In The Time
.
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung
Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasy
Pairing : YunJae, (Slight) JunJae
Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.
Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita
Chap : 2 (dua)
.
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
.
::
::
In The Time
::
::
Last chap
.
Brummm brummmm
Tet tettt
Suara bising kendaraan bermotor segera menyapa telinga Jaejoong, perlahan iapun membuka matanya dan sinar matahari yang sedikit menyilaukan segera menyerang matanya.
"Eughh." lenguh Jaejoong merasakan perih dimatanya akibat sinar matahari itu, dan setelah mengerjabkan matanya beberapa kali, iapun kini sudah terbiasa dengan keadaan sekitarnya.
Iapun mengamati keadaan sekelilingnya, orang-orang ramai berlalu lalang, kendaraan bermotor yang juga tengah lalu lalang dijalanan. Ia memutar-mutar badannya guna memastikan sekelilingnya, dan setelah ia sadar iapun segera begumam-
"Ini-"
.
.
.
Jaejoong membulatkan matanya kaget melihat keadaan sekitarnya, oh, bagaimana mungkin sekarang ia bisa berada disini? Padahal seingatnya ia tadi masih berada diapartemnetnya. Apa benar, gara-gara ia menuruti popup yang dilihatnya dikomputer itu, ia jadi bisa berada disini sekarang?
"Ini-" gumamnya sambil terus memandang daerah sekitarnya. Iapun memandang takjub pada pemandangan disekitarnya. Apakah benar gara-gara popup itu semu ini terjadi? Kalau bukan, tapi kenapa ia bisa berada disini, dan kalaupun memang benar bagaimana caranya? Jaejoong sempat bingung dengan pemikirannya, namun segera ia mengerti dengan keadaan yang terjadi dan senyum manispun mengembang diwajahnya karna yakin akan pemikirannya.
"Geurae, ini benar-benar terjadi." gumamnya lagi masih dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
Tap
Tap
Tap
Jaejoongpun mulai melangkahkan kakinya menyisir daerah itu, bisa dilihat disekitarnya banyak sekali orang yang tengah berlalu-lalang. Ada ibu-ibu muda yang tengah asik mengobrol disalah satu sudut jalan, ada juga beberapa anak kecil yang tengah bermain bersama. Ada juga beberapa siswa yang kelihatannya baru saja pulang dari sekolahnya.
Hmmm
Jaejoong tersenyum kecil saat melihat gerombolan anak-anak SMA yang melintas dihadapannya. Ia jadi teringat akan masa-masa dirinya sewaktu berada di SMA. Tak terasa senyum manispun tercetak diwajahnya, ah, betapa indahnya masa-masa SMAnya dulu. Dengan seifuku (seragam) lengkap dengan jas dan tas ransel, persis sama dengan seifuku anak-anak SMA yang melintas dihadapannya. Dengan lambang SMA Shinki yang tercetak jelas di saku kiri jas sekolahnya. Iapun seakan melihat bayangan dirinya pada salah satu anak-anak SMA i-
"Joongie! Berhenti melakukan itu!"
-tu.
Deg
Jantung Jaejoong segera bereaksi cepat kala telinganya mendengar teriakan dari anak-anak SMA itu, segera ditatapnya intens gerombolan anak-anak SMA yang tadi melintas dihadapannya.
"Ne ne, arra! Kau ini Su-ie, jangan berteriak ditelingaku!"
Deg
Kembali jantung Jaejoong berdetak kencang kala mendengar anak SMA itu berbicara, dan matanya kian membulat sempurna saat melihat wajah dari anak-anak SMA itu.
"I..itu-" gugup Jaejoong sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah gerombolan anak SMA itu, sungguh demi apapun, ia sangat tak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini. Lihatlah, kini tak jauh dihadapannya, tengah berdiri sosok namja dengan wajah yang sangat menawan. Dengan mata hitam bulat yang begitu jernih, kulit yang sangat putih dan bersinar diterpa sinar matahari, dan jangan lupakan bibir kissable merah cherrynya yang seakan menantang untuk dicicipi. Sungguh, perpaduan yang sangat sempurna.
Namja itu tengah berjalan pelan menyusuri jalanan dengan beberapa temannya sambil asik mengobrol. Oh, bahkan sekarang mulut Jaejoong sudah membuka lebar tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ji..jin..ja..yo!" ucapnya terbata dan sekarang ia sudah membekap mulutnya agar tak ada pekikan yang keluar. Sungguh, ia tak menyangka akan bisa melihat sosok itu disini.
