Semua karakter Naruto dalam fict ini hanya milik Yang Mulia Masashi Kishimoto
Saya hanya rakyat jelata yang cuma pinjem
.
.
AU/OOC
.
Sasuke x Sakura
.
Affogato
.
Chapter 2
Flashback…
"kita sudahi saja semua ini"
"..."
"sudah selesai, kau mengerti kan?"
"ada apa?"
"apanya yang ada apa?"
"sakura! Jangan berbelit belit"
"untuk orang jenius sepertimu, aku tidak perlu mengucapkannya dua kali!"
"Haruno Sakura!" geram sasuke
Sakura megalihkan pandangnnya dari mata kelam sasuke, dia selalu kalah dengan mata tajam nan kelam itu dan mengapa matanya mulai buram.
"Kau-Aku,
kita selesai!" suara sakura terdengar bergetar
Sasuke mencengkram bahu sakura yang terbalut dengan dress hitam selutut, cukup elegan untuk malam yang menyedihkan.
"Katakan, permainan apa ini?!" sentakan sasuke membuat air mata sakura lolos tanpa bisa terbendung.
"kau sibuk, dan akan selalu begitu. Kau selalu berjanji kepadaku dan pada akhirnya kau juga yang mengingkarinya. Kau tidak tau dan tidak akan pernah tau betapa sedihnya menjadi diriku, kau selalu mengiyakan ajakan rekan bisnismu, bahkan saat kau bersamaku, kau dengan mudahnya pergi begitu saja dan menunda kencan kita. Kau bahkan juga membalas pesan dari salah satu rekan bisnis wanitamu, dan itu bukan tentang pekerjaan. Kau juga dengan santainya berkata 'aku sibuk' hanya untuk sekedar membalas pesan ku?"
akhirnya sakura mengeluarkan serentetan kalimat penuh emosi yang sekian lama ia pendam.
"sebenarnya,
bagimu…
.
.
aku ini apa?"
".."
Sakura melepas cengkraman tangan sasuke di bahunya dengan kasar, dan mendongakkan kepalanya melihat sasuke untuk yang terakhir kali, dengan airmata yang semakin menggila.
'sial'
batin sakura
Flashback End.
Sasukes's apartment
Sasuke mengusap kasar wajah tampannya saat mengingat kejadian malam itu, hatinya begitu sakit hingga terasa mati. Sejak kejadian malam itu hidupnya berubah, dia semakin gila kerja dan jarang pulang ke rumah. Sikap dinginnya semakin bertambah berkali- kali lipat, tidak pernah lagi tersenyum lembut walau untuk tiga detik, dan menjadi pribadi yang sangat tertutup dan kaku. Si Tampan yang dingin dan tak tersentuh.
Begitu juga dengan rekan bisnisnya. Sasuke akan menolak bertemu dengan rekan bisnis wanita, dia juga telah mengganti sekertarisnya yang tadinya wanita blonde menjadi laki-laki berambut nanas, tidak hanya itu, dia akan selalu mengabaikan nomor asing yang sekedar mencari perhatian dari the most wanted man in the world. Yeah, wanita mana yang tahan dengan sejuta pesona bungsu Uchiha ini.
Ahhh, Sasuke sangat merindukan mantan kekasihnya itu, dia ingin mendatangi rumah keluarga Haruno saat ini juga. Wait, lalu kau akan berkata 'Hai, aku merindukanmu' pada sakura begitu?
'Hell no', demi ingus dewa jasin yang dipuja Hidan, untuk orang yang memiliki gengsi seluas lautan dibumi ini, hal itu adalah suatu kemustahilan. Tapi disatu sisi dia juga takut bertemu Sakura, takut membuat gadis itu sedih untuk yang kesekian kalinya. Sasuke yang lihai melihat peluang dan cerdik dalam mengambil setiap tindakan dalam berbisnis, kali ini terlihat sangat bingung dalam mengambil tindakan. Sasuke seakan kehilangan SuperPower-nya jika berhubungan dengan gadis merah muda itu. Ah, ini bukan seperti Sasuke saja.
Sasori's mansion
"hey adik, bagaimana skotlandia? " sasori datang dengan dua coklat hangat ditangannya.
"hmm, dingin. Seperti berada di Hogwarts" jawab sakura sambil tersenyum samar menerima coklat hangat dari sasori.
"lain kali jika kau ijin ke luar negeri secara mendadak hanya dengan alasan misi kemanusiaan, aku benar- benar tidak akan mengijinkanmu" cecar sasori
"Sasoriii, aku hanya mengikuti konferensi internasional disana. Aku juga harus melakukan beberapa uji coba teoriku untuk menyelamatkan manusia. Dan kau tau bahwa aku dokter yang sangat berbakat kan?" sakura memelas menatap sasori.
"mana mungkin acara konferensi itu berlangsung lima tahun, bloody hell sakura, aku yakin para penyelangganya sudah menjadi zombie jika selama itu"sasori memutar bola matanya
"kebetulan aku juga bertemu dokter tsunade yang sedang melakukan penelitian disana sasorii, aku pernah menjadi mahasiswa favoritnya, dan kau tahu apa yang terjadi selanjutnya" Sakura menyandarkan kepalanya dibahu sasori, sudah lama sekali dia ingin melepas rindu dengan salah satu kakak laki- lakinya ini.
