Judul: Thunder Snow

Cast : Kim Jongdae, Kim Minseok, Park Chanyeol and other

Genre : Drama Fantasi

Rate : T

Author : chen21ina

Chapter 2 ~

"Yifan hyung ! Kau merasakannya ? Snowflake telah terpilih dan sumber kekuatannya dari Seoul apakah kita akan kembali ke Korea ?" Yifan laki-laki yang di panggil hanya diam tak menjawab. Lama ia berpikir hingga akhirnya kepala itu mengangguk

"Ne Chanyeol-ah kita akan kembali"

.

.

"Astagaa kenapa bisa ada salju, bahkan ini masih bulan Mei" Minseok terus saja menggurutu ia tak mengerti dengan kondisi alam, mungkin ini adalah salah satu efek dari pemanasan global. Minseok menyesal ketika dulu sekolah ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kantin sehingga tak mengerti tentang bagaimana salju dapat terbentuk.

Gerutuan itu terus berlanjut dan bertambah parah ketika ponselnya berbunyi menunjukan satu pesan masuk dari salah satu temannya Hana. Isi pesan tersebut kurang lebih meminta Minseok untuk datang ke toko karena Luhan temannya tidak bisa masuk kerja padahal hari ini Minseok libur.

Wanita bermata kucing itu mengeratkan jaketnya, salju benar-benar dingin. Namun ada satu hal yang aneh kenapa lama kelamaan Minseok justru merasa panas.

Ting

"Minseok ! Syukurlah kau datang. Toko benar-benar ramai" ucap Hana. Minseok hanya tersenyum seadanya ia masih merasa kesal harus masuk bekerja.

"Jangan cemberut kau nanti tambah jelek" ucap Hana lagi dan Minseok makin merasa sebal. Namun wanita itu tetap berjalan menuju meja kasir, singgasananya.

.

.

Ruangan itu tampak tenang, hanya saja wajah beberapa orang yang berada di dalam ruangan tak setenang yang terlihat.

Salju

Pembaca pikiran

Naga yang dapat terbang

Air

Healing / Penyembuh

Cahaya

Petir

Api

Bumi

Waktu

Teleporter

Angin

Kedua belas element tersebut memiliki satu orang pengendali. Manusia pilihan para dewa mereka terpilih sejak hari pertama mereka menghirup udara di bumi.

"Salju hari ini bukanlah suatu kejadian alam biasa tapi ini adalah pertanda dari dewa bahwa pengendali salju yang baru telah perpilih." Suho menatap satu persatu teman yang ada di hadapanya.

"Kita harus menemukan orang tersebut sebelum Jongdae" lanjut Yixing.

Tiga orang disana mengangguk setuju. Namun ada satu orang wanita yang justru melamun.

"Luhan? " wanita yang di panggil pun menoleh membuat seluruh perhatian tertuju padanya.

"Ne oppa " jawabnya

"Apa ada sesuatu yang kau pikirkan? " tanya Suho lagi dan Luhan pun menggeleng.

"Aku rasa lebih baik sekarang kita berpencar, siapa pun orang yang terpilih itu dia pasti belum bisa menggunakan kekuatannya dan kita harus melindungi serta membingbingnya" ucap Sehun sang pengendali angin.

"Aku setuju dengan Sehun jadi sebaiknya kita sekarang berpencar" ujar Jongin sang teleport.

"Baiklah kita berpencar "

Tak sampai lima menit setelahnya ruangan yang tadi di penuhi oleh beberapa orang kini kosong dan hanya menyisakan gadis dengan mata rusa yang masih duduk tenang disana.

"Semoga tak akan ada sesuatu hal yang buruk" ucap Luhan lirih.

.

.

Bruk

"Aaawwww"

"Astaga Chen! " Yifan berlari tergesa saat melihat adiknya terjatuh.

"Kau baik-baik saja? " tanyanya khawatir.

"Ia hyung, aku baik-baik saja" jawab anak yang lebih kecil.

"Chen-ah bagaimana apa kau sudah bisa mengendalikan kekuatan petir mu? " tanya Yifan.

"Belum hyung, sangat sulit sekali mengendalikan petir di tanganku"

"Kau jangan menyerah Chen-Chen kita berlatih bersama ya " ujar Yifan lagi dan keduanya pun tersenyum bersama.

Yifan dan Chen adalah kakak adik yang tak dapat terpisahkan, walaupun kehidupan mereka jauh dari kata berlimpah uang namun itu bukanlah masalah bersama dengan Liyin sang Mama ketiganya hidup bahagia.

