"Bunny minnie Ryeonggu-ya, eomma appa pulang."
Sungmin bergegas menghampiri kedua orang tuanya meninggalkan Ryeowook dan Yesung di ruang tamu.
"eomma sudah pulang? Katanya besok baru akan tiba disini." Seru Sungmin
"Apakah kau merasa tidak senang kalau eomma dan appa pulang lebih cepat?"
"Ani bukan begitu. Hanya saja..."
"Oh sedang ada tamu rupanya? Mereka siapa minnie?" Kata sang kepala keluarga yang sedari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan kecil mereka.
"Itu ... Itu ..."
"Aku merasa mengenali mereka ! Bukan kah itu ?" Sang eomma angkat bicara
"KIM JONGWOON/YESUNG?" Seru mereka bebarengan.
"Annyeong ajumma ajushi." Seru Yesung sumringah.
.
.
.
Ryeowook goes to Seoul © seoyoon709
This Artist character is not mine
Main character : Yewook
This story and Plot is mine
Happy Reading
-BL-
.
.
.
Mereka semua berkumpul di ruang tamu setelah sang pemilik rumah selesai membereskan barang-barangnya.
"Sudah berapa lama kau disini Yesung-a?" Donghae bertanya.
"Aku baru saja tiba tak lama dari ajushi datang. Aku tidak sengaja sedang jalan jalan disini dan aku melihat ada jerapah berkeliaran diluar. Takut mengganggu masyarakat sekitar, akhirnya aku mengantarkannya kerumah. Dan ternyata jerapah ini anaknya Lee ajushi. Hehehe"
"Terus saja hyung kau meledekku." Ryeowook mempoutkan bibirnya tanda dia kesal karena dikatai jerapah oleh Yesung.
"Oh jadi begitu. Apakah kau sedang berlibur didaerah sini atau bagaimana? Dan bagaimana kabar orang tuamu? "
"Mereka baik ajumma. Oh iya aku..." Belum selesai Yesung menjelaskan, Ryeowook sudah lebih dulu memberi pertanyaan kepada kedua orang tuanya.
"Appa dan eomma bisa jelaskan, apa yang kalian bicarakan 3 bulan yang lalu dengan keluarga Kim? Meskipun aku ada disana, sepertinya kalian tidak memberitahuku tentang perjodohan ini." Tanya Ryeowook menyelidik.
"Rupanya Yesung sudah lama disini dan sudah menceritakannya kepada Ryeong, sayang. Baiklah appa akan menjelaskan." Ryeowook mendengarkan baik-baik apa yang akan dikatakan appanya.
"Mulanya hyungmu yang akan appa jodohkan dengan anak keluarga Kim, tapi hyungmu menolak karena dia bersikeras bahwa dia sudah memiliki kekasih. Pada saat itu appa dan eomma tidak ambil pusing, dan keluarga Kim juga setuju bahwa mereka tidak mau memaksa Sungmin untuk menerima perjodohan ini. Dan saat kami membawamu ke pertemuan keluarga 3 bulan lalu, appa nya Yesung langsung berkata "Bagaimana kalau Ryeowook saja yang dijodohkan dengan Yesung. Kurasa Yesung akan senang dan tak akan menolak." Tanpa pikir panjang kamipun meng-iyakan tawaran itu."
"Jadi benar aku akan dijodohkan dengan Yesung hyung? Oh may God."
"Kau kenapa sayang?" Yesung pura-pura perhatian.
"Berhenti memanggilku sayang hyung." Ucap Ryeowook sewot.
Mereka yang melihat tingkah lucu Ryeowook pun tertawa cekikikan.
"Padahal seminggu yang lalu dia meolakku mentah mentah. Kenapa sekarang dia terlihat senang. Memalukan." Cibir Ryeowook.
"Kau bicara apa sayang? Hyung tidak mendengarnya." Seru Yesung.
"Aku tidak mengatakan apapun." Sungut Ryeowook.
"Baiklah. Ajushi bisakah aku mempercepat perjodohan ini?" Seru Yesung tiba-tiba dan tidak mengambil pusing perkataan Ryeowook tadi.
