Title : Fallin' in love with my wife.
Author : Lee Eun San
Main Cast : Tan donghae x Kim hyukjae ( mian author ganti marga mereka karena tuntutan cerita) cast yang lain akan muncul seiring jalannya cerita
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Genderswitch for uke
Chapter two…..
Hyukjae POV
Aku sudah terlambat matilah aku. Ini sudah kedua kalinya aku terlambat datang ke kelas profesor Kwon. Aagrrrrgghhh.. gara-gara artis sialan itu aku jadi bangun terlamabat! Pasti kalian heran kenapa akau bisa menyalahkan dia atas keterlambatanku bukan. Begini ceritanya:
Flashback on hyukjae dream
Aku berjalan menyusuri pelataran gereja menuju sebuah altar yang di dekorasi dengan nuansa domina putih yang indah. Aku lihat lengan kekar appaku mengamit lengan kiriku. menuntunku melangkah dan menjaga keseimbanganku agar tidak jatuh tersungkur mengingat sekarang aku mengenakan sebuah gaun pengantin putih yang sedikit bervolume dibagian bawahnya. Gaun tanpa lengan dengan belahan dada sedikit rendah menampakkan bahu putih mulusku yang terawat. Sepertinya aku akan menikah tapi kenapa Aku lebih tampak seperti orang linglung sekarang. Bukankah seharusnya menjadi pengantin adalah hal yang menyenagkan,eoh? Lalu kenapa aku bingung?
Jawabanya mudah. Seingatku, setelah beranjak dari ruang televisi aku segera menghambur ke kasurku yang empuk tapi sekarang aku terbangun dengan suasana seperti ini?.
"relaxlah chagi, kau hanya kan menikah bukan menjalanai hukuman pancung" kekeh appaku berusaha menghiburku
"appa, aku…" lidahku seakan kelu tak mampu lagi berkata-kata karena otakku masih sibuk mencerna semua kejadian yang sedang terjadi.
"sudahlah chagi, dia pria yang baik aku percaya itu. Aku sudah merelakanmu untuk namja itu. Hiduplah dengan bahagia denganya, ne?" pesanya sambil terus tersenyum lebar membuat mata sipitnya menghilang menyisakan segaris hitam bak bulan sabit di malam gelap..
Aku hanya bisa menganguk dan melanjutkan langkahku menuju altar diamana seorang pemuda gagah dengan stelan tuxedo senada dengan gaunku sedang meungguku didepan pastur.
Semakin lama aku makin mempersempit jarak denganya hanya tinggal beberapa langkah lagi aku sampai. aku sendiri juga harap-harap cemas siapakah sebenarnya yang disebut appa sebagai namja baik calon suamiku ini? Apa dia tampan? Oohh, sudahlah kim hyukjae…
Aku kembali melanjutkan langkahku. Akhirnya sampai juga aku didepan sebuah altar yang berhiaskan rangkaian bunga indah di depan pastur berdiri.
"kuserahkan, putriku padamu. Buatlah dia bahagia" kata appaku kemudian melepaskan tautan lengan kiriku dan menyerahkannya pada pemuda yang sosoknyapun masih nampak sangat asing untukku.
Setelah mendengar perkataan appaku, pemuda itu segera berbalik dan menatapku lembut. Aku masih sulit percaya akan sosok tampan yang ada di depan mataku sekarang. Harus ku akui dia memang tampan hari ini dengan setelan tuxedo, dasi kupu-kupu dan sebuah bunga mawar kecil yang bertengger di dada kirinya menambah kesan manis di wajahnya yang terukir sempurna. Namja yang itu adalah namja yang sama. Namja yang sudah berhasil menghancurkan hariku baik di alam nyata dan kini di alam mimpi,,,,,
"NEO?!"
Fashback off.
"aarrgghh…." Aku mengacak rambutku sebal. Aku masih merutuku diriku yang dengan begitu bodoh dan tiba-tibanya memimpikan namja sialan itu.
"Bisa-bisanya dia juga muncul dalam mimpiku! Astaga, namja macam apa dia" gumamku sambil terus berusaha berlari untuk mencapai kelasku yang terletak paling ujung gedung ini. Selama masa pelarianku aku masih terus bergumam tak jelas. Tak ku hiraukan pandanagn aneh mereka yang menatapku heran.
