Halo Choco kembali.. maaf kemaren kalau FF ya ga sempet di kasih TBC/END soalnya terlalu grogi gara2 ini FF pertama yang Choco post, makasih buat reviewnya, kkk~ ^^
Choco ikutan seneng kalau pada suka sama karakternya Jongin di sini. Choco juga gemes sendiri bayangin Jongin yang masih childish gitu, makasih juga buat kritik dan sarannya. Maaf kalau Choco lama updatenya, lagi bingung banget mau ngelanjut ceritanya kayak gimana :'v
Okay, kayaknya langsung aja deh. Selamat membaca readers-nim ^^
Pagi ini Jongin bangun tidur dengan keadaan suasana hati yang buruk, ini hari minggu dan Jongin masih merasa kesal. Ia masih terbayang-bayang usul kakaknya kemarin yang menyarankan bocah mesum itu menginap rumahnya. Seketika pikirannya pun melayang menuju insiden kemarin, mata Jongin yang tadi sayu dan mengantuk seketika terbuka lebar. Manik mata kecoklatan itu pun membulat frustasi lagi. "Andwaego!" seru Jongin frustasi kemudian menjambaki rambutnya sendiri membuat rambut brown itu makin tidak jelas bentuknya. "Dasar Kim Joonmyeon sialan, dasar si tua menyebalkan." Umpat Jongin kemudian sembari menendang-nendang selimutnya dan membuat ranjangnya yang sudah berantakan makin terlihat seperti baru saja terkena angin topan. Ingin sekali rasanya ia mencekik Joonmyeon lalu mengumpankan Joonmyeon untuk makanan buaya di kebun binatang Seoul Grand Park.
Drrtt! Drrttt! Drrrtt!
Kim Jongin mengalihkan tatapannya ke arah nakas meja dan mendapati ponselnya bergetar. Membuat ia menghentikan acara mari-mengumpat-Joonmyeon-hyung nya sementara.
"…Ibu dan kakakmu sudah berangkat tadi, cepat bangun! Makananmu ada di kulkas, dan jangan lupa perlakukan Sehun dengan baik…" gumam Jongin membaca pesan dari ibunya.
"Ck.. Bagaimana aku bisa memperlakukannya dengan baik. Dia seharusnya meminta maaf karena mata kurang ajarnya sudah mengintipku kemarin, aku akan menendang bocah itu sebelum ia sempat memencet bel rumahku.." oceh Jongin lagi kemudian melirik jam di dinding kamarnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi.
Ia lekas turun dari ranjang kamarnya lalu mengambil handuknya di lemari. Entah kenapa pagi ini tubuhnya terasa benar-benar gerah. Ia turun ke lantai dasar rumahnya dan mendengar suara TV menyala yang masih menayangkan kartun pagi hari.
Jongin lekas masuk ke kamar mandi rumahnya, tak lama setelah itu. Suara kucuran air shower pun terdengar di kamar mandi itu seiring dengan suara nyanyian Jongin yang terdengar sampai ke ruang keluarga dan dapur. Seketika kamar mandi itupun menjadi tempat konser pribadi Jongin, Kim Jongin tidak peduli jika nanti suaranya dapat membuat orang-orang yang mendengarnya harus tuli mendadak. Lagi pula di rumah ini kan tidak ada orang, pikir Jongin.
Setelah puas mandi (dan melakuka konser solo tentunya) Jongin langsung keluar dari kamar mandi sembari melilitkan handuk di pinggang rampingnya. Tubuh tan sexy Jongin masih polos dan di hiasi bintik-bintik air membuatnya makin terlihat menggairahkan. Aroma lembut dan manis dari tubuh Jongin pun menguar di udara.
"Ah segarnya!" seru Jongin senang, suasana hatinya sudah lebih baik kali ini. Ia pun langsung berjalan ke arah kamarnya dan mendengar suara TV yang kelihatannya kini tengah menayangakan acara musik. Jongin kembali bernyanyi-nyanyi dengan riang. Sembari menaiki tangga.
