Chapter 1
Title : Plainness
Author : narayo
Cast : Huang Zitao, Wu Yifan, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Xi luhan, Oh Sehun, Victoria F(x), Jessica,Yuri, Sooyoung , and others
Genre : Romance, Drama, School
Rated : T
Disclaimer : cast belongs to GOD, story is mine, Genderswitch, bahasa non baku, typos.
Summary : Tao hanya gadis biasa yang yatim piatu, harus tinggal jauh dari sang kakak yg menjadi satu-satunya keluarga, masuk sekolah bergengsi dan bertemu senior –Kris-, saat itulah kehidupannya berubah. BAD SUMMARY/GS/KRISTAO/AND OTHERS COUPLE
If you DON'T LIKE, plis DON'T READ, no BASH,FLAME,PLAGIAT
Wajib baca : Disini author menggunakan bahasa China kakak perempuan yaitu Jiejie. Supaya lebih memudahkan kalian dalam membacanya, author memutuskan menggunakan Cece yang merupakan cara baca dari Jiejie.
Terik mentari pagi tak menghalangi langkah seorang yeoja untuk bersiap menghadapi hal baru di tempat yang asing baginya, semua terasa bagai mimpi. Pertukaran pelajar sekaligus beasiswa yang didapatnya, mengantarkannya masuk ke sekolah bergengsi yang ada di Korea Selatan.
Terpaan lembut membelai wajahnya tatkala ia melangkahkan kakinya keluar dari Icheon International Airport.
Segera ia mengeluarkan ponselnya dan menekan speed dial. Nada sambung terdengar begitu lama bagi dirinya yang sudah tak sabar.
"Wéi-ucapan hallo dalam bahasa mandarin-. Victoria cece, aku sudah sampai. Xiexie, jaga dirimu juga cece, sesekali datanglah kemari. Haha aku tau harusnya cece yg mengatakan itu. Baiklah aku mau mencari Kyungsoo dulu. Nanti aku kabari lagi. Bye cece"
Ia segera memasukkan ponselnya kembali. Diedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang.
"Zitao"
Tao menoleh dan mendapati seorang yeoja yang tengah berlari menghampiri dirinya
"Annyeong, Kyungsoo" mereka berpelukan saling melepas rindu.
"Maaf aku terlambat, kau tau kan jalanan Seoul sangat padat"
"Gwenchana, aku pun baru turun dari Pesawat"
"Ayo kita pulang, aku sudah mencarikanmu apartement"
"Gamsahamnida Kyungsoo-ah" ucap Tao sambil menunduk
"Yaaa, kau tak perlu seformal itu. Kita ini kan saudara Tao"
"Haha, baiklah"
"Ayo aku bantu membawa barangmu" Kyungsoo memberi senyum terbaiknya pada saudaranya sembari membawa barang milik Tao
"Gomawo ne"
"Gwenchana, ohya bagaimana dengan kabar eonnie-Victoria-"
"Kabar eonnie baik, dia diterima kerja di sebuah perusahaan swasta. Gajinya pun cukup untuk memenuhi kehidupan kita berdua"
"Syukurlah"
Keduanya pun meninggalkan Airport. Perjalanan yang awalnya terasa hampa, mulai diisi canda tawa, hingga sampailah mereka disebuah apartement yang tak terlalu mewah.
"Nah Tao, kau tinggal di kamar 217, ini kuncinya. Kau ada perlu apa-apa, hubungi saja aku"
"Ne, sekali lagi gomawo Kyungsoo"
"Gwenchana.. aku pergi dulu ya, soalnya aku ada keperluan lain. Aku juga sudah berbelanja bahan makanan, jadi masaklah sesuatu, kamu pasti lapar dan istirahat yang banyak, hari senin depan sudah mulai masuk sekolah. Annyeong" celoteh panjang lebar Kyungsoo sembari pergi meninggalkan Tao.
"Annyeong, gomawo ne Kyungsoo" Tao melambai kepada Kyungsoo.
Setelah Kyungsoo pergi, Tao mencari apartementnya dengan nomor 217, saat sudah ketemu Tao memasuki apartementnya dan menjelajahi isi apartement.
Memang benar, Kyungsoo sudah membelikannya bahan makanan yang telah dia susun dengan rapi di dalam kulkas.
Dia saudara yang sangat baik.
