My First Hapinness
Rating: T for Teeneger
Genre: Family, Romance, Hurt/Comfort
Main Cast:
Sungmin
Kyuhyun
Yunho
Other cast:
Ryeowook
Yoona
Siwon
Etc
.
.
CHAPTER SEBELUMNYA ~
" Jadi, kau sama sekali tidak mengingatku ya?" gumam seseorang dengan memasang pandangan miris yang ditunjukannya pada dua orang yang baru saja meninggalkan kelasnya.
Kini orang itu berdiri dari kursinya dan melangkah menuju atap sekolah.
_. . Chapter 2 . . _
Seminggu telah berlalu sejak kedatangan murid baru yang bernama Cho Kyuhyun itu. Dan dia telah menjadi salah satu ari flower boys di sekolah kami. Dia ternyata juga merupakan anak dari pengusaha ternama, dan selain itu dia juga tampan. Jadi, sudah pasti dia menjadi flower boys di sini. Walaupun dia sangatlah angkuh dan selalu memasang wajah datarnya, tapi para murid si Starship SHS ini tidak ada yang pantang menyerah untuk mendapatkan perhatian dari Kyuhyun. Tapi sampai sekarangpun tidak ada yang pernah mendapatkan perhatiannya. Sungguh fans yang malang.
"Turun!"
"Baiklah, berhati-hatilah di ja―"
BRUUUMMMM
"―lan"
Sungmin POV
Ya, benar. Seperti biasa, Oppaku akan menurunkan aku di taman dekat sekolah ini. Entah kapan dia bisa mengantarkanku hingga masuk ke kelasku. Aku rasa itu tidak mungkin. Seperti biasa pula aku mulai beranjak dari tempat berpijakku menuju sekolah.
TAP.. Tap tap tap..
"Mau tumpangan tidak?"
"EH ?!" aku terlonjak kaget.
"Tidak usah memasang wajah seperti melihat hantu seperti itu!"
"Uum, ma-maaf." Ah~ kenapa aku gugup sekali?
"Bagaimana?"
"Ti-tidak usah saja. Lagipula, um lagipula sekolah juga sudah dekat kok, Kyu." Ya, itu Kyuhyun! Siapa yang tidak akan memasang wajah syok sepertiku saat tahu bahwa ia mau memberikan tumpangan kepadamu?
"Yasudah, ku harap kau tidak terlambat."
BRRUUUMMM
Motor itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah gedung besar, tempat orang-orang menuntut ilmu. Apakah salah seorang 'ilmu' sampai dia harus di tuntut? Lupakan.
Sejenak aku terdiam dan termenung akan hal yang baru saja menimpaku. Namun, seakan baru sadar dari acara melamunku, aku spontan melihat jam tangan berwarna putih susu yang melingkar indah di pergelangan tanganku ini.
"HUUUWAAAA! LIMA MENIT LAGI SUDAH BELL MASUKKKKKK!" pekikku kencang hingga membangunkan burung/? yang sedang menyelam di mimpi masing-masing. Aku berlari dengan kecepatan tinggi.
CEEKLEKK
BRAAKKK
"Hosh.. hosh.. untung tidak hosh.. terlambat."
"HAHAHAHA! Kau hampir saja membuat sejarah baru dengan judul 'Hari Pertama Terlambat dalam Hidup Seorang Sungmin' bwahahaha"
"Kau tahu, Yoona? Itu tidak lucu." Ucapku sambil mengerucutkan bibiku. Ber-aegyo eoh?
"Hahaha itu sangat lucu bagiku dan Yoona, dan aku akan menjadi pembeli pertama jika buku sejarah itu telah terbit." Ucap Ryeowook sambil menaik-naikan alisnya kepada Yoona. Apakah mereka tidak tahu kalau sahabat tercinta mereka sedang kekurangan napas? Sempat-sempatnya mereka malah meledekku. Huftt! Aku mendudukan diriku di kursiku.
"Pagi, anak- anak!" semenit kemudian Park seonsangnim masuk ke kelas, dan dimulainya pelajaran Biologi.
"Hari ini kita akan mengadakan penelitian dengan kodok. Dan saya akan membagi kalian menjadi 4 kelompok saja. Dan pembagiannya menurut barisan tempat duduk di kelas ini. Jelas?"
"JEELLASSS PAAKKK~" koor satu kelas ._.
'Hah? Berarti aku sekelompok dengan Kyuhyun dong? Maksud dia tentang yang tadi pagi itu apa ya?' batinku dalam hati.
"Baik, ayo turun ke ruang lab."
Dengan kompak seluruh murid dengan tertib berjalan menuju ruang lab, sedangkan aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri.
