I Kiss You

Jam pelajaran pertama dan kedua sudah selesai, digantikan dengan bel tanda jam istirahat, dan ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa Konoha Academy. Termasuk oleh Hinata, Ino, dan Sakura. Setelah selesai membereskan buku, Ino menoleh ke bangku yang ada dibelakangnya, tempat duduk Hinata.

"Hinata, hari ini kita makan di kantin saja ya ?", tanya Ino

"Bo-boleh..", jawab Hinata sambil mengeluarkan kotak bekalnya

"Memangnya kau tidak bawa bekal lagi ?", kali ini giliran Sakura yang bertanya pada Ino.

"Tidak, ibuku sibuk mengurusi keperluan ayahku, sampai lupa tidak membuatkanku bekal", jelas Ino pada Sakura

"Kau kan bisa membuatnya sendiri. Dasar manja", ejek Sakura

"Mau bagaimana lagi, aku kan juga sibuk menyiapkan keperluan sekolahku", Ino mencoba membela diri, tidak mau kalah dari Sakura

"Sibuk menyiapkan keperluan sekolah atau sibuk berdandan sebelum berangkat sekolah?", Sakura kembali berusaha memojokkan Ino.

Sakura dan Ino sudah bersama sejak mereka duduk di bangku Junior High School. Bagi orang lain yang baru melihat perdebatan mereka, orang itu pasti akan berpikir kalau Sakura dan Ino sedang benar-benar bertengkar. Sebenarnya memang seperti itulah cara mereka berkomunikasi satu sama lain. Dan Hinata yang sudah sering mendengar obrolan mereka mencoba menengahi perdebatan mereka.

"Su-sudah... sebaiknya kita se-segera ke kantin saja. Na-nanti kantinnya keburu penuh", ajak Hinata pada kedua temannya itu. Memang benar kata Hinata, kantin pasti akan penuh saat jam istirahat seperti ini, dan jika mereka tidak segera pergi kesana, mereka pasti akan kehabisan tempat duduk.

"Benar juga, baiklah, kita ke kantin sekarang", Ajak Ino penuh semangat pada Hinata dan Sakura

Mereka bertiga sudah akan pergi meninggalkan kelas sebelum-

"Hyuuga, mau kemana kau ?", Suara datar dan berat itu menginterupsi kegiatan kuduk ketiganya meremang mendengar suara berat itu.

Benar juga, Hinata baru ingat kalau kehidupan di tahun terakhir masa sekolahnya tidak akan sedamai dan setenang dulu lagi karena adanya orang itu, Uchiha Sasuke.

Warning : AU, [miss]TYPO, minim dialog, alur tidak menentu (bisa cepat tapi bisa juga lambat), dsb.

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Sasuke x Hinata

Genre : Romance

I Kiss You

"Belum ada satu hari dan kau sudah melupakan perjanjian kita tadi pagi ?", tanya Sasuke pada Hinata yang saat ini tengah duduk didepannya dengan wajah yang menunduk dalam karena takut.

"Ma-maaf..", hanya itu yang dapat Hinata katakan

Sakura dan Ino sudah pergi meninggalkan Hinata bersama dengan Sasuke di dalam kelas sejak 5 menit yang lalu. Mereka terlalu takut untuk berurusan dengan Sasuke, jadi beginilah nasib Hinata sekarang, ditinggalkan oleh kedua temannya dan berakhir bersama dengan Sasuke.

"Aku ingatkan sekali lagi, selama di sekolah kau harus selalu bersamaku, mengerti ?", Sasuke kembali menegaskan pada Hinata perihal perjanjian yang telah mereka sepakati sebelumnya.

"Ba-baik"

"Kau tidak mau memakan bekalmu ?", tanya Sasuke.

Hinata dari tadi memang belum membuka bekalnya sama sekali. Bekal yang dia bawa hanya ditaruh dimeja Sasuke yang ada didepannya begitu saja. Sasuke memang duduk di belakang Hinata, dan Hinata sejak tadi duduk dibangku miliknya yang diputar menghadap ke arah tempat duduk Sasuke. Tentu saja Sasuke yang menyuruh Hinata melakukannya karena Sasuke terlalu malas untuk meninggalkan kelas saat ini.

"Kau tidak mau memakannya karena ada aku ?", tanya Sasuke sekali lagi

"Ti-tidak.. A-aku baru akan memakannya", Hinata segera membuka bekalnya dengan sigap.

Hinata baru akan menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum sadar bahwa Sasuke sepertinya tidak membawa bekal karena jika Sasuke membawa bekal, pasti sudah sejak tadi dia mengeluarkannya.

"U-uchiha-san tidak makan ?", Hinata memberanikan diri menanyakannya pada Sasuke, tidak enakkan kalau Hinata makan sendirian.

