Balasan review ^^
s. reader : ding dong, iya nanti sasuteme fall in love sama narudobe, iya aku juga panggil diri aku sakuchan kok :P lucu? Siapa? Arigatou nee kamu juga lucu xixixixi
satansoo : negaranya kecil ko.. ya kayanya emang kebanyakan deh hehe gomen, gak ko ini sasunaru, sasu keliatan kaya uke ya? Nanti juga kelihatan ko aura semenya hahahaha.
Kuma Akaryuu : udah review ja udah bikin Saku seneng ko arigatou nee ^^
Cosmo : arigatou masukannya.
SNlop : saku gak berniat ngejadiin Sasuke ooc sungguh. Saku gak bisa buat adegan action jadi kesannya maksain banget. Tapi nanti Sasuke gak bakalan terlalu ooc kok. Dikit paling hehe
Choikim1310 : haiiiii ^^ sankyuu nee udah baca tulisan gaje ini. Nanti juga diceritain ko tentang ibunya Naru
Sankyuu nee udah mau baca ^^ ini chapter 2 semoga ada yang suka ^^
Disclaimer : Masashi sensei ^^
Pair: Sasunaru
Inspired : PPP
Warning : au, ooc, shounen ai, typo bertebaran, cara penulisan bebas tanpa memperhatikan EYD yang baik dan benar. Alur cerita kurang nyambung
Chapter 2
#Markas pusat Anbu
Saat ini Sasuke sedang berada di sebuah ruangan bersama dengan Minato yang baru saja mendapatkan pengobatan akibat tembakan Madara dan sang 'Hokage' ketua dari organisasi Anbu yang bernama Tsunade
" jadi apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Sasuke dengan suara yang sangat dingin
"minumlah dulu. Kau pasti sangat terkejut dengan semua yang terjadi iyakan?" Tanya tsunade sambil menyodorkan segelas minuman
" cepat beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi" ucap Sasuke masih dengan suara dinginnya
" Anda ini sungguh tidak sabaran ya Pangeran?" ucap Tsunade dengan sedikit membentak
" maafkan aku. Aku hanya khawatir pada ibuku "
" aku mengerti. Tapi kau harus tetap tenang. Tanyakan satu persatu apa yang ingin kau tahu" ujar Tsunade kemudian duduk di hadapan Sasuke
" apakah Pamanku sungguh-sungguh berniat untuk membunuhku? Apa alasannya?" Tanya Sasuke
" ya itu benar, Pamanmu Madara Uchiha dia berniat untuk membunuhmu satu-satunya calon penerus kerajaan Konoha agar ia bisa menjadi raja tentunya. Dia berusaha untuk mengambil kembali miliknya, itulah yang di pikirkannya. Kau tahu kan seharusnya Madara Uchiha lah yang menjadi Raja bukan Fugaku ayahmu karna ia adalah putra pertama. Tapi kakek mu tidak berfikir begitu. Kakekmu menilai kalau Madara Uchiha tidak layak untuk menjadi seorang raja karna ia terlalu haus akan kekuasaan dan juga terlalu tamak, karna itulah Ayahmu yang di nobatkan menjadi Raja". Jelas Tsunade
" ta, tapi kenapa ia baru melakukan semua ini sekarang? Bukankah lebih mudah jika ia melakukan semua ini dari dulu? Dia bahkan bisa dengan mudahnya membunuhku saat aku masih kanak-kanak, tapi kenapa baru sekarang?"
"Apa kau sungguh berfikir kalua ia baru melakukan ini semua sekarang?" ucap Tsunade dengan nada mencibir
"maksud anda?"
"dia sudah melakukan rencananya ini sejak 17 tahun yang lalu. Kau saat itu baru berumur satu tahun. Tentu kau tidak akan mengerti apa-apa"
"17 tahun yang lalu? Tapi bagaimana mungkin?" ujar Sasuke. Wajahnya yang biasa stoic kini telah hilang dan digantikan dengan wajah kaget dan tidak percaya
" bukankah kau memiliki seorang kaka? Bisakah kau menceritakan padaku sedikit tentang kakamu?" Tanya Tsunade
" ya, aku memiliki seorang kaka laki-laki. Namanya Itachi Uchiha tapi ia telah meninggal dalam kecelakaan kapal saat pergi ke Negara tetangga dengan Ayahku. Tunggu, jangan-jangan ". Jawab Sasuke memandang horror kearah Tsunade
" ya benar, itu bukanlah kecelakaan Pangeran Sasuke. Itu semua sudah di rencanakan oleh orang yang bernama Madara. Di kapal itu ada anak buah Madara yang merekayasa semua itu. kapal yang di tumpangi Ayahmu sama sekali tidak mengalami kecelakaan. Melainkan semua awak kapal telah terbunuh termasuk juga ayahmu. Tapi ada satu hal yang Pamanmu tidak ketahui"
"a, apa itu?"
