Pair : Xover : Itachi Uchiha x Kujyo Kazusa

Rate : M

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Disclaimer : KAMICHAMA KARIN © KOGE DONBO DAN NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Lenght :

Warning : AU, M, typo, gaje

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

.

Uchiha Corp adalah termasuk perusahaan terbesar selain The Fourth, tentunya. Uchiha Corp bergerak di bidang elektronik dan perhotelan yang sudah tersebar di seluruh jepang, bahkan mereka juga memiliki cabang di luar negeri.

.

.

Dan sekarang di sinilah dia, Kujyo Kazusa. Melangkah dengan anggun dan angkuh, ya lihatlah dia menggunakan blus yang senada dengan roknya ditambah rambut yang dibiarkan tergerai dan menggunakan polesan make up yang natural membuat semua orang iri dengan kecantikannya. Bahkan ada yang menganga melihatnya, melihat itu Kazusa hanya mendengus pelan.

.

.

.

.

Setelah sampai di depan ruangan Uchiha Itachi, Kazusa dengan lancang lansung membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu. Sontak saja, itu mengundang kemarahan sang Uchiha. Sambil melototi tamu kurang ajar yang tak di undang ini, Itachi berkata dengan ketus.

"Siapa kau?. Main seenakmu saja kau masuk ke ruanganku. Kalau tidak ada yang penting, saya mohon anda keluar dari sini dengan baik kalau tidak, akan saya panggil security".

"Tidakkah kau persilahkan aku untuk duduk?". Jawab Kazusa datar dan dingin.

Dasar tamu kurang ajar. Kemudian dengan menghela nafas berat Itachi pun menyuruhnya untuk duduk. "Sekarang, jelaskan apa maumu?"

"Aku ada penawaran untukmu". Jawab Kazusa to the point.

Mendengar itu Itachi langsung meletakkan pulpennya dan berkata dengan serius."Apa itu?"

"Aku tahu tentang apa yang terjadi dengan perusahaanmu". Mendengar itu Itachi pun mengangkat sebelah alisnya. Dari mana dia tahu tentang itu, apakah dia yang melakukan ini kepada perusahaanku?. Tanya Itachi dalam hati.

Seakan menjawab apa yang ada di hati sang Uchiha, Kazusa pun menjawab "Bukan aku yang melakukannya, tetapi orang lain. Karena orang itu juga adalah musuhku jadi aku mengajukan kerjasama denganmu. Aku Kujyo Kazusa Presdir The Fourth Corp mengajukan kerjasama dengan Uchiha Corp".

"Kalau boleh tau, siapa orang itu?"

"Orochimaru".

Mendengar itu, Itachi pun terbelalak kaget. Kurang ajar, seharusnya aku sudah tau itu. Ternyata si ular tua licik itu tidak jera rupanya.

"Baiklah apa yang kau tawarkan padaku?"

"Menikahlah dengan ku"

"APAA?" Hilang sudah sifat ke-Uchiha-an yang telah di junjungnya selama ini. Lihat saja wajah Itachi sekarang, dengan mata melotot dan mulut ternganga cocok untuk dijadikan wallpaper (langka ini broh).

"Apa kau bercanda?"

"Tidak"

"Aku tidak bisa melakukannya"

"Kenapa?" Tanya Kazusa masih terlihat dingin.

"Pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat sakral Kujyo-san. Itu adalah janji seumur hidup kita tidak bisa bermain-main tentang itu. Apalagi kita tidak saling mencintai Kujyo-san.

"Aku tahu tentang itu. Tapi sekarang itu sudah tidak dipikirkan lagi. Sekarang sedang masa krisis, perusahaanmu sedang diambang kehancuran. Banyak kepala keluarga yang bergantung denganmu, bukankah sebagai pemimpin kau harus mengambil tindakan secepatnya".

.

.

.

.

Hening tercipta diantara mereka, Apa yang Kazusa bilang benar ada banyak kepala keluarga yang bergantung padanya. Bukan ratusan tetapi ribuan orang bergantung padanya, tetapi di satu sisi dia masih mencintai Konan, istrinya yang telah meninggal. Aaaargh memikirkannya membuat kepala Itachi pusing, tidak tau apa yang harus dia lakukan.

.

.

"Pikirkanlah Itachi, ini juga demi keluargamu. Kau sangat menyayangi mereka bukan?" Hasut Kazusa sekali lagi.

"Baiklah, aku mau menikah denganmu". Jawab Itachi sambil menghela nafas kasar.

