Title: Can't be Trusted
Author : J.H.I a.k.a Nurul Disandi A
Cast : Jo Twins, Jung Jin Young
Genre : Mystery
Rated : PG-13
Ok. saya kembali dengan lanjutan ff yang kemarin dengan alur yang rada aneh menurutku. disinilah kegajean ku berawal. haahah dan maafkan saya sebagai author yang tidak jelas arahnya. hahahahah
ok ini Fanfic murni buatan saya. jadi tolong jangan di PLAGIAT. OK. KARENA SAYA TIDAK SUKA DAN SANGAT MEMBENCI DENGAN YANG NAMANYA PLAGIATOR
preview =====
"Senior, jika seperti ini terus kita akan kesulitan menemukan jejak pelakunya"gerutu polisi yang menanyai anak muda itu.
"Tenanglah, dalam setiap kasus pasti terdapat pemecahannya. Sekalipun itu terasa sulit"ucap yang dipanggil senior itu menenangkan.
"Ne. Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan ?"
"Selidiki kasus ini secara rahasia. Dan kau, aku dengar ada seorang detektif junior yang akan membantu tugas kita disini."
"Eh ? Sejak kapan ?"
"Aku memintanya kesini dua hari yang lalu. Dia sangat muda."
"Siapa dia ?"
"Han young Jo"
"Eh ? Nama itu ?"
preview end
"Bagaimana Kwang ?"
"Tak banyak membantu. Para polisi sangat kesulitan young."
"Eh ? Lalu ?"
"Nan molla. Aku juga tak bisa menanyai namja yang depresi itu kan ?"
"Hmmm... kau benar."
Praaanggggggg
"Eh Kwang ..."terdengar sebuah suara seperti benda dibanting. Kedua saudara itupun langsung menuju asal suara.
"Jin Young ah... gwaenchanayo ?"ucap Kwangmin sembari mengusap bahunya pelan.
"Kwang..."namja itupun memeluk erat bahu kokoh sang sahabat.
"Kau menangis ?"
"Aku tidak menangis"namja itu terus menggeleng. Namun air matanya terus saja meluncur keluar.
"Maafkan aku. Aku belum bisa berbuat banyak"
"Ini semua karena aku Kwang. Dia bunuh diri karena aku Kwang"namja itu kembali menangis dalam keluhannya.
"Hei...dengar aku Jin Young ah... bukankah kemarin kau sudah dengar...dia tidak mati bunuh diri. Tapi dia di bunuh. Kau tahu kan ?"
"..."
"Apa kau lupa itu ?"
"Tenanglah. Aku akan menyelesaikan semuanya"ucap namja bernama Kwangmin itu.
Sementara itu Young Min, sang hyung hanya menatapnya sedih sambil berjalan mendekati kedua sahabat baik itu.
kantor polisi
"Yak...Han Young Jo"
"Eh ? Nugu ?"
"Han Young Jo"
"Wae ?"namja berkacamata tebal dengan topi yang terpasang dikepalanya itupun mendongak pelan.
"Apa kau mendapatkan sesuatu ?"
"Apa ?"
"Titik terang dari kasus ini. Tidakkah kau merasa terbebani ?"
"Eh, tentu saja tidak. Tidak ada satu masalahpun yang mampu membebani seorang Young Jo"
"Dasar anak kecil. Sombong sekali kau. Aku bahkan tak dapat berpikir bahwa kau akan ada disini bersamamu lagi."
"Yak. Hyung, kau masih meremehkanku juga yah ?"
"Tentu saja. Kau kan hanya namja cerewet yang selalu menampakkan wajah innocentmu itu"
"Sudah, sudah, hentikan. Hentikan perdebatan kalian yang seperti itu"sebuah suara muncul memotong pembicaraan mereka.
"Donghyun Kim..."ucap namja bernama Young Jo itu sambil memeluknya "kau sejak kapan ada disini ?"lanjutnya kemudian.
