bahkan sampai membuat pintu kamarnya jebol pun dia tidak akan bangun.

"Ya! Ya! YA!"

Keculi jika Sehun membuat keributan sambil menendang bokongnya.

Kai, si anak lelaki yang baru bangun, menatap Sehun penuh tanda tanya. Harusnya di sini Kai yang marah karena Sehun telah mengusik tidurnya.

Tapi sekarang Sehun terlihat marah besar, apa yang terja – oh tidak...

"Sehun, apa –"

GREB

Tiba-tiba Sehun meraih kerah piyama yang Kai kenakan, menatapnya tajam. Kai bersumpah jika dia membeku sekarang, Sehun sangat menyeramkan!

"Kau... apa yang kau masukkan pada bubble tea ku?!"

Tuh kan... Kai menggeliat berusaha melepaskan diri, tapi Sehun dengan kuat menariknya kembali.

"yah! Aku sudah memberitahukan padamu kan? Aku tidak sengaja memasukkan obat perangsang di sana, aku pikir itu gula cair. Kau kan bilang bubble yang kemarin kurang manis? Tapi ternyata itu... maaf, aku kan sudah bilang lewat telfon dan kau menggapku bercanda, ya sudah.."

Sehun melepaskan tangannya pada kerah baju Kai, kemudian dia mengusap wajahnya kasar. Kai yakin terjadi sesuatu dengan Sehun setelah meminum bubble teanya.

Kai adalah teman Sehun dan Tao, sepulang sekolah atau hari libur Kai biasa bekerja di kafe kecil dekat apartemennya. Sehun sering, atau bisa di bilang berlangganan, bubble tea di sana.

Orang tua Kai ada di Jepang, itulah kenapa dia tinggal di apartemen kecil dekat rumah Sehun. Sehun juga sering menginap di apartemen Kai, kadang bersama Tao juga.

"Memangnya kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkan Tao sendirian, dia pasti takut jika kau tinggal" tanya Kai, kemudian ikut bergabung dengan sehun, berjongkok di tepi ranjang milik Kai.

Sekarang Sehun menenggelamkan kepalanya di antara kedua lengannya yang ia lipat diatas lututnya.

Kai menggeser duduknya semakin dekat pada Sehun kemudian merangkul bahunya. Sepertinya hal buruk terjadi pada Sehun, dan Tao juga.

"Jika kau lelah, kau bisa istirahat di sini Sehun-ah. Ini sudah terlalu larut, ayo" tanpa banyak bicara Sehun segera mengikuti Kai.

Mungkin hal buruk benar-benar terjadi pada Sehun.

Tapi apa?

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

Luhan kesal sekali melihat daddynya, Kris, mondar-mandir tidak jelas di depan kamar tamu. Panik? Well, menurut Luhan Kris lebih dari panik sekarang.

Kris juga menggenggam gadgetnya, ia dari tadi bimbang antara menelfon seseorang atau tidak, lalu mengacak rambut pirangnya, begitu terus dari tadi.

Apa jika yang di dalam kamar itu Luhan, Kris juga akan sepanik ini?

Yah, Luhan cemburu.

"Daddy, stop it!" teriak Luhan, Luhan kini duduk di sofa warna pink tidak jauh dari Kris berada.

Kris menoleh pada Luhan masih dengan wajah super paniknya, kemudian berjalan mendekati Luhan.

"Aku tidak bisa, dokter itu tidak keluar juga dari tadi, aku takut sesuatu terjadi pada Tao"

Luhan memutar bola matanya kesal saat nama baru itu disebut, Tao.

Apa Tao begitu penting sekarang? Lagipula yang Luhan tau dia tidak tergores atau terluka, kenapa Kris harus sepanik ini?

"Please daddy, dia akan baik-baik saja, dia hanya terlalu cengeng."

"Luhan! Ah, begini saja, bisa tolong kau ke dalam? Aku tidak bisa masuk karena aku pria, ayolah Luhan.." mohon Kris.

Luhan mendengus kesal sebelum akhirnya berdiri juga "baiklah" kemudian gadis cantik itu berjalan malas menuju kamar tamu, membuka pintunya sedikit lalu melongok kedalam.

Tidak ada hal buruk terjadi kecuali si Tao yang tidak bisa berhenti menangis, dan dokter yang dengan lembut menenangkannya. Dokter itu wanita, dan dia sangat cantik, ah tidak! Lumayan cantik, Luhan lebih cantik dari dia.

