-dhedingdong95-

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim Kibum

Lee Donghae

(mereka akan menjadi satu marga)

Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!

Rate: T

Length: Chaptered

Disclaimer:

Hanya meminjam nama tokoh. Kesamaan latar ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya. Terinspirasi oleh karakter Gong Taekwang di drama School 2015 – Who Are You. Walaupun judulnya hampir sama dengan cerita sebelumnya, tapi untuk jalan cerita akan berbeda dengan sebelumnya loooooh!

SELAMAT MEMBACA!

WARNING! TYPO, cerita pasaran, kalimat amburadul, alur kecepetan, membosankan!

Don't like? DON'T READ!

NO BASH and… ENJOY!^^

.

.

.

Chapter 2

.

.

to: kibum hyung

hai hyung, bagaimana kabarmu?

apa kau masih ingat padaku?

aku... lelaki kecil yang pernah kau kenali 13 tahun yang lalu.

.

.

kurang dari 5 menit pesan singkat itu dikirimkan, dan kibum hyungnya sudah membalas? kyuhyun tak mau bergembira terlebih dulu, karena pada kenyataannya ia belum membaca bagaimana respon dari kakak keduanya. tak mau membuang waktu lagi, dengan mengumpulkan keberanian penuh kyuhyun buka pesan singkat yang dikirim oleh kibum.

.

from: kibum hyung

nuguseyo (siapa ini)?

maaf, aku tak memiliki teman masa kecil.

kupikir kau salah memasukkan nomor.

.

kibum hyung... kau sungguh tak mengenaliku?

katakan jika semua ini adalah lelucon yang donghae hyung ajarkan!

apa mungkin ibu telah menghapus keberadaanku di kehidupan kalian?

.

kyuhyun mengerjap beberapa kali. ia terdiam sesaat hanya untuk mencerna setiap kata yang tertulis di layar ponselnya. namun tak lama kemudian tangannya bergetar hebat, ia merasa jika waktu berhenti saat itu juga. kyuhyun menggelengkan kepalanya, berniat untuk menghilangkan semua pikiran buruk yang terus menggodanya.

tak memperoleh hasil yang memuaskan, kyuhyun memilih cara yang lain. ditekannya tombol demi tombol pada ponselnya guna menghubungi kibum via telepon, meski lubuk hatinya yang paling dalam berteriak menolak.

.

.

calling...

kibum hyung

.

.

"yeoboseyo (halo)?

.

kibum hyung... seperti inikah suaramu sekarang?

masih terkesan datar dan dingin, sama seperti dulu.

.

"yeoboseyo (halo)? neo nuguya? (kau siapa?)"

.

mendengar jawaban dari lawan bicaranya yang terkesan semakin dongkol, kyuhyun langsung tersadar dari lamunannya. ia tergagap, tak tahu akan bicara seperti apa. karena sebenarnya, kyuhyun sendiri tak pernah memiliki rencana untuk menghubungi kibum pada kondisi semacam ini.

"ki..bum hyung..." suara kyuhyun sedikit bergetar. sungguh.. selama 13 tahun terakhir, ia tak pernah merasa segugup ini. diremasnya ponsel putih yang masih setia menempel di telinga kanannya.

"kau... dari mana mengetahui namaku?"

"..." kyuhyun seolah kehilangan seluruh kata-katanya. lidahnya terasa kelu hingga ia tak sanggup mengucapkan sepatah kata apapun. harus dari mana lagi kyuhyun menjelaskan semuanya?

"... apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?"

.

DEG.

rasanya kyuhyun ingin menangis sekencang-kencangnya. Cho kibum benar-benar tak mengenalinya lagi, walaupun ia telah memberikan satu petunjuk penting. kyuhyun yakin hanya dialah lelaki kecil yang dikenali kibum 13 tahun lalu. kibum kecil tak suka bersosialisasi dengan orang lain, maka dari itu di saat umurnya yang menginjak 7 tahun ia lebih memilih home schooling daripada sekolah pada umumnya. hhh... semua perjuangan kyuhyun untuk mencari kakak kandungnya sia-sia sudah. ntah mengapa semangat yang ada pada diri kyuhyun luntur seketika. bukankah ini begitu tidak adil? kyuhyun yang selama ini terus memikirkan kedua hyungnya, mengerahkan segala usaha untuk mencarinya kesana kemari.. namun dengan mudahnya mereka melupakan dirinya?

