Choi Kyo Joon Present :
Forbidden Love
.
.
Genre : Romance, YAOI, Fantasy, Nyerempet Rated M (Nantiii)
.
.
Length : 2 / ?
.
.
Main Cast :
Jung Yunho 'DBSK'
Kim Jaejoong 'DBSK'
Siwon 'Super Junior'
.
Other Cast :
Other member of DBSK a.k.a Yoochun, Junsu dan Changmin
Ryeowook 'Super Junior'
Yesung 'Super Junior'
.
.
Rating :
T
.
.
Warning !
Fantasy, Yaoi!, BoyxBoy, MalexMale, Shounen-ai, Diluar Nalar, Bakal Nyerempet Rated M, Membutuhkan Imajinasi, Alurnya Lambat Loh(Namanya Juga Fantasy Romance).
.
.
Disclaimer :
Mereka Milik Tuhan, Orang Tua Mereka, Agensi Masing – Masing Dan Para Fans.
Tak Lupa Juga Jung Yunho Milik Kim Jaejoong Serta Kim Jaejoong Milik Jung Yunho. #MUTLAK! *KetukPalu*
(Intinya, Mereka Bukan Punya Saya… T,T)
.
.
Don't Like,? Don't Read!
I Already Warn You Guys...
.
.
Notice : Maaf, untuk Junsu di chap satu, saya ganti menjadi Yoochun, karena sama" mesum & dewasa kayak yunho…
Kalo Junsu kan polos dan kekanakan, kayaknya timpang banget, jadi biar Yunho ada temennya gituu... Wkwkwkwkwk *Ditendang Yoosu*
Jadi untuk chap" selanjutnya adalah : Yoochun(Bianco Aloto dan hyung Yunho) & Junsu (Manusia dan sahabat Jaejoong), dan di chap satu sudah saya edit kok semuanya. Gomawo dan Mianhae atas ketidak nyamanan ini. *Bow*
.
.
Gak Banyak Bacot Bin Cing Cong Lagi, HAPPY READING... \(^O^)/
++_Forbidden Love_++
.
_Author POV_
Tok Tok Tok…
"Joongie-aah…! Ireona…!" terdengar suara seorang wanita paruh baya yang kini tengah berdiri di depan sebuah pintu kamar seorang namja yang hingga kini masih setia memejamkan matanya dan terlelap.
Tiga puluh menit sudah ia berdiri disana, namun nampaknya masih tak ada balasan dari penghuni kamar tersebut. Ia pun mengetuk pintu kamar tersebut lebih keras lagi berharap jika hal itu dapat membangunkannya.
"Yaakkh…! Ireona Joongie-aah…! Kau bisa terlambat nanti…!"
Cklek~
"Waeyo eomma? Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" ujar seorang namja cantik yang baru saja membuka pintu kamar dengan rasa kantuk yang masih tercetak jelas di wajahnya.
"Aigo… Ini sudah pukul 09.30 …! Kau itu masuk kuliah atau tidak?!"
"MWO?! Kenapa eomma tidak membangunkanku sejak tadi?! Aaaarrgh…" Panik Jaejoong
BLAM~
Namja cantik bernama Jaejoong segera kembali memasuki kamarnya dan tanpa sadar membanting pintu kamarnya tepat di depan wajah ibunya yang tertegun memandang tingkah putra semata wayangnya.
_Author POV End_
.
++_Forbidden Love_++
.
_Jaejoong POV_
Aiish, sial… Aku terlambat bangun lagi..!
Ini semua gara-gara insomnia sialan yang selalu menghantuiku setiap malam. Bayangkan saja, aku baru bisa terlelap saat waktu telah menunjukkan pukul 05.00 pagi! Wajar saja jika aku selalu terlambat untuk bangun setiap paginya.
Baiklah, aku sudah selesai mandi. Lebih baik aku segera berangkat. Kuliah pagi ini akan dimulai pukul 10.00 dan aku BELUM BERANGKAT…!
Hell Yeah.. aku segera menuruni beberapa anak tangga yang menghubungkan antara lantai dua dirumahku dengan lantai dasar dengan terburu-buru.
"Joongie, apa kau tidak sarapan dahulu nak?" ujar eomma yang menghentikan langkahku saat baru saja sampai di lantai dasar.
"Anio eomma, aku bisa terlambat… Aku minum susu saja ne?" aku segera menyeruput segelas susu hangat yang selalu disediakan oleh eomma.
"Pelan-pelan minumnya… kau bisa tersedak jika terburu-buru seperti itu." Ujar eomma lembut sembari mengelus pucuk kepalaku.
"Hhh… Ne eomma. Aku berangkat dulu. Annyeong… Chuup~" aku mengecup kilas pipi eomma dan segera berlari keluar rumah.
