Disclaimer : I do not own, but this story only by me.

Story by viananeesan


Chapter 2 : Beautiful Matchmaking

"Tou-san, siapa yang akan kau jodoh 'kan padaku?" Ujar Sasuke dengan nada dingin, sambil bermain gadget nya.

"Dia ini dari keluarga teman, Tou-san" Ujar sang Ibu yang tiba-tiba ikut nimbrung, bersama dengan mereka.

"Ya siapa?" Ujar Sasuke, yang sedikit tidak sabaran, namun matanya masih fokus pada gadget nya.

"Ini Sasuke, kau bisa lihat foto 'nya" Ujar sang kepala keluarga yang menaruh sebuah foto di atas meja nakas dekat Sasuke.

Sasuke yang langsung mem paused permainan 'nya itu, lalu melirik sedikit kearah meja nakas di dekatnya. Setelah dilirik sekilas, lalu dia memusatkan kedua bola mata onyx nya ke foto tersebut.

Dia adalah,

Hyuuga Hinata

.


Sasuke yang sedang berada di sekolahnya saat ini, tengah duduk di taman sekolah. Dia sedang melihat apapun yang ada di taman sekolahnya sambil duduk di bangku taman Tokyo Junior High School. Saat ini belum ada yang menarik di depannya. Jadi dia hanya melihat ke kanan dan ke kiri, berharap dia menemukan sesuatu yang dapat menarik bola matanya untuk memperhatikan sesuatu yang dapat menarik perhatiannya.

Dan, Yup! Dia sudah menemukannya! Terlihat di ujung tempatnya duduk, ada air mancur. Bukan air mancur sebenarnya yang menjadi tatapan Sasuke saat itu. Tapi, seorang gadis manis berambut sepundak dan bermata lavender, tengah membaca buku sambil memakan roti kacang manis. Pipi gembilnya, tubuh mungilnya dan rambut indigonya, membuat Uchiha Sasuke memperhatikan si gadis indigo itu dari atas sampai bawah.

Gadis yang sangat cantik dan imut. Gadis itu adalah gadis penyendiri yang selalu duduk di air mancur sambil membaca buku dan memakan roti kacang manis. Sasuke baru pertama kali melihat gadis itu. Sebenarnya beberapa kali dia melihat sekilas gadis itu. Tapi, baru kali ini dia memperhatikan gadis itu, dan sebenarnya dia gadis yang paling memikat hati Sasuke.

Sasuke mengakui,

Pada saat itu juga,

Dia jatuh cinta pada gadis itu,

tanpa mengetahui nama gadis itu.

"Yo, Teme!" Tiba-tiba saja ada orang yang mengintrupsi kegiatan seorang Uchiha Sasuke. Siapa lagi kalau bukan dobe 'nya itu ; Uzumaki Naruto.

"Hn. Apa?" Ujar singkat dan dingin, tanpa menoleh ke arah Naruto dan terus menatap arah air mancur tersebut.

"Teme, kau sedang melihat apa?" Ujar Naruto yang terlihat ingin tahu. Lalu Naruto mengikuti arah tatapan Sasuke.

"Hey, kau melihat ke arah gadis itu?" Ujar Naruto dengan senyuman jahil mengembang.

"Ck, Dobe. Menurutku dia itu gadis misterius, boleh aku tanya beberapa padamu?" Ujar Sasuke yang sekarang menatap Naruto.

"Ya, boleh! Mau tanya apa?" Ujar Naruto girang.

"Siapa nama gadis itu?" Ujar Sasuke dengan nada dingin, namun di kata-kata tersebut tersirat keingin tahuan yang lebih.

"Dia Hyuuga Hinata. Dia itu anak sulung dari perusahan Hyuuga Corporation. Lalu kalau tidak salah, dia punya sepupu laki-laki. Kudengar juga sepupunya itu seumur dengan Aniki 'mu. Umm, dia seorang pianis yang handal, walaupun baru-baru ini sih. Jago dalam sains. Apa lagi yah? Aku tidak tahu lebih sih, itu sih yang aku dengar dari orang banyak" Ujar Naruto sambil nyengir.

