bales review dulu ya.. shishishi

Akira No Sikhigawa, ekaaprillian : Oke! thanks reviewnya. tanpa kalin mungkin aku takan bisa melanjutkan fict ini. shishishi.. jangan sungkan buat review yaa.. hehe..

nowan456 yoval : oke! silahkan... :)

nshawol56 : apa yang sasuke & lee rencanakan yaa? hehe.. masih rahasia dong.. kalo aku bocorin sekarang jadi ga seru. ikuti aja ceritanya ntar bakal tahu.. hihihihi. sedikit bocoran deh, kalau moment Naruhina pasti ada. shishishi


Disclaimer © Masashi kishimoto

"Buku Kutukan"

Chapter 2

Tim Rambut Kuning

.

.

Suasana pagi di desa daun tersembunyi Konohagakure, udara di pagi itu terasa masih sangat sejuk. Benar saja, karena matahari pun belum muncul dari ufuk timur. Sebenarnya ini masih sangat pagi. Namun, segerombol bocah terlihat sudah berada di depan gerbang desa Konohagakure. Ya, mereka Sasuke, Hinata, Sakura, dan Lee. Mereka sudah datang sejak 1 jam yang lalu.

"apa-apaan ssi si dobe itu! Dia bilang akan menunggu kita di sini! Aku rasa dia pasti masih molor di rumahnya." Gerutu Sasuke.

"Iyaa. Aku kira juga begitu. Mengingat dia tidur seperti orang mati. Pasti dia lupa akan janji ini." Timpal Lee mengepalkan tangannya.

"Benar, walaupun sekarang dia Hokage. Tapi masih sangat mustahil kalau Naruto datang tepat waktu. Sepertinya kita harus menyusulnya." tambah Sakura tak mau kalah diikuti Usulannya.

"Naruto..."

"Mungkin Hokage tidur terlalu malam jadi dia terlambat bangun." Kata Hinata satu-satunya orang yang berpikir positif.

Sasuke, Sakura, Lee mengeluh karena mereka menunggu terlalu lama. Sedangkan Hinata masih menyangka kalau Naruto terlambat bangun karena Naruto tidur terlalu malam.

"Yasudah, Hinata, Sakura. Kalian susul Naruto sana. Kalau tidak, kita bisa kesiangan." Perintah Sasuke.

"ya, baik." Jawab Sakura dan Hinata bersamaan.

Lalu keduanya lekas pergi ke rumah Naruto.

Rumah Naruto.

Tok-Tok-Tok

Diketuknya daun pintu itu dengan pelan. "Naruto? Naruto?" Panggil Sakura.

Tak ada jawaban dari Naruto. Lalu Sakura pun mengetuknya lagi dan lagi.

"Naruto? Naruto? Apa kau di dalam?"

"Naruto? Kau mendengarku?!" Kata Sakura dengan nada pengucapan mulai meninggi.

Tapi sayang, hasilnya tetap nihil yaitu tidak ada jawaban. Sakura yang bosan akhirnya memutuskan, untuk meminta Hinata menggunakan Byakugannya.

"Hinata, bisakah kau gunakan byakuganmu untuk meneliti apa yang terjadi di dalam? Aku punya firasat buruk. Jangan-jangan si bodoh itu kabur."

"Apa? Naruto-kun kabur? Baik akan aku lihat yang terjadi di dalam." Ucap Hinata merespon.

"BYAKUGAN!"

Sesaat kemudian.

"Ah... Tidak mungkin! Apa yang sebenarnya terjadi? Di dalam sangat berantakan." Ucap Hinata mengagetkan Sakura.

"benarkah? Apa yang dilakukan si bodoh itu ssi." Ucap Sakura kesal. Kemudian dia pun langsung membobol pintu rumah Naruto dengan tinjunya.

BUMMM!

.oOo.

Di tempat Sasuke.
"Suara apa itu? Seperti sebuah ledakan. Dan... Suara itu berasal dari arah rumah Naruto." Ucap Lee yang sekilas sedikit kaget.