"Hmm...pihak kepolisian belum memberitahumu yah. Aku kepala polisi disini."
"Yak. Donghyun Kim. Kenapa kau tidak memberitahuku ? Kenapa jadi namja tengik ini yang menyambutku ?"
"Hahaha...aku juga tak tahu kau ada disini. Aku juga heran anak buahku bisa menemukanmu tanpa sepengetahuanku."
"Tentu saja. Disini siapa yang tidak mengenal Han Young Jo. Detektif terkeren yang ketampanannya mengalahkan seorang Dong Hyun Kim"ucapnya sedikit menyombongkan diri.
"Yak anak kecil" ucap seseorang yang telah mereka acuhkan beberapa lalu oleh pembicaraan mereka.
"Jeong min ah, ada apa denganmu ?"sela seseorang yang dipanggil Donghyun itu
"Apa hyung tak marah ? Young Jo. Dia bahkan berbicara tak sopan padamu"
"Hmm... aku tak apa".
"Yak Hyung."
"Wae ?"
"Kau terlalu memanjakannya Hyung"
"Tentu saja bodoh. Dia sangat memanjakanku. Dan itu sangat jelas. Lagi pula wajar kan jika Donghyun hyung memanjakanku lebih. Itu karena kami sudah lama tidak bertemu"sela Young Jo kemudian"
"Aish... kau ini Young" kesal Jeongmin sambil memegang kepalanya.
"Sudah, sudah, jangan bertengkar"ucap Donghyun menengahi
"Bagaimana perkembangan mentalnya ? Apa sudah membaik ?" Tanya seorang anggota kepolisian pada dua anak kembar tersebut.
"Semakin memburuk. Bahkan akhir - akhir ini dia terlihat sangat frustasi"jawab si kembar berambut dark brown.
"Ah..sayang sekali"
"Wae ?"
"Jika kondisinya membaik bukankah itu akan mempercepat penyelidikan ?"
"Hmm...aku rasa begitu. Tapi bagaimana jika namja itu juga tak tahu banyak hal ?"sela si kembar berambut pirang setelah melihat raut wajah saudaranya.
"Setidaknya itu cukup membantu"
"..."hening, tak ada satu suarapun yang keluar setelah percakapan itu.
"Permisi pak, "sebuah suara memecahkan kebisuan itu.
"Ne, waeyo ?"
"Aku sedikit menangkap pembicaraan kalian tadi. Jika Jin Young tak bisa ditanya apakah ada orang lain yang bisa diminta penjelasan ? Seperti anggota keluarganya mungkin."
"Hmmm.. bagaimana yah ?"gumam kembar berambut dark brown tersebut sembari memikrkan sesuatu.
"Hmmm... apa mungkin kita harus memanggil teman sekampusnya ?"
"Eh ? Kau tidak bisa memanggilnya begitu saja"sahut Kwangmin cepat. Sementara itu si kembar satunya hanya cengo melihatnya.
"Kenapa tak bisa ?"tanya sang polisi bingung
"Itu sulit jika harus memanggil teman-temannya. Lagipula bukankah itu hari minggu ? Kelas libur. Selain itu aku juga tidak mengenal siapa teman2 anak - anak itu"ungkap Kwangmin panjang lebar.
"Daripada itu, kenapa tidak bertanya pada keluarga gadis itu saja ?"sanggah si kembar bungsu cepat.
"Hmmm... kau benar. Akan kami coba tanyakan. Entah kenapa aku merasa bodoh hingga tak menanyakan pada mereka"ungkap sang polisi seperti menampakkan wajah berserinya.
"Apa yang kau lakukan hyung ?"tanya seorang namja tampan diruangan rahasia itu.
"Menonton sesuatu yang jorok. Untuk apa kau kesini ?"ucapnya kesal
"Huaaaa... Jeongie hyung sudah berani nonton yg seperti itu yah ? Berapa umurmu hyung ?"bukannya takut, yang ada namja tampan itu malah menggoda orang yang dipanggilnya hyung itu.
