Chapter 2

.

.

.

NormalPov

Sesosok wanita mungil berambut kuda pirang tergurai ditiup angin yang dengan lembutnya menyisir perlahan rambut-rambut pirang bak sedang menari-menari diatas penderitaan orang lain

Mata biru yang secerah langit musim semi itu memandang lurus kedepan Rumah sakit yang terpampang jelas baliho besarnan mewah bertuliskan RS KONOHA gedung rumah sakit yang tinggi menandakan rumah sakit itu memiliki banyak kamar pasien, wanita mungil itu hanya berdiri sambil menghela nafas tidak dipedulikannya mata yang memandang terpesona terhadap dirinya yang mungilnan manis bak permen yang di jual mahal, langkah gadis kecil itu perlahan mulai masuk ke pintu utama RS itu

Kakinya perlahan melangkah pelan tapi sekarang ekspresinya berubah cerah dan tersenyum entah itu di paksa atau tidak, kaki kecil itu berhenti di sebuah kursi tamu dia pun duduk dan membuka tasnya mengambil jas putih berlengan pendek menandakan gadis itu adalah KOAS dokter pemula yang dalam pelatihan, tidak lupa gadis itu mengambil kalung papan nama yang menuliskan biodatanya layaknya kartu nama, setelah gadis itu memakai perlengkapannya tidak lupa gadis itu menarik Stetoskop berwarna biru dan mengalungkannya di leher, setelah persiapannya selesai gadis itu berdiri dan berjalan kembali mengitari atau mungkin mengelilingi RS yang akan jadi tempat masa pelatihannya ini.

Langkah gadis itu terhenti ketika samar-samar dia melihat sesosok Pria yang usianya tidak terlalu jauh dengan dirinya mungkin 2 tahun lebih tua darinya, Pria itu bermata kelam berambut hitam dengan model emo paras yang gagah di mata semua cewe dan cowo yang melihat Pria tersebut minus gadis pirang ini tentunya ,mengapa ? ,karena di mata gadis pirang nan imut ini tertera jelas di wajah Pria itu bak moster yang siap melahapnya hidup-hidup.

"Gleek" gadis itu menelan saliva yang kelihatan sulit untuk masuk kekorongkongannya

Ditatapnya Pria itu yang sudah berdiri di depan gadis mungil itu dengan tatapan takut seperti habis menonton film horor

Pria itu tersenyum kecil ke Gadis pirang itu

"Jadi Naruto kamu akan disini untuk masa latihan ?" tanya Pria tampan itu ke gadis pirang yang bernama Naruto

" ... " Naruto tak menjawab dan hanya memilih diam, takut dia akan membuat kesalahan sehingga bikin keributan di rumah sakit ini akibat terpancing amarah oleh manusia pantat bebek (itu menurutnya) di depannya ini

"Tidak usah secanggung itu Naru_chan, sudah lama kita tidak bertemu emm 2 tahun mungkin ?" Ucap Pria itu di barengi seringai yang menjadi andalannya

"Hai .. senpai, mohon bantuan.. nya" jawab Naruto dengan ekspresi datar tapi di dalamnya sudah berteriak ' oh kamisamaa selamatkanlah aku '

"Hn ... ikut aku Dobe" Ucap Pria itu dengan tidak sopannya memanggil gadis imut nana manis ini Dobe

Gadis itu hanya mengikuti Pria ini yang di tau jelasya adalah Pembimbingnya di RS ini, tapi anehnya seharusnya pembimbing mengawasi 5 KOAS tapi yang Naruto lihat hanya dirinya lah yang masa pelatihan di RS terkenal ini

'Mudah-mudahan Naru bisa jadi dokter baik kaa_chan tou_chan ' Naruto berdoa dalam hati

.

.

#author : emang seberapa seram sih Pembimbingmu itu Naru_chan

# Naru : sangat seram

# author " 'glek'

back to story

.

.

"Kyaaaaaaaa itu Dok Sasuke"

"Kyaaaa Dok Sasuke periksa aku"

"Dokter Sasuke ..."