"Tidak", jawab Sasuke singkat

"Ka-kalau begitu.. A-apa Uchiha-san mau memakan be-bekal ini bersamaku", tawar Hinata

"Hn. Boleh juga"

"I-ini.. Silahkan", Hinata menyodorkan bekal yang dibawanya pada Sasuke

"Kau hanya bawa satu sendok ?"

"I-iya.. tapi tidak masalah, U-uchiha-san bisa memakainya. A-aku akan meminjam sendok ke kantin", Hinata sudah akan beranjak dari tempat duduknya sebelum suara Sasuke menghentikannya.

"Tidak perlu. Kita pakai saja ini", Hinata mematuhinya dan kembali duduk

Tunggu dulu. Hinata baru sadar, jika Hinata dan Sasuke memakai sendok itu, berarti Hinata akan berciuman secara tidak langsung dengan Sasuke. Mengetahui kenyataan itu, Hinata jadi malu sendiri. Dan seperti biasa, saat sedang malu, pasti kedua pipi Hinata akan langsung memerah.

"Makanlah lebih dulu", Sasuke sedikit mendorong bekal yang ada dimejanya ke arah Hinata

Hinata mengangguk mematuhi ucapan Sasuke. Hinata mulai memakan isi bekal yang dibawanya. Setelah satu suapan itu, Hinata kembali menyodorkan bekal itu pada Sasuke.

"Si-silahkan"

"Hn. Suapi aku", ucap -ralat- perintah Sasuke pada Hinata

"H-hah ?", Hinata tentu saja bingung dengan ucapan Sasuke barusan.

"Aku bilang suapi aku", Sasuke mengulang lagi ucapannya barusan.

"Ke-kenapa ?"

"Jangan banyak tanya, lakukan saja"

Akhirnya Hinata hanya dapat menghela napas panjang dan menuruti Sasuke. Jadilah sekarang Hinata menyuapi Sasuke. Jika ada orang lain yang melihat, mereka pasti akan berpikir kalau Hinata dan Sasuke adalah sepasang kekasih. Dan siapa yang tahu, kalau hal itulah yang memang Sasuke inginkan. Walaupun untuk saat ini hanya beberapa teman sekelasnya saja yang tahu karena ada beberapa dari mereka yang tetap berada di dalam kelas seperti halnya Hinata dan Sasuke, tapi setidaknya itu sudah cukup untuk menegaskan bahwa saat ini Sasuke telah memiliki hubungan 'khusus' dengan Hinata.

I Kiss You

Hinata, Ino, dan Sakura saat ini tengah berjalan beriringan untuk pulang. Rumah ketiganya memang tidak terlalu berjauhan, mereka tinggal di lingkungan perumahan yang sama, hanya berbeda blok saja.

"Hinata", panggil Sakura

"Y-ya", Hinata menoleh ke arah Sakura yang berjalan di sebelahnya.

"Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Uchiha yang satu itu ?", tanya Sakura to the point

"Sakura, jangan langsung menanyakan hubungan seseorang seperti itu. Tidak sopan", Ino berkata layaknya orang bijak. Sakura memutar bola matanya bosan melihat tingkah temannya yang satu ini.

"I-itu..", Hinata bingung bagaimana menjelaskannya. Kalau Hinata memceritakan semuanya pada mereka berdua, itu sama saja cari mati karena mepanggar perjanjiannya dengan Sasuke waktu itu.

"Jalan kalian lambat sekali. Minggir !", lagi-lagi suara itu tiba-tiba hadir diantara mereka bertiga. Hinata, Ino, dan Sakura secara reflek langsung menoleh kebelakang dan melihat Sasuke berdiri di belakang mereka dengan pose yang terkesan angkuh dengan satu tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Setelah tersadar dari keterkejutan, mereka segera minggir memberi akses agar Sasuke bisa berjalan melewati mereka.

Sasuke berjalan santai melewati ketiganya, tapi baru dua langkah dia berada di depan mereka, Sasuke malah kembali menghampiri ketiganya. Atau lebih tepatnya, menghampiri Hinata.

"Hyuuga, hari ini kau pulang denganku"

"Eh ?.. Ta-tapi aku bisa pulang dengan Sakura dan Ino", Hinata mencoba menolak permintaan Sasuke dengan halus.

Mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Hinata, Sasuke malah menoleh ke arah Sakura dan Ino dengan tatapan mata yang tajam dan mengintimidasi. Sakura dan Ino yang ditatap seperti itu tentu saja merinding disco. Dari tatapan matanya itu, Sasuke seperti mengisyaratkan mereka berdua untuk membantah ucapan Hinata yang akan pulang bersama dengan mereka.

'Bilang tidak atau katakan selamat tinggal pada dunia', Kira-kira seperti itulah terjemahan Sakura dan Ino mengartikan maksud tatapan tajam Sasuke.

