Sakura Pov's

Yeay, aku naik kelas!

Hari ini hari pertamaku menginjak kelas 5 SD. Dan aku harus bersekolah, ayah yang memaksaku. Walaupun aku sudah merayunya untuk tidak nakal lagi. Dan kini, kami berangkat pagi sekali dengan bus, karena ayah harus rapat pagi ini.

Sebenarnya aku bisa berangkat dengan Temanku –bisa dibilang hanya Sasuke si pecinta tomat. Yang pendiam –dan banyak bicara saat bermain denganku, rambutnya emo, gayanya yang sok keren di depan orang terutama saat berada di depan perempuan. Tapi aku suka sekali bermain dengannya, dia punya banyak game dirumahnya.

Saat dirumahnya, aku disambut oleh Ibunya yang sangatttt baik -tidak seperti ibuku

Dan aku bisa bermain dengan kakaknya yang punya rambut panjang seperti perempuan tapi tampan. Kata Sasuke dia sudah masuk ke sekolah menengah pertama tahun ini.

"Sebentar lagi akan sampai" suara ayah membuat kabur lamunanku. Padahal tadi enak melamun. Dan yah, sebentar lagi akan sampai tujuan hidupku.

Ayah membantuku menuruni tangga bus, dan selamat datang di sekolahku…

"Ayah langsung berangkat ke kantor, belajar yang rajin ya, Sakura"

Ayah menaiki bus lagi dan pergi setelah mengusap kepalaku. Tuhkan, rambutku berantakan lagi. Tadi ayah buru-buru jadi tidak sempat menyisir rambutku. Aku merapikan rambutku sebentar lalu berbalik, bersiap menuntut ilmu.

Sekolahku besar kok, tapi gurunya menyebalkan semua. Dari yang pakai masker saat mengajar, sampai yang suka menyengir juga ada.

Disini, gurunya hebat-hebat. Dan sudah pernah diuji –katanya.

Kelas-kelas bawah masih sepi saat aku melewatinya, sayangnya kelasku dilantai atas. Jadi, untuk kelas 1, 2, dan 3 dibawah. Sementara kelas 4, 5 dan 6 diatas. Dua tempat di setiap kelasnya. A dan B. Aku mendapat kelas A sama seperti Sasuke –si pecinta tomat temanku.

Kelas bawah masih sepi, apalagi kelas 5 dan kelas 6. Pagi-pagi gini, siapa sih yang sudah datang? Pasti cuman pak kebun, bu kantin sama satpam penjaga. Muridnya? Nol besar jam segini sudah datang. Yang sudah datang jam segini di sekolah, aku akui hebat.

Ya dan kita buktikan saja apakah dikelasku ada? Aku jamin tidak ada.

"Sasuke!?"

Mulutku menganga melihat Sasuke yang tengah duduk dikursinya membaca buku. Bahkan dia tidak merespon teriakanku tadi.

Dengar, aku meralat untuk yang tadi. Aku menyesal mengatakannya. Sungguh!

Aku pun menaruh tas dikursiku dan mendatanginya. Mungkin menjahilinya sebentar akan menghiburku.

"Sasuke, apa yang kau baca?" tidak ada jawaban apapun dari Sasuke.

"Apa sih yang kau baca?"

"Kembalikan, Sakura" aku berusaha membaca judulnya saat sebelumnya mengambil buku itu dari tangannya. Aku mengerutkan alisku. Dia ini rajin atau apa?

"Sains? Kau belajar sains anak kelas 6?" tanyaku bingung padanya yang dibalas anggukan

"Punya siapa ini?"

"Kakakku" mulutku bergerak membentuk huruf 'o'

"Aku pinjam ya?" kataku beranjak pergi berlari keluar kelas, dan sudah pasti ia ikut mengejarku.

"Jangan Sakura, kembalikan!" serunya saat berada di luar kelas. Sementara aku terdiam menyandar pada pembatas lantai dua. Senang bisa menggodanya

"Jaminannya?" aku tersenyum lebar saat alisnya terangkat melihatku. Dan senyumanku mengendur saat ia menggeleng sambil menatap tajam padaku

Aku menghela nafas, pandanganku menatap ke lantai bawah. Ada genangan air bekas tanaman yang disiram oleh pak kebun pagi ini. dan aku menyeringai!

"Bagaimana kalau kau teraktir aku es krim?"

"Tidak" Sasuke maju selangkah

"Baiklah, kau menyebalkan. Kurasa buku ini tidak penting lagi" aku mengangkat buku itu sampai keluar pembatas. Sementara ia melotot menatapku. Sasuke hendak maju merebut bukunya, tapi aku merentangkan satu tanganku yang bebas untuk menghentikannya

"Bagaimana, tuan Sasuke?" suaraku sengajaku buat semenarik mungkin agar Sasuke tertarik dengan tawaranku. Tanganku yang memegang bukunya ku gerak-gerakan agar terkesan mau jatuh.

Dan yap

"Baiklah, sepulang sekolah" katanya sambil mengulurkan tangan kanannya kearahku. Aku mengembalikan buku miliknya sambil menyeringai. Pasti, akan menyenangkan pulang sekolah tidak ada dirumah.

Istirahat Setelah jam pelajaran Bahasa Indonesia yang diajar oleh guru guy yang suka nyengir dan pandai bercerita, membuat kami kelelahan mendengar semua celotehannya yang tidak masuk akal. Mungkin dia sakit? Aku akan menjadi orang yang pertama tertawa saat tahu ia sakit.