"dasar gila" mungkin itulah yang sedang mereka fikirkan. Tapi apa peduliku pada mereka, sekarang aku hanya ingin terus berlari dan berharap kwon songsaenim belum sampai di kelas.
Dan untung saja kali ini tuhan mendengarkan doaku. Memang benar kata orang doa yang dipanjatkan dengan niat yang sunguh akan dikabulkan tuhan
"haaahh,, hhaahh,,,,hhahh,,,, hhhoohh,, ggoodhh…. Uunnttuunnghhh sajaaahh…" kataku tersengal.
Seorang yeoja imut berbaju pink menatap tajam padaku. Dia tampak mendecih pelan saat menatapku yang penuh peluh dan rambut acak-acakan.
"YAK! KIM HYUKJAE…..! KAU DARIMANA SAJA,EOH!" semburnya membuat tatapan seisi kelas tertuju padaku.
Salah kalu kalian fikir yeoja imut tadi adalah yeoja lemah lembut dan bertutur kata sopan layaknya yeoja pada umumnya. Yeoja manis bernama lengkap Lee Sungmin ini adalah sahabatku sejak SMA. Memang tampangnya imut tapi jangan remehkan dia, dia adalah master dalam bidang martial art. Dia handal dalam berbagai macam ilmu beladiri kung fu? Bisa. Taekwondo? Kecil. Karate? Mampu…dan entah apa lagi namanya aku tidak tahu pokoknya yang jelas dibalik wajahnya yang imut tersembunyi sebuah kekuatan besar. Hhiihh… aku kadang sedikit negeri juga kalau harus sampai berurusan dengannya.
"kenapa kau harus teriak-teriak sih Minnie? Yang penting kan aku sudah disini, berlebihan sekali reaksimu" jawabku asal
"NEO… YAISH…! aku ini khawatir padamu tahu, dan coba sekarang kau lihat sendiri tampangmu , kau sudah seperti korban angin puting beliung." Jawabnya kesal
"ciisshh,,, kau selalu saja barlebihan Minnie-ya. Aku kan Cuma terlambat datang bukannya mati? Begitu saja kau panik" dengusku kesal
Kataku lalu berjalan kerahnya kemudian duduk di bangku tepat dibelakangnya. Aku malas menatap wajahnya.
Dia menengok kebelakang dan menatapku "Ya,…hyukkie apa sudah kau selesaikan tugas dari kwon songsaenim,eoh?" katanya dengan suara melembut.
Bagai tersambar petir, wajahku menegang tiba-tiba."
"otthoke, Minnie-ya? Aku lupa" jawabku panic.
"hhhahh,, sudah kuduga kau akan melupakannya. Aku heran apasih yang ada dalam otakmu itu sebenarnya? Ini… sudah aku buatkan untukmu." Jawabnya enteng lalu menyerahkan selembar kertas berisi jawaban padaku.
Aku hanya bisa nyengir kuda menatapnya.
" oh my god you are really my lovely angel, Minnie-ya.! Kau selalu ada saat aku dalam kesulitan" kataku berbinar.
"hhahh,, sekarang kau yang berlebihan kim hyukjae!" katanya mengejek.
"hhahahahhaaaa,,, kau ini…! Kau memang yang terbaik Minnie-ya!" seruku heboh
"ya,ya,ya,,, sudahlah lee sungmin memang hebat" koarnya sambil mengibaskan tanganya keudara dan kembali membalikan badanya kearah yang semestinya.
Aku hanya bisa mendecih pelan menaggapi koarannya yang terdengar menyombongkan dirinya. Tapi aku kemudian tersenyum lebar. Dia memang yang terbaik selalu seperti itu. Sejak awal kami berteman dia selalu ada disaat-saat sulitku seperti sekarang contohnya. Minnie begitu ia biasa dipanggil adalah murid terpandai di kelasku. Dia adalah pemegang juara umum sejak kelas satu berturut-turut makanya sekedar membuatkan PR atau mengerjakan tugasku bukan perkara sulit baginya. Bukanya aku memanfaatkanya, tapi terkadang otakku ini sering lupa kalu harus mengingat pelajaran mana yang ada PRnya. Hhahhaahhhaa dan untung Minnie selalu ada.
"terimakasih minnie-ya" batinku tulus suatu saat pasti akan kubalas semuanya.
