Sweet Memories
.
Disclaimer Masashi Kishimoto
Story by Nara The RenSiru
Pairing SasuHina
Genre Romance and Drama
Rated T
Warning:TYPO(S) di suatu waktu dan suatu tempat,OOC (maybe), cerita pasaran, dan perlu di beritahukan bahwa saya tergolong author baru dan ini fict pertama saya jadi maafkan saya jika saya melakukan kesalahan. Mohon batuan dan bimbingannya buat para reader n senpai" yang ada disini cukup dengan ngeRiview Fict saya aja hehehh xD.
DON'T LIKE DON'T READ
.
Sasuke si bungsu Uchiha punya adik?
"Wah…gadis manis, baik, dan ramah sepertimu adiknya sasuke? aku tidak percaya, Sasuke itukan sangat angkuh, jahat, sombong dan gak sopan kecuali tampannya (?) mana mungkin kau ini adiknya, sungguh berbeda sekali denganmu"
"Dia bukanlah adikku, aku tidak pernah mempunyai seorang adik"
"Sa-sasuke-nii..."
.
.
.
Mata amethysnya tetap tertuju pada Sasuke yang semakin lama semakin menjauh sesaat Hinata sadar bahwa dirinya tidak tahu ruang kelasnya berada 'ke-kelas XI-A,di-dimana?' pikir Hinata yang saat itu juga dia berteriak memanggil Sasuke "Tu-tunggu Sasuke nii-san"namun sayang itu tidak merubah apapun karena Sasuke telah menghilang di ujung lorong.
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
Tap..Tap..Tap.. Suara langkah kakinya lah yang terus menemaninya menyusuri lorong yang panjang nan sepi ini. Langkahnya terlihat begitu ragu terkadang kaki itu berhenti secara tiba-tiba dan terkadang dia melangkah memutar guna melihat sekelilingnya. Entah apa yang dia cari yang jelas dia terlihat begitu bingung. ' I-ini di-dimana' lirihnya sesaat sebelum melanjutkan langkah kakinya. Waktu sudah menunjukan pukul 09.05 dan tentu saja bel di KIHS sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu jadi tidak heran jika di setiap lorong KIHS terlihat begitu sepi. Kakinya tetap melangkah demi mencari ruangan yang dia tuju, dia melangkah menaiki anak tangga dia berpikir mungkin ruangan yang dia cari ada disana. Namun persepsinya salah di lantai dua adalah ruang kelas XI dan ruangan yang dia tuju ada di lantai satu. 'ke-kenapa se-sekolah ini be-begitu luas, kami-sama tolong aku' Hinata menjerit dalam hatinya. Saat berbelok di salah satu tikungan Hinata terlihat menunduk dan tidak memperhatikan jalan dan secara tidak sengaja seorang laki-laki berambut pirang bermata biru langit berlari menuju tikungan tersebut dan tidak bisa di elakkan lagi sebuah tubrukan terjadi di sana dan tentu saja, yang pemuda itu tabrak adalah Hinata.
Brukhh… hinata terjatuh kelantai yang begitu dingin. "Ahh… I-itai" ringis Hinata kesakitan..
"Huaa… gomen gomen aku tidak sengaja , mari aku bantu" teriak pemuda tadi –Histeris- mungkin karena merasa bersalah. Dan saat itu juga sebuah tangan besar berwarna coklat tan terulur di hadapan Hinata, Hinata yang tidak punya pegangan akhirnya menerima uluran tangan tersebut. Setelah membantu gadis yang dia tabrak untuk berdiri, diapaun mengucapkan permintaan maafnya lagi. "Sekali lagi aku minta, aku benar-benar tidak sengaja heheh" ucapnya diiringi dengan cengiran 3 jari yang sangat khas, tangannya pun menggaruk kepala belakangnya yang entah terasa gatal atau tidak.
"Da-daijobu ne" Hinata menjawab dengan suara pelan nan lembut. Dan pada saat itu juga pemuda tadi yang menabrak Hinata berhenti tersenyum dan memasang wajah serius.