"Whoaa.. Aku sangat tampan.." ucap Jongin bangga sembari memandang wajahnya di pantulan kaca. Jongin terus memandangi wajahnya mebari mengelus-elus dagunya. "Astaga.. seharusnya ibu bangga memiliki anak setampan aku, dia malah memuji-muji bocah mesum itu kemarin.." gumam Jongin lagi dengan bibir yang mengerucut sebal.
Setelah puas dengan acara mari-memuji-ketampanan-wajahku-sendiri, Jongin lekas turun ke lantai dasar rumahnya.
Perut Jongin terasa benar-benar lapar, ia melangkahkan kakinya dengan riang menuju dapur dan mengobrak-abrik isi Kulkasnya dan menemukan makanan yang di masakkan ibunya tadi pagi. Dengan rakus ia memasukkan potongan ayam goreng itu ke dalam mulutnya sembari terus bergumam (menurut Jongin dia sedang bernyanyi dengan suara merdunya) dan bergoyang-goyang ala member girlband SISTAR.
Bokong Kim Jongin bergoyang kesana-kemari yang tanpa di sadari ada sesuatu yang memperhatikan Jongin atau lebih tepat bokongnya. Kim Jongin, Pekalah sedikit pada keadaan sekitarmu.
"Shake it.. Oh Shake it bamsae nawa uhukk.. uhukk.." dan benar saja sesaat kemudian ia tersendak makanannya sendiri. "Arghh! Uhukk.. dasar ayam.. uhukk.. sialan…" umpat Jongin saat makanan itu menyangkut di tenggorokannya.
Oh, Jongin salahkan sendiri dirimu yang terlalu hyperactive sayang. Dan setelah itu, dengan liar tangan Jongin pun berusaha mencari-cari botol air berada di Kulkas sembari memukul-mukul dadanya. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Jongin meneguk air itu dengan rakus seperti unta yang kehausan.
Sembari masih meneguk air itu, Jongin pun menarik tubuhnya keluar dari Kulkas dan menutup pintu Kulkas tersebut. Tanpa di sadari tubuh Jongin menabrak sesuatu yang berdiri di belakangnya, dada bidang seseorang.
Jongin yang masih belum menyadari sesuatu yang ada di belakang tubuhnya. Ia berbalik arah, sembari masih meneguk airnya dan tepat setelah itu mata sayu Jongin membulat.
"ARRGGHHH!" pekik Jongin kemudian mendapati seorang bocah tinggi berkulit putih berdiri di belakangnya. Botol plastik yang di pegang Jongin jatuh kelantai, membuat lantai menjadi basah. Bokong sexy Jongin pun ikut-ikutan mencium lantai dapur tersebut, dan bocah tinggi yang tak lain Oh Sehun hanya menatap Jongin dengan tatapan datarnya sembari menyeringai.
Kim Jongin sendiri kembali membulatkan matanya dan memasang wajah frustasinya ketika matanya bertemu dengan mata tajam Sehun. "Ya! Bocah mesum apa yang kau lakukan di rumahku?!" pekik Jongin kemudian. Sehun sendiri masih berdiri tegap sembari menatap Jongin datar.
"Tentu saja menjagamu Kim Jongin.." ucap Sehun santai, Jongin menatap kesal bocah di depannya ini. "Hei, Oh Sehun aku bukan bocah lagi kau tak perlu menjagaku. Dan satu lagi, bisakah kau memanggilku dengan sebutan hyung aku lebih tua 5 tahun darimu bocah." Seru Jongin kesal.
Sehun hanya menatap Jongin tak peduli, "Aku hanya menjalankan amanat." Sehun kemudian mengulurkan lengannya pada Jongin berniat membantu Jongin berdiri, Jongin meliriknya sekilas kemudian menepis tangan sehun.
"Aku bisa sendiri.." ketus Jongin sembari berusaha bangkit dari posisi duduknya, Jongin merintih pelan merasakan bokongnya yang cukup sakit. Baru saja hendak berdiri tiba-tiba Jongin terpeleset lagi karena lantai yang licin itu dan membuatnya kembali jatuh terduduk membuat Sehun yang melihat itu mati-matian menahan tawanya melihat tingkah pria di depannya yang mengaku 5 tahun lebih tua dari Sehun.