Jarak antara rumahku dengan kampus tidak terlalu jauh. Hanya 500 meter. Aku tidak bisa mengemudikan mobil, jadi lebih baik aku berlari saja. Melelahkan sih, tapi mau bagaimana lagi? Aku terus berlari, berlari dan berlari hingga akhirnya aku tersandung tali sepatuku dan tanpa sengaja menabrak seseorang yang berdiri dengan kokohnya di depan gerbang masuk menuju kampusku.
BRUK~
"Aaw…" Aku jatuh tersungkur dan menyebabkan sikutku terluka. "Aiish… Sial…!" umpatku.
"Kau baik-baik saja?" Tanya seorang namja bersuara bass yang kini telah berjongkok di hadapanku sembari membantuku membereskan perlengkapan melukis milikku yang berceceran.
"Aah, ne… Aku baik-baik sa…ja."
DEG~
Tubuhku mematung. Jantungku terasa berhenti berdetak saat aku menatap kedua bilah mata musang indahnya yang bulat sempurna. Bibirnya yang berbentuk hati menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat manis. Dan sexy. Sedetik kemudian ia pun membantuku berdiri.
"Lain kali berhati-hatilah." Ujar namja tersebut sebelum kemudian berjalan meninggalkanku yang masih terpaku menatap punggung kekarnya yang kokoh, perlahan menjauh dariku.
Mata itu.. Bukankah dia seorang namja yang semalam aku obati? Ya. Seorang namja tampan bertubuh ... ehem... atletis nan sexy yang hanya mengenakan sebuah celana panjang berwarna putih tanpa mengenakan pakaian ditengah malam yang dingin! Apakah dia juga mahasiswa disini? Tapi, kenapa aku tak pernah bertemu dengannya? Aah, molla. Lebih baik aku segera masuk. Sebelum Aran Kangsa datang. Lima menit lagi kelas akan dimulai...!
.
++_Forbidden Love_++
.
Fiiuuh, akhirnya aku sampai juga di depan kelas. Tapi tunggu.. Kemana semua anak-anak? Apa mereka sudah ada didalam? Apakah Aran Kangsa sudah datang? Aiissh… gawaat… dia itu kan salah satu dosen yang menyebalkan… T.T
Tok Tok Tok …
"Annyeong haseyo … Maaf kangsa, saya terlambat." Ujarku begitu aku masuk ke dalam kelas.
Aku menundukkan kepalaku dengan sangat dalam. Sungguh. Aku tak berani jika harus menatap wajah dosenku yang tak pernah bisa bersahabat dengan mahasiswa yang ia ajar.
"Aah, kau lagi rupanya.. Ya sudah.. Silakan duduk di tempatmu." Ujarnya yang sibuk mengatur letak kanvas tanpa menoleh sedetik pun kepadaku.
"Khamsahamnida kangsa.." ucapku yang segera berlari menuju tempat kosong di sebelah sahabatku, Junsu hyung.
"Joongie-aah.. Kenapa kau terlambat lagi?" bisik Junsu hyung begitu aku duduk disampingnya.
"Hhh, seperti biasa.. Apa aku sudah tertinggal materi hari ini?" tanyaku sembari mengeluarkan sebuah kanvas beserta cat minyak milikku.
"Aniyo. Kelas baru dimulai lima menit yang lalu." Sahut Junsu hyung
"Hffth, syukurlah…"
_Jaejoong POV End_
.
++_Forbidden Love_++
.
_Author POV_
Tok..Tok..Tok..
Seorang laki-laki paruh baya yang merupakan dosen di dalam kelas tersebut terpaksa menghentikan aktivitasnya dalam memberikan materi kepada seluruh mahasiswanya karena terdengar suara ketukan di pintu masuk. Dan sedetik kemudian, masuklah tiga orang namja berwajah tampan yang memasuki kelas tersebut.
Nampaknya pesona mereka bertiga telah membius seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang ada didalam kelas tersebut. Mereka nampak terpaku menatap wajah ketiga sosok asing yang baru saja mereka temui. Oh, pengecualian untuk Jaejoong masih terlihat asyik dengan lukisannya. Sementara Junsu terlihat menatap ketiga namja tersebut dengan pandangan yang tajam.
"Omo…! Mereka bertiga tampan sekali..!" ujar salah seorang yeoja yang duduk di depan Jaejoong yang masih belum menyadari kedatangan ketiga sosok namja tampan yang kini berdiri di depan kelas.
"Tampan? Siapa yang tam….pan..?" ucapan Jaejoong tercekat saat manik coklat miliknya menangkap sebuah objek berupa tiga namja berparas tampan.
Tapi hanya satu namja yang berhasil menarik perhatiannya. Seorang namja yang telah dua kali ia temui. Dan namja itu pun kini tengah memandang lurus kepadanya dengan sebuah senyuman manis yang tersungging di bibir sexynya yang berbentuk hati.
