Operation : Fumizkuki Academy (Hieeee?)
Chapter 2 : Crazy Enterance Test!
Me : Saia kembali dengan piku dan nama baru~! Nggak sia-sia ngabisin 3 jam mata pelajaran cuman buat gambar... Padahal cuman karena males ngerangkum *ngelap keringat*. Gile lu ndro, 2 bab sekaligus! Pak Selamat-Sentosa-Di-Jalanan (sensor, sensor) kejam... QAQ BTWBTWBTW, hari ini saia libur~! X33333
Kiri (OC) : *glare* dan kenapa gue harus jadi narrator di cerita lo, BakaAuthor!
Me : Um... Karena kau adalah OCku? :3
Kiri : ...Gue nyesel harus punya pencipta geblek kayak elo... Kami-sama, kenapa lo menjadikan dia menjadi master gue!? WHY!?
Me : Ohoho~ Sudahlah, terima saja takdirmu nak. Nah, Kiri-chan, gue pergi dulu ya~ Silahkan jadi narrator selama gue gak ada~! *menghilang* *ngejatohin sebuah kertas*
Kiri : O-oi! Lo ngejatuhin sesuatu! Hh... *mungut kertasnya, baca* ...Dafuq... MI, KENAPA GAK BILANG-BILANG KALO LO ITU LIBUR 10 HARI !?
Σ(=A=")
Balas, balas, balas review~! *pake nada djarum 76*
Tanaka Aira : Tenang, perjalanan masih paaannjaaaaannnnng! Kalo soal nilai... ane rasa Gokudera deh. Duh, ntu bocah bisa ngejawab soal yang panjangnya ngabisin satu papan tulis penuh! Bener pulak! Gile... Ngomongin soal nilai, sebenarnya ane belum mikirin nilainya para guardians mengingat fanfic ini lebih mengarah ke Tsuna. Tapi makasih sudah ngingetin. (^w^) Arigatou for the review! *bow*
Hontouni arigatou untuk Kuroshi Chali yang sudah favorite, Zhafirah yang sudah follow, Tanaka Aira yang sudah review + favorite + follow (wow, 1 paket! ^w^), dan Blukang Blarak yang sudah favorite dan follow!
Dan kalian, para silent readers, terimakasih sudah mau membaca ini~!
Disclaimer(s) : Katekyoushi Hitman reborn punya Amano Akira-sensei, Baka to Test punya Inoue Kenji-sensei. Ane cuman minjem charanya. Dan soal-soalnya juga bukan ane yang buat. Ane habis berselancar di pantai gugel~
Warning(s) : OOC, OOT, plot bunnies, Typo(s), Slight BadassAndOOC!Tuna-fish, DLL. Ingat, authornya masih pure newbie. NO FLAME!
Don't like? Don't read!
Narrator POV (*njing lu Mi!)
"Sial."
Untuk kesekian kalinya, Tsuna bersumpah-serapah dalam perjalanan ke Vongola Dorm III. Berkat ulah Rebron, dia harus memulai sekolah barunya, sendiri.
Sendiri? Ya sendiri. Tidak bersama guardians.
Mari kita flashback sebentar.
( QAQ)
Flasback
"Re-Reborn-san, apakah kita juga ikut sekolah disana?" Tanya Gokudera.
"Tidak. Hanya Dame-Tsuna yang akan sekolah disana."
"Eeeeeeeeeeeehhhhh!? Kenapaaaaaaaaaaa!?" Teriak Tsuna.
Duaakkk! "Diam, Dame-Tsuna. Apabila seluruh guardiansmu ikut, itu akan menarik perhatian Forissmo Familiga. Kau mau tahu apa yang akan terjadi?"
Tsuna menggeleng kencang "Untuk guardians, aku sudah memiliki sebuah rencana. Sekarang, Dame-Tsuna, siapkan bajumu. Selama kau bersekolah di Fumizuki Gakuen, kau akan tinggal di Vongola Dorm III." Titah Reborn.
"Hieeeeeeeeeee! Kenapa mendadak sekaliiii!? Jangan bilang kau sudah merencanakannya sejak lama!"