"Aku tak yakin kau 5 tahun lebih tua dariku, Jongin.." seru Sehun kemudian terkekeh, Jongin langsung mengarahkan death-glarenya pada Sehun dan sialnya itu tidak mempan. "Dasar bocah mesum, diamlah akhh…" Jongin memekik pelan dan cukup terkejut merasakan tubuhnya yang di angkat Sehun ala bridal style. "Tubuhmu benar-benar seperti perempuan.." komentar Sehun yang lagi-lagi menertawakan Jongin yang bersungut kesal.
"Oh, damn! Jauhkan tangan nistamu itu dariku, Oh-goddamn-Sehun!" seru Jongin yang tidak di indahkan (lagi) oleh Sehun. "Aku hanya kasihan pada bokong sexy mu Kim Jongin.." ucap Sehun yang langsung di hadiahi tatapan killer lagi dari Kim Jongin.
"Shut up your smutty mouth, kid!" pekik Jongin dengan pipi yang memerah sembari menendang-nendangkan kakinya di udara, membuat Sehun kembali mengulum senyum. "Sejak kapan kau ada di sini?" lanjut Jongin.
Oh Sehun terlihat memasang wajah berfikirnya sebentar, "Mungkin sejak tadi jam 9 saat kakak dan orang tuamu berangkat." Seketika wajah Kim Jongin memerah lagi. "Ja.. jadi saat aku mandi kau sudah ada di rumah ini?" tanya Jongin. Sehun mengangguk santai sembari masih menggendong Jongin. "Ya, aku mendengar semuanya termasuk nyanyianmu.." Oh Sehun menyerigai.
Mata Jongin makin membulat, seketika pikirannya menerawang beberapa saat yang lalu, sebelum ia mandi ia mendengar suara TV yang menyala. "Jadi, TV itu.. Dia yang menyalakannya, Kim Jongin kenapa kau tidak sadar? What the fuck…" gumam Jongin dengan sembari memukul-mukul kepalanya frustasi, seolah baru saja di sambar petir kini otak Jongin baru tersadar dengan semuanya.
Baru saja ia akan mengumpati Sehun, Sehun sudah mendekatkan bibirnya pada telinga Jongin. "Dan aku juga melihat kau memakai handukmu di depan pintu kamar mandi.." bisik Sehun yang membuat tubuh Jongin kembali menegang.
"YA! Goddamn you, Oh Sehun! Dasar bocah mesum, dasar maniak gila!" dan tepat setelah itu umpatan Jongin terdengar memenuhi ruangan sembari memukuli tubuh kekar Sehun dan membuat pemiliknya langsung mengerang kesakitan merasakan pukulan-pukulan Jongin. "Hei.. Jongin ini sakit, ouchh.." seru Sehun kemudian.
Sehun mendudukkan Kim Jongin di kursi meja makan tersebut kemudian ia mengambilkan makanan Jongin yang ada di Kulkas dan menyajikannya di depan Jongin.
Jongin melirik Oh Sehun curiga, "Kau tak memasukkan apa-apa kan di makanan ini?" Oh Sehun tersenyum miring. "Aku hanya memasukkan obat perangsang dosis tinggi.." ucap Sehun enteng.
"Oh, fuck you Oh Sehun!" seru Jongin kesal dan menatap jengah bocah yang kini duduk di depannya. "Bisakah kau tidak duduk di depanku, kau membuat selera makanku menghilang." Lanjut Jongin namun sembari memasukkan potongan daging ayam kemulutnya hingga penuh. Memakan daging ayam itu dengan lahap lalu memasukkan potongan besar lagi ke mulutnya "Ah.. neomu mashita!" seru Jongin si sela-sela acara makannya.
