Disclaimer : I don't own Naruto
Attention : AU,OOC,typo,gaje?
I'm Sorry Because..
Part 2 : Tidak!
Aku menghunuskan garpuku di atas piringku dengan cepat. Membuat tempe goreng di dalam sana menjadi benyek dan tak beraturan.
PRAKKK!
Aku mengakhiri acara tusuk menusuk tempe sore itu dengan tusukan terakhir saat tanpa sengaja aku kembali teringat kata-kata si rambut oranye.
'Kamu.. Siapa?'
Saat itu,entah mengapa ingin sekali rasanya aku mencukur habis rambut oranyenya sambil berkata,"Aku Hinata Hyuuga!"
Aku terdiam sejenak. Memalukan sekali pikiranku barusan.
Tenang Hinata.. Tenang..
Aku menarik napasku. Kemudian,membuangnya secara perlahan.
Ku rasa cara itu cukup berhasil,karena kini aku merasa jauh lebih baik.
Akhirnya,aku menarik piringku. Seketika,aku membolakan mataku saat melihat keadaan NAAS di dalam sana.
"Ieeeee! (tidak)" teriakku histeris saat menyadari bahwa tempe itu sudah tidak berbentuk.
Dengan masih di penuhi rasa bersalah,aku segera melahap habis tempe goreng di piring itu. "Gomenasai tempe-san.." lirihku.
Kata Ibu,makanan adalah sesuatu yang patut di syukuri,dan tidak boleh di sia-siakan. Oleh sebab itu,aku pasti akan menghabiskan apapun yang menjadi makanan ku.
Sejenak,aku menengok ke belakang.
Jaket oranye itu masih berada di sana. Masih berada di dalam tas ku.
Seketika,tatapan ku berubah menjadi sendu tatkala mengingat kejadian tadi pagi.
'Ia melupakanku..'
Perlahan,aku menundukkan kepalaku. Setelah menghela napas sejenak,aku pun berdiri sambil membawa piring yang sudah kosong ke dapur.
Seulas senyum ku paksakan terukir di bibir ku.
Aku harus bekerja,tidak seharusnya aku berwajah suram seperti ini.
***** o o o *****
"Ya! Kembali lagi bersama saya Strawberry di acara CURCIN alias Curhat Cinta! Buat kamu-kamu yang sedang kasmaran,butuh saran,atau patah hati,langsung aja hubungi atau SMS Strawberry ke nomor 08970220***. Hehehe.. Cukup ketik namamu dan pesanmu beserta lagu yang ingin kamu request yaaa.. Nah,selama Strawberry menunggu SMS yang masuk,Strawberry putarkan lagu 'galau' yang satu ini!"
Sambil melepaskan Headphone ku,aku pun menyenderkan tubuhku pada kursi. Sejenak,lagu Someone Like You-nya Adele mengalun lembut di dalam ruangan berukuran 5x6 meter itu.
Aku menutup mata ,meresapi setiap bait yang tanpa sadar sudah melekat di dalam otakku.
Inilah salah satu yang ku sukai dari pekerjaan seorang penyiar. Musik.
Drttt.. Drttt..
Handphone ku bergetar.
Dengan cepat,aku mengambilnya dari atas meja dan mulai membaca SMS masuk yang mulai bertumpuk. 12 SMS.
Aku mengamati SMS itu satu persatu. Memilah-milah kira-kira SMS mana yang akan ku bacakan nanti.
Setelah beberapa menit,aku memasang Headphone ku sambil mengecilkan volume lagu.
"Yap! CURCINers tercinta,kali ini SMS masuk berasal dari Mas Kumis. Loh,mas? Namanya di rahasiakan ya? Hehehe.. Langsung aja Strawberry bacakan ya.."
Aku pun memencet tombol tengah untuk membuka SMS dari nomor 0818 sekian sekian itu. 'Strawberry dan sahabat CURCINers,aku mau curhat. Jadi begini,aku kan lagi jatuh cinta. Tapi,anehnya,aku jatuh cinta sama orang yang dulu aku benci! Mungkin karena waktu sekelompok bareng,dia baik banget ke aku. Tapi,ternyata orang itu sudah menyukai pria lain. Nah,aku harus bagaimana ya? Bertahan atau melupakannya? Mohon bantuannya..'
