600CC
600CC finish, happy reading!
Cast:
(Kihyun)
Kyuhyun, Kibum, dkk
Genre/Rating:
Romance/T
Summary:
Kyuhyun juara Moto3 tahun lalu yang berencana naik kelas 600CC tahun ini. Diam-diam mencintai agen-nya, Kibum. Sayang pujaan hatinya yang kaku itu sudah memiliki kekasih. Kesempatan datang ketika Kyuhyun mendengar cerita pertengkaran Kibum dengan kekasihnya.
FINISH
Mantan kekasih Kibum sudah menelepon Kyuhyun sebelumnya. Memberi saran apapun yang perlu dilakukan saat Kibum datang ke kamarnya. Si yeoja menyarankan agar dia bersikap sedikit bodoh agar Kibum bertahan lama untuk menjelaskan masalah mereka lebih terperinci. Istilahnya untuk mengulur waktu. Timbulkan kesan bahwa Kyuhyun perlu bantuan orang lain lebih banyak, terutama bantuan dari Kibum. Kyuhyun seorang rider, tugasnya untuk balapan di lintasan, jadi untuk masalah selain balapan dia perlu bimbingan.
Pada Kibum, si yeoja juga menyarankan untuk lebih terbuka. Lebih terbuka bukan berarti merubah image kaku-nya Kibum jadi lebih bersahabat. Dia hanya menyuruh Kibum lebih menanggapi Kyuhyun. Mencoba bertahan berlam-lama dengan si rider agar mereka lebih akrab. Dari keakraban, cinta juga bisa timbul.
"Kenapa kau memandangku begitu?" tanya Kibum yang masih setia membuka kertas-kertasnya. Mencoba bertahan, itu yang sedang dia lakukan. Berpura-pura fokus dengan kertas padahal tak ada hal penting disana. "Aku tidak melakukan apapun padanya. Dia pasti sudah tidur nyenyak tanpa tahu kau mengkhawatirkannya sejak tadi." Jawaban ketiga kalinya setelah Kyuhyun melontarkan pertanyaan soal si yeoja.
Kyuhyun menyandarkan punggungnya di kursi. Memejamkan matanya sejenak untuk mengusir bayangan wajah Kibum. Sejak tadi memandangi Kibum, bukan karena dia tak percaya yeoja teman barunya itu baik-baik saja, tapi karena Kyuhyun memang ingin memandang wajah Kibum. Bahasa kerennya, dia terpana dengan ketampanan Kibum. Bukan berarti dia kalah tampan, tapi karena cinta, semua hal terasa jadi lebih indah.
"Kau sudah berkemas?" Kyuhyun mengangguk. "Besok kita berangkat ke Spanyol jam 3 sore. Kalau ada hal yang ingin kau lakukan, selesaikan segera besok pagi."
"Sudah semua, hanya ada sedikit barang yang belum ku masukkan koper."
Kibum mengulurkan paspor Kyuhyun. Di dalamnya sudah diselipkan lembaran e-tiket pesawat, juga surat ijin masuk Spanyol. Kibum sudah mengatur semua seperti sebelum sebelumnya, namun untuk kali ini rider yang ditanganinya itu tidak duduk sendiri seperti biasanya. Kyuhyun akan duduk bersebelahan dengannya. Dia memilih kursi penumpang deret tiga. Kibum yang paling tepi, Kyuhyun di tengah dan sebelahnya lagi kursi kosong. Kursi itu biasanya diisi berganti-ganti orang. Kadang Helen, kadang staff enginer atau bagian tim lainnya, tergantung siapa yang ada keperluan dengan Kyuhyun saat dalam penerbangan. Yang terpenting, Kyuhyun dan dirinya duduk bersebelahan.
"Kekasihmu itu akan ikut rombongan juga kan?"
"Dia bukan lagi kekasihku," jawab Kibum terdengar kesal. "Sudah kubelikan tiket pulang untuknya. Besok pagi dia akan kembali ke Korea." Kyuhyun tahu berita itu, tapi dia tak cemas kalau teman yeoja barunya berhenti membantu mendapatkan Kibum. Memang si yeoja akan kembali ke Korea, tapi dalam kurun waktu lima hari, dia sudah akan berada di Spanyol. "Kau akan bangun sebelum pukul delapan besok pagi?"
"Kenapa memangnya?"
"Aku akan membeli sesuatu sebelum pergi. Kalau kau berniat keluar untuk sarapan, kau bisa ikut aku."
"Sarapan denganmu? Aku pernah mengajakmu dinner, kau belum menjawabnya sampai sekarang, dan aku harus menerima tawaran sarapan darimu? Tidak usah. Lagipula aku belum tentu sudah bangun jam segitu." Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali makan dengan Kibum. Kalau memang tidak bisa makan malam, sarapan juga tidk apa-apa. Instingnya bilang, melakukan tarik ulur dengan Kibum akan membawa dampak baik di hubungan mereka kedepannya.
"Makan malam kita nanti saja setelah seri Valensia usai. Waktu itu kau minta hadiah dariku, nanti kuberikan sekalian saat kita makan malam." Jiwa Kyuhyun langsung terlonjak senang. Namun dia hanya menunjukkan senyum untuk menggambarkannya. "Jadi kau mau ikut aku sarapan dan menemaniku cari barang atau tidak?"
"Jam 8 ya?"
"Baiklah, jam 9. Kalau kau bersedia, datang ke kamarku. Kalau tidak, aku akan pergi sendiri."
"Ok!"
600CC
Malam makin larut tapi Kyuhyun tak bisa tidur. Dia benar-benar seperti remaja yang akan menghadapi kencan pertama kali. Besok akan seperti apa? Jalan dengan Kibum. makan dengan Kibum. beli barang dengan Kibum. Apakah mereka akan bergandengan tangan juga? Sampai seperempat malam menjelang pagi, Kyuhyun baru bisa memejamkan mata. Terlelap tiga jam, kemudian bangun. Dia hampir mengganggap dirinya terlambat bangun, tapi untunglah ini masih sangat pagi.