"Hn. Terimakasih Dobe" Ujarnya singkat lalu pergi ke kelasnya, karena sang gadis sudah tidak ada di tempat.

"Eh? Padahal 'kan aku sudah bicara panjang lebar sampai mulutku berbuih" Ujar Naruto yang pergi ke kantin.

.

Sasuke menghindari Naruto, dan sekarang disinilah dia. Di dekat ruangan musik. Itulah tempat persembunyiannya dari si Dobe Naruto. Sebenarnya bukan hanya menghindar Dobe nya itu, tapi untuk melihat gadis nya yang bermain piano.

Karena, tadi kata Naruto dia seorang pianis, tentu dia diperbolehkan memakai alat musik sekolah. Sasuke mendengar suara piano dengan samar-samar. Karena, dia ingin tahu lebih, jadi dia membuka sedikit pintunya. Dan suara dari piano itu dapat terdengar lebih jelas lagi. Sasuke memperhatikan seorang gadis itu. Gadis itu sangat mempesona. Oh Tuhan! Dia sedang jatuh cinta.

Dia tidak tahu apa yang sedang dimainkan oleh gadis itu. Tapi, lagu 'nya sangat menenangkan si Uchiha ini.

Tiba-tiba lagu piano tersebut terhenti,

Sasuke tersentak lalu matanya menatap gadis itu,

Begitu juga dengan gadis itu,

Dia juga menatap Sasuke.

"K-Kau, s-siapa?" Ujar gadis itu sedikit panik.

"Boleh aku masuk?" Ujar Sasuke yang melebarkan bukaan pintunya.

"S-Silahkan" Ujar gadis itu dengan sunggingan senyuman yang hangat.

'Manis nya' Batin Sasuke.

Lalu Sasuke berdiri di samping kanan Hinata. Hinata tentu saja memutar badannya untuk menatap lawan bicaranya. Lalu Sasuke mengangkatkan tangannya yang secara harfiah ; berjabat tangan.

"Nama 'ku Uchiha Sasuke" Ujar nya dengan nada yang sedikit hangat, tapi ekspresinya datar.

"H-Hyuuga H-Hinata" Ujar gadis itu membalas jabatan tangan Sasuke, dengan tersenyum.

'Lembut sekali tangan ini' Ujar Sasuke yang terus berjabat tangan dengan Hinata.

"U-Uchiha-san. M-Maaf tolong l-lepaskan" Ucap gadis itu yang diketahui bernama Hinata, dengan senyuman manis.

"A-Ah" Lalu Sasuke melepaskan genggaman tangannya dan ada semburat merah tipis di pipi nya.

"Kalau begitu aku kekelas dahulu" Ujar Sasuke lalu lari meninggalkan Hinata di di ruangan musik tersebut.

"Uchiha-san!" Panggil Hinata.

"Hm?" Ujar Sasuke lalu berbalik, semburat merah di pipinya sudah tiada.

"Kau kelas delapan apa?" Ujar Hinata lembut.

"delapan C" Ujar Sasuke singkat.

"Aku dari kelas delapan A" Ujar Hinata dengan senyuman yang manis, bahkan hingga menyipitkan matanya.

'Oh Tuhan, ekspresi itu!' Batin Sasuke.

"Kelas unggul! Semoga kita bertemu lagi ya" Ujar Sasuke lalu pergi dari tempat itu dengan secepat kilat.

.

"Kenapa jantungku memompa lebih cepat?" Ujar Sasuke, seraya memegang dada 'nya sebelah kanan.

"Oh Tuhan" Ujar Sasuke lalu menutup matanya menggunakan lengannya.

.