Naruto hanya melongo melihat reaksi perempuan-perempuan yang berteriak histeris melihat Pembimbingnya yang bernama Sasuke itu dan di lihatnya lagi Sasuke hanya diam dengan wajah stoiknya dan bukannya membuat Perempuan itu jerah malah menambah teriakannya. ' Mudah-mudahan aku tidak tuli disini ' batin Naruto

Apakah mereka tidak tau bahwa Sasuke itu kan dokter Bedah umum, apa mereka tidak takut di tusuk dengan pisau bedah kesayangannya itu ? 'Ok itu tidak mungkin Naruto bisa-bisa Sasuke dianggap melakukan malpraktik' pikir Naruto

.

.

.

"Bruk"

"Awww kalau berhenti bilang-bilang Teme" sahut Naruto yang mulai hilang kesabarannya

Sasuke berbalik dan melihat intens sosok mungil di depannya 'Bagaimana bisa Kakak membiarkan anak kecil ini menjadi dokter bedah ?' pikir Sasuke di barengi seringai andalan Uchiha

"Makanya kalau jalan lihat kedepan Dobe" ucap Sasuke dengan nada datar

"Apa maksudmu Teme" sahut Naruto yang tidak mau kalah sambil menunjuk Pembimbingnya itu (#kau sungguh berani Naruchan #glek) .

"Jaga sikapmu di depan Pembimbingmu Do ... be" kata Sasuke dengan tatapan tajam

" ... " Naruto hanya terdiam sambil mengalihkan pandangan ke arah lain, takut dia akan membuat kesalahan sehingga hukumannya untuk tidak memegang pisau bedah selama 1 minggu di jadikan seumur hidup ' TIDAK TIDAK ITU TIDAK BOLEH TERJADI AKU HARUS SABAR IYA NARUTO KAMU PASTI BISA MENGHADAPI IBLIS DI DEPANMU INI IYA PASTI BISA'

Naruto dengan perlahan menatap Sasuke yang sudah menatapnya dari tadi, dengan senyuman yang membuat orang disekitar mereka mimisan massal

"Jangan tampilkan cengingisanmu disini Dobe..." sahut Sasuke yang sudah diambang batas melihat keimutan gadis mungil di depannya tapi bisa di sembunyikan dengan wajah stoiknya

"Kenapa ?" tanya Naruto dengan muka yang polos (#IMUT)

"Kamu bisa membuat pasien disini kehabisan darah" jawab Sasuke yang kemudian berbalik dan membuka knop ruangan kerja didepannya .

"Cklek"

"Ayo masuk akan ku beritahu apa tugas pertamamu disini" sahut Sasuke

"Hai"

Mereka lalu masuk ke ruangan itu, Sasuke menutup pintu ruangannya dan mempersilahkan Naruto duduk di depan meja kerjanya, Sasuke lalu melangkah mengambil beberapa berkas entah apa dan duduk di depan Naruto

"Bruuk"

"Baca dan kuasai materi itu sebisa mungkin dan secepatnya, karena aku akan ada operasi usus buntu jam 1 nanti, sebisa mungkin kamu sudah harus meguasai proposal yang sudah ku buat rinci itu, kamu tidak akan memegang pisau bedah selama 1 minggu kan tapi aku akan mengizinkanmu belajar dari dasar dan melihat teknik bedah yang baik" sahut Sasuke dibarengi dengan Seringai andalannya

'Rinci katanya RINCI ini sih bukan Rinci aku disuruh membaca proposal tebal ini dengan waktu hanya sisa 3 jam GILA nih Dokter' batin Naruto cemas

"Jangan cemas kamu hanya kusuruh untuk menguasai materi itu, dan kuharap kamu tidak akan banyak bertanya ketika operasi berlangsung meskipun ini operasi level rendah tapi tetap saja nyawa manusia lah yang kita pertaruhkan kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal" sahut Sasuke tenang

"Baik" sahut Naruto kembali bersemangat dan mulai mempelajari proposal dari kondisi pasien

Sasuke yang melihat Naruto dengan semangatnya mempelajari proposal itu dengan senang hanya tersenyum melihat tingkah Muridnya itu

