Stage 1.1

The Burrow
15 Juni 1997

Tepuk tangan membahana ketika Fleur melempar buket bunganya, dan ditangkap oleh seorang gadis manis, yang kata George sih dari 'desa sebelah'. Wah, jangan-jangan, itu gadis yang dikeceng George? HP PBC hlm 415.

Setelah tetek bengek lainnya, bersiaplah kedua mempelai, kedua orang tua Fleur, dan saudara-saudara Fleur yang lain, memasuki jaringan Floo. Bill dan Fleur akan berbulan madu, sedang kedua orang tua Fleur berikut sanak-kerabatnya, kembali ke Marseilles.

Satu per satu masuk dalam jaringan Floo. Mrs Weasley masih saja menghapus airmatanya sambil tersenyum bahagia.

Harry merasa ini seperti sebuah ironi. Hanya sekitar seminggu yang lalu mereka bersedih dengan pemakaman Dumbledore.

Tapi, lebih cepat acara ini terlaksana lebih baik. Setelah itu dia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Well. Baiklah. Senin besok aku akan mengunjungi Privet Drive. Sebenarnya lebih baik kalau di saat aku sudah hampir berumur 17 nanti. Tapi tugasku mencari Horcruxes tidak bisa menunggu," ujar Harry ketika mereka bertiga duduk di dekat perapian. Orang-orang lain sibuk ke sana ke mari membereskan bekas-bekas upacara pernikahan.

"Tepatnya, kita." Hermione memperingatkan. "Jangan lupakan kami, Harry. Jangan coba-coba memisahkan diri dari kami," ucapnya lirih.

Harry tersenyum. Ron berdiri untuk mengambilkan Butterbeer di meja.

"Sehabis itu kita akan ke Godric Hollow?" tanya Hermione.

"Ya. Kalian ini, seperti aku akan melarikan diri saja," senyum Harry pahit.

"Sementara kau ke Privet Drive, aku mau ke Heathrow. Pulang dulu sejenak," Hermione mengutarakan rencananya, "sekaligus aku mau menjelaskan keadaan sekarang pada Mum dan Dad. Dan kemungkinan aku tidak akan pulang untuk waktu yang lama."

"Tidak sekalian memperkenalkan Ron?" Harry bertanya sambil matanya berkedip-kedip.

"Apaan sih. Mum dan Dad kan sudah pernah ketemu Ron," muka Hermione memerah.

"Kenapa, siapa yang akan bertemu dengan aku?" Ron menyerahkan cangkir Butterbeer di tangannya pada Hermione dan Harry.

Harry tergelak.

Ron kembali mengambil satu cangkir lagi untuknya. Ia kembali dengan Remus di belakangnya.

"Bukan aku mau menguping, tapi kudengar ada yang mau ke Godric Hollow?"

Harry mengangkat wajahnya ke arah Remus. Airmukanya seakan menimbang-nimbang, akankah Remus diajak?

"Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. Lagipula, aku memang mau ke sana dalam waktu dekat ini," Remus seolah mampu membaca pikiran Harry.

"Mm. Baiklah. Aku memang akan ke Godric Hollow. Aku ingin menziarahi makam kedua orangtuaku. Kalau kau memang mau, ikutlah. Tapi jangan bilang siapa-siapa," Harry agak berat mengajaknya.

"Harry, memang lebih baik kita mengajak Remus. Dia yang paling tahu keadaan rumah orangtuamu," Hermione menimpal.

"Yah, harus kuakui, aku sendiri sudah tidak menengok keadaan rumah orangtuamu itu sejak beberapa belas tahun ini. Tapi, paling tidak, aku masih hapal daerahnya," Remus mengakui.

"Baiklah. Jadi begini, Remus, aku, Ron, dan Hermione mau ke Privet Drive dulu sejenak hari Senin ini. Lalu, kami akan langsung ke Godric Hollow. Kita bertemu di suatu tempat saja."

"Baik. Kita berkumpul di Grimmauld?"

"Oke." Hermione menyepakati.

"Asal jangan beri tahu yang lain saja. Aku bukannya mau ber-rahasia, tapi aku tidak enak kalau banyak yang tahu," Harry memperingati.

Remus mengangguk.

Arthur memanggilnya dengan lambaian tangan. Remus beranjak ke arahnya, "Senin sore, ya. Aku akan datang di Grimmauld."

Hermione berwajah puas. "Kurasa memang lebih baik bersama Remus," katanya lirih.

Harry tak mengatakan apapun.

Remus berjalan menjauh, sambil merenung. Akan kita temukan, siapa yang mengirim ramuan Wolfsbane itu, pikirnya penasaran.