Jam 7, Kyuhyun sudah siap. Bosan sebosan bosannya menunggu jam sembilan datang. Jam 9 kurang seperempat dia naik ke lantai atas, menyambangi kamar Kibum. Dia berdiri di depan pintu sedikit lama, hanya untuk menunggu jarum panjang jam tangannya tepat di angka 12, baru Kyuhyun mengetuk pintu.
"Kau datang tepat jam 9" kata Kibum yang kebetulan juga sudah siap. "Mau berangkat sekarang atau kau mau duduk dulu di kamarku?"
"Berangkat saja. Aku mau segera makan."
Mereka memanggil Taxi, pergi lebih jauh dari area hotel yang mereka tempati hanya untuk ke restoran dengan tema sama seperti restoran di depan hotel. Kibum tahu sekali restoran itu menyajikan makanan yang saya, tapi kalau di restoran depan hotel, mengingatkan Kibum saat Kyuhyun makan malam dengan mantan kekasihnya. Lebih baik mencari tempat lain. Membuat kenangan mereka sendiri. Siapa tahu nanti setelah mereka sudah jadi sepasang kekasih, Kyuhyun ingin liburan ke Malaysia lagi, mereka bisa mencatat restoran ini sebagai tempat romantis. Kan keduanya pernah sarapan disini.
Selesai makan, Kibum dan Kyuhyun jalan-jalan. Kibum pura-pura mencari barang di pasar-pasar tradisional, tapi tak mengatakan jenis barang apa yang dicarinya. Setiap kali memasuki gerai, Kibum mencari dalam diam kemudian menggeleng atau bilang tak ada. Kibum lalu menarik Kyuhyun ke gerai-gerai selanjutnya. Ketika hampir siang, dia memutuskan menyerah mencari barang itu dan mengajak Kyuhyun kembali ke hotel untuk istirahat.
600CC
Perjalanan ke Spanyol sangat menyenangkan. Berjam-jam dalam pesawat terasa menyenangkan karena mereka duduk bersebelahan. Mereka makan dengan menu sama, ngobrol bersama dan tidurpun saling adu kepala. Sebenarnya saat Kyuhyun tertidur, kepalanya tegak di kursi yang sudah dicondongkan ke belakang, tapi Kibum pelan-pelan menarik kepalanya dan merebahkan di bahunya. Diapun menumpukkan kepalanya di atas kepala Kyuhyun. Hanya saja saat tiba di Spanyol, masuk ke dalam hotel, Kibum tak berani mendaftarkan namanya sekamar dengan Kyuhyun.
Kemarin Kibum bilang akan mengunjungi Kyuhyun di kamarnya. Setelah makan malam, Kibum berencana membahas kontrak baru dan segala tetek bengeknya. Soal kontrak kerja sudah sangat jelas dimengerti Kyuhyun, hanya saja dia mempersulit keadaan. Dia mau terus membahas apapun dengan Kyuhyun. Makin sering berinteraksi akan membuat hubungannya dengan Kyuhyun makin berkembang.
Kibum sudah menelepon Kyuhyun memberitahunya akan datang sekitar sejam lagi. Kyuhyun bilang tak mengunci pintu kamarnya, kalau-kalau Kibum datang saat dia tak bisa buka pintu karena berada di kamar mandi atau semacamnya. Kibum bisa langsung masuk. Sekarang Kibum sudah berada di depan kamar Kyuhyun, mengetuk pintu sebagai tanda dia datang. Beberapa saat tak ada yang menyahut berarti dia harus masuk sendiri. Kibum berhasil membuka pintu, melenggang masuk ke kamar Kyuhyun lalu mendekati ranjang. Disitu, Kibum menemukan si empunya kamar sedang terlelap.
Sekitar sejam yang lalu Kyuhyun masih menyahuti teleponnya, tapi sekarang sudah tidur. Apa Kyuhyun terlalu capek dengan kegiataannya seharian ini? Meski race terakhir masih seminggu lagi, Kyuhyun punya banyak kegiatan. Wawancara, jumpa fansnya di Spanyol, syuting iklan dan tanda tangan produk sponsor yang akan dibagikan pada penggemar. Sebentulnya Kibum kecewa tidak bisa berbincang dengan Kyuhyun, tapi melihat si rider tidur nyaman di hadapannya, dia jadi kasihan. Kyuhyun pasti lelah dan Kibum ingin menemaninya sekarang.
"Apa selalu seperti itu saat kau berada di dekatnya?" Suara tiba-tiba muncul dari kamar mandi. Mantan kekasihnya, si yeoja matre itu ada disini lagi. "Kau sama sekali tak menyentuhnya?"
"Bukan urusanmu," jawab Kibum sambil meneliti keadaan sekitar. Ada koper kecil marna maroon di sudut ruang. Itu koper si yeoja. "Sedang apa kau disini? Bukannya aku sudah mengirimmu kembali ke Korea?"
"Sepertinya kau tak suka kalau aku berada didekatmu. Bukankah sudah kukatakan, aku menerima uang darimu untuk menjauhi Kyuhyun dan membantumu mendapatkannya. Jelas aku tak akan pergi jauh kalau kalian belum saling memiliki." Si yeoja mendekati Kibum, ikut memandang pada tubuh Kyuhyun yang tergeletak di ranjang. "Aku ini orang yang tak pernah ingakar janji."
"Tapi kenapa kau ada disini?" Maksudnya, kenapa berada di kamar Kyuhyun. Kibum curiga kalau si yeoja menikungnya dari belakang. Katanya membantu tapi malah sebaliknya. "Kau tak memesan kamar sendiri."
"Itu yang tadinya akan kulakukan, mengetahui kau dan Kyuhyun berada di kamar yang berbeda, aku putuskan untuk mengambil salah satu kamar kalian. Terserah kau yang mau pindah kesini atau Kyuhyun yang harus pindah ke kamarmu."
"Tidak, kau tidur di kamar lain saja. Aku akan booking-kan untukmu."
