Everything For You Ch.2
Disclaimer : Naruto milik Mashashi Kishimoto
Rate : M
Pairing : Sasuke x Sakura
Warning : Typo(s), lemon, bad Sasuke
.
.
Cahaya matahari yang menerobos masuk dari celah celah horden telah membangunkan sang putri dari tidurnya. Dia merasa heran karena seperti ada benda berat sedang menimpa tubuh mungilnya dan menjadi kungkungan kokoh yang memenjarakan. Ia tolehkan kepalanya ke belakang, dan ternyata.. Walaa! Pangeran tampan dengan wajah datar sedang tertidur sambil memeluknya dari belakang. Setelah berfikir beberapa menit, gadis yang baru saja di beri nama 'Sakura' ini mengangkat perlahan tangan tuannya dan meletakkan di atas kasur, sehingga ia bisa beranjak pergi. Tapi, bukannya pergi dia malah memperhatikan wajah tuan muda nya, begitu tampan, angkuh dan berkharisma. Rahangnya yang kokoh, tulang pipi yang tinggi, hidung yang mancung dan Err... Bibir yang... Seksi. Melihat bibir Sasuke yang terkatup rapat, ada rasa yang menggebu dalam hati Sakura, dia ingin morning kiss, sangat ingin. Setelah menyentuh lembut bibir tuannya, Sakura memutuskan untuk duduk ala jepang tanpa sehelai benangpun menunggu Sasuke bangun. Dia mengharapkan saat Sasuke bangun, dia memberi ciuman selamat pagi pada Sakura.
Lima belas menit berlalu, Sasuke tak kunjung bangun, karena memang Sakura tak membangunkannya. Sakura mulai lelah, tapi dia tetap berkeras ingin menunggu Sasuke bangun. Sampai akhirnya mata Sasuke terbuka perlahan menampilkan sorot kelam yang tajam, setelah meregangkan ototnya, dia baru melirik ke arah Sakura yang sedang tersenyum karena perjuangannya membuahkan hasil.
"Ada apa? Kau bisa masuk angin jika begitu" ucapnya datar dan hampir menghancurkan hati Sakura yang rapuh.
Sakura tidak menjawab, dia hanya bisa memainkan kedua ujung jari telunjuknya gugup.
Sasuke tertawa kecil. "Kemarilah..." sambil berusaha merengkuh tubuh Sakura yang sedang duduk untuk mendekat ke arahnya. "Kau tahu apa arti seorang istri?" tanya Sasuke pada gadis yang lupa semuanya.
"Apa itu istri?"
Sasuke mendengus, "Istri adalah seorang wanita yang terikat janji suci dengan seorang pria. Tugasnya nanti mengurus keluarga dan memenuhi kebutuhan suami."
"Suami?"
"Uh, begitu melelahkan mendeskripsikan semua hal yang kau lupakan. Sebaiknya kau mandi sekarang Sakura."
Sakura bingung dengan Sasuke yang tadi mengajaknya mengobrol tapi tiba-tiba menyuruhnya mandi. Apa secara tidak langsung Sasuke mengatakan bahwa ia bau. Ia beranjak ke kamar mandi dengan kedua sudut bibirnya yang tertarik kebawah menunjukkan kekecewaan.
Sedangkan di sisi lain, Sasuke sedang tertawa kecil sambil mengingat kepolosan dari wanita kecil yang kehilangan ingatannya itu. Dia hanya mengingat sedikit kosa kata dan lupa pada yang kata kata yang rumit. Dia juga tidak akan bisa disuruh tersenyum karena lupa bagaimana cara tersenyum, dia lupa bahwa dia hanya perlu menarik sedikit otot di kedua pipinya, jadi dia hanya tersenyum jika ada yang membuatnya bahagia. Betul betul natural dan polos sekali. Sasuke berhenti tertawa saat Sakura keluar lagi dari kamar mandi. Raut wajahnya terlihat kebingungan dan sedikit rona merah.
"Kenapa?" tanya Sasuke heran.
"A-ano... Aku..." jawabnya tersendat sendat.
"Kau tidak bisa menyalakan shower? Atau penghangat air? Atau kau tidak bisa mengisi air di bath up?"
"I-iya" rona merah makin jelas mewarnai wajah imutnya, entah karena malu atau kedinginan. Mengingat ia tak pakai baju dari tadi dan cuaca jepang di pagi hari lumayan dingin.