Yifan mendapatkan anugrah sebagai pengendali naga, ia mampu terbang bahkan naga yang Yifan kendalikan dapat menyemburkan api sementara Chen sang adik di anugrahi kekuatan petir. Mungkin jika ini terjadi pada keluarga biasa akan menyebabkan kebingungan. Namun tidak dengan Liyin, wanita itu sudah tahu jika suatu saat anak yang ia lahirkan akan mendapat kelebihan semua itu karena sang suami Junsu yang adalah pemegang kekuatan salju.

.

.

Splash

Jeddaarrrrr

Grep

"Jongdae hentikan! " Baekhyun memeluk erat tubuh Jongdae, sementara laki-laki itu hanya diam menatap kosong pada sebuah bongkahan batu besar yang kini telah berubah menjadi kerikil kecil. Kekuatan Jongdae tidak bisa di gunakan terus menerus karena itu akan membuat kerusakan pada organ dalam tubuhnya kecuali jika dua belas pemegang kekuatan bersatu. Namun tidak untuk individu hal ini di maksudkan agar sang pemengang kekuatan memiliki batasan diri.

Kekayaan Jongdae tak terhitung apalagi dengan popularitasnya yang sekarang mampu membuat dirinya memiliki apa pun yang ia inginkan termasuk sebuah pulau pribadi tak berpenghuni. Jongdae sengaja membelinya untuk tempat ia berlatih, Jongdae tidak mungkin membiarkan dunia luar tahu tentang kekuatan yang ia miliki.

Sret

Jongdae menyentak tangan Baekhyun kasar namun tak sampai membuat wanita mungil tersebut sampai terjatuh.

"Menjauhlah Baek, aku tidak ingin kau terluka" ucap Jongdae namun Baekhyun menggeleng keras.

"Tidak! Sudah cukup untuk hari ini kau berlatih Dae-ah" lanjut Baekhyun.

"Baek tidak kah kau mengerti? Kekuatan ku masih kurang, aku harus terus mengasah kekuatan ini dan kemudian aku akan membunuh Yifan" perkataan Jongdae tersebut membuat Baekhyun diam. Ia hanya dapat menatap sedih pada sosok laki-laki yang kini tengah mengeuarkan petir di tangannya.

"Apa kau tidak ingin mencari snow white? Pemegang kekuatan salju? Bukankah orang itu putri salju sekarang" Kini giliran Jongdae yang terdiam.

"Jongdae-ya jika element petir bersatu dengan air bukankah akan menciptakan suatu kekuatan yang lebih besar? Seperti kita ketahui Air adalah penghantar listrik yang baik. Dan pengendali air adalah Junmyeon dan tidak mungkin jika dia mau membantumu. Tapi snow white bisa, kau tentu tidak lupa jika salju adalah air yang membeku dan kurasa dengan kharisma mu kau bisa membuatnya ada di pihak kita. " jelas Baekhyun.

"Kau cerdas Baek. Kalau begitu kita harus segera menemukan snow white." ucap Jongdae dengan senyum yang sekali lagi mampu membuat Baekhyun berjalan mundur.

Baekhyun mendesah lega karena akhirnya Jongdae mau kembali ke Seoul dan mengakhiri latihannya namun di satu sisi ia pun merasa bersalah pada pemegang kekuatan salju karena wanita itu benar-benar akan menjadi snow white dimana Jongdae lah sang nenek sihirnya. Baekhyun hanya bisa berharap jika snow white kali ini benar-benar memiliki kurcaci pelindung.

.

.

"Ya ampun hari ini benar-benar ramai " Minseok merenggangkan tubuhnya yang terasa lelah begitu pun dengan Hana dan beberapa karyawan lain. Ini hari libur jadi pantas saja jika toko ramai.

Ting

Pintu toko terbuka Minseok sudah akan marah pada siapa pun yang datang tidak tahu kah bahwa toko telah tutup? Apakah orang tersebut tidak melihat jika tanda 'closed' telah terpampang rapih di pintu utama.

"Maaf apakah aku masih bisa membeli secangkir americano? " Minseok diam membatu, niatnya yang akan memarahi pengunjung yang datang di saat toko sudah tutup sirna begitu saja.

"Jo-jongdae? " ucap Minseok terbata dan laki-laki yang di panggil namanya tersenyum membuat persendian Minseok lemas seketika.