"Kau ini penakut sekali ya. Apa salahnya tidur seranjang dengan Kyuhyun, toh kalian juga tidak langsung melakukan hubungan badan. Kyuhyun belum jadi kekasihmu, tidak mungkin dia mau kau tiduri. Lagi pula jadwalnya ketat sampai dua minggu kedepan, kau tak bisa menyibukkannya dengan hal lain lagi."
"Bisa pelankan suaramu, Kyuhyun sedang tidur," tegur Kibum dengan suara mengecil.
"Manisnya… Kau jadi perhatian sekarang," olok si yeoja. "Kemana saja kau dalam tiga tahun ini, kenapa baru bersikap manis sekarang?"
"Tutup mulutmu!" tegas Kibum garang, padahal dia malu. "Kau mau bicara denganku, datang ke kamarku saja."
Bicara terlalu keras membuat Kyuhyun terbangun. Niatannya menunggu Kibum datang, Kyuhyun rebahan tak tahunya dia tertidur. Si yeoja datang dan masuk kamarnya saja dia tidak tahu. Tidak begitu terkejut, tapi melihat dua orang itu sedang memandanginya, dia jadi sedikit tak enak.
"Kalian berdua ada disni," katanya sambil duduk dan menyandarkan punggung di ranjang.
"Dari setengah jam yang lalu. Kalau Kibum baru datang," terang si yeoja. "Kibum bilang sedang ada urusan denganmu, padahal aku mau numpang tidur disini. Karena kalian akan berbincang lama, aku akan numpang di kamar Kibum."
"Kau akan tidur dengan Kibum?" tanya Kyuhyun curiga.
"Tentu saja tidak. Aku mulai alergi kalau ada dia disekitarku. Biarkan dia tidur disini malam ini. Dia pasti tidak keberatan tidur di sofa."
Kibum hendak protes. Dia mau mengajukan diri untuk membooking-kan kamar untuk si yeoja, tapi mantan kekasihnya itu keburu mengambil koper dan menariknya keluar. Sebelumnya, dia mengambil kunci dari Kibum, lalu mengatakan bahwa dia tidak mau diganggu sampai besok pagi.
"Tidak apa-apa, kau bisa tidur denganku." Kibum ragu untuk setuju, tapi bersama Kyuhyun adalah sebuah kesempatan besar. Kibum patut mencoba. "Maaf aku ketiduran!" kata Kyuhyun sambil menepuk sisi tempat tidurnya, menyarankan Kibum untuk duduk bersamanya.
Kibum menurut. Melepas sandalnya dan naik ke ranjang. "Tidak apa-apa. Aku tahu kau lelah," lalu membuka map yang dia bawa dan mengeluarkan kertas-kertas dari dalamnya.
"Masih soal kepindahanku ke Moto2?" Kibum tidak menjawab, tapi mengkode benar. "Soal point-point kontaknya lagi?" Kyuhyun mendapat jawaban sama. "Bisa kau urus saja bagian itu, aku sedikit lelah akhir-akhir ini."
"Aku tahu itu. Kalau kau tidak mau terus membicarakan soal kontrak ini dan menyerahkannya padaku, kau harus percaya semuanya."
"Aku percaya padamu."
"Baiklah. Kusingkirkan kertas-kertas ini." Kibum mengemasi kertas-kertasnya lagi, menyatukan semuanya dalam map lalu meletakkannya di meja. "Kau bisa tidur lagi kalau masih lelah."
"Sudah terlanjut bangun." Kyuhyun merebahkan tubuhnya lagi namun tidak tidur. "Menurutmu, minggu depan aku bisa menang tidak ya?"
"Katamu kau akan juara tahun ini."
"Tapi selisih poinku amat tipis. Kalau dia bisa mendahuluiku, aku kalah," curhat Kyuhyun. Dia takut kalah, karena impiannya naik kelas harus diawali dari kemenangan seri terakhir ini. Dia juga takut kalau tak juara, tim-nya akan kecewa. Lalu Kibum juga, apa masih mau dekat dengannya kalau tahun ini gagal? "Aku sudah yakin dengan motorku, tapi masih ada hal yang kukhawatirkan."
Kibum memberinya antensi.
"Entahlah. Sesuatu yang aku sendiri tidak tahu." Tempo hari Kyuhyun sangat yakin kalau dia menang, sekarang keyakinannya sedikit demi sedikit luntur. Tekanannya lebih besar tahun ini dari sebelumnya. Sekarang dia mulai dekat dengan Kibum, kekalahan takut membuat mereka berjauhan lagi.
"Kau hanya cemas. Lakukan seperti tahun lalu dan kau akan menang." Kibum menggeser tubuhnya mendekat. "Kau butuh banyak istirahat. Kalau badanmu segar, pikiranpun juga ikut segar. Lebih baik kau tidur sekarang."
"Sudah kubilang aku tak bisa tidur. Aku baru bangun, Kibum."
"Kau pasti bisa," kata Kibum sambil merebah dekat sekali dengan Kyuhyun. Kibum menggeser bantalnya sejajar dengan bantal Kyuhyun, kemudian meletakkan kepalanya disitu. "Sebenarnya aku juga lelah. Kalau aku tidur, kau juga harus tidur. Lupakan kecemasanmu sementara!" Kibum mengakhiri pembicaraan dengan menutup mata.
Lima menit sama-sama tak bergerak, bukan berarti mereka tidur. Kibum diam sambil terpejam, Kyuhyun diam sambil menerawang langit-langit. Demi apa mereka tidur bersama dalam satu ranjang? Tubuh mereka terbujur berdempetan. Bahkan lengan-lengan mereka menempel. Walaupun tak melakukan apapun, Kyuhyun tetap merasa grogi.
Kibum membuka matanya mendadak. Dia bertanya pada Kyuhyun kenapa tak segera memejamkan mata tapi dijawab hal sama seperti tadi. Kyuhyun tak bisa tidur. Kibum sebenarnya juga tak bisa tidur, tapi tak ada hal lain yang bisa didiskusikan dengan Kyuhyun. Kibum tak tahu cara memulai pembicaraan tanpa ada hal penting. Kalau Kyuhyun jelas tak biasa mengajak bicara kalau bukan Kibum yang memulai.