"Kau mau tinggal disini?"
"…" tidak ada jawaban
"MING!"
"EH?! Iya?! Ad-ada apa ya?" aduh! Benar-benar memalukan!
"Aku tanya, kau mau tetap di kelas ?"
Sejenak aku menengok ke kiri dan ke kanan, 'Huah~ ternyata kelas sudah kosong. Tinggal kami berdua. Apaaa?! Kami berdua? Aku? Dan Kyuhyun?!'
"Ah! Loadingmu lelet sekali sih? Ayo!"
GREEBBB
Dia mengandeng tanganku? Tiba-tiba wajahku memanas, aku yakin wajahku sudah bersemu merah. Aku hanya menundukkan wajahku agar tidak dilihat oleh Kyuhyun.
"Kenapa?"
"e-eh? Tidak. Maaf ya." Kami berhenti di lorong lantai 3, sedangkan lab Biologi ada di ujung lorong ini.
"kau tidak salah, kenapa minta maaf?" ucap Kyuhyun tanpa memandangku, sedangkan posisinya ada di depanku dengan tangan yang masih menggengam pergelangan tanganku.
"Ah-itu.. tidak tahu, aku merasa ingin minta maaf saja." Sebenarnya aku juga bingung, untuk apa aku meminta maaf padanya. Aku hanya merasa bahwa aku punya kesalahan besar. Eh tidak-tidak! Aku heran kenapa aku bisa berfikiran seperti itu ya? Huh ~
"Aneh."
WHAT?! Apa dia bilang tadi? Rasanya aku ingin mencakar wajahnya itu! Dia menagatai aku aneh dengan wajah datar, cuek, angkuh dan dinginnya itu, lalu pergi begitu saja seperti tidak punya dosa eoh?
"KAU! KAU MENYEBALKANNNN!" aku berjalan menyusulnya ke ruang lab sambil mengehentak-hentakan kakiku. Lalu nyelonongin jalannya (?)
'hihihi' ternyata dalam hati Kyuhyun sedang cekikikan akibat tingkah Sungmin yang kekanak-kanakan itu. Setidaknya itu bisa sedikit mengobati lukanya. Yah, lukanya …
.
"hey! Kamu kenapa lama sekali baru sampai lab?"
"ah, itu. Um. Itu karena…" baik. Sekarang aku tidak tau ingin memberikan alasan apa pada sahabatku ini. Aish! Ayo berpikir..
"karena.. aku…aku tadi―"
"Ah sudahlah, kau jadi ketua yaaaa" ucap Ryeowook dengan puppy eyesnya yang sudah siap sedia untuk mensuapku agar menjadi ketua.
"eh? Kenapa mesti aku?"
"aku tidak bisa pegang kodok."
"betul-betul, aku juga. Jadi, kau saja ya yang jadi ketua. Yayaya?" sekarang dua-duanya sedang menyatukan kedua telapak tangannya, dan memasang wajah memalas. Sungguh kasihan ekspresi mereka itu, seperti pengemis saja.. Hihihi
"ah~ baiklah, tapi kalian saja ya yang mencatat hasil penelitiannya?"
"tidak mau!" ucap keduanya kompak.
"iya, suruh saja si Luhan yang nulis, tulisan dia kan bagus. Sedangkan tulisan aku sebelas duabelas berbanding dengan ceker sapi."
"eh tunggu deh Wookie, sejak kapan sapi punya ceker ya?"
"sejak Bu Sapi nikah sama Pak Ayam, jadi sapi punya ceker."
"Aish! Aku bisa gilaaa" ucapku frustasi dan mengacak-ngacak rambutku, karena mendegar percakapan dua sahabat ajaibku ini. Lebih baik aku pergi ke kotak kaca besar di tengah ruang lab itu dan mengambil salah satu kodok disana.
HUUPPP
"kwebek kwebekk"
HUUPPP
"kwebekk"
Aish! Kodok ini meledekku ya? Entah bagaimana caranya aku sedang melihat kodok-kodok disana sedang menjulurkan lidahnya padaku. Ini ajaib -_- baiklah, kau tidak akan lepas dari genggamanku sekarang wahai Kodok.
Satu…
Dua….
Ti…
HUUUPPPP
"HUUUWWAAAA!"
BRUKK
"Aww!"
"BWUAHAHAHAHA"
"Aish! Memalukan sekali! Ah, wajahku pasti memerah sekarang. Hari ini hari yang burukkkkk dan memalukaaannnn!" gumamku kecil.