Tak berselang lama kwon soengsaenim datang dan kami mulai belajar.
Hyukjae POV end.
Author POV
tiga hari sudah berlalu sejak perjanjian yang donghae buat dengan ibunya tapi tak sedikitpun ada kemajuan dalam usahanya untuk menghilangkan semua berita mengenai dirinya dari headline majalah. Malah kian lama para pengejar berita itu makin memperkeruh keadaan dengan terus gencar memberitakan skandalnya. Terlebih lagi setelah adegan ciuman yang ia lakukan dengan park gyuri dalam dramanya. Sebenarnya donghae enggan untuk melakuannya namun dia harus tetap bertindak professional bukan? Yah sebagai seorang actor dia harus melakukan semua adegan yang terdapat dalam naskah dengan baik dan penuh penjiwaan. Begitupun juga dengan kissing scene yang ada. Meskipu ini bukan pertama kalinya ia beradegan ciuman dengan lawan mainnya, tapi ini beda masalahnya, yeoja ini sedang digosipkan menjalin hubungan special dengan dirinya dan dia yakin betul setelah episode ini mengudara, berita kedekatan mereka akan makin berhembus kencang di media.
Benar saja, setelah adegannya berciuman mesra dengan Park Gyuri beredar banyak tanggapan mengenai chemistry diantara mereka. Banyak yang berasumsi bahwa chemistry yang terjalin antara donghae dengan gyuri timbul karena adanya hubungan special diantara mereka. Sontak saja kerumunan wartawan itu makin menggila mengikiuti dan mengamati segala tindak-tanduknya.
Donghae yang merasa jengah terus diikuti akhirnya lebih memilih menyingkir sementara sambil memikirkan langkah apa yang kan dia lakukan mengingat bantahan yang selalu saja diucapkan oleh managernya seakan hanya jadi angin lalu tanpa mampu untuk meyurutkan minat mereka mengulik kisah antara donghae dan gyuri. Lelah dan jenuh itulah yang kini dirasakanya.
"ya tuhan…. Apa yang harus kulakukan? Aku tak mau terus seperti ini. Sekarang ini aku merasa sudah jadi seperti seorang buronan saja. Kemana-mana harus selalu menyamar.. hhahhh.. aku benar-benar sudah lelah" katanya putus asa.
Denga langkah lesu dia berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Di putarnya kenop pintu itu kemudian memasuki kamar yang sudah gelap gulita karena memang sekarang jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. Dia terus berjalan sampai akhirnya kakinya menyentuh ujung ranjang king sizenya. Dia merosot duduk tertunduk menghadap lantai.
"hhhahhh,, andai kau masih disini,, aku pasti tak akan semenderita ini… hhahhh…." Desahnya pelan. Kemudian kembali melamun menghabiskan sisa malam ini dengan meratapi nasibnya.
Mungkin karena kelelahan memikirkan semua yang terjadi, donghae akhirnya tertidur masih dalam posisinya sekarang. Duduk dilantai dengan kepala bersandar pada ujung ranjangnya.
Sang mentari kembali menyapa, membawa seberkas sinar hangat yang menyapa jutaan manusia yang ada dibawahnya. Sedikit demi sedikit membangunkan mereka untuk segera terbangun dan memulai harinya. Sesosok yeoja cantik tampak terusik dengan sinarnya, memaksanya untuk terbangun dan terjaga dari mimpinya.
"eeuuuunnghhhhh,,,, sudah pagi rupanya… " katanya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiaasakan matanya dengan sinar mentari yang terang. Setelah retinanya berhasil beradaptasi, ditengoknya jam kecil berbentuk monyet lucu di sebelah kanannya. Jarum jam sudah menunjuk pada angka delapan. Waalupun masih malas ia segera bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama suara deburan air yang beradu dengan lantai keras dibawahnya terdengar menandakan dia tengah mandi sekarang. Setelah lima belas menit menjalankan ritual mandinya dia keluar dengan wajah yang jauh lebih segar. Dia segera berlalu menuju lemarinya dan memilih-milih baju mana yang akan ia kenakan. Akhirnya setelah berfikir cukup lama pilihanya jatuh pada sebuah blouse berbahan foyer berwarna putih tulang dan sebuah short pants coklat tua. Setelah berpakaian langkahnya dilanjutkan kedepan sebuah meja rias yang terletak di samping ranjangnya. Mengingat cuaca korea yang sedang sangat panas dia membubuhkan banyak sun block ke kulit putihnya. Setelah berdandan rapi, dia segera menyambar tas jinjingnya, memakai sepatu dengan sedikit heels di bawahnya dan bergegas menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja kemudian keluar kamar. Setelah yakin tidak ada yang tertinggal dia segera mengunci pintu apartementnya dan bergegas berjalan kearah lift. Dia masuk dan menekan tombol basement.
