SasuSaku Month 2015
Day 2— No Filter
SasuSaku Fiction Canon (Headcanon)
Summary : Hanya di depan Sakuralah, Sasuke tidak canggung menunjukkan sifat-sifat yang selama ini selalu disembunyikannya dengan rapi dibalik wajah datarnya. Terutama sifat manjanya.
Rate : T/T+ ?
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : OOC, misstypos, etc …
.
.
Sepasang suami istri itu masih betah bergelung dalam selimut tebal mereka. Tangan sang suami melilit ketat namun lembut pinggang ramping istrinya. Kepalanya menelusup di perpotongan leher jenjang dan menghidup dalam aroma memabukkan yang selalu dirindukannya. Sesekali, pria itu mengecup ringan dan kadang menggigit kecil kulit mulus istrinya yang langsung mendapatkan tanggapan berupa kikikan geli dan erangan lembut dari mulut wanitanya.
"Sasuke-kun …"
Wanita merah muda itu mendesahkan nama suaminya, menikmati waktu intimnya dengan sang suami yang baru dua hari kembali ke Konoha.
"Hn."
Sasuke menanggapi dengan gumaman khasnya. Pria itu kemudian membalik tubuh istrinya hingga tubuh polos tersebut berbaring di atas tubuhnya. Iris matanya yang berbeda warna menatap intens wajah wanita yang sangat berharga dalam hidupnya.
Senyum tipis tidak segan terukir di bibir Sasuke membuat Sakura merona. Kendati sudah sangat sering menerima senyum khusus yang selalu ditunjukkan padanya, namun masih saja membuat dada wanita itu berdebar bahagia.
"Selamat pagi, anata …" ujar Sakura lembut.
Sasuke menjawab ucapan Sakura dengan ciuman lembut penuh kasih di bibir kenyal yang selalu membuatnya ketagihan. Tangan kanannya membelai pelan mahkota merah jambu yang terasa seperti sutra di jemari tangannya.
Sesaat, mereka memisahkan diri untuk mengambil napas karena sudah kekurangan oksigen. Hanya beberapa detik setelahnya, kedua bibir itu bersatu kembali saling membelai lembut satu sama lain menyalurkan perasaan cinta mereka. Keduanya tidak membutuhkan ungkapan yang keluar dari mulut mereka untuk menunjukkan betapa keduanya saling mengasihi.
Setelah melakukan morning kiss yang selalu menjadi rutinitas mereka, kini Sasuke kembali merebahkan Sakura di kasur dan mengubah posisi keduanya. Jika sebelumnya Sakura berada di atas tubuh kekar suaminya, sekarang punggung wanita itu menekan kasur dengan Sasuke di atas tubuhnya.
Posisi ini adalah favorit Sasuke.
Pria itu menyembunyikan wajahnya di bahu istrinya sembari memberikan kecupan ringan. Bibir tipisnya membentuk seringai saat merasakan kedua lengan istrinya memeluk punggungnya. Desahan rendah kepuasan keluar dari mulutnya saat telapak tangan hangat Sakura mengusap sayang bahu, punggung dan sekarang membelai rambutnya.
Sasuke benar-benar menikmati saat-saat seperti ini. Ketika hanya dirinya dan Sakura. Segala beban yang ditanggungnya seolah menghilang sejenak dari bahunya. Kenangan menyakitkan masa lalu dan rasa bersalah yang terkadang masih mencuat dari sudut hatinya seolah terlupakan oleh belaian lembut penuh kasih dari wanita yang merupakan cahayanya.
Hanya saat bersama mataharinyalah Sasuke tidak canggung dan tidak ragu lagi untuk menumpahkan semua emosi yang selama ini selalu tersembunyi dibalik wajah datar dan sikap acuh tak acuhnya. Hanya di depan wanitanyalah ia bisa menunjukkan hal-hal yang menurutnya paling konyol bagi seorang Uchiha Sasuke.
"Sasuke-kun, berat."
Sasuke mengangkat kepalanya dari cekungan leher istrinya dan merengut saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sakura. Pria itu masih ingin memanjakan diri dan dimanjakan oleh Sakura.
Dengan sangat berat hati dan gerutuan rendah, Sasuke memindahkan tubuhnya dan berbaring di samping istrinya.
Ketika melihat Sakura menekuk siku bersiap untuk bangun, Sasuke menarik lengan istrinya hingga kembali membentur kasur.
"Aku harus menyiapkan sarapan, Sasuke-kun." Sakura mendesah, mengelus rahang tegas suaminya.
"Hari ini Sarada libur," ujar Sasuke memberi alasan.
Sakura terkekh pelan, lalu mengecup ujung hidung suaminya. "Tapi kita tidak libur sarapan, anata"
Sasuke mendengus kemudian menelusupkan kepalanya di perpotongan leher istrinya. "Sasuke-kun … " Sakura mendesah pelan, mengelus sayang rambut suaminya yang mulai memanjang. Mungkin nanti ia harus merapikannya sedikit.
Jika sudah seperti ini, Sakura hanya bisa membiarkan Sasuke melakukan apa yang diinginkannya. Sesekali, Sakura mengecup kening suaminya dan mengusap bahu dan sisi punggung suaminya yang langsung mendapat reaksi dengan pengetatan lilitan lengan Sasuke di pinggagnya dan kecupan ringan di lehernya.
Menarik selimut yang tertahan di pinggang Sasuke hingga menutupi tubuh polos keduanya, Sakura mengambil napas panjang dan melirik jam digital di atas nakas. Memanjakan suaminya beberapa menit lagi tidak ada salahnya, bukan?
.
.
.
Fin
.
.
Entahlah, mungkin ffnya agak melenceng dari prompt. Bener-bener tidak ada ide but … yasudahlah hihihi
