A/N: Hai lagi reader-san. Jumpa lagi dengan Kuroki. Oh iya, Kuroki sangat berterimakasih sekali kepada para reader dan para reviewer yang sudah rela menyisakan waktu untuk membaca cerita saya dan mengomentari fic ini. Kuroki akan berusaha agar ceritanya terlihat lebih menarik dari sebelumnya. Oh iya, ada yang belum Kuroki kasih tahu.

...

Lucky yang sudah membuat kontrak dengan seorang ninja, tanpa sadar dia akan mentransfer jenis chakra airnya pada tuannya. Sehingga tuannya bisa menggunakan jurus elemen air. Sekalipun tuannya itu memiliki jenis chakra api atau tanah. Dan sebenarnya Minana itu hanya memiliki tipe chakra angin. Tapi, karena Lucky membuat kontrak dengan Minana, maka Minana bisa menggunakan jurus elemen air.

Dan mungkin ada yang heran mengapa Lucky yang memiliki chakra air bisa melakukan jurus elemen es. Itu karena Lucky bisa memakai jenis chakra tuannya. Misalnya, Minana yang memiliki tipe chakra angin, bisa dipakai Lucky agar bisa melakukan elemen es. Atau, bila tuannya memiliki jenis chakra tanah, maka Lucky bisa memakai jenis chakra tuannya untuk melakukan jurus elemen kayu (mokuton). Sekalipun tuannya tidak bisa melakukan mokuton yang padahal memiliki jenis chakra air dan tanah. Dengan kata lain, jurus elemen es yang ia gunakan sebelumnya bukan karena bantuan mata iblis yang bisa menggunakan semua jenis jurus.

...

Yah segitu dulu penjelasan tambahan tentang Lucky. Silahkan membaca.

.

Rating: T

Genre: Adventure, Hurt/Comfort

Warning: OC, Death Character

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto

Main Chara: Uzumaki Minana (OC), Lucky (OC), Uzumaki Kushina (awal muncul di chapter 3), Namikaze Minato (awal muncul di chapter 4)

Pembuat fic: Kuroki

.

Cuplikan chapter sebelumnya:

"Yaah, sepertinya hanya kita yang tidak mati," ucap Lucky dengan nada cerianya.

"Maksudmu, hanya kita yang selamat?" kata Minana innocent.

"Memang apa bedanya?" tanya Lucky dengan tampang muka tidak bersalahnya.

Minana hanya menghela napas mendengar respon Lucky itu. "Kau tahu, Luck? Kalau kau mengatakan hal seperti itu pada Raikage atau 'sebangsanya' (misalnya: Tsunade, Suigetsu, Sakura, Minana bisa termasuk) yang mudah marah, kau pasti akan dihajar sampai babak belur oleh orang itu," jawab Minana.

"Kau juga 'kan termasuk 'sebangsanya'? Hmm, sepertinya kali ini kau gak kepancing ya?" ujar Lucky dengan nada mengejek.

Minana hanya mengacuhkan apa yang dikatakan Lucky barusan. Lebih tepatnya, menundukkan kepalanya. "Mulai sekarang, apa yang harus kulakukan?" gumam Minana entah pada siapa.

"Tentu saja mengubah apa yang sudah terjadi sekarang ini, bodoh."

Lucky dan Minana sangat kaget mendengar suara lain dari belakang mereka. Sontak mereka langsung menengok kebelakang. Mata mereka melebar ketika tahu kalau ada yang selamat selain mereka. Walaupun tadi Minana mengaktifkan kemampuan sensornya, namun konsentrasinya saat itu tidak membuatnya mengetahui keberadaan chakra yang lain. Terlalu fokus mencari 1 sumber chakra.

"Ka-kalian... tidak mati?" ucap Lucky terbata-bata.


Chapter 2: Kembali ke Masa Lalu

.

Seekor rakun raksasa yang mendengar hal itu langsung naik pitam.

"KAU PIKIR AKU AKAN MATI KARENA JURUS SEPERTI ITU, HAH?!" teriak rakun tersebut seraya memberi pukulan super kuat pada Lucky.

Alhasil, Lucky terpental sangat-sangat jauh dari tempat dia berdiri tadi. Sedangkan reaksi 'yang lain' dan Minana... hanya bisa sweatdrop akibat ulah Lucky yang hobi memancing seseorang... atau mungkin...

-Minana POV-

Sejak para bijuu menghampiriku, aku mengaktifkan kembali kemampuan sensorku. Aku memfokuskan diriku untuk mencari tahu chakra siapa saja yang masih bisa kurasakan. Namun, yang bisa kurasakan di tempat ini hanya... chakra para bijuu. Chakra Sakura, Sasuke, Hinata, Lee, Kakashi-sensei, dan yang lainnya... aku sama sekali tidak merasakannya. Kemudian, aku mencoba merasakan keberadaan penduduk di desa dengan shuriken es yang kupasang di Konoha. Tapi, aku tidak dapat merasakan keberadaan mereka.