"Aissshhh... berhenti menggodaku Young Jo ya. Aku terganggu"
"Itu salahmu hyung. Kau mengacuhkanku. Padahal aku hanya ingin mengajakmu berdiskusi"
"Hmm... baiklah ada apa ?"
"Kasus pembunuhan ini. Tidakkah kau berpikir ini sangat rumit hyung ?"
"Hmm... aku tidak tahu. Bagaimana denganmu ?"
"Aku ? Ini bukan kasus yg rumit. Aku bahkan sudah memecahkan yg lebih dari ini"ucap Young Jo santai.
"Benarkah ? Aku bahkan belum mendengarnya".
"Tentu saja. Saat itu kau kan ada di London dan tak pulang selama setahun".
"Hahah... kau benar. Lalu ? Jika ini tak terlalu rumit, bisakah kau menemukan pemecahan itu secepatnya ?"
"Hmm..aku tak mau janji hyung. Aku rasa aku akan bermain - main terlebih dahulu dengan kasus ini".
"Hahah... kau ini. Ini kasus pembunuhan, bukan arena untuk bermain - main Young Jo ya".
"Yak, hyung, aku hanya ingin".
"Baiklah, tapi ingat, jangan sampai bermain terlalu lama Han Young Jo. Karena itu akan sangat merepotkan".
"Beres hyung".
"Aisshhh kau ini..."gerutunya pelan "tapi daripada itu... sampai sejauh ini bagaimana pengamatanmu terhadap keterangan - keterangan yang sudah kau pelajari ?"
"Hmmm... aku belum bisa mengamatinya hyung. Bukankah kau tahu kita belum ada turun langsung ke lapangan. Yang ada kan baru para anak buahnya Donghyun hyung yang menyelidikinya".
"Hmm.. benar juga. Tapi apa kau tak berniat menyelesaikan kasus ini Young Jo ya ? Aku tak melihat keseriusan itu dari matamu. Bodohnya lagi mengapa aku mau mengikuti perkataan bodohmu itu".
"Perkataan bodoh mana hyung ?"
"Apa kau lupa ? Kau bilang kau akan membiarkan polisi itu menyelidikinya. Bukankah itu terlihat bodoh ? Padahal bilang saja jika kau tak bersedia".
"Kau yang bodoh hyung. Soal aku yang tidak serius itu hanya kelihatannya saja. Lagipula apa yang kau lihat ini adalah gayaku hyung. Aku hanya tidak ingin keluar menyelidiki kasus dengan gencar hyung".
"Hmm.. lalu ? Bukankah perkataanmu tadi menunjukkan kalau kau malas dan tak serius ?"
"Pikirkan baik-baik hyung. Apa kau tidak tahu, sekarang pihak kepolisian sedang kesulitan mencari pelaku pembunuhan tersebut. Dan mereka sedang gencar - gencarnya melakukan penyelidikan. Tentu saja hal ini akan membuat sang pelaku berhati-hati dalam bertindak jika bertemu dengan polisi tersebut".
"Lalu ?"
"Saat itu perhatiannya akan terfokus pada para polisi itu. Bukan pada kita. Disaat seperti itulah kita bisa melakukan penyelidikan secara diam-diam Jeong. Disaat pelaku tidak menyadari keberadaan kita"jelas namja bernama Han Young Jo itu berbinar.
"Huaaa... kau genius Young Jo ya. Aku tak pernah berpikir kau akan menyusunnya sebagus ini".
"Tentu saja aku jenius. Bahkan Donghyun hyung juga bilang begitu. Selain bilang kalau aku tampan".
"Aisshhh kau ini. Sekarang, apa yang harus kita lakukan ?"
"Hmm.. berhubung Dong hyun hyun seorang kepala polisi tidak mungkin kan aku memintanya melakukan pengintaian juga. Jadi kita melakukannya hanya berdua saja".
"Maksudmu ? Kita akan melakukan pengintaian ?"
*To Be Continue
RCL PLEASE
