Shiso no saigo no resu

2

~Lima Tahun Kemudian

Desa Konoha merupakan salah satu dari lima desa besar Shinobi, yang berlokasi di Negeri Api, Desa Konoha sendiri adalah sebuah symbol dari kekuatan militer di Negeri Api, Desa yang di bentuk oleh dua orang dengan julukan Dewa Shinobi, Senju Hasirama dan Uchiha Madara adalh sebuah tokoh yang menjadi tonggak sejarah untuk terbentuknya Desa Daun ini. Sejarah panjang tentang perebutan kekuasaan antara dua Clan besar Senju dan Uchiha, sampai akhirnya terjadi gencatan senjata dan terbentuknya Desa Konoha.

Kini usia Desa Konoha sudah lebih dari 100 tahun, 3 tokoh pemimpin atau Kage telah ditunjuk sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Desa. Entah karena tewas atau lelah menjabat, tapi setiap berakhirnya Perang Dunia Shinobi kekuasaan tertinggi akan tergantikan, terbukti sekarang setelah 5 tahun pasca Perang Dunia Shinobi ke 3, puncak kekuasaan tertinggi dipegang oleh Shinobi muda, di umurnya yang belum menginjak kepala 3 tapi shinobi muda ini telah di tunjuk untuk menggantikan pemimpin sebelumnya.

Yondaime Hokage adalah gelar yang sekarang berada di pundak seorang shinobi muda bernama Namikaze Minato, si kuda hitam Perang Dunia Shinobi ke 3. Jika memang untuk mendapatkan jabatan sebagai seorang Kege diukur dari kekutan dan kecerdasan, maka tak salah jika Minato di tunjuk sebagai Yondaime Hokage untuk menggantikan Sarutobi Hiruzen Sang Profesor.

Flashback On

Dalam masa-masa terakhir Perang Dunia Shinobi 3, Namikaze Minato membabat habis 1000 pasukan dari Iwagakure, sehingga mengukuhkan gelarnya sebagai Shinobi tercepat Si Kiroii Senko no Konoha, hanya butuh 1 jam untuk membabat habis pasukan Iwagakure yang nampak pongah di tengah medan perang, mundurnya pasukan Kirigakure dan Kumogakure membuat Sang Pemimpin Ribuan Pasukan nampak percaya diri akan memenangkan peperangan itu.

Di depannya hanya ada ratusan pasukan Konoha yang tengah berlari mundur masuk kedalam hutan perbatasan, sehingga membuatnya tersenyum bagai dirinya dicintai oleh gadis muda dengan umur belasan tahun. Tapi senyumnya berubah menjadi tawa saat matanya melihat hanya tersisa 1 orang Shinobi yang tak bergerak mundur dari tempatnya menyusul kawanannya yang masuk kehutan.

Yah itu Minato dia dengan gagah berdiri menantang ribuan pasukan di depannya, kedua tangannya naik keatas melewati kepalanya dan kemudian kedua tangannya mengacungkan jari tengah kepada ribuan pasukan di hadapannya, sungguh sebuah tindakan yang teramat konyol untuk memancing nafsu membunuh dari ribuan pasukan didepannya. Tawa dari pemimpin ribuan pasukan itu berhenti, berubah menjadi geraman, sumpah serapah di tujukan kepada Shinobi yang sedang membuat segel tangan. Tangannya teracung kedepan dengan tarikan nafasnya "SERANG !"kemudian semua pasukanya berlari kedepan menuju seseorang yang meremehkan mereka.

"Tajju Kage Bunshin no Jutsu"

Kini puluhan Bunshin Minato telah berlari menyebar, di masing-masing Bunshin memegang sebuah scroll penyimpanan. Puluhan Bunshin Minato mulai melompat setelah itu dengan segel yang sama semua Bunshin melemparkan scroll-scroll tersebut

"Kai"

Setelah itu ratusan kunai bercabang tiga keluar dari setiap scroll yang di bawa oleh masing-masing Bunshin. Kemudian dengan cepat semua Bunshin Minato merangkai segel tangan.

