Disclaimer: Super Junior belongs to SME, Supernatural belongs to Eric Kripke. I only own the story.

Genre: Romance, Supernatural

Pairing: KyuMin, pairing lain akan terungkap di chapter berikutnya.

Rating: PG-13

Summary: "Aku beriman Kyuhyun. Gereja mengajarkanku untuk tidak membuat transaksi dengan makhluk seperti itu."

Deal with Crossroad Demon

flashback

"MINNIE HYUUUUNNGG!"

Bersamaan dengan itu tubuh Lee Sungmin ambruk ke tanah, darah segar mengucur dari kepalanya. Tubuh Kyuhyun membeku. Dari sudut matanya ia masih melihat orang yang sudah membunuh Sungmin kabur menjauh, tapi ia tidak peduli-tidak bisa. Kyuhyun berlari mendekati Sungmin, memeluk dan mengguncang-guncang badannya penuh rasa ngeri akan apa yang terjadi.

"Minnie! Bertahanlah! Kumohon!"

Airmatanya meleleh deras melihat orang yang amat dicintainya itu terkapar tak berdaya. Ia tak peduli betapa banyaknya darah yang menetes dari tubuh Sungmin yang membasahi kemeja mahalnya.

"Bangunlah! Jangan coba-coba tutup matamu! Bertahanlah, Hyung! Kumohon!" Kyuhyun berteriak seperti orang yang kesurupan.

"Arkh..." Sungmin mengerang. Dahinya mengernyit, tak terbayang rasa sakit yang ia alami sekarang.

"Hyung, bertahanlah.. Kau harus kuat, Hyung.. Kumohon.." Kyuhyun menciumi Sungmin seperti orang gila, tangannya merengkuh Sungmin erat, sementara tangan yang satunya mengambil ponsel dari sakunya, menelpon ambulance.

"Kumohon bertahanlah.. Jangan tinggalkan aku, Hyung... Kumohon..."

"Kyu..." tangan Sungmin yang berlumuran darah mencoba menyentuh pipi kekasihnya. Nafasnya tersegal.
"Sa..rang..hae..."

Tubuh Kyuhyun menegang. Dalam pelukannya, aegyo namja itu menghembuskan nafas terakhirnya...

I never know what is love..
Till you come here and teach me how to live
It's you who I'm dreaming every night
It's you who I want to see in the morning again and again..
And I just don't wanna lose you..
I don't wanna miss a thing from you..
I love you so much, Lee Sungmin...

-xxx-

"Arkh, sial!"

Siwon muncul dari barat, jalanan cukup gelap hingga tidak ada yang menyadarinya. Beberapa bagian kaosnya robek. Tubuhnya kotor oleh tanah dan tangannya sedikit lecet.

"Tak kusangka mereka cepat sekali! Hah, pengecut, beraninya main keroyokan! Untung saja aku- Hei, kalian tak apa kan?" Siwon mendekati Kyuhyun dan Sungmin, hanya tinggal lima meter lebih dekat.

"Kyu, kenapa-"

Dan ia mematung. Dadanya seperti dihantam palu yang sangat besar. Wajahnya memucat, matanya menangkap sosok Kyuhyun yang terduduk sambil mengisak, wajahnya berlumuran darah. Kemarahannya terpacu. Ia berlari secepat mungkin.

"Kyuhyun! Waeyo? Kenapa Sungmin?" Siwon mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun.

"PERGIIII!" Kyuhyun meraung pedih.

"Kyu-"

"KUBILANG PERGIII!" Magnae itu menangis hingga tubuhnya bergetar.

Sejenak Siwon menggigil melihat kenyataan di hadapannya. Ia terlambat- Sungmin hyung telah-

Ia terjatuh. Airmatanya mengalir. Ppabo Siwon!

Andai saja ia datang beberapa menit lebih cepat, mungkin semuanya tidak begini... Andai saja ia tidak meminta Sungmin mengendarai mobil melewati jalan sunyi ini untuk menghindari kemacetan, mereka pasti tidak akan bertemu dengan perampok itu.. Andai saja- Andai saja Siwon tidak begitu berambisi mengejar para perampok itu dan tidak membiarkan Sungmin melawan boss komplotan itu sendirian..

-xxx-

Cukup lama hingga Kyuhyun mengambil tindakan untuk membopong Sungmin ke dalam mobil.

Siwon tidak bisa membayangkan perasaan magnae itu sekarang. Bagaimana rasanya jika seseorang yang sangat kau cintai dibunuh di depan matamu sendiri, dan kau tidak diberi kesempatan untuk menolongnya. Hatinya remuk mengingat salah satu hyung terbaik yang ia punya-hyung pecinta warna pink, hyung yang suka bertingkah aegyo untuk menghibur keluarganya, hyung paling pengertian setelah Leeteuk hyung-kini telah tiada. Telah tidak bisa ia ajak bercanda telah meninggalkan mereka untuk selamanya.

