"ehm...,rambut sudah"

"baju yang keren sudah"

"bau napas sudah"

lirihan seorang pemuda berambut orange di depan cermin sambil memperhatikan wajahnya.

"sip.aku sudah terlihat kece sekarang"lirih pria itu lagi sambil tersenyum kemudian keluar dari kamar mandi.sunyi itulah hal yang pertama di dengar pria itu setelah memasuki kamarnya.

" hoi rukia!!,kau dimana?"teriak pria itu sambil berjalan menuju lemari tempat nakamanya tidur.

"ru_"ucapan ichigo terpotong dapat di lihatnya nakamanya tidur terlelap.tunggu setelah di perhatikan lebih lanjut ternyata itu hanya gigai rukia.

"astaga,kemana di midget itu"lirih ichigo dengan memandangi wajah rukia dengan intens.

"kau cukup manis juga,bila sedang tidur midget"gumam ichigo pelan.beberapa detik kemudian dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat.lalu dia kembali memperhatikan rukia yang terlelap.

"kenapa tadi kau menangis rukia?"lirih ichigo pelan tanpa dia sadari.wajahnya terlihat sendu kemudian dia beranjak menuju pintu keluar.

...

#trash!!#

"hah...hah..hah..sial,kenapa hari ini banyak sekali hollow"lirih seorang wanita sambil mengelap keringat yang mulai memenuhi wajahnya.

"hahaha,jangan mengeluh rukia itu tidak cocok untukmu lebih baik kita selesaikan hollow-hollow ini kemudian istrahat"jawab seorang pemuda berambut merah masih menggenggam pedang zanpakutonya dengan kuat.

"haik,fuku-taichou"ucap rukia sambil tersenyum mengejek kemudian kembali fokus membunuh hollow.sedangkan sang pria hanya tersenyum singkat namun wajahnya langsung berubah panik.

"awas!!"pekik ashido kuat langsung memeluk tubuh rukia kuat untuk melindungi rukia dari hollow yang ada di belakangnya.

"akh.!!"erang ashido kuat perih terasa di bagian tubuh belakangnya.sedangkan yang di peluk hanya kaget kemudian dia merapalkan jurus kido kepada hollow itu.

"hado 31 soukatsui"lirih rukia kemudian hollow itu hancur seketika.

"sepertinya itu yang terakhir"lirih ashido lagi.

"a-a-ashido..,apa kau tidak apa-apa?"ucap rukia panik sambil menahan tubuh ashido yang hampir jatuh.

"tak perlu cemas,aku baik-baik saja kok"jawab ashido sambil menahan rasa sakit di punggung belakangnya.

"aku akan mengobatimu.ayo kita ke sana"tunjuk rukia ke arah bangku taman yang tak jauh dari tempat mereka.

"tidak perlu ak_...akh!!"pekik ashido kuat karena rukia memukul tubuh belakangnya dengan kuat.

"sayang sekali aku tidak menerima kata tidak saat ini"jawab rukia sambil tersenyum bak iblis.ashido hanya bisa meneguk ludah dengan susah.

"hah..baiklah"ucap ashido kemudian menghela nafas berat.sedangkan rukia tersenyum manis sambil menuntun ashido untuk duduk disana.

"uuh...pelan- pelan rukia"lirih ashido pelan sambil mengigit bibirnya pelan.

"kau tak perlu melindungiku ashido,aku bisa melindungi diriku sendiri"ucap rukia masih mengeluarkan kidou penyembuhan dari tangannya.

"mana mungkin aku membiarkan itu kecil"

#ctak#

"apa kau bi-bilang ke-kecil?"tanya rukia dongkol sambil mengepalkan tangannya untuk memukul ashido dengan kuat.

#buagh#

"aduh...duh...,aku sedang sakit rukia.jangan seenaknya dong"lirih ashido jengkel.

"makanya jangan pernah bilang aku kecil,merah"balas rukia kemudian melanjutkan kegiatannya dalam mengobati ashido.tiba-tiba semua jadi senyap hanya suara jangkrik yang mengisi keterdiaman mereka berdua.

"ashido...,terima kasih.aku akan membalasmu nanti"lirih rukia lagi dengan wajah memerah.

"tak perlu,aku senang bisa menolongmu apalagi kau adalah penyelamatku"jawab ashido kemudian dia menghadap ke belakang untuk melihat rukia.

"hah?aku penyelamat?"