"Tajju Kunai Kage Bunshin no Jutsu"

Ratusan kunai cabang tiga yang keluar kini menjadi ribuan kunai, bahkan jumlahnya melebihi pasukan di bawahnya. Sementara Minato berucap "Rencana A Sukses" dan di sisi sebaliknya Sang Pemimpin ribuan pasukan, matanya bagaikan ingin keluar dari tempatnya, menyaksikan kegilaan seorang Shinobi muda pada pasukannya. Sementara Ribuan Pasukan Iwagakure sendiri banyak dari mereka yang hanya diam pasrah dengan Hujan Kunai yang sebentar lagi akan mencapai kepala mereka. Dalam pikiran mereka yang diam percuma menghindar karena yang akan sampai pada mereka adalah hujan, dan bagaimana mereka bisa menghindari hujan yang begitu derasnya ditengah lapang luas tanpa tempat berteduh.

"Arggghhh"

"Arggghhh"

Suara rintihan kematian dari Shinobi yang shock dan diam pikiran meraka kosong berbeda dengan para Shinobi yang masih mengingat bahwa dirinya adalah Shinobi Iwagakure, Desa Batu, dari Negeri Tanah, Mereka serempak membentuk segel tangan dan…

"Doton Kekkai : Dorou Doumu"

Muncullah sebuah kubah tanah yang melindungi Shinobi yang ingat dari desa mana dirinya berasal. Kubah tanah itu melindungi Hujan Kunai yang yang di buat oleh Minato. Jauh di belakang terlihat Sang Pemimpin Tertinggi dari Ribuan Pasukan Perang hanya bisa melongo dengan kebodohan para Shinobinya. Bagaimana mereka bisa begitu bodoh sampai tidak membuat pelindung tanah untuk menahan gempuran Hujan Kunai tersebut.

Minato yang melihat kebodohan dari sebagian Shinobi Iwa hanya tertawa, sebenarnya ini di luar perkiraannya, Minato pikir Shinobi Iwagakure semuanya akan membuat sebuah perisai tanah untuk melindungi diri, sementara jebakan telah terpasang di depan mereka tanpa mereka sadari karena berlindung, mungkin untuk para Shinobi yang tewas terkena Kunainya adalah sebuah Bonus.

Setelah dirasa Hujan Kunai berhenti, pelindung tanah milik Shinobi Iwagakure mulai menghilang, kemudian para Shinobi Iwa yang selamat melihat sekelilingnya, cukup banyak rekan mereka yang tewas mungkin sekitar 300 orang dalam insiden Hujan Kunai tadi. Kemudian mata mereka teruju pada lawan didepan sana. Mereka semua yang tersisa merasa marah karena di buat seperti sebuah lelucon oleh Shinobi yang menjadi lawan mereka.

Tanpa pikir panjang mereka semua yang tersisa maju menerjang, melupakan fakta bahwa di kaki mereka banyak ratusan kunai tertancap disana bagaikan rumput. Melihat grombolan lawannya mulai menuju ke arahnya.

Shinobi muda bersurai pirang tersebut malah tersenyum, "Saaaa.. saatnya Rencana B di mulai" para bunshin yang tau maksud dari sang diri asli mulai menghilang meninggalkan tubuh aslinya di belakang.

Bziitt !

Bziiitt !

Terlihat bayangan kilat berwarna kuning di antara 700 pasukan Iwagakure yang tersisa, dan kemudian para bunshin Minato menghilang. Pasukan Iwagakure sendiri sedikit bingung dengan apa yang terjadi, pasalnya setelah mereka di lewati bayangan kilat kuning tersebut, tidak ada sedikitpun luka yang mereka dapatkan,

"Are.. aneh kenapa tidak sakit, apa yang sebenarnya terjadi" ucap salah satu Shinobi Iwagakure, dirinya masih sibuk membolak-balikan badanya melihat apakah ada hal yang ganjil pada tubuhnya setelah di lewati kilatan berwarna kuning yang diyakini merupakan sebuah jutsu dari lawan mereka. Kegiatan membolak-balikkan badan dilakukan oleh semua pasukan Iwagakure.

Sang Pemimpin sendiri di buat heran dengan kejadian yang baru saja dialami oleh pasukanya. Sudah dua kali pergerakan pasukanya di hentikan hanya dengan dua jutsu dari lawannya. Ada yang aneh menurutnya dan perasaanya mengatakan akan terjadi sesuatu hal buruk yang akan dialami oleh pasukannya.