"I..itu a..aku?" pekik Jaejoong tertahan dengan pandangan yang sulit dijelaskan.
Ya, namja dengan wajah menawan yang dideskripsikan tadi, tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri. Lebih tepatnya, sosok dirinya ketika masih mengenyam bangku sekolah menengah atas. Ya, ternyata maksud dari popup yang tiba-tiba muncul di layar komputernya itu adalah ini. Ia bisa kembali ke masa lalu, atau lebih tepatnya ia kembali ke masa dirinya masih SMA.
Tap
Tap
Tap
Perlahan, Jaejoong melangkahkan kakinya mendekat kearah gerombolan itu. Ia ingin memastikan kalau semua ini memang benar-benar nyata, bukan sekedar imajinasinya saja. Iapun semakin mendekatkan diri ya kearah gerombolan anak-anak itu, bersamaan dengan jantungnya yang kian berdetak kencang.
"JOONGIE-AH."
Deg
Kembali jantung Jaejoong bergemuruh kencang saat mendengar suara itu, padahal dirinya sudah sangat dekat dengan gerombolan anak-anak SMA itu, namun ketika dirinya mendengar teriakan yang lumayan kencang itu, segera ia berhenti karena merasa sangat familiar dengan suara itu.
Srett
Perlahan iapun menghentikan langkahnya dan bersiap berbalik guna melihat orang yang berteriak itu. Dan saat badannya sudah sepenuhnya berbalik-
Deg
Kembali jantungnya bergemuruh kencang saat melihat sosok itu. Sosok yang sangat amat dirindukannya tengah berdiri sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya. Jaejoongpun sempat terpana sejenak dengan airmata yang entah sejak kapan sudah berkumpul dipelupuk matanya.
"Eomma." lirihnya hampir tak terdengar dan tanpa pikir panjang, iapun berlari kencang menuju sosok itu, tanpa memperdulikan beberapa orang yang menatap aneh kearah dirinya.
Brukkk
Dan tubuh kurusnya dengan sukses menubruk sosok itu diiringi isakan kecil yang lolos darinya.
"Eomma..hiks..bogoshippo." lirihnya sambil terus mempererat pelukannya ditubuh sosok itu. Ya, sosok itu adalah sosok sang eomma yang sudah 10 tahun meninggalkan dirinya. Sosok yang sangat dirindukannya dan sudah tak akan pernah bisa dilihatnya sampai kapanpun.
"Eomma~"
Sementara sosok yang tengah dipeluk oleh Jaejoong itu, hanya bisa mengerjabkan matanya kaget karna tiba-tiba ada orang asing yang memeluknya seperti ini. Iapun tak mengerti namun perlahan tangannya terulur guna menepuk bahu Jaejoong.
"Hei, kenapa menangis?" tanyanya karena merasakan guncangan pada tubuh Jaejoong, "Uljimayo-" ucapnya lagi sambil terus menepuk-nepuk punggung Jaejoong.
"Bogoshipo, jeongmal bogoshipo!" isak Jaejoong masih dengan mendekap erat tubuh sang eomma.
"Hmm." eomma Jaejoongpun hanya menggumam sebagai jawaban.
Setelah merasa puas memeluk tubuh sang eomma, Jaejoongpun melepaskan pekukannya sambil mengusap lelehan airmata yang mengalir dipipinya. Senyumpun segera terlukis diwajahnya kala matanya benar-benar melihat sosok yang eomma berdiri dihadapannya.
"Mianhae." ucap Jaejoong sambil tersenyum kepada sang eomma.
"Ne. Gwencanha?" tanya sang eomma dan hanya diangguki oleh Jaejoong. Sungguh, ia masih tak menyangka akan bisa melihat lagi sosok sang eomma.
"Kau sungguh cantik, ireumi mwoeyo?" tanya eomma Jaejoong sambil menyentuh sayang pipi putih Jaejoong, entahlah, namun ia merasakan perasaan yang aneh saat melihat sosok Jaejoong itu, rasanya ia sudah mengenal namja cantik dihadapannya ini, padahal kenyataannya mereka baru saja bertemu sekarang.
Jaejoong menutup matanya pelan saat merasakan tangan sang eomma mengelus pipinya, ia begitu senang akhirnya kembali bisa merasakan sentuhan lembut sang eomma.
"Namaku Kim Ja-, emm, maksudku Youngwoong." jawab Jaejoong sambil perlahan membuka matanya. Hampir saja ia keceplosan mengatakan dirinya adalah Jaejoong, bisa-bisa eommanya akan curiga dan bertanya macam-macam.