"astaga,tak perlu sekaget itu rukia.jika bukan karenamu aku mungkin takkan keluar dari hutan menos itu"

"akh...aku tidak banyak membantu saat itu"balas rukia lagi.

"jangan seperti itu.berkat kata-katamu lah aku disini sekarang.karena itu terima kasih"ucap ashido sambil tersenyum tulus.

deg

tiba-tiba jantung rukia berdetak lebih kencang dan wajahnya memerah.

"astaga..kok tiba-tiba aku jantungan ya"batin rukia dalam hati.

"apa kau baik-baik saja?"tanya ashido sambil memegang dahi rukia yang membuat rukia terkaget-kaget kemudian menurunkan tangan ashido dari kepalanya.

"a-a-ku ba-baik saja kok"balas rukia terbata-bata .

"yakin?"tanya ashido lagi dan di jawab anggukan kepala dari rukia.

"oh iya aku hampir lupa,tunggu sebentar ashido.ada yang ingin ku berikan padamu"ucap rukia kemudian bershunpo meninggalkan ashido yang kebingungan.

kemudian dapat dilihatnya rukia berlari sambil membawa plastik belanja yang entah berisi apa menuju ke arahnya.

"apa ini?"tanya ashido heran sambil mengambil salah satu benda yang berbentuk buku kemudian dia melihat isi buku tersebut.

"huah...keren sekali.ada gambarnya"pekik ashido terkagum-kagum sedangkan rukia hanya tersenyum kecil.

"hehehe ini namanya manga"ucap rukia sambil membanggakan dirinya.

"wah...ini untuk apa rukia?"tanya ashido masih terkagum dengan benda bernama manga itu.

"hehehe bukankah kau ingin tahu apa itu cinta"jawab rukia sambil terkekeh kecil.

"hah?,apa hubungannya manga ini dengan cinta?"tanya ashido binggung sambil memiringkan kepalanya ke samping membuat kesan manis di mata rukia.

"kau tidak tahu ya,manga itu kisah nyata para manusia dalam bidang percintaan" ucap rukia membanggakn dirinya sambil menggosok-gosokkan hidung berlagak sombong.

"lagipula disitu banyak kisah cintanya"ucap rukia lagi dan disambut tepuk tangan meriah dari ashido.

jika saja mereka tahu bahwa manga itu hanyalah karangan semata.

"hehehe terima kasih rukia,aku akan mempelajarinya nanti"jawab ashido seadanya sambil mengacak-acak rambut rukia pelan sedangkan sang empu hanya tersenyum.

...

"terima kasih untuk hari ini,kurosaki-kun"ucap inoue dengan wajah memerah sambil membungkuk hormat.

"seharus aku yang berterima kasih inoue,karena kau mau menemaniku pergi"jawab ichigo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"iie...aku senang kok menemani kurosaki-kun"ucap inoue spontan.

"benarkah??bagaimana kalau kita kapan-kapan pergi bersama lagi?"tanya ichigo senang sambil tersenyum lebar.

"aku sangat mengharapkannya,apa kau ingin masuk dulu kurosaki-kun?"jawab inoue sambil membukakan pintu rumahnya.

"akh..tidak perlu inoue,aku harus menemui rukia sekarang.apalagi hari ini aku terlalu merepotkannya dalam mengurusi hollow"tolak ichigo halus kemudian melambaikan tangannya ke arah inoue.

"ooh...baiklah"balas inoue seadanya kemudian melangkah memasuki rumahnya.

ichigo pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah dengan hati yang senang bahkan dia bersiul-siul dalam perjalanannya.tiba-tiba langkahnya terhenti.

"ehm...reatsu ini..,bukankah reatsu rukia?sepertinya berasal dari sana" tanyanya dalam hati.

kemudian ichigo pun berjalan mendekati reatsu tersebut.ternyata reatsu rukia berada di taman itu.

"sedang apa si midget disitu"batin ichigo lagi.

ichigo kembali melangkah mendekati rukia namun langkahnya terhenti.dapat dilihat rukia sedang berbincang-bincang dengan si rambut merah itu.alih-alih mendatangi ichigo malah bersembunyi di balik semak-semak.memperhatikan percakapan rukia dengan pria tersebut.

kemudian rukia berhenti berbicara dan menatap tajam ke arah semak-semak tempat ichigo bersembunyi.

"hado 31 soukatsui"pekik rukia tiba-tiba sambil mengarahkan kidonya ke arah semak-semak tersebut.kemudian berjalan menuju semak tersebut.