"Sepertinya terjadi sesuatu pada Dobe. Hnn, tapi lebih baik biarkan saja. Sakura pasti bisa mengurusnya." Tutur Sasuke.

"Ya, baiklah Sasuke." Jawab Lee singkat.

Kembali ke rumah Naruto.
"Narutoooo!" Teriak Sakura kaget melihat kondisi Naruto dan rumahnya. Hal itu pun terjadi pada hinata juga. Dia tampak kaget melihat kondisi di dalam.

Memang apa yang terjadi di dalam? Ya, wajar saja kalau mereka kaget. Mereka melihat rumah atau yang lebih tepatnya kamar Naruto begitu berantakan seperti kapal pecah. Terlebih Lagi Naruto yang tidur di lantai dengan menggunakan Mode Cakra Kurama.

Kemudian Naruto yang mendengar teriakan itu sontak terbangun. Pemuda itu melihat Sakura dan Hinata sudah berada di depannya.

"Sakura? Hinata? Apa yang kalian lakukan di sini? Dan kenapa kamarku jadi berantakan? Jangan-jangan kau telah mengamuk disini yaa." Ucap Naruto dengan keputusan yang salah karena menanyakan hal seperti itu.

BUGH! BAGK! JDUG! DUAARRR!

Naruto terpental mengenai tembok rumahnya karena pukulan Sakura. Tembok yang memisahkan kamar mandi dan kamar tidurnya pun langsung hancur berkeping-keping.

"Sakura tunggu! Tunggu! Apa yang kau lakukan! Kenapa kau tiba-tiba menyerangku. Tolong hentikan Sakura. Kau bisa menghancurkan Rumahku." Pinta Naruto ketakukan dengan melambaikan tangan dan kepala digelengkan.

Sakura pun terlihat tidak menghiraukan omongan Naruto. Dia malah mendekati Naruto dengan tangan kanannya bersiap memukul. Wajahnya tampak menyeramkan.

"Uwaaaaaaaaa..." Teriak Naruto.

"Sakura-chan..! Tolong hentikan. Kau bisa membunuh Naruto-kun." Pinta Hinata membela Naruto.

"Ah, Hinata... Hn baiklah karena kau yang meminta aku akan turuti." Ucap Sakura tersenyum manis pada Hinata. Sangat berbeda dengan ekspresinya pada Naruto.

"ah... Syukurlah.. Kau memang malaikat penyelamatku Hinata." Puji Naruto. Hinata yang mendengar itu Sontak mukanya langsung memerah seperti kepiting rebus.

"emm, Sakura-Chan apa Naruto akan baik-baik saja setelah menerima pukulamu yang dasyat itu?" Cemas Hinata dengan wajah sulit dijelaskan.

"Tenang saja Hinata. Dia takan apa-apa dengan pukulanku, karena dia menggunakan Mode Cakra Kurama. Jadi dia pasti baik-baik saja." Jelas Sakura.

"hm. Syukurlah" Jawab Hinata menghebuskan nafas lega.

"Hei, sebenarnya apa yang terjadi ssi, kenapa kalian jam segini sudah berada dirumahku?" Tanya Naruto polos dengan wujud kembali seperti semula. Kedua tangannya dilipat kebelakang.

"Kau lupaa yaa? Bukankah kemarin kamu bilang sendiri. Bla bla bla... Kutunggu kalian di depan gerbang konoha dan jangan sampai terlambat." Ucap Sakura menirukan gaya omongan Naruto.

"Hahaha.. Oh iya yah. Aku lupa. Hehe" Jawab Naruto kalem, seperti orang tak bersalah.

BUGH!

"Baka! Kenapa malah tertawa ssi. Yasudah sana mandi dan temui kami di gerbang Konoha. Gak pake lama yaa." Ucap Sakura menjelaskan.

"yaa. Baiklah" Ucap Naruto lemas dengan benjolan dikepalanya. Pemuda itu lantas berbalik.