Sejak saat itu, Sasuke menyukai Hinata. Menjadi penguntit yang baik dan tentunya, sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Hinata. Sasuke, hanya berani melihat dari kejauhan saja. Takut-takut gadis itu takut dan menghindarinya.

"Hey, Teme! Kau mau masuk SMA mana?" Ujar Naruto dengan nada girang.

"Entahlah aku akan mengikuti gadisku" Ujar Sasuke yang masih fokus ke arah air mancur.

"Hm?" Ujar naruto seraya menyeringai.

"Oi, Dobe! Kau tahu Hinata akan masuk SMA mana?" Ujar Sasuke yang masih menatap Hinata.

"Ya aku tahu dia akan masuk ke Konoha Gakuen. Jangan bilang kau akan masuk kesana" Ujar Naruto.

"Memang betul." Ujar Sasuke singkat dan tenang.

"E-Eh? Kau gila?! Itu sekolah elit, Teme! Bukan hanya elit, itu sekolah bertaraf internasional!" Ujar Naruto dengan nada tak percaya.

"Kau juga harus masuk kesana" Ujar Sasuke dengan nada memerintah.

"Tidak mau" Ujar Naruto membuang muka.

"Harus, ini perintah!" Ujar Sasuke dengan suara yang menyeramkan dan tatapan menusuk.

"E-Euh, B-Baiklah" Ujar Naruto yang gelagapan karena, tatapan Sasuke dan suaranya ; bagaikan iblis.

"Bagus" Ujar Sasuke lalu pergi, karena ya tahu 'lah Hinata sudah tidak ada disana.

"Seramnyaa" Ujar Naruto yang mengelap peluh didahi nya.

.

Lalu mereka dapat masuk ke sekolah elit itu. Yah, walau nilai nya pas rata-rata.

.


"Oh, God this is Beautiful Matchmaking" Ujar Sasuke tengah tersenyum melihat Hinata yang duduk di bawah pohon, yang melihat ke arah seluruh penjuru taman Konoha Gakuen.

Saat memperhatikan 'nya lagi tiba-tiba ada yang menepuk pundak Sasuke,

Ah itu,

Si Dobe.

"Heh, kau mengganggu" Ujar Sasuke ketus.

"Heheh, Maaf Teme. Kau, kenapa kamu naksir sama gadis itu? Padahal banyak yang antre ingin sama kamu lho" Ujar Naruto yang duduk di sebelah Sasuke.

"Diamlah, Dobe. Tuh ah dia pergi. Kalau begitu aku duluan" Ujar Sasuke lalu pergi.

"Udah nyalahin, ninggalin aku sendirian, maksa buat masuk ke sekolah yang pelajarannya susah sekali. Cinta itu buta 'kah?" Ujar Naruto lalu meneguk coca cola yang sedang ia genggam.

.

Sasuke lalu mengikuti Hinata dari belakang. Terlihat banyak mata yang menuju ke arah gadis nya. Menyebalkan. Sangat malahan.

Sasuke tahu, apa yang akan dituju oleh gadisnya ini. Ya Ruang musik. Dia hafal betul, apa bila gadis nya sedang bosan, pasti akan pergi ke ruang musik.

Hinata sekarang sudah masuk di ruang musik, sedangkan Sasuke hanya bersembunyi di balik tembok. Setelah Hinata masuk, Sasuke mulai mendengar derit kursi piano, dan hempasan tubuh. Ya dia tahu, bahwa Hinata menggeser bangkunya, dan duduk di atas bangkunya. Tidak lama, Sasuke mendengar alunan lembut.

Lagi-lagi Sasuke tidak tahu lagu apa yang dimainkan oleh gadis itu.

Sasuke benar-benar sudah tidak tahan. Sasuke cepat-cepat membuka pintunya. Namun apa yang dia dapat? Dia tidak bisa bicara lagi.

Untuk itu dia berbicara,

"Maafkan aku, kukira ruangan ini kosong" Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Uchiha Sasuke. Tapi percayalah, jantungnya berpacu sangat kencang.