_Author POV End_
_Yunho POV_
"Hyung… Siapa yang sedang kau pandangi?" ujar Ryeowook yang sontak membuyarkan pandanganku pada sosok namja cantik disana.
"Tidak ada. Hanya seseorang yang telah menolongku…" jawabku singkat dengan senyuman yang masih terkembang di bibirku.
"Menolongmu? Nuguya?" sambung Yoochun hyung yang ada disamping kananku.
"Aah, baiklah.. Silakan perkenalkan diri kalian masing-masing.." ujar seorang laki-laki paruh baya yang berdiri tak jauh dari tempatku. Jika aku tak salah, ia pasti seorang dosen yang mengajar di kelas ini. Ya. Pasti begitu.
"Ne.. Annyeong haseyo yeorobun. Kim Ryeowook imnida. Senang bisa bertemu kalian. Semoga kita bisa menjadi sahabat baik…^^"
"Annyeong haseyo. Park Yoochun imnida." Kini giliran Yoochun hyung yang memperkenalkan dirinya.
"Annyeong… Jung Yunho imnida. Aku adalah sepupu dari mereka berdua.^^"
"Hmm, darimana asal kalian?" tanya sang dosen.
"Ooh, kami bertiga berasal dari Al... Hmmmpptt..." aku segera menyumpal bibir Ryeowook dengan tanganku saat ia hampir menyebutkan asal kami yang sesungguhnya.
"Aaah, ka-kami... Kami berasal dari... Err... Al... Alaska...! Ya... Kami dari Alaska... hehe.." sambungku asal dan segera melepaskan tanganku dari bibir Ryeowook. Sesungguhnya aku bahkan tak tahu apa itu 'Alaska'. Tapi, hanya itu yang terlintas dalam otakku. Jadi, mau bagaimana lagi? -_-
"Mwo?! Alaska?!" pekik sang dosen yang nampak terkejut.
"Ne..." jawabku dan Yoochun hyung bersamaan.
"Err.. Baiklah, kalian bisa duduk di kursi yang kosong." Ujar sang dosen dengan tatapan yang bingung dan tak percaya.
"Ne, Khamsahamnida kangsa." Ujar kami bersamaan.
Kami segera berjalan menuju sebuah kursi kosong yang berada tak jauh dari tempat duduk namja itu. Aku pun memutuskan untuk duduk dibelakangnya dengan Ryeowook disampingku. Sementara Yoochun hyung duduk disamping seorang namja dengan pandangan mata yang tajam disamping namja cantikku.
"Annyeong...^^" ujar Yoochun hyung kepada namja disampingnya.
"Hmm? Apa aku mengenalmu?" balasnya dengan nada datar.
"Aniyo... Maka dari itu aku menyapamu...^^ bolehkah aku mengenalmu, cantik?" ujar Yoochun hyung dengan senyum lebar hingga membuat mata sipitnya tenggelam diantara kedua pipinya.
"Yaakh...! Dasar tidak sopan..! Aku ini namja...!" pekik namja tersebut sembari memukul jidat Yoochun hyung yang lebarnya overdosis.
"Heump.. Bahahahaha..." aku dan Ryeowook tak kuasa menahan tawa saat melihat penolakan yang dilakukan oleh namja tersebut.
Sungguh, ini adalah pertama kalinya Yoochun hyung mendapatkan penolakan. Ditambah dengan bonus pukulan pula..! Tsk, sungguh membuat perutku terasa kaku... Hahaha.
Ryeowook masih terus tertawa hingga mengeluarkan air mata. Dan sontak, hal itu membuat Yoochun hyung menolehkan kepalanya kearah kami berdua dengan pandangan matanya yang tajam dan mematikan.
"Tertawalah selagi kalian bisa. Tunggu saja pembalasanku dirumah... Tak ada makan malam untuk kalian...!" ancam Yoochun Hyung kepada kami berdua dan nyatanya hal itu sukses untuk membuat kami berhenti menertawainya.
++_Forbidden Love_++
"Baiklah, pertemuan hari ini cukup sampai disini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. Selamat siang." Ujar sang dosen setelah selesai merapikan perlengkapan melukisnya.
"Selamat siang Kangsa." Jawabku dan seluruh mahasiswa bersamaan.
"Ayo kita ke kantin." Ujar Yoochun hyung begitu hanya kami bertiga yang ada di dalam kelas.
"Kantin? Apa itu?" Tanya Ryeowook polos.
PLETAK~
Sebuah pukulan yang cukup keras dariku berhasil mendarat dengan mulus di kepala Ryeowook.
"Aaw… Appo..! Kenapa kau harus memukulku?!" protesnya sembari mengusap-usap pucuk kepalanya.