Kazusa pun berdiri dan kemudian berkata "Baiklah, sudah diputuskan. Kita akan menikah seminggu lagi, semuanya sudah ku urus hanya tinggal cincin dan baju saja. Aku akan memberitahukan mu nanti kapan kita akan membeli cincin dan baju".

Dengan itu Kazusa pun berbalik untuk pergi, tetapi kemudian dia berbalik lagi dan bekata dengan serius dan diselingi ancaman.

"Pernikahan ini bukanlah pernikahan kontrak. Aku adalah Katolik jadi tidak ada perceraian Uchiha, jadi jangan bermain di belakangku".

Kemudian dia berbalik dan keluar dari ruangan itu. Itachi menghela nafas untuk yang kesekian kalinya hari ini. Dia mulai memikirkan apa yang telah terjadi hari ini.

.

.

.

.

Itachi POV

Aaaargh apa yang harus kulakukan. Apa yang akan ku beritahu kepada keluargaku nanti dan bagaimana dengan anakku?. Aaargh ini sangat memusingkan untukku tapi aku memang harus melakukannya demi perusahaan, orang-orang yang bergantung padaku dan juga demi keluargaku. Maafkan aku Konan.

Itachi POV End

Kemudian Itachi menegakkan kembali tubuhnya dan menelfon seseorang.

"Kakashi, datang ke ruanganku sekarang juga".

"Baik, Itachi-sama" Suara di seberang telfon menyahut.

"Hah, semoga saja apa yang ku lakukan ini benar". Doa Itachi.

.

.

Di tempat lain seorang wanita yang memiliki rambut pirang dan bemata Blue Safire ini sedang jingkrak-jingkrak karena kesenangan sampai membuat sang sekretaris hanya geleng-geleng kepala di buatnya.

"Kau tau Akashi, aku akan menikah. Aku akan menikah, dan kau tau aku menikah dengan siapa. Aku akan menikah dengan Itachi, Akashi". Seru Kazusa bersemangat.

"Iya nona, saya tahu". Jawab Akashi sambil tersenyum.

Tiba-tiba Kazusa berhenti sambil memasang wajah sedih yang membuat Akashi bingung. "Ada apa, nona".

"Apakah yang aku lakukan ini benar Akashi. Aku telah memaksa seseorang untuk menikah denganku, bahkan aku mengancamnya Akashi". Ucap Kazusa sendu.

"Itu tergantung darimana kita memandangnya, nona. Menurut pandangan orang lain, apa yang anda lakukan adalah salah. Tetapi menurut orang yang tahu permasalahannya, apa yang anda lakukan ini benar nona, bahkan sangat mulia".

"Jangan dengarkan apa yang orang lain bilang nona. Jadilah diri nona sendiri". Ucap Akashi dengan bijak.

"Kau benar Akashi. Baiklah ayo kita persiapkan semuanya Akashi, mulai dari gedung, katering, bla bla bla" Kazusa mulai cerewet.

.

.

.

.

Itulah sifat Kazusa yang sebenarnya baik, ramah dan pengertian. Jangan lupakan sifat cerewetnya, bahkan dia lebih cerewet dari pada nenek-nenek. Hanya Akashi lah yang tahu sifat sebenarnya dari Kazusa. Kazusa hanya memperlihatkan sifat aslinya hanya kepada orang yang dia percaya, dan orang itu hanyalah Akashi seorang.

.

.

Kazusa adalah orang yang sangat waspada, semenjak kejadian 15 tahun yang lalu dia mulai tidak mempercayai siapa-siapa, bahkan saudaranya sekalipun. Orang tuanya meninggal karena dikhianati oleh orang yang sangat dipercayai keluarganya. Oleh karena itu dia tidak mempercayai siapa pun.

.

.

Kemudian dia bertemu dengan Akashi. Akashi dulunya adalah seorang gelandangan yang kelaparan, kemudian Kazusa menemukannya dan membawanya pulang. Akashi merasa berhutang nyawa kepada Kazusa dan bersumpah akan selalu melindunginya dan tidak akan mengkhianatinya. Akashi menganggap bahwa Kazusa adalah malaikat tanpa sayap.

.

.

.

.

Kau adalah seorang malaikat tanpa sayap.

Melindungi orang lain dengan nyawamu sendiri tanpa meminta imbalan.

Tetapi selama ini kau selau kesepian.

Kau tidak bahagia.

Aku berdoa supaya orang itu dapat mengerti dirimu dan membahagiakanmu.

Aku sangat mmenyayangimu, nona.

~Akashi~