Tanpa sadar aku menyipitkan mata saat menyadari bahwa nasib si Mas Kumis ini juga sama dengan ku. Sama-sama jatuh cinta dengan seseorang yang tadinya di benci.
Sejenak aku merasa sesak memenuhi rongga dadaku. Namun,dengan cepat aku mengendalikan diriku. Ini pekerjaan Hinata!
"Ehm. Kalau menurut Strawberry.. Kita bebas nencintai siapa saja. Apalagi,kalau awalnya,si dia adalah orang yang kita benci. Kalau kamu sampai bisa jatuh cinta dengannya,berarti,kamu sungguh-sungguh memikirkan dia bukan? Nah,Mas Kumis,berusahalah! Jangan mudah menyerah! Sampai nanti,sampai dia berpaling padamu.. Nah,Ganbatte Mas!" ucapku sambil tersenyum kecil.
Setelah melihat kode dari atasanku,aku pun mengangguk.
"Baiklah.. Kali ini akan Strawberry putarkan lagu.."
***** o o o *****
Aku menendang-nendang kerikil di hadapanku.
Kenapa sih,pria dengan rambut oranye itu selalu saja merasuki pikiranku?
Aku menghela napas. Kemudian,melirik ke arah kiri ku untuk menyebrang jalan.
Pulang dari tempat siaran malam-malam begini sebenarnya tak pernah membuatku takut. Namun,entah mengapa,hari ini udara terasa dingin sekali.
Aku mengetatkan jaket oranye milik Naruto yang saat ini membalut tubuh ku.
Andai,aku adalah seorang Haruno Sakura.
Aku tertawa kecil,kemudian mendengus. Mana mungkin?
Tanpa sadar aku menatap ke atas langit. Taburan bintang-bintang seketika menghiasi langit Tokyo malam itu. Sungguh pemandangan yang indah sekali..
Tiba-tiba,sebuah garis panjang berwarna kuning melintas. Bintang jatuh.
Aku terkesiap. Katanya,bintang jatuh itu bisa mengabulkan permohonan ya?
Sebenarnya aku tak ingin mempercayainya. Tapi,akhirnya,aku berbisik juga.
"Aku ingin menjadi Haruno Sakura,Kami-sama.." ucapku sendu sambil menatap jalanan di depanku.
Lagi,aku mendengus setelah menyadari kebodohan ku. Konyol kau Hinata.
Aku menghembuskan nafas. Ya,mungkin benar. Permintaanku kali ini sungguh konyol.
Aku menegakkan tubuhku. Mengapa sampai seperti ini Hinata? Mengapa sampai seperti ini kamu menginginkannya?
Aku mengusap mata ku yang berair.
Sungguh.. Aku hanya ingin berada dekat dengannya. Aku juga hanya ingin dapat mengenalnya. Salahkah aku? Salahkah aku jika ingin menjadi seperti dirinya? Menjadi seperti apa yang Naruto mau?..
Aku tersenyum pedih,kemudian melanjutkan langkahku. Jangan egois Hinata..
Tiba-tiba,aku merasa kepala ku berdenyut. Mungkin ini efek karena aku belum makan malam.
"Engggh?"
Tanpa sadar kaki ku seolah membatu. Tak dapat ku gerakkan!
Bruk!
Aku terjatuh. Aku merasa kepala ku begitu pusing. Seolah berputar-putar,dan di sekeliling ku penuh dengan cahaya kekuningan.
Sekilas,aku menatap tanganku. Saat ku sadari,tenyata tanganku sudah menghilang!
Aku menatap tanganku yang sekarang sudah transparan itu dengan horror.
Baiklah. Aku panik. Ada apa denganku?! Ada apa dengan tanganku?
Dan saat aku melihat bahwa kaki ku perlahan-lahan memudar. Aku membolakan mataku.
"Apaaaa?" pekikku.
***** o o o *****
Siluet sinar mentari perlahan-lahan memasuki jendela kamar ku. Menyentuh dan membelai mataku. Seolah ingin menyampaikan sebuah kata. 'Bangun'.