Luhan masuk kedalam, berjalan pelan sambil menatap lekat pada Tao. Tao menunduk dan berusaha meredakan tangisnya.

"Tidak ada yang terjadi padanya uisasonsaem-nim?" tanya Luhan, dokter itu mengangguk "iya agassi"

Setelah dokter itu pamit keluar ruangan, Luhan mendekati Tao, lalu duduk di tepi ranjang.

"Hi, kau sepupu daddy? Kau bahkan lebih muda dariku" Tao hanya diam. "Lainkali jika kau hanya takut berada di rumah sendirian, kau bisa mengatakannya baik-baik, tak perlu membuat daddy sepanik itu."

Perlahan Tao mendongakkan kepalanya menatap Luhan. Tao belum pernah bertemu anak dari sepupunya sebelum ini, ternyata Luhan sangat cantik.

Dan sepertinya dia tidak menyukai Tao.

"Maaf" ucap Tao hampir seperti gumaman, Luhan berdecak. "Kau boleh tinggal di sini, tapi bisakah kau tidak manja pada daddy? Dia milikku. Jika kau mau, besok kau juga tidak perlu sekolah, daddy akan menelfon walimu, paman Zoumi. Lagipula kau tidak membawa seragam dan keperluan sekolah kan? Jangan menangis lagi dan istirahatlah"

Tao hanya menatap Luhan yang berjalan semakin menjauh kemudian hilang ditelan pintu. Tak berapa lama kemudian pintu itu kembali terbuka, Kris masuk bersama seorang maid yang membawa minuman hangat untuk Tao.

"Tao, kau sudah lebih baik?" tanya Kris, ia duduk di tempat Luhan tadi duduk. Bedanya, sekarang Kris membawa kepala Tao untuk bersandar pada bahunya, lalu mengusap lembut kepala Tao.

Hal itu biasa Kris lakukan untuk menenangkan Luhan, atau ketika Luhan tidak bisa tidur.

"Ya, kurasa.." gumam Tao. "Baiklah, ayo minum ini lalu tidur" Kris meraih gelas yang di bawa maid lalu meyerahkannya pada Tao.

Tao meminumnya tak sampai habis, Kris menyerahkannya pada maid lagi kemudian memerintahkan maid untuk kembali.

"Sekarang Tao tidur, gege akan kembali" baru saja Kris beranjak untuk berdiri Tao menahan lengannya.

"gege... jangan tinggalkan Tao sendiri"

Kris tercekat, ia masih ingat beberapa tahun lalu saat Tao berumur sekitar dua belas tahun, Kris berumur sekitar dua puluh delapan tahun. Kris mengunjungi keluarga Tao bersama Zoumi. Zoumi sendiri sebenarnya juga sepupu Tao, dan sekarang dia telah sah menjadi wali Tao, dia juga ikut menjalankan perusahaan milik Tao bersama Kris.

Luhan tidak ikut kala itu, dia sedang ujian selama satu minggu, lagipula ada neneknya yang menjaga, jadi Kris tidak perlu khawatir meninggalkan Luhan sendiri.

Tao anak tunggal, dan dia senang sekali bermain dengan Kris. Selama satu minggu Kris di sana, mereka sangat akrab dan selalu terlihat bersama seperti kakak dan adik.

Mereka saling menyayangi.

Tapi saat Kris dan Zoumi harus pergi, Tao menangis seharian, dan kalimat yang Tao ucapkan hanya "gege.. jangan tinggalkan Tao sendiri, jangan tinggalkan Tao"

Kris juga merasa sangat sedih, Tao terlihat sangat rapuh dan sampai sekarang juga masih sama, rasanya ingin sekali Kris melindunginya.

Sebenarnya Kris ingin sekali menjadi wali dari Tao, tapi Zoumi yang menang. Mungkin Zoumi terlihat lebih meyakinkan dari Kris.

"gege tidak akan kemana-mana, gege di sini menemani Tao, gege tidak akan pergi"

"janji?"

"janji"

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

Suara ringtone memecah keheningan pagi itu, mengusik tidur si gadis yang berselimut rapat. Ia sedikit menggeliat sebelum akhirnya membuka sebelah matanya mencari keberadaan benda layar datar yang berbunyi nyaring itu, ada di atas nakas.