Sasuke kembali tertawa sambil turun dari ranjangnya. Entah berapa kali hari ini ia sudah tertawa di buat makhluk pink yang sedang berdiri menunduk di depan pintu kamar mandi. Dengan cekatan, ia pun menghidupkan beberapa perangkat mandi yang akan menyegarkan dan sedikit menghangatkan tubuh ringkih Sakura. Sepintas, Sasuke melihat tubuh Sakura yang di hiasi beberapa bercak merah. Dan Sasuke juga beberapa kali memergoki Sakura sedang mengubah posisi kaki nya, mungkin dia tidak nyaman.
"Mandi lah, aku sudah menyiapkannya untukmu. Besok besok kau yang harusnya menyiapkan ini untukku."
"Ha'i , aku juga tadi sudah memerhatikan bagaimana cara menghidupkannya."
"Hn" Sasuke pun beranjak pergi meninggalkan Sakura yang ingin mandi.
Dia terlihat senang dan bermain main dengan air hangat di bath up, di ciprat cipratkannya air itu ke dinding hingga hampir seluruh dinding kamar mandi basah.
"Sakura, jangan terlalu lama bermain air. Cepat sudahi mandimu!" teriak Sasuke dari luar sekaligus mengingatkan Sakura pada tujuan awalnya, mandi.
"Ha'i Sasuke-sama"
~~~ooo~~~
Sakura keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan harum. Dengan langkah pasti dia pun mendekati Sasuke yang sedang duduk di tepi ranjang. Udara di kamar ini pun berubah menjadi lebih hangat, setelah di perhatikan, Sasuke menghidupkan penghangat ruangan yang tidak di ketahui oleh Sakura.
"Ah, kau lama sekali." Ucap Sasuke setelah dia sadar Sakura telah kembali.
"Gomen Sasuke-sama, kenapa saat aku mencelupkan tubuhku ke air rasanya sangat menyenangkan ya?"
"Bodoh, itu namanya mandi"
"Oh, mandi…" Sakura menganggukkan kepalanya seolah mengerti "Kenapa ruangan ini menjadi lebih hangat?" lanjutnya heran, seperti orang yang baru datang dari jaman dahulu kala yang saat itu tidak ada fasilitas modern seperti sekarang.
"Aku menyalakan penghangat ruangan…" ujar Sasuke santai "Ck, aku baru ingat tidak mempunyai pakaian perempuan"
"Tidak pakai juga tidak apa-apa, disini juga cukup hangat kok." Ucap Sakura polos dan Innocent.
'Jika dia tahu apa yang dilakukannya sekarang, mungkin dia akan teriak. Kalau dia adalah type gadis pendiam pasti dia akan merona." Batin Sasuke. Dia sedikit terkikik mengingat gadis- ah, maksutku wanita yang sangat polos tak kenal malu satu ini. Yah, walaupun Sasuke tahu bahwa ini adalah salah satu efek dari Sharingan aniki nya.
"Kau sementara pakai bajuku saja, aku akan telfon Dobe untuk membawakan baju untukmu" jawab Sasuke sambil melangkah menuju lemari dari kayu jati yang terkesan mahal. Pilihannya jatuh pada kemeja berwarna biru tua yang cukup besar untuk Sakura. "Ini, pakai cepat".
Sakura menerima kemeja itu, tapi dia tidak tahu –atau mungkin lupa– bagaimana cara memakai itu di tubuhnya "Ngg, ano, Sasuke-sama…"
Sasuke mendengus geli "Sini aku pakaikan." Tanpa bertanya pun Sasuke sudah tahu mengapa wanita itu tak kunjung memakai kemejanya. Apalagi alasan selain 'Aku tak bisa memakainya, Sasuke-sama'
…
"Masukkan lenganmu ke lubang ini Sakura."
"Bukan yang itu, itu lubang untuk leher."
"Kau memasangnya terbalik baka! Lengan kanan dimasukkan kesini, lengan kiri dimasukkan kesini."
"Hey! Jangan seperti itu, kancingkan dengan benar!"
Setelah melalui proses yang melelahkan, akhirnya kemeja itu telah terpasang sempurna pada tubuh mungil Sakura. Niat awal Sasuke untuk memakaikan saja kemeja itu telah diurungkannya. Sakura meminta untuk di ajarkan saja agar tak kerepotan jika ia ingin memasang benda ini esok hari.
Merasa perjuangannya telah selesai, Sasuke beranjak mengambil ponsel nya yang terletak pada meja kecil di samping ranjang.
