Jutsu no Jutsu
Genre : Adventure, Family
AU
Warning : OOT ; Typo
"Bla...bla ...bla" Suara Kurama.
"Bla...bla ...bla" Suara dalam hati atau pikiran.
Disclaimer : Sadly :'( I don't Own Naruto
Chapter 2
Wajah kaget para shinobi tersebut menampilkan mimik wajah yang lucu. Mereka menerka apa gerangan benda tersebut. Belum selesai kaget yang mereka rasakan tiba – tiba pintu ruangan Hokage terbuka. Seorang pria mengenakan jubah Hokage diiringi seorang pria berambut nanas dan berjenggot memasuki ruangan.
" Siapa kalian?" Pria berjubah Hokage tersebut bertanya dengan nada tajam.
Nanadaime Hokage dan penasehatnya adalah teman masa kecil yang sudah melewati banyak hal. Mulai dari membolos saat di akademi hingga bahu membahu mengakhiri perang dan kini mereka berperan penting dalam menjaga perdamaian dunia shinobi. Musuh yang mereka hadapi pun bervariasi dari manusia bumi, manusia luar angkasa, manusia biasa maupun dewa. Jadi butuh sesuatu yang besar untuk membuat mereka terkejut. Seperti sekarang saat mereka dihadapkan oleh clone masa muda orang tua mereka.
" Siapa kalian? Berani sekali kalian menyamar sebagai orang tua kami! " Naruto merasa sangat marah ada yang menyamar sebagai ayahnya. Mata Naruto memerah dan cahaya jingga menyelimuti tubuhnya. Ditangan kirinya mulai muncul cahaya biru cikal rasengan.
" Tahan Naruto ! Aku merasa ada yang aneh. Seakan – akan cakra dari orang yang berada didepanmu itu adalah cakra yang sama dengan cakra orang yang menyegelku di dalam tubuhmu. Jika benar berarti dia benar ayahmu."
Suara kurama terdengar di dalam pikiran Naruto hingga ia mengurungkan niatnya untuk langsung menyerang mereka.
"Lelucon kejam tapi baiklah aku akan mencoba mendengarkan penjelasan mereka sebelum mengambil tindakan. Jika benar mereka hanya seorang penyamar maka aku pastikan hukuman berat akan menanti mereka."
" Ya sebelum kamu menyesal ."
Perlahan mata Naruto kembali normal dan cahaya jingga itu surut menampilkan wajah serius Naruto kharisma seorang hokage. Tapi kerutan di dahinya tidak bisa dipungkiri bahwa Naruto sedang berpikir dengan serius.
(-)
Minato mengamati sosok yang berjubah hokage itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa pria itu memang mirip dengan dirinya. Mata biru dan rambut kuning sosok itu memang sama dengan miliknya. Namun wajah serius yang sedang ditampilkan Naruto sama dengan raut wajah serius yang biasa ditampilkan wanita yang sangat Minato cintai saat sedang berdiskusi masalah misi maupun masalah serius lainnya. Raut wajah itu raut wajah milik isterinya, Uzumaki Kushina.
Sementara Minato sibuk mengamati putranya, Nara Shikaku juga mengamati pria berambut nanas yang berdiri di sebelah Naruto dengan sikap malas. Namun Shikaku tidak terkecoh dengan sikap malas yang ditampilkan shinobi itu. Walaupun sikap malas yang ia tampilka tetapi Shikaku dapat menduga pria bergaya rambut sama dengan dirinya itu dapat memberikan serangan maut kapan saja. Serangan rahasia khas Klan Nara. Dalam hati Shikaku menduga jika memang benar mereka terbawa pusaran waktu ke masa depan maka kemungkinan bahwa pria tersebut anaknya sangat besar. Hal ini dia perkirakan karena melihat perawakan maupun raut malasnya itu hampir menyerupai dengan dirinya. Seperti ketika dia bercermin di pagi hari. Seandainya luka di wajahnya tidak ada, dapat dipastikan mereka seperti kembar. Sama halnya dengan Minato wajah pria yang memakai jubah hokage itu mirip dengan Minato seandainya guratan di pipi pria itu tidak ada atau gaya rambut mereka sama maka mereka seperti kembar.