"mengapa kau tidak mengatakan saja jika kau hanya ingin menghindari sasuke?" sasori menatap taman belakang rumah keluarga Haruno dengan pasrah.
JLEB
Sia- sia sudah usaha sakura untuk tidak ingin mendengar nama itu. Hah, dia sudah mengira bahwa cepat atau lambat sasori akan menanyakan hal ini.
"hah, terserah apa katamu niisan" Sakura melangkahkan kakinya menjauhi taman belakang, ingin sekali dia berbelanja siang ini. Dia langsung teringat sesuatu
" ...Ino"
Sasori hanya melongo ditempat melihat sakura meninggalkannya sendirian.
Grand Konoha mall
"Padahal hanya belanja, tapi lelahnya luar biasa" keluh ino pada sakura
"aku yakin kau tidak punya teman selain aku pig" selidik sakura
"Sakura, K...KAAUUUU, jangan- jangan kau seorang cenayang?" Ino menunjuk nunjuk Sakura dengan jari lentiknya.
"hah, sudah kuduga. Tidak ada yang akan sanggup menemanimu berbelanja selama itu" keluh Sakura pada Ino.
"yah, kau benar. Tapi kau juga tidak punya sahabat lain selain aku, kau itu kan aneh Sakura, kau cantik, baik, selalu tersenyum, ceria, tapi kau betah dengan Uchiha paling dingin itu ". omel Ino pada Sakura.
".."
Saat ini mereka sedang duduk di Restoran Brown, Sakura menghela napas seteleh memesan soup dengan krim hangat
"Ino.." ucap sakuran kemudian
"hmm.." gumam Ino yang sibuk dengan kuku- kukunya yang barusaja dicat biru di ujung- ujungnya, lalu menatap Sakura yang tak kunjung bersuara lagi. Merasa Ino menuntut adanya kalimat yang keluar dari mulut Sakura lagi, Sakura akhirnya mengambil napas dalam, lalu berucap..
"Aku dan Sasuke sudah tidak lagi bersama" Ucap Sakura datar
".."
Ino sedang memproses kalimat yang baru saja Sakura ucapkan
5 menit kemudian...
"Kau SERIUS?!" Ino hampir saja mengeluarkan bola matanya
"kenapa kau baru merespon setelah beberapa menit bodoh?!" cecar Sakura
"Aku hanya merasa, aaah, kau pasti bercanda. Kau kenapa, mm.. maksudku kalian kenapa, apa yang terjadi?" Sergah Ino
".."
"kau tidak menjawab.. Sudah kuduga pasti Uchiha sialan itu memperlakukanmu dengan tidak baik, dia itu bodoh atau apa, sudah beruntung punya kekasih cantik, sexy, dan perhatian, masih saja berelingkuh dengan pekerjaannya". Ino bersungut- sungut mengatakan kalimat yang menurut Sakura memang benar.
"Sudahlah Ino, aku tidak ingin membicarakan ini lagi, okay" Sakura tersenyum getir.
"huuhh baiklah cantik, oh wow mari kita makan.. Sial kenapa aku selalu lapar akhir- akhir ini"
Sakura hanya membalas dengan tersenyum tulus kearah Ino 'ino memang tidak pernah berubah' batin Sakura.
...
Saat ini Sasuke sedang berjalan terburu- buru dengan juugo dibelakangnya dan Naruto yang mengomel sepanjang jalan.
"Haassh, aku tidak ingin melewati jalanan terkutuk itu lagi" keluh naruto
" kau tau teme, aku sungguh berharap banyak pada proyek ini, karena aku harus membuktikan ke Paman Hiashi bahwa aku adalah Laki- laki berbakat, hahahahah"
"hn"
"kau sungguh tidak punya kosakata lain man" ucap naruto yang hanya ditanggapi lirikan tajam Sasuke .
Mereka bertiga memasuki tempat mewah untuk meeting yang menurut Naruto ini adalah salah satu meeting terpenting dalam hidupnya.
BRAK
"awh, maaf tuan" Ino membungkuk karena tidak fokus berjalan, Ino mengangkat wajahnya untuk melihat orang yang baru saja di tubruknya itu.
"Naruto?"
Naruto yang baru saja tertubruk bahunya dengan keras itu merasa familiar dengan wajah barbie didepannya
"kau? Ino?" ucap Naruto kemudian
"kau lupa dengan wajah cantikku? " Ino merasa tersinggung dengan ucapan Naruto, padahal tidak ada yang salah dengan perkataan Naruto, poor you Naruto.
Sakura merasa Ino terlalu lama di toilet, oh dia melihat Ino sekarang, tapi mengapa Ino membungkuk dihadapan tiga pria berjas rapi disana? ketika dia akan melangkah menuju tempat Ino
"Ino, ada apa?"
Semua menoleh ke arah suara lembut Sakura..
Dan mata sekelam malam tak berbintang dan sedalam palung laut marina itu bertemu emerald
"Sakura.."
Suara baritone yang terkejut dan terdengar menyimpan rindu yang menyesakkan dada, seakan membekukan dunia Sakura saat itu juga.
.
.
'sial'
tbc
Hi