Dia hanya menjawabnya dengan kegagapan, dan ingin keluar. Dia ingin berdua dengan Hinata, ya dia ingin berdua dengan Hinata. Dia bukan Sasuke yang dulu, yang suka menguntit saja. Sekarang dia harus menyatakannya pada Hinata. Ya menyatakannya.

Sasuke mencegat tangan Hinata lalu berkata, "Mau kemana?" Dengan nada yang sesadis mungkin. Tapi, jantungnya tentu saja berdetak lebih kencang. Dia bisa merasakan detak jantung Hinata, lewat genggaman tangannya yang kuat.

"U-Uchiha-san, m-maaf a-aku mau ke k-kelas" Ujar Hinata dengan gugup.

'Apakah aku semengerikan itu 'kah?' Batin Sasuke.

"Kau, Hyuuga Hinata yang pianis itu kan?" Ujar Sasuke. 'Tentu saja Baka! Dia sudah terkenal! Apa yang kau katakan, Baka!' Batin Sasuke. Sasuke merutuki dirinya yang kehabisan kata-kata untuk berbicara pada gadisnya.

Bahkan Hinata 'pun kehabisan kata-kata untuk berbicara.

"Kau terkenal, tapi tidak pernah ku lihat bagaimana orangnya" Ujar Sasuke. 'Are You Stupid, Sasuke?! Kau menyukainya, Tolol!' Gerutu Pikiran Sasuke. 'Pura-pura tidak tahu saja 'lah. Lagi pula gadisku ini memang populer tapi tidak populer' Batin Sasuke. Lagi.

Hinata merintih kesakitan, karena genggaman Sasuke yang terlalu kuat. 'Hinata, Gomennasai' Ujar Sasuke, tentunya dalam hati.

Lalu Sasuke mencari-cari pertanyaan yang tepat untuk di lontarkan untuk gadisku ini,

"Kau kelas dua belas apa?"

Dasar Sasuke Baka!

Sasuke, jelas sudah tahu bahwa Hinata kelas dua belas A.

"d-dua b-belas A" Ujar Hinata tergagap.

"Hah, kelas unggulan. Kau populer tapi tidak populer" Ujar Sasuke. 'Baka! Apa maksud kata-kata 'mu hah?! Ingin membuat gadis mu bingung' Batin Sasuke. Karena, kata-kata itu Sasuke melonggaarkan peggangannya pada Hinata.

Eh?

Kenapa Hinata mau pergi?

Secepat kilat Sasuke menarik pundak Hinata. 'Baka! Ini kesempatanmu agar degub jantung 'mu mereda! Benar-benar Baka!' Hati Sasuke. 'Tapi ini saat nya untuk mengungkapkan perasaanmu!' Kini Pikiran Sasuke ikut berdebat.

"Kau mau kemana?" Ujar Sasuke. 'Ke kelas Baka! Apakah kau amnesia?!' Batin Sasuke yang tidak henti-hentinya mengomeli Sasuke.

Hinata berkata bahwa dia akan kekelas. Namun, suaranya tergagap seperti itu. Apakah dia takut pada Sasuke?

Lalu Sasuke menghimpit tubuh Hinata. Kini pikrannya mengambil alih organ tubuh Sasuke. Menurut pikirannya dia harus menjamah tubuh gadis di depannya, agar Hinata dapat menjadi milik nya seorang. Ya, seorang Uchiha Sasuke.

Hinata tersebut takut. Terlihat dari pancaran matanya. Namun, Sasuke harus membuat gadis ini menjadi miliknya. Ya, Harus!

Namun, Hati-nya berkata lain.

Dia tidak ingin menyakiti Hinata.

Menyakiti Hinata sama saja menyakiti perasaanya.

"Kembalilah ke kelasmu" Ujar Sasuke lalu pergi ke luar dari ruagan musik tersebut.

.

