"Just Try"

SuhoxLay

.

Disclaimer:

character isnt mine, but the storyline is.

Genre: romance, drama

.

Warning:
Typos, boyxboy, garing!

Alurnya kecepetan^^


Asikk! Libur panjang. Siapa sih yang tidak suka libur. Hari ini, Kamis ada tanggal merah. Jumat besok cuti bersama, Sabtu dan Minggu akhir pekan. Lumayan juga untuk menyegarkan kembali pikiran setelah berminggu-minggu mengurusi agenda si Kim Junmyeon itu

Yah, pagi ini -pukul sembilan- Yixing masih berbaring diatas tempat tidurnya dibawah selimut tebal miliknya. Tenang, dia sudah bangun dan mandi, kok. Sekarang dia sedang memainkan telepon genggamnya. Dia sedang chatting dengan teman-temannya.

Jangan kalian pikir orang sesibuk Yixing tidak punya teman, ya. Dari zaman sd dulu, Yixing mempunyai banyak teman dekat dan beberapa diantaranya sangat dekat hingga saat ini. Baekhyun, contohnya.

Tadinya sih, Yixing mau mengajak Baekhyun jalan-jalan, kemana kek. Tapi dia baru ingat, pasti Baekhyun sudah dibooking oleh si tiang listrik Chanyeol itu. Secara, tiga bulan lagi menikah sudah dapat menjadi alasan Chanyeol untuk membawa Baekhyun kemanapun dia pergi.

"Duh.. Kok laper ya." Ya iyalah sayangku.

Bahkan dari semalam kau masih sibuk menggerutu tentang masalah atasanmu itu. Walau beberapa hari ini mereka sudah memulai beberapa kegiatan, sepertinya Mr. Kim Junior itu masih menjalaninya dengan setengah hati. Well, setidaknya tidak secuek seperti hari pertama waktu itu.

"Males masak, ah. Beli diluar aja deh, sekali-kali. Lagian di kulkas cuma tinggal telur doang, ya kali hampir tiap pagi makan telur terus. Bisa-bisa bisulan."

"Duh, apa sekalian belanja aja ya,"

"Eh tapi...blablablabla"

Ketahuan deh, salah satu kebiasaan cantik milik Yixing, yaitu suka berbicara sendiri. Sekali-kali mah nggak kenapa, lah ini tiap detik ada aja kata-kata keluar dari bibir kissable miliknya.

Setelah dia pikir talk more do less itu gak guna, akhirnya Yixing beranjak dari tempat tidur, untuk bersiap. Karena dia lebih suka masakan rumahan, akhirnya dia memutuskan untuk hanya pergi ke supermarket terdekat, yang memang tempat yang cocok untuk membeli barang kebutuhannya selama beberapa hari ke depan.


Jleb(?)

Baru saja Yixing selesai memasukkan kaki mungilnya ke sepatu, terdengar suara ketukan pintu yang terdengar frustasi. Yah, maksudnya ketukannya cepat, keras, dan bertenaga gitu deh. Sesekali terdengar suara lelaki mengucapkan kata "Permisi.. Bisa minta tolong.. Ada orang kecelakaan." Yixing yang lemot mah cuma bisa matung di balik pintu.

1 detik..

10 detik..

30 detik...

Tak!

"Ya Ampun, ada yang kecelakaan!" Tuh, penyakit Yixing ketahuan lagi, deh. Telmi. Alias telat-mikir. Buru-buru dibuka pintu rumahnya itu. Terlihat sepasang lelaki asing dengan wajah cemas memandangnya.

Oh! Satu lagi, seorang lelaki yang pelipisnya berlumuran darah dan kakinya yang terlihat sangat lemah, sampai-sampai tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Tubuh lelaki tersebut ditopang oleh sepasang orang yang tidak dikenal tadi. Lelaki yang wajahnya sangat familiar bagi Yixing.

Laki-laki itu.

Atasannya.

Kim Junmyeon.

Yixing lagi-lagi hanya bisa mematung hingga salah seorang dari dua lelaki tersebut membuyarkan lamunannya. "Permisi, kami berdua tidak sengaja melihat kecelakan di depan rumah anda. Lelaki ini tertabrak oleh sebuah motor. Bisakah kami membawanya masuk?" tanyanya dengan wajah yang masih shock.

"Oh! Ya, tentu. Ya Tuhan kenapa dia bisa begini. Silahkan masuk!" Yixing agak panik sebenarnya, lalu mempersilahkan mereka masuk dan meminta Junmyeon dibaringkan di sofa miliknya.

"Terima kasih banyak." ucap lelaki yang satunya itu lagi.

"Tidak masalah, dia adalah atasan di tempatku bekerja. Aku akan menelpon tim medis."

Baru Yixing akan mengambil telepon genggam dengan tangannya yang masih gemetar, sebuah suara menahannya untuk berbuat demikian.

"Jangan. Tolong jangan hubungi" ucap lelaki yang kurang berdaya itu.

