A very absurd fanfic from Raisa YeolBaekry
Pairing : ChanBaek, KaiSoo, HunHan, TaoRis, SuLay, ChenMin.
Rate : M (For bad language, cursing a lot, dirty talks or dirty jokes, etc).
Genre : Comedy gagal, Romance gaje.
Length : Chaptered.
.
EXO and Their Love Story.
Chapter 1 : EXO's Concert
.
.
"Baekhyun! Semangat dikit napa?! Ayo, gue mau nyeret Kyungsoo sekalian–mumpung tiketnya ada tiga!"
Orang yang disebut namanya–Baekhyun–hanya memutar bola mata melihat tingkah laku sahabat karibnya. Luhan–nama sahabatnya–baru saja memenangkan sebuah undian berhadiah tiket konser VIP EXO yang bertajuk EXO'rDIUM yang diselenggarakan di Seoul. Luhan juga mengajak serta Kyungsoo yang notabene adalah sahabat terdekatnya selain Baekhyun. Sebenarnya, Baekhyun sama sekali tidak suka dengan EXO, atau apalah itu yang diidolakan Luhan. Ia hanya menemani Luhan dengan amat sangat terpaksa. Lain halnya dengan Kyungsoo yang juga mengidolakan EXO. Anak itu sangat senang begitu Luhan mengajaknya menonton konser EXO. Maklum, fanboy.
"Terus, Kyungsoo mana? Gue capek nungguin disini." balas Baekhyun.
"Kayanya masih di rumah, deh."
Great.
Demi apa, Baekhyun udah nungguin Kyungsoo selama hampir setengah jam di depan tempat konser. Dan keadaan disitu sangatlah panas, asal kalian tau. Mana mungkin seorang Byun Baekhyun betah berdiri selama setengah jam di bawah sinar terik matahari? Dia kan paling takut kulitnya item–ntar kaya Jongin lagi, ewh.
"Udahlah, Lu. Gue pengen pulang." Baekhyun bersiap melakukan pose ber-goodbye ria pada Luhan, namun sahabatnya dengan cekatan menyambar lengan kanannya yang terbungkus jaket baseball biru untuk mencegahnya pergi dari sana.
"Baekhyun, sahabatku yang paling baik~ Temani aku ya? Untuk sekali ini saja. Please~" Luhan memandang sahabatnya dengan pandangan berbinar-binar penuh pengharapan. Baekhyun mendelik jijik.
"Idih. Ga usah pasang muka sok imut gitu, Lu. Jijik. Sumpah." Balas Baekhyun.
Luhan mengerucutkan bibirnya kesal. Namun, ekspresi itu tak bertahan lama begitu iris kecokelatan miliknya menangkap suatu objek yang membuatnya tersenyum lebar dan menampakkan barisan giginya. Kyungsoo.
"Hai. Sorry gue telat. Tadi Ryeowook ga mau ngalah rebutan kamar mandi."
Kyungsoo menyapa dengan cukup singkat, sambil menatap Luhan serta Baekhyun dengan tatapan datar. Setengah jam menunggu dan dihadiahi sapaan singkat dan tatapan datar? Ugh, Baekhyun lebih suka mengurus Taehyung sang Alien Aneh Dari Planet Antah Berantah daripada harus menerima 'hadiah' seperti itu. Dan by the way, Taehyung itu adiknya Baekhyun–yang tingkat kecabeannya hampir sama kaya kakaknya.
"Ditungguin tapi nggak ngerasa ditunggu. Keterlaluan lo, Kyung." Baekhyun berucap sarkastik dengan pose berkacak pinggang.
Kyungsoo mengangkat satu alisnya– "Gue nggak minta ditungguin, ya. Sorry. Kalo lo nggak mau nungguin gue, tinggalin aja kenapa? Gue juga bisa berangkat ke konser EXO sendirian." –dan membalas telak perkataan Baekhyun.
"Oke, guys. Kalo kalian mau berantem, di-pending dulu oke? Gue masih ada urusan sama Sehun gue." Luhan melerai perdebatan kedua sahabatnya–yang malah membuat situasi semakin memburuk.
"Luhan plis." Baekhyun menghela napas. "Jangan bikin mood gue semakin buruk."