Sabaku no Rasa dan Yashimaru mengamati kedua pasang pria kembar beda generasi yang sedang berpandangan. Mereka bukan orang bodoh. Mereka sudah menyimpulkan bahwa kemungkinan pria tua aneh yang berada di ruangan hokage tadi telah mengirim mereka menuju masa depan melalui pusaran waktu yang menghisap cakra mereka tadi sehingga melihat kedua pria yang baru datang tadi mereka menyimpulkan bahwa yang berjubah hokage adalah anak Namikaze Minato dan yang berambut nanas adalah anak Nara Shikaku.
" Siapa kalian dan mengapa kalian bisa berada di ruanganku? " Naruto bertanya dengan nada tajam.
" Kami juga masih bingung sebenarnya. Tapi sebelumnya perkenalkan nama saya Namikaze Minato Yondaime Hokage disini saya bersama Sabaku no Rasa Yondaime Kazekage dan penasehat kami Nara Shikaku dan Yashimaru." Minato mulai memperkenalkan dirinya
" Apa buktinya bahwa nama kalian adalah sebenarnya" Shikamaru tersentak dan mulai angkat bicara. Dia tidak tahan hanya berdiam diri saja apalagi saat memandang orang yang sangat mirip dengan ayahnya.
" Bukti apa yang diminta? Bukti yang meyakinkan adalah tes DNA tetapi hasilnya hanya mungkin diketahui setelah berbulan – bulan." Shikaku menjawab sambil menatap mata Shikamaru.
" Kemajuan teknologi sekarang dapat menampilkan hasil dalam 24 jam. Namun ada cara yang instan secara langsung dan jika anda benar Nara Shikaku pasti anda tau apa yang saya katakan" Shikamaru menaikkan alisnya dari luar dia seolah tak peduli namun dalam hatinya mulai berdebar. Shikamaru merasa jika harapan yang seolah mustahil itu bisa terwujud. Harapan untuk bicara lagi dengan ayahnya.
Shikaku terkekeh dan dengan pasti dia menjawab pertanyaan pria berambut nanas itu. Dia semakin yakin bahwa yang sedang bicara dengannya adalah puteranya. Kemungkinan putera yang sekarang sedang ada dalam kandungan wanita merepotkannya, Nara Yoshino.
" Tentu saja! Tentu saja aku tahu jutsu rahasia klan Yamanaka yang hanya bisa dilakukan oleh kepala klan saja. Bagaimana Jadi kau akan memanggil Inoichi untuk menggunakan jutsu itu?" Nada bicara yang digunakan oleh Shikaku mulai menjadi tidak resmi seolah dia mulai santai dengan keadaan ini. Namun begitu pertanyaan tentang Inoichi tercetus dari mulutnya dia menangkap raut wajah muram pada Shikamaru.
Shikamaru dan Naruto berpandangan seolah mereka setuju untuk melanjutkan pertanyaan tentang bagaimana mereka bisa disini dan menunda tes DNA maupun jutsu Yamanaka yang akan digunakan. Mereka pikir akan lebih mudah untuk mengetahui situasinya terlebih dahulu.
"Sebelum kami melakukan tes DNA maupun menggunakan jutsu Yamanaka kami ingin tahu bagaimana kalian bisa sampai disini. Silahkan lanjutkan penjelasan anda tadi" Naruto berbicara dengan nada hokagenya.
"Tadi kami sedang berbincang dengan Yondaime Kazekage saat tiba – tiba seorang pria tua yang mengaku bernama Hagoromo ada di ruanganku..." Minato mulai menjelaskan kejadian tadi pagi sebelum ucapannya dipotong oleh Naruto.
"Hagoromo? Apa yang dikatakan kakek tua itu? " sela Naruto sambil mengerutkan dahinya.
"Dia mengatakan akan memberikan kami hadiah untuk mencegah kehancuran dunia shinobi. Dia bilang bahwa kami harus mengatakan kami dikirim oleh Hagoromo kepada Nanadaime dan saya asumsikan bahwa anda adalah Nanadaime Sama. Setelah itu tubuhnya mulai bersinar dan kami merasa tersedot dalam pusaran angin kemudian kami berada didalam ruangan hokage yang sekilas sama dengan ruanganku dan sisanya seperti yang anda ketahui." Jelas Minato dengan tenang.