"Charm agar kau bisa cepat tidur." Kibum bangkit sejenak, memulurkan kepalanya kearah Kyuhyun lalu menjatuhkan ciuman di kening si rider. "Selamat malam!" tambahnya. Secepat kilat dia berbalik badan dan rebahan kembali.
Sialnya Kyuhyun makin tak bisa tidur. Ingin merabai keningnya yang barusan dikecup Kibum tapi takut Kibum mengetahuinya. Dia terlalu senang, bibirnya mengembang tak kuasa ditahannya. Dia mau menutupinya juga, tapi tak berani bergerak. Kalau saja Kibum berbalik badan, dia akan tahu kalau Kyuhyun sedang tersenyum.
"Ngomong-ngomong aku juga tak bisa tidur," kata Kibum dari balik tubuhnya. "Kalau kau juga sama tak bisa tidurnya. Bagaimana kalau kita keluar?" ajaknya sambil membalikkan badan. "Apa aku terdengar seperti menawarkan kencan?"
"Mungkin, belum ada yang mengajakku kencan sebelumnya."
"Yaoja itu?"
"Kita cuma teman. Lagipula terdengar bagus kalau kau yang mengucapkan ajakan kencan padaku. Spanyol bukan tempat yang buruk untuk jalan-jalan!"
Saling menatap, saling tersenyum dan saling diam di atas ranjang. Kencannya menguap, tiduran berdua di kasur juga termasuk kencan, untuk apa berepot-repot keluar malam kalau lebih hangat berada di dalam ruangan?
600CC
Kyuhyun sedang ikut kwalifikasi. Entah hanya sekedar melakukan tugas sebagai agen atau mau menunjukkan eksistensinya kepada Kyuhyun, Kibum dari pagi berbaur dengan kru. Dia terus berada dekat dengan Kyuhyun walau tak bicara langsung dengan si rider. Dia punya pekerjaan sendiri tapi selalu ada di sekitar Kyuhyun.
"Kau sudah melakukan semua saranku rupanya." Si yeoja duduk di luar pit, ikut memperhatikan balapan bersama Kibum. "Ada kemajuan seberapa besar?"
"Menurutmu?"
"Kau terlihat intim denganya." Kibum tak menyahut. Itu benar. "Dari cara kalian saling memandang, ada hal hebat telah terjadi kemarin-kemarin."
"Kami tidak melakukan apapun. Seperti katamu, paling cepat dua minggu untuk tak menidurinya."
"Hahahahaha," si yeoja tertawa terpingkal, sedangkan Kibum mengerutkan dahi. "Bukan itu maksudku. Kupikir kalian sudah pacaran atau semacamnya, sama sekali bukan soal adegan ranjang."
Kibum mendengus merasa tertipu. Tumben-tumbennya dia bicara tanpa berpikir, dia kira si yeoja memang menanyakan soal seks. Ah, Kibum jadi malu.
"Jadi kau sangat menginginkannya ya? Sabar, cepat atau lambat waktu itu akan datang juga." Kibum mendengus sekali lagi. "Sudah jujur padanya?"
Si yeoja disambutnya dengan gelengan. "Aku masih belum tahu perasaannya padaku. Butuh lebih banyak saran darimu." Tentu saja Kibum bohong. Dia tahu bahwa sedikit banyak Kyuhyun juga menyukainya. Hampir seminggu tidur bersama, ciuman, pelukan dan semua hal selain seks sudah mereka lakukan, mana mungkin kalau keduanya tak saling suka. Hanya saja sungkan membicarakan dengan mantan kekasih bayarannya itu.
"Kalau usahamu ada kemajuan, segera katakan perasaanmu padanya. Terus berusaha buktikan cintamu, tidak mungkin dia akan pura-pura buta dengan yang kau lakukan. Kau dan dia tahu satu sama lain sejak awal karirnya di dunia balap, dia tak akan mengacuhkanmu hanya karena kau menyatakan cinta."
Seharusnya memang begitu. Kibum sudah merencanakannya sejak ciuman pertamanya diterima Kyuhyun dengan baik, tapi dia butuh waktu yang tepat. Setelah seri Valencia ini mungkin, atau setelah penyerahan penghargaan MotoGP, atau saat mereka makan malam, memberi Kyuhyun hadiah plus menyatakan cinta.
"Katakan nanti setelah dia masuk pit!"
"Aku belum siap. Pernyataan cintaku bisa membuat dia tak fokus di balapan besok."
"Kalau begitu besok saja setelah balapan usai."
"Aku sudah merencanakan waktu yang tepat, tidak nanti atau besok, tapi sebentar lagi. Makan malam, hadiah dan pernyataan cinta," terang Kibum panjang lebar. Si yeoja sampai geleng-geleng mendengar Kibum tak malu-malu membicarakan cinta. "Kau bisa desaign makan malam kan?"
"Bisa, tentu saja bisa. Tapi ada ongkos tersendiri. Bayar jasa sewajarnya." Kibum sudah tahu soal itu. Matre sekali, seumur hidup tetap akan matre, namun dia setuju. Asal tidak seluruh uangnya diminta, tidak masalah. "Kibum, kau manis sekali kalau sedang jatuh cinta. Andai saja hal itu terjadi padaku, aku senang hati menerimamu. Bahkan aku bisa berjanji untuk tak matre lagi."
"Aku sukanya Kyuhyun, bukan kau!"
Kibum tak mau diajak bicara wakau si yeoja nyerocos tetap tak ditanggapinya. Matanya terus dihadapakan pada rider idamannya. Catatan waktu milik Kyuhyun selisih sepersekian detik dari rival terberatnya. Kyuhyun di posisi 4 namun dia berhasil memperbaiki waktunya. Dia akan start di posisi 3, tapi rival terberatnya berada di urutan pertama. Sedikit sial, tapi tidak masalah. Dia pasti akan memenangkan juara dunia lagi tahun ini. Demi semuanya, terutama demi Kibum.
