Chapter 2
Chapter 2 udah muncul! Maaf yah para readers, Hikari baru bisa update sekarang soalnya Hikari masih UAS... Oh ya, sekadar pemberitahuan aja, Fic ini Hikari ganti jadi fic Romance – Humor soalnya saya nggak bakat bikin fic tragedy hehehe... Terima kasih yang udah nge-review fic ini. Nggak banyak bacot inilah chapter keduanya...
Kenapa Harus Dia!
Disclaimer: naruto punya akang Masashi tapi kalo cerita ini punya saya
Genre: Romance dengan humor yang garing kriuuuk kriuuuk
Pairing: Sasusaku
Rated:T
Warning:Cerita gak masuk akal, jika ada gangguan segera hubungi dokter
Chapter 1
Tiba-tiba langkah Sakura terhenti. Ia melihat ada banyak orang di depan rumahnya. Semuanya memakai baju hitam seperti ada orang yang sudah meninggal. 'Ada apa ini?' batin Sakura 'perasaanku kog tidak enak ya... Ah ayolah Sakura jangan berpikir yang tidak-tidak...'. Sakura mempercepat langkah kakinya. Ia sangat penasaran mengapa rumahnya dikelilingi banyak orang. Setelah sampai di depan rumahnya ia bertanya kepada tetangganya yang ada di sana di mana ibunya berada. Tetangganya menjawab bahwa ibunya ada di dalam. Sakura langsung menuju ke dalam rumahnya. Di sana dia melihat sesosok perempuan yang ia kenal sebagai ibunya sedang menangisi seorang pria yang sudah terbujur kaku. Sakura langsung menangis histeris.
"AYAAAAAAAAAAH...jangan tinggalkan aku..."
Chapter 2
"CUT,CUT,CUT! Apa-apaan ini?" kata seorang kakek-kakek dengan rambut putihnya (ya iyalah)
"Eh? Ini sebenarnya ada apa sih bu? Ayah kenapa? " tanya Sakura keheranan.
"Aduh Sakura sayang... Ini Cuma akting nak... ayah dan ibu sedang melakukan shooting untuk film drama ..." kata ibu Sakura yang memang seorang artis itu.
"Jadi ini bohongan? IBUUUUU! " teriak Sakura
"Ada apa sayang? Akting ibu dan ayah bagus ya? " kata ibu Sakura yang membuat Sakura sweatdropped.
"Ya bu.. Sangat bagus sakali!" kata Sakura sambil menekankan kata 'bagus sekali'
"Terima kasih Sakura sayang..." kata ibu Sakura yang tidak menyadari kesalahannya.
Sakura langsung menuju ke kamarnya. Ia merasa bahwa hari ini adalah hari terburuk di hidupnya. Sakura langsung menyambar handphonenya. Ia bermaksud untuk menelpon sahabat-sahabatnya.
Ia mulai memencet tombol-tombol handphonenya.
Tuuut tuuut tuuut
"Halo akang Shika sayaaaaaang... tumben telpon aku?" kata suara di seberang, siapa lagi kalau bukan Temari.
"Tem, ini aku, Sakura bukan Shikamaru!" teriak Sakura
"Eeh? Iya-iya nggak perlu teriak-teriak kali... Kenapa nih telpon?" kata Temari yang telinganya hampir tuli karena teriakan maut Sakura.
"Jalan-jalan yuk... Bosen nih di rumah nggak ngapa-ngapain..." kata Sakura
"Ayo! Gue juga bosen nih! Ketemuan di Konoha mall 1 jam lagi ya... Gue telpon yang lain dulu"
"Okay"
Sakura segera menutup telponnya. Ia bergegas mandi. Lima belas menit kemudian, ia sudah siap. Ia segera memanggil supirnya untuk mengantarkannya ke Konoha Mall. Ternyata supirnya sedang menjemput kakak sepupunya di bandara. Dengan terpaksa ia menuju Konoha Mall memakai taksi.
Sesampainya di Konoha Mall, ia segera mencari -tiba sebuah suara cempreng mengagetkannya.
"SAKURAAAA..." teriak pemilik suara cempreng tersebut.
"Eh.. Tenten jangan mengagetkanku begitu... Mana yang lain?" tanya Sakura
"Mereka sedang dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi mereka sampai." Kata Tenten
"Sakura... Tenten... "
"Akhirnya kalian datang juga... Jadi kita mau ke mana nih?" tanya Tenten.
"Kita beli gaun yuk... Sebentar lagi kan Prom Night" kata Ino
"Ide bagus... Ayo kita ke toko langgananku..." kata Temari
-Skip time-
"Wah gaun ini bagus sekali..." kata Ino sambil mengambil gaun berwarna soft pink.
"Mana-mana?" tanya Tenten.
