You're Not My Father! Chapter 2
Author : Littlezwingly06
Genre : Family, Angst
Main Cast :
Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter
Wu Yifan/kris
Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter
Xi Luhan
Side Cast (Cameo) :
Oh Sehun
Huang Zi Tao
Jessica Jung
Park Jungkyu (OC)
Warning : Typo bertebaran, Genderswitch! Bagi yang tidak suka harap menyingkir. Don't Like Don't read also Don't Bash
Tambahan : italic means mereka bicara dalam hati (batin)
Is there a difference between spending all your time together and being married? The answer is yes. Once you tie the knot, the whole mechanics of the relationship changes. You are tied to one another, you have made a commitment, and you can't simply walk out when things don't go your way. You're in this for the long haul and that commitment makes all the difference. The degree of love and affection that you share will intensify immeasurably.
Sunday, 12 January 2017 - 07.00 A.M
Luhan POV
Pagi yang cerah, seperti biasa aku yang paling duluan bangun pagi. Kulihat Hyuna mulai menuruni tangga sambil tersenyum cerah
"Selamat pagi umma ^^"
"Selamat pagi dear, Chaerin belum bangun?"
"Mana mungkin dia bangun sepagi ini kalau hari libur, dasar tukang tidur"
"Ahahaha sudahlah biarkan saja lagipula Chae pasti capek, umma lihat akhir akhir ini dia banyak kegiatan" ujarku sambil menyipakan sarapan pagi
Oh iya, apa kalian semua sudah tau tentang mereka? Ehem maksudku nae twin aegi? Baiklah akan kuceritakan sedikit tentang mereka
Oh Chaerin dan Oh Hyuna itulah nama kedua putriku dengan Sehun. Hanya berjarak 9 bulan tepat sekali.
Yang pertama adalah Chaerin, dialah yang mewarisi sifat maupun wajah appanya. Sifatnya yang cuek, dingin, emosian, perfeksionis dan irit senyum selalu mengingatkanku pada Sehun. Dia juga jarang bangun pagi malah terkadang aku harus berteriak teriak di kamarnya hanya untuk membangunkan bocah satu itu. Meskipun begitu dia bukan tipe pemalas, Chaerin termasuk anak jenius dan aktif dalam kegiatan sekolahnya, kemarin dia dan grup basket sekolahnya berhasil memenangkan juara 1 lomba basket yeoja antar SMA. That's my Chaerin
Lalu Hyuna, bisa dibilang dialah yang mewarisi sifatku. Rajin, periang, sifatnya yang lembut dan sedikit hiperaktif. Banyak yang bilang wajahnya pun mirip denganku. Hyuna juga sering membantuku dalam mendesain baju untuk para klien. Jika kalian bertanya kenapa tidak Chaerin saja yang membantuku, maka kalian akan mengetahui jawabannya kalau kalian melihat tumpukan kertas yang ada di tempat sampah ruang kerjaku. Sekali salah coretan pasti Chaerin langsung membuang kertasnya. Makanya Hyuna lah yang sering aku mintai bantuan, selain dia lebih jago menggambar, dia juga kreatif. Desainnya tak kalah bagus dariku. Aku berharap dia menjadi desainer yang lebih hebat dariku kelak.
Yah itulah sedikit cerita tentang anak anakku. Meskipun sifatnya saling berlawanan, Chaerin dan Hyuna bisa saling mengerti satu sama lain.
End of Luhan POV
"Pagi semua, hoahm" Chaerin menuruni tangga sambil sesekali menguap dan mengucek matanya
"Akhirnya kau bangun juga tukang tidur, kukira kau akan bangun saat matahari sudah tenggelam nanti" ujar Hyuna sambil memainkan sendoknya
"Diam twin, memangnya aku vampire yang suka bangun malam hari heh"
"Kau memang vampire Chae, lihat saja kulitmu yang seputih marmer"
"Kau mau garpu ini menancap di jidatmu?"
"Coba saja kalau berani, bweeeee"
"Aigoo pagi pagi sudah berisik, Hyuna jangan memancing emosi, kau Chaerin duduk yang benar jangan berdiri di kursi dan letakkan garpu itu, mengerikan" Luhan mengacak rambutnya frustasi. Selalu saja kedua anaknya membuat keributan setiap hari
"Ne umma" balas mereka bersamaan
Luhan mulai menata makanan di meja makan. Mereka makan dalam diam sampai Hyuna membuka mulutnya
"Apa umma sibuk hari ini?"
"Tidak, inikan hari minggu, waeyo?"
"Ani, aku Cuma ingin kita jalan jalan. Sudah lamakan kita tidak menghabiskan waktu bersama"
"Bilang saja kau ingin sepatu atau baju baru, alasan ingin jalan jalan segala"
"Aish! Diamlah Chae!"