Dengan tangan kanan ia raih benda itu lalu menempelkannya di pipi setelah mengangkat telfon.

"Yeoboseyo?" ucapnya dengan nada serak dan agak malas, dengan matanya yang belum terbuka sempurna, ia edarkan pandangannya mencari keberadaan jam dinding.

Pukul sembilan pagi.

Biar saja, toh ia tidak sekolah hari ini, Kris sudah mengizinkannya bukan?

"Tao-ya! Aigoo~ kenapa kau tidak masuk hari ini? Padahal aku sudah menunggumu"

Suara Sulli masuk dalam pendengaran Tao, membuat Tao kini sadar sepenuhnya. Sulli, sebenarnya namanya Choi Jinri... dia akhir-akhir ini, eum... lima hari? Yah, dia mendekati Tao.

Seluruh isi kelas (kelas Tao, Sehun dan Kai, juga termasuk kelas Sulli) sudah tau jika Sulli sedang menyukai Sehun. Menurut Tao sih mereka cocok-cocok saja, Sulli cantik dan bintang sekolah, Sehun juga tampan dan banyak gadis yang menyukainya.

Jadi intinya, Sulli mendekati Tao agar bisa dekat dengan Sehun, apalagi? Tapi tidak masalah, Tao tidak merasa di manfaatkan selama ini, Sulli sangat baik dan tulus berteman dengannya, jadi ia oke oke saja berteman dengan Sulli.

Tapi tidak tau lagi jika Sulli tau kalau Sehun...

Ah, lupakan! Hati Tao sakit sekali memikirkan Sehun, tapi ia juga tak bisa membenci Sehun... ia sangat menyayangi Sehun.

"Aku sakit..." jawab Tao, selain hatinya.. Tao juga merasa beberapa bagian tubuhnya sakit, makanya ia memilih tidak masuk hari ini.

Sulli terdengar sangat panik di sebrang telfon "Mwoya! Apa aku harus menjengukmu? Ah iya! Aku akan menjengukmu dengan Sehun dan Kai, kalau bisa sih akan kubawa seluruh kelas, bagaimana?"

Tao kembali berbaring lalu menutup tubuhnya dengan selimut "Aku hari ini ada di rumah sepupuku, kau tidak bisa membawa seluruh isi kelas, bodoh.. lagipula aku tidak sakit parah, tapi terserah jika kau ingin kemari, aku bosan sendirian di sini"

"eoh? Memangnya yang lain kemana? Paling tidak kan ada pembantu di sana"

"Heum... ada banyak maid dan butler, tapi mereka kan bekerja.. sudahlah, tidak perlu kemari, besok juga aku masuk sekolah lagi, jangan khawatir"

Terjadi keheningan sejenak sebelum Sulli menjawab dengan suara pelan. "Tao... Sehun terlihat lemas sekali hari ini, dia juga banyak melamun, apa dia sebenarnya sakit juga sama sepertimu? Aku kasihan melihatnya.."

Eh? Memangnya apa yang terjadi pada Sehun? Dia kenapa?

"Aku tidak tau.."

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

"Daddy menyebalkan!" harusnya hari ini jadi hari yang spesial untuk Luhan, ia memasuki universitas barunya, dan Kris mengantarnya... harusnya!

Padahal semalam dia juga sudah berjanji, tapi apa? Kris malah panik dengan surat izin Tao lalu buru-buru mengantar ke sekolah. Cih, memangnya harus Kris sendiri begitu? Kan ada supir atau siapa yang bisa di suruh, tidak harus Kris juga kan?!

Menyebalkan! Menyebalkan! Menyebalkan!

Kris lebih mementingkan Tao! Memangnya Tao itu siapa?! Siapa?!

Padahal yang walinya juga paman Zoumi, bukan Kris!

Maka dari itu, sekarang Luhan sibuk merutuki daddynya. Ia sedang dalam perjalanan menuju universitas barunya, ia mengendarai mobil sendirian. Dan sekarang ia juga lapar.

Jam di tangannya menunjukkan pukul tujuh pagi, sebenarnya masih terlalu pagi untuk pergi ke universitasnya, tapi Luhan sudah tidak mood untuk sarapan karena Kris juga sudah pergi untuk mengantar surat izin Tao dan entah apalagi yang ia lakukan di sekolah Tao hingga tidak bisa mengantar Luhan.

