.

dramaturgy

Durarara! (c) Narita Ryougo; i don't take any profit & no copyright infringements are intended.

.

.

.

Heiwajima Shizuo

Raja tujuh jalanan
atau setidaknya cukup satu, satu, jalan yang sering setan itu lewati
dengan begitu, perintahnya akan mutlak, titahnya akan selalu dituruti:
"Mati."

Sialnya, raja pun bisa kalah dari setan
Ia mengelak, raja mendecih
Ia memberontak, raja menurunkan eksekusi
Ia mendesah, raja—

Raja—

((Hei, raja jalanan, apakah kau juga raja di atas gedung dan bangunan?
Apakah kau juga raja di atas kasur dan ranjang?))

Kini ia mungkin hamba sahaya
Tak berdaya, bertekuk lutut, lemah sekaligus kuat sekaligus lemah
ia menanti, ia melihat dan (seharusnya) memahami
ketika setan menjelma menjadi manusia
ketika benci meranggas menyisakan cinta

Kini ia tak lebih dari pariya
Satu 'shizu-chan' dan segalanya hanyalah tentang pesona
Satu langkah yang tergantikan putaran kursi roda
dan segalanya hanyalah tentang penyesalan dan luka

Toh, ia tidak pernah seorang raja.

Maka kali ini pun, ia cukup hanya menjadi seorang pencinta.

.

.