"Gue cuma pengen bahagiain diri sendiri kok, Baek." Luhan nyengir lima jari. Honestly, mukanya nyeremin. Udah 11-12 sama jurig gitu. Baekhyun bergidik ngeri, membayangkan Luhan adalah jurig yang gemar memasang senyum lebar nan sadis dan membawa pisau dapur besar.
Kyungsoo memasang wajah malas. "Jadi ketemu EXO, nggak? Kalau nggak, gue pulang."
"Hehe... Jadi kok, Soo. Ayo, Baek." Luhan menggenggam tangan Baekhyun tanpa menghilangkan cengiran itu dari wajahnya. Membuat Baekhyun semakin merinding. Well, salahkan saja pikiran Baekhyun yang terlalu over.
"Le–lepasin tangan gue."
"Eh? Kenapa Baek?"
"Lepasin, Lu. Plis." Kini, wajah Baekhyun yang mulanya sudah pucat bertambah pucat lagi karena imajinasi berlebihan bin anehnya.
"...Baek, lo kenapa? Serius deh."
"LEPASIN TANGAN GUE! SERIUS GUE NGERI LIAT LO! KAYA JURIG, SUMPAH! LO NYEREMIN, LU! JANGAN NYENGIR KAYA GITU LAGI DI DEPAN GUE!"
"... EH, BAEKHYUN! KOK LARI, SIH! LUHAN, KEJAR DONG!"
"BAEKHYUUUNN...! BERHENTI! LO KENAPA SIH?! KYUNG, AYO IKUTIN GUE NGEJAR BAEKHYUN!"
"Nyusahin banget jadi orang. Baekhyun! Baekhyun! BAEKHYUN, STOP!"
"Anjir."
Baekhyun menoleh, memandang Luhan dengan tatapan 'what-do-you-mean?' karena kata-kata yang keluar dari mulut sohibnya itu.
"Kenapa?" Tidak. Pertanyaan ini tidak keluar dari mulut Baekhyun, melainkan mulut Kyungsoo yang masih terengah-engah karena lelah berlari.
"Lo masih tanya 'kenapa', Soo? Plis. KONSERNYA UDAH MULAI, PORORO BUSUK! KITA UDAH NGGAK BISA MASUK, INI! ARGH, BACON SIALAN!" Luhan berteriak sambil mencak-mencak. Maksudku, siapa, sih yang tidak akan berteriak seperti itu jika mengalami kejadian seperti yang dialami Luhan? Tidak bisa menonton konser idola kesayanganmu karena harus mengejar sahabatmu sendiri yang berlari ketakutan karena wajahmu yang sedang tersenyum lebar menurutnya mirip jurig. Apa yang kurang lengkap dari pengalaman Luhan?
Kyungsoo maupun Baekhyun kini berekspresi sama–memandang Luhan dengan tatapan datar. Maksudku, siapa sih, yang suka dipanggil 'Pororo Busuk' atau 'Bacon Sialan'?
Luhan balas memandang dengan alis yang bertaut, kesal.
Namun, siapa yang tidak akan merasa kesal jika kejadiannya seperti itu? Bayangkan saja, kau berlari mengejar sahabatmu sampai lelah dan berjalan dengan amat sangat lambat karena terkurasnya energi menuju tempat konser idolamu. Dan saat kau sampai disana, pintu utama sudah tertutup, menandakan bahwa konser telah dimulai.
Kampret.
Luhan pengen nangis aja rasanya. Dia rela matanya bengkak dan kemerahan karena terus memandang layar televisi dalam jangka waktu yang cukup lama hanya demi menantikan hasil undian berhadiah tiket konser EXO. Dan sekarang tiket itu pun hanya seonggok kertas tak berguna. WTF banget, kan?
Tiga remaja absurd itu terus berdiam di depan pintu utama selama sepuluh menit sebelum Luhan akhirnya berdiri, menghembuskan napas berat sambil menepuk-nepuk bagian celananya yang kotor akibat duduk lesehan di depan pintu.
"...Mau kemana, Lu?"