Mungkin Luhan harus mampir dulu ke cafe yang terlihat cukup menarik di ujung jalan sana, dan ngomong-ngomong... jalan yang Luhan lalui sekarang harusnya dekat dengan sekolah Tao. Tentu saja Luhan sudah Tau, ia cukup cerdas untuk mengingat sesuatu.

"Selamat datang agassi~" ucap salah satu pelayan saat Luhan baru memasuki cafe tersebut, Luhan tersenyum ramah padanya lalu berjalan menuju meja terdekat.

"Ayolah Hun, pesan sesuatu, ku mohon.."

"Aku tidak lapar"

Luhan menoleh pada asal suara, terlihat dua siswa dengan seragam sekolah duduk tidak jauh dari tempat Luhan duduk.

"Oh Sehun?"

Siswa berkulit pucat itu mendongakkan kepalanya, lalu mata sipitnya melebar melihat Luhan yang tersenyum manis padanya.

"Noona?"

Luhan meninggalkan tempat duduknya untuk kemudian bergabung bersama dua siswa itu.

"Apa yang noona lakukan di sini?" tanya Sehun sambil memasang senyuman manisnya. "Aku belum sarapan, lagipula universitasku dekat sini" jawab Luhan.

"Oh iya, kenalkan ini Kai, temanku. Kai ini Luhan-noona, kami baru berkenalan kemarin"

Kai tersenyum manis pada Luhan lalu mengulurkan tangannya "Kai" Luhan menjabat tangan Kai "Luhan"

Kemudian perhatian Kai kembali pada Sehun "nah, sekarang sudah mau pesan makanan? Kan sudah ada noona cantik, heum?" tanya Kai dengan nada menggoda, dan sepertinya Sehun malu sekarang.

"Apa sih, baiklah, noona mau pesan dulu?"

Sehun sangat manis... sepertinya Luhan semakin suka padanya, oh iya! Luhan kali ini harus menanyakan nomor telfon Sehun! Fighting Luhan!

"Kau sendiri Sehun? Aku tidak tau menunya, bisa kau pilihkan untukku?"

"tentu"

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

Ini sudah jam satu siang, harusnya Tao sudah makan siang. Tapi entah kenapa, melihat makanannya saja membuat Tao mual. Sepertinya ia benar-benar tidak enak badan... ia juga merasa tubuhnya sedikit panas.

Tao masih berbaring di ranjang barunya...

Oh iya, sedikit informasi. Tao untuk sementara tinggal bersama Kris dan Luhan, atas permintaan Kris sendiri. Dan Luhan tidak suka dengan ide Kris itu.. tapi Kris tetap bersikeras agar Tao tinggal bersama mereka.

Tao jadi tidak enak pada Luhan. Luhan selalu merasa Tao akan merebut Kris darinya...

Kenyataannya...

"Yah, ku rasa Kris-gege milikku. Maaf jiejie, kau hanya anaknya" gumam Tao. Entah apa yang dipikirkan gadis pecinta panda ini, matanya menerawang jauh menatap langit-langit kamarnya.

"Tao~ aahh aku menyukaimu.. aahhh"

Tao seketika membulatkan matanya, terbayang lagi wajah menakutkan Sehun (sebenarnya mesum) semalam, dan itu sangat...

Ah entahlah.

Gadis itu bergidik ketika mengingat Sehun. Memang Sehun sangat tampan, tapi pemikiran polos Tao mana pernah membayangkan hal sejauh itu akan terjadi padanya? Ia belum siap.

Tao kembali menutup matanya, tapi bayangan Sehun mencium setiap inchi tubuhnya membuatnya membuka mata lagi.

"Tidak tidak.. ku mohon! Lupakan itu Tao~"

Tao bangkit duduk kemudian memeluk boneka panda besar dari Kris, baru di belikan semalam.

"Sehun..."

"TAO!"

Terkejut, Tao refleks menoleh pada pintu kamarnya "gege?"

Ia heran, kenapa Kris bisa berada di sini? Saat jam makan siang sudah hampir usai? Tidakkah Kris sangat sibuk?

Kris segera berjalan cepat mendekat pada Tao, duduk di depan gadis itu kemudian meraih wajahnya. Kris jelas terlihat sangat khawatir.

"Tao... kau tidak keluar kamar? Tidak makan siang? Kau bahkan tidak sarapan tadi pagi.."

Sekarang Tao mengerti, mungkin salah satu maid yang mengadu pada Kris. Tao tidak suka di paksa makan sedangkan Tao tidak minat makan sama sekali.