"Hanya refleks..." ujarku dengan wajah tak berdosa.
"Sudah sudah…! Kalian ini selalu saja berkelahi.." ujar Yoochun hyung seraya melerai kami berdua. " Ryeowook, kantin itu adalah sebuah tempat yang menjual makanan." Sambungnya.
"Whooah… Makanan hyung? Kalau begitu, kajja kita kesana…! Aku sudah lapar…!" ujarnya yang terlihat girang.
"Kajja.. Aku juga ingin merasakan makanan manusia." Ujarku seraya berjalan meninggalkan ruang kelas dengan diikuti dua saudaraku.
Kami berjalan beriringan melewati beberapa ruang kelas. Aku tidak menyangka, ternyata ada begitu banyak manusia yang menuntut ilmu mereka di universitas ini. Tapi, kenapa mereka semua nampak memandangi kami bertiga? Apakah ada yang aneh?
"Hyung... mereka semua kenapa memandangi kita terus-menerus?" bisik Ryeowook.
"Entahlah. Mungkin mereka terpesona melihat ketampananku?" jawab Yoochun hyung dengan penuh percaya diri.
Tsk, dia mulai membanggakan dirinya lagi.. Bukankah sudah jelas jika mereka semua mengagumiku? Wajahku tampan, tubuhku sempurna. Terlalu indah untuk ditolak. Bukan begitu, readers?
Mata musangku yang tajam dan jernih, hidungku yang mancung, bibirku yang berbentuk hati, rahangku yang tegas, otot bisepku yg kekar, dadaku yang bidang, absku yang indah dengan enam kotak keras yang menonjol disana, kakiku yang jenjang, tinggiku diatas rata-rata, postur tubuhku yang gagah dan ditutupi oleh kulit tan-ku yang eksotis. Tsk! Bukankah aku sempurna? *Readers jangan pada mimisan yak…^^*
Aku mengedarkan pandanganku saat kami melewati sebuah taman yang ada ditengah kampus. Dan gotcha..! aku melihatnya..! Namja cantik itu nampak terduduk dibawah rindangnya pepohonan. Di pangkuannya terdapat sebuah buku yang sering digunakan untuk membuat sketsa dengan tangan mungilnya yang juga menggenggam sebuah pensil kayu. Ia bahkan terlihat sangat cantik dengan ekspresi wajahnya yang terlihat serius seperti itu.
"Hyung...! Kenapa kau diam saja? Ayo cepat jalan...!" ujar Ryeowook yang kini telah menggeret tubuhku.
"A-aku tidak jadi ikut kalian." Ucapku spontan.
"Hah? Wae? Bukankah tadi kau bilang kau ingin makan makanan manusia?" tanya Yoochun hyung.
"Err... Yeah... T-tapi aku masih kenyang..."
"Kau benar-benar tidak mau ikut hyung?" Tanya Ryeowook lagi.
"Eum..." Gumamku.
"Ya sudah.. Kalau begitu kami ke kantin dulu. Jika kau mencari kami, datang saja kesana." Ucap Yoochun hyung.
"Tentu hyung." Sahutku gembira.
"Baiklah. Pai pai hyung...!" Tsk, kenapa dia selalu saja bertingkah seperti anak TK? -_-
Setelah mereka benar-benar pergi, aku pun segera melangkahkan kakiku menuju namja cantik itu yang masih terduduk dibawah pohon. Well, sekarang hanya ada aku dan dia. Ya. Namja cantik yang pernah menolongku. Dan dia kini ada didepanku dengan tangannya yang masih terlihat sibuk menggambar sebuah sketsa diatas buku. Apa kira-kira yang sedang ia gambar?
Tanpa sadar, akupun berjalan mendekatinya. Astaga.. ternyata yang ia gambar adalah sesosok manusia dengan sebuah sayap yang membentang dengan kokoh dibalik punggungnya. Bukankah itu lebih mirip dengan bangsaku? Bangsa Bianco Aloto.
"Apa menurutmu di dunia ini ada makhluk seperti itu?" tanyaku kepadanya saat aku telah terduduk disampingnya.
"Aah… Kau rupanya…" Ia nampak terkejut sesaat sebelum kemudian tersenyum manis, "Entahlah.. Menurutmu?" sambungnya yang berbalik bertanya padaku.
"Hm..Mungkin saja mereka ada. Ada di sekitar kita dan menyembunyikan sayap-sayap mereka yang membentang indah." Jawabku sembari tersenyum.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanyanya.
"Tentu saja, aku tidak akan melupakan orang yang sudah mengobati luka ku" ucapku. Dan seulas senyum pun terukir di bibir manisnya.
"Ah.. Kukira kau sudah melupakannya. Hmm, Kim Jaejoong imnida." Ujarnya sembari mengajak bersalaman.