"Bicara apa kau? Lihat kondisimu sekarang." Yixing pun hanya dapat terkejut mendengarnya. Yang benar saja, dalam kondisi seperti saat ini, bisa-bisanya lelaki itu masih bersikap keras kepala.

"Kumohon, aku tak apa, Zhang. Aku tidak suka rumah sakit."

"Ya Tuhan... Coba jangan keras kepala, dong. Kau bisa tambah parah nantinya."

"Serius, ini cuma luka kecil. Anak-anak saja masih bisa menahannya."

"Tidak! Kau tetap harus dibawa ke rumah sakit. Kalau tidak lukamu bertambah parah." ucapnya final. Tidak bisa diganggu gugat. Titik. Dan kali ini Junmyeon harus mengalah.

Sepasang lelaki dan perempuan tadi hanya bisa terdiam menatap dua orang yang sempat-sempatnya berdebat disaat seperti ini.

Yixing mengajak dua orang itu duduk di sofa yang lain sementara Junmyeon masih berbaring diatas sofa.

"Sebenarnya, apa yang terjadi? Bisakah kalian berdua menceritakan kejadiannya?" Yixing angkat bicara.

"Haah.. Baiklah.. Aku Jongdae dan ini pacarku, Minseok. Jadi begini, tadi kami kebetulan sedang melewati jalan ini, lalu kami melihat lelaki itu,-"

"Junmyeon."

Hah?

"Ya. Nama 'lelaki itu' Kim Junmyeon" Oh, Yixing memotong ternyata.

"Oh.. Ok lanjut, lalu kami melihat si Junmyeon itu tertabrak sebuah motor jadi dia terjatuh. Dan kami segera mendatanginya, yang saat itu sudah meringis. Gitu." lanjutnya.

"Dan motornya lumayan sih, agak rusak sedikit." tambah lelaki yang satunya.

"Dari cerita kalian, sepertinya tidak terlalu parah, ya. Tapi kok dia selemah itu" Penasaran, ya, Xing. "Apa dia sebelumnya memang sedang sakit ?"

"Tidak tahu.."


Tidak sampai 15 menit, tim medis datang bersama dokter yang siap memeriksa kondisi Junmyeon. Jongdae dan Minseok sudah pamit tadi saat mereka baru ingat ada keperluan yang harus mereka penuhi. Yixing mempersilahkan mereka masuk.

"Selamat siang, dok. Saya Yixing"

"Siang, Yixing-ssi. Bisa langsung saja, kah?"

"Oh, tentu. Mari saya antar, dok"

Dokter mulai memeriksa keadaan Junmyeon dan tidak sampai 5 menit dokter sudah selesai memeriksa dan mengobati Junmyeon.

"Loh, dok. Cepat sekali?" tanya Yixing penuh keheranan.

"Oh, iya, Yixing-ssi. Dia-Junmyeon- hanya mendapat luka kecil di pelipisnya, dan itu sangat tidak parah, alias hanya luka ringan saja. Lalu, saya tadi mengecek apakah ada tanda-tanda trauma, ternyata tidak ada." jelasnya.

"Oh, begitu... Lalu kenapa dia terlihat lemas sekali, dok?"

"Suhu tubuhnya tinggi, sepertinya dia sedang demam. Mungkin itu salah satu penyebab dia kecelakaan."

"Demam?"

"Ya, tenang saja. Saya sudah meletakkan obatnya di meja, jadi setelah ini dia bisa langsung makan dan meminum obatnya."

"Ok baiklah dok. Terima kasih banyak, maaf sudah merepotnya, hehehe" ucapnya sambil mengantar dokter ke teras rumah.

"Tidak apa, memang tugas saya. Anda jangan cemas lagi, ya. Pacar anda sebentar lagi pasti sehat kembali. Saya pamit, permisi."

Bersamaan dengan melesatnya mobil ambulan itu, Yixing masih mematung mendengar ucapan dokter tadi.

P-Pacar?!

Memikirkannya saja sudah mual.

Ah, masa sih?


Halo guys!

Gue balik lagi bawa chap-2 yang hina ini

dan ini bener-bener pendek, maaf banget ya

*tenonetnonet*

Junmyeon belom banyak ngomong ya hihihi.. Serius deh gue bingung kemana arah nih cerita

mohon bantuannya guys hikseuu

Kemaren liat review nya hahah maaf ya itu ada typo dari yang harusnya 'gue' jadi 'aku'

Disini gue bingung deh, misalnya si Yixing pake kata 'gue', sifatnya Yixing tuh lebih real,

tapi 'sweet'nya bakal kurang kalo ((nanti)) dianya lagi ngomomng sama Junmyeon.

Sebaliknya, kalo pake 'aku', sifatnya Yixing kurang petjahh gitu deh,

tapi emang bakal cocok di ((adegan romantisnya)) gitchuu..

Ngerti kan maksutnya? (Nggak!-_-)

mohon saranya dong guiss

Eh, btw, gue udah mulai ngejalanin TO pola UN dan SBMPTM nih,

so kayaknya bakal lama ngupdate, ini ada di sempet2in hihi

At last,

review juseyyooo^^,