"Youngwoong?" tanya sang eomma sepertinya familiar dengan nama itu.
"Ne, aku Youngwoong. Keponakan imo." jawab Jaejoong sambil tersenyum. Ah, maafkanlah ia yang telah berbohong dan menggunakan nama sepupunya itu tanpa meminta izin.
"Youngwoong?" ulang sang eomma sambil berfikir.
"Ne imo. Aku baru saja pulang dari Amerika, dan aku hendak pergi kerumah imo tadi." jawab Jaejoong lagi sambil tersenyum memandang sang eomma.
"Astaga, jadi kau Youngwoong! Kau tumbuh dengan baik, sampai-sampai imo tak mengenali dirimu!" jawab sang eomma dan ikut tersenyum. Jaejoongpun semakin melebarkan senyumnya saat melihat wajah sang eomma yang nampak bahagia.
"Kau tumbuh sangat cantik, ah bagaimana kabar orang tuamu disana?"
"Ne, eomma dan appa baik-baik sa-"
"Eomma! Apa yang eomma lakukan disini!" teriak seseorang tiba-tiba menyela ucapan Jaejoong, segra saja Jaejoong dan sang eomma menolehkan wajahnya kesumber suara dan menemukan seorang namja dengan seragam SMA dan rensel dipunggungnya tengah menatap sebal kearah mereka berdua.
"Yah Kim Jaejoong! Kenapa bereriak eoh! Kau mau membuat eomma tuli!" hardik eomma Jaejoong sambil mendelik ke arah sang anak (Jaejoong kecil).
"Huh, bukan salahku berteriak. Kenapa eomma ada disini?" tanya Jaejoong kecil lagi sambil mempoutkan bibirnya kesal karena dimarahi.
"Aigoo, tentu eomma ingin menjemputmu chagi! Kka kita pu-"
"Eh, nuguya?" tanya Jaejoong kecil lagi saat melihat sosok menawan yang berdiri disebelah sang eomma. "Eomma, apa kau mengenalnya?" tanyanya lagi sambil menunjuk Jaejoong besar dengan telunjuknya.
"Yak, kau tak sopan! Memotong pembicaraan eomma seperti itu!" omel eomma Jaejoong, "Kenalkan ini Youngwoong, sepupumu dari Amerika." jawab sang eomma sambil mengenalkan Jaejoong kecil pada Youngwoong.
"Hah? Amerika?" teriak Jaejoong kecil takjub saat mendengar kata Amerika.
"Ne. Annyeong, Youngwoong imnida."
"Jaejoong imnida. Wahh, kau benar-benar dari Amerika?" tanya Jaejoong kecil dan mendapat jawaban berupa anggukan dari Youngwoong. "Waw, lihat rambutmu! Pirang! Itu keren~" pekik Jaejoong kecil lagi merasa takjub saat melihat warna rambut Youngwoong. Youngwoongpun hanya tersenyum menanggapi komentar dirinya itu.
"Yah yah, berhenti melakukan itu. Kka, sekarang kita pulang. Dan untuk sementara Youngwoong akan menginap dirumah kita. Jadi bersikapkah yang baik, arraseo?"
"Kau akan menginap?" tanya Jaejoong kecil lagi dan detik berikutnya sebuah tepukan sayang mendarat dikepalanya.
Pletak
"Yak eomma! Appo, kenapa memukulku?" teriak Jaejoong kecil kesakitan karna sang eomma yang memukulnya dengan sayang.
"Sopanlah sedikit. Ia itu hyungmu, jadi panggil dia Youngwoong hyung!"
"Ck, ne ne. Youngwoong hyung, apa kau akan menginap?" tanya Jaejoong kecil lagi.
"Ne, aku akan menginap beberapa hari." jawab Youngwoong sambil tersenyum.
"Ya sudah, kajja kita pulang. Ah, apa kau tak membawa koper?" tanya eomma Jaejoong karena tak melihat ada barang yang dibawa oleh Jaejoong dewasa.
"E..emm..i..itu-"
"Ya sudah, kita bisa membelinya nanti. Kka, kita pulang." ajak sang eomma lagi, dan merekapun kemudian berjalan pelan pulang ke rumah.
::
::
In The Time
::
::
(NB : Karena disini ada 2 karakter Jaejoong, saya akan menuliskannya dengan nama Jaejoong dengan dua nama untuk membedakannya, Jaejoong kecil untuk Jaejoong yang masih SMA dan Youngwoong untuk Jaejoong yang sudah dewasa.)