"Sudah sudah, baiklah setelah makan kalian bersiap siap kita akan jalan jalan ke Myeong-dong"
"Benarkah? Yey ^^"
"Bagaimana Chaerin? Kau ikutkan?"
"Ne umma, aku juga butuh sesekali refreshing"
"Bagus, cepat habiskan makanan kalian"
Beberapa jam kemudian
"Umma! Chaerin! Kajja!" seru Hyuna yang kini sudah berada di dalam mobil
"Ne sayang, tunggu sebentar" sahut Luhan sambil memakai jam tangannya
Tepat saat Luhan selesai memakai jam tangan, Chaerin menarik tangan ummanya menuju mobil
"Huh! Kalian lama sekali" gerutu Hyuna
"Memangnya kenapa? Masalah?" jawab Chaerin
"Hei aku kan tanya baik baik kenapa jawabanmu ketus sekali?"
"Suka suka dong"
"Berhenti bertengkar atau kita batal jalan jalan!" bentak Luhan, ia menatap tajam kedua putrinya. Sedangkan yang ditatap langsung diam tak berkutik
"Ahujussi, kita berangkat sekarang" seru Luhan
"Baik nyonya" jawab Jungkyu, supir pribadi mereka
Sesampainya di Myeong-dong
Hyuna terlihat senang, sesekali bersenandung kecil dan tersenyum riang melewati sambil melihat lihat barang yang ada di etalase toko. Chaerin? Dia tetap memasang wajah datarnya.
"Umma, sepatu itu cantik, bolehkah?" tanya Hyuna sambil memandang sepatu flat berwarna pink dengan pita kecil dan renda yang menghiasi bagian pinggirnya
"Tentu sayang, ambilah, Chae kamu tidak ingin membeli sesuatu?" ujar Luhan sambil merogoh dompet di tasnya
"Aku beli ini saja, modelnya bagus" jawab Chaerin, dia mengambil sepatu kets berwarna merah dengan talinya yang berwarna putih, bentuknya sederhana namun tampak elegan dan mahal.
Luhan segera menuju kasir untuk membayar semuanya
BRAKKK
"Aduh" Luhan mengusap kepalanya yang terbentur sesuatu
"Mianhe, kau tidak apa apa?" kata seorang namja yang menabrak Luhan tadi. Ia mengulurkan tangannya membantu Luhan berdiri
"Engg, gwachana, eh?" Luhan seakan tidak percaya apa yang dia lihat sekarang
"Hai, lama tidak bertemu Lulu, kau masih terlihat cantik, maaf aku tadi tidak sengaja" ujar namja tadi
"Ti..tidak apa apa Kris, kapan kau pulang dari China?"
"Seminggu yang lalu, ayahku menugaskanku untuk memegang perusahaannya di Seoul sekarang"
Namja itu bernama Wu Yifan atau biasa disebut Kris. Dia adalah teman Luhan dan Sehun semasa SMA. Dia juga merupakan mantan kekasih Luhan dulu. Namja yang tampan dan baik, seorang anak pengusaha kaya yang mempunyai beberapa perusahaan di China, Kanada dan Korea selatan.
"Senang bertemu denganmu lagi Lulu, aku turut bersedih atas kematian Sehun"
"Ne aku juga senang bertemu denganmu lagi Kris, terima kasih, aku harap Sehunnie baik baik saja di surga" balas Luhan sambil tersenyum sendu
"Ya, aku harap juga begitu"
Walaupun Kris berkata seperti itu, jauh di lubuk hatinya ia merasa sedikit senang. Munafik memang namun apa daya, cinta memang tak bisa dihindari. Sejak dulu, kris masih sangat mencintai Luhan. Kenyataan pahit, Luhan lebih memilih Sehun untuk bersanding dengannya. Sejak itulah Kris memilih pindah ke China dan memutuskan untuk melupakan Luhan. Bahkan Kris sempat memiliki kekasih bernama Tao disana. Namun takdir berkata lain, Kris memutuskan Tao saat ia akan berangkat menuju Seoul dan sekarang dia bertemu dengan Luhan, cinta abadinya.