'Glek', keduanya berusaha menelan ludah dengan susah payah

"Ha...ha..ha.. Hi-hinata, aku baru ingat, sepertinya aku meninggalkan bukuku di dalam kelas. kalau begitu aku akan kembali dan mengambilnya dulu. sampai jumpa besok", Setelah mengatakan itu, Sakura langsung saja melarikan diri meninggalkan Ino dan Hinata

"A-aku akan pergi menemani Sakura dulu. Sa-sakura, tunggu aku !", Ino juga langsung berlari menyusul Sakura.

Habis sudah. Kenapa kedua temannya itu tega meninggalkan Hinata berduaan saja dengan Sasuke seperti sekarang -lagi-. Padahal Sakura dan Ino juga tahu seberbahaya apa Sasuke itu.

"Sekarang kau sudah sendirian kan. Ayo pulang", Sasuke segera menggenggam tangan Hinata dan membuatnya berjalan beriringan dengannya. Hinata yang diperlakukan seperti itu, tentu saja merona. Ini pertama kalinya dia bergandengan tangan dengan laki-laki lain selain dari keluarganya, dan semenyeramkan apapun Sasuke, dia kan tetap laki-laki. Apalagi Sasuke menggenggam tangan Hinata dengan lembut.

"Mereka mulai mencurigai kedekatan Kita ?", Sasuke kembali membuka pembicaraan

"I-iya... mereka pe-penasaran dengan hubungan kita", Hinata mengatakan semuanya pada Sasuke.

"Hn. Kalau mereka bertanya lagi, bilang saja kalau kita sedang pacaran", Sasuke mengatakannya dengan enteng

"A-apa ?. Ti-tidak perlu sampai sejauh itu kan ?"

"Lalu kau mau bagaimana ?, membiarkan mereka tahu tentang perjanjian kita dan setelah itu, kau dan kedua temanmu itu akan melaporkanku pada pihak sekolah agar aku dikeluarkan ?"

"Bu-bukan begitu..."

"Sudahlah. Kau turuti saja ucapanku. Mereka tidak akan curiga lagi saat melihatmu bersama denganku jika tahu kita sudah berpacaran", Sasuke kembali meyakinkan Hinata

"Ba-baiklah..", memang benar apa yang dikatakan Sasuke, jika Sakura dan Ino tahu Hinata sudah berpacaran dengan Sasuke, mereka pasti tidak akan heran lagi melihat kebersamaannya bersama dengan , bagaimana jika mereka menanyakan bagaimana Hinata bisa berpacaran dengan Sasuke yang notabenenya adalah berandalan paling ditakuti di sekolah ?. Sudahlah, Hinata terlalu pusing memikirkannya, lebih baik untuk saat ini Hinata menurut saja pada Sasuke.

Walaupun dari luar Sasuke terlihat biasa-biasa saja mendengar jawaban dari Hinata, tapi sebenarnya dalam hati Sasuke sedang bersorak gembira. Ternyata hanya dalam waktu kurang dari 24 jam Sasuke sudah berhasil 'mengikat' Hinata.

Sasuke jadi tidak sabar menunggu hari berikut dan berikutnya lagi. Kira-kira apa saja yang akan Sasuke lakukan pada Hinata dengan status barunya sebagai 'pacar" Hinata. Khu.. khu.. khu.. Mungkin lain kali Sasuke bisa merasakan kembali kelambutan bibir Hinata itu. Hei, sah-sah sajakan jika dia meminta itu pada Hinata, Sasuke kan 'pacar'nya.

Hinata, Hinata, apa kau tidak pernah mendengar kalimat, Jangan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya, kalau kau pernah mendengar kalimat wejangan itu kau pasti sadar kalau hanya dalam satu hari kau sudah jatuh ke lubang yang dibuat Sasuke berkali-berkali. ck.. ck..ck..

TBC

Akhirnya saya bisa update lagi. alur cerita untuk chapter ini mungkin lambat, karena saya ingin menunjukkan kejahilan-kejahilan yang dilakukan Sasuke pada Hinata seharian penuh setelah mereka membuat perjanjian.

Untuk chapter selanjutnya mungkin akan saya percepat. Tapi jangan harap akan ada konflik yang terlalu berat dalam ff ini, karena dari awal ff ini saya buat hanya akan berfokus pada hubungan Sasuke dan Hinata saja dan mungkin ff ini akan tamat di chapter depan atau dua chapter lagi.

Special Thanks for :

wiendzibica732, Rin, ShitaYukarisELF, Nurul851, CallistaLia, lovely sasuhina, cheftyclouds, Cahya Uchiha, , NurmalaPrieska, Asyah Hatsune, hyacinth uchiha, uchihaxhinata.

Terima kasih pada reader sekalian yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca ff saya ini.

Sampai bertemu lagi dichapter selanjutnya ..^^

R

E

V

I

E

W

Please... ^^