Jangan pernah lupakan smirk permanentnya Reborn. Dan oh, sarkastik. "Mungkin? Entahlah~"
End of Flashback
(T.T )
"Apa yang akan kau rencanakan, Reborn..."
"Decimo-sama, kita sudah sampai."
Apakah tadi saya sudah bilang kalau Tsuna ke Vongola Dorm III menggunakan limo? Dan supir khusus, tentunya.
Tsuna menoleh ke jendela. Ah, benar. "Te-terima kasih Jiku-san. Dan tolong panggil aku Tsuna. 'Decimo' terlalu formal."
Supir yang dipanggil 'Jiku' tersenyum hangat. Seperti rumor yang beredar, sang kandidat kesepuluh tidak menyukai dirinya di tinggi-tinggikan. "Baiklah, kalau begitu, Tsuna-sama."
"Ano..bisakah tanpa 'sama'? Jiku-san lebih tua dibandingkan aku..."
"Maaf, Tsuna-sama, tapi saya tidak bisa memenuhi keinginan anda yang ini."
"Ba-baiklah kalau begitu... A-arigatou, Jiku-san!"
Jiku membukakan pintu untuk Tsuna dan membungkuk. "Rasa terimakasihmu merupakan kehormatan untukku."
Tsuna tersenyum kecil. Dia kembali berterimakasih saat barang-barangnya dibawakan oleh Jiku. Tapi, kejutan lebih besar menunggunya dibalik pintu asrama itu.
Saat Tsuna membuka pintu, dia langsung disuguhi pemandangan para butler dan maid yang sudah berjajar rapi sambil mengatakan, "Selamat datang di Vongola Dorm III, Decimo-sama!"
Ini membuatnya sedikit kaget dan gugup, apalagi saat mereka membungkukkan badannya didepan Tsuna. "A-a-ano... Minna-san, kalian tidak perlu seformal ini... Da-dan, tolong panggil aku Tsuna saja, 'Decimo-sama' terlalu formal."
Terdengar pekikan kaget dari beberapa tempat. "De-de-de-demo, ka-ka-kami hanyalah se-se-seorang maid a-a-atau butler, ti-ti-ti-tidak pa-pa-pantas untuk me-me-memanggil Decimo-sama de-dengan na-namanya! Da-da-dan itu na-na-na-nama kecil Decimo-sama, bukan?" Ucap seorang maid sedikit terbata-bata. Matanya terbelalak sedikit tidak percaya.
"Me-me-memang sih, tapi... ku-kurasa kita tidak ada bedanya 'kan? Aku manusia, dan kalian pun manusia. Dan kau lebih tua dibandingkan aku, jadi ti-ti-tidak apa-apa. Lagipula, aku be-be-belum sepenuhnya menjadi Decimo, hanya kandidat..."
Tsuna menunduk malu dengan semburat merah dipipi–menambah keimutannya. Semua yang berada di ruangan itu langsung blushing berat. 1-2 orang langsung berlari ke kamar mandi untuk mengelap hidungnya–nosebleed.
Tidak sedikit maid atau butler yang masih terbilang baru disitu, dan mereka langsung bersumpah untuk selamanya loyal kepada sang Decimo mereka itu.
"Ngomong-ngomong...," Tsuna celingak-celinguk mengidentifikasi tempat itu. "Sebenarnya, Vongola Dorm itu untuk apa ya? Padahal namanya 'dorm', tapi aku sama sekali tidak melihat anak seumuranku..."
Seorang butler yang terlihat sudah sangat berpengalaman melangkah maju. "Akan saya jelaskan, D– Tsuna-sama. Vongola Dorm merupakan tempat untuk para maid dan butler Vongola tinggal. Nono membuatkannya untuk kita yang sudah hidup sendiri atau tidak punya tempat tinggal. Selain itu, disini juga merupakan tempat tinggal maid dan butler yang masih dalam masa pelatihan."
Bayangan kakeknya terlintas di kepala Tsuna. 'Jadi kakek yang membangunnya... Pantas saja.'
"O-oh... Arigatou, ano..."
"Nama saya Cliff, Tsuna-sama. Saya kepala dom untuk bagian laki-laki."