Hari berikutnya semua tidak bisa tenang-tenang lagi. Tegang, tegang dan tegang. Para raider tegang, kru juga, penonton apa lagi. Balapan terakhir penentuan siapa-siapa yang akan menjadi juara dunia, entah di kelas Moto3 sampai MotoGP. Balapan dimulai sekitar 45 menit lagi diawali dari Moto3. Sebagai kebiasaan Kyuhyun sebelum balapan, dia akan berdiam diri di ruang pribadi dalam pit. Tapi kali ini tidak begitu nyaman, terlalu tegang mungkin. Bebannya tambah berat karena dihadapkan dengan image juara di depan Kibum. Harus menang, menjadi kata yang ditanamkan pada dirinya sendiri.
"Kyu… siap-siap!" teriak salah seorang kru.
Kyuhyun menyelesaikan prosesi merenung. Menyematkan doa kecil agar menang, lalu beranjak dari ruang pribadinya. Di luar ruang dia berpapasan dengan Kibum. Sementara semua orang sibuk dengan kegiatan mereka, Kyuhyun melirik Kibum meminta doa darinya. Seakan tahu kode lirikan itu, Kibum menghentikannya sejenak. Memandangnya secepat kilat dan mengucapkan mantra terhebat sepanjang sejarah Kyuhyun jadi pembalap.
"Akan ada makan malam, hadiah dan kejutan kecil setelah ini. Semoga menang!" katanya sambil menubruk Kyuhyun, memeluknya sambil menepuk nepuk punggungnya. Kalau orang lain lihat, semacam pelukan semangat dari sahabat. Di balik muka mereka, Kibum sedang menyerempetkan bibirnya di tepian bibir Kyuhyun. Kalau tak ada orang, Kibum pasti melakukan yang lebih bagus dari itu. Sementara cukup itu untuk memotivas Kyuhyun. Bahwa Kibum mendukungnya lahir dan batin.
Balapan dimulai. Rival Kyuhyun melesat dari posisi pertamanya, namun Kyuhyun menyusul di posisi dua. Berderet-deret dengan pembalap lain di awal-awal lap, mereka masih ada kemungkinan dibalap atau membalap. Selang beberapa saat Kyuhyun melebar, beberapa pembalap mendahuluinya. Dia melakukan hal sama di lap selanjutnya hingga turun jauh di posisi 7. Ciuman dari Kibum ternyata berdampak buruk baginya. Fokusnya terbagi antara jalanan mulus di depannya dengan bibir mulus Kibum. Dua lap berikutnya, rival terberat Kyuhyun oleng dan keluar lintasan balap. Motornya baru bisa berhenti di ladasan berkerikil, untungnya tidak jatuh. Saat dia kembali ke jalan, dia berada tepat di depan Kyuhyun.
Balapan rasanya jadi milik mereka berdua. Saling kerja keras untuk mendapatkan poin dan menang juara dunia Moto3. Mereka berdua dalam dua lap sudah mampu menduduki posisi 3 dan 4 dengan Kyuhyun di belakang. Sekali lagi naas nasib dua rider kandidat juara dunia itu. Seorang pembalap di depan mereka terjatuh saat berbelok, berdampak pada Kyuhyun dan rivalnya. Tiga rider keluar lintasan bersamaan. Kyuhyun tidak terjatuh, dia dibantu tim mendorong motornya ke lintasan lalu melaju lagi, begitu juga dengan rival. Sayangnya waktu tak mencukupi, Kyuhyun finish di posisi 6 dan rivalnya di posisi 9. Walau tak naik podium hari ini, Kyuhyun tetap juara dunia. Rival terberatnya masih di posisi dua karena jarak point posisi tiga jauh dari mereka berdua.
"Tidak buruk untuk hari ini. Beruntung kru pembalap sebelah belum mampu menemukan kesalahan settingan motor mereka," kata seorang montir diikuti gelak tawa teman-temannya.
"Ya, dan sepertinya kita punya masalah yang sama," celetuk seseorang lain, membuat tawa mereka mereda. "Kalian lihat Kyuhyun hari ini kesulitan mengendalikan motornya, coba siapa yang salah disini? Kita!" tambahnya. "Kita membuat kesalahan pada motornya"
Kyuhyun masuk pit saat itu. Dia lelah, terlihat sedih dan meyesal. Mekaniknya meyangka Kyuhyun kecewa pada mereka. Soal settingan motor pasti jadi kendala Kyuhyun kesulitan dilintasan barusan.
"Kyu, kita minta maaf," kata seorang mewakili kru lainnya. "Settingan…"
"Aku yang harusnya minta maaf. Motorku dalam keadaan baik, hanya aku yang tak bisa mengendalikan diri. Kurang fokus dan terlalu berambisi untuk juara," potongnya. "Maaf aku tak bisa meraih tropi hari ini."
Seorang mekanik menepuk pundaknya. Tepukan kesekian oleh berlusin-lusin orang di luar sana. Tidak mendapat tropi hari ini, tapi akan mendapat tropi kurang dari seminggu lagi. Kyuhyun masih juaranya, juara dunia kelas Moto3.
"Yang penting juara duniaku tidak pindah tangan." Kyuhyun menyambut pelukan tim-nya. Semua orang yang ada dalam pit merangkul dan memberinya selamat. "Apa kita akan mengadakan pesta setelah ini?"
"Tentu, setelah Helen dan Kibum memberi ijin," terang salah satu orang. "Mereka berdua selalu menyibukkanmu dengan hal-hal tak bermutu", rutuknya.
"Heh, Kyuhyun itu bintang. Kehidupannya tidak hanya berkutat dengan motor dan balapan. Dia butuh menjumpai fans, syuting-syuting, wawancara…"
"Ya ya ya.., terserah," potong seseorang lainnya. "Kyu, lebih baik kau kedalam. Istirahatlah. Kalau butuh apa-apa teriak saja. Seseorang akan datang padamu." Entahlah siapa yang akan datang, yang terpenting Kyuhyun istirahat. Toh kalaupun Kyuhyun butuh bantuan, bukan dia yang akan dipanggil.