" bahwa kakakmu saat ini masih hidup"
" ka, kakakku masih hidup?"
"Minato. " ucap Tsunade memandang ke arah Minato
Minato mengangguk kemudian menyerahkan sebuah map kepada Sasuke
"apa ini?" Tanya Sasuke
" bukalah!" perintah Tsunade
Sasuke membuka map itu yang ternyata berisi sebuah profil dan juga foto seorang pria. Pria berambut panjang hitam yang di ikat dibagian ujungnya, yang memiliki tanda lahir berupa garis halus di kedua sisi hidungnya. Di foto itu memperlihatkan kehidupan sehari-hari dari pria itu. foto laki-laki itu keluar dari apartement, di toko buku, di universitas, juga fotonya saat sedang di kafe dan tempat-tempat lainnya.
" Itachi Uchiha tinggal di Atlanta, Georgia. Saat ini berusia 23 tahun mahasiswa tingkat akhir jurusan bisnis di Georgia State University. Ia tinggal dan hidup disana dengan nama Itachi Grimms. Ia sudah tinggal disana selama 12 tahun dan berada di bawah perlindungan PBB"
' I, ini kakakku? Jadi dia masih hidup? Dia terlihat sungguh mirip dengan Ayah' batin Sasuke yang terus memperhatikan foto kakaknya itu
" Ayahmu mati saat menyelamatkan kakakmu. Ia berusaha untuk melarikan diri bersama dengan Kakakmu dengan cara melompat kedalam laut, tapi anak buah Madara berhasil menembak Ayahmu. Tapi anak buah Madara hanya berhasil menemukan jasad Ayahmu karna saat itu Itachi telah berhasil kami selamatkan. Mereka mengira Itachi telah tenggelam dan terbawa ombak ."
"bagaimana kalian bisa tahu semua ini? Jika kalian tahu semua ini dari awal kenapa kalian tidak menyelamatkan Ayahku juga?" Tanya Sasuke dengan nada suara yang bergetar
" karna ini semua adalah kemauan Ayahmu"
Sasuke hanya terdiam sambil menatap langsung ke arah Tsunade
" dari awal Ayahmu sudah mulai curiga pada Madara. Setelah kecurigaannya terbukti dia mulai meminta bantuan pada organisasi kami. Dia juga meminta pada kami agar lebih mementingkan keselamatan istri dan juga kedua putranya jika sampai hal buruk terjadi. Karna itulah saat itu kami hanya bisa menyelamatkan Itachi, karna jika kami berusaha untuk menyelamatkan Fugaku maka kemungkinan besar keberadaan Anbu yag bertugas melindungi mu dan Itachi akan terbongkar. Dan jika itu terjadi maka akan di pastikan kalian berdua tidak akan bisa hidup sampai saat ini"
" Paman memiliki banyak peluang untuk membunuhku. Bahkan akan lebih mudah jika dia melakukannya saat aku masih kecil. Tapi kenapa aku masih bisa hidup sampai saat ini?" Tanya sasuke
"Kakashi Hatake " jawab Tsunade
Nama itu tidaklah asing bagi Sasuke, karna itu adalah nama dari butler, pengajar dan pengasuh Sasuke sejak ia kecil
"ah, aku mengerti. Jadi Kakashi adalah salah satu anggota Anbu yang menyamar menjadi seorang butler? Dia melakukan semua itu untuk melindungiku dari ancaman Madara" ucap Sasuke
" ya. Dia bertugas untuk menjaga dan melindungimu"
" itulah alasannya dia tidak pernah meninggalkanku dan selalu menempel padaku seperti permen karet. Aku sudah mengerti semuanya. Tapi masih ada satu hal lagi. bagaimana dengan Ibuku? Dimana dia? Apakah dia selamat?"
