Halo. Ini masih Noctis yang keren itu sih.

Ya udah tanpa banyak bicara, yuk happy reading~


Ragnarok Online © Gravity Co., Ltd.

Rogue Investigasi © Vegence


"Saya ingin menambah semaraknya gemericik zeny di kantong ini. Minta tambahan zeny pada Ayahanda? Tidak mandiri. Oleh karena itulah, setelah pergolakan batin yang membahana, saya putuskan untuk mengelola acara gosip-gosipan yang terkini, tertenar, dan tersensasional." - Zari


ROGUE INVESTIGASI

with Zaritaz Hyperion


GOSIPNYA NIH:

Saintess Aione Seorang Sex Consultant?

Prontera - Cantik, anggun, dan suci. Itulah image seorang Saintess Aione yang selama ini dipuja dan dicintai banyak orang. Akan tetapi, namanya orang terkenal, pastilah pernah dihembus kabar kurang sedap, bukan? Seperti yang pemirsa ketahui, telinga kami, Tim Rogue Investigasi, amatlah sensitif terhadap kabar-kabar gres yang menyangkut kelangsungan hidup warga Midgard. Di sore hari yang damai beberapa minggu lalu, datanglah surat mungil dengan berita raksasa.

Sang penulis surat, sebut saja Flower (nama disamarkan) mengungkap fakta mengejutkan bahwa Saintess Aione pernah bekerja sebagai seorang sex consultant! Serangan jantung menerjang jantung Ymir kami semua.

Sudah seminggu berlalu sejak berita ini menyeruak, namun Saintess Aione masih saja bungkam sejuta bahasa. Jejaknya juga semakin sulit dilacak. Bahkan pengawal Saintess, Kleindiana Lexington, mengakui ketidaklaziman ini.

"Hmm.. Akhir-akhir ini Saintess mengaku sedang ingin sendiri. Setiap kali berada di tempat ramai, ia selalu meminta kami untuk mengantarnya secepat mungkin ke tempat tujuannya. Bahkan, seringkali Saintess bergerak sendiri bila kami terlalu lamban. Belum pernah saya lihat Saintess segesit ini." papar Kleindiana.

Menantang sekali. Demi mendapatkan fakta yang nyata, terkini, dan fresh from the Saintess, Tim Rogue Investigasi berpuasa tiga hari dua malam dan bersembunyi (kita jagonya, Rogue gitu loh) di dekat katedral. Setelah melalui hari-hari yang panjang, akhirnya kami melihat Saintess keluar dengan anggun dari dalam katedral. Kantong hitam tertenteng di tangannya. Sepertinya ia mau membuang sampah. Dengan sigap tim kami beraksi dan kami dapat mengepung sang Saintess dengan kehangatan yang luar biasa (thanks, Odin).

Sudah menduga akan ditanyai perihal konsultan seks, Saintess langsung menjawab dengan cepat, "Maaf ya. Saya no comment." Wanita berparas cantik yang menggetarkan jiwa itu pun langsung berlari secepat kilat. Bahkan Tim Rogue Investigasi yang gesit ini tidak bisa menghalaunya! Seandainya dari dulu Saintess segesit ini, pastilah ia tidak akan bolak-balik diculik.

Lagi-lagi fakta itu belum jatuh ke tangan kami. Akan tetapi, gerak-gerik Saintess yang di luar batas kewajaran itu menandakan terjadinya sesuatu yang mungkin kurang wangi bagi keharuman nama Saintess. Tim pun memutuskan untuk tidak menyerah begitu saja.

Akan tetapi.. dari mana kami dapat mengumpulkan fakta tersebut? Seluruh asa dalam jiwa kami ini ingin sekali menghampiri sang penulis surat, Flower, untuk mengkonfirmasi soal kabar yang ia dapatkan. Sayang sekali, ia tidak menyertakan alamat lengkap. Apa ini sekadar hoax? Apa Flower hanya ingin menjatuhkan Saintess? Hmm.. Nampaknya tidak. Tingkah pola Saintess yang aneh ini memberikan suatu isyarat, bahwa ada kebenaran yang tak tahan ingin menyerbu keluar dan menampakkan dirinya!

Kehabisan petunjuk, Tim Rogue Investigasi melangkah lunglai sembari menikmati angin malam Prontera mengusap mahkota kepala kami. Saat itulah, secercah cahaya menyinari lorong kegelapan yang selama ini menghantui proses pengupasan gosip kami!

Sosok yang dekat dengan Saintess itu mendatangi saya, Zaritaz Hyperion.

"Heeeeyyyy, Zarrhhiii!" dia menepuk-nepuk pundak saya dengan penuh semangat. "H-hei, ngapain kamu malam-malam gini duduk sendirian di gerbang Pron.." belum selesai saya bicara, dia terlebih dulu memotong dan berkata, "Aaaahh di malam yang dingin beginiiiii, enaknya kita menghangatkan dirii..!"

Hmm. Zari (saya, pemirsa sekalian) menatap tajam wajahnya. Ah, pantas saja dia berlagak seperti ini. Wajahnya merah bagaikan Red Robberbug. Sepertinya dia terlalu banyak minum malam ini (bukan minum air tentunya).

