Daily life of four Disorder In Happy tree Academy

Disclaimer : Happy Tree FriendsMondo Media

Genre :School-life ,romance,Friendship drama

Rating : T (bisa berubah sesuai kondisi)

Main Cast : Flippy , Lumpy , The Mole , and Splendid

Caution : Human version of HTF

Chapter 1 : Flippy Arc.

Part 1

Don't Paint my face !

Colina Class ,begitulah orang-orang menyebut Asrama yang ditempati oleh para murid yang menekuni sastra dan bahasa, disanalah kamar Flippy berada,ditempat itu pula ia beristirahat ,menulis novel maupun menulis antologi puisi,yah yang jelas tempat ia menghabiskan waktunya diluar kegiatan Akademi.

Colina Class merupakan asrama yang memiliki nuansa warna hijau dengan bangunan asrama ala Institut Le rossey,swiss .Bangunan yang terlihat megah dan mewah tidak hanya itu,Pepohonan hijau yang tertata rapi disekitar asrama ,membuatnya terlihat layaknya suasana pertengahan musim semi,begitu sejuk dan tenang, tempat yang sangat tepat-ralat maksudnya cocok bagi Flippy.

Oh ya,ngomong-ngomong…Flippy ada dimana?

Ah,itu dia…Pemuda serba hijau itu sedang bersandar pada batang pohon willow,dibawah rindangnya dedaunan pohon willow,terlihat Flippy sedang mecorat-coret-tidak ,tepatnya sedang menulis sesuatu disebuah buku.

Untuk seseorang yang belajar di bidang sastra,bercengkrama dengan buku adalah hal yang biasa,tapi apa yang Flippy lakukan? Tidak mungkin ia menggambar ,Flippy bukan anak 'seni' ,tidak mungkin juga ia menghitung dan mencari formula kimia,ia juga bukan anak 'sains'(sebutan singkat untuk bidang aritmatika dan pengetahuan)

Mungkinkah Flippy menulis Puisi cinta? Bisa jadi,tapi siapa yang telah membuat Flippy yang populer itu jatuh hati?

Tapi..tunggu…

Yang menulis puisi itu bukan Flippy tapi Fliqpy ! dark-side-nya Flippy,kenapa bisa Fliqpy mengambil alih tubuh Flippy?

[A/N: FlashBack]

Beberapa jam sebelumnya….

"tidak ada jam akademik untuk hari ini…bosannya... " Si Populer serba hijau-Flippy ,bersandar ke beranda sambil memaikan pulpen yang ada ditangannya,inspirasinya sudah terpakai beberapa menit yang lalu,untuk menyelesaikan antologi puisi miliknya yang sudah ia kumpulkan ke ruang guru.

"mungkin berkeliling asrama bisa membuatku menemukan inspirasi" menaruh pulpen yang tadi ada ditangannya kedalam saku kemejanya,kemudian memasukkan kedua tangannya ke tempat dimana ia biasa menaruhnya-saku celana.

"apa-apaan menyuruhku mencari orang untuk diajak bermain paintball...apa mereka tidak lihat aku tadi sedang sibuk berduel dengan mesin permen(A/N : udah tau kan gimana bentuk mesin permen? Soalnya cifer gak tau gimana ngejelasinnya ^^a)" Gerutu seorang lelaki berambut hijau terang dengan sedikit aksen putih di poninya,memiliki mata heterochromia dengan seragam hijau khas Colina Class-Nutty,kedua tangannya terlihat sudah terpakai,tangan kanannya yang sibuk memegang gagang lolipop yang ia makan dan tangan kirinya untuk menggenggam permen Lolipop yang lainnya.

Berjalan menjelajahi Koridor Happy tree Academy,dia sudah menentukan siapa orang yang akan ia ajak untuk bermain Paintball,yap siapa lagi kalau bukan teman Roomate nya-Flippy,yang Nutty butuhkan hanyalah tinggal menemukan dimana tempat Flippy berada,dan setelah itu dia bisa berduel lagi dengan mesin permen tercintanya(A/N : LoL, Nutty terlalu cinta sama permen )

Setelah mencari dengan seksama(?) akhirnya Nutty menemukan Flippy,Setelah Nutty mengatakan maksud nya menemui Flippy,akhirnya Nutty bisa kembali ke tempat harusnya ia berada-yap mesin Permen.

"Flippy...!" Panggil Nutty sambil berlari kearah Flippy.

"Nutty…? Ada apa? " Tanya Flippy heran setelah melihat temannya,menghampirinya sambil berlari seperti itu.

"itu…ah Sudahlah sekarang ikut aku" Jawab Nutty tanpa basa-basi sambil menarik Flippy dan berlari bersamanya.