.
.
Youngwoong perlahan membuka matanya saat sinar matahari menyerobot masuk ke pupil matanya. Iapun menggeliat badannya pelan dan perlahan-lahan membuka matanya.
"Eungh." lenguhnya sambil berusaha duduk, iapun mengedarkan matanya kesekeliling karena merasa aneh dengan suasana kamarnya.
"Ini-"
Hmmmm
Dan senyumpun segera tercetak diwajahnya saat mengingat kembali semuanya.
Ceklekk
"Hyung, kau sudah bangun?" tanya Jaejoong kecil sambil keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas pinggang dan berjalan pelan menuju lemari dikamarnya.
"Ne. Kau akan sekolah?" tanya Youngwoong dan perlahan turun dari tempat tidur.
"Umm." jawab Jaejoong kecil sambil mengenakan seifukunya. "Ah, hyung tadi eomma pesan kalau hyung ingin mandi, peralatannya sudah eomma siapkan di lemari kecil. Dan untuk pakaiannya-, ini tadi pagi eomma memberikannya padaku." kata Jaejoong kecil sambil melemparkan kantung belanja pada Youngwoong.
"Gomawo."
"Cepat mandi, dan setelahnya kita sarapan bersama." kata Jaejoong kecil lagi sambil kini tengah memasang dasi diseragamnya.
"Ayy ayy, capten~" teriak Youngwoong dan segera setelahnya ia masuk kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.
.
.
.
Sepuluh menit membersihkan diri, kini Youngwoong sudah rapi dengan kemeja baby blue lengan pendek dan jeans hitam yang melekat sempurna di tubuh rampingnya. Perpaduan yang sangat sempurna dan menjadikan dirinya terlihat begitu menawan.
"Youngwoong hyung, kajja kita ma-, wowww."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Jaejoong kecil segera terpekik girang saat melihat penampilan Youngwoong.
"Hyung, ini sungguh kau?" tanyanya lagi dan berjalan pelan mendekat kearah Youngwoong. "Kau-, ahh, kau sungguh menawan hyung." lanjutnya lagi sambil sekarang menatap Youngwoong dengan pandangan terpesona. "Apa kau sebenarnya adalah bidadari?" tanyanya lagi sambil mulai meraba-raba wajah Youngwoong.
"Haha, kau ini Joongie. Kka, kita makan. Kau harus sekolah kan." jawab Youngwoong dan mulai menarik Jaejoong kecil turun untuk sarapan bersama. Merekapun turun sambil sesekali tertawa bersama.
"Eomma, appa, annyeong~" teriak Jaejoong kecil ceria sambil menarik Youngwoong untuk duduk dimeja makan. Yoongwoongpun tersenyum cerah saat melihat bumonimnya yang terlihat sangat ceria pagi ini.
"Pagi chagi~" jawab eomma Jaejoong dan mulai menyiapkan mangkuk sarapan mereka. "Ah yeobo, ini dia keponakan kita yang baru tiba dari Amerika. Kalian belum sempat bertemu bukan?" kata eomma Jaejoong.
"Ah, annyeonghaseyo samchon. Youngwoong imnida." kata Youngwoong memperkenalkan diri, memang semalam ia belum bertemu dengan pamannya itu, karena ia sudah ketiduran sewaktu sang paman datang dari bekerja.
"Ne, anggap saja rumah sendiri ne." ucap appa Jaejoong setelahnya merekapun sarapan bersama. Kelihatan sekali kalau Youngwoong merasa sangat bahagia, karna bisa sarapan bersama lagi bersama kedua bumonimnya. Tak terasa senyum selalu terpasang diwajah cantiknya sepanjang sarapan.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil dan Youngwoong kini tengah berjalan bersama menuju SMA Shinki. Setelah tadi menghabiskan sarapannya, mereka berdua pamit untuk berangkat sekolah. Youngwoong sendiri tadi beralasan ingin mengantar Jaejoong sampai sekolah, dan ingin sedikit mengenang masa-masa SMAnya disekolah itu, alhasil setelah sarapan mereka berduapun bergegas untuk pergi ke sekolah. Dan disinilah mereka, ditengah perjalanan menuju SMA Shinki.
"Hyung, apa hyung mempunyai yeojachingu?" tanya Jaejoong kecil sambil menolehkan kepalanya guna melihat wajah Youngwoong.
Youngwoong mengernyit pelan saat mendengar pertanyaan dari Jaejoong kecil itu, "Eopseoyo. Waeyo?" tanyanya balik setelah menjawab pertanyaan Jaejoong kecil.