Merasa tidak terjadi apa-apa pada diri mereka, mereka semua berfikir jika jutsu yang dilakukan musuhnya telah gagal dan semua pasukan kembali berlari maju untuk menerjang musuh di hadapan mereka yang kini nampak tubuhnya sedikit goyah, sampai membuat musuh di depanya jatuh terduduk. Melihat itu semua pasukan jadi bersemangat sehingga mereka menaikan kecepatan berlarinya.

Sementara Minato sendiri sedikit pusing karena menerima memory semua bunshinya garis depan yang telah dia lepaskan. Setelah menerima memory bunshinya Minato tersenyum.

"Oke… Saatnya Rencana C, Pembantaian di mulai" ucapnya dengan seringai di wajah tampanya. Setelah mengatakan itu terlihat ratusan bunshin Minato dari dalam hutan, di genggaman para bunshin terdapat sebuah katana dengan ukuran yang berbeda-beda.

yah ratusan orang yang terlihat berlarian kedalam hutan ratusan Shinobi Konoha, tapi merupakan hanya bunshin ciptaan Minato, para bunshin tersebut masuk kedalam hutan untuk mengambil senjata dari para mayat Shinobi yang lokasinya sama dengan lokasi Kakashi menemukan bayi laki-laki semalam.

Bziitt !

Bziitt !

Bziitt !

Terlihat kembali bayangan kilat berwarna kuning keluar dari dalam hutan. Para pasukan Iwagakure yang melihat kilatan kuning tersebut menuju kea rah mereka hanya menghiraukan saja, karena mereka berpikir bahwa lawannya memakai jutsu yang sama yang tidak berpengaruh sama sekali kepada mereka, nampaknya lawan mereka tidak mau menyerah dengan menggunakan jutsu yang tidak berguna ittu kembali.

Tapi dugaan mereka salah, mereka salah besar telah meremehkan seorang Namikaze Minato, karena kilatan kuning yang baru muncul itu adalah sebuah petaka bagi mereka semua, mereka telah masuk kedalam perangkap mematikan yang telah dirancang oleh Namikaze Minato.

Crasshh !

ARGHHH !

Dan Brugh !

Crasshh !

Arghhhh !

Brugh !

Suara itu lah yang terdengar di tanah lapang tersebut, bagai sebuah lantunan melodi kematian yang begitu indah ditelinga bagi seorang psyco. 700 ratus pasukan Iwagakure yang tersisa gugur satu persatu dengan cepat setelah kilatan kuning menghampiri mereka. puluhan kepala menggelinding, ber liter-liter darah menggenangi lapangan tersebut. Ratusan mayat dengan berbagai luka tebasan dan tusukan menghiasi tanah lapang tersebut, jika dilihat dari atas mungkin kondisi lapangan tersebut bagaikan lukisan mengerikan yang dihadirkan oleh seorang seniman aliran Dadaisme,

Setelah membantai 700 pasukan Iwagakure yang tersisa, bunshin Minato kemudian menghilang. Dan Sang Pemimpin Tertinggi dari ribuan pasukan yang kini telah menjadi mayat, Shock bukan main, selama hidupnya tak pernah dia lihat pembantaian yang dilakukan oleh satu orang dalam kurun waktu satu jam. Ini benar-benar gila, siapa sebenarnya pemuda Konoha yang menjadi lawannya. Selama ini dia hanya mendengar kabar burung tentang seorang anbu dengan julukan Kiroii Senko dari Desa Konoha, tanpa tau nama dan rupa aslinya.

Onoki sebagai Tsuchikage ke 3 adalah sosok di balik Pemimpin Tertinggi dari ribuan pasukan Iwagakure yang kini hanya tinggal nama. Firasatnya benar, sesuatu memang terjadi pada saat jutsu kedua di lepaskan, tapi yang membuat pikiranya buntu adalah apa yang dilakukan musuhnya saat melesatkan jutsu kedua ?.

Asik dengan pikirannya Onoki tak sadar bahwa musuhnya telah dihadapanya, "Halo Tsuchikage-dono" suara sapaan dari Minatopun juga terabaikan. Sepertinya Sang Pemimpin Tertinggi Ribuan Pasukan masih larut dalam pikiranya.

"Moshi-Moshi Tsuchikage-dono" kembali Minato menyapa, kali ini dengan mengibaskan tangannya di wajah tua Onoki. Merasa terganggu Onoki mulai keluar dari duniannya, pertama kali dia tersadar dirinya menemukan makhluk kuning dengan bola mata berwarna biru.