"Baiklah, Cliff-san. Arigatou."
Seorang maid mengambil barang-barangnya Tsuna. "De– Tsuna-sama, biar saya yang mengantar ke kamar anda. Kami sudah menyiapkan kamar tebaik untuk anda."
"O-ok... Tunggu, 'kamar terbaik'? Seperti apa?"
Sang maid memberikan sebuah foto dengan ekspresi innocent. "Seperti ini."
Mata Tsuna terbelalak kaget. "Hi-hieeeeee! Te-terlalu mewaaah! Bi-bi-bisakah kau be-be-berikan ka-ka-kamar y-yang lebih normal!? Ini terlalu besar!"
"Seperti ini?"
"Hieeee! Sa-sama sajaaa!"
"Atau ini?"
"Te-terlalu besar..."
"Bagaimana kalau yang ini?"
"Tidak..."
"Kalau yang ini?"
"...KENAPA KAMAR DISINI DESAINNYA MEWAH-MEWAH SEMUA!?"
Setelah berdebat panjang, akhirnya Tsuna memilih kamar untuk para pelayan–yang sebenarnya tidak disetujui oleh semuanya. Tapi, sampai sekarang Tsuna nggak habis pikir, ini beneran kamar untuk para pelayan?
Hei, bahkan kamar yang dia tempati jauh lebih berkelas dibandingkan kamar dia sendiri!
Tsuna meringis dalam hati. 'Bahkan kamarku dikalahkan oleh seorang maid atau butler...'
Dan satu lagi yang membuat dia semakin meratapi nasibnya.
Dia ditempati di Dorm untuk maid.
Maid. Sebutan untuk pelayan bergender perempuan. PEREMPUAN.
~(^w^~#)
Flashback
"Tsuna-sama akan tinggal di dorm kita!" Teriak seorang maid bertwin-tail.
"Perempuan bodoh, Tsuna-sama itu laki-laki, sudah seharusnya dia tinggal di dorm kami!" Balas seorang butler berambut hitam messy tidak kalah kerasnya.
"Baka! Kalian mau grepe-grepe dia kan!? Kami, sebagai perempuan, akan menjaga kesucian Tsuna-sama!"
Blush. "Ti-tidak kok! Mana mungkin kita berani melakukan hal rendah seperti itu!"
"Ha! Ketahuan!"
"Sudah, kalian berdua. Bagaimana kalau Rossia-san dan Cliff-san yang menentukan? Secara mereka berdua ketua dorm." Lerai seorang maid berkacamata bijak.
Dua orang yang sedari tadi bertengkar terdiam, lalu mendatangi kepala dorm mereka yang sedang... bertengkar juga?
"Tsuna-sama adalah laki-laki, sudah sepantasnya dia menempati dorm para butler."
"Tidak, tidak. Dia tidak pantas tinggal di tempat para lak-laki. Kesuciannya lebih putih dibandingkan perempuan mana pun, karena itu dia harus di dorm para maid."
Maid bertwin-tail itu tertawa mengejek. "Ha! Dengar kalimat Rossia-san! Tsuna-sama itu tidak pantas berada di tempat kalian!"
Butler berambut hitam messy itu menggeram kesal. "Grrr...Kau sama saja mengatakan Tsuna-sama itu perempuan!"
"Aum, aum~! Oalah, ada anjing nyasar~"
"What the–!? Kono yarou...!"
Sepasang twin–butler dan maid, mendatangi maid berkacamata. "Nee nee, mereka berisik sekali. Masih berantem?"
Maid berkacamata menghela napas panjang. "Iya. Kenapa mereka nggak jankenpon saja biar lebih adil?"
Hening.
"IDE BAGUS!"
Maid bertwin-tail dan Rossia menatap tajam kepada butler berambut messy dan Cliff yang tidak kalah tajam tatapannya.
"JAN, KEN, PON! AIKO DESHO! AIKO DESHO! AIKO DESHO! AIKO DESHO!"
End of flashback
(#/TAT)/
Dan inilah nasib Tsuna. Terdampar di dorm bagian perempuan.
'Hiks... Gue kan... Gue kan... GUE KAN LAKI-LAKI TULEEEEEEEEEEEENN!'