"Kalau orang yang disukai?" tanya Jaejoong kecil lagi mengabaikan pertanyaan dari Youngwoong.
"Orang yang kusukai?" ulang Youngwoong sambil berfikir, "Sebenarnya ada, namun ia sudah mempermainkanku." jawab Youngwoong lemah dan kembali teringat saat dirinya terakhir kali bertemu dengan Junhyung.
"Ah sudahlah. Emm, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu hmm?" tanya Youngwoong lagi sambil menatap wajah Jaejoong kecil.
Jaejoong kecil hanya tersenyum manis sebelum menjawab, "Anio, hanya saja, sekarang ada orang yang aku sukai."
Deg
Jantung Yongwoong bergemuruh kencang saat mendengar jawaban Jaejoong kecil, seketika ia paham apa yang terjadi. Yah, rupanya sekarang dirinya dimasa ini sudah mulai menyukai Junhyung, dan itu artinya sebentar lagi takdir akan segera menjerat mereka.
"Oh ya? Siapa yeoja yang beruntung itu?" tanya Youngwoong lagi sambil berusaha menormalkan detak jantungnya yang mulai bergemuruh cepat.
Jaejoong kecil menggeleng pelan sebelum menjawab, "Ania, ia bukan yeoja hyung." jawabnya malu-malu sambil berusaha menutupi wajahnya yang mulai berubah warna merah.
Deg
"Maksudmu?" tanya Youngwoong sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ia seorang namja."
"..."
"..."
"Emm, hyu..hyung~" panggil Jaejoong kecil sambil menatap Youngwoong takut-takut. Ia mengira Youngwoong akan menceramahinya karena tahu dirinya yang menyukai namja pula.
"Apa kau menyukai namja?" tanya Youngwoong setelah berhasil menormalkan detak jantungnya.
"Ne."
"..."
"..."
"Akupun sama." jawab Yongwoong dan seketika membuat Jaejoong kecil memekik tertahan.
"Eh?"
"Ne, akupun sama. Lebih menyukai namja daripada yeoja." lanjut Youngwoong menjelaskan keadaannya. "Entah sejak kapan, tapi aku akui, aku memang lebih tertarik untuk berhubungan dengan namja." lanjut Youngwoong lagi sambil tersenyum. "Kita tak akan pernah tahu dengan siapa kita akan jatuh cinta, tapi pesanku adalah, jangan sampai nantinya cinta yang kita miliki itu akan menyerang kita dan membuat kita menderita."
"..."
"Jaga hatimu dan jangan sampai jatuh terlaru larut." lanjut Youngwoong sambil menepuk pelan bahu Jaejoong kecil.
"Kka, sudah sampai. Masuklah." kata Youngwoong menyadarkan Jaejoong kecil kalau ternyata mereka sudah sampai di sekolah.
"Hyung, kata-katamu sungguh keren." puji tulus Jaejoong kecil dengan senyum yang mengembang diwajahnya. "Saat dewasa nanti, aku ingin tumbuh sepertimu hyung!" lanjutnya lagi sambil berjalan pelan masuk ke dalam sekolah, dan melambaikan tangannya kepada Youngwoong.
"Anio, kau tak boleh tumbuh sepertiku. Tujuanku datang kesini adalah untuk mengubah masa depan kita." lirih Youngwoong sambil menatap tubuh Jaejoong kecil yang semakin menjauh.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil melangkahkan kakinya pelan masuk ke dalam kelas, dengan langkah riang dan senyum yang mengembang diwajahnya. Nampaknya hari ini ia kelihatan begitu senang, entah apa yang membuatnya bisa sesenang ini.
"Ah, masih terlalu pagi. Yang lain juga pada belum datang. Hmm~" gumamnya setelah sampai didepan kelas. Iapun menengokkan kepalanya dan tak mendapati siapapun berada dikelas. "Ah, lebih baik aku ke atap sekolah." lanjutnya lagi dan mulai melangkahkan kaki menuju atap sekolah.
Sementara itu, Youngwoong kini tengah berjalan mondar-mandir disekitaran SMA Shinki, ia tengah memikirkan bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam tanpa perlu dicurigai. Sungguh tak mungkin ia masuk tanpa tujuan apapun.
"Haaa~, eotteokhae?" gumamnya sambil menopang dagunya dan berjongkok didekat sebuah pot tanaman.