Trring…
Terdengr bunyi khas yang menandakan dia sudah sampai pada tujuanya. Segera saja dia melangkahkan kaki jenjangnya untuk mencari mobil kesayangannya. Tak berapa lama mobil putih mulus itu berhasil dia temukan. Langsung saja dia menaiki dan melesat pergi ke menuju tujuanya MOKPO.
Hari ini rencananya hyukjae akan ke mokpo mengunjungi kakek dan neneknya mumpung sekarang sedang akhir pekan dan dia juga sedang longgar maka tak ada salahnya dia mengunjungi mereka. Dia sudah sangat rindu pada sosok hangat neneknya dan kekonyolan kakeknya. Membayangkanya saja sudah membuatnya gembira.
Other side.
Donghae terbangun dengan sekujur tubuh yang terasa pegal. Bagaiman tidak dia semalaman tidur dilantai tanpa alas yang memadai.
"aiigoooo,, badanku rasanya remuk semua…" keluhnya lalu berdiri dan beralih keatas ranjang dan kembali merebahkan tubuhnya.
Ditatapnya langit-langit kamarnya yang berwarna biru langit terang. Damai, itulah perasaan yang dia tangkap saat memandangi birunya.
"aaahh,, pasti senang rasanya bisa merasakan suasana nyaman dan tenang seperti sekarang.. tapi dimana ya? tempat dengan udara segar, langit biru dan suasana yang tenang dan nyaman?" pikirnya.
Tiba-tiba sebuah tempat terlintas dalam otaknya. Tempat yang nyaman tanang dan indah
"aha,, aku tahu dimana tempatnya!" serunya senang.
Setelah berhasil memikirkan tempat idamanya, donghae segera bersiap. Dia segera melesat kekamar mandi. Didendangkanya sebuah lagu mengiringi acara mandinya pagi ini. Sungguh memikirkannya saja sudah membuatnya senang. Tak lama kemudian dia selesai dengan acara mandi paginya kemudian bergegeas menuju lemari pakainya dan memilih sebuah celana pendek selutut berbahan kain berwarna coklat muda, sebuah kaos tanpa lengan dan sebuah kemeja longar bercorak kotak-kotak berwarna lupa sebuah kaca mata hitam turut pula menyemarakkan penampilanya. Dia ingin sedikit tampil santai hari ini dan mengesampingkan statusnya sebagai public figure. Merasa cukup puas dengan tampilanya dia segera turun dari kamarnya berjaaln riang menuju garasi rumahnya. Menyambar asal sebuah kunci yang tergantung di sebuah kotak di samping pintu garasi sebelah dalam.
Ppipp..ppipp…
Bunyi itu muncul dari sebuah sedan lamborgini kuning di tengah ruangan.
"my yellow baby let's go!" katanya riang lalu sedikit mengoyangkan badannya indah.
Kedua anak mausia itu terlihat gembira sepanjang jalan. Tak hentinya senyuman manis tersunging di wajah menawan keduanya. Setelah berkendara cukup lama keduanya tiba di tempat tujuanya masing-masing.
"hhuuwaahhhh,,,,,, sampai!" kata mereka berbarengan disaat yang bersamaan.
"Paannnttaaaiiiii…. Teriak donghae senang setelah melihat hamparan pasir putih dan lauatan yang biru membentang luas di depan matanya. Setelah memarkirkan mobilnya ke sebuah rumah mewah yang berhalaman pantai luas donghae segera berlari kearah pantai. Dia bermain air dengan riang seperti seorang anak kacil.
Other side….