"Waaant somee?" ia menyodorkan minumannya.

"Nggak, nggak! Aku nggak doyan!" jawab saya tanpa gentar. Ah, sahabat saya ini memang menawan dan ramah, tapi terkadang ia suka bertindak konyol dan ceroboh.

"Kaamu ngapainn Zariih? Tumben belummm ti-idur..?"

Bagaimanapun juga, dia sahabat saya, jadi saya putuskan untuk menjawab pertanyaannya itu dengan curcol mengenai gejolak batin saya dalam menguak fakta kebenaran tentang Saintess Aione. Lega rasanya bisa berbagi kisah dan lara dengan sahabat tercinta!

"Hmm.." gumamnya. Matanya terpejam. Rembulan cantik malam ini menyinari wajahnya yang mulus. Bahkan dalam keadaan mabuk seperti ini, ia masih terlihat mempesona. Tak heran banyak gadis jatuh hati kepadanya. Sayang sekali ia jarang membalas gejolak asmara mereka, dan ia malah mendaratkan cintanya pada seorang yang... kurang tepat untuk menjadi landasan cintanya.

Melihat dirinya terdiam beberapa saat, saya jadi mengantuk. Sepasang jendela hati ini tak kuasa menahan rasa untuk menutup diri. Saat itulah, ia membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu yang membuat jendela hati ini terbuka lebar seketika itu juga. Berikut percakapan intens kami:

"Akuu.. mungkin.. tahu sesuatu tentang itu-u.."

"APA?!"

"Bahkann sejaakk.. duluu.."

"Jadi kamu sudah tahu ini sejak dulu?!"

"Mm hmm. Sejak kapan yaaa...? Mungkin.. ah.. akuu lupa pastinya.."

"Te-terus?!"

"Duluu.. Duluuu sekaliiii.. ada seorang priaa anehh.. berkacamataa hita-am.. Bulat lho kacaamataanyaaa! Kayak ginii nihh Zarii-ii.." Dia mulai membuat kacamata dengan tangannya, out of topic.

"IYA IYA! Terus dia ngapain?"

"Diaa.. maksaaaa bangeettt mau ketemu Saintess.. Padahal Saintess lagii ber-doaa.. Dia bilaang.. Ini pentiing.. Waktu akuu tanya kenapaa, dia nggak mau jawab.. Tentu ajaa nggak aku bi-arinn diaa ketemuu Saintess.."

"..."

"Diaa teriak-teriaaaak teruss memanggil Saintess.. Sampai-sampai, tidakk lamaa kemudiaan.. Sain-tess keluaar.. Wajahnyaa pu-catt.. Saintess langsuung ngajakk pria itu ke tempat se-pi.."

*dugdigdagdigdug*

"Akuu kan.. khawatirr.. ja-di akuu susul mere-kaa.. dan.. aku denger pembicaraan merekaa.. yaahh.. akuu langsung hidee.."

"Dan, mereka ngomong tentang...?"

...hening sejenak

Dia tersenyum, senyum yang melelehkan hati sejuta wanita, kecuali saya. "Ahaha.. kamuu tahuu sendirii lah, Zarii.. pembicaraan orang dewa-saa.."

"Jadi rumor tentang Saintess seorang konsultan...!?" saya sangat kaget, pemirsa sekalian. Jantung ini melompat ke langit ketujuh.

"Yupp, ituu benar.."

Mulut saya menganga selebar Gua Serigala.

"Tapii.. itu dulu.. Aku nggak tahuu, apakah sekarang Saintess masihh.. melakukan-nya.."

...baiklah, pemirsa sekalian. Fakta telah menyembul ke permukaan! Sekarang, Anda mengerti kebenarannya, bukan? Ya, berkat sahabat saya yang setia ini, kita tahu cerita Saintess yang sebenarnya. Meskipun tidak bisa memandang Saintess seperti dulu lagi, dia tetaplah seorang Saintess Aione Oakley yang telah mendoakan segala kebaikan bagi kita, yang telah berusaha sekuat tenaga menghalau kekuatan jahat ini merusak insan Midgard. Mengenai kelanjutan kisah Saintess ini, biar kita tunggu Saintess sendiri yang menanggapinya.

Sejujurnya, saya merasa khawatir dengan kelangsungan hidup sahabat saya yang telah memberi informasi ini. Mungkin dirinya tidak sadar saat mencurahkan ini semua. Maklum, dia terlalu banyak minum. Saya takut ia terkena karma. Untuk itulah, saya putuskan untuk tidak membeberkan identitasnya. Sekian dan terima kasih.

..tetap penasaran siapa gerangan sahabat saya ini? Tebak sendiri saja.

...

...

..ah baiklah! Namanya saya samarkan jadi Niell saja!

Sampai jumpa pemirsa, SALAM DAGGER!


To be continued...


OK. Jangan lupa review ya, teman-teman. Noctis yang seksi ini mau pamit dulu, tapi cerita ini dibuat sama Zaritaz kok. Hanya Zaritaz seorang. Bukan saya yang magnificent ini.

Ya sudah. Bye~