Tao menggeleng, lalu dengan tangan kanannya ia sentuh telapak tangan Kris yang setia berada di kedua sisi wajahnya.

"Aku tidak lapar gege..." Kris menggeleng "Tidak Tao harus makan, ayolah, kau bisa sakit jika tidak makan sayang..."

DEG DEG DEG

Kris memanggilnya apa tadi?

Oh, mungkin telinga Tao yang bermasalah, Kris tidak mungkin memanggilnya sayang, ya kan? Haha lucu.

"gege?"

GREB

Tao harus shock untuk yang kedua kalinya saat tiba-tiba Kris memeluknya erat. "Gege mohon.. jangan sakit, Tao tidak boleh sakit... karena gege akan lebih sakit jika Tao sakit, sekarang makan, gege mohon..."

Refleks Tao mengangguk.

"Eum.."

"Bagus.. gege sangat menyayangi Tao"

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

"Kau yakin masuk sekolah hari ini?"

Tao mengangguk "ya, aku akan masuk... sebentar lagi ujian akhir, aku harus rajin!" Kris menggerakkan tangannya untuk kemudian mengusap kepala Tao lembut.

"Gege antar?" tawar Kris kemudian, dengan cepat Tao menggeleng. "Tao bisa berangkat sendiri Ge... jangan khawatir"

Kemudian terdengar suara high heels Luhan yang berjalan cepat menuruni tangga.

"Kau bisa ikut Luhan, dia melewati sekolahmu" Tao hanya bergumam tidak jelas. Memangnya Luhan mau berangkat dengannya? Menumpanginya?

"TAO! Kau bisa ikut aku~"

Hell! Apa Tao sedang bermimpi? Ini mimpi yang sangat aneh. Mana mungkin Luhan baik padanya... atau... ada sesuatu yang Luhan inginkan?

Terserah, Tao hanya perlu jadi anak baik, ya kan?

"Baiklah jiejie~"

Kenapa Luhan semangat sekali? Dia juga baik pada Tao...

Apa yang Luhan inginkan?

"Ayo Luhan sarapan, Tao habiskan makananmu sayang..."

Sayang.

Sayang?

.

.

.

"Apa daddy selalu seperti itu?" setelah sekian lama hanya hening yang terdengar akhirnya Luhan melontarkan pertanyaan, membuyarkan lamunan Tao.

"Eum? Se – seperti apa?" hening lagi selama sekitar satu menit, "sayang? cih"

Luhan kembali memusuhinya. Atau... Luhan mau mengantarnya untuk mengatakan hal ini pada Tao? Oke, cukup tau.

"Kris-ge menyayangiku jiejie~ itulah kenapa Kris-ge memanggilku seperti itu, dia sangat manis bukan?"

Inilah permainannya.

Luhan

Atau

Tao?

Siapakah yang akan jadi pemenang? Entahlah, Tao juga ingin tau.. tapi, harusnya dia yang menang. 'Kris-ge untukku, kau hanya anaknya'

"Jangan harap kau mendapatkan Daddy, lihat dirimu! Kau bahkan empat tahun lebih muda dariku, jangan bodoh! Lagipula apa kata orang nanti jika kau menikah dengan pria yang jauh lebih tua darimu? Apa kau tidak malu?"

Sudah dari kemarin Luhan ingin mengatakan hal itu pada Tao, tapi gadis kecil ini sangat keras kepala! Luhan sudah mengatakan untuk menjauhi Kris, tapi apa? Dia malah semakin mendekat bermanja-manja padanya.. cih.

Kekesalan Luhan semakin bertambah saat di dengarnya tawa mengejek dari Tao memenuhi isi kepalanya.

"Jiejie! Kau lucu sekali... kami saling mencintai, untuk apa aku malu segala?"

Luhan rasanya ingin memukul wajah Tao hingga berdarah! Saling mencintai katanya?

"Terus saja bermimpi! Anak kecil!"

Mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah Tao, tanpa basa-basi Tao segera membuka pintu mobil.

"Lihat saja nanti jiejie~"

BRUK

"Aku tidak akan pernah membiarkan daddy bersama denganmu... Tao. never"

.

.

Back

.

To

.

Me

.

.