Bahkan gendermu diragukan oleh pelayanmu sendiri Tsuna. Salah sendiri punya wajah dan hati seperti perempuan tapi bergender laki-laki.
Tsuna merapikan barang-barangnya kemudian menaruh setumpuk buku di meja. Bukan buku komik atau novel, tapi pelajaran.
"Gara-gara kau, Reborn... Gue harus belajar pelajaran SMA dan kuliahan..." Gumam Tsuna sembari memakai kacamatanya. (A/N : KYAAAAAAAAA!)
Berkat 'spartan tor–tutored from hell' ala Reborn, dalam beberapa bulan Tsuna sudah bisa menguasai pelajaran hingga level Tokyo University. Tidak hanya itu, dia sudah menguasai 6 macam bahasa. Tapi kenapa dia masih terlihat Dame?
Seperti biasa, Tsuna tidak menyukai dirinya menjadi pusat perhatian.
Dan hei, kenapa dia malah belajar sampai level kuliah?
Well, siapa tahu tesnya di mutilasi oleh Reborn, who knows?
Tsuna merapikan dasinya saat berjalan kaki ke sekolah barunya, Fumizuki Gakuen. Karena dekat, Tsuna lebih memilih berjalan kaki.
Itu pun baru diperbolehkan setelah memohon sembah sujud. Mana makan waktu 1 jam pula.
Karena terlalu sibuk dengan pikirannya, Tsuna tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang. Dia mendengar suara jatuh dangan ringisan.
"Go-gomenasai!" Tsuna mengulurkan tangannya kepada seorang laki-laki berambut light brown dan memiliki mata berwarna honey brown.
"Ah... tidak apa-apa." Dia berdiri didepan Tsuna. Kini terlihat perbedaan tinggi dirinya dengan Tsuna.
'Hieee... Tinggi sekali...' (A/N : Miyucchi : Yaiyalah, Tuna-fish. Lo sama ntu bocah beda 20 cm. Mana lo masih SMP pulak... Kiri : Bukannya Miyu sendiri suka disangka udah SMA karena tinggi? Padahal sendirinya masih kelas 1 SMP -_-)
"Wah, kau kecil sekali. Ngomong-ngomong, kau kelas satu ya? Atau kelas 2?" Tanyanya.
"Tidak, aku baru pindah kesini. Baru saja mau ikut test. Dan ya, aku kelas 2." Untuk kalimat terakhir Tsuna terpaksa berbohong. Dia tidak diperbolehkan sama Reborn untuk membeberkan statusnya sebagai anak SMP.
Cowok itu sedikit kaget, namu kemudian tersenyum. "Eh? Hontou? Kalau begitu, selamat datang di Fumizuki Gakuen! Kenalkan, namaku Yoshii Akihisa. Aku–ah, sudah jam segini! Jaa nee!"
Laki-laki yang bernama Akihisa itu langsung berlali meninggalkan Tsuna yang mengerutkan dahinya.
"Aneh... Kenapa Hyper Intuitionku mengatakan dirinya sama seperti Yamamoto yang dulu? Ah, sudahlah..."
"Kau yang bernama Sawada Tsunayoshi, benar?"
Tsuna mengangguk. Guru yang menjadi penjaga test menyodorkan sebuah soal. "Ini test masuk mu. Ada pesan, khusus untukmu, kau harus mengerjakan ini."
'Pasti Reborn. Nggak salah lagi.' Umpat Tsuna.
Di ruangan itu ada dua anak lain selain Tsuna. Katanya, yang satu itu kelas 1, dan satunya lagi kelas 3.
"Baik, anak-anak, kalian mengerjakannya dari... sekarang."
Tsuna melihat soal-soal yang ada di kertas itu. Tak lama kemudian, rahangnya jatuh dan matanya terbelalak.
'DAFUQ!?"
1. Pada suatu hari berlabuhlah kapal besar di dermaga pelabuhan. Tinggi kapal itu 20 meter. Hari itu turun hujan lebat. Ternyata air setiap 1 jam naik 0,5 meter. Berapa jamkah kapal itu akan tenggelam?
