Sunguh aku tak gila seperti apa yang dikatakan mereka. Aku tak pernah melakukan itu tapi mengapa mereka menuduh ku. Aku hanya sedang berada ditempat dan waktu yang tak tepat. Aku terus menerus memanggil nama suami ku namun ia seperti tak bergeming hanya menatap ku iba.

Mereka menyeret dan melempar ku kedalam mobil aku masih bisa mendengar suara Sasuke memanggil ku ya setidaknya itu kata terahir yang kudengar darinya. Hingga aku semakin jau dan tak melihat tampangnya lagi. Seandainya kejadian itu tak terjadi dan bukan aku yang ada disana pasti semua itu tak akan menimpaku.

Ceritanya bermula ketika aku selesai menemui Sasuke, suami ku. Sepulang dari kantornya aku berjumpa dengan teman lamaku Kiba. Kami sempat mengobrol banyak hingga petang maklum Kiba baru pulang dari luar negeri karena ingin jadi dokter hewan terbaik. Ketika aku memutuskan untuk pulang Kiba mencegah ku ia ingin mengajak ku makan dan minum bersama teman lama untuk merayakan kelulusannya namun sayang aku tak menyetujuinya karena aku harus pulang dan menyiapkan makan malam untuk suami ku Sasuke. Betapa bahagianya aku ketika aku mendengar langsung dari mulutnya kalau dia akan pulang lebih cepat dari biasanya.

Cepat-cepat aku membuka gerbang rumah dan membuka pintu depan. Tapi setelah aku melangkahkan kakiki kedalam rumah rasanya begitu sepi, padahal biasanya Mikoto kaa-san selalu menyambut kedatanganku. Aku menjelajahi seluruh rumah kediaman Uchiha mencari Mikoto kaa-san hingga betapa kagetnya aku melihat Mikoto kaa-san berlumuran darah dengan sebilah pisau menancap pada perutnya. Aku segera mencabutnya dan disinilah aku berada didalam rumah sakit jiwa.

Kenapa bisa?

Seteah aku mencabut pisau tanpa aku ketahui ada yang melihat ku. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Sasuke. Awalnya aku bingung apa yang sedang terjadi hingga rau wajah suami ku seperti itu? Aku mencoba mengepalkan tanganku tunggu keras aku sedang memegang, reflek aku melihat tangan kanan ku yang sedang penuh. Dia melihat tangan ku yang berlumuran darah Kaa-san. Setelahnya aku menjalani tes dan hasilnya mereka mengatakan kalau aku gila. Haa… lucu sekalikan, mereka bilang aku kurang waras dan seenaknya memasukkan ku dalam penjara rumah sakit jiwa. Sudah berapa kali aku kabur dan mengatakan kalau aku gila ratusan, puluhan dan ribuan kali. Hal itu malah membuatku semakin tercengkang dan semain ketat pula penjagaannya.

Ha…ha… ha…aku gila… gila….