"Pulang. Nggak ada gunanya juga kita nungguin di sini. Nggak ada hasilnya, percuma. Gedung ini kedap suara–jadi kita juga nggak bisa dengerin penampilan EXO dari luar." Papar Luhan. "Ayo Baek, Soo." Ia mengulurkan tangan, hendak membantu kedua sahabatnya untuk berdiri. Namun, saat mereka bertiga mulai melangkah, terdengarlah suara beberapa orang yang bercakap-cakap dengan cukup berisik. Satu diantaranya berbicara dengan nada tinggi, seorang lainnya membalas dengan bentakan, dan sisanya mengikuti di belakang. Suara itu membuat Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo menghentikan langkah kaki secara refleks.
Itu Sehun, betewe. Iya, Sehun EXO –Siapa lagi?
Anjay.
Luhan dan Kyungsoo pengen teriak aja rasanya.
Dia kece banget, bro! And by the way, hari ini rambutnya bewarna hitam–membuatnya terlihat semakin tampan. Udah tinggi, kece, tajir, ganteng, pinter nge-dance, kurang apa lagi coba?
Luhan megap-megap. Sehun ada disini woy! Dan dia cuma berjarak lima puluh meter dari tempatnya berdiri! Luhan pengen pingsan aja saking senengnya.
"Manajer, sudah kubilang Suho hyung tengah kelelahan. Kondisi tubuhnya sedang tidak fit. Tidak bisakah kita menunda konsernya kurang lebih setengah jam? Isi saja bagian awal konser dengan VCR." Lelaki berperawakan tinggi itu membentak orang di sebelahnya.
Tunggu, berarti konsernya belum mulai...? Luhan serta Kyungsoo hampir berlonjak senang di tempat mereka berdiri mematung sampai sekarang. Baekhyun memutar bola mata, melipat tangan dengan malas. Ya Tuhan, apa yang bagus dari kabar itu?!
"Tidak bisa, Oh Sehun. Kita tidak bisa menundanya. Fans menunggu." Orang yang disebut 'manajer' oleh Sehun membalas perkataannya dengan nada tinggi.
"Sangat tidak berperikemanusiaan. Aku kasihan pada Junmyeon hyung." Sehun berjalan menjauhi manajernya setelah ia mengeluarkan gumaman untuk yang terakhir. Manajernya hanya membuang muka dan kembali memasuki gedung diikuti oleh staff yang lain. Namun hari ini nasib sial sedang betah berlama-lama dengan Luhan. Buktinya, langkah kaki maknae EXO itu mengarah ke tempat LuBaekSoo berdiri–membuat Luhan berkeringat dingin.
Sehun menepuk pundak Luhan perlahan. Ia mengacak rambutnya pelan sambil terus memandang Luhan. "Ng... Permisi, apa kalian EXO-L?"
SIALANANYINGTAITAITAI—
Suaranya yang khas itu menyapa gendang telinga Luhan dengan cepat. Pasalnya, Sehun sedang berdiri di sampingnya. Ini terlalu dekat. Kaki Luhan melemas dengan cepat, tubuhnya mati rasa. Fix, Luhan beneran pengen pingsan sekarang. SEHUN MEGANG PUNDAKNYA, WOY! DAN SAMPAI SEKARANG BELUM DILEPAS! ADSADJDBFKJ––
"I–i–iya, um, Sehun oppa."
Kyungsoo ternganga lebar, sementara Baekhyun hampir menatapkan kepalanya ke lantai beton di kaki mereka kalau saja ia tidak ingat Sehun sedang berdiri di depannya. I mean, WHAT THE HELL IS THAT?! LUHAN MANGGIL SEHUN 'OPPA' WOY! SADAR UMUR DAN GENDER PLIS, YA TUHANN..!
Baekhyun menutup wajahnya karena malu–bukan apa-apa, ia malu karena Sehun tahu Luhan adalah temannya. Well, mempunyai teman seperti Luhan sama saja dengan mempermalukan diri sendiri menurutnya–sedangkan Kyungsoo membuang wajahnya ke arah lain dengan alasan yang sama.
Sehun yang mendengar jawaban dari Luhan segera menutup mulutnya dengan punggung tangan untuk mencegah tawa yang hendak menyembur keluar. Wajah Luhan merah padam. Shit, ia ingin sekali menghilang dari permukaan bumi untuk saat ini.