"Nutty… hati-hati Awas !?" teriak Flippy melihat lantai yang penuh dengan cairan pembersih yang bisa dipastikan bahwa cairan itu licin.

"Hah !?" hanya itulah respon Nutty.

Dan kemudian….

(Sfx: suara tubrukan antara Flippy dan Nutty dengan rak sepatu yang mereka tubruk)

Time skip~

Flippy dan Nutty sudah ada di tempat permainan Paintball,terlihat 2 orang yang tengah berdiri dari kejauhan.

"Nutty…Flippy !" panggil seorang gadis berambut pink dengan pita di sisi kanan rambutnya,memakai seragam serba biru dengan bowtie berwarna pink dikerahnya.

"Yo Giggles…" sapa Flippy,tanganya masih berada disaku seperti biasanya.

"Hawo Giggles" sapa Nutty,dengan permen yang masih setia dimulutnya ,serta tangannya yang masih menggenggam banyak permen percayalah.

"bagaimana … sekarang sudah cukup orang yang berkumpul? Kita mulai permainannya,eh tapi sebelum itu… apa yang terjadi dengan wajah kalian" Tanya Giggles heran setelah melihat ada memar di kedua wajah temannya itu.

"Bukan apa-apa" Jawab Flippy datar namun melemparkan Death-glare kearah Nutty.

"hanya sedikit kecelakaan" Jawab Nutty yang sweatdrop karena di-death glare Flippy.

"F-Flip-Flippy… apa itu sakit" Tanya seorang gadis pemalu berambut merah yang memakai seragam serba hijau seperti Flippy,degan Bowtie merah malu-malu sambil menunjuk memar yang ada di wajah Flippy.

"Ah ini… tidak sakit kok" Jawab Flippy santai.

"Benarkah…?" setelah berkata begitu ,Splendid yang muncul tiba-tiba kemudian memukul memar Flippy menggunakan jangka yang entah darimana ia bawa.

"Adaw…hoii ! apa yang kau lakukan musang biru ,memukulku dengan jangka yang benar saja" Ucap Flippy kesal atas perbuatan yang tadi Splendid lakukan.

"Maaf tuan Beruang Hijau…karena tadi kau bilang tidak sakit aku hanya penasaran dan kemudian mengujinya hihi" Kata Splendid dengan wajah tanpa dosa.

"Oke..stop kalian berdua…sekarang bagaimana kalau kita mulai permainannya?" Ucap Giggles menengahi perkelahian yang hampir terjadi antara Flippy dan Splendid.

"Permainan?" Tanya Flippy Bingung.

"Yups…Permainan Paintball …ah pemainnya cukup Flaky , Flippy dan Nutty untuk tim hijau dan Aku , Splendid dan Cuddles menjadi tim biru" jelas Giggles.

"Cuddles ?" Tanya Nutty Heran

"Hah !? aku ikut bermain...tidak giggles aku sudah ada janji aku harus pergi" Ucap Nutty ,ayolah Nutty sudah tidak sabar ingin menemui Mesin Permen itu.

"Janji...? heh..paling-paling janjimu itu adalah 'berduel' dengan mesin permen kan'? ..ayolah Nutty ,kalau kau pergi pemainnya tidak akan cukup ya.." Pinta giggles dengan mengandalkan Puppy eyes manisnya.

"ah iya iya.. aku ikut tapi berhentilah menatapku seperti itu" Ucap Nutty kesal,siapa yang tahan ditatap begitu oleh giggles yang begitu manis-salah bagi Nutty gigges tidak manis tapi Imut,karena yang manis adalah permen. "lalu...cuddles? mana..?" Tanya Nutty heran.

"hihihi…(Sfx:suara siulan)" Giggles terkikik pelan ,dan saat itu pula laki-laki berambut Blonde dengan matanya yang berwarna kuning kecoklatan berseragam serba biru-Cuddles, muncul dari balik pohon mapple seakan mengetahui arti dari siulan giggles.

"Terima kasih sudah datang Cuddles…" Ucap Giggles dengan disertai senyuman manisnya.(A/N:senyumnya yang kalau tidak salah sudah berhasil menaklukan The Mole)

"tidak masalah giggles" Ucap Cuddles santai "nah… apa yang akan kita lakukan sekarang?" lanjutya disertai senyuman jahil yang terlihat menghiasi wajahnya.

Permainan Paintball dimulai !

Time skip~ (A/N :authornya males/plakk ….karena kalau misalnya eliminasi satu-satu bakalan kelamaan percaya deh T.T)

Anggota yang tersisa adalah satu di setiap tim, dari tim biru adalah Splendid dan Flippy dari tim hijau.

Pertempuran Paintball terlihat begitu sengit,seragam mereka dipenuhi oleh cat-cat yang berwarna warni ,dan kelihatannya tembakakan terakhir akan menentukan pemenangnya.

