NIHAAOO!
IM COME BACK MINNA!*lgsg kna tinju krna bikin ribut*
OK! Pertamanya Vida ucapin arigatou wat yang dah baca sama review ni fic yang super gaje. Gaje dari tokohnya yang OOC, Gaje yang ceritanya ancur, and gaje buat semua TYPO plus EYD yang nyangsang di fic ini..
Vida gak mau banyak cincong,karna dah di deathglare sama para chara yang udah Vida bikin OOC!
LETS GOOO!DECH MINNA! ^0^
.
.
.
.
Disclaimer
.
.
Bleach
Tite Kubo Senpai
.
.
.
Author
Vida Tranquila
.
.
.
Rate
M
.
.
Genre
Romance and Humor
.
.
Warning!
.
.
Gaje, AU, OOC, Abal, Ancur!
OK! LETS GOOO!
"Animal Jungle in Las Noches Hostel"
.
.
Chapter 2
Sang violet tengah terlelap di alam mimpinya yang indah,tidur pulas tanpa ada rasa khawatir sedikit pun. Tapi entah kenapa tiba-tiba ia merasa berat, seperti ada sesuatu yang menindihnya sehingga memaksa sang violet membuka matanya.
Bola mata violet itu pun terbelalak mendapati satu sosok yang tengah menindih,menatap tajam bagai serigala di hadapannya dan berkata..
"Ayo kita bersenang-senang onna!"
Dan dalam sekejap sang violet alias Rukia berteriak!
KYYAAAA!
Semua orang yang berada di antara jarak 50 meter langsung tutup telinga malahan ada yang langsung di gotong sama ambulance because sudden heart attack*sok inggris loe*.
Dengan cepat dan menggunakan kekuatan fisik yang ia punya meski tak seberapa karena tubuh mungilnya, Rukia langsung menendang tepat di ulu hati itu sosok yang menindihnya. Terjatuhlah,tengkureplah,jotos lah itu muka ganteng mencium lantai marmer yang keras.
Rukia bangkit dari tempat tidurnya yang menjadi saksi bisu dia hampir di rape sama.. .. ..
JENG..JENG..JENG..
Ulquiorra Schiffer, cowok ganteng,dingin,dan ukuran dada Rukia buka hobinya*Author langsung kena tinju. Rukia: Gak usah di sebutin woi!*,juga sebagai teman sekamar Rukia.
Nafas Rukia tersengal-sengal, dia berjalan mendekati tubuh yang tengkurep di lantai karena ia tendang. Tapi cewek mungil itu kembali melangkah mundur saat sosok yang ada di lantai bangkit lagi. Mata emeraldnya menatap tajam dengan seringai bagaikan serigala yang siap menerkam mangsanya.
"Ma..mau apa kau?" Ucap Rukia bergetar dan terus mundur. Sementara sosok binatang lapar berjalan mendekatinya.
"Sudah kukatakan onna! Aku akan mengajakmu ke sebuah permainan yang menyenangkan. Permainan yang akan memberikan mu kenikamatan yang tiada tara." Ujarnya dengan seringai dan tatapan bak seekor serigala lapar. Perlahan tapi pasti,cowok beramata emerald itu terus mendekati Rukia yang terus melangkah mundur menjauhi dirinya.
Rukia semakin bergidik ngeri,dan terus melangkah mundur. Tapi meja kecil menghalangi langkahnya,terhentilah dia dan kembali menatap takut sosok yang siap memangsanya. Tapi dengan kepercayaan diri yang ia kumpulkan plus di dorong oleh keberanian. Cewek mungil itu tanpa ragu sembari menutup mata langsung melayangkan sebuah tendangan.
Di rasakan pergerakan cowok berambut hitam itu berhenti,Rukia mencoba membuka mata lagi. Mata violetnya melebar,dan dalam sekejam dia sweetdrop plus jawdrop mendapati kakinya kini menempati tempat yang tak boleh di sentuh dengan kencang apa lagi di tendang dengan sekuat tenaga. Reader mau tau apa yang di tendang Rukia..
JREENG..JREENG..JREENG.. Saksikanlah Reader mungkin tepatnya di bayangkan..