Semua ini terlalu cepat…

Siwon beranjak ingin membantu Kyuhyun yang kemudian ditepis kasar oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengerling dingin, tidak ada kehidupan dalam matanya. Wajah pucatnya tampak mengerikan.
"Setir mobil, dan bawa ke apartmentmu."

Malam itu adalah malam paling mencekam di bulan Januari.

flashback end

Siwon berjalan tergesa-gesa menuju dorm. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan kunci, di saat seperti ini ia bersyukur ia selalu membawa kunci dorm kemana-mana. Pintu terbuka. Hening. Tentu saja, ini jam 3 pagi. Pantas saja semua hyung dan dongsaengnya masih tidur. Tapi kali ini harus cepat. Mereka harus tahu. Ia tidak ingin-hatinya berdenyut ngeri memikirkan ini-Kyuhyun semakin gila.

Ia baru saja akan membangunkan Leeteuk ketika tiba-tiba pintu kamar leader Super Junior itu terbuka pelan.

"Siwonnie..?" Leeteuk memandang dongsaengnya dengan keheranan. Well, siapa yang tidak heran jika seorang pemuda tampan-dan kaya,jangan lupakan itu-berkeliaran di dorm mereka tanpa pemberitahuan ia akan datang jam 3 pagi.

"Kau sudah datang dari tadi?"tanya Leeteuk lagi. Ia menguap pelan. Sepertinya ia bangun di tengah tidurnya dan tidak bisa tidur lagi.

"Hyung..."

"Kau baru pulang syuting ya? Mau kumasakkan sesuatu? Yah, walaupun aku hanya bisa membuat ramen sih.." cengiran bodoh terpasang di wajah letih itu. Leeteuk beranjak ke dapur-nyaris, ketika Siwon dengan kakunya menggamit lengannya. Leeteuk mengamati kelakuan aneh Siwon. Dan, sedetik, hanya sedetik, ia mengerti sesuatu yang sangat buruk baru saja terjadi.

Mereka semua berkumpul di ruang makan. Donghae dan Eunhyuk masih menguap. Yesung sendiri sedang menumpukkan kepalanya di meja, berusaha menyelami alam mimpinya lama sih, karena kemudian Heechul menjitak kepala besarnya dengan sepenuh hati.

"Ada apa sih, hyung? Kenapa kami dibangunin jam segini sih?" Heechul yang pertama kali bertanya. Harusnya sih, semuanya penasaran kenapa mereka dibangunkan di jam segini. Tapi lagi-lagi, karena mengantuk seperti anak-anak SuJu ini masih disandera alam bawah sadar mereka.

"Sesuatu yang buruk terjadi,"suara Leeteuk tercekat. Mendadak semuanya menoleh padanya. Leader itu menelan ludahnya, lalu menoleh pada Siwon, yang diikuti member lain. Siwon sendiri, kedua matanya masih basah. Leeteuk berdiri.

"Ayo kita cari Kyuhyun dan Sungmin.." dan mereka dikejutkan oleh kenyataan, Sungmin dan Kyuhyun tidak bergabung dengan mereka sejak tadi.

-xxx-

Yesung mengumpat pelan. Siapa sih yang mengetuk pintu sekeras itu pagi-pagi buta begini? Lagipula, pikirannya masih kemana-mana. Ia bingung dengan maksud perkataan Leeteuk hyung bahwa 'sesuatu yang buruk telah terjadi', ia tidak mengerti kenapa mendadak Sang Kuda Siwon bersikap seperti itu, dan terlebih lagi, ia tidak mengerti kenapa mereka harus mencari Kyuhyun dan Sungmin pagi buta begini. Otaknya mengatakan sesuatu yang buruk terjadi pada kedua orang itu. Tapi apa? Dan kenapa? Itu benar-benar menyebalkan mendapati kenyataan ia belum diperbolehkan untuk tahu.

Yesung hampir saja memaki tamu itu saat semua member mendatangi Yesung.

"Ada apa ribut-ribut Jongwoon? Bukankah sudah kukatakan kita harus cepat-cepat mencari—YA TUHAN! KYUHYUN! SUNGMIN!" Leeteuk berlari, memeluk kedua adiknya itu dengan erat. Cairan bening telah mengalir di kedua ujung mata angel without wings itu.

"Apa yang telah terjadi? Kenapa kalian tidak pulang? Kyu! Siwon bilang kau sudah gila! Aku sangat khawatir.. Dan Sungmin, kau tidak apa-apa? Siwonnie bilang kau meninggal.."

Semua member menganga mendengarnya.

"BENARKAH ITU?" itu suara Kang in. Leeteuk masih sesenggukan memeluk kedua orang hilang itu.

