.

" Kita berangkat ! " ucap Lizzie , lalu membuka pintu rumah . Ciel sudah siap dengan 2 koper ditangannya . Tentu saja miliknya dan Lizzie . Sementara Alois membawa kopernya dengan koper Paula . Tas yang isinya makanan itu dipegang Paula . Lizzie membawa tas kecil berisi bahan makanan.

" Ng ? Ini apa , Ciel ? " tanya Alois melihat tas hitam yang terlihat mencurigakan . Ciel melihat Alois ingin membuka tas itu , tapi dia segera menarik tangan Alois .

" Jangan dibuka ! Itu barangku ! " Ciel menarik tangan Alois dengan cepat . Hampir saja terbuka . Alois menatap Ciel .

" Barangmu ? Setahuku barangmu ada di koper deh " Alois segera masuk ke mobil , sementara Ciel termenung sebentar , lalu dia segera menutup pintu bagasi mobilnya . Lizzie , Alois dan Paula sudah berada di mobil . Ciel segera masuk ke mobilnya dan duduk di kursi sopir .

" Berangkat ! " Lizzie mengangkat tangan kanannya , tanda dia sangat bersemangat . Ciel segera men-starter mobilnya dan mereka pun segera melesat ke London International Airport .

30 menit kemudian ...

" Kita sampai~ " Lizzie menepuk-nepuk tangannya . Ciel menatap Lizzie yang penuh rasa gembira .

" Kita ke Road C ya " ucap Ciel , lalu membelokkan mobilnya ke kanan karena rambu bertulisan Road C ada di kanan jalan . Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang . 6 menit kemudian , mereka sampai di parkiran Road C Terminal .

" Sampai juga " Ciel menghembuskan nafas sambil melepaskan sabuk pengaman yang melingkari tubuhnya . Lalu dia dan Alois segera keluar dari mobil dan mengambil koper , termasuk barang mencurigakan yang dibawa Ciel ( Ciel juga yang mengambilnya dari bagasi ) . Lizzie dan Paula juga keluar dari mobil , namun mereka hanya mengambil tas makanan yang mereka bawa masing-masing tadi . Setelah menutup pintu bagasi dan mengunci mobil , dia dan rombongannya segera masuk ke ruang tunggu Road C Terminal . Ciel pergi untuk membeli minuman dan camilan kecil untuk teman-temannya selagi menunggu untuk check – in . Lizzie dan Paula pergi ke toilet wanita yang berada tak jauh dari ruang tunggu . Sementara Alois yang tidak melakukan apa – apa menjaga koper mereka . 2 menit dia menunggu teman-temannya datang . Karena merasa bosan , dia akhirnya penasaran apa isi tas hitam yang di periksa Ciel . Namun lagi-lagi , usahanya itu gagal karena Ciel terlanjur menghentikannya .

" Kau mau apa dengan tasku ? " tanya Ciel dari belakang . Alois terkejut , dan akhirnya dia tidak jadi membuka isi tas itu .

" Isi tasmu itu apa sih ? " tanya Alois penasaran . Ciel menaikkan alisnya .

" Rahasia " Ciel mengambil tasnya itu , lalu meletakannya di sampingnya . Alois menggembungkan pipinya .

" Hm! " ucapnya menggerutu . Ciel hanya tertawa kecil , setelah itu , Paula dan Lizzie pun kembali ke tempat mereka .

" Ada apa ? " tanya Paula . Lizzie duduk di samping Ciel .

" Gak ada kok " jawab Alois sambil memberikan tanda ' tidak ' dengan menggerakkan tangannya ke kanan-kiri . Paula yang tidak tahu apa –apa pun hanya diam dan dia duduk di samping Alois .

" Masih 2 jam lagi , habis itu check- in . Habis itu nunggu lagi. Kita mau ngapain nih ? " tanya Lizzie . Ciel menatapnya . Sementara Paula dan Alois melihat smartphone mereka masing-masing .

" Oh iya , liontin sapphire itu .. " ucap Ciel setengah berbisik . Lizzie balik menatapnya .

" Iya sih , kita kan sebenarnya ke sana bukan liburan .. " Lizzie menatap ke atas dengan telunjuk di bawah bibirnya .