Bahwa kini kaki mungil Rukia tengah menempati tepat di ke dua selangkangan kaki Ulquiorra, ya jika lebih di deskripsikan lagi seperti halnya pelajaran bahasa Indonesia*di keroyok karna banyak cincong* kaki mungil itu tepat menendang kejantanan yang paling rahasia dari sang Ulquiorra Schiffer,dan sang empunya langsung pingsan dalam sekejap karna itu kejantanannya tengah mendapat sebuah tendangan yang amat dahsyat bagaikan ke samber petir malem-malem,dan dapat di pastikan apa yang akan terjadi padanya saat bangun ..
Tapi untuk empunya si kaki,ini adalah penyelamatan terbaik untuk menolong nyawanya mungkin lebih tepatnya hidup kesuciannya dari sang serigala lapar yang kini pingsan di hadapannya. YOOSSHH! Penyelamatan diri malam ini sukses! Begitulah!
~Animal Jungle in Las Noches Hostel~
Bulan kini terganti oleh sang mentari yang bersinar terang. Para penghuni asarama Las Noches tengah berkumpul semua di sebuah tempat yang lebih tepatnya kantin buat sarapan. Suasana sangat gaduh,rame,ancur karna ada yang ribut ngantri pilih-pilih makanan,ada yang berantem karna gak dapet tempat duduk,terus ada yang ribut soalnya kehilangan Boxer*Lah GUBRAG*.
"Wooi! Boxer GW ilang! Ada yang liat,ada yang ambil,Ciri-cirinya warna merah,garis-garis ijo tua,bergambar love,di bagian depannya ada tulisan PUNYA GW! Kirim segera informasi anda ke tempat bagian informasi BOXER HILANG di depan pintu asrama OK!" Seperti itulah yang terdengar.
A/N: Lah,boxer ilang aja ada bagian informasinya.. Gila nich Asrama.
*langsung di bantin sama semua penghuni*
Lanjuuuut!
Sedangkan itu korban yang kehilangan boxer bagi brosur angket kehilangan,Rukia malah duduk malas sambil memakan sarapanya dengan perasaan yang amat sangat ogah. Matanya berkantup memperlihatkan bahwa dia tidak tidur,tubuhnya terasa lemas tak bertenaga.
"Hei,kalong! Loe kenapa lagi? Jalan loe kayak orang yang udah di sunat aja!" Seru seseorang yang membuat seluruh penghuni kantin ini langsung memberikan sikap hormat mereka. Rukia sudah mengenal nada suara ini,dan dia pun malas untuk melirik ke arahnya.
"Aku juga tidak tahu! Saat bangun aku sudah terkapar di lantai,dan penis ku sakit!" Sahut itu cowok dingin,entah kenapa meski cara jalannya yang udah mirip kayak orang yang baru aja di sunat,tapi ekspresinya masih saja datar.*A/N: ngomong-ngomong Ulquiorra dah di sunat belom yach?*
"HAHAHA! Loe ngigau apa lagi waktu tidur! Jangan-jangan loe nyerang Rukia lalu kena tendang lagi!HAHAHA!" Seru cowok berambut yang kontras dengan matanya yang biru dengan tawanya yang meledak di ruangan yang di sebut kantin ini. Orang yang di tanya cuman diem aja,karna dia entah kenapa tidak mengingat kejadian semalam yang ia alami.
Tapi beda buat Rukia yang gak sengaja denger atau lebih tepatnya pasti denger omongan Grimmjow yang bagaikan pake Big Toa,dan langsung membuatnya tersedak makanan yang ada di mulutnya.
"OHOK..OHOK.. Minum.." Erangnya sambil mengambil segelas teh manis hangat,dan dengan buru-buru dia minum tuh teh manis. Dan makanan yang tersedak pun mengalir perlahan di tenggorokannya,menuju lambung. "AH.."
Sepasang mata hazel memandang ke sosok yang tengah minum segelas teh manis dengan buru-burunya. Merasa di pandangi tajam,sang violet pun melirik ke arah orang yang menatapnya. Di temuilah oleh kedua mata violetnya,sepasang mata hazel yang menatap tajam sambil mendengus kesal ke arahnya.
"Bisa gak sich loe,gak mandang gw kayak gitu." Protes Rukia sambil kembali focus pada sarapanya.