"Jung Yunho imnida. Dan kau sudah mengetahuinya bukan?" ujarku sembari membalas jabatan tangannya.
"Tentu saja...Kau kan sudah mengenalkan dirimu saat di kelas."
Baru saja aku hendak menanyakan sesuatu padanya, tapi aku menghentikannya saat melihat Yoochun hyung danRyeowook berlarian menuju ke arahku.
"Hyung…! Hhh.. Celaka….! Hhh…" Ucap Ryeowook dengan napas yang tersengal-sengal setelah berlari.
"Ada apa? Kenapa kalian berlari-larian seperti itu?" tanyaku.
"BlackDarc… Hhh… Mereka… Mereka ada disini …! Hhh.." jawab Yoochun hyung dengan napas yang sama tersengalnya seperti Ryeowook.
"APA?! Ada BlackDarc disini?!" ujarku yang sangat terkejut saat mengetahui fakta bahwa ada kaum BlackDarc yang berkeliaran disini.
"Ne hyung. Mereka ada di taman belakang kampus." jawab Ryeowook.
"Baiklah, ayo cepat kita kesana..!" aku pun segera berlari meninggalkan Jaejoong yang nampak bingung dengan disusul oleh Ryeowook dan Yoochun hyung.
_Yunho POV End_
.
++_Forbidden Love_++
.
_Author POV_
Ketiga Bianco Aloto nampak menghentikan langkah mereka begitu sampai di taman belakang. Dan benar apa kata Ryeowok. Ada tiga sosok namja berpakaian serba hitam yang tengah berbaring diatas rerumputan. Dan tentunya mereka sudah tidak asing lagi dimata sang Bianco Aloto.
"Siwon..?" gumam Yunho saat mengenali figur namja bertubuh kekar yang terbaring diantara dua namja yang lain.
Sosok bernama Siwon itu pun nampak membuka matanya saat mendengar namanya disebut. "Aaah, Jung Yunho…!" bangkit dari posisi berbaringnya dan berjalan menghampiri ketiga lawan bicaranya diikuti dengan kedua namja lain yang merupakan saudaranya. "Sudah lama kita tidak berjumpa semenjak pertarungan terakhir kita." Ujarnya sembari menyeringai kepada seorang namja bertubuh tegap bernama Jung Yunho.
"Mau apa kalian disini?" Tanya Yoochun.
"Kurasa itu bukan urusanmu..!" jawab seorang namja yang berkepala besar diantara kedua saudaranya.
"Apa kalian mau memangsa manusia disini, eoh?" kali ini ryeowook yang ikut angkat bicara.
"Yaakh…! Jangan asal tuduh kau..!" bentak namja bertubuh tinggi.
"Ssstt.. Tenanglah Changmin hyung.. Kau tak perlu emosi seperti itu." Ujar Siwon seraya menenangkan saudaranya yang bernama Changmin. "Kalian tak perlu khawatir.. Kami bertiga ada disini karena kami hanya ingin menikmati hidup sebagai manusia. Kau tahu? Kami sangat senang hidup seperti manusia." Sambungnya sembari menyeringai.
"Cih.. Begitukah?" cibir Yoochun.
"Ne…! Kalian sendiri mengapa bisa ada disini? Bukankah makhluk seperti kalian dilarang untuk menginjakkan kaki kalian di bumi?" Tanya seorang namja bernama Changmin. Dan dia adalah yang bertubuh paling tinggi diantara kedua saudaranya.
"Hmm, biar kutebak..." Siwon kembali melangkahkan kakinya hingga berada di hadapan Yunho. "Apakah... kalian sedang mencari permata edelstene?" tanyanya dengan menatap tajam ke arah Yunho.
Oh, Shit...! Bagaimana makhluk ini bisa tahu? Apakah mereka adalah BlackDarc yang ingin menghalau misi para Bianco Aloto?
Ketiga Bianco Aloto dan ketiga BlackDarc tersebut saling menatap tajam. Dan kini kornea mata keduanya nampak berubah. Kornea mata milik para Bianco Aloto kini telah berubah menjadi biru sedangkan kornea mata BlackDarc kini nampak merah bagaikan darah.
Dan tanpa mereka sadari, ada sesosok namja lain yang mengintai mereka dibalik sebuah pohon. Ia nampak menyeringai saat mengetahui identitas dari keenam namja tersebut.
"Wow.. Sebuah kejutan yang menarik. Bianco Aloto dan BlackDarc yang berkumpul." Ia menyilangkan tangannya di dada. "Hmm, kepada siapa aku harus berpihak? Bianco Aloto? Atau... BlackDarc? Tsk, molla." Namja tersebut pun segera membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan tempat tersebut.
"Siwon, lebih baik kita pergi saja dari sini sebelum taringku muncul dan mencabik-cabik kulit halus si kecil." Ujar Yesung sembari menyeringai saat menatap Ryeowook.