" Kita pasti temukan . Habis , meskipun orang- orang tahu tentang hal itu , mereka terlalu takut untuk pergi ke sana " ucap Ciel membalas ucapan Lizzie .

" Iya . Dan kebetulan juga , kita berempat kan , dulu pas SMP , membuat Klub Misteri di sekolah . Hahaha " Lizzie mengingat masa lalunya ketika dia bersama Ciel , Alois dan Paula membuat klub misteri , dan juga mengingat ketika saat-saat mereka berempat berhasil memecahkan berbagai misteri di sekolah .Ciel tersenyum .

" Iya " ucap Ciel sambil menggenggam tangan kecil Lizzie . Lizzie sedikit blushing .

.

Check-in , ruang tunggu Road C Terminal

" Cepat ! " Ciel menggandeng tangan kanan Lizzie yang memegang tas makanan dan koper kecilnya dengan tangan kirinya , dan menarik koper miliknya serta tas mencurigakan miliknya dengan tangan kanannya . Alois menarik kopernya dan koper Paula ,dan Paula menggenggam tas makanan miliknya .

" Permisi ! Permisi ! " Ciel mengambil jalan yang dipenuhi orang-orang yang juga berpergian . Setelah berapa lama ,dia dan rombongan berhasil sampai di tempat check-in . Setelah melapor ke petugas locket , mereka segera menyerahkan barang-barang mereka ke petugas .

" Ini isinya apa ? " tanya petugas itu sebelum mengangkut tas hitam mencurigakan milik Ciel ke jalur barang [ Ga tau namanya apa ].

" Buka saja " Ciel dengan berani menyuruh petugas itu membuka isi tasnya . Tak ada apa-apa . Alois yang dari tadi penasaran juga melihat hal itu . Rasa curiganya terhadap isi tas itu akhirnya telah hilang . Dia mengira tas itu isinya bom atau dinamit , ternyata bukan . Petugas itu kembali meletakan tas Ciel ke jalur barang .Ciel tersenyum sambil melipat tangannya . Setelah itu , mereka berjalan menuju ruang tunggu C3 .

" Hei , ada mail dari Agni . Katanya , ' Semoga sampai di tempat tujuan ' . Hei , ada lagi ! "Paula membaca mail dari smartphone nya . " Yang ini dari Edgar , ini dari Edward , ini dari Soma , ini dari.." Paula berhenti bicara . " Tak ada namanya ? " ucap Alois yang waktu itu juga melihat mail di smartphone Paula .

" Katanya , ' Hati – hati , dia akan membunuhmu ' " Paula menatap Alois merinding . Alois segera mengambil smartphone Paula .

" Kuhapus , ya " ucap Alois , setelah melihat Paula agak merinding ketakutan . Paula hanya diam . Ciel dan Lizzie yang melihat hal itu hanya diam . Tak lama kemudian , bel tanda pesawat akan berangkat dibunyikan .

DONG DENG DING DONG (?)

" Para penumpang pesawat Britannia Air dengan kode penerbangan BA -127 dengan tujuan London – Moscow , diharapkan segera memasuki pesawat karena sebentar lagi pesawat akan Take Off dalam waktu 8 menit . Terima kasih " seorang petugas wanita baru saja melontarkan permintaan masuk ke pesawat bagi para penumpang . Alois , Ciel , Lizzie dan Paula segera menuju lorong yang mengarah ke lapangan lepas landas pesawat . Pesawat yang akan mereka tumpangi cukup besar , bisa memuat 120 penumpang . Namun hari ini penumpang yang akan menaiki pesawat itu hanyalah 1/4nya saja . Jumlah yang sangat sedikit untuk pesawat sebesar itu .

Setelah sampai di pesawat ..

" Ah , leganya " Lizzie bersandar di kursi pesawat yang sangat empuk . Ciel sibuk mematikan I-Phone miliknya . Dari tadi lemot mulu sih . Alois dan Paula yang berada dibelakang mereka tampak tenang-tenang saja , namun sebenarnya hati mereka sangat gelisah .

" Aku memikirkan perjalanan ini .. Bisa pulang selamat gak ya ? " ucap Paula dalam hati .