"harabojiiiiiii,,,,, halemoniiiiii…. Hyukkie datang…" serunya dua orang berumur tergopoh-gopoh keluar rumahnya untuk menyambutnya
"aaahh,,, nae hyukkie datang,, " seru moninya senang
"dasar anak nakal, kenapa kau berteriak keras sekali,eoh? Ternyata suaramu besar juga padahal tubuhmu kecil begitu. Kekeh beojinya.
"hheheheh… nan jeongmal pogoshipo…." Rengeknya kemudian berlari menghambur dalam pelukan keduanya.
"aiggooo…sikap manjamu tidak hilang rupanya,, kajja kita masuk kebetulan tadi halemoni memasakan masakana kesukaanmu" katanya
"jinjja?" katanya terkejut
'euhum,, entahlah tiba-tiba saja aku ingin masak itu. Mungkin inilah yang disebut ikatan batin, hhahhahhah…" yeoja tua itu tertawa renyah
"mungkin" jawab hyukkie senang
Kemudian mereka bertiga masuk kesebuah rumah kecil nan nyaman namun masih tak meninggalkan kesan mewah. Rumah pantai dengan halaman yang cukup luas untuk ukuran dua orang lansia yang tinggal di dalamnya.
Ketiganya langsung menuju ruang makan yang diatansnya sudah tersedia berbagai makana. Banyak sekali makana yang tersaji yang mengundang air liur hyukkie menetes keluar. Mulai dari lobster, sup ayam gingseng, daging panggang dan masih banyak lagi segera saja disambarnya makanan itu bak elang kelaparan.
"makannya pelan-pelan chagi,, nanti kau tersedak" nasehat moninya.
"habis aku sudah lama tidak makan makanan enak sih. Sejak appa dan omma pindah ke jepang, aku kan jadi jarang makan makanan seperti ini monie,, hanya waktu mereka datang mengunjungiku saja kau bisa kembali merasakan semua ini." Curhatnya
"salah sendiri anak nakal, kau kan yang tidak mau diajak pindah. Lagi pula kalau kau Cuma ingin merasakan makan-makan ini kenapa tak memilih tinggal dengan kami saja disini" semburnya
"iisshhh,, aku kan mau belajar mandiri, jadi harus tinggal sendiri dong, bagaimana sih" katanya bersungut sambil memanyunkan bibirnya lucu
"iisss,,, neo…" kata beojinya kesal
"sudahlah hentikan, kalian ini seperti anak kecil saja. Meributkan hal yang tidak penting. Sudah hyukkie chagi jangan dengarkan ocehan harabojiemu makan saja yang banyak,ne" serunya menghentikan pertengkaran tak bermutu kedua orang yang paling berharga dalm hidupnya ini.
Hyukkie memeletkan lidahnya kearah kakeknya karena merasa diatas angin setelah mendengar pembelaan dari neneknya.
"oowwhh,,oowwhh lihatlah kelakuan monyek kecil ini. Kau merasa menang,eoh?" katanya
"memang, monie kan lebih sayang pada hyukkie daripada sama beojie. Wwekkk" ejeknya lagi.
"hhahh,, dasar…! Monyet kecil" seru kakeknya kemudian mereka tertawa bersama.
Suasana seperti inilah yang selalu hyukkie rindukan. Suasana hangat saat makan baik itu sarapan, makan siang ataupu makan malam. Sama seperti beberapa tahun yang lalu saat kedua orang tuanya masih tinggal di korea. Mereka tak pernah sekalipun absen untuk sarapan pagi bersama karena ibunya selalu menekankan untuk sebisa mungkin sarapan dirumah kalau mereka sedang berada dirumah. Katanya suasana sarapan akan makin mengakrabkan mereka. Sarapan kelurga kecil yang hangat ayah, ibu dia dan adik kecilnya selalu melewatkan sarapan dengan suasana penuh canda tawa. Tapi, setelah keputusan appanya untuk pindah ke jepang guna memperluas jaringan bisnisnya membuat suasana hangat itu seakan Cuma bisa jadi kenangan. hyukkie tidak menyalahkan keputusan appanya karena ia tahu benar appanya adalah sosok seorang appa yang penuh tanggung jawab dan perhatian pada keluarga. Justru hyukkie lah yang menolak untuk mereka ajak ke jepang dengan alasan ingin belajar hidup mandiri tanpa keduanya. Jadilah hanya adik kecilnya kim taemin yang mengikuti kedua orang tuanya pindah kejepang.