A. 60 menit
B. 100 jam
C. 40 jam
D. Menurutmu?
'WTH!? Kapal kan kagak tenggelam segimana pun tinggi airnya! Dan apa maksud dari jawaban keempat!?'
6. 10 orang guru akan ditugaskan mengajar di 3 sekolah, yakni sekolah A, B, dan C, berturut-turut sebanyak 2, 3, dan 5 orang. Banyak cara yang mungkin untuk menugaskan kesepuluh guru tersebut adalah...
A. 2520
B. 5040
C. 7250
D. 10025
'Wut!? Emang perlu diitung caranya!? Gila banyak banget!'
25. Aku beli kapal, tapi aku belum punya duit :
Aku hutang ke A = 50 juta dan B = 50 juta
jadi total 100 juta.
Aku beli kapal seharga 97 juta, jadi sisa 3 juta.
Untuk mengurangi hutangku, aku balikin 1juta ke A, 1juta ke B dan 1juta aku kantongin.
Jadi hutangku dengan si A = 49 juta dan si B = 49juta.
Tetapi bila dijumlah 49 juta + 49 juta= 98 juta + 1 juta dikantongku = total 99 juta.
Kemana 1 jutanya lagi?
A. Kepo~
B. Kantongmu
C. Jatuh?
D. Logika sudah dipermainkan
'HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH!?'
Dan... puluhan soal gak jelas lainnya. Tsuna mati-matian ngerjain ntu soal, bahkan harus mengubek-ubek otaknya untuk mencari tahu.
2 jam kemudian (lalalalala)
Saat Tsuna sudah bersusah payah mengerjakan setengahnya, sang pengawas berkata,
"Waktunya habis. Selesai tidak selesai, kumpulkan."
'Oh. Great.'
"Sawada Tsunayoshi, ini hasil pengumuman tesnya."
Tsuna menerima amplop itu dengan gondok. 'Kayaknya gak bakal masuk deh ke kelas C atau nggak D...' Pikirnya galau.
Dengan perlahan, dia merobek amplop itu. Didalamnya ada secarik kertas. Tsuna langsung membacanya.
Di kertas itu, ada sebuah abjad yang bertuliskan besar-besar,
'F'
Hening. Cue poker face.
'Fuck.'
'My.'
'Life.'
Ohohoho~
Sepertinya Tsuna ikut-ikutan gue deh ._. Ato gue malah menyalurkan bagian diri gue ke Tsuna? :DD
Jadi keinget waktu pas lagi pramuka... Disuruh bersihin sekolah, dan waktu di bagian kolam ikan anak cewek udah pada pulang, alhasil cuman gue, beberapa cowok dari kelas gue, dan anak cowok dari kelas lain yang ngubek-ngubek kubangan.
Waktu ane lagi berusaha nangkep ikan mujaer(atau cupang? #ButaJenisIkan) kecil, saking stressnya gak dapet-dapet ane teriak, "FAK! MANA SIH IKANNYA!?"
Yang ane baru sadar, didepan ane 'kan ada guru Agama (T.T ) ( T.T) Ampun pak, jangan kurangin nilai sikap ane! D':
...Kayaknya ntu ikan dah mati deh sekarang... Ane nangkepnya pake cara genggem ekornya, lalu dikepal pake 1 tangan, baru masukin ember... :'3
LOL, stop curcolnya.
Tsuna masuk kelas F berkat soal-soal ajaib dan jawaban absurd buatan Reborn~! XD Untuk soal yang keenam, itu soal pertama dari OSN 2014. Temen ane ikutan, dan dia berkali-kali pake cara 'lempar pensil bertuliskan A, B, C, D' XD
Ada yang tahu jawaban no. 6? Saya sendiri mabok untuk soal itu...
Yang 2 soal lainnya ane nemu di internet :3 Nomor 1 Tsuna udah bilang jawabannya, tapi yang nomor 25... ada yang bisa? Ingat, logika~
Saya kembali ingatkan, NO FLAME! ITU BERBAHAYA! Ingat, kecil sebagai teman, besar sebagai lawan! #Plak
Saa, readers-tachi..
REVIEW, ONEGAI?