"Naruto-kun... Kau tidak apa-apa?" Ucap Hinata menghentikan langkah Naruto. Dia masih tampak khawatir, walau sebenarnya sudah dijelaskan Sakura, kalau Naruto akan baik-baik saja.

"Ah, Hinata? kau mengkhawatirkanku yaa? Hahaha.. Tenang saja, ini hanya luka kecil ko. Oya ngomong-ngomong terima kasih yaa. Telah menolongku tadi dari..." Ucap Naruto tak melanjutkan kalimatnya. Dia bergerak mendekat ke Hinata.

"iblis kejam itu..." Bisik Naruto pelan.

JDUG!

"Apa yang kau bicarakan hah?! Aku mendengarnya tau!" Ucap Sakura dan lagi-lagi Naruto menerima pukulan darinya.

"Adaw, sakit. Huhuhu, sangat memalukan seorang Hokage di tindas seperti ini." Gumam Naruto mengelus kepalanya.

"itu memang pantas untukmu! sekarang cepat mandi! Jangan ngomong terus! Apa mau aku pukul lagi hah! Nanti kita bisa terlambat datang di desa Mosagakure." Perintah Sakura memperingatkan Naruto.

"Ba-Baik?!" Ucap Naruto kemudian dia lekas meninggalkan kedua temen ceweknya.

"Ayo Hinata kita pergi."

"Hinata?" Panggil Sakura terhenti.

Rupanya Hinata masih berdiri membatu dengan muka yang sangat merah. Bahkan sampai mengeluarkan uap. Mungkin ini karena gejala-gejala yang timbul yaitu berjarak sangat dekat dengan Naruto sehingga penyakitnya kambuh lagi.

"Hinata? Hinata? Ayo kita pergi." Ucap Sakura menepuk bahu Hinata. Hinata sontak kaget.

"Ah! Sakura. Baiklah, em maaf yaa.. Aku tadi.." Ucap Hinata terpotong. Rupanya dia malu bersikap seperti itu di depan Sakura.

"Sudahlah, tak apa ko. Ayo kita pergi." Jawab Sakura tersenyum tipis.

"Ba-baik."

Lalu keduanya pun lekas meninggalkan Rumah Naruto yang masih berantakan.

.oOo.

Di gerbang desa Konohagakure. Matahari terlihat mulai muncul dari ufuk timur.

"Hmm, kalian sebenarnya nunggu siapa ssi?" Tanya salah satu penjaga gerbang yang melihat Sasuke dkk duduk lesu.

"Kami sedang menunggu Dobe!" Jawab Sasuke dengan muka kusut.

"Dobe? Siapa dobe itu?" Tanya penjaga lagi. Dan kali ini dia tampak penasaran. Ya, benar saja. Dia tidak pernah mendengar ada penduduk desa Konoha yang bernama Dobe.

"Oii... Kalian sudah menunggu yaa. Hehehe" Teriak seseorang berjubah Hokage berlari ke arah Sasuke dkk melambaikan tangan.

"Sudah lihat?" Tanya Sasuke balik sambil menunjuk ke arah Naruto.

"kyaa... Jangan-jangan yang kau sebut dobe itu, adalah tuan Hokage?" Jawab penjaga pintu histeris memegang kepalanya.

Sasuke hanya memberikan pandangan sweatdrop melihat penjaga itu.

BUK!

"Adaw! Kenapa kau memukulku lagi Sakura? Sakit tau." Tanya Hokage muda Memegang bagian kepala yang dipukul.

"Baka! Kenapa kau lama sekali. Lihat! Matahari telah muncul! Kita takan tepat waktu datang ke tempat itu. Dan... Kenapa kau berpakaian Hokage lengkap begini? Seharusnya kan pakai pakaian biasa saja." Marah Sakura.

"hehehe, maaf aku tersesat di sebuah jalan bernama kehidupan. Masalah pakaian ini. Aku tak mau reputasiku turun karena tak menggunakan pakaian Hokage. Hehe" Jawab Naruto enteng.

TOK!