"Yaakh..! Sampai kiamat pun kau tak akan pernah bisa menyentuhku, makhluk sialan..!" bentak Ryeowook hingga urat lehernya terlihat.
"Sudahlah, ayo cepat pergi.." kini Changmin terlihat menarik tubuh kedua saudaranya untuk segera menjauh dari tempat tersebut meskipun Siwon terlihat masih saja menatap tajam ke arah Yunho.
_Author POV End_
.
++_Forbidden Love_++
.
_Siwon POV_
"Sudahlah, ayo cepat pergi.." ujar Changmin hyung seraya menarik lenganku. Aku pun terpaksa melepaskan pandanganku terhadap Yunho dan mengikuti langkah kedua saudaraku untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Hhh... Tak kusangka.. ternyata mereka juga mencoba untuk berbaur dengan manusia." Ujar Changmin hyung sembari menendang beberapa kerikil.
"Kau benar hyung.. Tak kusangka aku akan bertemu lagi dengan Bianco Aloto cantik nan mungil itu." Ucap Yesung sembari mengulum senyumnya.
"Maksudmu Ryeowook?" tanyaku.
"Eum..." menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Memang siapa lagi yang cantik diantara mereka bertiga, eoh? Apa Yunho terlihat cantik dimatamu? hahaha"
"Tsk... Kau ini... Apakah kau menyukainya hyung?" tanyaku lagi.
"Hmm? Nuguya?"
"Tentu saja Ryeowook...!"
"Aniyo...! A-aku tidak menyukainya...!"
"Tsk... Kau tak usah berbohong... Dari cara pandangmu padanya saja terlihat berbeda.." ujar Changmin hyung sembari menyikut Yesung hyung.
"Yaakh...! Aku tidak menyukainya...! Aku hanya kesal padanya.. Kalian ingat bukan jika dia pernah mengalahkanku di pertarungan yang lalu?" sangkalnya dengan wajah memerah.
"Ayolah hyung... Tak perlu menyangkal seperti itu.. Kau kira kami baru mengenalmu kemarin sore?" godaku. Tsk, aku memang senang sekali menggoda sepupuku yang satu ini. ^^
"Aarrgh... Terserah kalian saja lah...!" ia terlihat pasrah dan segera berlari memasuki mobil diikuti dengan Changmin hyung sementara aku masih berjalan dengan santai.
Bruuk~
Aku terkejut saat seseorang menabrak tubuhku dari arah belakang.
"Aaah, mianhae.. Aku tidak sengaja." Namja yang menabrakku nampak membungkuk kepadaku sebagai permintaan maafnya.
"Ne.. Tak apa." Ucapku. Sedetik kemudian namja itu pun mengangkat kepalanya dan menatapku.
DEG~
Tuhan... Ada apa ini? Tubuhku... Kenapa terasa panas sekali saat menatap manik coklat muda milik namja itu?
"Apakah kau baik-baik saja?" tanyanya ketika melihatku yang tak memberikan tanggapan.
Aarrggh.. Tubuhku serasa terbakar...! panas sekali... Aku meremas jari-jariku sendiri dan memejamkan mataku sejenak untuk menahan rasa terbakar yang aku rasakan. Namun ternyata itu semakin menambah rasa panas yang aku rasakan.
"Aahh..." pekiknya terkejut saat aku membuka mata. Aku tahu, ia pasti terkejut karena melihat kornea mataku yang kini menjadi merah.
"Siwon...! Cepatlah...!" samar-samar aku mendengar suara Changmin hyung memanggilku. Dan aku pun segera membalikkan badanku sebelum kemudian segera meninggalkan namja aneh yang telah membuat sekujur tubuhku serasa terbakar.
"Kau itu kenapa lama sekali, eoh?" tanya Yesung hyung yang duduk di bangku kemudi.
"M-mianhae hyung..." ujarku gugup saat memasuki mobil.
"Siapa namja itu? Apa kau mengenalnya?" tanya Changmin hyung.
"Entahlah.. Aku tidak mengenalnya hyung." Aku kembali menatap namja yang membuat tubuhku panas dari dalam mobil sebelum kemudian Yesung hyung mulai melajukan mobil meninggalkan area kampus.
.
++_Forbidden Love_++
.
"Baiklah.. Kita sampai..." ujar Yesung hyung begitu kami sampai di depan sebuah rumah minimalis yang telah kami huni selama enam bulan.
Ya, kami memang telah berada di bumi selama enam bulan terakhir. Tak ada halangan yang berarti ketika kami memutuskan untuk pindah ke bumi. Karena pada dasarnya bangsa kami memang diberi kebebasan untuk tinggal dimanapun. Entah itu di bumi, ataupun di Black World.