Lama ia berfikir sambil memperhatikan bebetapa siswa yang mulai berdatangan. Iapun tersenyum kecil saat melihat beberapa siswa yang datang bergandengan tangan dengan pasangannya. Yah, setidaknya dulu, ia juga punya kisah yang manis antara dirinya dan Junhyung.
"Kau dulu begitu manis, tapi kenapa sekarang kau berubah?" gumamnya lagi sambil memperhatikan gerombolan siswa itu.
Tik
Youngwoong menyentikkan jarinya keudara saat menemukan cara untuk bisa masuk ke dalam. Segera ia bangkit berdiri lalu berjalan pasti mendekat kearah gerbang.
"Mian, nona, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang security SMA Shinki saat melihat Jaejoong yang hendak masuk ke dalam sekolah.
Youngwoongpun menghentikan langkahnya lalu beralih menatap security itu, "Eoh? Ne. Apa benar ini SMA Shinki? Aku kesini untuk mencari keponakanku, ia melupakan ponselnya." kata Youngwoong lancar sambil memperlihatkan ponselnya kepada security itu, dan tak memprotes ucapan sang security yang memanggilnya dengan nona.
"Ah, begitu. Siapa nama keponakan nona?"
"Jaejoong, namanya Kim Jaejoong." jawab Youngwoong lagi sambil tersenyum.
"Ah, Kim Jaejoong. Ne, saya mengenal anak itu, ia siswa yang cukup terkenal disekolah." jawab sang security lagi dan kini sambil tertawa. "Ah, kelasnya ada dipojok belakang. Mari saya antarkan."
"Emm, anio. Gwencanhayo. Saya bisa mengantarkannya sendiri. Lagipula anda harus menjaga pos keamanan bukan kalau ada anak yang melanggar peraturan." jawab Youngwoong cepat karna tak ingin sang security mengantarnya.
"Ah ne benar juga. Baiklah, kelasnya ada dipojokan belakang dekat dengan lapangan basket."
"Ne, khamsa hamnida." jawab Youngwoong dan akhirnya melangkah masuk kedalam. "Untung saja ia tak curiga dan bertanya macam-macam." gumam Youngwoong setelah agak jauh melangkah. Iapun kembali melanjutkan langkahnya.
Bisik-bisik penuh kekaguman mengiringi langkah Youngwoong menuju ruang kelas XI 4. Semua siswa-siswi menatap kagum saat Youngwoong melintas dihadapan mereka. Berbagai macam pujian dan pekikan kagum terlontar dari murid-murid yang kebetulan berpapadan dengan Youngwoong. Semuanya begitu terpesona dengan ketampanan yang berpadu dengan kecantikan alami yang menguar dari Youngwoong. Bahkan tak jarang ada yang dengan lancang mencegat langkah Youngwoong hanya sekedar untuk menanyakan nama dan apa tujuan dirinya datang kesini. Youngwoong sendiri hanya tersenyum sekedarnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
"Dasar bocah!" gumam Youngwoong sedikit merasa risih dengan kelakuan siswa-siswi itu. Tak terasa iapun sudah sampai didepan kelas XI 4. "Ah, ternyata aku masih mengingt tempatnya." gumamnya lagi sambil tersenyum. Iapun menengokkan kepalanya kedalam guna memanggil Jaejoong, namun belum ssmpat ia memanggil, sebuah suara sudah lebih dulu terdengar nyaring.
"WOWWW, RAMBUTMU SUNGGUH KEREN!" teriak seseorang tepat ditelinga Youngwoong dan menyebabkan dirinya terkejut dan hampir terjungkal ke belakang.
"Dimana kau mewarnainya?" teriak orang itu lagi sangat antusias sambil menatap intenst rambut Youngwoong yang pirang.
"Ck, kau ini. Kau pikir aku apa hah!" teriaknya marah dan menatap sebal kearah orang itu.
"Hehe, mianhae. Aku hanya kagum melihat warna rambutmu. Haa~, akupun ingin memilikinya." kata orang itu lagi sambil terus menatap kagum kearah Youngwoong.
"Ck, kau tahu Gikwangie, kau itu tak cocok memiliki rambut dengan warna ini." jawab Youngwoong sambil menatap remeh ke arah orang yang itu.
"Eh? Kau tahu namaku?" pekik orang itu kencang karna heran Youngwoong mengetahui namanya.
"Lupakan!" jawab Youngwoong cepat takut ketahuan, "Apa kau melihat Jaejoong?" tanya Youngwoong lagi kembali ke tujuan awal ia datang kesini.