Oh Sehun kembali melirik Jongin, "Menghilang apanya? Lihat saja kau makan seperti babi.." ucap Sehun datar. Jongin mendengus kesal, "Aku terpaksa makan gara-gara aku tidak mau mati kelaparan.." sanggah Jongin dengan mulut yang penuh, Sehun menggeleng pelan. "Ck.. benar-benar seperti babi.." ucap Sehun lagi sembari meninggalkan dapur itu. Jongin melirik Sehun yang melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.
"Dasar maniak gila.. uhukk! Oh Sehun sialan.. Uhukk! Uhukk!" Dan Kim Jongin tersendak makanan untuk kedua kalinya.
**** Kim Jongin duduk di kamarnya sudah sejak pukul 8 jam yang lalu, kini jam di tembok kamarnya sudah menunjukkan pukul 19.25 itu tandanya sudah sejak pukul 11 siang tadi ia berguling-guling di kamar ini, mengunci dirinya dari Oh Sehun.
Jongin menggulingkan tubuhnya di kasur sembari menatap laptopnya malas. "Ah.. Dasar menyebalkan.." seru Jongin kemudian memukul-mukulkan kepalanya ke bantal. Ingin sekali ia menendang Sehun dari rumah ini, namun pasti nanti Sehun melaporkan Jongin ke ibunya dan berakhir dengan Jongin yang menjadi tuli sementara karena omelan ibunya.
Jongin kemudian melirik ponselnya yang tergeletak manis di samping laptop, tiba-tiba sebuah pikiran muncul di otak Jongin.
Jongin mengambil ponsel itu dan menghubungi sebuah nomor, Jongin menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Yeoboseo.. Baekhyun-ah!" seru Jongin saat nomor yang di tuju tersambung ke pemiliknya. "Aku ingin menginap di apartement-mu.. bolehkan?" ucap Jongin di telepon dengan nada se-imut mungkin (yang menurut Baekhyun ini menjijikkan.)
"Iya, aku akan menjelaskannya nanti.. Bye." Ucap Jongin senang saat permintaannya di turuti Baekhyun, Jongin bergegas memberesi bajunya. Ini lebih baik dari pada ia harus satu rumah dengan bocah maniak gila itu. Setelah semuanya terlihat sudah siap, Jongin bergegas turun dari kamarnya dan mengendap-endap seperti pencuri.
Mata kucing Jongin melirik-lirik liar berharap Oh Sehun tak mendapatinya kabur, bocah mesum itu pasti tidak akan mengizinkan Jongin pergi dari rumah dengan alasan, aku harus menjagamu.
Setelah merasa semuanya aman, Jongin berjalan keluar rumah dan hatinya bersorak riang ketika mendapati ia berhasil keluar dari rumah tanpa ketahuan siapapun, itu menurut Jongin.
Dan Jongin melangkahka kakinya dengan senang menuju apartement Baekhyun.
**** Jongin memencet bel rumah Baekhyun beberapa kali, sesekali matanya melirik kanan kiri lorong apartement ini yang terlihat sudah sepi. Sesaat kemudian pintu apartement -pun terbuka. Menampakkan sosok seorang pria mungil dengan piyamanya dan wajahnya terbalut oleh masker putih. Membuah Jongin cukup tersentak kaget.
"Shit, Baekhyun! Kau membuat jantungku nyaris copot." Ucap Jongin yang langsung masuk ke apartement Baekhyun tanpa permisi. Baekhyun melirik Jongin dengan kesal. "Shit you back Kim Jongin! Kau membuat maskerku pecah, sial.." seru Baekhyun dan Jongin hanya terkekeh geli dan langsung mendudukkan bokong sexy nya di sofa Baekhyun.
"Sekarang cepat ceritakan kenapa kau malam-malam datang kemari dan nekat ingin menginap di sini." ucap Baekhyun mendudukkan dirinya di samping Jongin sembari membersihkan sisa maskernya.
"Kau tau.. bocah yang aku ceritakan pindah di sebelah rumahku 2 bulan yang lalu.." ucap Jongin mengawali ceritanya. Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya. "Dia kemarin mengintipku sekarang dia juga di minta ibu untuk menginap di rumahku …" Dan benar saja Baekhyun langsung membulatkan mata puppy nya mendengar cerita Jongin.