Aku berjalan memasuki rumah dan segera menghempaskan tubuhku diatas sofa.
"Siwon, ada apa denganmu? Semenjak di mobil, kau terlihat sangat murung." Tanya Changmin hyung sembari duduk disampingku.
"Aniyo.. Aku tidak apa-apa hyung." Ujarku sembari tersenyum.
"Ini... Minumlah..." Yesung hyung melemparkan sekaleng soda dingin kepadaku dan juga Changmin hyung sebelum kemudian ikut duduk bersama kami berdua. "Mungkin kau lelah?"
"Yaa, Mungkin..." aku membuka penutup kaleng soda tersebut dan segera menenggaknya.
"Aah, Siwon.. Tadi kau sempat menyinggung soal permata. Memang permata apa yang kau maksud?" tanya Yesung hyung.
"Permata edelstene?"
"Ya... Memang permata apa itu?"
"Memangnya kau tak tahu?" tanya Changmin hyung dan dijawab dengan sebuah gelengan oleh Yesung hyung. "Tsk... Apa kau tak pernah membaca buku terlarang?" sambungnya.
"Tentu saja tidak.."
"Aiish... Lalu selama ini apa saja yang kau lakukan selama di Black World? Kau tak pernah mengunjungi perpustakaan?"
"Tentu saja pernah...! Tapi aku tak pernah menyentuh buku terlarang... Bukankah kita dilarang untuk membacanya? Kudengar, hanya BlackDarc tertentu yang bisa membacanya.
"Benarkah? Tapi aku pernah membacanya hyung... Apa itu berarti aku bukan BlackDarc biasa?" tanyaku sembari menahan tawa.
"Berarti aku juga... Karena aku juga pernah membacanya." Timpal Changmin hyung ikut membanggakan dirinya.
"Yaakh...! Kalian curang..! Kenapa kalian tidak mengajakku saat membacanya?!" protes Yesung hyung seraya melemparkan kaleng kosong kepada kami.
"Tsk... Kau kan tak pernah memintanya hyung... Jadi mana kami tahu jika kau juga ingin ikut membaca.." jawabku sambil menghindari lemparannya.
"Aku juga ingin mengetahui isinya...! Jadi bisakah kalian jelaskan padaku?"
"Yeah... Baiklah... Permata yang dimaksud oleh Siwon adalah permata Edelstene. Penguasa Aloto World mengutus mereka mencari permata itu untuk memusnahkan BlackDarc." Jelas Jonghyun hyung.
"Mwo?! Jadi mereka juga ingin memusnahkan kita hyung?" tanya Yesung hyung yang nampak terkejut.
"Aniyo... Mereka hanya ingin memusnahkan penguasa kita, Losimos. Kau tahu sendiri kan hyung berapa banyak nyawa Bianco Aloto yang melayang ditangannya demi mendapatkan keabadian dan kekuatan? Apabila Bianco Aloto memiliki permata itu, dengan begitu mereka akan memusnahkan Losimos dengan mudah." Sambungku.
"Tapi... Mereka pasti tak akan bisa mendapatkan permata itu dengan mudah.. Aku yakin, Losimos pasti akan mengerahkan beberapa Black Hold (Pengikut setia Losimos) kesayangannya untuk menggagalkan mereka."
"Kau benar hyung... Losimos pasti akan semakin bengis." ujarku menerawang.
.
.
.
#T.B.C#
.
DOOORR ! Chap 2 udah di post nih... :)
Belum keliatan Rated M-nya yak? Pelan" dulu laaahh, bulan puasa iniii... Wkwkwkwkwk XD
Disini emang belum 'Terlalu' keliatan dengan Lovey Dovey antara couple, karena masih pengenalan konfilk awal...
Coba bayangin Yunho shirtless/topless dengan otot" tercetak jelas di kulit tan-nya, trus pakai celana panjang putih dan dilengkapi sayap putih besar nan lembut layaknya malaikat beserta tatapan yang seduktif menggoda... *Q*
Ngomong"... Wooooyy! Sapa yang ngeces tuh? Ada yg mimisan pula... O,O
Balasan review untuk 'Chap 1'.
Bloody Evil From Heaven : Iye ziii, gw tau ada typo... Mata gw kmaren tuh kayak di iket barbelnya Ade Rai... =,=
Mangkanya maklum kalo ada typo... Heheheheee XD
Eh, project yunjae lu mana?! Gw udah ngebangke nungguinnya... T,T *LemparLinggis*
Trus katanya, bulan puasa ini lu mau bikin Angst... -,-" Gw bukannya nangis baca Angst lu, eh malah gara" nungguin penpic lu... ==' Dosa apa saya tuhaaaann ! T.T *GegulinganDiJalan*
Jaejung Love : Maaf, pas publish nih penpic kemaren, kyo udah ngantuk gak ketulungan...