.

"ma...maaf... kau benar. sepertinya aku memang salah memasukkan nomor"

PIP.

.

BRAAAAAK!

kyuhyun melempar ponselnya ke tembok dan mengacak rambutnya frustasi. tak dipedulikannya lagi tatapan kaget beberapa pasang mata yang sedari tadi berlalu lalang di sekitarnya. bahkan tampak sebagian murid memilih mundur beberapa langkah dan mencari jalan lain, demi menyelamatkan diri mereka dari amukan si bocah aneh ini.

"bocah aneh itu berulah lagi"

.

"seberapa kaya si pengemis beasiswa itu, hingga berani merusak ponselnya sendiri?"

.

"jangan remehkan bocah itu kawan, mungkin saja seusai jam sekolah dia mendapat panggilan dari sang nyonya besar untuk menemaninya di hotel.. tak mungkin bila ia memasang tarif yang rendah, hahaha"

.

sudah terlalu biasa. sejumlah kalimat tak sopan yang kerap diucapkan oleh teman-temannya, telah menjadi santapan rutin bagi seorang kyuhyun di kehidupan sekolahnya. kyuhyun tak mau ambil pusing. ia terus saja berjalan ke arah kelas tanpa mengindahkan ponselnya yang tergeletak begitu saja di lantai dalam keadaan hancur, dan segera menjauhi segerombolan murid bermulut besar itu.

begitu sampai di kelas, kyuhyun memilih untuk mengambil tas hitam miliknya yang tergantung di sisi kanan meja. namun ada satu hal yang menarik perhatiannya. baru ditinggal tak lebih dari 20 menit, permukaan meja yang biasa digunakan kyuhyun ini telah penuh dengan tulisan-tulisan berisi hujatan.

.

bocah aneh, kau tak pantas berada disini!

tak pernahkah kau berfikir untuk meninggalkan tempat ini?

walaupun mungkin kau seorang juara kelas, tapi di mataku kau adalah binatang yang tak memiliki tata krama!

pergi dari sini! kami tak sudi memiliki teman sekelas sepertimu!

dar* you cho kyuhyun!

.

itulah segelintir kalimat ditulis menggunakan spidol berwarna, yang sekilas tertangkap oleh penglihatan kyuhyun. mungkin ini sudah terjadi kedua kalinya semenjak kyuhyun menjadi siswa tingkat akhir di sekolahnya. ia menyunggingkan senyuman penuh arti. lantas secepat kilat ia tendang meja tersebut hingga terpelanting mengenai laci siswa yang berada tepat di bagian belakang kelas, membuat keramaian kelas terhenti beberapa saat.

setelah merasa puas, dengan santainya kyuhyun kembali melangkahkan kakinya keluar kelas melewati pintu belakang. diabaikannya sorakan riuh yang berasal dari hampir seluruh penghuni kelas 3-2. dan satu hal lagi, sepertinya kyuhyun harus menarik kata-kata sebelumnya yang berkaitan dengan membolos sekolah. karena kali ini, kyuhyun sudah cukup muak dengan apa yang dialaminya di sekolah. tak masalah bukan seorang juara kelas sesekali membolos?

.

.

"apa kau berniat untuk membolos sekolah, nak?" sialnya di tengah perjalanan menuju pintu gerbang sekolah, seorang anggota tim kedisiplinan menampakkan batang hidungnya dengan membawa sebilah tongkat panjang sebagai senjata utamanya. itu sama saja dengan terhambatnya rencana kyuhyun untuk kabur dari sekolah.

