I`m Tired Hyung

Cast: - Sehun

- Luhan

Cast lain tebak sendiri(?)

Length: chaptered

-Happy reading-

13 tahun kemudian

Sehun menatap datar pemandangan dari kaca kamarnya. Embun-embun menetes di kacanya dan jatuh perlahan. Es di dedaunan mulai meleleh dan menetes ke tanah begitu saja. Musim dingin hampir berakhir, walaupun suhu dingin masih terasa.

Sehun menatap pemandangan halaman tengahnya dengan ekspresi datar. Dia tidak sedikitpun menunjukkan ketertarikan di wajahnya.

Dia hanya bosan. Melewati hari-harinya di dalam rumah selama libur musim dingin. Disaat teman-temannya akan pergi berlibur, dia hanya akan diam di kamarnya sambil menatap kosong dari jendela kamar, dan terkadang dari balkon kamarnya. Disaat teman-temannya merayakan natal bersama keluarganya, saling bertukar kado,makan kue natal bersama dan saling bercerita satu sama lain dengan anggota keluarganya, sehun hanya bisa melewati semua itu sendirian. Dia hanya bisa melewati hari hari yang harusnya menyenangkan seperti itu, hanya dengan menatap foto keluarganya dalam diam.

Sebenarnya masih ada maid dan pengasuh yang masih bisa menemaninya saat natal datang. Membuatkan sebuah cake lezat yang sehun suka, dan hidangan favorit sehun lainnya. Sehun bahkan menerima kotak-kotak hadiah dari paman, bibi dan terkadang sepupunya. Bahkan paman dan bibinya selalu memaksa sehun untuk menginap di rumah mereka agar dapat merayakan natal bersama.

Tapi sehun selalu menolak.

.

.

.

Sehun menatap seluruh sudut taman. Dia berjalan pelan masih dengan ekspresi dinginnya. Taman ini sepi. Tentu saja. Walaupun ini hampir akhir musim dingin, tapi suhu di luar seperti cukup untuk membuat kulit menjadi dingin dan mati rasa. Semua orang lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka dan memasang penghangat ruangan. Dan mungkin mereka akan berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati segelas coklat hangat bersama cemilan dan tertawa bersama.

Sehun membuka mulutnya dan terlihat sedikit uap saat dia mencoba menghela nafas.

Dia duduk disalah satu ayunan setelah sebelumnya membersihkan sisa salju yang masih menumpuk. Dia hanya menatap datar semua hal di depannya sambil mengayunkan benda itu hingga menimbulkan bunyi besi yang bergesekan.

"kau… sehun?"

Sehun menggerakkan kepalanya untuk mencari asal suara itu.

Terdengar suara sepatu yang menginjak serpihan salju. Dan suara itu semakin mendekat. Sehun menatap seseorang yang semakin mendekat kearahnya.

"kau sehun. Benarkan?" pertanyaan itu terdengar lagi, setelah orang itu berdiri di depan sehun.

Sehun mengangkat kepalanya dan menatap wajah orang yang berdiri di depannya.

"benar."

"astaga sehun…."

Sebuah pelukan hangat di terima oleh sehun. Sehun hanya terdiam dan tidak memperdulikan apa yang di lakukan orang asing itu.

"kau sudah besar sekarang. Aku benar-benar merindukanmu. Maafkan aku tidak pernah memberimu kabar. Aku merindukanmu."

Dan pelukan itu semakin erat. Pelukan yang benar-benar hangat. Tapi bagi sehun, dia hanya merasakan dingin.

"kau lupa padaku?" namja itu melepaskan pelukannya dan menatap sehun.

Sehun hanya menatap datar laki laki di depannya. namja itu menghembuskan nafasnya dan duduk di ayunan kosong di sebelah sehun.

"kau marah kan? Aku benar-benar minta maaf. Waktu itu aku harus pergi. Maafkan aku karena harus membuatmu sendirian lagi." Dia menatap sehun sambil tersenyum.

"dan mulai sekarang, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi."

Tidak ada jawaban dari sehun. Dia hanya menatap laki-laki di sampingnya tanpa ekspresi dan kembali menatap ke depannya. Namja di sebelah sehun hanya menghela nafas melihat ekspresi sehun dan ikut terdiam.

"sehun, apa kado natalku sudah kau terima? Aku harap kau masih suka bermain game."

"benarkah?"

Laki-laki itu dengan cepat menatap sehun ketika mendengar sebuah suara rendah yang tiba-tiba terdengar. Dan suara itu terdengar lagi mengatakan hal yang sama. Laki-laki itu mengerutkan keningnya bingung.

