The Adventure of Byun Baekhyun

.

By rocketeer7

.

Starring : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, cameos

.

This is the second chapter, everyone.

"Do Kyungsoo? Apa-apaan dia telepon di jam seperti ini." Baekhyun lalu menekan tombol hijau di layar ponselnya. "Yoboseyo?"

"Hey, B. Kau ingat catatan matematika yang kau pinjam minggu lalu? Aku butuh catatan itu. Aku akan sangat tertolong jika kau bisa mengembalikannya besok, darurat sekali. Tolong cepat temukan catatannya. Aku harus kembali belajar sekarang, bye." Kyungsoo lalu menutup teleponnya.

Baekhyun membelalakkan matanya, lalu menelpon polisi. Dengan gerakan cepat dan buru-buru Baekhyun langsung menyambar jaketnya dan keluar dari kamarnya. Baekhyun menuruni tangga rumahnya dengan cepat, tidak menghiraukan rumahnya yang gelap karena memang sudah jam 2 dini hari. Baekhyun sampai tidak menyadari ada Chanyeol yang sedang mengambil minum di kulkas. Chanyeol yang menyadari Baekhyun turun dari tangga dengan tergesa-gesa pun menghampiri Baekhyun.

"Ada apa, Baekhyun-ssi?" Chanyeol memegang lengan Baekhyun sebelum Baekhyun berlari menuju pintu keluar. Baekhyun kaget saat Chanyeol tiba-tiba muncul, namun ia langsung sadar.

"Kyungsoo... Ada yang salah dengannya." Saat Baekhyun akan berlari lagi, Chanyeol lagi-lagi menahan lengan Baekhyun.

"Aku akan ikut denganmu. Ini sudah malam." Ucap Chanyeol. Awalnya Baekhyun ragu untuk mengajak Chanyeol, namun mengingat hari sudah malam (dan bahkan sudah dini hari) dan ada kemungkinan besoknya ia dimarahi oleh Tuan Byun karena keluar tanpa penjagaan, Baekhyun lalu memutuskan untuk mengangguk.

Baekhyun dan Chanyeol keluar dari rumah dan Baekhyun tak lupa mengunci pintu rumahnya. Baekhyun dan Chanyeol berlari menuju jalan raya, dan menyetop taksi. Baekhyun dan Chanyeol dengan buru-buru masuk kedalam taksi. Terlihat sekali raut wajah Baekhyun yang sangat khawatir.

"Star Empire Apartment, Chungdamdong. Ahjussi, tolong cepat." Ucap Baekhyun. Supir taksi itu lalu mengangguk dan mulai menjalankan taksinya dengan cukup cepat karena jalanan memang sudah sepi.

Chanyeol melihat Baekhyun berkali-kali menggosok kedua tangannya dan pandangan matanya sangat tidak fokus. Dahi Baekhyun berkerut, menandakan dia sangat khawatir sekarang. Melihat Baekhyun yang sangat tidak tenang, Chanyeol lalu memberanikan diri menggenggam tangan Baekhyun. "Aku yakin pasti semua baik-baik saja, Baekhyun-ssi."

Awalnya Baekhyun kaget, namun ia berangsur-angsur tenang. Baekhyun lalu tersenyum kearah Chanyeol. "B. Panggil aku B."

"Kita sudah sampai." Ucap supir taksi itu saat taksinya berhenti di sebuah gedung apartment. Baekhyun lalu menyerahkan beberapa lembar won kepada supir tersebut, lalu keluar dengan terburu-buru.

Seperti dugaan Baekhyun, mobil polisi ada dimana-mana. Baekhyun dan Chanyeol lalu berlari menuju lift dan Baekhyun menekan tombol 3. Setelah lift terbuka, Baekhyun dan Chanyeol melihat banyak polisi di depan kamar bernomor 1288. Baekhyun dan Chanyeol langsung menghampiri kerumunan dan mereka melihat Kyungsoo. Dia baik baik saja.

"Kyungsoo-ya!" Baekhyun langsung berlari menghambur kearah Kyungsoo dan memeluknya. "Syukurlah kau tidak apa-apa."

"B! Terimakasih, B! Aku terselamatkan berkat kau, a-aku tidak tahu bagaimana harus berterimakasih, a-aku...aku hampir saja dirampok..." Kyungsoo membalas pelukan Baekhyun erat dan menangis di bahu Baekhyun. Hati Baekhyun sangat lega mengetahui Kyungsoo baik-baik saja. Baekhyun lalu melepas pelukannya pada Kyungsoo.