Secara reflek Onoki langsung melompat beberapa meter kebelakang, dalam pikiranya bertanya inikah lawan yang menghentikan laju gerakan pasukanya tiga kali. Mustahil, dia bahkan terlihat masih hijau, lemih muda dari anak ke 3nya. "Siapa kau ?" tanyanya pada pemuda yang berjarak beberapa meter di depannya.

"Ah maaf aku sampai lupa memperkenalkan diri, aku Namikaze Minato" ucap Minato ramah.

"Apa yang kau inginkan, apa kau ingin melakukan perkelahian dengan ku" Sang Tsuchikage sangat waspada dengan pemuda di depanya, bagaimanapun level pemuda ini sangat berbeda, jelas saja 1000 pasukannya di di binasakan dengan hanya tiga jutsu.

"Ah tidak Tsuchikage-dono, maaf jika permintaan saya lancang, tapi bisakah ada mengakhiri perang ini" Minato berbicara dengan sangat sopan di hadapan lawanya.

Tapi kesopanan itu malah dianggap seperti sebuah hinaan bagi Tsuchikage "APA ! Kau pikir dengan aku kehilangan pasukan ku, aku akan melemah begitu menurutmu"

"Tidak akan sudi aku kalau harus mundur sementara membiarkan Desa terkutuk seperti Konoha memenangkan perang ini, Dengar Shinobi muda dari Konoha, aku sendiripun mampu untuk meratakan Desamu dengan tanah" Onoki benar-benar murka dirinya merasa diremehkan oleh pemuda di depannya.

"Haahh…. Tak kusangka seorang Kage begitu angkuh dengan kekuatanya" ucap Minato dengan wajah sedikit menunduk

"Jinton: Genkai Hakuri no Jut…" ucapan Sang Tsuchikage berhenti ketika pemuda di depanya menghilang, pandangan matanya mengedar keseluruh area di depanya tapi pemuda Konoha tidak di temukan, kemudian berbalik kebelakang saat mendengar suara tapi terlambat, pemuda Konoha itu telah melesatkan sebuah Jutsu yang belum pernah dia ketahui sebelumnya.

"Taijutsu Ogi : Sennen Goroshi"

Jleb !

Tsuchikage terpental beberapa meter dengan posisi yang begitu memelukan, menungging dengan bokong yang terlihat basah lalu dirinya taksadarkan diri.

"Are…ternyata Jutsu ciptaan Kakashi hebat juga dapat melumpuhkan seorang Kage, sebaiknya Jutsu ini aku masukan kedalam daftar Jutsu Rank S" Minato berucap dengan memperhatikan kedua tanganya dimana posisi jari telunjuk dan tengah masih mengacung dan pandanganya melihat Tsuchikage dengan miris, dan…"

Bzitt !

Tap…

Minato mucul di samping sahabatnya Nara Shikaku yang saat ini berada pada sebuah dahan pohon besar.

"Bagaimana rencananya Minato ? Berapa banyak yang tereliminasi ? apa musuh sebentar lagi sampai " pertanyaan yang cukup banyak dilontarkan oleh Shikaku kepada sahabat pirangnya. Karena Minato sudah cukup lama berada di garis depan untuk mengecek dan jika bisa dirinya mengeliminasi sebagian pasukan kemudian menggiring musuh kedalam hutan,

Pandangan Minato mengedar kesemuanya, terlihat hampir 500 orang Shinobi Konoha yang berada di dalam hutan, mereka semua tampak telah siap dengan senjata masing-masing di gengamannya. Dirinya sedikit merasa bersalah karena terlalu asik di garis depan dan mengabaikan misi yang sebenarnya.

"Eto.. Maaf minna menunggu lama, tadi aku terlalu asik di garis depan, sehingga tereliminasi semua hehehe" ucap Minato dengan menggaruk kepala belakangnya.

"Go..gomen minna" Minato menunduk merasa bersalah kepada rekan-rekan Shinobi Konoha

"Na..NANI !" sebagian besar hutan hanya terdengar suara teriakan ketidakpercayaan mereka,

Tap..

Inoichi langsung memegang kepala teman pirangnya kemudian, dia sedang memeriksa apakah Minato terkena Genjutsu lawan atau memang musuh telah lenyap.