'Apakah mereka semua terbunuh karena jurus Madara juga? Ah, kenapa juga aku harus peduli hidup matinya para penduduk desa itu. Mereka 'kan dulu sering memukul dan memakiku. Padahal dulu aku sendiri tidak tahu kesalahanku. Kesampingkan soal itu, yang membuat kuheran sekarang adalah… kenapa para bijuu bisa selamat? Lucky bilang benda itu akan membunuh semua yang hidup. Tapi, kenapa bijuu-bijuu ini…' Aku memutar kembali informasi yang kudapat dari Lucky. Beberapa detik kemudian, aku jadi mengerti alasan kenapa para bijuu masih selamat.

'…Benar juga. Bijuu itu hanya sekumpulan chakra yang jumlahnya sangat banyak dan memiliki emosi. Chakra bukanlah sesuatu yang hidup. Huuh. Sepertinya hanya aku satu-satunya ninja yang selamat,' pikirku sambil menghela napas.

-End of Minana POV-

Karena tidak menemukan orang selain dirinya yang masih hidup, Minana bertanya pada para bijuu tentang maksud dari kedatangan mereka. "Kenapa kalian kesini? Dan apa maksudmu dengan 'mengubah apa yang sudah terjadi', Kurama-chan?"

Kurama sedikit kaget karena Minana bisa tahu nama aslinya. "Kenapa kau bisa tahu namaku? Dan kenapa kau menambah embel-embel '–chan' segala di namaku, hah?!" tanya Kurama dengan urat yang muncul dikepalanya.

"GYAHAHAHAHA! Namamu jadi manis sekali, Rubah Bodoh," ejek seekor rakun a.k.a Shukaku dengan tawa yang terbahak-bahak.

"Diam kau!" bentak Kurama.

"Umm, karena saat setengah dirimu ditarik keluar oleh Madara dari tubuh Naru-nii-chan, Naru-nii-chan selalu bilang 'aku tidak akan memberikan Kurama padamu'. Begitulah," jawab Minana dengan pose berpikirnya.

"Heh, begitu ya. Jadi, Rubah Bodoh itu punya teman manusia selain Naruto? Kau memang payah dan bodoh, Rubah Bodoh. Bisa-bisanya kau percaya pada manusia yang notabane adalah pembohong," cetus Shukaku.

"Dia bukan temanku! Dan satu lagi! Kalau kau memanggilku dengan sebutan 'bodoh', akan kubuat kau seperti bola, Rakun Payah!" bentak Kurama tak mau kalah.

"Tadi kau panggil aku apa?!" bentak Shukaku dengan nada beratnya.

Di kepala Kurama dan Shukaku mulai terlihat sengat listrik yang saling beradu, saling mengirim deathglare. Semua bijuu yang lain (minus Nibi) langsung menghampiri Kurama dan Shukaku, mencoba melerai pertengkaran mereka, tapi... sepertinya perdebatan itu tidak akan berakhir cepat.

Minana yang melihat apa yang dilakukan kedelapan bijuu itu hanya mengacuhkannya saja... karena kedelapan bijuu itu pasti tidak akan menjawab pertanyaan awalnya. Lalu Minana menoleh ke arah bijuu berbentuk kucing ekor 2 (Nibi). Berharap kalau bijuu yang satu ini akan memberitahu alasan mereka datang kesini dan maksud 'mengubah apa yang sudah terjadi'.

"Apa kau lihat-lihat?!" tanya Bijuu Kucing ekor 2 itu saat Minana menoleh ke arahnya.

Minana langsung sweatdrop melihat reaksi bijuu itu. Sepertinya harapannya untuk tahu maksud kedatangan mereka dan maksud 'mengubah apa yang sudah terjadi'... sudah hilang.

'Mereka itu bodoh atau apa, sih?! Apa mereka lupa tujuan mereka datang kesini?!' batin Minana yang sepertinya sedikit kesal karena reaksi Nibi tadi.


-Di tempat lain-

Di tempat ini, ada sesosok figur yang sepertinya habis melakukan pendaratan darurat. Terlihat dari posisinya. Kepalanya di tanah dan pantatnya nungging keatas. Figur itu memakai baju hitam, jubah hitam (pakaian Kirito dalam game SAO, bukan yang ALO). Kita tahu kalau figur yang ada disini itu adalah Lucky.

"Adududududuh…!" rintih Lucky sambil mengusap bokongnya. "Apes banget. Untung aku menggunakan perisai es di seluruh tubuhku," lanjutnya seraya mencoba berdiri.

Saat Lucky berdiri, tiba-tiba wajah dan tubuhnya retak. Seperti ada es yang melindung seluruh tubuhnya. Es itupun mulai hancur berkeping-keping.