"Tidak usah berterimakasih, sudah sewajarnya aku menolongmu." Ucap Baekhyun sambil tersenyum kearah Kyungsoo. "Ah, ya, Chanyeol-ah!"

Chanyeol yang merasa dipanggil pun berjalan mendekat. "Ada apa, B?"

"Chanyeol-ah, ini Do Kyungsoo, teman sekelasku. Kyungsoo-ya, ini Park Chanyeol, teman satu sekolah kita." Baekhyun mengenalkan Kyungsoo dan Chanyeol. Kyungsoo membelalakkan matanya saat Baekhyun menyebut nama 'Park Chanyeol', namun sesaat kemudian ekspresinya berubah menjadi biasa lagi.

"Oh, aku pikir kau tadi menyebut Park Chanyeol." Ucap Kyungsoo.

"Aku memang Park Chanyeol." Sanggah Chanyeol. Kyungsoo lalu membuat ekspresi terkejut lagi. Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung dengan Kyungsoo.

"Maksudmu, 'Park Chanyeol' yang itu?" Kyungsoo berkata dengan penuh penekanan.

"Uh.. memang ada berapa Park Chanyeol di sekolah kita, Kyung?" Baekhyun bingung dengan Kyungsoo.

"Park Chanyeol? Kelas X-A? Juara 2 International Mathematical Olympiad di Thailand kemarin? Park Chanyeol yang selalu mendapat rank 1 di seluruh hidupnya? Oh, B! Kau tahu Ahn seonsaeng, guru fisika kelas sebelah yang soal-soalnya tidak mungkin dikerjakan itu? Park Chanyeol mendapat nilai 94, B! 94!" Kyungsoo berkata dengan sangat antusias. Baekhyun juga sama terkejutnya dengan Kyungsoo, sementara Chanyeol hanya menggaruk tengkuknya awkward.

"Uh.. aku tidak sehebat itu, sih." Ucap Chanyeol.

"Ahn seonsaeng? 94? Gila! Kau jenius!" Kini Baekhyun juga menatap Chanyeol dengan pandangan takjub. Chanyeol menjadi kikuk saat ada dua orang yang menatapnya takjub seperti ini. Pasalnya, soal-soal Ahn seonsaeng memang tidak masuk akal untuk dikerjakan. Jongin—kekasih Kyungsoo yang ada di kelas sebelah mendapat nilai 12 di ulangan terakhirnya karena ia hanya menuliskan diketahui-nya saja.

"Byun Baekhyun-ssi?" Seorang petugas polisi menghampiri Baekhyun. Baekhyun lalu menoleh. "Terimakasih sudah menelpon pihak kepolisian di saat yang tepat. Dan Do Kyungsoo-ssi, ada laporan baru yang harus dilengkapi, mohon ikut saya."

"Baik." Balas Kyungsoo. Kyungsoo berbalik kearah Baekhyun dan Chanyeol sebelum mengikuti polisi tersebut. "Aku tinggal dulu, ya."

"Uh.. B?" Panggil Chanyeol. Baekhyun lalu menoleh.

"Ya?"

"Darimana kau tahu Kyungsoo dirampok? Maksudku, jarak rumah dengan apartment Kyungsoo cukup jauh." Chanyeol akhirnya meluapkan rasa penasarannya sedari tadi.

"Kyungsoo menelponku untuk mengembalikan buku matematikanya, tolong, darurat, butuh. Uh.. kurasa kau juga bisa menyimpulkan bahwa Kyungsoo dalam bahaya saat kau tidak sedang meminjam buku apapun dari Kyungsoo." Jelas Baekhyun. Chanyeol lalu mengangguk-angguk mengerti. Diam diam Chanyeol merasa takjub dengan kemampuan analisa Baekhyun yang tidak bisa dianggap remeh.

"Kita pulang sekarang? Kau terlihat sangat lelah." Tanya Chanyeol.

"Hm. Ayo."

Baekhyun dan Chanyeol lalu berjalan menuju luar apartment dan memanggil taksi. Di dalam taksi Baekhyun tidak bisa melawan rasa kantuknya, ia pun tertidur. Namun posisi Baekhyun yang sedang duduk begitu tidak nyaman, jadilah sedari tadi kepala Baekhyun terjatuh-jatuh. Chanyeol yang melihat itu pun tersenyum dan menyandarkan kepala Baekhyun pada bahunya.

...

