Silent Love ( Sequel )

Pair : Haehyuk ( Lee Donghae x Lee Hyukjae )

Disclimer : Sebenernya author pengen si Monyet jadi punya author, tapi berhubung author udah punya Yesung Oppa jadi author ngalah buat si Ikan #ditabok haewook+readers #kabor

GJ Mode : On Maksimal

Mereka milik Tuhan YME, Orang tua mereka, Super Junior, ELF, dan S (o) M (plak) Entertainment. Sekian

Genre : Romance, Friendship

Rate : Maunya apa? T apa M? T aja deh, author masih polos.

Author's Note : Annyeong, mian kalo ada typo (s). Author masih baru. Ditambah lagi author itu manusia dan manusia itu tidak sempurna jadi wajar kalo punya salah, bla... bla...

Readers : NGGA USAH CERAMAH, WOOII! CEPET MULAI CERITANYA.! #disumpel kaos kaki eunhyuk

Author : #pundung

Sekian dari author gamsahamnida #bow360 o

Start Story

Lee Hyukjae PoV

Aku memandang datar pemandangan yang ada di depan rumahku. Pemandangan dimana seorang Ketua Kedisiplinan Lee Donghae yang menyebalkan berdiri dengan posisi –sok- keren sambil bersandar di depan motor sportnya. Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian aku yang dihukum olehnya. Dan semenjak itu Donghae pabbo jadi rajin menjemputku dengan alasan agar aku tidak terlambat lagi. Tidak buruk memang karena aku bisa bersamanya lebih lama tetapi tetap saja itu akan mengurangi jam tidurku. Donghae bahkan sudah stand by di depan rumahku jam 06.30 padahal biasanya pada jam sepagi itu aku masih bermanja ria dengan gulingku sedangkan sekolahku masuk pada jam 07.30. Bisa kalian bayangkan apa yang harus kulakukan di sekolah sepagi itu? Ketua Kedisiplinan Lee Donghae pabbo itu mungkin memang memiliki tugas yang bisa dia lakukan di pagi hari yaitu mencari kesalahan siswa lain, sedangkan aku? Yang kulakukan hanya melihatnya sedang membacakan peraturan sekolah pada siswa yang melakukan pelanggaran seperti mengecat rambut dan lain-lain dan berlanjut dengan pemberian hukuman.

Aku menguap lebar yang menandakan rasa bosan mulai menjalar ke pikiranku. Aku melihat sekeliling yang mulai ramai dengan siswa. Kalian bertanya kenapa aku tidak pergi ke kelas dan malah menunggu Lee Donghae bodoh itu disini? Jawabannya adalah karena dia memintaku untuk menunggunya disini. Kalian bertanya lagi kenapa aku tidak menolak? Jawabannya adalah karena aku tidak bisa menolak permintaannya. Bagaimana bisa aku menolak permintaan yang diajukannya dengan menggunakan puppy eyes –gagal- nya itu?

Aku kembali melihat ke arah Donghae yang masih betah dengan kegiatannya. Kesal, akhirnya aku menghampirinya dengan kaki dihentak-hentakkan dan bibir terpout sebal. Aku menarik-narik lengan bajunya seperti anak kecil yang meminta permen kepada orang tuanya. Donghae melihat kearahku hanya sekilas karena setelah itu dia kembali pada kegiatannya. Aku menggerutu karena dia mengabaikanku.

"Aish, Ya! Lee Donghae! Kapan kau selesai dengan kegiatan menyebalkanmu itu? Kau tidak tahu aku bosan menunggumu disana, eoh?" teriakku sebal kearahnya.

Lee Hyukjae PoV End

Author PoV

"Aish, Ya! Lee Donghae! Kapan kau selesai dengan kegiatan menyebalkanmu itu? Kau tidak tahu aku bosan menunggumu disana, eoh?" aku menoleh kebelakang dan dark chocolate-ku (emang matanya Haeppa warna apa ya?#innocent) menemukan pemandangan yang membuatku sport jantung. Lee Hyukjae sahabatku yang memasang tampang menggemaskan layaknya anak anjing yang minta dipungut. Aku merasa wajahku mulai memanas. Aku kembali menghadapkan wajahku ke depan tapi mataku malah bertemu pandang dengan mata seorang yeoja yang selalu mengejarku semenjak kelas satu tanpa rasa bosan. Jessica Jung.

'Aigoo, kenapa harus ada wanita itu.' Batinku. Tanpa pikir panjang aku langsung menarik tangan Eunhyuk yang langsung terlonjak gembira. Dia berjalan sambil menandak-nandak (readers ngerti, kan? Ngerti ngga ngerti pokoknya harus ngerti!#plak!) seperti bocah kecil.

Mengingat sesuatu, aku berhenti melangkah lalu menoleh kebelakang tanpa menghiraukan pandangan bingung dari pemilik tangan hangat #ciieeee- yang sekarang ku genggam.