"Jaejoongie? Ah, ia tak ada dikelas. Biasanya ia akan berada di atap sekolah." jawab Gikwang cepat masih tetap memandang kagum kearah Younwoong.
"Baiklah. Gomawo." jawab Youngwoong dan selanjutnya ia segera melangkah menuju atap sekolah.
Sementara diatap sekolah, Jaejoong kecil tengah asik mendengarkan music dari ponselnya sambil duduk disalah satu pilar pembatas yang ada disana. Kepalanya bergoyang lucu mengikuti alunan music yang mengalun ditelinganya, dan tak jarang badannya ikut bergoyang sesuai irama musik.
Tap
Tap
Tap
Suara derap langkah kaki perlahan terdengar mendekat kearah Jaejoong kecil. Langkah yang konstan dan teratur, namun tentu saja Jaejoong kecil tak mendengarnya karena telinganya tengah disumpal oleh earphone.
Srett
Plakk
"Omo!" teriakan kaget segera terdengar dari Jaejoong kecil saat dengan kasar seseorang menarik earphonenya dan menghempaskannya begitu saja kelantai. Kontan Jaejoong kecil sangat terkejut dengan aksi itu.
"Yak, apa yang kau lakukan!" teriaknya marah sambil menatap tajam sang tersangka.
Sang tersangkapun hanya tersenyum mengejek dan mendecih sebelum menjawab, "Cih, kau mau melawanku?" teriaknya lantang didepan wajah Jaejoong kecil.
"Aku tak mempunyai masalah denganmu, Lee Sungjae-ssi!" jawab Jaejoong kecil malas dan mulai beranjak dari duduknya, berniat untuk turun karena jam pelajaran audah akan dimulai.
Srett
"Mwo? Tak ada masalah denganku?" tanya Sungjae-orang yang mengganggu Jaejoong kecil itu-sambil menahan tangan Jaejoong kecil yang hendak pergi.
"Yak, apa yang kau lakukan!" teriak marah Jaejoong kecil karena kesakitan tangannya dicekal kuat seperti itu.
"Kau! Gara-gara kau, Hayoung meminta putus dariku karena ia terpesona padamu!" teriak Sungjae marah dan semakin mencekal tangan Jaejoong kecil.
"Bukan salahku jika ia minta putus darimu." balas Jaejoong kecil sambil berteriak juga.
"Yah, kau berani melawanku!" geram Sungjae lagi dan kini bersiap melayangkan pukulan kearah Jaejoong kecil, "Kau-"
Sreet
Brughh
"Ahh!"
Pekikan keras segera terdengar bersamaan dengan suara sesuatu jatuh menubruk lantai. Bisa kita lihat sekarang kalau Sungjae tengah terkapar dilantai sampai memegang tangannya yang tadi dipelintir orang.
"Sial!" teriaknya kencang dan mulai bersiap untuk berdiri kembali. "Apa yang kau lakukan hah!" teriaknya marah pada orang yang baru saja memelintir tangannya.
"Eopseoyo." jawab orang itu pelan sambil menaikkan sedikit tas gitar yang tersampir dibahunya. Yah, orang inilah tadi yang menolong Jaejoong kecil.
"Junhyung-ah." lirih Jaejoong hampir tak terdengar.
"Cih, jangan sok menjadi pahlawan kau. Rasakan ini!"
Srett
Bugh
"Akh!" kembali suara rintihan terdengar dari Sungjae, ah rupanya lagi-lagi ia terkena pukulan Junhyung-orang yang menolong Jaejoong kecil-dan menyebabkan dirinya tersungkur kebelakang.
"YAK! SEDANG APA KALIAN DISANA!"
Sekarang suara teriakan yang sangat kencang terdengar mengalihkan perhatian kedua namja yang bersiap kembali melakukan adu jotos, dan detik berikutnya derap langkah kaki terdengar mendekat kearah dua namja itu.
"Jaejoongie, gwencanhayo?" tanya orang itu pada Jaejoong kecil sambil meraba-raba tubuh Jaejoong.
"Anio, gwencanhayo hyung." kata Jaejoong menjawab pertanyaan Youngwoong.
"Kka, kembalilah ke kelas." kata Youngwoong lagi dan perlahan membantu Jaejoong kecil untuk berdiri.
"Kalian! Apa kalian pikir ini arena berkelahi eoh!" teriaknya kencang kepada Junhyung dan Sungjae.
"Cih, datang lagi orang sok pahlawan!" gumam Sungjae sambil menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. "Kau, masih punya urusan denganku!" ancamnya lagi pada Junhyung sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.