"saem, mungkin hanya kau yang paling mengerti tentang latar belakang dan kesulitanku disini. jadi kumohon... biarkan aku pergi untuk mengobati rasa penat ini"

"YA! kau—" belum selesai kalimat itu terucap, kyuhyun segera memotongnya dengan membungkukkan badannya dan berlari meninggalkan salah seorang anggota tim kedisiplinan itu.

"bagaimana jika aku dibunuh oleh ayahmu, saat ia tahu anaknya membolos sekolah?" kyuhyun tetap berjalan mengabaikan teriakan-teriakan pria dewasa itu. beberapa detik kemudian, ia tampak mengangkat tangan kirinya lalu memberikan isyarat OK tanpa menoleh ke belakang.

.

selama kau tak melapor pada ayah, kupikir semuanya akan baik-baik saja saem...

.

.

sambil menenteng tasnya, kyuhyun berjalan menyusuri trotoar yang menghiasi pinggiran jalan kota seoul. tak jarang pula ia tendang kaleng-kaleng berserakan, yang mengganggu perjalanannya. sebenarnya kyuhyun tak memiliki niatan untuk berjalan sejauh ini. tapi salahkan saja pikirannya yang melayang-layang hingga ia tak berpikiran sedikitpun untuk menaiki transportasi umum seperti bis, mungkin? apalagi suhu musim gugur ditemani angin pelan yang kerap berhembus sangat mendukung kyuhyun untuk tetap berjalan kaki.

tak terasa kedua kaki kyuhyun membawanya ke kawasan tempat keramaian yang tak jauh dari rumahnya. banyak pula cafe mewah juga mahal yang berjejer di sepanjang jalan, tapi tak ada satu pun yang menarik minat kyuhyun. dilihatnya puluhan remaja wanita seusianya berkumpul di muka salah satu cafe mewah tersebut. kyuhyun mempertajam pandangannya dan melihat beberapa peralatan syuting layaknya lampu serta kamera telah terpasang di dalamnya. ah pantas saja. namun dimana sosok idola yang diributkan oleh para gadis ini?

suasana semakin tak kondusif ketika seorang lelaki muda yang mengenakan kemeja biru muda dipadukan dengan sneakers berwarna biru tua, keluar dari dalam cafe sembari melambaikan tangannya ditemani penjagaan super ketat. kyuhyun tertawa dalam hati. ia sungguh tak mengerti apa kelebihan para idol hingga membuat sebagian besar para gadis semacam kehilangan akal sehatnya?

"omo! ...oppa sangat tampan!"

"kau lihat? ia sempat memberikan senyum manisnya padaku!"

teriakan-teriakan para gadis itu membuat kyuhyun semakin tak sabar untuk meninggalkan tempatnya. namun kata hatinya meminta ia agar tetap berdiri di sini selama beberapa saat.

"hm! senyuman donghae oppa memang—"

.

tunggu. donghae?

kyuhyun menajamkan pendengarannya lagi. tidak menutup kemungkinan bila ia salah mendengar, karena teriakan-teriakan itu bisa saja membuat alat pendengarannya terganggu.

"minha-ya, apa kau sudah mempersiapkan banner untuk konser donghae oppa minggu depan?"

"tentu saja!"

kyuhyun... memang tak salah dengar. ia mendengar sendiri jika mereka tengah membicarakan nama donghae.

.

"maaf, bisakah aku tahu siapa lelaki tadi?" demi menjawab rasa penasarannya, kyuhyun bersedia meleburkan seluruh rasa malunya dengan mengulik sedikit informasi dari setidaknya salah satu penggemar disana.

"ah! apa kau tinggal di jaman batu sampai-sampai tak tahu siapa dia?" jawab salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam salah satu sekolah menengah di sekitar sini. kyuhyun berani bertaruh jika gadis ini pasti membolos juga, sama seperti dirinya.

"eh? maaf, aku tak pernah mengikuti trend yang sedang melanda akhir-akhir ini" kyuhyun menggaruk tengkuknya karna salah tingkah.