Semua yang sedang tertawa berhenti setelah mendengar ucapan Yesung.
"MWO?!"
.
.
.
"Hyung bagaimana ini. Yesung hyung ingin mempercepat semuanya. Aku bahkan belum menggapai cita-citaku. Aku masih ingin menjadi musisi. Ya Tuhan." Ucap Ryeowook panik.
"Tenang lah Ryeong. Kurasa Yesung hyung masih akan mengijinkanmu untuk menggapai cita-citamu sebagai musisi. Yesung hyung tidak seperti yang kau pikirkan asal kau mau tau. Hehehe"
"Kenapa kau membelanya hyung. Aku benci itu. Ya walaupun ada benarnya sedikit sih. Eh... tapi tetap saja ini terlalu cepat."
"Padahal kau sudah seminggu di apartementnya. Masa kau mendadak panik begini. Percayalah pada hyung. Hyung bahkan mengenalnya lebih dari kau mengenalnya Ryeong. Jja tidurlah. Besok keluarga Kim akan datang untuk membahas tentang pernikahanmu. Semoga kau bermimpi nyenyak Kim Ryeowook." Ledek Sungmin kemudian melangkah keluar kamar Ryeowook sebelum...
"YAK! Hyung! Margaku belum resmi berganti menjadi Kim." Kesal Ryeowook sambil melemparkan bantal kearah pintu yang sayangnya sudah tertutup terlebih dahulu.
"Aku akui aku tidak sepenuhnya menolak perjodohan ini." Ucap Ryeowook tanpa sadar.
Entahlah apa yang akan terjadi esok hari, Ryeowook tidak tahu dan dia tidak mau ambil pusing. Sudah cukup untuk berpikir keras hari ini. Ryeowook akhirnya tertidur, setelah berperang dengan pikirannya. Siapa yang tahu hati seseorang. Mungkin kemaren mereka membenci, tapi sekarang mungkin mereka saling mencintai. Semua hanya Tuhan yang tahu. Hehehe
.
.
.
"Bahkan aku tidak menyangka bahwa orang yang akan dijodohkan adalah kau Lee Ryeowook. Orang yang aku tolak mulanya saat selesai audisi kemarin. Aku bahkan belum melihat fotomu sejak appa menggirimkan berkas-berkas ini." Ucap Yesung sambil membuka amplop yang berisikan foto-foto Ryeowook yang di dapat dari sang appa.
"Baiklah, aku tidak akan menolak untuk dijodohkan denganmu. Karena aku mulai menyukaimu, yang cerewet, bawel, keras kepala, egois. Sebaiknya aku tidur."
.
.
.
Esok hari
"Hyung aku benci mengakuinya. Tapi... Tapi..." Ucap Ryeowook kaku.
"Tapi apa Ryeong. Kau membuat hyung menunggu. Hyung masih banyak kerjaan nih." Sungmin mulai kesal karena Ryeowook tidak menyelesaikan perkataannya dengan cepat. Dia tidak tahu apa, kalau Sungmin sedang sibuk membantu sang eomma membereskan seisi rumah. Eomma nya itu seperti kedatangan tamu pejabat saja. Padahal hanya keluarga Kim.
"Sungguh aku benci mengakuinya. Aku tidak menolak perjodohan ini, karena mungkin aku mulai menyukai Yesung hyung."
"Aku juga menyukaimu sayang." Ucap suara dari belakang Ryeowook.
"Ye... Yesung hyung."
.
.
.
"Eomma appa aku akan melamar Ryeowook sekarang juga dan melangsungkan pesta esok." Seru Yesung tiba-tiba dengan raut muka yang luar biasa bahagia.
"Kau yakin Ryeowook tidak menolak ?"
"Seratus persen yakin. Karena tadi Ryeong sudah menyatakan cintanya padaku." Yesung dengan bangganya mengucapkan kalimat bahwa Ryeowook tidak akan menolak.
"Benarkan sayang?" Sambung Yesung lagi.
"Aku tidak tahu ajumma." Ucap Ryeowook malu-malu.