"Well, itu sudah menjelaskan apakah kalian EXO-L atau bukan." Sehun berucap setelah berhasil menelan mentah-mentah tawanya yang hampir meledak.
"Ma–maaf, ng, aku memang suka ngaco." Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena rasa gugup menjalar ke seluruh tubuhnya.
Sehun tidak bisa menahan tawanya lagi, ia tertawa terbahak-bahak. Eh kampret. Nggak usah pakai ketawa juga kali! Ganteng lo jadi berlipat-lipat tau gak sih?! Bikin iman Luhan runtuh aja.
"Ngaco juga nggak apa-apa." Balas Sehun, masih dengan tawa kecil yang mengiringi.
Wajah Luhan semakin merah padam. 'BUNUH AJA GUE, BUNUUHH!'
"Kalian tidak bisa masuk karena pintu sudah tertutup, ya? Sini, kuantar lewat backstage." Sehun meraih tangan Luhan, menggenggamnya lembut. Baekhyun dan Kyungsoo mengikuti mereka dengan perlahan, takut kalau-kalau Luhan pingsan mendadak, terlampau bahagia karena tangannya digenggam lebut oleh idolanya sendiri. Bukan apa-apa, kasihan Sehunnya nanti.
Sesuai perkataannya, Sehun mengantar LuBaekSoo lewat backstage. Terlihat disana, beberapa member EXO yang tengah bersiap-siap untuk konser mereka. Kris yang sedang memeriksa mic miliknya, Chanyeol yang tengah memakai sepatu, Kai yang sedang melatih gerakan dance di depan cermin, Chen yang sedang berlatih menyanyi, dan Suho yang sedang duduk di kursi dengan kostum lengkap dan mata tertutup, tertidur karena kelelahan. Sebelum Kyungsoo sempat mengamati dance Kai lebih jelas, Sehun berbelok, membuat Kyungsoo mau tidak mau harus mengikuti langkahnya.
"Tiket kalian VIP, kan? Berikan padaku. Akan kuberikan ke staff yang bertugas menarik tiket. Pergilah duduk disana." Sehun menunjuk deretan bangku di barisan paling depan dari balik tirai panggung. Ia melepaskan tangannya dari tangan Luhan, membuat Luhan merasa kecewa karena ada sesuatu yang hilang dari genggaman tangannya.
"Baiklah. Terima kasih, Sehun–" Luhan menggantungkan ucapannya sejenak, mencari kalimat yang tepat untuk sambungan perkataannya. "–oppa. Tidak masalah kan, aku memanggilmu seperti ini?"
Sehun tertawa kecil lagi. Ia mengacak rambut lembut Luhan dengan pelan. "Tidak apa-apa. Silahkan menyaksikan penampilan kami–" Ia menurunkan tangannya, menjentik dahi Luhan. "–my princess."
Oh Sehun sialan. Tak bisakah ia melihat Luhan yang sekarang sedang meleleh di bangkunya dengan wajah super merah karena kalimatnya itu?
Baekhyun mendekat ke arah Kyungsoo, berbisik di telinganya dengan nada prihatin. "Jujur aja, gue kasihan sama Sehun–karena harus memiliki fans fanatik seperti Luhan."
"Right. Bahkan, Luhan memanggilnya 'oppa', demi Tuhan..."
"Habis ini, gue mau upload foto di Instagram. Dan lo tau apa hastag yang udah gue siapin buat ditaruh di bawah caption?" Kini, ekspresi prihatin milik Baekhyun semakin menjadi-jadi.
"... A–apa?"
Lelaki ber-eyeliner itu tersenyum miring, um sadis. "Turut berduka cita untuk Sehun."
.
.
.
To Be Continued
Tolong RCL oke? ^^
Ng, sebelumnya aku mau minta maaf. Ff tidak mengandung EYD, mohon dimaklumi ya ^^ Untuk update selanjutnya, kuusahakan secepat mungkin. Jadi, tolong ditunggu Terima kasih untuk readers yang mau meluangkan waktunya untuk membaca dan me-review ff ini :") Aku terhura :'v Terima kasih sekali lagi, dan see you again! ^^/