"Sasuke, ayo ke kantin!" teriakku saat berlari ke mejanya. Aku hanya tertawa saat dia mendelik padaku

"Astaga Sakura, tidak bisakah kau tidak teriak? Telingaku sakit!" tuhkan, saat dia bersamaku pasti akan menjadi banyak bicara

Hidungku mengendus, bau apa ini? sepertinya bau bedak bayi. Tidak mungkin Sasuke yang memakainya kan? Aku tersenyum dalam hati

"Sasuke memakai bedak bayi!" Teriakku di dalam kelas. Dan teman-teman tertawa melihat Sasuke. Aku juga ikut tertawa melihatnya.

Uh-oh dia marah padaku.

Aku berlari keluar kelas setelah menyengir padanya

"Sakura!" Teriak Sasuke padaku

"SASUKE MEMAKAI BEDAK BAYI!" Teriakanku membuat semua orang tertawa, sementara Sasuke hanya menggeram malu. Poor Sasuke

"SAKURAA!"

"Hai, Sakura disini! Mungkin beberapa orang menyebutku menjengkelkan tapi Sasuke selalu bersamaku ya kan Sasuke?"

Aku menodongkan handycamku tepat di depan Sasuke, beberapa kali aku menzoom in agar ukurannya pas. Sedangkan dia, bahkan dia tidak melihat pada camera

"Sasuke?" tanyaku bingung , dan tidak didengar olehnya

Aku mengangkat kedua bahuku. Mungkin merekam hamparan rerumputan yang luas dan langit yang berwarna biru menyejukkan cukup bagus daripada harus merekam Sasuke di patung es.

Angin sepoi-sepoi membuat rok dan rambutku mengembang.

Dan hal ini membuatku pelan-pelan mengangkat kepala menikmati sejuknya.

Lidahku masih dingin karena es krim traktiran Sasuke tadi. Ya, aku meminta es krim stroberi dan vanilla yang di tumpukan menjadi satu, oh dan jangan lupakan juga topping oreonya dan beberapa permen coklat diatasnya.

Bibirku masih ada rasa es krim saat aku menjilatinya. Mungkin orang lain berpikir aku membayangkan hal 'aneh' yang lain. Tidak apa, disini hanya ada aku dan

Sasuke!?

Tuhkan, dia sedang melihatku dengan tanda Tanya

"Apa yang… kau pikirkan barusan?" dia mengangkat alisnya saat bertanya padaku. Dan aku harus menggeleng keras dan menahan malu untuk hal itu.

"Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" seruku yang dijawab Sasuke dengan dengusan

"Terserah" jawabnya rendah sambil berdiri

"Aku harus pulang, hari sudah sore"

Ia berjalan beberapa langkah sebelum ia membalikan badan kearahku

"Satu lagi, jangan berfikir bahwa es krim yang kau makan tadi gratis"

Dan aku hanya bisa mendelik mendengarnya.

`Ini rumahku` dari luar kelihatan gelap, mungkin ayah dan ibu sudah tidur.

Aku berjalan pelan memutari rumah menuju jendela kamarku, seingatku tadi tidak menguncinya.

Tanganku meraba bagian bawah jendelaku, dan benar. Segera saja aku masuk.

Cukup terang karena lampu tidurku masih nyala. Aku menaruh tasku, dan mengganti bajuku dengan baju tidur kesayanganku.

Hari ini aku beruntung, karena tidak berada di rumah hampir seharian. Seenggaknya, aku tidak disuruh untuk membantu membereskan rumah. Hahaha-

Bajuku yang kotor juga sudah dicuci oleh ibu, beruntung. Karena sebelumnya aku mencoba mencuci bajuku malah sobek. Dan itu menyebalkan.

Tenggorokanku terasa sakit, mungkin aku kehausan. Kubuka pintu kamarku, sebelum melangkah aku melihat sekitar, kosong!

Aku pun berjalan menuju kulkas, mengambil sebotol jus anggur kemasan lalu kuminum hingga habis. Ah-segar rasanya.

Dan aku masih belum terkena -

"Darimana pulang selarut ini, Sakura?"

Oh Tuhan! Mati aku!

HALLO , MINNA-SAN!

Gomen baru bisa update , sebenarnya udah buat lama tapi sesuatu terjadi.

aku harus ngerjain tugasku yang banyak bangettt

dan keyboard laptopku rusak. Ini aja mau update harus ulang 6kali

Stop curhatannyaaa :3

Gomen juga ceritanya jelek ya? aku mau buat sesuai curhatannya anak kecil malah jadi kek gini -,-

Ohya btw , aku nyoba nulis di wattpad loh. Yang punya mampir yakkk

tenang aja , ini bakalan ku selesaikan

Ohya , Q&A yukk!

Dari : Jamurlumutan462

Aku juga suka cerita Saku yang masih kecil , jangan-jangan wkwkwkwk

Bukan kelainannnn... ceritaku ini butuh pengertian yang dalam , #Plakkk

makasih penantiannya btw :3

Dari : Kirara967

Sebenernya cuman tingkah lakunya yang kelewatan batas , wkwkwks

gomen , gabisa update kilat ):

tapi seterusnya kuusahakan ;v

Dari : Devita203

W.O.W wkwkwks

Dari : Allenjandra

Thank you kakkk , terbang nih wkwkwk ikutin terus yakkk

Dari : Nurulita as Lita-san

NO! NO WAY! Si Saku gabakalan punya kelainan. kasihan dong , saudara kembarku ini. *BHakkss

Thankyou buat Miss Divania Cherry , Devita203 , Nurulita as Lita-san yang udah ngikutin ini cerita

Thankyou buat Devita203 {again} , yang sudah mengikuti sayaa

gomen , gak bisa bales cepet dan satu-satu

Untuk kalian yang mau tanya lebih lengkap tentang saya , bagi ilmu , curhat , dsb

pin bbm saya : D318AE5B

(Asli kok)

Yoshh!

Mohon bantuannya