"Apa lagi yang kau tunggu? Cepat pergi!" kali ini Youngwoong berteriak kencang pada Junhyung. "Kau, jangan jadi sok pahlawan, dan membuat semuanya kacau! Apa kau hanya bisa berkelahi dan membuat onar eoh!" teriaknya lagi pada Junhyung.
Junhyung hanya menatap datar pada Youngwoong, dan tanpa menjawab apapun, segera ia pergi dari tempat itu. Dan saat ia melewati Jaejoong kecil, pandangan mata mereka bertemu. Hanya sekian detik pandangan keduanya bertemu, sebelum akhirnya Junhyung memutuskan kontak itu dan melangkah pergi menjauh.
Youngwoong hanya bisa menahan emosinya saat melihat kejadian itu. Tidak, ia tak akan membiarkan takdir bergulir diantara dirinya dan Junhyung.
"Aku datang kesini untuk mengubah semuanya, tak akan kubiarkan takdir mengalir diantara kita." gumam Youngwoong pelan sambil menatap sendu kearah Junhyung yang semakin menjauh dari pandangannya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Konnichiaa minna san~
Saya datang membawa chap 2 ^^ ada yang masih menunggu ceritanya? Kriikk kriikk
Bagaimana dengan chap ini? Saya akui chap ini sangat amat membosankan, tak ada gregetnya sama sekali. Saya amat sadar dengan hal itu. Tapi ya, memang begitulah jalan cerita yang harus dibuat.
Disini apakah ada yang kesulitan memahami jalan ceritanya? Kalau ada yang merasa kebingungan, silahkan bertanya kepada saya. Sebisa mungkin saya akan menjawabnya, jika itu memang berhubungan dengan jalan cerita ini.
Gomawo bagi yang kemaren uda nyempetin review di chap sebelumnya, big thank's buat :
fuawaliyaah | Gwansim84 | YunHolic | niaretha | YunJae SujuEXO shipper | rinayunjaerina | Vic89 | Dahsyatnyaff | merry | SimviR | littlecupcake noona | ShinJi Woo 920202 | UniQueen | artaulinata | thedolpinduck | Byunchannie26 | Taeripark | Guest
Ini balasan review kalian :
fuawaliyaah : iya saya memang mendeskripsikan sosom Hyuna untuk selingkuahannya bang Yong, namu saya tidak menjelaskannya lebih lanjut.
Gwansim84 : iya, ini sudah dilanjut.
YunHolic : iya, Dujun adalah security terkece sepanjang sejarah persecuritian(?)
niaretha : iya, ini sudah dilanjut.
YunJae SujuEXO shipper : iya, bilangin aja ke Yunho, supaya bang Yong disate(?). Haha, itu bukan tempat balapan liar, tapi di pinggir jalan raya.
rinayunjaerina : iya, ini sudah dilanjut.
Vic89 : hinggap dihatimu~~
Dahsyatnyaff : iya, Jaejoong memang kembali ke masa lalu.
merry : akhirnya dirimu taubat :D iya, semoga bisa terus bikin dirimu penasaran sama kelanjutannya.
SimviR : iya, Jaejoong kembali ke masa lalu. Changmin masih didalam kandungan sang eomma, jadi belum lahir.
littlecupcake noona : iya, ini sudah lanjut.
ShinJi Woo 920202 : haha, bukan salah tempat, tapi memang posisinya begitu. Ne, terus baca lanjutannya ne.
UniQueen : karena kebutuhan cerita, jadi pacarnya Jaejoong adalah bang Yong, alias Junhyung, dan untuk kemunculan Yunho, diusahakan secepatnya ne.
artaulinata : iya, ini memang terinspirasi dari film itu. Tapi saya lupa judulnya.
thedolpinduck : iya, itu Junhyung rappernya BEAST ^^ Ne, saya juga suka Changmin dalam tubuh anak-anak. Sangat imut aniya?
Byunchannie26 : iya ini sudah dilanjut. Jaejoong kemana yah? Ke hatinya Yunho mungkin?
Taeripark : haha, apakah Jaejoong nyasar ke rumahmu?
Guest : dia ada di pinggir jalan raya, bukan di tengahny atau dalam truk(?) ia pergi ke masa lalu.
.
Terimakasih atas dukungannya, untuk chap ini jangan lupa beri pendapat kalian ne tentang chap ini. Khamsa hamnida~~
Minnasan, review onegaishimasu ^^
.
Denpasar, 27 Februari 2014