"Loe lagi ngapain di situ MIDGET!" Seru cowok berambut orange itu yang kini sudah berada di sampingnya,lebih tepatnya di belakang tubuh cowok berambut hitam dengan mata emerald.
Rukia tidak langsung menjawab,tapi malah melirik malas ke cowok berambut orange itu. HAH! Lalu dia pun menghela nafas malas.
"Otak loe itu benar-benar terbuat dari jeruk apa! Atau mata loe yang rabun! Jelas-jelas gw lagi sarapan! Dasar jeruk BAKA!" Rukia sedikit menekan pada kata terakhirnya,membuat kerutan di kening itu cowok berambut orange.
"Apa loe bilang MIDGET!" Ichigo pun gak mau kalah! Rukia mendelik penuh deathglare dan di terima baik oleh deathglare Ichigo. Tapi sebelum mereka ngadain perang deathglare.. ..
"RUKIAAAA!" Sebuah teriakan yang menghentikan mereka. Mereka pun langsung menoleh ke arah sang pemilik suara gede itu. Rukia langsung jawdrop waktu melihat badan Grimmjow siap menerjang memberikan sebuah pelukan padanya.
GRREEBB!
Dan akhirnya tangan kekar itu pun memeluk sosok yang ada di hadapanya.
"Ohayoo Rukia! Loh,tapi Rukia, tubuh mu mendekin lagi ya?" Ujarnya yang belum menyadri situasi.
"Mendekin pala loe botak! Cepat lepasin gw baka! Loe mau gw mati kehabisan nafas gara-gara ngehirup bau loe yang bak comberan ini!" Tegur seseorang yang kini tengah di peluk Grimmjow. Grimmjow merasa aneh sehingga alisnya ngangkat sebelah. Di liriknya sosok yang ia peluk dengan mata birunya. Di dapati olehnya kepala mungkin lebih tepatnya rambut putih yang ada di dekapannya.
"Cepet lepasin gw abnormal! Gw nich udah gak tahan sama bau loe!" Kepala putih itu pun mendongak ke atas. Terlihatlah jelas siapa yang kini di peluk oleh Grimmjow.
"GYAAA! KUNTET! LOE NGAPAIN DI SITU!" Lah si Grimmjow malah histeris sendiri.
"Harusnya gw yang bilang gitu BAKA!" Decik cowok bertubuh mungil dan berambut putih itu alias Hitsugaya.
"Hei! Kuntet! Gw ini lebih tua dari loe! Loe harusnya lebih sopan sama Gw!" Pekik Grimmjow sambil sok tua nya!
Hitsugaya malah nyengir sambil berdecik. "Ck! Ngapain gw sopan sama orang bodoh kayak loe! Rugi gw nganggap loe sebagai senior!" Sahutnya.
"Apa loe bilang! KUNTET SIALAN!" Erang Grimmjow sambil menatap nyalak. Tapi Hitsugaya gak meduliin malah berbalik memandang Rukia. Dan tanpa basa-basi apalagi minta ijin,tubuh mungil yang lebih mungil dari Rukia*author beku sama hyourinmaru plus shirayuki* langsung memeluk tubuh sang pemilik mata violet itu. Mata Rukia membulat kaget.
"A..apa yang kau lakukan?" Rukia malah jadi salting sendiri.
"Ohayoo nee-san! Meski dada nee-san kecil,tapi tubuh nee-san hangat dan wangi." Entah pujian atau apa,yang jelas Rukia merasa tidak senang tentang perkataan Hitsugaya.
"Woi! Kuntet lepasin Rukia!" Teriak Grimmjow pake toa langsung di depan kuping Hitsugaya,Hitsugaya langsung keleyengan mendapati gendang telinganya serasa budek seketika. Rukia cuman sweetdrop aja.
"Wooi! MIDGET! Loe ngapain masih ada di sini!" Seru Ichigo.
"Hei! Loe kepala jeruk, loe punya dendam apa sich sama gw!" Seru Rukia.
"Karna loe cewek!" Sahut Ichigo.
Rukia terdiam sesaat. Wait second minute! Dari kemarin dia marah-marah karena Rukia cewek. Cewek..cewek.. Itu artinya kalau dia benci cewek..Itu artinya..
"LOE HOMERENG YAAH!" Teriak Rukia sama lebay facenya jadi ala candy-candy gitu.