Tao berjalan santai menuju kelasnya, di pikirannya masih ada Luhan. Apa yang harus Tao lakukan untuk mengalahkannya? Ini sepertinya akan jadi persaingan yang rumit. Tao berusaha merebut Kris dari Luhan, Tao menyukai Kris, dan Kris harus menikah dengannya.

Tapi disisi lain ada Luhan. Meski Luhan hanyalah anaknya, Luhan tetaplah saingan terberat baginya. Luhan adalah hidup Kris, Luhan juga segala-galanya bagi Kris.

Bagaimana mungkin Tao menyingkirkan Luhan dari pikiran Kris, lalu menggantinya dengan Tao? Menjadikan Tao satu-satunya hal berharga bagi Kris...

Bagaimana?

Mungkinkah Tao pura-pura sakit terus? Tidak mungkin bukan?

"TAO!" dari belakang terlihat Sulli berlari menuju tempat Tao kini berdiri, Sulli segera memelik Tao setelah sampai di depannya "Aku merindukanmu! Ayo ayo kita ke kelas"

Sulli menarik pergelangan tangan Tao, sepanjang perjalanan menuju kelas Sulli tak hentinya menceritakan hal-hal yang kemarin terjadi saat Tao tidak masuk sekolah. Sebenarnya Tao tidak ingin tau itu semua tapi...

Ia sedikit tertarik saat Sulli menceritakan Sehun.

"Kemarin aku melihat Sehun dan Kai di antar mobil berwarna pink, aku penasaran, jadi mengintip sedikit. Ternyata dia yeoja! Dia sangat cantik... mungkinkah dia pacar Sehun? Sehun selalu tersenyum pada yeoja itu, tidak mungkin Kai karena kelihatannya Kai tidak begitu mengenalnya. Dan sehun kan anak tunggal, mana mungkin punya eonni? Apa kau tau sesuatu tentang yeoja itu?"

Tao menggeleng untuk menjawabnya, ia juga penasaran siapa yeoja yang Sulli maksud? Selain Tao, Sehun tidak pernah dekat dengan yeoja lain.

Aduh, kenapa Tao tidak suka mendengar Sehun dekat dengan yeoja lain?

"Dan anehnya, saat Sehun sudah di kelas ia tak terlihat senang seperti saat ia bersama yeoja itu. Dia murung terus bahkan sampai sekolah usai, aku sudah menceritakannya padamu saat di telfonkan? Sebenarnya Sehun kenapa? Aku benar-benar curiga jika itu pacarnya. Kan mungkin saja Sehun murung karena harus berpisah dengan yeoja itu... huh menyebalkan!"

Sehun tidak mungkin punya pacar kan? Mungkinkah setelah malam itu Sehun mencari gadis lain? Sehun benar-benar brengsek jika melakukan hal itu.

"Tao? Hey? Ya!"

Oh, sepertinya Tao tadi melamun hingga mengabaikan Sulli, dan ternyata sekarang sudah sampai kelas. Segera Tao berjalan menuju tempat duduknya yang sialnya berada tepat di sebelah Sehun. Sehun dan Kai belum datang.

Baru saja Sulli duduk di kursi Sehun, mungkin ingin melanjutkan bercerita pada Tao atau apa entahlah. Tapi Krystal sudah berisik sekali memanggil namanya.

"SULLI SULLI!"

Krystal ini temannya Sulli, sama-sama menyukai Sehun juga mungkin... Tao tidak begitu tau, Krystal tidak mendekati Tao seperti Sulli.

"Kau tau di depan sana mobil pink itu datang lagi? Memang kali ini tidak mengantar Sehun, tapi dia menunggu Sehun di depan. Lalu Sehun datang dan mereka mengobrol!"

Sebenarnya itu biasa saja, tapi cara Krystal menceritakannya sangat mendramatisir, seperti Sehun mencium gadis itu di tengah lapangan saja. Berlebihan.

Tapi tunggu! Mobil pink? Luhan mobilnya juga pink..

.

.

.

.

.

TBC

Hai! Maaf kalau udah nunggu lama maaf banget.

Buat pair... pairnya udah jelas lho... KrisTao, HunHan, HunTao, KrisHan. Kalo endingnya gak tau juga author :D hehe.

Dan buat yang gak suka sama FF ini.. ya udah sih jangan di baca. Abaikan author...

Dan buat yang suka makasih banyak! Aku seneng banget kalo FF ini menghibur.

Udah gitu aja, makasih semua~ ^-^