"Jangan beralasan menggunakan kata-kata guru Kakashi yaa! Dasar Baka!" Omel Sakura.

Sedangkan yang lainnya hanya Sweatdrop melihat Hokagenya dipukuli dan dimarahi dengan begitu sadis.

"Ayolah, lekas berangkat.. Semangatku telah terbakar! Aku sudah tidak sabar lagi. Ayo!" Usul Lee dengan mata mengeluarkan api.

"ya, kau benar Lee. Sebaiknya kita lekas berangkat Naruto-kun." Tambah Hinata sambil memainkan kedua jari telunjuknya.

"Hmm, baiklah.."

"Tapi tunggu sebentar aku mau bicara dengan penjaga gerbang dulu." Ucap Naruto yang kemudian langsung mendekati penjaga gerbang itu.

"Hei, aku ingin minta tolong. Sampaikan ke nenek Tsunade yaa. Aku pergi mendampingi tim elitku menjalankan misi. Selama aku pergi, suruh dia untuk menjaga desa ini. Ini aku tinggalkan kunai spesialku. Kalau ada bahaya, segera lempar ini dan aku pasti akan datang. Mengerti!" Pesan Naruto pada penjaga gerbang sambil menyerahkan kunai hiraishin seperti milih ayahnya.

"kunai ini... Baik, aku mengerti tuan Hokage. Tapi apakah anda yakin ingin pergi bersama mereka? Apakah tak perlu bila anggota Anbu mendampingi anda? Siapa tahu akan ada bahaya?"

"Jangan bodoh! Aku ini kuat jadi tak usah khawatir. Lagi pula kalau para Anbu ikut denganku. Siapa yang akan menjaga desa selama aku tidak ada? Nenek Tsunade takan mampu sendirian." Jelas Naruto.

"Ah, anda benar juga tuan Hokage. Baiklah aku mengerti."

"Yasudah aku pergi dulu." Ujar Naruto berpamitan.

"Hati-hati tuan Hokage. Dan semoga misinya berhasil!" Ucap penjaga itu menyemangati. Naruto pun hanya mengacungkan jempol tangannya tanpa melihat kebelakang.

"Ayo Kita berangkat!" Ucap Naruto Semangat. Sedangkan yang lain mengikuti dari belakang.

"Sepertinya kau bersemangat sekali Dobe!" Ujar Sasuke.

"Tentu saja Teme!" Ucap Naruto sambil mengencangkan pelindung kepalanya.

"Baguslah.. Kalau kau bersemangat aku juga ikut bersemangat. Hn.. Apa nama tim kita kali ini?!" Tanya Sasuke.

"Tim Rambut Kuning!" Ucap Naruto Mantap.

"kedengarannya Tidak terlalu buruk!" Ujar Lee.

"Baiklah ayo kita berangkat teman-teman!" Kata Naruto.

NARUTO, SASUKE, LEE, SAKURA HINATA. Memulai perjalanan mereka.

.oOo.

TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!

Suara hentakan kaki yang ditimbukan tiga orang ninja elit, satu asisten Hokage dan seorang Hokage mewarnai suasana jalanan yang sepi. Matahari kini sudah berada tepat diatas kepala mereka.

"hei, ini sudah tengah hari. Ayo kita istirahat sebentar. Aku sudah lapar.." Ucap Hokage muda itu sambil menjulurkan lidah.

"..." Sasuke.

"..." Sakura.

"..." Hinata.

"..." Lee.

Lalu ke empat anak buah Naruto, yaitu Sasuke, Lee, Hinata, dan Sakura hanya bisa menuruti apa kata Hokagenya yang terlihat sangat lesu.

"Sepertinya disitu cukup teduh. Ayo kita istirahat di sana saja." Usul Hinata sambil mengembalikan matanya ke bentuk Normal.

"Emm, benar juga. Disana cukup nyaman. Kerja bagus Hinata. Ayo kita kesana." Ucap Naruto berlari menuju tempat yang ditunjuk tadi. Sedangkan Hinata yang di puji Naruto, penyakitnya langsung kambuh lagi. Seketika itu teman-temannya langsung sweatdrop.