Sesaat aku menggeliat. "Ungghhh.."
Aku membuka mataku,kemudian menatap langit-langit kamar yang di penuhi dengan bintang dan bulan glow in the dark.
Aku menautkan alisku. Tunggu,tunggu. Langit-langit kamar ku kan berhiaskan tempelan Strawberry yang sudah menguning warnanya?
Aku mengucek mataku. Kemudian berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin.
Kemarin aku siaran,terus pulang,terus melewati tukang sate keliling,lalu melihat bintang. Setelah itu..
Ehhhhh… Tunggu tunggu. Bintang? Sedetik kemudian,aku menegakkan tubuhku. Kemudian,dengan cepat,aku melihat tangan dan kaki ku.
Aku menghembuskan nafas lega saat melihat bahwa tangan dan kaki ku baik-baik saja. "Syukurlah.."
Aku tersenyum kecil. Baiklah. Tak ada yang perlu di khawatirkan.
Tapi.. Ini rumah siapa? Apakah semalam ada orang yang menolongku?
Seseorang mengetuk-ngetuk pintu kamar ku. Eh,itu bukan pintu kamar ku deh.
Tok! Tok!
"Sakura-chan.. Sakura-chan,bangun sayang.. Sudah jam setengah 7.. Nanti kau terlambat!" suara seorang wanita paruh baya seketika terdengar dari balik sana.
Aku mengernyit bingung. Sakura? Sakura siapa? Apakah gadis itu yang telah menolong ku kemarin? Kalau begitu,aku harus mengucapkan terimakasih padanya!
Tiba-tiba pintu kamar berwarna cokelat itu terbuka. Sesosok wanita berambut pink melongok dari balik pintu,kemudian menatapku lembut.
Aku menatap wajah wanita itu. Sepertinya aku familier dengan wajah wanita itu.. Tapi.. Siapa ya?..
"Ohayou Sakura-chan.. Ayo siap-siap.. Ibu sudah siapkan roti selai cokelat kesukaanmu.." ucapnya sambil tersenyum.
Aku tergugu. Kemudian,menatap sekelilingku. Siapa yang barusan dia panggil Sakura-chan?
Setelah menoleh dan mendapati bahwa tidak ada siapapun di ruangan itu,aku pun menoleh kea rah wanita tadi.
"Maaf bu. Sakura-chan itu siapa?" tanya ku polos.
Wanita itu terbengong sebentar. Kemudian tertawa lebar.
"Haha.. Kau bicara apa sih sayang? Tentu saja Sakura itu adalah kamu! Sudah,sudah. Jangan banyak bercanda. Nanti kau terlambat!"
Setelah mengucapkan kata-kata yang tidak dapat ku terima secara logika tadi,wanita itupun menutup pintu kamar dan berjalan menjauh.
Aku terpaku. Apa barusan yang ibu itu bilang?
Dengan cepat,aku berlari ke ruangan kecil yang bisa ku pastikan adalah toilet.
Setelah menemukan benda yang bernama cermin itu tergantung tepat di hadapanku,aku pun terpana.
"I..I..Iniii?"
Aku menatap pantulan seorang gadis berambut pink di hadapanku. Hidungnya yang mancung. Pipinya yang bersemu kemerahan. Bibirnya yang kecil. Dan.. Mata berwarna hijau seindah emerald..
Tanpa sadar aku menahan napasku. Seluruh tubuh ku tiba-tiba bergetar hebat. Apa ini.. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Aku menggigit bibir bawah ku,kemudian menatap kembali bayangan di dalam cermin itu yang juga sedang menggigit bibirnya.
Gadis itu..
Gadis di cermin itu..
Haruno Sakura!
"I..I.."
"IEEEEEEEEE (tidak)!"
***** o o o *****
L-Lanjut ga nih? :'3
Restyviolet H-Haiiiii (iya) d
Utsukush hana-chan Hahaha.. Nggak baka kok
bala-san dewa uaaaahhh.. makasihhh.. aku juga suka review mu 3
Thankyou for reading! {}