"lee donghae. seorang penyanyi solo yang sedang naik daun. selain pandai bernyanyi dan menari, ia masih memiliki banyak kelebihan yang berhasil memikat penggemarnya. bukan karena ia tampan, melainkan karena sifatnya yang lembut dan rendah hati itulah aku jatuh cinta padanya. kau tahu? ibuku juga sangat menyukai donghae oppa!" kyuhyun menelan ludahnya. hebat, ibu-ibu pun tertarik padanya.

.

lee, ya?

apa benar lelaki yang kutemui tadi bukan kau, donghae hyung?

harus kemana lagi aku mencari?

tapi mengapa hati ini terus berkata jika sebenarnya aku berada di dekatmu maupun kibum hyung?

.

"darimana kau tahu bahwa ia memiliki sifat rendah hati?" kyuhyun kembali memancing untuk mendapat jawaban yang ia ingini.

"sudah banyak artikel yang tersebar di internet, jadi sebaiknya bacalah satu per satu. kau akan menemukan alasan yang kau cari di sana" gadis berambut pendek itu kembali berujar. sebagai respon, kyuhyun pun membulatkan bibirnya seolah membentuk huruf O disana diiringi anggukan-anggukan kecil.

"satu lagi yang ingin kutanyakan.. apa kau mengetahui latar belakang keluarganya?" suara kyuhyun sedikit melemah, nampak sekali bahwa ia lebih berhati-hati dalam menanyakan masalah ini.

gadis itu menggeleng pelan lalu memasang wajah yang sulit diartikan. kyuhyun yang melihat perubahan raut wajah tersebut, kini ikut mengernyit seakan meminta penjelasan.

"tak ada satu pun penggemar yang tahu latar belakang keluarganya. semua informasi yang berhubungan dengan itu seakan terkunci rapat dan membuat kami selalu bertanya-tanya"

"bukankah terdapat media yang bekerja seperti paparazzi? apa sama sekali tak ada yang membahasnya?" kyuhyun semakin penasaran. mengapa fakta-fakta yang diberikan oleh penggemar ini terasa begitu janggal?

"dari info yang kudapat, semua media berpihak padanya. jadi tak ada paparazzi yang berniat mencari informasi tentang keluarganya, ntah apa yang sudah dilakukan oleh manajemennya terhadap mereka" gadis itu mengendikkan kedua bahunya seperti tak tertarik lagi untuk membicarakan masalah ini.

"tsk, tak masuk akal" kyuhyun mendengus pelan.

"bagiku tak masalah.. apapun latar belakang keluarganya kami akan tetap menerima, karena para penggemar akan terus mendukungnya di segala situasi"

"benarkah? kau tak takut jika ternyata ia— ah sudahlah, terima kasih sudah memberikan banyak informasi tentang... lee donghae" kyuhyun menggaruk tengkuknya lagi. ia hanya merasa geli dengan apa yang dilakukannya beberapa menit ini.

"untuk membalas informasi yang sudah kau berikan, bagaimana kalau kutraktir cappuccino di seberang jalan sana?" lanjut kyuhyun seraya menunjuk sebuah cafe bergaya klasik yang terletak di sudut jalan.

"tidak. aku akan mengunjungi lokasi syuting donghae oppa selanjutnya" kyuhyun termangu tak percaya. baginya para penggemar seperti ini tak ada bedanya lagi dengan seorang penguntit.

"ah baiklah, sekali lagi terima kasih" kyuhyun sangat bersyukur. di balik aksi membolosnya, ternyata ia mendapat satu informasi penting mengenai dugaan keberadaan kakak pertamanya. walau ia sendiri kurang yakin bahwa lelaki tampan tadi adalah hyung yang dicarinya 13 tahun terakhir ini.

.

.

setelah menuntaskan pembicaraannya, kyuhyun melanjutkan jalannya di kawasan pusat keramaian gangnam. langkahnya terhenti kembali ketika ia melihat sebuah kedai kecil di ujung jalan. kyuhyun terus memandangi nama kedai itu dari jauh, sangat tersirat di wajahnya jika ia tengah memikirkan suatu hal.