"Biar aku yang bayar" ujar Kris sambil mengeluarkan dompertnya
"Eh? Tidak usah! Aku mampu kok membayarnya" cegah Luhan
"Bukan begitu, sudahlah aku ingin mentraktir teman lamaku. Noona ini uangnya"
Petugas kasir segera membungkus belanjaan Luhan dan memberikan uang kembalian pada Kris
"Xie xie Kris" ucap Luhan
"No problem Lu, anggap asaja hadiah dariku" jawab Kris enteng
"Umma, kenapa umma lama sekali?" tiba tiba Hyuna datang sambil cemberut
"Aduh mian sayang, umma baru bertemu dengan teman lama umma, Perkenalkan ini Kris ahjussi" ujar Luhan sambil tersenyum
"Annyeong ahjussi. Hyuna imnida, salam kenal ahujussi" seru Hyuna sambil membungkuk hormat
"Salam kenal Hyuna, kau mirip sekali dengan umma mu" balas Kris sambil tersenyum ramah
"Kamsahamnida ahjussi ^^, ah iya ahjussi juga harus berkenalan dengan twinnieku. Chaerin! kemarilah " Hyuna melambaikan tangan ke arah Chaerin mengisyaratkan agar twinnya mendekat ke arahnya.
"Iya iya, kau berisik sekali. Hm? Dia siapa?" tunjuk Chaerin pada namja bertubuh tinggi dan berambut blonde yang berdiri di sebelah ummanya
"Jangan tunjuk tunjuk Chae! Tidak sopan. Kenalkan ini Kris ahjussi teman lama umma" ucap Hyuna
Chaerin menatap sinis pada Kris. Ia memperhatian Kris dari ujung sepatu hingga ujung rambutnya.
"Annyeong Chaerin. Kris imnida, senang bertemu denganmu" Kris mengulurkan tangannya
"Chaerin imnida, salam kenal" jawab Chaerin dingin, dia tidak berminat membalas jabat tangan Kris.
"Aish Chaerin jangan bersikap seperti itu, maaf Kris" kata Luhan
"Tidak apa apa, dia memang mirip Sehun" Kris menurunkan tangannya dan tertawa ringan
"Kenapa aku merasakan firasat buruk saat bertemu namja ini? Seperti dia akan menggeser posisi appa. Ah tidak tidak, mungkin hanya perasaanku saja. Tapi.. tatapannya ke umma berbeda dengan tatapannya ke Hyuna ataupun ke aku tadi. Cih.. mencurigakan" Chaerin kembali menatap sinis namja samping ummanya itu
"Lulu, aku harus kembali ke kantorku, datanglah kerumahku bersama anak anak jika kau mau. See you, sampai nanti" Kris menyerahkan kertas yang berisi alamat dan nomor teleponnya, ia melambaikan tangannya hingga keluar area toko
"Bye Kris, baiklah terima kasih, hati hati" Luhan balas melambaikan tangannya
"Nah ayo kita pulang sekarang, sudah puas berbelanja kan?" Luhan menatap kedua putrinya yang tengah duduk
"Ne umma, kajja kita pulang~"
-Oh Family House-
Chaerin POV
Akhirnya sampai juga dirumah. Lelah sekali rasanya menemani umma dan Hyuna jalan jalan. Rasanya kakiku mau patah ditambah lagi bertemu namja asing yang mencurigakan menurutku
"Umma, aku ke kamar dulu, capek, mau tidur. Nanti sore aku ada latihan basket"
"Baiklah Chae, beristirahatlah"
"Thanks umma"
Aku segera bergegas menuju kamarku. Huah rasanya nyaman sekali berbaring di kasur King size milikku.
PRAKKK
Hm? Suara apa itu? Ketengokkan kepalau kearah suara tadi. Oh tenyata pigura foto appa terjatuh.
"Fiuh, untung tidah pecah" seruku lega. Aku menatap foto itu sejenak, disana terlihat aku dan appa yang tertawa riang diantara kebun teh yang hijau
"Appa, aku merindukanmu" aku menusap foto itu perlahan, pikiranku jauh menerawang teringat akan masa masa bahagia bersama appa. Aku meletakkan kembali pigura itu pada tempatnya dan kembali berbaring di tempat tidurku.
"Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi" ucapku sebelum menutup mata menuju alam mimpi
End of Chaerin POV
TBC
-Author Corner -
Haaaa Chapter 2 finish ^^v
Ah iya, Author seneng banget dapet review dari readers. Author merasa dihargai dan bersemangat untuk melanjutkan chapter selanjutnya
Dan buat silent reader, terima kasih juga sudah menyempatkan diri membaca FF author yang gaje ini. Tapi review juga dong ya ya #big smile
Saatnya membalas review~
SaranghaeHunHan : thanks udah mau baca and review ^^ ehehe memang genrenya sedih dan otak author lagi dipenuhi angstnya hunhan #plak# mianhe chingu, kalau untuk Sehun kedua tidak bisa karena jalan cerita bahkan endingnya sudah author rencanakan, tapi saran chingu akan author pertimbangkan lagi #bow Enjoy chap 2nya ^^
Lathifa : thanks udah mau baca and review ^^ waduh kalo Krisnya yang mati nanti author bisa disembur naga apinya ._.V hehe author semangat kok ^^ enjoy chap 2nya
Sekian dari saya~
Read and review please ^^