"Musang Biru…. Menyerahlah…. Kalau tidak wajahmu akan tertutup oleh Paintball milikku" tantang Flippy yang sudah bersiap dengan Paintgun-nya.

"jangan terlalu percaya diri Beruang hijau...aku yang akan menang" Splendid menantang balik Flippy.

(A/N:Sekarang kalian pasti bisa melihat background penuh petir menyambar dibelakang tubuh Splendid dan Flippy)

'Craat Cratt'…. Tembakkan Splendid meleset dan hanya mengenai lengan baju Flippy saja. "Tch… tembakanku pasti berhasil kali ini" Gerutu Splendid yang masih menembakki Flippy dengan Paintball.

Sementara itu Flippy nampak kehabisan amunisi."cih… kenapa harus disaat seperti ini" desis Flippy.

"Rasakan ini !" teriak Splendid sambil mengarahkan paintgun-nya ke wajah Flippy dan…

Craat ! Paintball berwarna merah sukses mendarat tepat diwajah Flippy.

Tunggu…. Warna merah?

Gawat… dari sekian banyak warna kenapa harus warna merah…!?

(A/N: biar cifer jelaskan ekhem…begini… di masa lalu Flippy merupakan seorang anak yang mengalami Child abuse ,disiksa oleh pamannya saat kedua orangtua Flippy pergi bekerja,penganiyayaan yang terus berlanjut sekitar 4 bulan lamanya membuat Flippy menciptakan sebuah Alter-ego sadis-Fliqpy, yang akan muncul ketika Flippy melihat cairan pekat berwarna merah yang hampir serupa dengan darah meskipun itu bukanlah darah, Perhatian : sadis disini bukan secara fisik dengan cara membunuh orang lain atau semacamnya ,tapi sadis melalui secara kata-kata lewat puisi-puisi dan novel yang dia buat.)

[A/N tambahan : setiap Fliqpy ngomong kata-katanya akan selalu di-bold || contoh : "Aku tidak apa-apa", yah semacam itulah]

"wiih... aku menang ! hey beruang hijau... apa wajahmu tidak apa-apa" Setelah menyorakkan kemenangannya,tidak lupa ia menanyakan keadaan orang yang menjadi lawannya.

"Ah...iya aku baik-baik saja" Ucap Flippy-bukan tapi Fliqpy tepatnya.

"Flippy... mau kemana?" Tanya Flaky dengan wajah cemas.

"Hanya mencuci muka ,setelah itu kembali ke asrama untuk mengerjakan Tugas yang belum sempat kukumpulkan"saat berkata begitu Fliqpy menoleh sejenak untuk bertemu muka dengan orang yang tadi memanggilnya-Flaky,kemudian tersenyum tipis sambil kembali berlalu.

[A/N:END of FlashBack]

Begitulah mengapa Fliqpy bisa mengambil alih tubuh Flippy,dan kini Fliqpy sedang bersantai sembari menulis sesuatu dalam bukunya.

Mari kita lihat apa yang ditulis oleh Fliqpy

.tanpa judul(A/N : bingung ngasih judul ._.)

'kesepian yang membasahi tawa berdarah

dalam diam kegilaan perlahan menetes

Mata berdosa yang lupa untuk tertidur

bahkan tidak bisa menatap hari esok

Idealisme yang mengapung sudah mulai tenggelam

"kearah mana kau melihat dengan wajah sedih itu"

Kenangan yang tak bisa menggapaimu

Telah tercabik satu demi satu

Bagai darah yang menodai dinding putih

(A/N : puisi ini berasal dari terjemahan lirik lagu dripping insanity yang dinyanyikan oleh'The gazettE tapi dengan sedikit perubahan )

itulah puisi yang ditulis oleh Fliqpy,apakah ia akan mengumpulkannya ke ruang guru?

Ya…Fliqpy mengumpulkan puisi 'indah' itu ke ruang guru ,setelah itu Fliqpy kembali berjalan menuju kamarnya sepanjang jalan senyum jahat mengembang dibibibrnya namun senyum itu tersembunyi dibalik wajahnya yang tertunduk.

####

kalian tau Paintball kan itu loh tembak-tembakan pake cat soalnya cifer bingung gimana ngedeskripsiinnya xD

TBC~

Flippy : Masa gue kalah sama si Musang biru (_ _")

Cifer : udah scenario-nya gitu (_ _a)

Splendid : Yess gue menang Flip… sekarang serahin Flaky ke tangan gue :D

Flippy :gak akan...pernah :p

Flaky : udah stop… Flaky bukan barang …jadi jangan direbutin

#sementara Flippy sama Splendid ngerebutin Flaky

#Cifer yang ngumpet di bawah meja takut si Flippy berubah(?)

The Mole : mohon review nya terima kasih *benerin kaca mata(?)