Sehun menatapnya dengan tatapan datar. Tapi dibalik itu, terlihat perasaan sedih yang coba disembunyikannya. Sekarang namja itu mengerti apa yang sehun coba tanyakan tadi. Namja itu mengangguk. Dia berdiri dan berjongkok di depan sehun yang terus menatapnya.

"tentu saja. Kau tidak akan sendirian lagi."

"benarkah…" sehun berkata datar.

"maafkan hyung. Hyung janji akan menjagamu lagi."

Sehun hanya diam dan menatap datar namja di depannya.

Orang itu

Luhan.

.

.

.

"sudah hyung bilang jangan bermain basket lagi. Jika kau tidak mau mendengarkanku, akan aku pastikan besok kau akan terbangun di kamar rawat inap rumah sakitku."

Sehun hanya dia sambil menatap hyung nya dengan wajah datar. Dia memperhatikan luhan yang sejak tadi sibuk mengecek kertas-kertas di tangannya.

"sampai cairan infuse ini habis, kau harus tetap diam di dalam kamar. Dan nanti kau tidak boleh terlalu sering berada di luar walaupun keadaanmu mulai stabil. Suhu dingin tidak baik untukmu."

"tapi ini sudah musim semi."

Luhan hanya menatap datar sehun dan mengatakan akan mengambil bubur untuk sarapan sehun. Sehun menatap luhan yang keluar dari kamarnya dengan wajah cemberut.

Saat ini sehun sudah menghabiskan buburnya, setelah luhan berhasil memaksanya dengan ancaman-ancaman yang sangat menyebalkan untuk sehun. Sehun juga meminum semua obat yang di berikan luhan kepadanya dengan terpaksa. Karena dia sudah sangat bosan mendengar luhan yang terus menasehatinya.

Sehun mulai merengek ketika luhan tidak memperbolehkannya bermain game bahkan dari handphonenya. Luhan dengan cepat menyita handphone yang tadi sehun pegang dan menyuruhnya untuk tidur.

"kau jahat hyung. Harusnya kau tidak menjadi dokter. Pasienmu pasti akan menderita mendengar kau yang cerewet."

"hei, aku juga menjadi dokter karenamu."

Sehun mengalihkan pandangannya.

"kalau begitu kau harus bisa membuatku sembuh hyung. Ini sangat menyiksa…"

Luhan menatap sedih sehun.

"sehun…"

"…"

"dia belum kembali?"

Sehun menghela nafas pelan. Matanya menatap kosong jendela kamarnya yang menampilkan pohon dengan daun-daun hijau segar yang tumbuh di sebelah rumahnya.

"aku tidak mengerti maksudmu."

Luhan tersenyum sedih. Dia tau, luhan tau bagaimana sehun yang sebenarnya. Meskipun dia sudah meninggalkan sehun selama lima tahun untuk meneruskan kuliahnya di amerika, dia tau sehun belum sepenuhnya berubah. Sehun masih sama seperti terakhir kali mereka bermain bersama. Masih sepupu kecilnya yang manis.

Hanya saja sehun jadi sangat dingin. Dan luhan mengerti, itu hanya cara sehun untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya. Bukankah sudah luhan bilang bahwa dia sudah sangat mengerti bagaimana sehun yang sebenarnya?

TBC

Annyeong ^^ gimana chap ini? Kayanya kurang angst ya. Chap depan hyun coba biar lebih angst lagi. Gomawo buat yang udah mau review, follow maupun fav dan juga yang semua yg baca ^^

Kali ini bukan luhan yang jadi hyungnya sehun. biar agak beda hihi. Tapi luhan tetep jadi hyunnya kan meskipun cuma sepupu. Semoga reader ga kecewa ^^

Balasan review:

SlytherSoul d'Malfoy: luhan itu emang hyungnya. Tapi cuma kaka sepupu. Hyun masih berusaha biar dapet angst nya. Semoga ga kecewa ya ^^

rainrhainyrianarhianie : gomawo ^^ hyungnya sehun salah satu dari mereka hihi. Uhm yaoi? Aku suka baca tapi ga bisa buat ._.v

sfsclouds : iya hyun juga mikir buat dibikin gitu aja ^^ bukan luhan kok chingu. Kakanya masih nanti munculnya. Ne gomawo.

wahyuthetun : gomawo ^^ ini udah lanjut ya.

EvilsehunWind13 : kali ini bukan luhan ^^ nanti di jelasin kok kemana kakanya.