Baekhyun menuruni tangga dengan menguap sesekali, rasa kantuknya masih sangat terasa walaupun pagi ini Baekhyun memutuskan untuk mandi dengan air dingin agar lebih segar. Sesampainya Baekhyun di meja makan, ia melihat sudah ada Nyonya Byun, Tuan Byun, Chanyeol, dan Seojun. Semua orang di meja makan belum menyentuh makanan sama sekali, dan Baekhyun tebak mereka menunggunya.

"Pagi, Baekhyun." Sapa Tuan Byun. Baekhyun lalu menarik satu kursi tersisa yang berada di sebelah Chanyeol.

"Pagi, appa." Baekhyun menjawab dengan lemas, tanda ia masih mengantuk.

"B-hyung masih mengantuk, ya?" Kini si kecil Seojun angkat bicara. Seojun sudah siap dengan seragam TK-nya. Baekhyun mengangguk sambil menunjukkan ekspresi sedih. "Kalau begitu B-hyung harus makan yang banyak, dulu kalau Seojun mengantuk, Chanyeol-hyung selalu membawakan makanan untuk Seojun."

"Mhm. Seojun juga makanlah yang banyak!" Balas Baekhyun sambil tersenyum.

"Yeobo, suasana disini menjadi sangat hidup, bukan begitu? Baiklah, ayo makan!" Ucap Nyonya Byun antusias. Semuanya mengangguk, lalu mengambil makanan di meja makan. Nyonya Byun sengaja menyiapkan makanan banyak untuk menyambut Chanyeol dan Seojun.

"Chanyeol, apa kau yakin ingin sekolah hari ini?" Ucap Nyonya Byun. Chanyeol lalu menoleh kearah Nyonya Byun.

"Iya, eomma. Aku sudah tidak apa-apa." Jawab Chanyeol.

"Baekhyun! Kau appa beri tugas. Jaga Chanyeol selama di sekolah." Ucap Tuan Byun. Baekhyun yang sedang mengunyah makanannya pun sedikit tersedak, namun tersedaknya sudah hilang karena Baekhyun langsung meminum susu strawberrynya.

"Ti-tidak usah, abeoji—"

"Siap, appa." Baekhyun memotong perkataan Chanyeol. Chanyeol membelalakkan matanya mendengar jawaban Baekhyun, entah mengapa hatinya tiba-tiba menghangat. Chanyeol tidak pernah merasakan kehangatan keluarga yang lengkap sebelumnya, dan merasakannya untuk pertama kali seperti ada kesenangan tersendiri bagi Chanyeol.

...

"Uh, aku ke kelas dulu, ya. Aku akan ke kelasmu nanti saat pulang." Ucap Chanyeol saat ia dan Baekhyun sudah sampai di depan koridor kelas X. Kelas Chanyeol dan Baekhyun berbeda, Chanyeol berada di kelas para anak pintar X-A, sementara Baekhyun berada di kelas yang biasa biasa saja di X-D.

"Mhm. Sampai nanti, Chanyeol." Jawab Baekhyun dan dibalas dengan anggukan oleh Chanyeol. Baekhyun dan Chanyeol lalu mulai berjalan menuju ke kelas masing-masing.

"Oi, B!" Sampai di kelasnya, Baekhyun sudah disambut oleh Jongdae dan Kyungsoo. Baekhyun hanya melambaikan tangannya seadanya dan berjalan di tempat duduk di sebelah Jongdae. Baekhyun menaruh tasnya sembarangan lalu menaruh kepalanya di atas meja.

"Oi, oi. Ini masih pagi, B." Cibir Jongdae.

"Biarkan, Jongdae-ya. Aku merepotkannya tadi malam, dan B mungkin kurang tidur karena itu." Kyungsoo berujar seraya menjulurkan tangannya untuk mengelus surai Baekhyun lembut. Ia sangat berterimakasih kepada laki-laki mungil itu dan sekarang ia menjadi merasa bersalah karena mengganggu jam tidur Baekhyun.

"Oh iya, kudengar akan ada anak baru, loh." Ucap Jongdae. Kyungsoo menaikkan alisnya, anak baru di semester dua? Timing yang tidak pas. "Dan karena hanya kelas kita yang memiliki 27 siswa, otomatis anak baru itu akan berada disini."

"Benarkah? Well, kuharap dia tampan." Kyungsoo mulai berandai-andai.

Jongdae lalu mengambil ponselnya dan membuat gerakan seperti mengetik sesuatu, "Kim Jongin pacarmu sedang berharap—"

"Yak! Kim Jongdae! Kubunuh kau!"