"tenang saja Madara tidak akan pernah menyakiti Ratu Mikoto. Karna ia sebenarnnya mencintai Ratu Mikoto dan juga disana ada Kakashi yang akan melindunginya jadi kau tidak usah khawatir. Yang terpenting sekarang adalah keselamatanmu"
"huh, ternyata pamanku slama ini adalah seorang iblis" ujar Sasuke dengan nada mencibir. " lalu sekarang aku harus bagaimana?"
"untuk saat ini kami akan memindahkanmu dulu ketempat yang lebih aman dan tidak diketahui oleh Madara"
"lalu apa yang akan kalian lakukan kepada Pamanku?" Tanya Sasuke
"kami akan melawannya tentu saja. tapi kami akan melawannya dari dalam. Jika kami melawan Madara secara terang-terangan hal itu akan terlalu beresiko pada warga desa dan juga Ibumu mengingat hampir seluruh anggota Militer yang ada di Negaramu adalah anak buah dari Madara karna itulah kami lebih memilih untuk menghancurkannya dari dalam dengan memecah belah seluruh barisan Militer agar tidak berpihak kepada Madara. Mungkin itu akan memakan waktu yang cukup lama. Tapi kami rasa ini adalah cara yang lebih baik dari pada harus membahayakan nyawa warga desa yang tidak bersalah. Apakah kau juga setuju pada rencana kami Pangeran?"
"jika ada yang bisa ku lakukan katakan saja padaku. Aku akan membantu sebisaku" ujar Sasuke
"baiklah kalau kau sungguh ingin mambantu, sekarang ikutlah denganku" ujar Tsunade berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Minato dan juga Sasuke
Mereka masuk kesebuah ruangan yang terlihat seperti ruang make up artis. Terdapat cermin rias, berbagai aneka kosmetik, aneka alat untuk menggunting rambut dan juga alat-alat lainnya
" kau bilang ingin membantukan? Baiklah sekarang duduklah" ujar Tsunade menunjuk kursi di depan cermin rias dengan dagunya
Sasuke hanya mengikuti perintah dari Tsunade dan duduk di kursi di depan cermin rias itu
" tu, tunggu memangnya apa yang bisa ku bantu dengan duduk disini? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Sasuke
Tak lama kemudian datanglah seorang pria membawa gunting alat pencukur rambut dan juga alat-alat lainnya
" potong rambutnya, buat ia berbeda sebisa mungkin." perintah Tsunade kepada laki-laki itu
Mendengar perkataan Tsunade barusan sukses membuat Sasuke menatap horror ke arah Tsunade dan mendeathglare kepada laki-laki yang akan memotong rambutnya itu.
"tu, tunggu. Kenapa rambutku harus di potong? Rambutku saat ini tidak terlalu panjang dan gaya rambutku dari kecil slalu seperti ini tidak pernah berubah dan TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH" ujar Sasuke menatap tajam ke arah Tsunade. Ia sangat tidak rela jika rambutnya saat ini dirubah seenaknya oleh Tsunade mengingat selama ini ia tidak pernah merubah gaya rambutnya sekalipun.
" Pangeran bukankah anda ingin menyelamatkan rakyatmu? Jika memang kau ingin menyelamatkan mereka maka turuti perintahku dan duduklah dengan tenang kau mengerti" ujar Tsunade yang mulai geram dengan pangeran di hadapannya ini
Mendengar nada bicara Tsunade yang sangat mengerikan akhirnya Sasuke mengikhlaskan rambutnya untuk di potong
"baiklah. Tapi jangan buat kepalaku menjadi botak" ujarnya sambil mendeathglare kearah laki-laki yang akan memotong rambutnya melalui cermi di depannya
Ia menarik napas dalam-dalam , duduk dalam posisi yang tegap dan memejamkan matanya karna tidak ingin melihat nasib rambut kesayangnnya
Beberapa menit berlalu, hanya terdengar suara gunting dan alat pencukur rambut . tapi tak lama kemudian terdengar suara terkekeh Minato
"hhhuuufftt hahaha" kekeh Minato
"Minato". Ucap Tsunade yang berhasil menghentikan kekehan Minato
" ah, maafkan saya" ucap Minato