"Aku tergantung pada anakmu Donghae-a. Aku juga tidak bisa memaksakan. Ya walaupun Yesung meminta dipercepat." Ujar Kangin bijak.
"Bagaimana Ryeong. Semua keputusan ada di kamu."
"Baiklah. Kurasa tidak ada salahnya. Lagipula , aku juga tidak menolak perjodohan ini. Aku hanya kaget saja." Ryeowook berujar final.
"Akhirnya." Ucap mereka kompak.
.
.
.
Hari pengucapan janji sehidup semati akan dimulai. Mari kita lihat kedua mempelai kita.
"Kim Jongwoon. Maukah kau menerima Lee Ryeowook sebagai istrimu baik susah senang sampai maut memisahkan kalian?" Sang pendeta mengucapkan janji untuk kedua mempelai.
"Ya saya bersedia." Ucap Yesung mantap
"Lee Ryeowook. Maukah kau menerima Kim Jongwoon sebagain suamimu baik susah senang sampai maut memisahkan kalian?"
"Ngg..."
"Cepatlah Ryeong. Kalau mau jawab saja ''iya saya bersedia''. Kalau tidak habislah aku." Yesung mulai panik.
"Ya saya bersedia." Ucap Ryeowook tak kalah mantap.
"Kalian resmi menjadi suami istri. Silahkan bertukar cincin dan mencium pasangan kalian."
Cup
"Wah tak kusangka makhluk egois, keras kepala, arogant ini akan menjadi istriku. Aku sungguh sangat senang. Kau tau Ryeong, aku sunggu mencintaimu melebihi yang kau tau."
"Hehehe sudah kubilang pesonaku memang kuat hyung. Aku tak menyangka juga, orang yang kutemui di audisi saat di Seoul, orang yang kumintai megajarkan gitar adalah jodohku."
"Selamat Ryeong. Doakan hyungmu cepat menyusul ne." Seru Sungmin dari bangku altar.
"Hyung boleh ku tahu siapa kekasihmu? Setauku selama ini kau tidak punya kekasih." Ryeowook berucap sambil turun dari altar menghampiri Sungmin.
"Hehehe kalau ku beri tahu, kau jangan kaget ya. Dia adalah seorang gamer yang selalu setia menghadiri operaku. Dia adalah Cho Kyuhyun."
"Jangan bilang Cho yang waktu itu." Seru Ryeowook kaget.
"Bingo. Kau pintar."
"Ryeong kau melupakanku." Ucap Yesung manja sambil memeluk Ryeowook dari belakang.
"Biar bagaimapun juga Ryeowook tetap dongsaengku Yesung hyung."
"Dasar brothercompleks." Seru Yesung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Yesung hyung jangan membaca buku diaryku terus. Kau bahkan mengulangnya hampir tiga puluh lima kali. Bantu aku memakaikan baju Woonkie atau kau tak mendapat jatah selamanya." Ancaman sudah dikeluarkan Ryeowook dan Yesung hanya bisa menjawab ...
"Iya sayang hyung datang."
Yesung menaruh buku diary yang sudah dibacanya hingga tiga puluh lima kali itu ke meja nakas. Dan menghampiri sang istri yang sedang memakaikan putranya baju. Yesung tak akan pernah bosan membaca diary istrinya. Karena disitu tertulis bagaimana cara mereka bertemu, kemudian saling mengucap janji suci. Dan sekarang mereka sudah memiliki satu orang putra , Kim Woonkie namanya. Nama yang sungguh indah.
Perjodohan tak selamanya buruk, mungkin itu yang ada dibenak mereka berdua saat pengucapan janji suci 3 tahun yang lalu. Dan dari sebuah perjodohan serta audisi, mereka bertemu.
*END*
.
.
.
Terima kasih yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk me-review di chapt sebelumnya.
abilhikmah KRY4113 ; WooKiki ; aniiclouds
Maafkan bila dalam penulisan masih kurang sempurna.
.
.
.
Akhir kata TERIMA KASIH
seoyoon709
mari lestarikan FF YEWOOK yang sudah mulai langka
tunggu next story
see u