Sasuke lagi-lagi merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa berbicara di depan Hinata. Gagal sudah dia untuk menyatakannya. Kata-kata yang akan berubah bukan menjadi penguntit lagi akan berlalu begitu saja.

Tapi, tunggu dulu!

Hari ini ada acara makan malam!

Dengan gadisnya!

Masih ada secercah harapan!

.


Saat ini Sasuke sudah ada di Shibuya Excel Hotel Tokyu. Dia yakin, pasti Hinata sudah berada di tempatnya.

Dan memang saja keluarga mereka sudah datang.

.

"Ini anak bungsuku, yang akan dijodohkan dengan putri sulungmu. Dia adalah Uchiha Sasuke" Ujar Fugaku dengan suara tegas.

"Watasi wa, Uchiha Sasuke desu. Yoroshiku" Ujar Sasuke se formal mungkin. Jantungnya? Jangan tanya. Dingin-dingin begitu, dia pasti merasakan deg-deg 'an yang menjadi-jadi.

"Perkenalkan dirimu, Hinata" Ujar Hiashi kepada Hinata.

"watasi wa, Hyuuga Hinata. Yoroshiku desu" Ujar Hinata seraya membukkan badannya.

'Manis sekali suaranya, sama seperti dahulu' Ujar Sasuke dalam hati

.


"Hinata-chan, mau berdansa denganku?" Ujar Sasuke yang sepertinya otaknya sedang konslet. Apa efek dandanan Hinata yang manis malam ini?

"Umm, B-Baiklah" Ujar Hinata lalu berdiri dari tempat duduknya. Betapa senangnya hati sang bungsu Uchiha, karena permintaan dansanya di penuhi oleh si gadis Hyuuga

Lalu tangan kanannya sudah ditarik lembut oleh si bungsu Uchiha. Tangannya sama seperti waktu dulu saat mereka pertama kali bertemu. Masih saja halus dan lembut.

"Kenapa kau begitu gugup Hinata?" Ujar Sasuke yang tangannya sudah di pinggang Hinata. 'Sedekat ini membuat jantungku berdetak tidak karuan. Oh God~' Batin Sasuke.

"U-Uchiha-san!" Ujar Hinata kaget, karena tiba-tiba dia sedekat ini dengan Sasuke. Sepertinya perasaan Sasuke pun menular pada Hinata

"Hey, nanti kau juga Uchiha" Ujar Sasuke, dengan seringaian bertengger apik di wajah tampannya. Sejak kapan kau menyeringai di depan gadismu? Dan sejak kapan memiliki keberanian seperti itu? Mungkin, karena ini harapan terakhir. Mungkin saja.

Lalu Sasuke, mengiring kedua tangan Hinata ke pundak Sasuke, dengan lembut. Layaknya sebuah guci yang terbuat dari kaca yang mudah sekali retak, apabila di cengkram terlalu kuat.

Lalu Sasuke, kembali menaruh tangannya ke pinggang ramping Hinata. Dan mereka menikmati lagu tersebut.

"Hobi 'mu apa?" Ujar Sasuke ditengah-tengah dansanya bersama Hinata. Biasa lah basa-basi, padahal dia tahu bahwa hobi Hinata adalah,

"Membaca buku, bermain piano, mendengarkan musik, banyak sih" Ujar Hinata yang tidak gugup sedikitpun, mungkin Sasuke sudah terlihat lebih hangat. Dia mendengarkan hatinya yang menyuruh berekspresi seperti itu kepada Hinata.

"Begitu?" Ucap Sasuke. Berpura-puralah tidak tahu Sasuke!

"Kalau denganmu?" Tanya Hinata pada Sasuke. 'Aku?' Batin Sasuke. 'Melihatmu dari kejahuan Hime' Batin Sasuke. Tentunya dia tidak akan mengerti.