Belum sempat Kyungsoo melancarkan aksinya untuk membunuh Jongdae, Kang seonsaengnim sudah memasuki kelas dan mau tak mau Kyungsoo harus memutar tubuhnya untuk menghadap depan. Jongdae menyikut pelan Baekhyun agar ia bangun dari tidurnya dan berhasil.

"Ah, mwohae!?" Kesal Baekhyun. Jongdae memutar matanya lalu menunjuk Kang seonsaengnim yang sudah berada di depan kelas. Melihat itupun Baekhyun langsung meringis sambil menunjukkan 'v' sign-nya kepada Jongdae.

"Sebelum kita memulai pelajaran, bapak ada satu pengumuman untuk kalian." Ucap Kang seonsaengnim di depan kelas. "Kalian akan mendapatkan teman baru. Kau, masuklah."

Baekhyun yang sedang menunduk dan tidak memperhatikan Kang seonsaengnim terlihat tidak tertarik sedikitpun dengan pengumuman yang baru saja diucapkan oleh Kang seonsaengnim. Namun saat sebuah suara menerpa indera pendengaran Baekhyun, ia langsung mendongakkan kepalanya dengan terkejut dan ekspresi tidak percaya.

"Annyeonghaseyo, Luhan imnida. Aku pindahan dari Bucheon."

Pensil yang tadi dipegang Baekhyun jatuh ke lantai. Badannya lemas seketika. Pupilnya membesar sempurna, masih tidak percaya dengan sosok yang sekarang berada di depan kelasnya itu. Jantungnya berdebar lebih cepat dari sebelumnya dimana ia masih belum bisa lepas dari keadaan trance-nya. Itu Luhan. Satu satunya orang di dunia yang ingin Baekhyun hindari. Satu-satunya orang yang tidak ingin Baekhyun temui.

Luhan.

Sekali lagi, Luhan.

"Aku baru pindah dua minggu yang lalu. Mohon bantuannya." Luhan lalu membungkuk kearah para siswa. Saat Luhan mengembalikan dirinnya menjadi tegak, mata Luhan melihat Baekhyun dan ekspresinya tidak jauh berbeda dengan Baekhyun. Luhan juga sangat terkejut melihat Baekhyun, tanpa sadar dahinya mengerut.

"Nah, Luhan, kau bisa duduk di sebelah Jihyo." Kang seonsaengnim memecah keadaan trance Baekhyun dan Luhan dan menunjuk bangku kosong di sebelah perempuan bernama Jihyo. Luhan mengangguk, lalu berjalan menuju bangkunya.

"Oi, B. Kau kenapa?" Jongdae melihat ada yang aneh dari ekspresi Baekhyun. Baekhyun menoleh kearah Jongdae dan menggelengkan kepalanya perlahan.

"Aku baik-baik saja."

...

Kini saat yang sekarang paling dibenci Baekhyun tiba. Waktu istirahat. Baekhyun yang biasanya tenang-tenang saja kini nampak gelisah. Ia terus melirik Luhan yang sedang dikerubungi oleh para siswa yang ingin berkenalan dengannya. Mata Baekhyun bergerak tak tentu arah, namun ujung-ujungnya Baekhyun selalu melirik kearah Luhan. Jongdae lalu menyikut Baekhyun perlahan.

"Oi. Kau tidak ingin berkenalan, B?" Ucap Jongdae. Baekhyun kaget, lalu mengerjapkan matanya berkali-kali.

"U-uh? Bukankah dia sudah memperkenalkan diri tadi?" Baekhyun mencoba untuk tidak gugup menjawab Jongdae. Jongdae yang juga tidak terlalu peduli dengan anak baru itu hanya mengerdikkan bahunya.

"Baekhyun-ssi!"

Baekhyun menegang seketika ketika ia mendengar sebuah suara memanggilnya. Dengan perlahan Baekhyun menoleh dan mendapati Luhan sudah berjalan mendekat kearah mejanya dengan tersenyum. Baekhyun tidak tahu harus bagaimana, masih tercengang dengan kehadiran sosok anak baru itu.

"Kau ingat aku? Kita dulu satu SMP." Luhan tersenyum kearah Baekhyun. Luhan lalu memberikan sebuah bingkisan kecil kepada Baekhyun. "Pamanku baru saja pulang dari Jerman dan... gift untukmu! Ini minuman khas disana, B."

Baekhyun langsung menegang seketika. Pupilnya langsung membesar.