"bibi... aku... pesan sebotol soju"

"bisakah kau menunjukkan kartu identitas?" tanya wanita tua berambut keriting, sembari membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di meja pelanggan. kyuhyun menelan ludahnya. jangankan kartu identitas, dompet saja ia tak pernah membawanya. selama ini kyuhyun memang terbiasa menyelipkan beberapa lembar uang di saku kemejanya.

"aku bisa memberikan jam mahal ini jika bibi mau! tapi izinkan aku memesan soju sebotol saja" kyuhyun melepas jam emperio armani dan memaksakan diri untuk meletakkannya di telapak tangan si penjaga kedai tersebut.

"tidak bocah! aku tahu, kau masih di bawah umur. pulanglah ke rumah, ayah dan ibumu pasti telah menunggu" wanita tua itu terus mengibaskan kedua tangannya dengan maksud mengusir keberadaan kyuhyun.

kyuhyun tak kehabisan akal. ia lirik meja yang sedang dibersihkan wanita itu, dan kedua manik hitamnya menangkap sebotol soju yang masih tersisa. secepat mungkin ia raih botol tersebut, lantas meneguknya hingga tak bersisa.

"YA! BOCAH NAKAL!"

"UHUK!" kyuhyun tersedak, ia terus memukul dadanya sendiri. pahit sekali, namun secara bersamaan ada setitik rasa aneh yang tak pernah ia alami sebelumnya. tubuhnya pun terasa ringan.

"YA! mengapa kau sama sekali tak mendengar perkataanku!" dengan tangan keriputnya, bibi tua itu memukul punggung kyuhyun berulang kali.

"bibi ini menyenangkan! berikan aku sebotol lagi.." suara kyuhyun pun sudah terdengar berbeda. sepertinya kadar alkohol yang cukup tinggi dalam soju sudah menguasai tubuh kurus itu.

"PULANGLAH BOCAH!" wanita berumur lebih dari setengah abad itu terus menarik kedua tangan kyuhyun untuk membawanya keluar dari kedai. tapi tubuh kyuhyun tak mau bergerak sedikitpun.

"bibi, mengapa kau sama jahatnya dengan mereka?" kyuhyun mulai terisak, kemudian menangis semakin keras.

"apa yang kau katakan, eoh?" bibi penjaga kedai itu bertanya kebingungan. ia tak merasa melakukan sebuah kesalahan pada pemuda ini. justru dialah yang seharusnya marah, karna kyuhyun berhasil mengacaukan kedainya.

"aku tak memiliki orang tua. apalagi saudara dan teman! bibi... mau kan jadi ibuku?" ucapan kyuhyun mulai melantur. bisa-bisanya setelah menangis keras, secara mendadak ia tersenyum lebar memamerkan gigi ratanya.

"PULANG SEKARANG! aku tak mau kedai ini ditutup, karena tertangkap basah memberikan alkohol pada anak dibawah umur" wanita itu belum lelah memukul punggung kyuhyun, kali ini menggunakan sapunya.

"bibi... harusnya kau memukul mereka. asal bibi tahu, mereka sangat menyeramkan. aku tak bisa melawannya sendiri, kau harus membantuku nde?" dengan sempoyongan kyuhyun keluar dari kedai tersebut. ia berjalan terseok menuju rumahnya sesekali menabrak orang di depannya. tak dihiraukannya lagi umpatan orang-orang di sekitarnya, yang paling penting adalah ia ingin segera sampai di rumah.

.

.

"HEEEY KALIAN, AKU PULANG!" dengan kondisi tubuhnya yang tak bisa berdiri secara seimbang, kyuhyun masih sempat berteriak tak jelas di depan rumah mewahnya. tampak beberapa petugas keamanan rumah sibuk membawa tubuh tuan mudanya yang masih sempoyongan.