"Kau tunggu disini. Jangan bergerak sedikit pun. Aku akan mandi lalu menelfon temanku untuk mendapatkan baju yang layak untukmu"
Sakura hanya diam. Memangnya apa yang salah dengan baju yang sekarang di pakainya. Baju ini lembut dan nyaman di pakai, terlebih ada aroma maskulin tuannya disini hingga membuatnya betah mengenakan baju Sasuke.
Sasuke bergegas Mandi membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di luar kamar. Setelan nya pagi ini hanya kaos yang mencetak tubuh atletisnya, serta jeans selutut berarna hitam lekat seperti matanya. Setelah selesai dengan kegiatan bersih bersih badan, terlihatlah sekarang ia sedang mengutak atik ponsel branded yang tak sembarang orang bisa memilikinya.
Di sisi lain…
Terlihatlah pemuda berambut blonde masih bergelung dalam selimut tebal. Tidur nya tampak sedikit terganggu oleh deringan ponsel yang bergetar getar itu.
"Hmm." Gumamnya saat mengangkat telfon, dia telah melihat nama kontak siapa yang menelfon nya pagi ini.
'Dobe, kau berada dimana?' sahut suara baritone di sebrang sana.
"Di kamarku yang nyaman, hangat, empuk dan sangat memanjakanku hingga aku terbuai dan terperosok–"
'Berhentilah meracau Dobe! Kau tidak ada acara kan hari ini.' Dan ternyata yang menelfon si Dobe ini adalah putra bungsu Uchiha yang menyebalkan (!)
"Yah, memang tidak ada. Tapi kalau kau mau mengajakku kencan hari ini teme, maaf, aku takkan menghianati Hinata-chan." Balas Naruto melantur.
'Cih, menjijikkan…' dengus nya. 'Kau, ajaklah hinata ke mall. Belikan aku beberapa potong pakaian perempuan. Ukuran badan Hinata saja.'
Naruto terkesiap. Rasa ingin tahu nya mengalahkan rasa ngantuk. "Untuk siapa teme? Apakah aniki mu membawa pulang gadis tak ber-memori lagi?"
'Ya, tapi kali ini gadis itu untukku. Aku menginginkannya.'
"Gadis itu di mana sekarang?"
'Di apartement ku.'
"Baiklah. Aku akan mengantarnya siang ini. Kau mau pakaian seperti apa teme?" tanyanya dengan nada yang menggoda –dan terkesan mesum–
'Yang seksi dobe.'
"HAHA! Baiklah. Akan kuturuti permintaanmu. Akan sangat menyenangkan melihat gadis memakai pakaian seksi teme."
'Kau gila' umpatnya dan seketika langsung memutuskan sambungan telfonnya.
"Dasar teme" desahnya menggendikkan bahu.
Hari ini ia akan membawa Hinata untuk belanja pakaian seksi untuk sahabatnya. Err, mungkin dia juga akan membelikan Hinata beberapa.
Di sisi lain…
Cklek!
Sasuke membuka pintu kamarnya perlahan. Hingga menampakan perempuan berambut merah muda panjang sedang duduk seperti posisi tadi ia sebelum Sasuke tinggalkan.
Gadis itu menoleh dan berdiri serta membungkukkan badannya. Sasuke kembali terkikik geli. Melihat Sakura dengan kemeja kebesaran hingga tubuhnya seolah tenggelam, dan ia bertingkah sangat hormat pada Sasuke.
Sasuke berjalan menuju meja yang di penuhi laptop dan peralatan kerja yang berada tiga meter dari ranjang.
"Kemarilah" ucap Sasuke pada Sakura yang masih berdiam diri sejak tadi.
Dengan langkah yang perlahan, Sakura mendekati Sasuke.
Sasuke menuntun Sakura duduk di atas pangkuannya, dan badan Sakura pun seperti plastisin yang mengikuti saja tarikan Sasuke.
"Aku akan mengerjakan sedikit tugas kuliah. Tetaplah seperti ini dan buat aku nyaman." Perintah Sasuke sambil meletakkan kepala Sakura ke dada bidangnya.
Sakura merasa nyaman dengan posisinya saat ini, sedangkan Sasuke telah memulai acara berkutat dengan laptop. Sakura semakin menenggelamkan kepalanya pada dada Sasuke, serta melingkarkan tangannya pada pinggang Sasuke. Sedangkan yang dipeluk? Hanya tersenyum tipis sambil menekan nekan keyboard laptop.