Naruto membaca setiap kata dari proposal itu, tapi ada sesuatu keganjalan dalam penyakit yang satu ini tidak seperti sakit usus buntu biasa

Usus buntu merupakan bagaian dari usus yang besar, posisinya diujung permukaan usus besar, berbentuk seperti cacing. Usus buntu yang normal memang tidak berbahaya tetapi kondisi pasien ini sudah memasuki tahap peradangan

"Naru apa yang mengakibatkan terjadinya Usus Buntu ?" tanya Sasuke mencoba mengetahui pengetahuan dasar yang Naruto miliki

"Usus buntu yang normal tidak berbahaya, yang berbahaya adalah perdangannya. Radang usus buntu terpicu karena sumbatan di usus buntu. Sumbatan mengakibatkan pembengkakan buntu yang mengakibatkan dinding usus buntu rapuh serta pecah. Awal serangan biasanya nyeri disekitar pusar, bahkan pada banyak kasus menyerupai nyeri dilambung. Lama-lama nyeri muncul didaerah perut kanan bawah. Kualitas nyeri bervariasi dan bergantung dari banyak hal, antara lain apakah pernah minum antibiotik sebelumnya?, apakah pernah minum obat penghilang rasa nyeri sebelumnya?, letak usus buntu yang meradang dan seberapa parah kondisi usus buntu yang meradang" jawab Naruto dengan santai dan lancar, menakjubkannya Naruto menjawab dengan mata yang masih berkutat dengan proposal

"Bagus... lumayanlah" sahut Sasuke takjub

"Hmmm Dok apakah pasien ini, selalu memakan kacang atau biji-bijian ?" tanya Naruto menatap Sasuke

"Pasien kali ini anak berumur 5 tahun, menurutmu ?" jawab Sasuke yang masih mencoba menguji pengetahuan Naru

"5 Tahun ?, mustahil seharusnya anak berumur 5 tahun belum masuk ketahap peradangan ?, apa yang orang tuanya berikan terhadapa anak ini ?" Tanya Naruto

"Yah memang betul anak 5 tahun yang ususnya normal tidak akan gampang terserang usus buntu, tapi pasien kali ini dari kecil usus dan lambungnya memang tidak normal sehingga gampang terserang penyakit contohnya usus buntu sekarang, tapi anak ini bukan kali pertama merasakan sakitnya operasi, pernah juga anak itu masuk ke RS ini waktu umur 3 tahun akibat sakit lambung bocor "ucap Sasuke

"Astaga ?, jadi dari kecil anak ini memang sudah mengalami kelainan?, Seharusnya di usus besar bagian bawah sisa makanan masih dalam bentuk cair, kalau bentuknya keras dan butiran akan masuk ke usus buntu lalu tersumbat didalamnya karena usus buntu tidak memiliki daya pompa seperti usus besar. Jadi ketika ada benda asing masuk ke dalamnya makanan akan tetap diam di tempat, memang harus di operasi ya hmm hmm" sahut Naruto dengan mode detektif

"Yaah ini memang operasi mudah tapi juga harus hati-hati mengingat usus anak kecil gampang robek" lanjut Naruto lagi

"Aku memang bukan dokter bedah anak, tapi pengalamanku sebanding dengan dokter jantung anak jadi di RS ini aku di percayakan untuk mengurus masalah seperti ini" ucap Sasuke yang mulai Narsis

"ya ya ya TERSERAH" sahut Naruto yang kembali berkutat dengan proposal yang harus dipelajarinya

' waaaah aku jadi ingin ikut mengoperasi ' batin Naruto senang

' Coba aku tidak di hukum pasti bisa jadi asisten ke dua, huuuu dasar Itachinii Baka '

.

.

.

.

AuthorPov

The NaruHina Story : Nih udah Lanjut ,.. Makasih udah review , Naru memang ceroboh tapi dia tergolong dokter muda yang hebat loh .

CindyAra : Makasih udah review ,.. udah lanjut nih

Uzumaki Prince Dobenii : Naruto belum disiksa disini kok mungkin chapter depan hihihihi ... Kyuu perempuan udah di jelasin di chapter pertama kan Kyuu tunangan Itachi ,.. Makasih dah Review

.

.

.