Kyuhyun meninggalkan tim mekanik yang makin riuh membicarakan kemenangannya. Kyuhyun sang juara dunia. Sebentar lagi naik kelas, menghadapi lawan-lawan baru yang lebih tangguh. Yang paling dekat harus dia hadapai adalah makan malam, hadiah dan kejuatan yang dijanjikan Kibum. Akan seperti apa malam itu nantinya?
600CC
"Aku sudah melihat seri Moto3, memperhatikan cara Kyuhyun balapan. Dia sangat tangguh, kurasa aku perlu mewaspadainya sebagai lawan!" ucap Zarco di suatu sesi wawancara setelah penyerahan penghargaan.
Zarco masih di Moto2, dia juga tangguh, lebih tangguh dari Alex malahan. Di sesi wawancara itu, Kyuhyun dan pembalap Moto2 lainnya saling memuji. Bercanda satu sama lain di depan kamera. Mereka akan jadi teman sekaligus rival di lintasan balap musim selanjutnya. Keadaan di Moto3 dan Moto2 lebih adem dari pada kelas MotoGP. Perseteruan pembalap-pembalap besar masih sangat panas, Rossi saja sampai tidak hadir di penyerahan penghargaan MotoGP. Padahal Kyuhyun ingin berbincang dengan pembalap senior itu, lain kali mungkin ada kesempatan.
"Siapa yang bicara denganmu tadi?" tanya Kibum saat mereka dalam perjalanan kembali ke hotel. "Pembalap Moto2 yang pakai jas hitam." Mungkin dia cemburu, padahal hampir semua pembalap hari ini pakai jas hitam.
"Zarco?"
"Bukan. Aku tahu pembalap terkenal seperti dia," terang Kibum. "Yang tadi mengajakmu ngobrol di belakang stage."
"Tito rabbat?"
"Jangan bercanda. Sudah kubilang aku kenal mereka."
Yang mengajaknya bicara di belakang stage itu banyak. Pembalap Moto2 hampir semua mengajaknya bicara di depan dan dibelakang stage. Kibum tidak spesifik menggambarkan orangnya. Masa Kyuhyun harus menyebutkan semua nama pembalap yang jumlahnya puluhan itu?
"Yang dari Argentina. Satu Tim denganmu."
"Pedro?" tanya Kyuhyun mulai paham. "Ada apa dengan Pedro?"
"Apa yang dibicarakannya denganmu?"
"Tentu saja soal kerja sama Tim. Kita di kelas yang sama, motor sama. Kita akan menghadapi hari-hari yang sama, jelas harus mengakrabkan diri."
Benar juga, tapi rasanya Kibum tidak iklas kalau Kyuhyun akrab dengan pembalap itu. Dia tahu antara pekerjaan dan masalah pribadi tidak diikutcampurkan disini, namun ketika melihat Kyuhyun dirangkul pemuda itu, diajak biacara sambil tertawa bersama, Kibum merasa sedikit tidak enak. Bahasa kerennya, dia cemburu.
"Pedro sangat baik. Dia mengundangku makan malam besok lusa!" kata Kyuhyun senang.
"Kau akan datang?"
"Ya, aku perlu mendengar banyak soal Moto2 darinya."
Belum jadi kekasih, Kibum sudah merasa jadi posesif. Dia perlu melonggarkan pikirannya.
600CC
Hari dimana Kyuhyun makan malam dengan Pedro sudah lewat. Latihan dan percobaan lintasan dengan motor baru sedang dilaksanakan. Kibum ingin segera mengajak Kyuhyun makan malam seperti janjinya waktu itu, tapi Kyuhyun teramat sibuk sampai Kibum merasa diacuhkan. Ternyata benar kata si yeoja tempo hari, kalau tak mengatakan secepatnya, dia tak akan dapat kesempatan setelahnya.
Disuatu saat setelah Kyuhyun selesai latihan, Kibum meminta waktu untuk bicara. Dia tanya apakah malam itu ada waktu? Tapi Kyuhyun bilang akan ada gala dinner bersama teman, rider lain maksudnya. Diwaktu-waktu selanjutnya juga sama sibuknya. Wawancaralah, jumpa fans, syuting iklan, promosi motor, dan bejibun kegiatan lainnya. Kibum memang agen-nya Kyuhyun, tapi dia bukan orang yang mengatur kegiatan Kyuhyun setiap harinya, jadi sangat sulit mendapatkan waktu kosong rider tercintanya itu.
"Kapan kegiatan Kyuhyun usai?"
"Mana kutahu," jawab si yeoja tak peka penderitaan Kibum. "Sudah kubilang dulu…"
"Jagan bahas itu lagi!" pinta Kibum kasar. Si yeoja hanya mengendikkan bahu menanggapinya. "Aku akan kembali ke Korea tiga hari lagi, kalau tak bisa punya waktu dengan Kyuhyun sebelumnya kapan aku bisa menyatakan cinta?" katanya frustasi.
"Kau kembali saja. Setelah rangkaian latihan dan lain-lain, Kyuhyun akan dapat libur panjang. Dia pasti kembali ke Korea, saat itu kau bisa mengajaknya makan malam dan menyatakan cinta."
"Kau pikir aku bisa menunggunya selama itu?" Si yeoja menyengir garing. Kibum lucu kalau sedang kasmaran. "Tidak ada gunanya aku membayarmu mahal kalau hasilnya lambat begini."
"Harusnya kau salahkan drimu sendiri. Siapa yang menolak saranku kemarin-kemarin?"
"Aku yang salah, selesai masalah itu. Sekarang katakan padaku apa yang harus kulakukan?" perintah Kibum paksa.
"Katakan kau akan kembali ke Korea dalam waktu yang lama. Dia akan sangat keberatan lalu menyuruh managernya meluangkan waktu khusus untukmu."
"Kalau dia tidak melakukannya?"
"Kau bilang saja kalau kemungkinan kau tidak akan kebali dalam tim."
"Kau bercanda? Aku masih butuh pekerjaan ini. Kalau Kyuhyun benar-benar melepasku, hilang sudah kesempatanku mendekatinya."