"Hmmm..Sepertinya aku menengalmu tapi siapa ya?"tanya pemuda tadi sambil mendelik Hinata dengan teliti, diapun mendekatkan wajahnya ke wajah manis nan imut yang tentu saja itu milik Hinata. Hinata yang sejak tadi menunduk akhirnya mendongakkan kepalanya dan secara tiba-tiba wajah Hinata memerah seperti kepiting karena menyadari bahwa dirinya di amati dengan begitu dekatnya sontak saja Hinata memundurkan tubuhnya.
"E-eh Na-naruto se-senpai" ucap Hinata kaget beserta gugup karena tahu siapa yang baru saja menabraknya.
0o0o0
Uzumaki Naruto adalah salah satu alasan Hinata ingin bersekolah di KIHS dan Hinata ingin sekali bertemu dengan Naruto, yah pemuda yang baru saja Hinata tabrak. Dia pemuda yang sangat ceria sama dengan mata yang berwarna biru langit cerah. Sebenarnya dari dulu Hinata sangat menyukainya tapi dia tidak berani mengungkapkannya. Karena dia tahu bahwa Naruto hanya menggapnya sebagai seorang adik dan Hinata pun sadar bahwa rasa cinta yang ia miliki sekarang hanya berawal dari rasa kagum. Hinata merasa sangat sedih saat mengetahui bahwa senpai yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu harus melanjutkan sekolah di luar kota. Dan berkat usahanya ini sekarang Hinata bisa bertemu lagi denagan Naruto Uzumaki.
0o0o0
"Huaa..Hinata-chan itu benar kau, aku benar-benar merindukanmu…" teriaknya Histeris dan langsung memeluk Hinata erat.
"E-eh" gumam Hinata jelas. Dan tentu saja Hinata yang mendapat perlakuan seperti itu sudah meledak karena jantungnya menompa dengan begitu cepatnya.
0o0o0
Dan pada waktu yang sama ada 3 orang pemuda yang sedari tadi melihat adegan yang tentu saja di perankan oleh Hinata dan Naruto. Yang pertama adalah pemuda yang kita ketahui bernama Juugo, yang kedua adalah Suigetsu, dan yang terakhir adalah Sasuke Uchiha yang sedari mata onixsnya terus memperhatikan mereka dengan tatapan yang sangat tajam sebenarnya bukan mereka tapi lebih tepatnya adalah gadis berambut indigo panjang yang tengah di peluk oleh si Dobe Baka itu–Naruto-.
'Sedang apa dia? Membolos dihari pertama masuk sekolah? Dasar gadis bodoh' iner Sasuke yang entah mengapa merasa kesal.
"Hoii… Naruto apa yang sedang kau lakukan? Ternyata selain bodoh kau mesum juga ya? Hahahh" teriak Suigetsu yang disertai tawa dan sanggup membuat Naruto terkejut dan cepat-cepat melepaskan pelukkannya. Dan Hinata yang mengetahui bahwa ada orang lain yang melihatnya berpelukkan hanya bisa diam membeku dengan menundukkan kepalanya dan tak lupa juga wajahnya berwarna merah seperti tomat.
"Eh APA? Kau bilang aku apa? Yang mesum itu teman kalian Sasuke dia bahkan lebih mesum di bandingkan aku" teriak Naruto marah dan kesal karena di ledek oleh 2 makhuk yang aneh –Suigetsu dan Juugo- padahal dia sendiri juga aneh.
"Hah?" hanya kata ambigu yang keluar dari mulut Suigetsu dan Juugo.
"Kalau aku lebih mesum daripada kau, itu sama saja dengan kau menamai dirimu sendiri sebagai seorang yang mesum. bodoh" ucap Sasuke dingin disertai seringaiannya.
"Hahahh.. iya-iya itu benar dasar bodoh" ucap Suihetsu dengan tawanya yang renyah (?)
"E-eh apa? Apa benar? Dia lebih mesum daripada aku itu berarti aku mesum, hua…benar.. aku mesum.." teriak Naruto yang begitu bodohnya.
"Bodoh" ujar Sasuke.
"Hoii mau apa kau Teme? Menjauhlah jangan mendekat!" ujar naruto yang melihat Sasuke melangkah menghampirinya.
