Chapter 2
Aku dilahirkan di North Blue. Meskipun aku dilahirkan disana, bukan berarti bahwa keluargaku memang asli North Blue.
Keluargaku, Vinsmoke, adalah petinggi teratas suatu organisasi yang bernama Germa 66.
Germa 66 adalah organisasi pasukan yang dibentuk di North Blue, dan bergerak mengelilingi seluruh pelosok dunia menggunakan submarine-66. Anggota Germa 66 pada saat itu tidak kurang dari lima ribu prajurit terlatih. Yang dipimpin oleh lima keluarga berpengaruh yang telah dikumpulkan oleh nenek moyang Vinsmoke sedari jaman dahulu. Tepatnya kapan, aku agak tidak mengetahuinya. Namun yang jelas kelima keluarga ini dikomandoi oleh Vinsmoke; oleh ayahku dan kedua kakakku.
Ada yang bilang Vinsmoke sudah ada sedari jaman Abad Yang Hilang, bersamaan dengan keluarga D. dan 20 keluarga bangsawan Dunia lainnya. Bahkan untuk orang sepertiku, asal usul keluargaku ini sangat misterius. Hal terperinci tersebut juga tidak kudapatkan dari ayah juga kedua kakakku sekalipun.
Hingga sampai saat aku melarikan diri 14 tahun silam, aku hampir tak mengetahui apapun kecuali satu hal.
Membunuh.
Germa 66 adalah rahasia umum masyarakat di seluruh penjuru dunia. Baik itu North Blue, West Blue, South Blue, dan sampai East Blue menganggap organisasi ini hanyalah cerita rakyat biasa. Mitos. Legenda tak berujung Namun mereka ada. Entah untuk alasan apapun yang mana aku tidak cukup peduli akan alasannya, percaya bahwa pandangan publick melihat Germa 66 sebagai Pasukan Jahat Misterius.
Mereka percaya bahwa Germa 66 tidak ada, namun disamping itu, mereka juga takut.
Mereka takut bahwa Germa 66 dengan gelarnya sebagai Penghasut Perang memang benar-benar ada. Dan tengah bersiap untuk meruntuhkan pondasi dunia yang telah dijaga lebih dari 800 tahun lamanya oleh Pemerintah Dunia.
Rumor itu, kuakui, tidak sepenuhnya salah.
…
Aku rindu Nami-san.
Sudah dua hari sejak keberangkatanku dari Zou bersama dengan kru Big Mom yang dikepalai oleh Baron Tamago, si telur keparat ini, beserta dengan Capone Bege, si keparat yang belagak mafia itu.
Aku sudah berulang kali tekankan bahwa aku pergi untuk berbicara dengan ayahku. Untuk menyelesaikan ini tanpa adanya kekerasan.
Karena itulah aku berharap Luffy tidak menolongku
Kalau dipikir-pikir lagi, mengapa situasi ini hampir mirip dengan Robin-chan pada saat itu. Saat ini si Zoro keparat itu pasti sudah melucu dengan menjadikanku si tuan putri yang butuh penyelamatan. Heh, atau mengingat sifatnya, aku yakin dia akan melarang Luffy, Nami-san, Chopper, dan Brook yang berniat menyusul untuk menyelamatkanku. Aku tahu si pendekar bodoh itu mengerti, bahwa aku tidak ingin membahayakan keselamatan nakama-ku. Aku yakin dia percaya padaku.
Namun, aku tetap merindukan Nami-san. Aku ingin melihat kedua mata coklatnya yang cantik itu
Kembali mengingat foto yang diberikan Vito, advisor bajak laut Firetank, Purin-chan adalah gadis yang sangat mempesona. Aku tidak bisa mendustainya.
Untuk sesaat pun, seperti biasa, aku hampir diterbangkan dengan pesona manis dan menawan yang dipancarkannya. Untuk seorang putri dari bajak laut tersohor, ia sangat cantik dan belia. Aku tidak berhak mendapatkannya, dan karena aku juga tidak bisa mempermainkan hati seorang perempuan.
Tapi, aku harus mencari cara agar pernikahan ini tidak terjadi.
Aku tidak bisa membiarkan orang lain memerintah Luffy, mengontrol pergerakkannya. Aku tidak bisa melihat hal itu terjadi. Aku ingin Luffy menjadi Raja Bajak Laut, menjadi pria yang paling bebas di lautan ini. Dan aku ingin disana ketika hal itu terjadi Karena dia juga akan menemaniku menemukan All Blue.
Aku dan Luffy terikat. Kita tidak bisa bergerak dibawah orang lain. Apa gunanya, kalau begitu, menjadi seorang pria bila pada akhirnya kita hanya menari diatas telapak seseorang.
Aku tidak suka itu.
Agendaku saat ini ada dua. Pertama berbicara dengan ayah, dan kedua menemui Purin-chan langsung untuk membicarakan hal ini. Ho ho ho, semoga saja ia tidak terpesona dengan ketampananku!
Ghaak…! Jangan sempat memulainya lagi, Sanji, kebiasaanmu burukmu itu!