"Aku suka baca komik, mendengarkan lagu juga suka, hangout?" Ucap Sasuke. Mungkin kata terakhir cukup diragukan. Walaupun, dia kadang sering melakukannya

"Kau suka hangout?" Ujar Hinata menatap mata onyx Sasuke. Apakah dia tidak percaya bahwa Sasuke suka hangout?

"Ya, itulah yang biasa orang populer lakukan" Ujarnya seraya menyeringai kearah Hinata. Lagi-lagi Sasuke menyeringai. Ya seperti yang dikatakan tadi, dia sedikit berani dari sebelumnya. Menyeringai karena yang dia tahu bahwa Hinata tidak pernah hangout dengan siapapun. Menurut pandangan Sasuke, tentunya.

"Ah iya, aku ini tidak populer tapi banyak mengetahui diriku" Ujar Hinata seraya tersenyum kearah Sasuke

DEG!

Senyuman itu,

Sama seperti pertama kali bertemu!

Oh Tuhan!

"Ya, itu berarti kau populer tapi tidak populer" Ujar Sasuke dengan seringaian yang semakin lebar. Menyeringai? Untuk apa? Kata-kata ambigu itu! Untuk Apa?

"Kata-kata itu ambigu sekali" Jawab Hinata, dengan senyuman yang sedikit memudar.

Jangan memudar!

"Nanti kau akan tau sendiri" Ujar Sasuke. Kau tahu Sasuke? Kau memberi kata-kata yang dapat membuat'nya berfikir lebih keras.

'God this is very, very, very, beautiful matchmaking. Thankyou God!' Ujar Sasuke. Tentunya dalam Hati.


A/N : Mungkin di chapter ini Sasuke OOC :v Sorry ajah, didalamnya aja Sasuke-kun itu OOC tapi di luarnya tetep aja jiwa Uchiha nya kental banget kaya susu kental manis *apaan -_-. Oke, Shibuya Excel Hotel Tokyu itu ada *tapi gak tau deng. Setauku ada. Tapi tentang lantai Hanazono's Conference aku yakin tidak ada, soalnya itu karangan author :v seperti yang kalian tahu, aku ini orang Indonesia. wkwkwk. Ceritanya ini terinspirasi dari temen ku, dia jago piano. So, aku pake aja tuh gelar 'pianis' nya. Soalnya kalo Hinata ku buat jadi 'Gitaris' kan jadi OOC -" Apa lagi aku kan Gitaris Klasik mungkin juga Gitaris metal Sudah deh, aku seneng banget ada yang mau review dan favorit. Walaupun dikit banget, tapi gak apalah. Mungkin alur aku ini bener-bener pasaran

Its Time for Reply of Review!

Cappucino Chocolate : Nama kamu nama minuman kesukaan viana lho :v. Oke mungkin kamu kira ini One Shoot, tapi ini multi chap! Ini sekarang Update! Keep Reading ChoCho!

UchihaxHinata : Ini sudah di next sayang. Konsep nya keren? Aaa Baru kali ini ada yang bilang keren *kali ini gak usah dibaca. Siiipp! Aku terima request kamu! aku tahu lagu Pathethique Sonata II karya Beethoven dari my bestie. Nanti di satu chapter aku kasih tentang lagu-lagu klasik kesukaan Hinata. *but I didn't have to promise. Keep reading ya!

Vi Violetta Anais : Waah, makasih ya vi! *bungkuk bungkuk. Ini sudah Up! Keep Reading!

NurmalaPrieska : Yup! Aku usahain untuk update kilat! Secepat motor vespa! *apaan -". Keep Reading Nurmala!

Cahaya Uchiha : Ya ini sudah ku next! Keep Reading!

Guest : Arigatou Gozaimahita! *Bungkuk bungkuk. Keep Reading!

Oke thanks banged udah mau sempet baca karya viana *bungkuk bungkuk (tulang encok). Sampe ketemu di chap depan Friend! Bye See Ya! Dont forget to Keep Reading! And review! And Fav! And.. Hmppp *dibekep Sasuke -_-

.

viananeesan