Sasuke melangkah dengan santainya namun terlihat cepat matanya pun tak beralih dari gadis berambut indigo. Sasukepun berhenti melangkah tepat di hadapan Hinata.
"Sedang apa kau?" Hm?" Tanya Sasuke dingin namun sarat akan keingin tahuan.
Hinata yang sejak tadi menunduk mendongakkan kepalanya saat mendengar suara baringtone yang sangat ia kenal, dan ternyata benar itu adalah suara Sasuke-Nii "E-eh E-eto A-ano a-aku s-sedang…." Hinata bingung harus berucap apa, apa dia harus berkata jujur bahwa dirinya tersesat? Dan tidak senagaja bertemu dengan senpai yang sangat ia sukai? Ooh tentu saja tidak, itu sangat memalukan.
"Ikut aku!" belum sempat Hinata mengatasi rasa bingungnya ia sekarang malah tambah bingung dengan ucapan Nii-san nya. Apa Sasuke-Nii tahu, kalau dia sedang tersesat dan akan mengantarkan Hinata ke kelasnya?.
Sasuke menarik tangan Hinata dan akan membawanya mejauh dari Dobe Baka.
"E-eh" Hinata pun kaget akan tarikkan Sasuke yang tiba-tiba. Dan baru beberapa langkah mereka berjalan sekarang Hinata harus tercekat kebelakang karena salah satu tangannya yang mengambang di udara di tarik Naruto dengan kasarnya.
"Mau kemana kau Teme?" Tanya Naruto dingin yang tidak seperti biasanya ia berbicara.
"Bukan urusanmu Dobe, Lepaskan" ucap Sasuke yang tak kalah dingin dari Naruto.
Semakin lama Hinata merasakan bahwa genggaman tangan Sasuke semakin erat dan membuatnya kesakitan. "Sa-Sasuke-Nii …i-itaii ne" ringis Hinata kesakitan dengan wajah yang memerah bukan karena malu tapi menahan tangis karena kesakitan. Sasuke yang mendengar ucapan Hinata segera melepaskan genggamannya.
"E-eh Hi-hinata, kenapa kau memanggil Teme dengan seperti itu" Naruto yang tadinya marah dan kesal karena Sasuke sekarang dia malah bingung akan ucapan Hinata.
"E-eh E-eto Sa-Sasuke-Nii ka-kakak ti-tiriku Na-naruto senpai" Hinata menjawab dengan suara yang sangat-sangat pelan dengan penuh keraguaan dan sesekali Hinata memandang Sasuke.
"APA?! KAKAK TIRIMU? Ma-maksudmu bocah laki-laki yang sering kau ceritakan padaku itu Sasuku? E" Teriak Naruto yang mampu menulikan setiap orang yang mendengarnya bahkan membuat 2 makhluk aneh-Suigetsu dan Juugo- pingsan seketika. Hinata dan Sasuke hanya bias menutup telinga mereka.
Di sisi lain Sasuke hanya bias menatap malas kedua orang yang berbeda jenis kelamin ini yang tentu saja sedang membicarakan mereka.
"Aku tidak percaya, mana mungkin gadis manis, baik, dan ramah sepertimu adiknya sasuke? aku benar-benar tidak percaya, Sasuke itukan sangat angkuh, jahat, sombong dan gak sopan kecuali tampannya (?)" ucap Naruto dengan cengirannya yang mampu membuat semua orang bersweatdrop ria. Bahkan 2 mahluk aneh yang baru saja sadar karena teriakkan menggelegar Naruto kini mereka harus pingsan lagi.
"Ck, Dia bukanlah adikku Baka, aku tidak pernah menganggapnya sebagai adikku" decak Sasuke tanpa piker panjang akaan pernyataanya itu.
Jlebb… Hinata merasa ini adalah akhir dari hidupnya.
"Sa-sasuke-nii..." ucap Hinata lirih
TBC
NP# Gomen updatenya lama soalnya saya gak tahu cara update fict, biasa orang banyak gaul –gaul ama ibu arisan maksudnya- hahhh Xd
Sampai ketemu di chap berikutnya