Di bawah pohon rindang yang teduh. Mereka berlima nampak sedang memakan bekal masing-masing.

"Oh ya. Kira-kira berapa jauh lagi kita harus berlari?" Tanya Lee.

"Seharusnya ssi, sebentar lagi kita sudah sampai. Tapi karena kita berangkat terlambat. Mungkin sore nanti atau petang nanti kita baru akan sampai." Jelas Sakura sambil menyeruput tehnya.

"Hmm, begitu yaa. kalau begitu cepat kemasi barang kalian dan kita lekas berangkat. Aku tidak mau terlalu malam saat sampai di sana. Kalian sudah selesai kan?" Sambung Sasuke mengusulkan yang terlihat sudah menggendong tas ranselnya.

"hei, tunggu dulu aku masih makan teme." Cegat Naruto masih asyik makan Ramen.

"Hei, bukankah sudah kau habiskan tadi?" Tanya Sasuke melirik ke arah Hokage muda itu. Dia tampak kaget.

"Hwehwehwe, akwu nwambah lwagi." Jawab Naruto polos dengan makanan memenuhi mulutnya.

"Aku baru melihat, seorang Hokage yang makan dengan rakus." Gumam Lee.

Lalu semuanya hanya sweatdrop. Sepuluh menit kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

Di perjalanan mereka, nampak tidaak mengalami halangan. Ya mungkin saja karena Perang Dunia Ninja ke-4 telah selesai beberapa waktu yang lalu. Jadi tidak ada musuh yang menghadang. Kemudian, Pada akhirnya mereka sampai di desa Mosagakure.

.oOo.

Sore hari di sebuah tempat di desa Mosagakure. Matahari tampak mulai terbenam di ufuk barat. Naruto, Lee, Sakura, Sasuke, Hinata terlihat memasuki sebuah perkampungan.

"Selamat datang para ninja konoha. Sepertinya kalian agak terlambat." Ucap Tetua desa menyambut.

"Iya, maaf. Kami sedikit mengalami hambatan. Tapi tenang saja, itu bukan masalah." Jawab Naruto. Tetua itu tidak tahu kalau sebenarnya masalah itu ditimbulkan karena Naruto yang terlambat datang dan makan siang terlalu lama.

"Oh begitu ya, yasudah tak apa. hmm... Bukankah baju itu seharusnya dipakai seorang Hokage?" Tanya Tetua dari desa tersebut kaget melihat Naruto yang masih muda berpakaian Hokage.

"Iya.. Terimakasih. Ya kau benar. Dialah Hokage desa Konohagakure." Ucap Sakura ikut berbicara menjelaskan.

"Hmm, jadi dia Hokage Konoha ya. Tidak kusangka seorang Hokage seperti anda ikut menjalankan misi. Ini suatu kehormatan untuk kami karena Tuan Hokage mau menjejakan kakinya di desa terpencil kami." Kata tetua desa membungkukan badan.

Naruto hanya mengacungkan tangannya dan mengangguk pelan. Dia terlihat bisa menjaga sikapnya karena dia seorang Hokage.

"(Berbeda sekali dengan Naruto yang di desa)." Batin Sakura memuji.

"Baiklah, jadi di mana rumah yang perlu kami jaga?" Tanya Naruto spontan.

"Rumahnya ada ditengah hutan ini. Namun, santai saja. Kalian hanya perlu menjaganya setelah petang Nanti. Sekarang lebih baik kalian istirahat dulu. Mari.." Tawar Tetua desa itu.

Kemudian Naruto dkkpun lekas masuk ke desa itu. Terlihat banyak tatapan yang kagum atau tak percaya karena hal ini. Yaa, tentu saja. Seorang Hokage mau-maunya turun tangan dalam sebuah misi yang bisa dibilang cukup mudah. Kini Naruto DKK pun akan memulai misi mereka.

bersambung...


Jangan lupa review yaa..

thanks... .