' apa yang terjadi? Kenapa Minato-san tertawa? Apa ia menertawakan rambutku? Sialan apa yang telah orang ini lakukan terhadap rambutku.' Batin Sasuke mulai merasa penasaran akan nasib rambut kesayangannya
" sudah selesai" ujar laki-laki yang memotong rambut Sasuke
Mendengar ucapan laki-lakin itu Sasuke perlahan membuka matanya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin dan mendapati rambutnnya yang biasanya lurus sepundak kini telah berubah menjadi pendek dengan gaya yang mencuat kebelakang melawan gravitasi yang terlihat seperti BOKONG AYAM
Sasuke langsung membalikkan badannya dan mendeathglare ke arah laki-laki yang telah memotong rambutya itu
" kerja bagus " ujar Tsunade
'sial, kerja bagus apanya? Sekarang rambutku terlihat seperti bokong ayam begini' batin Sasuke merutuki laki-laki itu
Laki-laki itu hanya menundukan badannya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu
"baiklah Sasuke mulai dari sekarang untuk sementara waktu kau akan tinggal bersama dengan Minato di rumahnya yang berada di jepang. Dan juga ingatlah mulai sekarang namamu bukan lagi Sasuke Uchiha tetapi Sasuke Uchiwa. Untuk selanjutnya Minato ku serahkan dia padamu. Kalian bisa segera pergi" ujar Tsunade menepuk bahu Minato dan pergi meninggalkan ruangan itu
"seperti yang kau dengar dari tuan Hokage, mulai sekarang kau akan tinggal di rumahku yang berada di Jepang. Aku mempunyai anak lalaki yang seusiamu, dia pasti akan membantumu beradaptasi dan kurasa model rambutmu akan menjadi trend baru disana HAHAHA"
#NARUTOPOV
"sankyuu nee Gaara tumpangannya " ucapku turun dari mobil sahabtku Gaara dan berjalan ke arah rumahku.
Haaahhhhhh, aku menghela nafas panjang, karna malam ini aku akan sendirian lagi di rumahku. Atau aku menginap saja di rumah Kiba?
saat aku sampai depan rumah aku melihat mobil Tou-san ada di sana. Eh? Ini kan baru sehari sejak Tou-san pergi apa mungkin Tou-san sudah kembali? Cepat sekali. Syukurlah jika Tou-san sudah pulang.
Aku melangkahkan kakiku lebih cepat ke dalam rumah
"tadaima" teriakku
Di ruang tamu tidak terlihat keberadaan Tou-san begitu pula di dapur dan juga ruang keluarga. Mungkin Tou-san berada di kamarnya. Ku langkahkan kaki kumenuju kamar Tou-san dan saat aku melihat kedalam kamar ternyata benar Tou-san berada di sana. Ia sedang tertidur dengan pulas di atas ranjangnya.
Wow ini pertama kalinya Tou-san hanya pergi dalam satu hari. Biasanya ia pergi untung beberapa minggu bahkan sampai berbulan-bulan. Coba saja ia bisa berada di rumah setiap hari pasti akan menyenangkan. Kulangkahkan kakkiku mendekati ranjang Tou-san, ku ambil selimut dan menyelimuti tubuh Tou-san
"okaeri Tou-san" ucapku pelan dan keluar dari kamar Tousan
Syukurlah kali ini Tou-san bisa pulang sangat cepat. Aku berjalan menuju kamarku yang berada di lantai dua dengan tersenyum. Kubuka pintu kamarku perlahan dan
Kedip kedip
"GGGGYYYYAAAAAAAAA " teriakku saat ku melihat seseorang sedang tidur di ranjang ku
Aku melangkah mundur hingga menabrak pintu kamarku. Ku perhatikan laki-laki yang sedang tertidur itu bangun dari tidurnya. Wajahnya sangat putih dengan paras yang sangat tampan, rambutnya berwarna raven dengan gaya mencuat kebelakang yang terlihat seperti bokong ayam dan matanya, matanya berwarna hitam. Sangat hitam dan terlihat begitu dingin dan dalam.
" SIAPA KAU? KENAPA KAU BISA ADA DI KAMARKU HAH?" teriakku sambil menunjuk-nunjuk ke arah laki-laki itu yang hanya memandangku
"hm," satu kata itulah yang keluar dari mulutnya.
Siapa laki-laki ini dia itu sungguh menyebalkan dan kenapa dia ada di kamarku?