Jadi Kyo minta maaf kalau terganggu... *Bow*
Ehm, mau tau kelanjutannya? Ditunggu ya chap" berikutnya dan jangan lupa untuk review lagi... :)
Aoora : Next partnya udah di publish nih, mohon reviewnya... :)
Jung Hana Cassie : Jiakakakakakaaa... XD Jujurnya chingu... Terima kasih sudah menyempatkan diri membaca penpic ini... ^^
Js-Ie : Sekuelnya kapan" yak? *Ditendang* XD Maap, nih lagi sibuk pendaftaran ulang di kampus...
Jadi gak sempet post mulu... T,T *AlasanJitu*
Mohon reviewnya lagi... :)
Yi Yeong Hye : Ok, sekuelnya akan segera meluncur tahun depan kok... #Eh,?
Hhhmm, Eonnie? Sejak kapan Kyo jadi Yeoja? O,O
Terakhir kalo Kyo pipis tadi siang, bentuknya masih panjang kok... Jiakakakakakaaa XD *Dibakar*
#Puasa woy puasaa! Bubar bubaarr! -,- Ok, mohon reviewnya lagi ya... :)
Shim Minkyu : Terima kasiihh... *Bow*
Ho'oh, kelopak mata Kyo kemaren bawaan pengen amblas mulu pas publish nih penpic... Maap jikalau terganggu... *Bow* Ok, mohon reviewnya lagi ya... :)
ReaRelf : Hhhmm, tau tuh... Kyo aja bingung tuh... Wkwkwkwkwk XD Penasaran,? Tunggu aja chap" berikutnya... :)
Reysa J : Udah di UPDAAAAAATEEEE niiiihh... Ngomong" tuh caps jebol gara" ketindihan jidatnya Yoochun yak? O,O
Aku Suka FF : Jiahahahahahaaa XD Kemaren nih mata udah 5 watt... Ya udah, nyang penting ripiu yak... XD
Kimshippo1 : Iyalah, sapa sih yang bisa nolak pesona seorang JAEJOONG,? SIAPA HAH,? #Napa tiba" jadi esmosi gini yak,? O,O *Digampar*
Ho'oh, Kyo namja kok... *LirikIsiCelana* Terima kasih kamu sudah mau punya oppa yg sarap seperti saya...
Muahahahahahahaaa *Ketawanista* #JujurGila
Booboopipi : Namanya napa gak Boboho sekalian,? Kan historis tuh nama... Berkesan gimanaa gitu... O,O *Dijitak* Aku gak suka fantasy, sukanya Jaejoong... :D *DimutilasiYunho!mutlak!*
Shim Shia : Heh, teriak" segala kayak di hutan... Tetangga lagi tidur tuh... -_-"
Minnie,? Minnie jadi pembokat oppa tuh... Wkwkwkwkwkwk *PLAAAKK!*
Cho Hyuka : Ini udah dilanjut. Mohon reviewnya... :)
Nara Chan : 100 Letters? Ada lah... Nih lagi dalam proses 'syuting'...
Kmaren Jae gak datang ke tempat syuting, mangkanya sekuelnya telat dibuat... Katanya sih kecapekan gara" senam ranjang... Muahahahahahahaaa XD *LirikYunho*
Iya maaf, kemaren tuh Kyo udah ngantuk pas publish nih penpic... Kira" jam 12 malam lebih lah...
Jadi mohon maklum... *bow* Mohon reviewnya lagi... :)
Anami : Udah dilanjut, mohon reviewnya ya... :)
My Lovely Yunho : Fresh? Tiba" berasa sayuran gitu ya? Nyahahahahahaaa XD
Ho'oh, saya tau, saya udah ngantuk berat seberat junsu, mangkanya pas ngedit" eh kelewat 1... T.T
Jangan lupa review lagi, okok? :)
Han gege : Apanya kurang? Jatah sahurnya kurang? XD
Mohon reviewnya... :)
Widiwmin : Makasih... Wah, kalau mau liat versi U-Kiss sih, ada di flashdisk tuh...
Yg di fb pun sudah di hapus sama si Va... Hehehee
Mohon reviewnya... :)
Art Sinna : Huahahahahaaa Maap... XD Beneran deh saya ngantuk pas publish nih penpic... T.T
Tapi udah saya perbaiki kok... Mohon di review lagi... :)
Guest : Haloo, siapakah dirimu,? O,O Lanjut sampe END dong, masa sampe bantar gebang... -,-"
Makasih reviewnya, jangan lupa review lagi... :)
Oia, ada yang senang Genre Angst? Baca aja penpic saya yg 1 lagi '100 Letters From You'... :D
OK ! Mohon reviewnya, agar kedepannya nih penpic bertambah bagus... :)
Sider? Nih penpic tambah lama updatenya loh... :D