"Mu..Mustahill, KAU !" Inoichi tampak terperangah dengan ingatan yang dia baca dari kepala kuning sahabatnya. "Mundur Semua Kita Kembali Ke Desa Secepatnya" ucap Inoichi dengan keras kepada semua Shinobi Konoha.

"Oi..Oi..apa yang kau bicarakan Inoichi" Shikaku tampak belum mengerti dnegan keadaan saat ini otak cerdasnya tak berfungsi saat di hadapkan dengan situasi seperti sekarang.

"Sih Bodoh ini telah berpesta sendirian dengan 1000 pasukan Iwagakure" ucap Inoichi kembali

"Inoichi benar Pasukan Iwagakure telah tewas semua" ucap seorang Shinobi dari Clan Hyuga yang tadi mengecek keluar sehingga Byakuganya dapat melihat.

"Cihhh, Mendokusai, Minato kau sahabat terburuk yang ku kenal, kau berpesta sendirian tanpa membiarkan kami semua ikut serta"

"Go..Gomen minna, tadi aku seperti mendapat sebuah ide untuk saat kalian menunjuku untuk mengecek kondisi lawan, kalian bilang kalau bisa perkecil jumlah pasukan lawan saat akan memasuki hutan"

"Ja..Jadi aku melakukan tugasku untuk memperkecil jumlah tapi malah habis semua heheh" Minato berucap tanpa beban.

"Inoichi kirimkan gambaran pesta yang yang dilakukan sih bodoh itu kepada kami semua" ucap seorang Shinobi dengan lambing kipas berwarna merah dan putih di lengan kananya, Uchiha Fugaku.

"Yah kirimkan gambaranya kepada kami semua agar kami mengerti kondisi saat ini"

"yah-yah kirimkan sekarang" ucap semua Shinobi Konoha yang bingung dengan keadaan saat ini.

"Haah, sialan kau Minato menyusahkan ku saja" Inoichi tampak tertekan dengan teriakan teman-temanya, sial mereka pikir mengeluarkan jutsu untuk 500 orang itu mudah.

"IYAA SABAR BERENGSEK"

"Shintenshin Hoso no Jutsu"

Setelah Inoichi mengucapkan jutsu tersebut, semua Shinobi langsung diam, dalam pikiran mereka terlihat sebuah film action dimana pemeran utamanya adalah seorang Shinobi pirang yang mereka sangat kenali, yah Namikaze Minato.

Dalam film tersebut mereka melihat dari awal Minato mengacungkan jari tengah kepada ribuan pasukan Iwagakure sampai sebuah Jutsu konyol yang menjadi penutup Perang Dunia Shinobi ke 3. Raut wajah meraka semua berbeda-beda sampai akhirnya..

"HAHAHAHAHA''

Suara tawa yang lebih keras menghiasi sebagian hutan perbatasan Negara Api.

"Hahaha Teme…Minato kau orang paling sialan yang pernah ku kenal hahaha" seorang Uchiha telah kehilangan control Fugaku begitu geli menyaksikan pertempuran yang dilakukan sahabatnya itu.

Terlihat bukan hanya Uchiha yang hilang control seorang Hyugapun sampai terpingkal-pingkal memukul tanah. Hyuga Hiashi tak pernah sekalipun bermimpi memenangkan perang dengan Jutsu konyol ciptaan bocah gennin seperti Kakashi, tapi dia harus akui jutsu tersebut sangat berbahaya dan dia setuju untuk dengan pemikiran Minato untuk memasukan jutsu tersebut ke daftar jutsu katagori Rank S

Sementara sang actor wajahnya nampak memerah malu karena di tertawakan rekan-rekan Shinobinya terlebih sih dua sahabat zombie Uchiha Fugaku dan Hyuga Hiashi dua orang yang yang mulutnya tersegel itu sekarang tengah mentertawakannya.

"Berengsek… berhenti tertawa, apa yang lucu memeng dari pertempuranku" Minato berteriak kesal kepada semuanya. Sementara semua Shinobi yang melihat Minato berteriak malah kembali tertawa. Tangan semuanya mengangkat sebatas dada, ada yang mengacungkan jari tengah dan ada yang membuat posisi tanganya seperti jutsu Sennen Gorosi.

Minato yang melihat itu wajahnya langsung memerah malu, karena tak tahan dirinya menghilang pergi kembali kedesa duluan, sementara para Shinobi Konoha yang melihat tikah Minato kembali tertawa geli.