"Lebih baik aku segera ke tempat Minana," ujar Lucky seraya menyiapkan shuriken es yang bermotif aneh di tangannya.

Lalu Lucky pun melempar shuriken itu. Lalu tiba-tiba ia menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di dekat shuriken yang ia lempar tadi. Selanjutnya, ia mengambil shuriken yang ia lempar tadi dan langsung menghilang lagi. Kali ini dia muncul di dekat shuriken yang Minana lempar sebelumnya.


-Ditempat Minana dan Para Bijuu-

Lucky yang tiba-tiba datang entah darimana... langsung menghampiri Shukaku dengan meniru teknik flight technique-nya Oonoki (Tsuchikage ke-3) dengan mata iblisnya. Membuatnya mengapung di udara dan berada tepat di depan muka Shukaku.

"Siapa yang tadi memukulku, hah?!" bentak Lucky yang kesal pada Shukaku.

"Hoo. Jadi, kau masih hidup ya?" ejek Shukaku.

Sepertinya dengan kedatangan Lucky, perdebatan antara Kurama dan Shukaku tadi jadi tambah parah. Lagi-lagi kedelapan Bijuu itupun berusaha melerai ketiganya. Dua aja dah susah, apalagi ditambah Lucky. Minana yang dari tadi diacuhkan, mulai merasa kesal. Di kepalanya mulai muncul urat, saking kesabarannya sudah mencapai batas. Karena hal itu, Minana mulai menyiapkan sebuah handseal dengan tangan kanannya.

...

"Hoi, Rakun Bodoh! Akan kubalas perbuatanmu yang barusan it–"

BRUK!

Tiba-tiba saja tubuh Lucky yang melayang di udara, dililit sebuah rantai chakra yang muncul dari dalam tanah dan tubuhnya pun ditarik ke bawah oleh rantai chakra itu. Tidak hanya itu, Kurama dan Shukaku pun tubuhnya juga dililit, rantai chakra juga menariknya dari bawah sehingga mereka tersungkur ke tanah.

Lucky sama sekali tidak kaget saat melihat rantai chakra keluar dari tanah dan melilit tubuh Kurama dan Shukaku, tapi yang membuatnya heran adalah... `kenapa ia juga diikat seperti ini?`. Lucky yang sudah tidak asing lagi dengan rantai ini, kemudian menoleh ke arah asal rantai chakra itu keluar.

"Minana-chan, apa yang kau lakukan? Kenapa aku juga dibeginikan?" tanya Lucky yang heran kenapa dirinya juga dililit rantai begini.

Sebelum Minana menjawab, Kurama dan Shukaku berteriak, "HOI, BOCAH! LEPASKAN AKU!"

Minana hanya mengacuhkan teriakan Kurama dan Shukaku. Lalu dia menoleh ke arah Hachibi.

"Si pembuat onar sudah kubuat diam. Sekarang, apa ada yang bisa menjawab pertanyaanku?" ujar Minana datar.

"Memangnya kau nanya apa, bocah?!" bentak Shukaku yang nambah kesal.

Minana langsung memegang keningnya, menggeleng-geleng kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan Shukaku. Sepertinya bijuu yang satu ini parah banget pikunnya.

"Kenapa kalian kesini? Dan apa maksud kalian dengan 'mengubah apa yang sudah terjadi'?" Minana mengulang lagi pertanyaanya.

"Ya ampun, Minana-chan. Kalau kau mau nanya hal itu, harusnya kau bilang dari tad-ugh!" Ucapan Lucky terhenti setelah sebuah kaki menginjak kepalanya. Sepertinya Lucky memang sengaja mengatakan hal itu untuk memancing emosi Minana... dan itu berhasil. Kebiasaan yang gak pernah berubah.

"Kau yang gak tahu apa-apa sebaiknya diam saja," ucap Minana tanpa dosa dan masih membiarkan kakinya diatas kepala Lucky.

Ketujuh bijuu (kecuali Kurama + Shukaku) jadi sweatdrop melihat kelakuan sadis perempuan itu. Ternyata perempuan yang ada di depan mereka itu tidak segan-segan bahkan dengan kawannya sendiri.

"Kami semua akan mengirim kalian kembali kemasa lalu," ucap Hachibi tanpa eagu.

Lucky yang mendengar itu langsung mendongakkan kepalanya, sehingga kaki Minana pun ikut terangkat. "HAH?!" kata Lucky tidak percaya saat mendengar apa yang dikatakan Kurama. "Kalian akan mengembalikan kami ke masa lalu? Kenapa? Dan bagaimana caranya?" lanjut Lucky memberikan pertanyaan bertubi-tubi.

"Sebenarnya..."


-Flashback-

Perlahan-lahan kelopak mata Naruto mulai menutup. Naruto pun menghembuskan napas terakhirnya. Disaat yang bersamaan, Kurama yang tersegel di tubuh Naruto, keluar dari tubuh Inangnya. Setelah keluar, Kurama berjalan mendekati tubuh Naruto yang kini sudah tidak sadarkan diri.