"hhahh,,, kenyang….." serunya puas sambil menepuk pelan perutnya.
"aaishh.. bagaimana tidak kenyang kau makan seperti orang yang belum makan tiga hari" celetuk kakeknya jahil
"biar saja, akau kan lapar" jawabnya enteng.
Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga sambil masih terus melemparkan lelucon dan candaan.
Other side
Donghae masih terus melanjutkan misinya untuk bermain di hamparan pasir pantai yang lembut. Dia menumpuk pasir pantai sampi tinggi dan berencana akan membuat sebuah istana pasir yang indah. Dia tak perduli tinggahnya sekarang terlihat seperti seorang anak autis yang menemukan mainan baru. Mumpung suasana pantai di belakang rumahnya sepi dia bisa bermain sampai puas begitu batinya. Tak terasa matahari yang awalnya bertengger di puncak langit kini sudah mulai turun dari singasananya dan mulai pulang ke ufuk barat peraduannya. Donghae yang takjub melihat indahnya bias sinar matahari yang berubah warna dari kuning jadi jingga kemerahan kemudian tersenyum lebar sambil terus menatapnya penuh suka cita.
"indahnya….." gumamnya pelan kemudian duduk menekuk lututnya diatas hamparan pasir di samping castil pasirnya yang sudah hampir jadi seluruhnya. Cukup lama dia berdiam menikmati saat-saat pulangnya sang mentari sampai akhirnya dia melihat sang bulan menyembul indah dibalik awan memulai tugasnya menggantikan sang mentari untuk menyinari bumi yang sejenak gelap sepeninggal dirinya. Puas bermain seharian. Akhirnya donghae memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari tempatnya sekarang.
Setelah mencapai rumahnya dia segera menghambur ke sofa empuk yang bertengger di ruang tamunya. Baru sejenak meluruskan kakinya ia dikejutkan dengan sebuah suara
"tuan muda, kenapa anda baru pulang, seharusnya setelah datang tadi anda beristirahat terlebih dahulu" katanya sopan
"astaga.. kau mengagetkanku saja, pak Han. Ku kira siapa. Hhahhhaa,,," tawanya cangung
"maaf kalau saya mengagetkan tuan muda. O iya tumben sekali anda datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, kalau tuan muda mengabari maka saya akan bisa menyambut kedatangan tuan muda dengan lebih layak" sesalnya
"sudahlah,, aku hanya ingin bermain sebentar, aku bosan di seoul. Aku akan keatas tolong kau siapkan makan malam untukku ne, perutku lapar,." Katanya sambil nyengir kuda.
"baiklah, tuan muda. Makanan anda sebentar lagi siap. Sebaiknya anda mandi terlebih dahulu agar merasa lebih segar." Sarannya sopan
"ok!" jawabnya singkat lalu melangkah kekamarnya
Skip time setelah makan malam.
"hhuuaahh,, kenyangnya…." Gumam donghae puas.
"ada lagi yang anda butuhkan,tuan muda?" kata pak Han sopan
"aniyo, aku lelah seharian bermain dipantai. Tulang-tulangku rasanya mau copot semua. Aku akan pergi tidur setelah ini jadi kau juga bisa istirahat." Jawab donghae sopan
"oohh,, ne, baiklah tuan muda saya mengerti. Silahkan anda ber istirahat" tuturnya sopan lalu bernjak meninggalkan donghae yang masih setia duduk di kursi meja makannya.
"hhooaaammmhh… aku ngantuk….. tidur aahh…" katanya setengah terpejam lalu melangkah pelan meninggalkan meja makan dan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar segera saja dia merebahkan tubuh lelahnya dan tertidur beberapa saat kemudian.
.
.
.
Udara pagi yang segar khas kota pinggiran menyapa hyukkie pagi ini. Semalam ia tidur sampai larut Karena keasikan bercanda melepas rindu dengan kakek neneknya. Niat awalnya yang tidak akan menginap harus pupus karena desakan kedua orang tua itu dan akhirnya dia bermalam juga disisini. Pagi ini dia berencana pulang kembali ke seoul karena ada beberapa tugas kuliah yang belum selesai dia kerjakan, Minnie sudah mengingatkanya berulang kali untuk menyelesaikan tugasnya sampi akhir minggu ini karena Minnie untuk sementara tak ada niat untuk membuatkanya tugas lagi.