"Jadi kalian sudah tahu tentang identitas kami sewajarnya kami juga tahu tentang identitas kalian" Rasa bertanya dengan nada datar.
"Baiklah saya Uzumaki Naruto, Nanadaime Hokage dan dia adalah Nara Shikamaru, Chief Advisor saya" Naruto memperkenalkan dirinya dan Shikamaru dengan memberikan nama dan titelnya.
"Shikamaru hubungi Sakura untuk menyiapkan tes DNA sedangkan aku akan menghubungi Gaara. Apakah Temari masih di Suna?" Naruto memberikan perintah pada Shikamaru. Naruto pikir akan memberi tahu Gaara sebagai Hokage karena masalah ini bisa dikategorikan rahasia tingkat SS. Dia pikir Gaara bisa datang secepatnya karena kemajuan teknologi perjalanan antara Suna dan Konoha yang ditempuh selama 3 hari dengan berlari sekarang bisa disingkat menjadi 12 jam dengan menggunakan kereta ataupun 2 jam dengan pesawat.
"Baiklah aku akan segera menghubungi Sakura. Temari dan Mari masih ada di Suna seharusnya sore ini mereka sudah berangkat ke Konoha." Shikamaru bergegas keluar dari ruangan Hokage untuk memberi tahu situasi yang terjadi pada Sakura. Dia paham masalah ini adalah rahasia tingkat SS sehingga Naruto tidak bisa menyuruh orang lain untuk menghubungi Sakura.
"Tunggu dulu! Tes DNA yang kalian sebutkan tadi tentu harus ada keluarga untuk menentukan cocok atau tidaknya. Apa kau menghubungi keluargaku? Aku asumsikan walaupun kalian memanggil mereka sekaran tiga hari lagi kami baru akan melaksanakan tes dan selama tiga hari itu apa kami terus akan dicurigai?" Cecar Yondaime Kazekage
"Saya akan menghubungi Godaime Kazekage paling lambat nanti malam Kazekage sudah berada disini. Beliau bisa menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi untuk menyingkat waktu." Naruto menjawab pertanyaan Kazekage sambil menyiapkan laptopnya.
"Bagaimana anda bisa menghubungi Kazekage yang berada di Suna dengan cepat? Bukankah sarana komunikasi menggunakan elang yang paling cepat" Yashamaru yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara mengutarakan kebingungannya.
"Tentu saja dengan ini kami bisa langsung berkomunikasi tanpa harus menunggu waktu lama. Kemajuan teknologi setelah dunia damai berkembang sangat pesat. Teknologi transportasi maupun komunikasi. Yah walaupun kadang kami merasa terlalu cepat semua berubah " Naruto menjawab dengan menunjuk laptopnya.
"Tetapi tidak ada Yamanaka disini bagaimana bisa kalian langsung berkomunikasi? Jutsu apa yang kalian gunakan?" Shikaku bertanya karena merasa tidak puas ada hal yang belum dimengerti oleh otak jeniusnya. Dalam pikirannya sarana komunikasi tercepat adalah melalui jutsu pikiran milik klan Yamanaka
Naruto mengeluarkan cengiran jahilnya sesuatu yang sering dia lakukan terutama dulu saat di akademi saat dia melakukan prank sebelum menjawab pertanyaan Shikaku.
"Itu Jutsu no Jutsu."
To Be Continued
A/N : Fanfict pertama yang aku buat. Maafin ya kalau ada typo maupun alur yang gak jelas terutama di chapter ini. Bayangkan aja 30 tahun yang lalu ketika kemajuan teknologi belum sedahsyat sekarang. Kalau tiba – tiba kakek kita datang ke masa ini pasti terkaget – kaget ;)
Selain itu terimakasih yang semua yang udah kasih review. Bikin semangat buat terus nulis. Nitasyanurakun;namikazeFam;Reksaa234;666-qwaser