"Kau yang disana, jangan terlalu senang karena urusanmu denganku belum selesai. Nanti saat jam istirahat temui aku di Sekretariat Kedisiplinan!" kataku yang langsung menghilangkan wajah sumbringah dari wajah namja yang tidak jadi –tertunda- aku hukum tadi.

"Oppa.. Gidarisseoyo!" teriak seorang yeoja yang sudah kutahu siapa itu dari belakangku. Aku semakin mempercepat langkahku sampai membuat Eunhyuk kewalahan mengikutiku.

"Aish, Donghae-ya! Pelan-pelan, Pabbo. Kau membuat tanganku sakit! Ada apa denganmu? Apa otak ikanmu sedang mengambil alih tubuhmu sekarang? Sampai tingkahmu yang aneh itu menjadi semakin aneh!" bentak namja cerewet dibelakangku yang sontak membuat langkahku terhenti.

"Apa yang kau maksud dengan otak ikan, monyet kecil?" tanyaku dengan diiringi deathglare tampan milikku #HaeppaGR yang dibalas deathglare miliknya yang lebih mengarah kepada cuteglare.

"Oppa! Kenapa oppa menghindar dariku?" aku menoleh kesamping dimana seorang yeoja bergelayut manja dilenganku layaknya ikan lamprey yang menempel pada ikan #hah?!

'Aish, kenapa wanita ini masih tetap mengejarku? Ini semua gara-gara monyet kecil nan berisik yang entah kenapa bis jadi shabatku ini.' Aku mengirimkan deathglare terbaikku pada Eunhyuk yang dibalas dengan cute-deathglare miliknya.

"Oppa~" panggil gadis itu dengan bibir dipoutkan yang terlihat tidak imut sama sekali. Bahkan pouting lips gadis ini tidak ada setengahnya dari pouting lips milik Eunhyuk. Aku ingin meninggalkannya tapi berhubung aku laki-laki gentle yang pantang menyakiti perasaan wanita, kinginan itu hanya aku pendam dalam hati.

"Ne, Jess. Mian, tadi aku tidak melihatmu. Ditambah lagi aku harus mengantarkan monyet kecil yang tersesat ini ke kelasnya." Jawabku sambil melirik Eunhyuk yang balas melirikku sinis.

Lee DongHae PoV End

Lee HyukJae PoV

Aku menatap iritasi kearah yeoja yang dengan seenaknya bergelayut manja di lengan kokoh Donghae. Hal yang tidak bisa kulakukan sejak dulu. Ingin rasanya aku menenggelamkan yeoja ini ke Sungai Ciliwung yang penuh limbah di Indonesia. Mataku makin melotot mendengar suara gadis itu saat memanggil Donghae. Suaranya dibuat imut padahal aku hampir muntah mendengarnya.

"Ne, Jess. Mian, tadi aku tidak melihatmu. Ditambah lagi aku harus mengantarkan monyet kecil yang tersesat ini ke kelasnya." Aku melirik sinis kearah Donghae mendengar jawaban seenaknnya yang keluar dari bibirnya.

"Baiklah, mungkin ini saatnya monyet kecil pergi ke kelas tanpa di antar oleh Ikan Buntal." Jawabku tak kalah sarkastis.

"Baiklah, silahkan pergi, monyet jelek!" bukan Donghae yang berbicara melainkan si gadis gatal minta di garuk, Jessica Jung. Aku menatap tajam kearahnya. Dan lagi apa maksudnya memanggilku monyet? Sekedar pemberitahuan yang boleh memanggilku monyet hanyalah teman-teman dekatku dan orang yang ehemkusukaiehem #read:Donghae

Eunhyuk memutar bola matanya jengah, " Aku pasti akan pergi tanpa kau suruh jika Donghae mu ini melepaskan tanganku, Wanita Bedak Tebal!" sentak Eunhyuk.

"Ya! Apa maksudmu, eoh! Oppa lepaskan tangannya! Biarkan pengganggu itu pergi!" perintah Jessica seenaknya.

Donghae menghela bafas mendengar pertengkaran tidak penting dari dua manusia disampingnya itu. Jengah dengan keadaan ini, Donghae kembali berjalan sambil tetap menggandeng Eunhyuk.

"Oppa! Kenapa opa pergi dengannya?" teriak Jessica sebal. Semakin sebal saat Eunhyuk memeletkan lidah kearahnya.
"Karena aku tidak mungkin dan tidak mau berpisah dengan monyet kecilku." Jawab Donghae tanpa menoleh. Dia tidak tahu bahwa perkataannya membawa dampak yang besar bagi seseorang.

'Benarkah itu, Hae? Benarkah kau tidak mau berpisah denganku? Apa itu artinya kau juga menyukaiku?"