"Ceritakan padaku dengan lengkap.." seru Baekhyun antusias dan menatap Jongin dengan tatapan penasarannya. Dan Jongin sendiri menghela nafasnya dengan pelan lalu menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. ****
"Jadi begitu.. itu lah kenapa aku ngotot ingin mengiap di sini…" ucap jongin dengan wajah lesunya. Baekhyun menghela nafasnya pelan, "Itu juga salahmu idiot. Kau harus lebih berhati-hati." Ucap Baekhyun kemudian menjitak kepala Jongin. "Aisshh.. aku tak tahu! Aku benar-benar ingin mengusirnya tapi kau taukan ibuku seperti apa.." ucap Jongin kemudian menudukkan kepalanya dalam lipatan tangan.
Baekhyun kemudian menghela nafasnya lagi. "Sudahlah, tak usah di pikirkan. Cepat cuci kaki dan tanganmu lalu tidur.." Baekhyun kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya di ikuti Jongin.
Jongin meletakkan kepalanya di atas bantal, matanya benar-benar sudah terasa berat dan sebentar lagi ia mungkin akan terhanyut ke alam mimpi. Jongin menatap layar poselnya sebentar. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam lewat, dan tak ada siapapun yang menghubunginya.
Jongin tersenyum kecil, ia rasa bocah maniak gila itu tidak mencarinya. Kalaupun bocah itu mecarinya Jongin yakin dia takkan menemukannya. Jongin tertawa dalam hati ketika memikirkan itu.
Perlahan-lahan mata Jongin pun terasa makin berat. Ia memejamkan matanya perlahan, namun belum sepenuhnya tertidur tiba-tiba ia mendengar suara Baekhyun yang samar-samar mengumpat di sertai bunya bel rumahnya. "Damn, siapa yang datang bertamu pukul segini." Baekhyun pun bergegas bangun dari ranjangnya, Jongin hanya melirik Baekhyun sebentar kemudian memejamkan matanya lagi mungkin hanya orang yang tanya alamat, pikir Jongin.
Jongin kembali terlelap dalam tidurnya, namun tiba-tiba tubuhnya terguncang-guncang Jongin membuka matanya malas dan sedikit kesal, "Ada apa Baekhyun-ah?" lirih Jongin sembali mengeratkan selimutnya. Baekhyun malah menarik selimut Jongin dan menatapnya kesal. "Bangunlah! Pacarmu menyuruhmu pulang, Jongin." Ucap Baekhyun yang membuat mata Jongin sedikit terbuka.
Jongin yang terlihat tak paham akan ucapan Baekhyun membuat Baekhyun langsung menarik tangan Jongin dan membawanya keluar kamar. "Baekhyun-ahh, aku mengantuk.." rajuk Jongin seperti anak kecil sembari mengucek matanya dan bibir kissable nya mengerucut. Membuat seseorang yang memperhatikan Jongin dari pintu tersenyum tipis.
Perlahan-lahan kesadaran Jongin pun terkumpul, matanya mengerjap-ngerjap sebentar dan tiba-tiba saja fokus matanya menangkap seseorang yang berdiri di ambang pintu apartement Baekhyun, Jongin membelalakan mata nya. Dan bocah itu ternyata berdiri di sana, bocah pucat berwajah datar. Oh Sehun.
TBC/END
Huwaa.. Akhirnya, ketemu juga kan tuh Jongin. Pake acara kabur-kabur segala padahal mau di kelonin sama mas Seno. Kkk~ xD Maaf kan aku yang belum memasukkan Ehem-ehemnya ke sini, soalnya pengen aja bikin bangun sense yang lebih antara HunKai-nya dulu. Oh ya makasih buat review yang kemaren, itu jadi semangat banget buat Choco^^
Maaf kalau FF nya kurang greget sama feelnya kurang dapet colonthree emoticon aku ngebut banget soalnya ngerjain FF ini. Ya udah deh makasih buat readers-nim yang udah mau baca FF aku. Di tunggu buat Chapter selanjutnya ya ^^