"Ini loh... Tapi keliatannya tidak cocok untukku..." kata Ino bersedih hati -?-
"Iya juga ya terlalu pendek untukmu. Sayang sekali..."kata Temari.
"Ba... bagaimana ka... kalau Sa...sakura yang memakainya?" kata Hinata
"Benar juga!" kata Ino.
"Hei Sakura ke sinilah sebentar!" panggil Tenten setengah berteriak.
"Ada apa?" tanya Sakura
"Lihat gaun ini cocok sekali untukmu. Aku yang memilih lho..." kata Ino membanggakan diri.
"Eh? Benar juga. Aku suka sekali warnanya. Aku coba ya?" kata Sakura.
"Ini! Kami tunggu di sini ya? Kami masih ingin melihat-lihat."
"Baiklah..." kata Sakura.
Sakura menuju ke kamar ganti. Namun, kamar ganti tersebut ada yang menempati. Ia menunggu sambil duduk di kursi yang ada di depan kamar ganti tersebut. Lama ia menunggu.
5 menit. 'sabar Sakura' kata Sakura dalam hati
10 menit telah berlalu. 'Nih orang lama banget sih!' kata Sakura dalam hatinya lagi
15 menit. 'Grrrrr...' amukan -?- Sakura dalam hati.
Karena sudah kehilangan kesabaran, Sakura mengetuk pintu kamar ganti tersebut.
Tok tok tok
Lalu pintu tersebut terbuka dan terlihatlah sesosok,bukan maksud saya 2 orang cowok dan cewek sedang di dalam kamar ganti tersebut.
"Kau?" kata Sakura
"Kau? Sedang apa di sini?" kata cowok tesebut.
"Beli gaun lah. Dasar pantat ayam bodoh!" kata Sakura.
"Kau jangan menghina Sasuke dong. Apa maumu hah?" kata cewek tersebut yang tak lain adalah Karin.
"Namaku Sasuke Uchiha bukan pantat ayam,ingat itu Jidat!" kata cowok tersebut yang tidak lain tidak bukan dan tidak salah adalah Sasuke.
"Cepat minggir bodoh! Aku mau mencoba gaun ini!" kata Sakura sambil menarik Sasuke dan Karin keluar dari kamar ganti tersebut.
"Hei apa yang kau lakukan! " kata Karin.
"Aku mau mencoba gaun ini bodoh!" kata Sakura
"Awas kau ya!Ayo kita pulang saja Sasuke" kata Karin.
"Kalau mau pacaran jangan di sini! Ini kamar ganti bukan untuk pacaran!" kata Sakura setengah berteriak.
"Apa kau bilang? Aku ini tidak berpacaran dengannya! " kata Sasuke sambil menunjuk wajah Karin.
"Jadi kau tidak menganggapku Sasuke?" kata Karin dengan wajah yang dibuat-buat.
"Memang kita tidak pernah pacaran!" kata Sasuke sambil berjalan keluar dar toko tersebut dan meninggalkan Karin sendirian.
"Sasuke! Sasukeeeee! Tunggu aku Sasuke!" teriak Karin.
Sakura pun tidak memperdulikan dua orang aneh tersebut. Ia langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mencoba gaun yang dipilihkan Ino. Setelah mencobanya ia segera menuju kasir dan membayar gaun tersebut. Setelah membayar gaun itu, ia menghampiri teman-temannya.
"Apakah kalian sudah selesai?" tanya Sakura
"Kami tidak menemukan gaun yang cocok di sini. Kita pergi makan aja yuk..." kata Tenten.
"Ok! Kita ke restoran Le Italy yuk!" kata Ino.
-Skip Time-
"Apakah anda sudah siap untuk memesan makanan?" kata waitress.
"Hei kalian mau memesan apa?" tanya Tenten
"Aku spaghetti dan es teh saja" kata Sakura
"Aku sama!" kata Ino dan Temari bersama-sama.
"A... aku la...lasagna dan es teh saja." Kata Hinata.
"Kalau begitu, saya memesan spaghetti 3, lasagna 1, dan fettuchini 1. Minumnya es teh untuk 5 orang."
"Baiklah tunggu sebentar" kata waitress tersebut sambil berlalu.
Sesosok laki-laki berambut merah sedang memasuki restoran tersebut. Ia seperti sedang mencari seseorang.
"Eh Sakura dia kan..." kata Ino terputus
"Dia yang mana?" kata Sakura.
"Itu loh... Laki-laki itu..." kata Ino sambil menunjuk laki-laki tersebut.
"Eh, di...dia kan..." kata Sakura.
TBC
Yak akhirnya selesai juga... Maaf yah chapter kali ini pendek bin jelek sekali. m(_ _)m . Tapi tetep review yah...