"kau tidak apa-apa?" seorang malaikat yang jauh ke bumi sedang mengulurkan tangannya untuk membantuku yang sebelumnya sudah terjatuh dengan posisi tidak elite di lantai Lab Biologi ini, hanya karena kodok yang meloncat ke bahuku. Ya, hanya karena KODOK MENYEBALKAN itu. Sepertinya hari ini aku dipermalukan oleh sesosok kodok.
"te-terima kasih Siwon, kurasa hanya kau yang peduli padaku, um permisi―" aku berterima kasih pada Siwon dengan mata yang berkaca-kaca dan aku dengan senang hati meyambut uluran tangannya itu. Aku berlari keluar lorong setelah berhasil berdiri dengan benar. Aish aku merasa benar-benar maluuu..
DRAPP DRAPP DRAPP
'Toilet'
BYURR
'huh! Benar-benar memalukan, posisi jatuhku juga sangat aneh. Asataga, aku tidak mau mengingat ataupun membayangkannya!'
BYURR
Kubasuh wajahku sekali lagi,. dan sedikit membenarkan rambut, seragam dan jubah putih yang sedang kukenakan ini. Aku jadi teringat sesuatu..
' Sepertinya aku harus kembali ke Lab sekarang, atau nilai Biologiku akan hancur seketika.' Baiklah. FIGHTING!
"Sungmin-ah, kau kemana saja? Berterima kasihlah pada Kyuhyun yang bersedia menggantikanmu meneliti kodok di saat kau menghilang entah kemana." Ucap Dara –teman sekelompokku-.
"maaf ya, tadi sangat memalukan, aku tadi hanya pergi ke toilet untuk meredam rasa maluku" wajahku memanas lagi.. Oh tidakk kalian bisa merasakannya bukan? Jatuh dengan gaya tidak elite dan seekor kodok bertengger manis di atas kepalamu.
"hehe, iya aku mengerti, saat SMP dulu aku juga pernah mengalami hal yang sama denganmu kok. Tapi tanpa embel-embel kodoknya sih.. Memang sangat memalukan, tapi besoknya anak-anak juga lupa kok, Min." Dara tersenyum manis saat menceritakan masa lalunya itu.
"benarkah? Semoga saja mereka juga cepat melupakan hal itu. Aku sangat malu" ucapku sambil menundukan kepalaku. Kau bisa membayangkan bagaimana rasanya saat menjadi diriku bukan?
"Hhaha, lagipula posisi jatuhmu tadi sangat langkah loh." Balas Dara lalu mengerlingkan matanya padaku. 'AISH! AKAN KU PANGGANG KAU NANTI!' batinku menjerit kesal. Sabar min.. sabar
"Ya-ya, terserah kau saja, lalu dimana Kyuhyun serta dua sahabat ajaibku itu? Aku tidak melihatnya."
"itu." Dara berucap singkat lalu menunjuk ke-tiga orang yang ku cari itu dengan dagunya.
"um, aku kesana dulu ya."
"dah~"
"ambil penjepitnya."
"Aish! Pegang kakinya dengan benar!"
"jangan sampai bergerak."
"um~ permisi―"
"dekatkan pengaitnya."
'aku merasa seperti kacang disini, tapi dia jago sekali membuat kodok itu diam. Ck! Aku tidak menyangka dia sehebat itu'
"Dan kau Sungmin, ambil kertas dan catat apa yang aku ucapkan."
"eh?"
"cepatlah!"
"iyaaa…."
.
"huh~ akhirnya selesai juga." Ryeowook mendudukan badannya di kursi yang tersedia di ruang lab itu, bersebelahan dengan kursi yang telah kududuki bersama Yoona.
"aku jadi tambah nge-fans sama Kyuhyun, dia jago sekali saat meneliti kodok itu! Astaga bahkan saat keringatnya meluncur diapun tampak tampan. "
PLETAK
"Ck! Ada-ada saja kau ini!" sudah lama aku tidak menjitak kepalanya, hahaha.
"sejak kapan kau suka menjitak kepalaku, eoh?"
"hehehe maaf-maaf, habisnya kata-katamu itu sangat ngawur kau tahu?" aku terkekeh pelan.
"lagipula dia memang keren kok" ucap Yoona dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya itu.
"hhh~ terserah kalian saja, aku tidak peduli dan tidak mau peduli." Aku mengidikkan bahuku.
"YAK! Kejam sekali kau, tidak mau mendegarkan keluhan sahabatmu ini?" Yoona memukul pelan bahuku.
"Dia sama sekali tidak berubah.."
"EH?! APA?" pekikku berbarengan dengan Yoona. Aku terkejut mendengar ucapan Ryeowook barusan.
"eh―ti―tidak. Lupakan saja hehehe aku sedang lelah." Ryeowook memasang senyum yang mencurigakan dan seperti sedikit dipaksakan. Aku yakin sekali kalau ada sesuatu yang di sebembunyikannya tentang Kyuhyun.