" Aku memikirkan perjalanan ini.. Kita bisa nikah gak ya , kalo udah pulang nanti ? " ucap Alois dalam hati . Ya ampun bang , mikirnya nikah , tunangan aja belom !

" 5, 4 , 3 , 2 , 1 , Zero ! " pesawat segera Take Off dari London International Airport menuju Moscow International Airport .

" Akhirnya berangkat juga " Ciel menghembuskan nafas . Alois yang berada dibelakangnya sudah sibuk membaca buku dengan memakai kacamata besarnya . Paula dan Lizzie sibuk memejamkan mata , memikirkan apa yang akan dimasak di hotel nanti , karena hotel yang mereka inap ini mempunyai dapur di kamar masing-masing tamu dan karena hotel ini hanya memberikan jatah makan satu kali sehari . Ciel menatap Lizzie , lalu memegang tangannya , membuat Lizzie sedikit tersentak , karena suhu badan mereka berlawanan . Tangan Ciel dingin sedangkan tangan Lizzie hangat .

" Tanganmu dingin , Ciel " Lizzie menatap balik Ciel yang dari tadi melihatnya .

" Aku tahu . AC nya terlalu kencang , makanya tanganku begini " Ciel kembali menatap jendela , namun tangan Lizzie tetap dia genggam . Makin erat , dan tangan Lizzie yang tadinya hangat menjadi agak dingin .

" C-Ciel .. " Lizzie sedikit blushing . Ciel berbalik menatap Lizzie .

" Apa ? " balas Ciel agak sedikit tertawa . Alois yang tadinya sedang serius membaca buku ( Walaupun hanya komik biasa :D ) melihat ke depan . Dia membangunkan Paula yang hampir tertidur karena dari tadi memejamkan mata . Alois memberi instruksi ke Paula agar dia melihat ke depan ( Maksudnya si Ciel dan Lizzie ) .

" Oh , aku ngerti kok , Alois " Paula tersenyum ke Alois . Alois hanya membalasnya dengan senyuman terbaik yang dia punya .

" Cepat lepaskan tanganmu ! Aku malu ! " bisik Lizzie agak blushing . Sebanyak 6 orang di pesawat itu melihat mereka berdua berpenggangan tangan dari tadi termasuk pramugari yang berdiri tepat di samping kursi mereka .

" Kenapa ? " tanya Ciel agak menggoda . " Aku kan belum pernah melakukan seperti ini padamu , jadi boleh kan ? " lanjutnya .

" Tapi jangan disini ! " bisik Lizzie lagi . Ciel menatap Lizzie sebentar , lalu berpaling melihat 6 orang yang melihat mereka berdua itu . Ciel menatap mereka satu-satu dan setelah itu mereka langsung berpaling dan tidak melihat mereka berdua lagi .Paula yang berada dibelakang mereka terkesima melihat hal itu , namun Alois tidak . Dia merasakan hal mencurigakan yang dimiliki Ciel . Namun Lizzie tidak melihat hal itu . Dia menunduk karena malu .

" Sudah , tak ada yang melihat kita lagi kan ? " ucap Ciel sedikit menyibak rambut Lizzie pelan . Lizzie berhenti menunduk dan ternyata benar apa yang dikatakan Ciel . Orang-orang itu benar-benar tidak melihat mereka lagi . Lizzie bernafas lega . Alois yang berada dibelakang mereka tetap memperhatikan Ciel dan Lizzie .

.

Esok harinya ..

" Para penumpang pesawat Britannia Air , sebentar lagi kita akan sarapan pagi . Mohon kesediaannya untuk menarik meja kecil yang berada di depan kursi anda dengan cara menarik pita hitam yang menggantung di kursi di depan anda . Seperti ini " Seorang pramugari mencontohkan bagaimana cara menarik meja kecil yang ada di kursi penumpang . Setelah semua penumpang mendapat meja , para pramugari segera mengambil makanan yang langsung disiapkan dari dapur pesawat .

" Ciel , kau tidak makan ? " Lizzie menatap Ciel yang sedari tadi tidak memakan makanan yang ada di depannya . Ciel menatap balik Lizzie .

" Aku tidak lapar , nanti saja makannya " ucap Ciel , lalu dia berbalik melihat keluar jendela . Lizzie kembali melanjutkan makannya.

TO BE CONTINUED