"Deal? : Missing Part(s)"
Disclaimer : mereka bukan milik saya, huft.
Rated : T (tapi relatif sih, muehehe)
Proudly Present by Cakue-chan
.
.
.
[02] Stupid Collection
.
.
.
01. Stupid Jealousy
Rasanya bodoh ketika Jungkook mati-matian berlari ke gudang penyimpanan hanya untuk menemukan Kim Taehyung berada di belakang punggung Oh Sehun dalam keadaan tertidur pulas dengan ekspresi yang begitu—menurut Jungkook sangat menyebalkan untuk dipandang—polos; teramat polos.
Jungkook menarik napas sepanjang mungkin, berusaha menghilangkan sesak yang menghimpit diafragmanya, menelan segala partikel oksigen untuk membuang rasa lelah yang belum saja pergi. Dan persetan dengan pemandangan di depannya, Jungkook menolak mencari tahu mengapa ia merasa begitu marah dalam sekejap.
"Kelelahan?"
Pertanyaan absurd! Jungkook membatin gusar.
"Kenapa kau ada di sini?" tanyanya balik, mengabaikan pertanyaan Sehun yang terlontar sebelumnya. "Dan kenapa Taehyung bisa tertidur di punggungmu?"
Sehun mengangkat sebelah alis. Ia menoleh sejenak, hanya untuk melirik sang subjek yang dibicarakan Jungkook lebih dekat. Mengamati sepasang manik cokelat yang biasa berpendar datar itu kini tersembunyi di balik kelopak mata yang terpejam, kedua lengan melingkar di sekitar lehernya, dan sebelah pipi yang tertekan akibat sandaran.
"Aku menemukannya dalam keadaan seperti ini di gudang penyimpanan," lanjut Sehun kemudian, memutar kembali fokusnya kepada Jungkook. "Dan jika kau bertanya kenapa aku bisa di sini, ini semua permintaan wali kelas kita, Jeon."
Jungkook mengernyit. "Untuk apa?"
"Berhenti memandangku dengan tatapan mencurigakan itu, Jungkook."
"Jawab pertanyaanku; untuk apa?"
Hela napas kasar keluar. "Mengecek buku-buku yang akan dibagikan besok," ia mendengus gusar, "kau puas?"
Jika itu Oh Sehun yang berkata, maka Jungkook akan percaya. Sebenarnya, ia memang tidak menaruh kecurigaan apapun pada pemuda albino itu. Ia bahkan merasa jauh lebih lega ketika Sehun menemukan Taehyung lebih dulu dibandingkan orang lain.
Nah, tunggu. Kenapa ia jadi begitu peduli terhadap kekasih palsunya ini? Oh, yang benar saja. Sepertinya Jungkook mulai berdelusi aneh.
"Oke, maaf membuatmu repot, Sehun. Aku akan yang akan membawa Taehyung sekarang," Jungkook berdeham kikuk, merasa canggung dengan situasi ini.
"Kau yakin?"
Jungkook mendengus. "Well, kau jelas tahu siapa aku di sini bagi Kim Taehyung."
Sehun memutar bola mata jengah. "Mencoba pamer, eh?"
"Mungkin."
Tidak butuh lama bagi mereka yang mengakhiri perdebatan, sebetulnya. Sehun memang bukan tipe orang yang bisa tahan dengan perdebatan, dan Jungkook sendiri tipikal orang yang mengikuti bagaimana sikap lawan bicaranya. Ia akan lebih cepat berhenti berbicara ketika di depan Sehun (karena obrolan mereka terkadang bisa membosankan), dan akan berubah menjadi keras kepala ketika bersama Taehyung. Seharusnya Jungkook berbangga diri karena memiliki kekasih (palsu) yang begitu unik.
"Aku tidak tahu dia bisa mengeluarkan ekspresi seperti ini,"
Ucapannya itu membuat kening Jungkook berkerut samar. Tepat setelah posisi Taehyung kini sepenuhnya sudah berpindah kepada Jungkook. (Bukan hal sulit memang, karena Jungkook bahkan baru tahu Taehyung bisa tertidur seperti orang mati).
Begitu Sehun sadar Jungkook menatapnya lama, ia tersenyum miring. "Maksudku, kalau kau benar-benar serius dengannya, jangan pernah sekali-kali berpikir untuk melepaskannya, Jungkook."
Kerutan berubah menjadi kernyitan.
"Asal kau tahu saja, Taehyung tipe orang yang akan mudah dilepaskan jika kau tidak menjaganya dengan baik," Sehun tertawa renyah, renyah sekali. Ia sempat menempatkan satu tangannya sebagai tepukan di bahu Jungkook, sebelum akhirnya berjalan pergi lebih dulu. "Dan mungkin kali ini aku tidak bisa tinggal diam,"
Jungkook mendecih. "Bicara yang jelas,"
"Well," pemuda albino itu kembali mengulas senyum tipis, lebih ke arah seringai. "Aku sempat berpikir," binar matanya menajam cepat, "apa yang akan kau lakukan seandainya aku merebut Kim Taehyung darimu, Jeon Jungkook?"