"Tapi hyung...,Aku tidak apa-apa kok…" Sungmin menenangkan hyung tertuanya yang masih histeris itu. Ia menoleh pada Kyuhyun, matanya penuh tanda tanya. Sedangkan Kyuhyun hanya membisu di tempatnya.

"Lelucon macam apa ini, Choi Siwon?" murka Kim Heechul. Ya, siapa yang tidak murka dibangunkan sepagi ini demi sebuah berita yang dusta adanya?

Semua terdiam. Tidak ada yang berani membantah sang Cinderella yang sedang marah.

"Sudahlah hyung...,"Kang In memeluk Leeteuk, "ayo kita duduk dulu , tenangkan perasaanmu..ayo semuanya..."
Di sudut ruangan, Siwon hanya mematung. Matanya tajam menatap Kyuhyun, sementara yang ditatap tidak berani membalas. Dan Siwon tahu, magnae itu telah melakukan kesalahan besar.

-xxx-

"Apa yang kau lakukan padanya?"sergah Siwon tajam. Ia tak ingin berbasa-basi.

Kyuhyun tak menjawab. Mereka berdua berdiri dalam diam, sengaja menjauh dari para member yang sedang berkumpul, dan kini, di kamar Kyuhyun inilah, dua pemuda itu bertemu.

"Aku melihatnya sendiri...Ia sudah tidak bernafas..." suara Siwon memelan. Ada rasa menggigil dalam getar suaranya.

Hanya desah angin pagi yang berhembus lewat jendela, keheningan bagai mengisi tiap inci hawa yang tersisa.

"Aku... Aku tak bisa membiarkannya terbaring seperti itu, hyung... Aku tak bisa.." kornea matanya basah lagi. Entah untuk yang keberapa.

'Aku harus melindunginya.. Aku harus meyakinkan diriku sendiri bahwa ia tidak meninggalkanku..." suaranya nyaris tidak terdengar.

"Aku harus melakukannya.. Apapun resikonya, asalkan ia hidup kembali.." perlahan kalimatnya hilang ditelan angin.

Siwon tertunduk. Lututnya lemas, menyentuh lantai yang dingin. Sedingin hari yang semakin membuatnya menggigil.

"Berapa waktu yang dia berikan?" tanya Siwon akhirnya. Kyuhyun tersentak. Ia refleks menoleh, memandang mata hyungnya yang sudah semerah saga itu.

"Bagaimana hyung tahu?"

"Aku beriman Kyuhyun. Gereja mengajarkanku untuk tidak membuat transaksi dengan makhluk seperti itu."

Siwon tahu semuanya. Ia sudah tahu apa yang Kyuhyun lakukan untuk menghidupkan Sungmin, kenyataan itu membuat hatinya ngilu. Tangannya terkepal erat-erat.

'Tiga tahun," serak Kyuhyun menjawab. Siwon menatap tak percaya.

"Kenapa Kyu? Kenapa kau sampai hati melakukan itu? Tak sadarkah kau setelah kepergianmu nanti—"

"Aku mencintainya.." erang Kyu pedih, "aku tak bisa hidup tanpanya.." Menangis. Siwon bisa melihat betapa rapuhnya Kyuhyun kali ini.

"Jika hanya 3 tahun waktu yang kupunya, aku akan berusaha membahagiakannya selama itu." Kyuhyun tersenyum pahit.

Siwon mencengkram kerah bajunya dengan kasar. "Jangan main-main , Kyu!"

Kyuhyun tertawa getir.

Siwon melepaskan cengkramannya. Ia menatap dongsaengnya penuh luka.

"Kau sedang berhadapan dengan takdir , Kyu."

"Aku tahu."

"Kau akan mati."

"Pastinya."

"Dengan cara yang tidak mengenakkan."

"Tidak masalah."

"Kau gila."

"Kau yang paling tahu tentang yang satu itu."

Siwon menghela nafas berat. Lagi-lagi hening menguasai mereka.

" Tidak adakah yang bisa kita lakukan-"

"Tidak. Kutukan itu permanen ." Kyuhyun menoleh. Kedua iris matanya menatap Siwon pesimis.

"Aku tidak menyangka kau akan senekat ini..."

"Dan aku tidak menyangka kau masih mau menjadi temanku setelah mengetahui hal seperti ini. Terimakasih,Siwon Hyung."

Siwon menoleh miris. Ia tak habis pikir semuanya akan seperti ini. Ia juga merasa amat tak berguna, tak mampu menyelamatkan nyawa sahabatnya yang telah "dijual"pada iblis keparat itu.

" Bagaimana jika Sungmin tahu-"

"Tugasmu untuk memastikan itu tidak terjadi. Hyung mau membantuku kan?"

Dengan lemah Siwon mengangguk.

TBC