Tiba-tiba Sasuke tersentak. Ia merasakan baha lehernya tengah di sesap oleh seseorang –yang ia yakini adalah Sakura– . Sakura juga tak mengerti kenapa dia melakukan ini, dia hanya bergerak sesuai insting. Setelah beberapa menit kecupan lembut itu berlangsung, Sakura melepaskan bibirnya dari leher Sasuke dan kembali menenggelamkan wajah pada dada Sasuke.
"Sakura" panggil Sasuke.
"Ya Sasuke-sama?"
Saat Sakura mendongakkan kepala, Sasuke memegang belakang kepalanya lalu menarik kepalanya untuk dapar meraih bibir lembut si gadis. Ia menciumnya dengan gemas untuk balasan dari apa yang Sakura perbuat. Makin lama, ciuman itu makin menggairahkan. Namun malang, bel apartment menginterupsi kegiatan pagi mereka. Sasuke melepaskan ciuman nya dan mendecak sebal.
"Ck. Kau tunggu disini. Jangan keluar kamar" ujarnya sambil mengisyaratkan Sakura bangkit dari pangkuannya agar ia bisa keluar dan membuka pintu.
"Kenapa Sasuke-sama?"
"Lihatlah pakaian itu. Tubuhmu tak boleh diperlihatkan kepada orang lain kecuali aku." Ucapnya posesif.
"Ha'i, wakatta" ucap Sakura patuh.
Memang Sasuke selalu menyempatkan untuk menjawab pertanyaan Sakura. Agar perempuan itu tak terus bertanya dan membuat Sasuke risih. Terkadang, pertanyaan simple dari Sakura di jawabnya dengan perkataan yang menegaskan bahwa hidup Sakura hanya untuknya. Selalu mengandung ke posesif'an dan egoisme tinggi.
-TBC-
Kyaaa!
Gak nyangka review nya sebanyak ini. Semoga review nya gak nurun ya tuhan..
Maaf ya kalo akhir akhir ini aku jarang update. Memang kondisiku sehabis operasi udah pulih, tapi aku punya project baru. Yaitu bantuin seseorang nyusun Skripsi! Hahaha, abis orangnya mohon mohon sih. Lagipula bayarannya lumayan readers, buat beli kuota internet. Loh ini kok malah curhat? Gomenne *BungkukBungkuk
Bales review yang ga log-in dulu ah…
RingoMatsushima : iya , makasih ya. Nanti aku pertimbangkan deh..
fava ritsuka : iya , gak papa. Ini udah aku bawa lanjutannya B)
Guest : ups, sorry ya ngaret. Banyak job nih. Hehe XD
sami haruchi 2 : kalo umur Sasuke sih sekitar 21 deh. Kalo Sakura mungkin 19 aja. Ngarang aja nih akunya XD . kalo masalah sasu pernah sama cewek laen.. ya mungkin one night stand aja. Maklum, cowok kaya :D
namika : okeh! Ini dilanjut XD
My review : Nah loh.. ini mah lime everywhere XD
Hn : okey!
sasusaky lovers : Yosh! Semangat nih
pecintalemon : nahloh.. hehe XD boleh juga ..
Guest : hehe, liat aja entar yah Sasu nya cinta gak sama Saku. Wah.. kamu orang yang mementingkan plot, kagum deh..
aiH : iya iyaa. Ini update kilat. Makasih loh pujiannya :&
sasusaku uciha : Gomenne *bungkukBungkuk* pokoknya aku usahain deh .. Gaara? Aku bingung mau di jadiin apa. Ada saran?
Makino Yukito-chan : aku juga panas dingin *NoseBleed. XD ini udh di lanjut kan? Hehe
Tiffanyyuki : okey, kalo aku mahh bukan update kilat. Update keong XD
Azzuyaa : ini udah paling cepet :'(
Guest : oke, keep.
Nice Reviewer : NahLoh.. LOL XD okee. Semangatin aku ya…
Obin san : aku kedinginan malah.. XD ini lanjut nihh..
Secret-kun : ampuun Secret-kun, akunya jangan di tebas XD okeOke, ini aku keep kok.
Reza : Maksutloh? T_T masa aku di bilang jelek.. awas ya aku kaduin kakek madara! :P
Ohya. Yang log-in cek PM yaa..
Buat yang udah fave dan alert makasih ya *CiumSatuSatu..
Hehe, akan ku usahakan di sela sela kegiatanku untuk melanjutkan fic fic tercintaku demi kaliam semua.. oh Readers ku…
XD
Akhir kataa , Si yu efribadi
Revie noh jangan lupa . XD