Ku dengar suara langkah kaki yang menaiki tangga dengan cepat
"Naru ada apa? Kenapa kau berteriak?" Tanya Tou-san yang mendekatiku
"Tou-san ada orang asing di kamarku" jawabku sambil menunjuk orang asing itu
"ooohhh, Tou-san kira ada apa. Hahhh kau ini dasar. Kenapa kau baru pulang Naru? Bukankah kau harusnya pulang dari tadi?" ujar Tou-san sambil menggaruk kepalanya dan berjalan turun ke lantai bawah, sama sekali tidak terkejut dengan keberadaan laki-laki asing yang berada di kamarku
" Tou-san, itu tidak penting. Yang lebih penting sekarang siapa laki-laki itu? kenapa ia ada di kamarku? Apa Tou-san mengenalnya?" Tanyaku sambil mengikuti Tou-san kea rah dapur
"ya, namanya Sasuke Uchiwa untuk beberapa bulan kedepan dia akan tinggal bersama kita disini" jawab Tou-san dengan cueknya sambil membuka lemari es
"APA? TINGGAL DI SINI? Ta, tapi kenapa?"
Belum sempat Tou-san menjawab laki-laki itu telah berada di tangga dekat dapur. Tunggu, bukankah itu pakaianku? Kaos biru muda dan celana pendek hitam itu. benar itu pakaianku.
" KENAPA DIA MEMAKAI PAKAIANKU? TOU-SAN" teriakku kembali sambil menatap ke arah Tou-san menuntut jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi
"aku ingin mandi" ucap laki-laki itu dengan suara yang dingin dan angkuh
Ciihh siapa sebenarnya laki-laki ini dia tidak tahu malu apa? Dan lihatlah tingkahnya angkuh sekali
" tentu" ucap Tou-san kemudian mengambil handuk baru yang ada di lemari penyimpanan dan memberikannya kepada laki-laki itu. "keran yang berwarna biru untuk air dingin dan yang berwarna merah untuk air hangat kamar mandinya disebelah sana" lanjut Tou-san sambil menunjuk kea rah kamar mandi
Dan tanpa berkata sepatah katapun laki-laki itu menuju kamar mandi. Hahhh lihatlah tingkahnya sungguh menyebalkan.
"Tou-san." Ucapku dengan nada penuh penekanan dan tatapan menuntut kearah Tou-san
" ha'I ha'I, Tou-san tahu kau penasaran dengan Sasuke. Tapi sekarang ganti baju dulu, akan Tou-san jelaskan setelah itu. Makan malam ini kita pesan pizza saja ya. Tou-san masih lelah dan bahan makanan di kulkas juga sedikit. Tou-san akan pesan Tuna Melt. Aku ingin apa Naru?" Tanya Tou-san padaku sambil mengambil telpon
"deluxe cheese dengan kentang goreng juga sodanya" jawabku ketus sambil berjalan kearah kamarku kembali
"baiklah, dan untuk Sasuke akan aku pesankan Brazilian Pizza saja dengan banyak topping tomatnya" ujar Tou-san kemudian mulai memesan
Cihh, lihatlah tingkah Tou-san seakan-akan dia sudah mengenal sejak lama laki-laki itu. memangnya siapa sih cowo itu? tapi penampilannya sungguh sangat keren juga tampan. Hanya saja rambutnya itu sangat aneh. Rambut model apa itu? terlihat seperti bokong ayam. Sungguh konyol haha.
Setelah berganti pakaian aku kembali keruang dapur dan melihat ayahku sedang sibuk dengan laptop miliknya di meja makan. Aku pun duduk di kursi di depannya
"jadi siapa itu Sasuke Uchiwa?" Tanyaku memulai pembicaraan
Tou-san mengalihkan pandangannya ke arahku dan menghela napas panjang
" dia adalah seorang Pangeran dari sebuah kerajaan bernama Konoha" jawab Tou-san dengan nada cuek sambil kemballi sibuk dengan laptopnya
"APA? PA,PA, PANGERAN?" teriakku histeris. Jadi laki-laki itu seorang Pangeran? Pantas saja dia sangat tampan dan berkharisma dan juga sangat angkuh dan sombong
"ya, dan untuk sementara dia akan tinggal disini bersama kita Naru, karna itulah kau harus membantunya untuk beradaptasi di sini dan buat dia merasa betah dan nyaman tinggal disini. Kau mengerti Naru?"
" tu,tunggu tapi kenapa dia harus tinggal disini Tou-san?"
"karna saat ini dia adalah tanggung jawab Tou-san. Tou-san bertanggung jawab atas keselamatannya dan menurut Tou-san dia akan lebih aman jika tinggal bersama kita disini Naru."
"haahh. Jadi Tou-san membawa pulang pekerjaan. seperti itu huh?"