"Jadi apakah aku masih bisa membeli americano? " tanya ulang Jongdae dan Minseok mengangguk semangat sebagai jawaban.

Tak butuh waktu lama sampai Minseok berhasil menyiapkan satu cangkir kopi sesuai pesanan Jongdae. Laki-laki tersebut hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Minseok, jelas sekali jika wanita di hadapannya ini adalah penggemarnya

"Terima kasih" Jawab Minseok ketika ia menerima beberapa lembar Won yang diberikan Jongdae padanya untuk membayar americano, tangan mereka secara tidak sengaja bergesekan membuat Jongdae terdiam dan memperhatikan Minseok lama.

Walaupun kecil namun Jongdae dapat merasakannya, Snow white. Senyum tampan Jongdae mulai menghiasi wajahnya.

"Maaf agashi boleh ku tahu nama mu? " Minseok mengerjap lagi, Jongdae idol tercintanya ingin tahu nama Minseok?.

"Kim Minseok imnida" jawab Minseok lembut bahkan kini wanita itu menunduk malu menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Minseok-ah aku sangat menyukai americano, setiap harinya aku selalu meminum cairan pekat ini. Kau pasti sudah tahu tentang fakta ini " ujar Jongdae lagi dan Minseok mengangguk semangat.

"Dari sekian americano yang telah ku minum, buatan mu lah yang terbaik. Bolehkah aku meminta nomor ponsel mu? Jika tak keberatan mungkin nanti aku akan menghubungi mu, mengobrol sambil minum kopi terdengar sangat menyenangkan. Bolehkah? " lanjut Jongdae dan Minseok tidak mungkin menjawab tidak .

.

.

Luhan berlari kencang, kekuatan yang ia miliki memungkinkannya untuk memindahkan barang ataupun membaca pikiran seseorang, hanya 11 pemegang kekuatan lain yang tak dapat Luhan baca pikirannya.

Tapi tanpa sengaja ia melihat bayangan samar seseorang seperti Jongdae di dalam toko tempatnya bekerja, ini gawat karena Minseok ada disana.

Luhan sejak awal memang tidak pernah bisa membaca pikiran Minseok, ia semula berpikir bahwa alasan pikiran Minseok tak terbaca karena masih lemahnya kekuatan yang Luhan miliki. Namun kali ini setelah salju turun padahal belum saatnya membuat Luhan berpikir lain, bagaimana jika Minseok lah sang pengendali salju hanya saja ia belum tahu dengan kekuatannya.

Luhan semakin mempercepat langkahnya ketika toko sudah mulai terlihat.

Ting!

Luhan membuka pintu kasar, beberapa karyawan melihat malas kearah wanita bermata rusa tersebut. Untuk apa Luhan datang padahal toko sudah tutup dan mereka pun akan pulang. Namun berbeda dengan Minseok ia berjalan cepat menuju Luhan dan dengan sekali gerakan kini tubuh mungil Luhan telah ada dalam pelukannya.

"Lu! Coba tebak siapa yang tadi kemari? "ujar Minseok ceria " Jongdae ! Kim Jongdae! Astaga ini luar biasa, yatuhan aku rasa aku jatuh cinta" lanjut Minseok lagi. Hana yang ikut mendengarkan hanya memutar matanya malas, ia bukanlah penggemar Jongdae walau ia akui Jongdae sangatlah tampan namun untuk Hana, Yongguk sang suami lah yang tertampan. Berbeda dengan Luhan wanita itu menatap cemas pada Minseok, jika tadi Jongdae kemari kemungkinan besar ia telah mengetahui siapa Minseok karena Luhan pun merasakan hawa dingin ketika tadi Minseok memeluknya reaksi yang akan terjadi pada pemegang kekuatan.

Wanita itu masih tidak tahu bagaimana menjelaskan situasi ini pada sahabatnya. Dalam hati Luhan hanya berharap jika Jongdae tak akan melakukan hal buruk pada Minseok.

.

.

Tbc

Yaampun udah updatenya lama, sekalu update pendek pula..

*lempar Jongdae*

*saya tangkap*

Hahahaha

Jujur yah susah banget ternyata buat ff dengan genre fantasy ..

Tapi saya akan tetap berusaha untuk merampungkan ff ini ..

Terima kasih untuk semua yang sudah baca, review, follow dan favorit.. Setiap tinta yang kalian tingalkan sungguh berarti..

Masih pnasaran disini karakter jongdae baik atau jahat?

See u in next chap

Hohohoho