"ini kulakukan agar otakmu itu bisa sedikit terbisa mengingat hal-hal penting hyukkie. Jangan hanya bermain saja yang ada di otakmu" kata-kata itu terus terngiang di telinganya
"hhuufftt,,Minnie menyebalkan!" runtuknya saat mengingat ekspresi mukanya sewaktu berceramah padanya beberapa waktu yang lalu.
Setelah mandi dan berpakain rapi dia berpamitan dengan kedua orang itu.
"hyukkie pulang, ne. nanti kalau hyukkie ada waktu sengang lagi hyukkie janji akan mengunjungi kalian" katanya riang
"hati,hati dijalan ya hyukkie, sebenarnya monie masih rindu padamu tapi baiklah yang penting jangan lupa datang lagi kemari,ne?" pesannya
"eungh.. tentu saja monie" katanya lalu memeluk erat wanita renta yang masih tampak sehat di usianya yang sudah tak muda lagi ini
"kau harus jaga pola makanmu. Lihat tubuhmu sudah kurus kering begitu. Makanlah yang banyak" kata kakeknya
"ne, akau tahu. Akau bukan kurus kering harabeoji. Ini namanya langsing, hhuufftt" dengusnya pelan lalu memeluknya erat.
Selepas acara berpamitan dengan keduanya. Hyukkie segera tancap gas bergegas kembali ke seoul. Dalam perjalanannya hyukkie menghidupkan music keras-keras di dalam mobilnya agar tidak merasa bosan. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Otomatis konsentrasinya sedikit teralih untuk mencari ponselnya
"ahh,, mana sih" gumamnya kesal.
Ternyata ponselnya ada di dalam tas di samping kemudinya. Saat akan mengambilnya tiba-tiba ponsel itu terlepas dari gengamanya. Ponsel itu jatuh masuk kebawah dashbor mobilnya.
"yaiishh,,, ponsel sialan kenapa juga kau jatuh!." Runtuknya kemudian meunduk berusaha mengambil ponselnya sambil terus barusaha berkonsentrasi dengan jalanan mokpo yang sepi.
Setelah menemukannya hyukkie segera meraihnya dan bergegas mengalihkan pandanganya kembali kejalan. Tapi alangkah terkejutnya ia melihat seorang pemuda yang tiba-tiba melintas di depan mobilnya. Dia sendiri tak tahu dari mana munculnya pemuda itu. Diinjaknya pedal rem sedalam yang iya mampu berusaha menghentikan laju mobilnya yang berjalan cukup cepat tapi
Bbrraaakkk…
Tabrakan itu tak bisa di hentikan. Tubuh lelaki itu sedikit terpental beberapa meter. Dia tergeletak didepan mobilnya, hyukkie yang masih shock hanya bisa terdiam membisu di dalam mobilnya dengan bibir dan tangan yang gemetar. Baru bebarapa detik kemudian kesadaranya kembali pulih dan dia bergegas keluar mobil dan melihat keadaan orang yang baru saja ia tabrak
"mi,,,mmiiiiaannn ….hae, nan jeooong….. maaaall mianhae,,,, gweennnenchaaanayo?" Tanya hyukkie takut-takut
Terdengar rintihan lirih dari sosok pemuda yang ia tabrak tadi. Pemuda dengan surai kecoklatan dengan sebuah earphone yang bertengger di telinganya.
"APA BEGINI MASIH BISA DIBILANG BAIK-BAIK SAJA,EOH?" semburnya kasar tanpa memalingkan wajahnya menatap hyukkie.
" neomu,neomu mianhae,, tuan saya benar-benar tidak sengaja. Mari saya bantu anda" kata hyukkiu se sopan mungkin
"iisshh,, kaki dan tanganku rasanya remuk. Kau harus bertangung jawab atas semua ini, kau tahu." Katanya lalu berbalik dan menatap sang penabrak.
"omona… TAN DONGHAE?" teriak hyukkie seketika saat mata bulatnya melihat siapa yang telah ia tabrak.
…..TBC…..
Chap two clear! Tinggal lanjutin yang lain,, tetak kasih repiu ne, soalnya repiu kalainlah penyemangat saia,,, akhir kata..
Saranghae,, gamsahae,,,
Sign lee eun san
(EunhyukLegalWife)