"ayo! Ke kelas saja, pelajaran selanjutnya akan dimulai sebentar lagi." dan kamipun memutuskan untuk menyetujui pendapat Yoona, kembali ke kelas.
BELL PULANG SEKOLAH –
DUGH DUGH DUGH
"hoaaammm" aku menguap sangat lebar. Kalian tahu dimana aku? Baiklah akan kujelaskan. Aku, aku sedang duduk disalah satu bangku lapangan basket indoor yang disediakan sekolahku. Aku setiap minngu, atau tepatnya hari Jum'at selalu menunggu Oppaku disini. Setidaknya sampai jam lima sore.
"kerja yang bagus Yun, ku harap kalian dapat mengalahkan SMA XOXO dengan score yang memuaskan" terlihat dari sini, bahwa sang pelatih sedang menepuk-nepuk bahu Oppaku dengan pandangan yang penuh harap. Ya, Oppaku memang sangat ahli dalam bermain basket, dia juga ketua di club basket ini. Aku sebenarnya juga lumayan bisa bermain basket, tapi yang sangat aku inginkan hanya dapat bermain basket dengan Oppaku.
"itu adikmu ya?" tanya salah seorang teman Oppaku sambil menunjuk ke arahku.
"bukan, aku tidak pernah mempunyai adik seorang pembunuh." Teman-temannya melotot mendengar perkataan Oppaku, sedangkan dia malah memalingkan wajahnya dari temannya itu. Bisakah sekali saja aku dianggap hadir dalam kehidupanmu? Bisakah kau sedikit menyayangiku layaknya seorang adik? Bisakah kau tidak menganggapku seorang pembunuh, eoh?
TES ..
Mataku memanas. Secara perlahan aku merasakan cairan bening sudah bebas meluncur dengan indahnya melalui mataku. Hatiku seperti tersayat ribuan pisau tajam. Tega sekali kau, Oppa? Aku bahkan tidak pernah membunuh siapapun. Kenapa? Kenapa kau selalu menyebutku pembunuh?
SREETT
"ambillah.. kamu tidak cocok untuk menangis.. seperti kelinci kelaparan saja~"
'Eh? Sapu tangan? Dari siapa?'
"Kau sedang menangis?" ucap seseorang itu –Lagi-. Aku tidak tahu siapa itu, karena aku sedang menundukan kepalaku. Tapi merasa kalau suara orang itu sangat familiar ditelingaku. Aku hapus dengan kasar sisa-sisa air mataku dengan sapu tangan tadi, kemudian mendongakan kepalaku. Mataku membulat, mulutku terbuka.
"KAU? EONNI?!"
TBC CHINGUDEULLLLL \m/ *CAPSLOCK JEBOLLLL
Hayooo… siapakah yang di panggil eonni oleh bebep SungminKU? *plakk
Syeo ga nyangka ff pertama Syeo bakal di respon positif dari para readers lho :') *ngelap ingus* #plak -_-
Sebelumnya Syeo bilang lagi kepada para readers, kalau FF ini sebenernya di edit tambah dari cerpen tugas sekolah.. hahaha, tapi feelingnya sebenernya lebih dapet untuk dibikin FF daripada CERPEN.
Big ThanKYU for , lisnaangr, runashine88, abilhikmah, no name P, cho min cho, blenda98, Choleerann, and Minhyunni1318.. Kalianlah penyemangatku!
Jeongmal mianhe ga bisa update kilat.. soalnya tugas-tugas sekolah itu pada numpuk kayak baju-baju yang belum di cuci tuh..*lirik keranjang baju. Jujur Syeo masih SMP tingkat akhir dan kalian tentu tau kan tugasnya gimana?
Dan Syeo kesulitan meng-update ff ini karena Syeo ga ngerti publish untuk masuk biar langsung ke chapter 2 -_- ngerti ga maksud Syeo? Wkwkwk curhatnya kepanjangan -_- . akhir kata, Syeo mohon pada readers buat review lagi ne? Syeo tetep butuh PENYEMANGAT! Agak nyesek sih ngeliat grafik SILENT READERS yang banyak banget.. Tapi setidaknya, berarti ff Syeo ini diminati.. khekhekhe. SO? KEEP WAITING FOR CHAPTER 3 ^^
Buat fanfic sebelah….. *lirik FF 'Would you be my boyfriend' Syeo akan usahakan Update secepatnya juga, dan Syeo sedang berbaik hati untuk membuat dua pairing di chapter depan ^^b
Sekian dan ANNYEONG~~! #deepbow