"Hoi, Naruto cepat bangun! Hoi...?! HOI!" panggil sekaligus bentak Kurama mencoba memanggil partner-nya.

Tentu saja Naruto tidak menghiraukan apa yang dikatakan Kurama. Sebenarnya Kurama sudah tahu kalau Naruto sudah... mati. Tapi dia belum mau mempercayainya... belum mau percaya... kalau Naruto sudah mati.

"Hoi, apa kau benar-benar mati? Bukannya kau bilang ingin melindungi semuanya?!" tanya Kurama sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.

"..."

Karena tidak ada jawaban dari Naruto, Kyuubi mengalihkan pandangannya pada sekelilingnya. Ia tidak terlalu terkejut melihat banyak sekali shinobi yang mati. Lalu pandangannya terhenti pada beberapa ratus shinobi yang sedang berlari menjauhi tempat ini.

"Mulai sekarang, apa yang harus kulakukan?" gumam Kurama entah pada siapa.

Kurama pun memutuskan untuk jalan-jalan. Namun, ia berjalan tanpa arah. Setelah berjalan cukup lama, ia melihat sebuah patung dengan rantai di tangannya dan memiliki 9 mata.

"Heh, bukannya ini benda yang mengurung semua bijuu dan setengah kekuatanku?" ujar Kurama entah pada siapa.

Kurama langsung ke posisi kuda-kudanya. Mulutnya terbuka ke atas dan ada sebuah bola berwarna hitam pekat di atas mulutnya. Bola itu kemudian mengecil dan ditelan oleh Kurama. Mulut Kurama mulai mengembung dan mengeluarkan sesuatu ke arah Gedomazo.

'Bijuudama!'

DUAR!

Setelah terkena bijuudama, Gedomazo mulai retak dan akhirnya hancur. Dari tempat patung itu hancur, mulai muncul monster-monster yang jumlah ekornya berbeda-beda.

"Ohok... Ohok... Kenapa banyak sekali pasir yang masuk ke mulutku?" kata Shukaku terbatuk-batuk.

Bijuu lain yang melihat sekaligus mendengar ucapan Shukaku, tingkah Shukaku hanya bisa sweatdrop.

"Tubuhmu itu memang dari pasir. Wajar saja kalau mulutmu penuh dengan pasir," deathglare bijuu berbentuk kucing ekor 2 atau Nibi.

Kurama yang menembak bijuudama tadi (A/N: Kita sebut aja Kurama Yin), menghampiri dirinya yang satu lagi.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Kurama Yin.

"Ya. Aku tidak apa-apa…" ucap Kurama Yang (A/N: Kurama 'Yang' itu yang terperangkap di dalam Gedomazo tadi). "...lebih baik kita segera menyatukan tubuh kita," lanjut Kurama Yang.

Kurama Yin hanya mengangguk saja. Lalu mereka saling menjulurkan tangan. Beberapa detik setelah melakukan hal itu tubuh Kurama mulai menyatu kembali. Ingatan dan apapun yang dilakukan Kurama Yin, menjadi 1 dengan Kurama Yang. Kurama mulai memerhatikan bijuu-bijuu lain. Sepertinya disini kurang 1 bijuu lagi.

"Hei, apa kalian lihat Si Capung?" tanya Kurama entah pada siapa.

"Sejak kita bebas, dia langsung terbang entah kemana," jawab bijuu yang terlihat seperti siput tak bercangkang dan berekor 6 atau Rokubi.

Kurama hanya diam saja mendengar jawaban Rokubi. Beberapa menit kemudian mereka mendengar suara sayap serangga yang terbang menuju arah mereka. Serangga itu terlihat seperti capung. Sepertinya itu adalah bijuu yang berbentuk capung yang dicari Kurama tadi, atau bisa dibilang... Shichibi. Dan kini ia sudah mendarat di dekat para bijuu.

"Hai, semuanya. Aku kembali," kata Shichibi seraya melambaikan tangan (?).

"Kau dari mana saja? Kurama mengkhawatirkanmu," ucap Rokubi seraya menoleh ke arah Kurama.

"A-Aku ti-tidak... mengkhawatirkannya!" ujar Kurama terbata-bata.

"Oo…" kata Shichibi tidak peduli. "Oh iya, tadi aku mengikuti shinobi yang pergi kearah hutan. Sepertinya mereka lari dari sesuatu. Tapi beberapa menit kemudian, shinobi yang paling belakang tiba-tiba jatuh. Sepertinya, sih, dia mati. Tapi, aku heran kenapa dia tiba-tiba mati?" lanjut Shichibi.

"Sepertinya itu karena jurus Madara," jawab Kurama sebelum Shichibi melanjutkan ceritanya.