Si yeoja menepuk keningnya. Namja ber jiwa masokis ini terlalu terbawa perasaan. Dia sudah tahu Kyuhyun juga menyukainya, kenapa harus bersusah susah membayangkan ditolak Kyuhyun? Kibum memang harus dipaksa bertindak sedikit ekstrim agar tidak terus berpikir berlebihan seperti itu.
"Ini hanya tak tik. Aku bisa membaca perasaan Kyuhyun padamu, dia akan menerimamu kapanpun kau minta dia jadi kekasih."
"Kalau gagal?"
Si yeoja kali ini menepuk kepala Kibum. "Aku akan menggorok leherku kalau sampai rencana ini gagal."
"Baiklah. Urus semuanya untukku!" katanya kemudian.
600CC
"Kyu, kau sudah ada rasa dengan Kibum atau belum?"
"Memangnya kenapa?"
"Kibum akan kembali ke Korea. Kudengar dia lelah dengan sikapmu. Apa dia mengundurkan diri ya?" tanya si yeoja sangat hati-hati.
Kyuhyun terperanjat. Dia tak dengar apapun berita itu. Kibum mau mengundurkan diri? Kenapa? Apa yang salah dengannya?
"Dia tak bilang padaku," kata Kyuhyun gugup. Tertanggap oleh mata si yeoja kegugupan itu. "Kibum tak mungkin meninggalkanku. Dia berhutang beberapa hal," racaunya.
"Aku tak tahu pasti. Itu cuma kabar. Kau sebagai orang yang dekat dengannya masa tak dengar beritanya?" tanya si yeoja mulai mengompori.
Dia baru sadar kalau akhir-akhir ini terlalu bersemangat dengan hidup barunya. Latihan dan latihan terus sampai melupakan Kibum. Tidak, Kyuhyun tidak melupakan Kibum, hanya saja Kibum tidak pernah mengatakan ingin mengajaknya makan malam jadinya dia menyibukkan diri dengan pekerjaan.
"Kibum belum menemuimu sama sekali?" Sering kali, tapi karena bukan soal makan malam yang dibicarakan jadi Kyuhyun acuh ditemui Kibum. Jangan-jangan Kibum menganggapnya berubah lalu memutuskan meninggalkan tim karena tak dapat perhatian darinya. "Aneh sekali, tidak biasanya dia bersikap tidak gentle seperti itu."
"Baiklah, aku jujur padamu. Kibum sering menemuiku tapi aku menolak bicara banyak dengannya." Si yeoja pura-pura merengut atas tindakan Kyuhyun. "Kibum menjanjikan makan malam, dan setiap kali menemuiku dia tak mengatakan akan mengajakku. Aku takut terlalu berharap padanya, makanya aku menyibukkan diri dengan hal lain. Tapi terus terang aku menyukainya!" tuturnya benar-benar jujur.
"Astaga Kyu… Kibum pasti meyangka kau tak menyukainya. Dari yang kulihat kalian sudah saling dekat, Kibum menaruh hati padamu. Sekarang dia pasti putus asa sampai mau meninggalkan pekerjaannya." Si yeoja menghasut, sangat berlebihan.
"Aku harus bagaimana?" tanyanya kalut. Sama putus asanya dengan Kibum dalam cerita teman barunya itu.
Pintu diketuk ketika Kyuhyun dan si yeoja sedang sama-sama berfikir. Bagaimana caranya agar Kibum mau bertahan di tim Kyuhyun? Bagaimana agar namja kaku itu percaya kalau Kyuhyun juga menyukainya?
"Apa aku menganggu?" Kibum tiba-tiba masuk membuyarkan pemikiran dua orang di dalam kamar hotel itu. "Aku hanya mau menyerahkan file kontrak kerja. Kau boleh baca dulu, tanda tangani lalu serahkan padaku besok pagi," kata Kibum kembali dingin seperti sedia kala.
"Kau tak bisa jelaskan kontraknya pada Kyuhyun sekarang? Dia tak terlalu paham soal perjanjian kerja kan?"
"Sudah kubicarakan kemarin-kemarin dengannya, dia pasti paham."
"Aku ada latihan sampai siang," jawab Kyuhyun.
"Akan kutunggu sampai kau selesai latihan. Jangan terlalu sore, nanti aku tidak punya waktu menyerahkannya pada sponsor." Kyuhyun mau bertanya, tapi sepertinya Kibum tahu pertanyaan itu. Dia kemudian menambahkan, "Besok sore aku kembali ke Korea!"
Kyuhyun terkejut sekali lagi. Ketika akan menanyakan lebih detail, Kibum segera angkat kaki dari kamarnya. Si yeoja juga mencegahnya mengejar Kibum.
"Kubilang juga apa Kyu. Dia akan pergi."
"Cegah dia pergi!"
"Caranya?"
"Terserah kau. Aku mau dia tetap di tim-ku atau aku tak akan balapan untuk selamanya!" ancamnya entah pada siapa.
600CC
Latihan menjadi semakin berat. Bukan motornya atau jalurnya, tapi kepala Kyuhyun yang berat. Memikirkan Kibum meninggalkannya ternyata jauh lebih menyakitkan dari pada kehilangan juara dunianya. Kyuhyun sangat tidak fokus, antara pekerjaan dan asmara tercampur aduk di lintasan balap. Dia mengegas motornya begitu cepat, kadang melupakan rem di saat hendak menikung dan kadang juga oleng disaat saat tertentu. Puncaknya dia terjatuh, bukan, dia kecelakaan berat. Motornya rusak parah, untungnya orangnya luka ringan. Dia mengalami cedera bahu dan haruss segera diopersi.
Saran si yeoja, Kyuhyun harus pura-pura jatuh agar si yeoja bisa memprofokasi Kibum dan menghentikan kepergiaannya, tapi mana tahu kalau Kyuhyun benar-benar menikmati peran jatuhnya. Dia rela kecelakaan hebat hanya untuk membuat Kibum bertahan di sisinya. Si yeoja ingin sekali menempeleng Kyuhyun atas aksi heroiknya itu, namun melihat Kyuhyun tergolek di ranjang rumah sakit dengan perban di bahu sapai lengannya, dia jadi tak tega.