"uuh...ittai..."keluh ichigo kesakitan.

"oh ternyata kau ichigo,ku kira hollow berkepala jeruk"balas rukia tersenyum mengejek sambil membantu ichigo berdiri.

"astaga midget,apa kau tak bisa merasakan reatsuku!"geram ichigo marah.tentu saja dia tahu rukia sengaja apalagi melihat dia tersenyum mengejek untuknya.

"apa kau bilang.midget!!"teriak rukia tidak senang.

"bukannya kau memang midget wek..."ejek ichigo dan di hadiahi sebuah jitakan dan tendangan di tulang keringnya.

"aduh...sakit midget"

#buagh#

"iya aku minta maaf,pukulanmu sangat menyakitkan rukia"ucap ichigo minta ampun apalagi dia bisa melihat tangan rukia akan mengarah padanya.

"hehehe aku juga minta maaf telah memukulmu kuat dan bisakah kau menunduk sebentar ichigo" ucap rukia cegegesan kemudian mengusap kepala ichigo dengan lembut.

mereka berdua saling bertatapan bahkan mereka lupa bahwa ada satu orang lagi di sekitar mereka.

"ehem!!!"pekik seseorang dan sukses menarik perhatian mereka berdua.nampak seorang pemuda berambut merah tersenyum ke arah mereka berdua.kemudian rukia menuju pemuda tersebut dan menggandengnya ke arah ichigo.

"aku hampir lupa,ichigo apa kau ingat siapa dia?"tanya rukia sambil menunjukkan pemuda yang tidak sadar sedang di gandeng rukia.

"ehm...emang dia siapa?"tanya ichigo binggung.

#buagh#

"masa kau tidak ingat sih tawake!!"pekik rukia kuat.

"ittai..."keluh ichigo mengerang kesakitan.

"aku ingat wajahnya tapi aku tak tahu siapa namanya"ucap ichigo lagi.

"seharus kau bilang dari awal tawake"ejek rukia.

"jadi...?sampai kapan kau akan menggandengnya rukia?"tanya ichigo sambil memandang tajam ke arah tangan rukia.

"eh?"sontak rukia langsung melepaskan gandengannya dan wajahnya mulai terasa memanas.

"a-a-aku ti-ti-tidak mengandengnya kok"ucap rukia lagi terbata-bata melipatkan tangannya di dada sambil mengembung pipinya kemudian membuang muka dari ichigo.

"kawaiii...!"batin ichigo dan ashido.

tersadar akan keterpesonaannya ichigo pun mengulurkan tangannya pada pemuda berambut merah tersebut.

"kurosaki ichigo,senang bertemu denganmu"ucap ichigo sinis.

"akh...ashido kano,senang bisa berkenalan denganmu kurosaki-san"jawab ashido sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan ichigo.

"oi...midget,ayo kita pulang"ucap ichigo setelah menjabat tangan ashido.

"kau duluan saja ichigo,masih banyak yang ingin ku bicarakan dengannya"usir rukia.

"memangnya apa yang ingin kau bicarakan dengannya?"tanya ichigo kesal dengan jawaban rukia.

"rahasia,pergi sana mengganggu aja"usir rukia lagi kali ini dengan mengibas-ngibas tangannya seakan mengusir.dan tentu saja membuat ichigo mengeram marah.

"ck,baiklah aku pulang dulu"ucap ichigo kesal kemudian berlalu meninggalkan rukia dan ashido disana.

...

"kenapa kau menolak pulang bersamanya?"tanya ashido pada rukia yang sedang duduk ditaman.

"kau tahu ashido,aku masih belum sanggup berhadapan dengannya lagi"ucap rukia sendu.

"aku takut jika aku ada di dekatnya.aku akan menangis jadi lebih baik aku menjauhinya untuk saat ini sampai aku bisa merelakannya mungkin"timpal rukia lagi.

"owh...tapi daripada menghindar lebih baik kau menghadapinya rukia"lirih ashido sambil mengelus rambut rukia dengan lembut.

"jika kau terus menghindarinya,mungkin dia akan merasa bersalah padamu"timpal ashido lagi.

"a-akan ku pikirkan"balas rukia kemudian tersenyum manis kepada ashido.

deg

jantung ashido berdetak lebih kencang,darahnya terasa berdesir melihat senyum rukia.dan terasa ada yang menggelitik di perutnya.

"ada apa ini?"batin ashido dalam hati.