"Ne.. tapi Minato sangat cerdas, jutsu kedua yang di maksudkan untuk menaruh segel Hiraishin, sementara ratusan bunshinnya telah bersiap dengan senjata masing-masing, mudah bagi Minato untuk melakukan serangan karena musuhnya telah tertempel segel Hiraishinya, Tapi Pffhh…Jutsu terakhir benar-benar konyol" ucap Nara Shikaku kepada Inoichi.

"Saaa… kita sekarang kembali ke desa minna, Konoha telah memenangkan Perang Dunia Shinobi ke 3" ucap Inoichi sambil tersenyum

"OAAAHHHH""

"KITA MENANG"

Teriakan para Shinobi Konoha kembali terdengar, kemudian mereka kembali melesat keluar hutan menuju Desa Konoha untuk merayakan Kemenangan.

Flasback Off

~o0o~

Itulah kemenangan besar Desa Konoha dalam Perang Dunia Shinobi ke 3, kini Desa Konoha telah di pimpin oleh Kage baru, 1 tahun yang lalu Namikaze Minato dilantik menjadi Hokage ke 4 menggantikan Sang Profesor Hiruzen Sarutobi,pada masa pelantikan itu banyak hal terjadi, dimana Orochimaru Si Sannin Ular, memberontak pada desa, dia tak senang dengan diangkatnya Minato sebagai Yondaime, dia merasa Minato masih terlalu muda untuk menjabat sebagai pemimpin desa, harusnya yang terpilih adalah dia, dia yang telah mendapatkan Julukan sebagai 3 dari Legenda Sannin, dia seorang murid kesayangan yang Sang Profesor, harusnya dia yang menjadi Hokage bukan malah murid dari temannya.

Berbeda Orochimaru dengan Shimura Danzo, Shimura Danzo adalah Shinobi yang sarat akan pengalaman di dunia Shinobi, dirinya telah melewati masa-masa sulit dunia Shinobi, dirinya telah mengabdi untuk melindungi keutuhan dan keamanan Desa Konoha, dirinya yang merupakan sahabat terdekat Sang Profesor tapi malah dirinya merasa di khianati oleh sahabatnya sendiri, apakah dirinya tak pantas menjadi Hokage, sampai-sampai Hiruzen memilih anak yang belum genap 30 tahun menjadi seorang pemimpin.

Dua orang yang merasa ketidakadilan Desa Konoha ini memberontak dengan caranya masing-masing, Orochimaru keluar dari Desa sabagai penjahat karena eksperimen yang dia lakukan terbongkar saat dia keluar desa, sementara Danzo memilih menjadi pemimpin pasukan Anbu rahasia yang hanya akan setia pada perintahnya, Danzo akan menunggu kesempatan untuk mengambil posisi Hokage secepatnya.

Terlepas dari masalah politik desa, warga-warga Konoha telihat damai saja, banyak anak-anak kecil yang sedang bermain ninja-ninjaan, sementara sebagian hanya mengobrol dengan teman sebayanya, tapi ada satu anak kecil usia 5 tahun sedang duduk di pinggiran kolam, surai silvernya melambai-lambai tertiup angin sore, anak laki-laki itu tampak menikmati pantulan matahari terbenam yang terlihat di sungai.

"Haahh, nii-chan misinya lama sekali" bocah silver itu menghela nafas, dia bosan karena di tinggal sendirian dirumah, semenjak Otou-san meninggal Kakashi nii-chan selalu mengambil misi keluar desa dalam waktu lama.

Plung…

Bocah silver itu kembali melemparkan batu ke sungai, entah sudah berapa banyak batu yang dia lemparkan ke dalam sungai, sampai telingannya mendengar suara dengkuran di kakinya

Gerrrr..

"Are,, Kira kenapa kau malah tidur, bangun kucing pemalas ayo kita pulang" bocah silver itu berbicara kepada seekor kucing berwarna orange sedikit kemerahan, telinga kucing itu meruncing dan diujung telinganya ada bulu-bulu hitam memanjang, pada kedua matanya terdapat sebuah garis hitam sampai kehidung, yang menjadi ciri khas kira adalah pada buntutnya, jumlah buntutnya ada dua di masing-masing ujung buntutnya meruncing seperti sebuah mata kunai.