"Wah, kau kenal dengan B, ya? Aku Jongdae, teman B." Jongdae mengulurkan tangannya dan Luhan langsung menjabat tangan Jongdae.

"Bagaimana bisa aku lupa dengan B? Dia teman dekatku waktu SMP." Jawab Luhan. Mendengar kata 'teman' meluncur dari mulut Luhan, Baekhyun langsung mengepalkan tangannya yang dari tadi ia taruh di kolong meja. Ia menggertakkan giginya tanpa sadar.

"Atau ini untukmu, Jongdae? Sebagai perkenalan. Aku masih punya—"

"Terimakasih, Luhan. A-aku akan meminumnya di kantin." Baekhyun langsung memotong pembicaraan Luhan dan mengambil bingkisan itu, lalu berjalan cepat keluar dari kelas. Jongdae mengernyit bingung dengan sikap Baekhyun yang tidak biasa itu.

Sementara Luhan mengulas senyum.

...

Baekhyun berjalan dengan sangat cepat dan sampai di kamar mandi. Nafasnya terengah-engah dan matanya bergerak gelisah. Baekhyun membasuh tangannya yang berkeringat di wastafel sambil menetralkan detak jantungnya. Baekhyun lalu mengambil bingkisan dari Luhan dan menghela nafasnya kasar.

"Oh, B?" Seseorang keluar dari bilik kamar mandi dan memanggil Baekhyun. Baekhyun yang sedang berfikir tentu saja kaget dan refleks menoleh, ia mendapati Chanyeol berjalan ke arahnya.

"Kau mengagetkanku, Chanyeol." Baekhyun mencoba menetralkan nafasnya.

"Ah, maaf." Chanyeol tersenyum kikuk. Chanyeol lalu mengerutkan keningnya melihat wajah Baekhyun yang pucat, "Ada apa, B? Kau sakit?"

"Aku baik-baik saja. Aku hanya.. bertemu orang yang tidak ingin aku temui, Chanyeol." Baekhyun kembali menatap miris bingkisan dari Luhan. Chanyeol kembali mengernyitkan dahinya bingung dengan segala ucapan Baekhyun.

"Siapa? Dan.. apa itu?" Chanyeol juga penasaran dengan bingkisan yang sedari tadi ditatap miris oleh Baekhyun.

"Hanya teman lama." Baekhyun tersenyum miris, "Dia bilang pamannya baru pulang dari Jerman dan ia memberiku sebuah gift."

Chanyeol semakin bingung dengan pembicaraan Baekhyun, "Uh.. bukankah dia baik? Kau bilang dia adalah teman lama, dan dia memberimu hadiah. Kenapa kau tidak ingin menemuinya?"

"Chanyeol.." Baekhyun mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol, "Gift dalam bahasa Jerman artinya racun."

Chanyeol langsung tersentak.

-TBC-

Update lama, pendek, crappy pula T.T gapapa deh yang penting semangat chanbaek! /opose/

Uh.. maaf update lama, soalnya lagi dibarengi sama nonton anime:'3 nonton Kuroko no Basuke season 3. Akashi ganteng hiks:'3 entah kenapa aku jadi nge-ship Akashi-Baekhyun. Maaf ya Chanyeol, tapi aku lebih suka Baekhyun sama Akashi gimana dong:'3 /dijambak Chanyeol/

Ada yang ngerasa sama nggak kayak aku? Nganggep kalo Kuroko mirip Baekhyun, Kagami mirip Chanyeol, terus Himuro mirip Sehun hehe:'3

Aku tahu di chap ini nggak banyak teka-teki, tapi udah ada permunculan permasalahan. Hayoo Luhan siapa hayoo?:D

Makasih banyak reviewers tercinta, tanpa kalian aku nggak bakal bisa buka laptop dan langsung buka word. Biasanya langsung buka folder anime atau nggak movies:'3

BIG THANKS TO :

KYJaeeee ; seogogirl ; restikadena ; kimchohyun ; Croissant is LUV ; Richa Byun926 ; Gyupal ; Tania3424 ; Nanda829 ; GingerBeeP ; baeqtpie ; Guest ; immrsparkchannie ; ParkLaHun ; hunniehan ; iLaalf ; Guest ; SIK ; L.A ; beekim ; HoshinoChanB ; baekhyunina ; parkeunrinn27 ; jihyunnn ; Nyanmu (kamu bisa panggil aku rock :D) ; Iyel ; baekfrappe ; sofiamrwh ; Fione Maple ; tetangga jimin ; ibyeoreul ; byunsunghee21