"Oh. Lalu kunoichi dari Suna mencoba menyingkirkan 'sesuatu' itu dengan kipasnya. Tapi, sepertinya dia gagal. Lalu, selanjutnya shinobi dari Konoha yang terlihat seperti orang-orangan sawah dan memiliki sharingan yang mencoba menghilangkan 'sesuatu' itu. Dan sepertinya... dia gagal juga," lanjut Shichibi.

'Itu Hatake Kakashi,' batin Kurama saat mendengar shinobi Konoha yang terlihat seperti orang-orangan sawah.

"Lalu apa yang terjadi dengan semua ninja yang di hutan dan Naruto?" tanya kucing berekor 2 atau Nibi.

"Semua shinobi yang dihutan itu sudah mati semua. Kalau Narut–"

"Dia juga sudah mati," kata Kurama memotong pembicaraan Shichibi.

"APA?!" kata semua bijuu bersamaan. Terkejut dengan apa yang dikatakan Kurama.

"Ya. Dia mati gara-gara ingin menolong adiknya itu. Dan aku yang ada di dalam tubuh Naruto yang membebaskan kita dari patung bodoh itu," jawab Kurama simpel.

Semua bijuu yang ada disitu benar-benar syok mendengar apa yang dikatakan Kurama barusan.

"Tidak mungkin. Tidak mungkin Naruto ma–"

"Itu kenyataannya, Kerbau Bodoh. Aku juga awalnya tidak percaya. Tapi…" Kurama tidak melanjutkan kata-katanya saat memotong perkataan Hachibi.

Para bijuu yang lain hanya tunduk terdiam. Tidak menyangka kalau shinobi satu-satunya harapan dan yang mereka percayai, mati.

"Hei, apakah harus seperti ini masa depan di dunia ini?" gumam Hachibi pelan.

"Tidak, kalau kita menggunakan jurus itu," jawab bijuu berbentuk serigala berekor 5 atau Gobi yang mendengar gumaman Hachibi. Entah apa maksud dari pernyataan Gobi barusan.

"M-Maksudmu...jurus itu?" tanya monyet raksasa berekor 4 atau Yonbi ingin memastikan.

"Ya. Jurus itu," jawab Gobi.

"Tapi, siapa yang akan kita kirim ke masa lalu? Memangnya masih ada yang hidup?" tanya kura-kura ekor 3 atau Sanbi. Pasalnya, sejauh yang ia lihat, ia sama sekali tidak melihat siapapun.

"Ada 2 orang di sana," ucap Rokubi sambil menunjuk kearah sumber chakra yang ia rasakan.

"Kalau begitu ayo kita kesana. Toh, kita juga tidak punya pilihan lain selain menggunakan jurus itu," ujar kucing berekor 2 atau Nibi.

-End of Flashback-


"Oh, begitu. Tapi, gimana caranya pergi ke masa lalu?" tanya Minana datar yang masih merantai Kurama, Shukaku, dan Lucky.

"Jurus ini hanya bisa dilakukan bila kesembilan bijuu mengorbankan seluruh chakra-nya untuk membuka dimensi ke masa lalu," jawab Hachibi.

"Jadi, kalian akan mengorbankan diri kalian sendiri?" tanya Minana yang sedikit tidak senang dengan arah pembicaraan ini.

"Ya, bisa dibilang begitu. Tapi, itu lebih baik daripada hidup di dunia yang kosong ini. Atau lebih tepatnya, disini aku tidak bisa membunuh orang lagi," ujar Yonbi frontal.

Minana jadi sweatdrop mendengar pernyataan Yonbi.

"Kau blak-blakkan banget, Yonbi," gumam Minana pelan tapi masih bisa di dengar bijuu lain.

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku juga punya nama! Namaku 'Son Goku'! Ingat itu baik-baik," kata Son Goku yang tidak terima dipanggil Yonbi.

"Hmm, jadi kau juga punya nama, toh?" gumam Minana.

"Tentu saja! Semua bijuu disini juga punya nama! Nama kami semua itu pemberian dari Kakek Rikudo!" bentak Son dengan nada tingginya. Entah kenapa ia merasa kalau ucapan Minana itu seperti ejekan.

'Kupikir nama Kurama itu panggilan yang diberikan Naru-nii-chan pada Kyuubi dan Shukaku adalah nama lain Ichibi… Ternyata bukan ya?' pikir Minana. "Maaf ya. Aku gak tahu kalau bijuu itu punya nama," kata Minana dan memasang wajah seramah mungkin pada Son.

Son sedikit terkejut saat Minana minta maaf padanya. Ternyata ada juga orang selain Naruto yang tidak segan-segan minta maaf pada seekor bijuu.

'Hmmph, lebih baik aku lepas aja mereka. Sepertinya mereka sudah tidak ingin melanjutkan ocehan gak pentingnya lagi,' batin Minana seraya memerhatikan Kurama dan Shukaku.