"ashido bagaimana kau bisa keluar dari hutan hollow itu?"tanya rukia

"owh itu...bla...bla...bla"percakapan mereka terus berlanjut tanpa adanya penggangu.

...

tik tok tik tok tik tok

bunyi detik jam bergema sangat kuat di kamar sang pemilik. meski waktu telah menunjukkan pukul 11 malam belum mampu membuat sang pemilik tertidur malah membuatnya makin uring-uringan ditempat tidur dengan kerutan di wajah bertambah dua kali lipat dari biasanya sambil memandang lurus ke arah jam.

"kenapa si midget itu belun pulang?"batin ichigo khawatir.

tak lama kemudian ichigo merasakan reatsu rukia mendekat dan dia memutuskan untuk mematikan lampu kamarnya sambil menatap ke arah jendela.dapat dilihatnya rukia sedang berpamitan dengan rambut merah itu.

segera saja ichigo mengambil selimutnya dan pura-pura tidur meskipun dia mendengar seseorang sedang membuka jendelanya.

"aman"lirih gadis itu pelan namun masih dapat didengar oleh ichigo.sang gadis melompat melewati tempat tidur ichigo kemudian melangkah menuju lemari.sampai sebuah tangan memegang kuat lengannya.

"Ichigo!"

"dari mana saja kau?mengapa kau lama sekali pulang?"tanya pria itu bertubi-tubi.

"hah?apa kau bodoh?"dan langsung di hadiahi deathglare oleh ichigo.

"bukannya kau tahu apa yang ku kerjakan,tawake"

"tapi kenapa harus dengan si merah itu yang menemanimu?kenapa ngak yang lain saja?"tanya ichigo tiba-tiba.

"hei jeruk,dia punya nama.bukannya kau yang tidak bisa menemani ku hari ini,lagipula siapa lagi yang bisa ku ajak"balas rukia ketus sambil mengalihkannya perhatiannya ke lantai.

tiba-tiba mereka terdiam.rukia merasa canggung akan keadaannya sekarang.ngak biasanya percekcokan mereka cepat terhenti apalagi tanpa adu pukulan.

"nee rukia..."

"apa...?"

"kenapa kau menangis?"akhirnya pertanyaan yang sedari tadi di tahan ichigo dapat tertanya juga.

wajah rukia tiba-tiba memucat,bibirnya dia gigit pelan untuk menetralkan detakan jantungnya yang berdetak sangat kencang.

"tidak ada.."jawab rukia cepat.

"jangan bohong rukia,aku melihatmu menangis"

sontak mata rukia terbelalak lebar betapa cerobohnya dia sampai ichigo juga melihatnya menangis.

"hoam...melelahkan sekali,sebaiknya aku tidur sekarang.oyasumi ichigo"jawab rukia langsung berlari menuju lemari takut ichigo kembali menahannya.

sedangkan ichigo merasa tolol menanyakan hal itu.bukankah seharusnya dia tidak memaksa rukia untuk menceritakannya.apalagi sangat jelas rukia mengalihkan pertanyaan tersebut.

"sebenarnya kau kenapa sih midget?"batin ichigo dalam hati kemudian berjalan menuju tempat tidurnya.

"astaga kenapa semua jadi rumit begini"galau gadis itu.

tobe continue

akhirnya chapter 2 selesai juga.astaga kok ceritanya tambah ngawur ya.semoga para senpai dan reader menyukainya.

dimulai dari chapter berikutnya barulah uki akan membuat pendekatan -pendekatan antara ashiruki dan ichiruki.jadi para senpai boleh memilih apakah ichiriki atau ashiruki.hihihi

dan ukki minta maaf bila masih banyak typo yang bermunculan.harap maklumi author yang pemula ini.

baiklah kali ini saya akan membalas review-an dari para senpai

sekarang hehehe :

rukichigo: hehehe terima kasih atas reviewnya senpai...ini sudah saya lanjutkan lagi senpai :)

abarai:hehehe...terima kasih atas reviewnya senpai...akan saya usahakan dalam typonya.bikin ashiruki dekat?hehehe tenang saja senpai itu bisa di atur ;)

hanna hoshiko : hehehe terima kasih atas reviewnya senpai.saya usahakan dalam typonya.hehehe salam kenal juga senpai :)

hehehe sekian yang dapat sampaikan.sampai jumpa di chapter ke depannya jaa nee. ;)

dan satu lagi

"mohon reviewnya minna-san!tee hee"