"OMO! tuan muda, apa yang anda lakukan? dimana ponsel anda? mengapa tak dapat dihubungi? sejak tadi pak kim serta beberapa pengawal kebingungan mencari anda di sekitar sekolah. bagaimana pula anda bisa sampai di rumah?" begitu sampai di dalam rumah, bibi jung langsung menyambut kyuhyun dengan raut kekhawatirannya. masalah apa lagi yang menimpa tuan mudanya hingga ia mabuk seperti ini? seberat apapun masalah kyuhyun, ia tak pernah bertindak ceroboh terlebih meminum minuman beralkohol.

"bibi, kau tahu? tadi aku bertemu donghae hyung!" berbeda dengan reaksi kyuhyun yang tersenyum lebar, wanita tua yang bertindak sebagai kepala pelayan itu mematung seketika. tidak mungkin.. tuan muda pasti mengada-ada, batin bibi jung.

"tuan muda sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu" bibi jung tersenyum miris, ia persilakan beberapa petugas keamanan rumah untuk membawa sang tuan muda yang masih sempoyongan ke dalam kamar pribadinya.

.

.

.

"CHO KYUHYUN!" bentakan keras dari tuan Cho membuat seseorang yang tertidur di atas ranjang king size menggeliat terganggu.

"APA-APAAN KAU INI! SUDAH MERASA DEWASA EOH?" tuan cho berdiri tegap di muka pintu, seakan tak mau mendekati anaknya sendiri.

mendengar bentakan dari sang ayah, kyuhyun berusaha mengumpulkan sebagian nyawanya di tengah rasa pusing efek dari mabuknya beberapa jam lalu. sesekali ia pijit keningnya untuk mengurangi sakit pada kepalanya. ah, dan jangan lupakan aksi menangisnya sebelum ini! membuat ia cukup kesulitan membuka mata dikarenakan kedua matanya yang membengkak.

"apa yang kau lakukan, hm?" semua penghuni rumah besar ini pun tahu, tuan cho akan tampak semakin menyeramkan ketika ia tengah menurunkan nada bicaranya. terbiasa dengan hal itu, kyuhyun hanya memberikan tatapan kosong mengarah kepada sang ayah.

"belum cukup umur, sudah berani meminum minuman beralkohol! jadi, apa yang kau rasakan? bangga?" tuan cho masih berdiri di tempatnya, kali ini dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. sedangkan kyuhyun masih belum memberikan respon yang berarti.

"katakan, apa alasanmu melakukan ini? agar dibilang jagoan, eoh?"

"karena ayah dan ibu. karena kalian aku seperti ini..." tuan cho terdiam, menahan deru nafasnya. ia tahu, jika sudah begini keadaanya kyuhyun pasti kembali mengungkit tentang masalah keluarga.

"BISAKAH KITA KEMBALI KE 13 TAHUN YANG LALU? DIMANA TAK ADA KATA PERCERAIAN YANG MENODAI KELUARGA KITA? MENGAPA KALIAN BERDUA BEGITU EGOIS HINGGA MEMISAHKANKU DENGAN HYUNGDEUL? AKU LELAH AYAH... AKU LELAH MEMINUM OBAT LAKNAT ITU KETIKA AKU TAK DAPAT MENAHAN EMOSI! AKU LELAH MENCARI MEREKA! AKU LELAH MENDENGAR SETIAP BERITA MURAHAN ITU! AKU LELAH MENJADI PENGEMIS— AAAAARRRRGGHHHH!" kyuhyun menangis kembali, tak tahu sudah keberapa kalinya dalam sehari. ia melampiaskan kemarahannya dengan melempar semua bantal yang ada di dekatnya ke arah tuan cho. semakin lama emosi kyuhyun semakin tak terkendali.

selangkah demi selangkah tuan cho memasuki kamar serba berwarna hitam dan putih. ia berniat untuk mendekati anak bungsunya, meski tuan cho tahu bahwa apa yang dilakukannya itu membahayakan dirinya sendiri. terlebih emosi kyuhyun yang masih terbilang sangat labil.