SRAK SRAK

Rantai chakra yang melilit Kurama dan Shukaku pun terlepas. Tapi, ia masih menyisakan 1 orang yang masih tetap diikat.

"A-Ano... Mhinanha-chan, khenapha akhu tidhak dilephas jhuga?" tanya Lucky yang kepalanya masih diinjek Minana sehingga mulutnya mencium tanah, membuatnya sedikit sulit bicara.

"Kalau kau pengecualian," jawab Minana simpel.

Setelah mengucapkan hal itu, Lucky yang berada di bawah kaki Minana tiba-tiba menghilang, lalu muncul disamping Minana sambil menepuk-nepuk bajunya yang kotor karena tanah. Sepertinya Lucky menggunakan jurus hiraishin untuk bisa lolos dari rantai itu.

"Tuh, bisa lepas," komen Minana tanpa mengalihkan pandangannya ke Lucky.

Rantai chakra yang ada di tanah pun mulai menghilang, atau bisa dibilang masuk kembali ke tubuh Minana.

"Jadi... Boleh aku tahu nama kalian?" lanjut Minana seraya melihat satu per satu bijuu yang ada di depannya.

"Kenapa kau ingin tahu?" tanya Nibi dengan nada yang sepertinya tidak suka.

Mendengar perkataan Nibi membuat Minana sedikit memalingkan kepalanya dan menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Umm, nggak dijawab juga gak apa-apa, sih," jawab Minana yang masih sedikit memalingkan kepalanya dan menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Nibi hanya menghela napas, mendengar jawaban Minana. Yah, seperti itulah Minana. Sifatnya tertutup. Dia tidak pernah memberitahu siapapun tentang pendapatnya atau apa yang dipikirkannya.

"Namaku Matatabi," kata Matatabi (Nibi) tiba-tiba.

"Aku Isobu," lanjut Isobu (Sanbi) saat Matatabi sudah memberitahu namanya.

'Gak adil juga kalau aku tidak memberitahu namaku,' batin Gobi. "Kokuou," kata Kokuou (Gobi) simpel.

"Aku Saiken," ujar Saiken (Rokubi).

"Choumei," kata Choumei (Shichibi) singkat.

"Namaku Gyuuki, salam kenal, Minana," kata Gyuuki (Hachibi) sedikit semangat.

Yah, entah kenapa pokoknya semua bijuu langsung memperkenalkan dirinya masing-masing. Di wajah Minana terlihat senyum tipis saat para bijuu memperkenalkan diri mereka. Entah mengapa, Minana merasa kalau dirinya sedikit diakui. Seperti Naruto yang diakui para bijuu.

"Kalau begitu, ayo kita mulai jurus untuk kembali kemasa lalu," kata Lucky setelah membersihkan sisa debu yang menempel dibajunya.

"Tapi, persentase keberhasilan kalian selamat dari jurus ini adalah 10%," ucap Gyuuki.

Lucky terlihat sangat kaget dengan apa yang ia dengar barusan dan Minana hanya diam saja.

"Kagetnya biasa aja kali, Luck. Wajar aja kalau jurus sekuat itu punya kelemahan sebesar itu," ujar Minana biasa aja.

"Tapi, kenapa hanya 10%?" tanya Lucky yang masih tidak percaya.

"Itu karena kami tidak bisa menentukan akan mengirimmu berapa tahun ke masa lalu. Bila kami mengirimmu ke 3 tahun yang lalu, maka tubuhmu akan berukuran saat kau berumur 13 tahun. Bila kami mengirimmu ke 15 tahun yang lalu, maka tubuhmu seperti bocah 1 tahun. Dan bila kami mengirimmu lebih dari 16 tahun ke masa lalu, maka kau akan lenyap dan tidak akan pernah bisa sampai ke masa lalu," jelas Kurama.

"Oh, jadi itu masalahnya. Kalau itu, sih, serahkan saja padaku. Akan kupastikan Minana-chan sampai di masa lalu dengan selamat dengan menggunakan jurus mustahil mata iblisku ini. Sekalipun kalian mengirimnya lebih dari 16 tahun kemasa lalu," ucap Lucky percaya diri.

Minana sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Lucky. Ia tahu betul dampak menggunakan jurus itu. Tapi, kenapa Lucky akan menggunakan jurus itu untuk melindunginya? "Tapi, Luck, kalau kau gunakan jurus itu–"

"Ssshhtt!" Lucky menutup mulut Minana dengan jari telunjuknya. "Jangan khawatir. Aku tidak akan mati. Dan kalau aku mati, selama kau memikirkanku, aku akan tetap hidup di dalam hatimu. Tenang saja, aku nggak akan mati semudah itu, kok," ujar Lucky sambil menunjukkan senyum khasnya.

Minana hanya diam saja mendengar hal itu. Lalu akhirnya Minana mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Lucky.

"Kau harus janji. Kau tidak akan mati sebelum memberitahuku semua rahasia yang kau sembunyikan dariku," kata Minana dengan nada sedikit meninggi.