"Kubilang juga apa, dia juga mencintamu," kata si yeoja memprofokasi Kibum. "Lihat, kau bilang mau pergi, dia kecelakaan!"
"Harusnya aku tak perlu mengatakannya, dia jadi terluka seperti ini."
"Jangan jadi melow begitu. Dari awal ini sudah jadi salahmu." Si yeoja melempar kesaahan pada Kibum. Dia memang yang punya ide, tapi akibat dari idenya, bukan dia juga yang harus menanggungnya. "Kalau kau tak mau dia makin parah, setelah sadar minta dia jadi kekasihmu. Masalah makan malam dan hadian, berikan saja lain waktu." Kibum setuju untuk kali ini. Makin cepat akan makin baik. "Aku khawatir gara-gara ini dia berhenti bapalan!"
"Itu tak akan terjadi."
Si yeoja juga yakin itu tak akan terjadi "Kutinggalkan kalian berdua. Kalau dia sadar, katakan aku mengkhawatirkannya."
Hampir setengah jam duduk di sebelah ranjang, Kibum merasa menemukan keajaiban. Kyuhyun tersadar, seperti bangun dari koma panjangnya. Padahal Kyuhyun hanya tertidur paska operasi. Namanya cinta, sekecil apapun hal terjadi diantara mereka bisa didramatisir jadi kisah panjang.
Kyuhyun berhasil membuka matanya. Kepalanya sakit, sesakit hatinya ditinggalkan Kibum. Ketika pandangannya mulai fokus, satu wajah tertangkap berada di atas muka. Kibum. Kyuhyun merasa dia masih tertidur, sedang mimpi indah melihat muka Kibum atau berhalusinasi. Tangannya digenggam erat, ditarik ke dekat muka Kibum lalu dicium lembut.
"Kau sadar juga akhirnya," kata sosok Kibum itu di depan Kyuhyun. "Kyu, aku mencintaimu," ungkapnya sambil terus memandang lekat ke dalam mata Kyuhyun. "Kau mau jadi kekasihku kan?"
Andai yang didengarnya itu benar, Kyuhyun akan mengiyakan. Dia sedang sakit kepala sekarang ini, sakitnya makin parah. Kepalanya berdenyut, makin berat dan sosok Kibum di depannya menambah beban kepalanya. Namun walau itu itu hanya halusinasi atau mimpi, Kyuhyun patut menjawabnya. Dia tidak akan berbohong soal perasaannya.
"Aku juga mencintaimu, Kibum. Aku mau jadi kekasihmu." Kemudian matanya tertutup kembali. Kyuhyun pingsan!
Kibum panik. Setelah pernyataan cintanya diterima, kenapa Kyuhyun kembali pingsan? Jangan-jangan Kyuhyun akan mati? Kibum tak siap ditinggal Kyuhyun dengan cara seperti ini. Dia berusaha membangunkan Kyuhyun, menepuk pipinya, memanggilnya, mengucapkan cinta berkali-kali, memeluknya dan menciumnya. Namun tak ada hasil. Terakhir dia pasrah, memanggil dokter dan menyerahkan semuanya pada mereka.
600CC
Kyuhyun bergelung dalam selimut dengan Kibum. Menikmati liburan di negara sendiri, berdua di rumah Kibum. Kalau di rumah Kyuhyun, mereka akan sangat mudah ketahuan. Lebih baik di rumah Kibum yang sepi dan bernuansa romantis. Ranjangnya Kibum juga dingin, maka dari itu Kyuhyun suka tidur disini. Karena setiap Kyuhyun mengeluh dingin, Kibum akan menghangatkannya. Seperti tadi malam, setelah kedinginan, saling menghangatkan, sekarang tinggal pemulihan tenaga.
"Kupikir waktu itu aku sedang bermimpi saat kau menyatakan cinta," kata Kyuhyun sambil menarik kepala dari dada Kibum.
"Kupikir kau malah akan mati setelah membalas ungkapan cintaku."
Itu kebodohan keduanya sekitar sebulan yang lalu. Namun Tuhan berbaik hati pada mereka, ditanamkan cinta bukan untuk dipisahkan. Akhirnya mereka bisa jadi sepasang kekasih sekarang.
"Aku mencintamu, Kyu!" Kibum mengangkat tubuhnya lalu menjatuhkan diri di atas Kyuhyun.
"Aku juga mencintaimu," balas Kyuhyun.
Keduanya saling menggesekkan hidung, mengendus satu sama lain lalu berciuman panas. Ketika Kibum mulai membelai slengan telanjang Kyuhyun, bel rumahnya dipencet orang.
"Kita tunda sebentar!"
Kibum meninggalkan ciuman sebelum beranjak dari ranjang. Memakai boxernya, kemudian berlari ke pintu depan. Dia kembali lima menit kemudian dengan setumpuk surat-surat tagihan. Tagihan listrik, air, internet, cicilan rumah, bon belanjaan, biaya bulanan, semuanya bertumpung di tangan Kibum.
"Aku dapat surat surat tagihan, padahal seluruh tagihan sudah kubayur, langsung didebet dari rekeningku." Kibum membuka satu surat dengan logo familiar. Dari UniQlo. Isinya tentang tagihan pembelian baju hangat dan keperluan musim dingin lainnya oleh Jenifer Park. Si yeoja mantan pacar Kibum. "Sialan, Jeni benar-benar berniat untuk memerasku!" umpat Kibum geram.
"Aku juga dapat, dikirim langsung ke emailku. Kurasa dia pantas mendapatkannya, mengingat dia sangat membantu hubungan kita."
"Setelah ini berhentilah membayari tagihan yeoja matre itu. Semua yang dilakukannya tidak tulus, selalu berujung pada uang."
"Sudahlah. Lupakan dia!" Kyuhyun mencoba mengalihkan kekesalah Kibum kepada hal yang tidak bisa ditolaknya. "Ayo teruskan yang tadi!"
Kibum melempar tumpukan kertas itu, tersenyum mesum kemudian berlari dan meloncat langsung di atas Kyuhyun. Kibum punya banyak waktu karena liburan Kyuhyun masih panjang!
The end
Terima kasih!