"kyuhyun-ah, dengarkan aku. hanya kaulah yang bisa kuandalkan menjadi satu-satunya penerus perusahaan. percayalah, aku melakukan ini semua demi kebaikanmu" tuan cho memegangi kedua bahu kyuhyun dengan erat. ia berusaha bersikap setenang mungkin, berharap agar setiap penjelasannya dapat diterima kyuhyun dengan baik.

"AKU TAK MAU MENDENGAR PENJELASAN APAPUN! PERGIIII DARI SINI! AKU BENCI DENGAN SEMUANYA!" kyuhyun kembali memberontak, membuat tubuh tuan cho terjungkal ke sisi belakang. dengan keadaan yang jauh dari kata baik-baik saja, kyuhyun bangkit menuju meja belajarnya. ia lempar seluruh barang yang dapat dijangkaunya hingga kamar besar itu serupa dengan kapal pecah.

"bibi jung!" tuan cho berteriak dari dalam kamar anak lelakinya.

"ya tuan?"

"kau urusi dia, jika perlu bawa saja ke rumah sakit jiwa" mimik wajah tuan cho kembali terlihat dingin, berbanding terbalik dengan ekspresi wajah bibi jung yang begitu terkejut mendengar penuturan tuan besarnya.

"AKU TIDAK GILA!"

"AYAH, AKU TIDAK GILA!"

"KALIANLAH YANG MEMBUATKU SEPERTI INI!"

.

.

.

TBC

.

haiiiiii! updatenya kilat banget kan? hahaha

sumpah, sebenernya aku ga pede dengan chapter ini. absurd banget ya? T_T

terima kasih atas review kalian semua aku ga nyangka chapter kemarin sebagus itu responnya, maaf juga kalo chapter ini ga sesuai sama yang diharapkan:* maaf belum bisa bales satu-satu yaah, tapi aku selalu baca review kalian buat jadi motivasi ngelanjutin chater demi chapter hihi

jadi, bisa kan kasih reviewnya lagi? minggu ini saya balik ke perantauan dulu, jadi semakin banyak review yang didapat pasti akan mendorong saya untuk semakin cepet mengupdate hihi

big thanks to:

killuayu99/turtle407/phn19/Sparkyubum/DD/diahretno/Cho Kyunhae/yolyol/taejung/Rahma94/adlia/kyuhae lee/d5/jiahkim/Wonhaesung Love/kyuli 99/haehyuk17/septiaNM13/Nanakyu/gui88/Ocha/dewidossantosleite/cuttiekyu/Erka/Desviana407/Whii ElfSparKyu/Guest/Choding/lianpangestu/nopiefa/Hyunkyuh/Lee Gyu Won/sitihalimatussadiah124/Tiktiktik/siska/F3/mifta cinya/Awaelfkyu13/Nisa/kyucho/Emon204/alifia/Shin Ririn1013/melani. /hyunnie02/Shofie Kim/ /Citra546/Chohyun/HyunRi/ilmah/sarah/kyuyastile/mahani/gyu1315/kys134/mmzzaa/yunacho90/Kuroi Ilna/yulianasuka/kyukyung19

masih ada yang belum disebutkan? hehe masih menantikan para silent readers untuk menampakkan dirinya :*

.

Oiya aku mau menjawab 3 pertanyaan yang paling sering ditanyakan :D

Q: kyuhyun kapan ketemu dengan kibum sama donghae?

A: sabar yaaaa, chapter awal lebih ke intronya dulu^^ ada saatnya mereka bertemu hihi

.

Q: kyuhyun sakit apa sih?

A: kyuhyun bukan sakit fisik, dia lebih kena ke mentalnya. semakin dia merasa tertekan, semakin sering dia minum obat penenang. buat keterangan lebih lanjut, baca chapter-chapter berikutnya yaa^^

.

Q: ayahnya kyuhyun seorang presiden?

A: bukan. presiden itu pacar barunya ibu kyuhyun :)