Tao pun memasuki kamarnya yang tampak rapi, yang dapat dipastikan ini perbuatan Kyungsoo. Tanpa pikir panjang lagi, Tao langsung menghambur ketempat tidur karena kelelahan selama di perjalanan. Dia tak peduli dengan barang-barangnya yang belum di rapikan, yang penting sekarang dia ingin tidur. Tidak perlu waktu lama bagi Tao untuk memasuki alam mimpi.
Di tempat yg berbeda. Disebuah rumah yang besar dengan luas tanah 2 hektar itu, begitu banyak penjaga. Rumah itu sangat mewah. Pemiliknya adalah keluarga Wu. Keluarga China yang kaya raya. Sepertinya rumah tersebut sedang ada acara karena terdapat panggung yang besar di halaman rumah serta meja makan yang banyak di susun sedemikian rupa.
Hari ini keluarga Wu sedang menggelar acara 70 tahun berdirinya perusahaan Wu Corporation. Tuan Wu selaku Presdir di Wu Corporation tampak sangat bahagia, begitu pula dengan Nyonya Wu disampingnya.
Ada sekitar 500 undangan penting yang akan menghadiri acara ini dari sore hingga malam. Termasuk perdana mentari dari dalam dan luar negeri akan ikut hadir menghadiri acara tersebut.
Akan tetapi ada satu orang yang tidak begitu bahagia dengan acara tersebut. Dia adalah anak semata wayang keluarga Wu, pewaris tunggal perusahaan ayahnya. Sejak dulu dia tak terlalu bahagia dengan kehidupannya. Padahal keluargnya sangat kaya raya, bahkan kekayaan keluarganya mencapai milyaran dolar.
Dia lebih senang tinggal dikamarnya yang tak kalah besar menyamai ruang tamu plus ruang keluarga, dengan kasur King size dan 3 lemari baju yang besar.
Dia merasa kekayaan ini adalah kutukan untuknya, yang membuat kedua orang tuanya menjadi gila akan harta dan tahta, sampai dirinya tak pernah merasakan yang sesungguhnya kasih sayang orang tuanya.
Tanpa disadari, Nyonya Wu masuk kedalam kamar anaknya.
"Kris, kau belum bersiap-siap ? tamu akan segera tiba" ucap Nyonya Wu.
"Tidak Mom, aku tau mau menghadiri pesta tersebut"
"Kau tau bukan Dad-mu tak suka kalau kau membantah kata-katanya, apalagi kau adalah pewaris tunggal Perusahaan, mana mungkin kau tidak datang. Sebaiknya kau siap-siap mandi dan segera ganti baju"
Dan itulah Kris, walaupun dia benci untuk melakukannya, dia tetap menjalankan perintah dari Momnya. Dia tak mungkin mengecewakan hati orang tuanya.
Nyonya Wu berniat meninggal kamar Kris, sampai ia mengingat satu hal
"Oh ya Kris, hari ini keluarga Jung akan datang juga, jadi berdandanlah yang rapi karna kau akan bertemu dengan Jessica dan bersikaplah yang baik selama acara berlangsung" Nyonya Wu segera keluar dari kamar Kris.
Persetan dengan ini semua
Kris tak suka jika dirinya dipaksa menjalankan kehendak orang tuanya. Apalagi saat dia mengetahui bahwa dirinya di jodohkan dengan anak dari Keluarga Jung yang terkesan dingin itu.
Dia benci hidup di bawah kendali orang tuanya. Dia benci hidup layaknya robot yang dikontrol sesuka hati.
Kris bukannya lemah untuk menentang semua itu, hanya saja dia sedang memerankan tokoh seorang anak yang patuh dengan orang tuanya, tentu dia tidak ingin menjadi anak durhaka yang di kutuk menjadi batu
Dan disinilah dia setelah mandi dan berganti pakaian menggunakan pakaian yg lebih resmi. Di halaman rumahnya, para tamu undangan sudah mulai berdatangan.
Acara pun dimulai. Seorang MC naik ke panggung dan memberikan pembukaan dan penyambutan. Tibalah Tuan Wu yang naik keatas panggung memberiakan sambutan. Kris sibuk duduk dibelakang panggung.