Sekali lagi (Jungkook menekankan dalam hati) ia tidak mengerti dengan rasa marah yang langsung menyergap relung hatinya tanpa sebab.
.
02. Stupid Gift
"Hyung serius?"
Yoongi mengangkat alis. "Kapan aku bercanda, Kim Taehyung?"
Yang ditanya menggelengkan kepala berulang kali dengan gerakan cepat. Tidak, tidak, ia tidak boleh menguji keseriusan Min Yoongi. Bisa-bisa gaji pekerjaannya terancam dipotong hanya karena masalah sepele.
"Tapi Hyung, apa tidak ada hadiah lain yang bisa kuberikan?" keluh Taehyung kemudian, merasa geli ketika mendapati sebuah ornamen berbentuk organel kecil tersimpan di hadapannya. "Hyung tidak berpikir aku akan memberikan kotak musik kecil seperti ini, bukan?"
Satu delikan langsung, Taehyung menelan ludah dengan susah payah.
"Ma—maksudku, ayolah, Hyung! Kotak musik dan Jeon Jungkook adalah perpaduan yang buruk!"
"Aiish! Terserah kau saja! Yang ulang tahun di sini kan pacarmu, Tae. Jangan melibatkanku."
"Hyung! Dia bukan pacarku!"
"Terserah."
"Hyung!"
"Tch, dengar Taehyung," katanya diplomatis, kedua lengan bersilang defensif dan dagu sedikit terangkat angkuh. "Aku tidak peduli kau ingin memberinya hadiah seperti apa atau kau tidak ingin memberinya sama sekali, sungguh semua terserah padamu."
Taehyung mencibir kecil.
"Tapi, apapun yang kau berikan nanti, kurasa Jungkook tidak akan protes,"
Ia mengerjapkan mata. Sekali. Dua kali. Tiga kali.
"Yang terpenting kau tulus memberikannya, bukan?"
Taehyung mendengus kecil. "Hyung berapa kali kubilang, dia bukan pacarku."
"Oh? Apa aku mendengar seseorang berbicara tadi? Sepertinya bukan, abaikan saja."
"HYUNG!"
.
03. Stupid Conversation
Sender : Jeon Jungkook
Well, hadiahnya tidak buruk juga.
Sender : Kim Taehyung
Berisik. Kau bisa membuangnya kalau tidak ingin.
Sender : Jeon Jungkook
Aku tidak bilang begitu, Tae.
Sender : Kim Taehyung
Ya, ya, terserah. Asal kau tahu saja Jungkook, aku sempat berpikir memberimu kotak musik. Lucu sekali.
Sender : Jeon Jungkook
Lalu, kenapa kau menggantinya dengan gantungan aksesoris berbentuk kamera?
Sender : Kim Taehyung
Kupikir kotak musik terlalu feminim. Kenapa? Kau tidak suka?
Sender : Jeon Jungkook
Sudah kubilang aku tidak bilang begitu, Tae. Berhenti mencemaskan hadiahmu.
Sender : Kim Taehyung
Aku kan hanya bertanya. Tidak perlu marah-marah.
Sender : Jeon Jungkook
Aku tidak marah, itu hanya perasaanmu saja. Kau yang mudah paranoid.
Sender : Kim Taehyung
Berhenti memanggilku paranoid. Ah, sudahlah! Percakapan ini tidak akan berhenti. Tidur sana!
Sender : Jeon Jungkook
Kau sendiri yang memulai.
Dan omong-omong, aku tidak butuh kotak musik.
Cukup kau saja.
Sender : Kim Taehyung
Menjijikan.
Jangan bersikap kau seolah-olah kekasihku.
Sender : Jeon Jungkook
Aku memang kekasihmu.
Sender : Kim Taehyung
Secara hukum, tidak. Tapi secara kebohongan, ya.
Sender : Jeon Jungkook
Terserah apa katamu. Kau yang cepat tidur sana.
Sender : Kim Taehyung
Kau menyebalkan.
Aku semakin tidak suka padamu, Jeon.
Sender : Jeon Jungkook
Tapi aku tidak.
Sender : Jeon Jungkook
Dan semoga kau tidak bermimpi tentangku. Sleep well, Tae.
Sender : Kim Taehyung
Mati sana.
[02] Completed
A/N :
terima kasih untuk : BbuingHeaven, nuruladi07, TaeKai, dnttchmaeheh, elferani, Ansleon, Aita Hwang, 454, wahyu fn1, yoitedumb, hyena lee, EVIL88 ALIEN95, fujoshimulgan, 94shidae, MyNameX, YuRhachan, Eclaire Delange, Oh Deer Han, Guest, viertwin atas reviewnya yaaaa~~termasuk buat yang udah fave dan follownya~ *wink*
makasih udah baca kotak review selalu terbuka kok XD