Ya. Walaupun hubungan mereka sudah seperti keluarga, tapi Lucky masih merahasiakan sesuatu pada Minana. Karena ia sudah janji pada 'orang itu' untuk merahasiakan. Dan akan memberitahu Minana kalau waktunya sudah tepat. Lalu Lucky hanya menjawab perkataan Minana tadi dengan senyumnya.

"Baiklah kalau begitu. Tapi ingat satu hal, `bila dirimu terbunuh, maka kau akan mati dan dirimu yang dimasa lalu tidak akan mati, tapi apabila dirimu yang ada di masa lalu mati, maka kau akan mati. Apa kau mengerti?" jelas Shukaku.

"Ya. Sangat mengerti," jawab Minana sedikit semangat.

Mereka pun mulai bersiap-siap. Kurama dan kawan-kawan berdiri mengitari Lucky dan Minana. Lucky sudah mulai bersiap-siap juga dengan jurusnya.

"Baiklah. Ayo kita mulai," ucap Kurama memberi perintah.

Semuanya mengangguk. Lalu sebuah cahaya mulai muncul di sekitar mereka. Menandakan kalau jurus mereka sudah mulai diaktifkan.


'Apakah kami berhasil? Aaah, entahlah. Tubuh dan mataku terlalu sakit untuk bisa memikirkan hal itu. Mungkin karena efek menggunakan jurus mustahil. Tapi, entah mengapa... tubuhku terasa ringan. Ringan sekali. Aku merasa seperti terbang di udara. Eh, tunggu dulu. Apa aku sudah mati? Tapi, kalau aku sudah mati, kenapa aku masih bisa merasakan sakit?'


Di sebuah hutan di Negara Api, tiba-tiba muncul 2 sosok yang terjun bebas dari langit. Yang pertama adalah gadis kecil berambut merah memakai jaket hitam dan memakai syal hitam dengan lambang Konoha. Dan yang satu lagi adalah laki-laki berambut hitam dengan model rambut landak, memakai pakaian serba hitam dan hitai-ate Konoha.

"U...uh... Dimana ini?" gumam remaja berambut hitam yang masih memejam matanya. Kita tahu kalau remaja tersebut adalah Lucky.

Lucky mencoba membuka matanya. Tapi... "Aaaggrh, mataku…!" rintih Lucky sambil memegang matanya.

Namun, Lucky mencoba membuka matanya. Walaupun terasa sakit, tapi ia berhasil membuka matanya. Namun, mata Lucky melebar dengan apa yang ia lihat dan rasakan sekarang ini.

"UUUWAAAAAHH! KENAPA AKU BISA ADA DI TEMPAT SEPERTI INIIII?!" teriak Lucky yang kaget karena berada di atas ratusan meter dari permukaan tanah.

Lucky memerhatikan sekitarnya. Lalu pandangannya terhenti pada gadis yang ada di sebelah kirinya. Mengetahui siapa gadis itu, Lucky pun menangkap tubuh gadis tersebut dan langsung melempar shuriken esnya ke permukaan. Setelah melempar shuriken tersebut, Lucky langsung mengucapkan 'hiraishin'.

Ia berhasil mendarat dengan mulus ke permukaan. Tapi, tiba-tiba tubuhnya jadi terasa berat dan akhirnya terjatuh.

"Adududududuh…" rintih Lucky yang masih menggendong gadis kecil berambut merah. Kita tahu kalau gadis berambut merah itu adalah Minana.

Lucky meletakkan Minana yang tidak sadarkan diri dengan posisi menyandar di sebuah pohon didekatnya. Lalu Lucky juga bersandar di salah satu pohon dekat Minana.

'Sepertinya ini akibat aku menggunakan jurus mustahil…' pikir Lucky sambil bersandar di pohon dekat Minana.

Perlahan Lucky menoleh kearah Minana yang berada dipohon sebelahnya. Melihat apakah keadaan Minana baik-baik aja.

'Sepertinya Minana tidak apa-apa. Walaupun tubuhnya terlihat seperti saat berumur 7 tahun. Haha, Lucunyaaa,' batin Lucky saat melihat kearah Minana.

Lalu Lucky memejamkan matanya. Mencoba mengabaikan rasa sakit yang ia rasakan sekarang.

'Para bijuu itu mengirim kami berapa tahun ke masa lalu ya? Apakah ini masa lalu saat Minana berumur 7 tahun? Atau mungkin ini masa lalu saat Kushina masih hidup? Atau mungkin jauh sebelum itu?' pikir Lucky saat mencoba santai.

"Uhuk… uhuk… uhuk!"