Flashback On

2 tahun yang lalu bocah Silver itu menemukan kucing aneh itu dalam sebuah gua yang berada di dalam patung wajah Hokage, awalnya dia menemukan ada sekitar 4 bayi kucing, tapi setelah besoknya dia kembali anak kucing itu tinggal 3 ekor, dia sempat berfikir kalau bayi kucing itu telah dipindahkan oleh induknya, kemudian pada hari selanjutnya bayi kucing itu jumlahnya berkurang kembali, aneh pikirnya jika memang induknya yang memindahkan bayi-bayi ini kenapa induknya hanya membawa satu persatu, dan kenapa banyak darah mengering pada setiap bayi-bayi kucing itu. Karena di dorong rasa penasaran akhirnya bocah silver itu menunggu di dekat sarang kucing tersebut, kebetulan Kakashi Nii-chan nya sedang misi.

Malam sudah semakin larut, tepat pukul 12 malam bocah silver itu dikagetkan dengan suara dari dalam sarang.

Meongg….

Meongg…

Suara bayi kucing terdengar, kemudian tak lama menghilang, bocah silver itu mendekat dan yang dia lihat adalah bayi-bayi kucing itu saling bunuh satu sama lainnya. Sampai bocah silver itu melihat bayi kucing yang jadi pemenang memakan sodaranya sendiri.

"Whooaaa ini gila, benar-benar keren"

Mata bocah silver itu tampak bersinar-sinar melihat ritual yang dilakukan oleh bayi kucing tersebut terhadap sodaranya. "sudah kuputuskan nama yang keren untukmu yaitu Kira artinya pembunuh" bocah silver itu tampak antusias ketika menemukan nama yang pas untuk bayi kucing di depannya, yah Kira adalah nama yang cocok untuk bayi kucing di depanya, dalam hatinya sudah di putuskan bahwa dia akan memelihara Kira dan membawanya pulang.

Flashback Off

Bocah silver itu kini terlihat berjalan dengan menggendong Kira sih kucing kesayanganya, para penduduk nampak tersenyum melihat bocah silver itu menggendong binatang pliharaanya dengan kasih sayang.

"Tadaima.." ucap bocah silver itu setelah masuk kedalam rumah, kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri karena seharian ini aktivitasnya cukup melelahkan, latihan yang dilakukan sangat berat untuk anak seusianya, salahkan Nii-chan nya yang seperti orang gila yang setiap hari menyuruhnya berlari sejauh pandangan mata Byakugan, kemudian dilanjutkan dengan shit-up, push-up dan jangan lupa lompatan katak dari hutan kematian sampai bukit patung wajah para Hokage. Itu kegiatannya saat dirinya dari berumur 3 tahun sampai sekarang di usianya yang ke 5 tahun.

Kalau di tanya alasannya adalah karena bocah silver ini tak memiliki system cakra jadi untuk hidup di dunia Shinobi yang keras adalah menjadi orang-orang yang keras juga, tahan banting, karena bocah silver ini tak bisa menggunakan cakra maka Kakashi menggembeleng fisik bocah ini gila-gilaan.

Ckrekk….

"akhh segarnya' bocah silver itu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk pada bagian bawahnya. Pandangan matanya melihat lihat sekitar "Haahhh, sepi sekalii, lebih baik aku pergi kerumah Kushina-bachan setelah ini" kemudian masuk kedalam kamar untuk memakai pakaian.

Dok !

Dok !

"aduhh siapa sihh, Iya sebentar" bocah silver itu kemudian keluar lagi dari kamar, dia belum sempat berpakaian dengan lengkap hanya tubuh bagian atanya saja sudah tertupi kaos berwarna coklat dengan lambang Konoha di belakangnya.

Dok !

Dok !

"astaga tidak sabar sekali orang ini "

Krieetttt ...

"are... Nee-chan ?"

~CUT~

Note :

Yoo minna, arigato telah memberikan kometar tentang fic ini, (Maaf jika chapter kali ini lebih banyak tentang kondisi PDS 3 bukan menceritakan tokoh utama). Tinggalkan kritik dan saran pada kolom komentar setelah membaca yah minna, oh iya saya ingin bertanya kira-kira siapa aja yah orang-orang yang seumuran dengan sih bocah silver diatas, jika mengikuti alur cerita Naruto aslinya, sebelum insiden Kyubi keluar dan tewasnya Minato.

Mohon infonya…