" ya bisa di bilang begitu. Tou-san pikir ini hal yang bagus. Tou-san bisa saja membawanya pergi ke tempat lain yang jauh dari sini. Tapi Tou-san tidak tahu sampai kapan Tou-san harus menjaganya dan meninggalkanmu sendirian disini. Jadi Tou-san lebih memilih untuk membawanya kemari. Agar Tou-san bisa menjaganya dan juga berada dirumah menjagamu. Atau kau lebih senang berada di rumah sendirian tanpa Tou-san Naru?" Tanya Tou-san sambil memandangku dengan intens
Aku yang di pandang seperti itu oleh Tou-san hanya menundukan kepala sambil menggelengkan kepala dengan lemah
" tentu tidak. Aku lebih senang jika Tou-san ada di rumah. Rasanya sangat sepi jika harus di rumah sendiri" ucapku sambil memajukan bibirku dan mengembungkan kedua pipiku
Tou-san hanya tersenyum kemudian melakukan kebiasaannya yang tidak aku sukai yaitu mengacak-acak surai pirangku
" memangnya ada masalah apa sampai Tou-san harus menjaganya?" tanyaku mulai penasaran dengan apa yang terjadi pada pangeran itu
" Pamannya berusaha membunuhnya untuk merebut tahta kerajaan. Bahkan 17 tahun yang lalu Pamannya telah membunuh Ayahnya yaitu sang Raja dan juga mencoba membunuh Kakak laki-laki Pangeran Sasuke, tapi agen kami berhasil menyelamatkannya terlebih dahulu dan menyembunyikannya di tempat yang jauh dan tidak ada satupun keluarganya yang mengetahui bahwa dia masih hidup" jelas Tou-san padaku
Wow. Aku kira kehidupan seorang Pangeran itu selalu hidup dalam kebagahagiaan dan kemewahan, aku kira perebutan tahta itu hanya ada di cerita-cerita dongeng saja. Tapi ternyata hal seperti ini sungguh terjadi. Kalau begitu kasihan sekali pangeran itu
" Pangeran Sasuke telah melewati banyak hal yang tidak terduga Naru. Karna itulah apa kau bisa membantu Tou-san Naru?" Tanya Tousan sambil tersenyum lembut kearahku
"hhmm baiklah Tou-san" jawabku
Ding dong ding dong
Suara bel rumah kami berbunyi
"ah itu pasti makan malam kita" ucap Tou-san meninggalkan dapur
Tiba-tiba dari arah kamar mandi datang sang Pangeran yang Tou-san ceritakan tadi. Dia baru saja selesai mandi dan rambutnya basah. Woowww dengan rambut yang basah dan wajah yang tampan dia terlihat sangat seksi sekali. Tunggu? Apa yang sedang aku pikirkan sih?. Aku menggelengkan kepalaku untuk menhilangkan pikiran-pikiran aneh yang ada dalam otakku ini? Kenapa juga aku harus mengagumi ketampanannya. Ya dia memang tampan sangat tampan malah dan dia adalah seorang pangeran. Tapi aku juga tidak kalah darinya kok. Aku juga tampan dan aku adalah kapten club sepak bola BHS (Beika High School) yang sangat keren. Ya aku tidak kalah keren darinya hahaha
" hai, jadi namamu Sasuke? Aku anak tunggal dari agent yang saat ini menjagamu Namikaze Naruto. Teman-teman dekatku selalu memanggilku Naru. Kau juga bisa memanggilku begitu jika kau mau. Yoroshiku" ucapku memperkenalkan diriku dengan senyum lima jariku. Tanganku terjulur kearah depan untuk bersalaman dengannya.
Tapi yang dilakukan oleh Pangeran ini hanyalah menatap tanganku kemudian menatap wajahku dengan wajah dinginnya.
"hm " ucapnya datar. Bahkan ia tidak menerima uluran tanganku dan berbalik dari arahku
Twich. Sepertinya perempatan siku-siku muncul di keningku. Apa-apaan Pangeran Teme ini? Dia ini sungguh sungguh Pangeran angkuh yang berhati dingin. Aku menyesal telah merasa kasihan padanya sebelumnya. Dan lagi sejak tadi pertama bertemu denganku yang dikatakan oleh orang ini hanyalah kata 'hm'. Apakah di kamus hidupnya tidak ada kata lain selain hm apa?.