Darah segar mulai keluar dari mulut Lucky. Ia menyekat darah yang ada dibibirnya dan mencoba melanjutkan istirahat, agar rasa sakit tubuhnya mengurang. Saat Lucky mencoba istirahat, tiba-tiba sebuah ide jail terlintas di otaknya. 'Heh! Aku ingin tahu apa yang akan terjadi kalau Kyuubi aku pindahkan ke tubuh Minana. Bagaimana reaksi Akatsuki kalau ternyata Kyuubi tidak ada didalam tubuh Naruto, ya? Atau bagaimana reaksi Obito kalau Kyuubi tidak ada didalam tubuh Kushina. Gimana wajah kesal mereka ya? Hahaha!' Itulah ide jail yang terlintas dipikiran Lucky. "Yaah, baiklah. Aku akan melakukan jurus mustahil lagi untuk menyegel Kyuubi di dalam tubuhmu, Minana. Maaf, Minana, mungkin ini terdengar egois," gumam Lucky seraya tersenyum pada Minana untuk terakhir kalinya.

Lucky bangun dari duduknya dan menghampiri Minana. Lalu Lucky mulai menulis huruf-huruf aneh di tubuh Minana dengan menggunakan darahnya. Setelah menulis, Lucky melakukan handseal seraya mengucapkan, "Akan kukorbankan diriku agar aku bisa melakukan hal mustahil ini. Pindahkan 95% chakra Kyuubi yang ada di dalam tubuh jinchuuriki didunia ini ke tubuh Minana tanpa membunuh jinchuuriki Kyuubi di dunia ini. Dan 5% chakra kyuubi yang tersisa tetap berada di tubuh si jinchuuriki!"

Beberapa detik kemudian, tulisan darah itu mulai mengeluarkan cahaya. Pertanda kalau jurus tersebut mulai diaktifkan. Setelah beberapa menit, cahaya itu mulai menghilang. Setelah melakukan jurus itu, Lucky kembali duduk lalu mengambil sebuah gulungan kosong yang ada di kantong shuriken-nya untuk menulis kata-kata terakhir untuk Minana. Saat ingin menulis kata-kata terakhirnya, Lucky melihat tangannya yang mulai terlihat transparan.

"Sepertinya waktuku hampir habis," gumam Lucky sambil menulis kata-kata terakhir untuk Minana.

Setelah selesai menulis, Lucky langsung menyegel gulungan itu agar hanya bisa dibuka oleh Minana. Iapun bangun dari duduknya dan mencoba menaruh gulungannya di kantong shuriken Minana. Namun, saat ingin menaruh gulungan itu ke kantong shuriken Minana, tubuh Lucky sudah sangat terlihat transparan. Hingga pada akhirnya... ia menghilang. Dan yang tersisa dari tempat itu... hanya embun-embun salju kecil yang berterbangan tertiup angin. Sekarang ditempat itu hanya menyisakan Minana yang sedang tidak sadarkan diri dan sebuah gulungan.

...

...

...

Beberapa jam setelah Lucky menghilang, tiba-tiba datang 2 orang shinobi misterius. Mereka menghampiri Minana karena merasakan chakra yang besar dari Minana. Merasa aneh dengan anak yang ada didepan mereka, kedua shinobi misterius tersebut langsung membawa pergi Minana beserta gulungannya.

.

.

Bersambung...


A/N: Pemberitahuan tentang shuriken es yang sering dipakai Minana dan Lucky. Minana bisa berpindah tempat, dari tempat dia berada ke shuriken es yang dia lempar atau tancapkan. Itu fungsinya sama dengan kunai yang di pakai Minato. Hanya saja, kalau yang punya Minato itu bentuknya kunai dan di pegangan kunai-nya itu ada kertas yang diberi segel untuk berpindah. Kalau Minana, shurikennya itu ia buat dari jurus elemen es-nya sendiri dan ukiran di shuriken-nya itu adalah tulisan segel untuk berpindah tempat. Oiya, shuriken ini juga berfungsi untuk mendeteksi chakra atau keberadaan seseorang yang berada dalam radius 1 km dari tempat shuriken itu ditancapkan. Tinggal reader bayangin aja shuriken yang terbuat dari es dan di setiap permukaan shuriken itu ada ukiran tulisan segel itu.

Chapter ini juga udah di edit. Sepertinya sedikit berbeda dari sebelumnya, tapi alurnya tetap sama, kok. Yang dimana Minana dikirim Kemasa lalu berkat bantuan Kurama dkk. Menurut Reader-san, Gimana? Tolong di review atau dikomen ya. Setidaknya dengan me-review, Kuroki bisa tahu kalau fic Kuroki itu dibaca oleh seseorang. Dan Kuroki juga bisa tahu kesalahan atau kekurangan cerita Kuroki. Tidak sulit, kok, untuk mengetik beberapa huruf untuk me-review atau mengomentari. Dan maaf bila ada kata-kata yang salah. Terimakasih sudah membaca fic Kuroki. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Oh iya, apakah reader-san bisa menebak, dimanakah masa lalu yang ditempati Minana sekarang?


Special Thanks for 4869fans-nikazemaru