"Para hadirin semua, saya sangat senang sekali kalian semua dapat menghadiri 70 tahun berdirinya Wu Corporation. Saya sangat berharap perusahaan kami akan bertahan hingga 50 tahun kedepan, bahkan 100 tahun. Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan kebanggaan dari Keluarga Wu yaitu putra kami. Dia akan memberi kata sambutan pada hari ini. Dia adalah Wu Yifan, yang kalian kenal dengan Kris Wu" Tuan Wu tampak sangat bersemangat. Dia sangat berharap Kris dapat memberikan kata sambutan pada acara yang sangat besar ini.
Semua orang memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Para tamu menantikan sang penerus dari Wu Corporation untuk naik keatas panggung.
Tanpa rasa gugup sedikitpun, Kris naik ke atas panggung.
"Para hadirin semua, perkenalkan saya Wu Yifan atau yang kalian kenal dengan Kris Wu. Saya adalah anak dari keluarga Wu. Sebagai wakil dari keluarga, saya sangat senang kalian bisa menghadiri acara ini. Kami juga sangat berterima kasih atas perhatiannya dan kerjasama dari kalian semua. Tanpa adanya dukungan dari kalian, perusahaan kami tentunya tidak akan berkembang seperti sekarang"
Kris melirik segelas anggur yang terisi setengah di atas meja panggung. Kris mengambil gelas tersebut yang diyakininya para tamu sudah memegang gelas yang sama dan mengangkatnya sedikit.
"Dengan ini saya mulai acaranya. Mari bersulang."
Semua tamu pun ikut mengangkat gelasnya dan ikut bersulang, diiringi tepuk tangan yang sangat meriah. Sesudahnya Kris turun dari panggung. Tuan dan Nyonya Wu tampak sangat bahagia melihat Kris menyampaikan kata sambutan.
"Kerja bagus Son" ucap Tuan Wu.
"Kami sangat bangga" ucap Nyonya Wu
Kris tak menghiraukannya, sesegera mungkin dia meninggalkan tempat tersebut dan pergi kekamarnya untuk beristirahat.
Baru saja dia ingin menutup mata, pintu kamarnya dibuka seseorang, tidak lebih tepatnya di banting dan didobrak.
"Hei bro, tadi itu keren sekali" nampak seorang namja tinggi dengan suaranya berat masuk dan duduk di sofa yang ada di kamar Kris.
"Park Chanyeol ! kau ingin disembelih. Kau tak tau sopan santun, harusnya kau mengetuk pintu dulu"
"Hah, seperti aku ini orang lain saja. Kenapa tidak keluar, kau tahu bukan kalau Jessica datang. Dan seharusnya kau lihat tadi wajah tamu undangan saat melihatmu menyampaikan kata sambutan, apalagi para yeoja yang datang. Tatapan mereka seperti berkata 'oh kris aku rela melakukan apapun demi dirimu walaupun nyawaku taruhannya' "
"Kau menjijikan, enyahlah kau! Aku lelah, huusss"
"Kau ini" Chanyeol berjalan ke arah Kris dan melempar bantal dengan sangat keras ke wajahnya
"Sialan kau Chanyeol!"
Chanyeol sudah lebih dulu kabur.
Kris kembali memejamkan kedua matanya.
Kapan semua sandiwara ini berakhir, aku sangat lelah.
To Be Continued
Hahh gimana ?
Membosankankah ?
Apakah ini kepanjangan ? atau kependekan ?
Maafkan author karena keterlambatannya update, maklumlah bulan puasa ini author ada kegiatan remaja masjid.
Oh yaa, terima kasih untuk yang sudah mereview, memfollow dan memfav. Author sangat senang, ternyata banyak yang menyukai ff abal ini ^^. Dan author pun tambah semangat menulis chapter ini. Saking semangatnya sampai lupa kalo udah nulis 6 page.
Dan terima kasih untuk temen author si Naufal yang udah ngebantu author menulis part ini.
Author tanpa kalian bagaikan butiran debu /asekkasekkk/
thanksto:LVenge;AikoMichishige;aldif.63;ruixi1;fanfandck90;kthk2;zakurafrezee;aydwarit;Dandeliona96;Nanda829;guest;buttao; ;celindazifan;pantao;annisakkamjong;xyin;luphbepz; ;KrisTaoTao
maaf yang udah ngefoll dan ngefav tapi belum sempat aku sebut namanya, sekali lagi maaf
dan jangan lupa review yaaaaaaaaaaaaa :3
Bye, sampai jumpa di chapter mendatang. ~~~