Aku mengepalkan tanganku dan menariknya kembali
"oh Sasuke kau sudah selesai? Kalau begitu duduklah ayo kita makan malam" suara Tou-san yang datang kembali ke dapur dengan membawa makan malam kami
Pangeran Teme itu berbalik ke arah Tou-san dan menuruti perkataan Tou-san untuk duduk di meja makan. Akupun kembali duduk di kursi ku dan membuka pizza deluxe cheseeku
"maaf ya untuk makan malam pertamamu di rumah kami kau hanya aku beri pizza. Aku terlalu lelah untuk memasak dan lagi bahan makanan di kulkas tidak terlalu banyak. Aku memesankanmu Brazilian pizza. Aku harap kau akan menyukainya. Aku bahkan memesan agar topping tomatnya lebih banyak. Ku dengar kau sangat menyukai tomat." Ujar Tou-san membukakan kotak pizza milik Pangeran Teme itu dan menghidangkannya dalam piring
"Tou-san aku rasa percuma kau bicara padanya. Aku rasa dia tidak mengerti bahasa jepang sama sekali" ujarku sambil melirik ke arah Pangeran Teme itu
"hah? Apa yang kau bicarakan Naruto? Sasuke itu bisa menguasai 6 bahasa. Mulai dari Inggris, Jepang, China, Belanda, Perancis dan bahkan Jerman" jelas Tou-san sambil duduk dikursi miliknya
"eh? Tapi saat aku bicara dengannya tadi dia hanya diam dan menjawab dengan ' hm' saja" ucapku
Tou-san yang mendengar hal itu kemudian menatap Pangeran Teme dengan tatapan intensnya. menuntut sebuah jawaban
Merasa di pandangi terus menerus Pangeran Teme itu kemudian menatap kearah Tou-san juga ke arahku
"aku tidak menjawab karna memang tidak ada yang perlu di jawab" ucapnya dengan suara dingin
Kami-samaaa. Pangeran ini sunguh pangeran Teme
"hahaha" Tou-san tertawa dengan canggungnya sambil menggaruk kepala belakangnya "sudahlah sekarang ayo kita makan"
"itadakimasu" ucapku dan Tou-san bersamaan dan kami memulai acara makan kami kecuali satu orang yaitu pangeran Teme
" Mianto-san sepertinya kau lupa garpu dan pisau makanku" ujarnya tiba-tiba
Aku dan Tou-san saling berpandangan kemudian memandang ke arah Pangeran Teme itu. garpu dan pisau makan? Memangnnya untuk apa? Apa dia akan memakan pizza seperti memakan steak?
" apa kau sudah pernah memakan pizza sebelumnya Sasuke?" Tanya Tou-san
"tentu, aku pernah beberapa kali makan pizza di istana dan pelayan selalu menyertakan garpu dan pisau makan. Jika tidak bagaimana aku bisa memakannya?" jawab Pangeran Teme
"hahaha, sebenarnya untuk memakan pizza kau tidak harus menggunakan garpu dan pisau makan, kau bisa langsung memakannya dengan tanganmu. Tapi baiklah akan aku ambilkan " kemudian Tou-san pergi mengambil garpu dan pisau makan dan memberikannya pada Pangeran Teme
Aku menghentikan acara makanku dan memperhatikan pangeran teme. dan ternyata benar dugaanku dia sungguh memakan pizza seperti memakan steak. Aku hanya menatapnya dengan pandangan horror sedangkan Tou-san tidak peduli dengan cara makan Pangeran Teme yang aneh ini. Aargghhh KAMI-SAMAA aku rasa aku tidak akan betah untuk tinggal bersama pangeran teme ini untuk beberapa bulan kedepan
"oh ya Naru, Tou-san lupa memberitahumu sesuatu" ujar Tou-san
"hm?" aku menatap kearah Tou-san"
"mulai besok Sasuke akan sekolah bersamamu di BHS. Bantu dia kau mengerti?"
"APA?"
Tbc…
A/N
Hai saku kembali. Adakah yang bersedia membaca cerita gaje Saku? Youkatta kalau ada yang mau baca ^^
Eerrr kalian pasti bertanya-tanya tentang rambut Sasu ya? Disini rambut Saku sebelum di potong itu sama kaya rambut Sasu pas di serial Boruto gituh, terus pas udah di potongnya jadi rambut Sasu yang biasa deh. Hehe gomenne kalo gaje.
Kalo gitu…..
Review please ^^