"Maksud loe apa! Gw homo HAH!" Si Ichigo malah gak terima.
"Ya,jelaskan. Loe benci gw karna gw cewek! Itu artinya loe HOMO!" Jelas Rukia sejelas-jelasnya sambil nunjuk ke arah Ichigo.
Ichigo mikir sejenak,Grimmjow masih dalam ke adaan cakar-cakaran sama Hitsugaya,lalu mata emerald memandang Rukia,tapi Rukia langsung bergidik.
"Apa liat-liat!" Rukia memprotes dengan culasnya.
Sang emerald menyipit memandang Rukia. "Hei onna! Apa kau melakukan sesuatu pada ku semalam?" Sang mata Emerald menatap Rukia tajam dan dingin.
"A..aku gak ngelakuin apa-apa kok!" Jawab Rukia gagap.
'Yang harusnya ngomong gitu kan aku. Kok ku malah yang merasa bersalah sich! Kan dia yang yerang,ku cuman melindungi diri. Tapi kalau melihat ke adaanya. Pasti sakit yach!' Batin Rukia sambil ngelirik selangkangan Ulquiorra. Cowok dingin itu cuman ngangkat alis.
Dan kembali ke cowok berambut orange. "HEI MIDGET! Gw kagak Homo!" Serunya.
"Lah,loe baru beres mikir!" Cibir Rukia.
"Pokoknya Gw gak HOMO!" Itu cowok alias Ichigo langsung ngotot gitu aja. Rukia malah mandangin males.
"Wah! Pagi-pagi begini kau sudah bangun ya Rukia-chan!" Terdengar suara lembut dari arah belakang Rukia. Namun belum sempat Rukia menoleh,sepasang tangan tengah nemplok sekian kalinya di dada Rukia. "Meski kau rajin,tapi dada mu tidak rajin untuk membesar kan diri ya.." Lanjutnya lagi sambil dengan nada kecewa.
"BERHENTI MENGOMENTARI DADA KU HENTAI!" Protes Rukia pake Toa milik Grimmjow, Itu cowok berambut merah scarlet yang ada di belakang Rukia langsung sweetsrop.
"Ohayoo minna!" Sapa seorang cowok berambut scarlet juga sambil kedua tangannya memegang nampan yang berisi beberapa makanan dan minuman.
"Hn.." Sahut Ulquiorra.
"OHAYOO!" Sahut Rukia nafsu.
"BAWEL LOE!" Seru Grimmjow.
"Botak aja loe!" Cibir Hitsugaya.
"GW KAGAK HOMO!" Entah mengapa Ichigo histeris.
"WOI! GUYS! Ada yang liat pisang ambon gw kagak! Ilang satu iket nich! Padahal gw belom sarapan." Teriak cowok berambut merah yang di kuncir membentuk kulit nanas entah duren!*author sendiri bingung*
"Hei! Jujur! Sapa di antara loe-loe pada yang nyolong kaset DVD Bokep gw yang baru! Itu belom gw tonton tau!" Lah orang riweuh dateng satu lagi,dengan kepangnya dia nyabit para penghuni kantin yang lagi makan.
Sarapan kali ini di hiasi ke gaduhan dari orang-orang riweuh yang nyasar. Ichigo malah frustasi sendiri sambil teriak-teriak"GW KAGAK HOMO!",Grimmjow masih asyik cakar-cakaran sama Hitsugaya,Ashido tengah sibuk beli susu buat Rukia dengan bergumam ria "Kalau minum susu banyak mungkin dada Rukia bakal membesar"*gak mungkin*langsung dapet deathglare dech authornya*,Renji makin histeris soalnya pisangnya kagak ketemu,Ggio ngancam para penghuni lainnya karna kasetnya ada yang nyolong itu juga belom pasti,dan di tengah ke gaduhan ini hanya 2 orang di antara mereka yang tenang.
"Ulquiorra-kun kau kenapa?" Tanya cowok berambut scarlet yang di panggil Noba waktu ngeliat cara berdiri Ulquiorra yang udah kayak orang yang baru di sunat.
"Bukan apa-apa!" Sahut Ulquiorra dingin,dan Noba pun diam. Sedangkan Rukia strees sendiri menyaksikan tingkah laku teman seasramanya.
~Animal Jungle in Las Noches Hostel~
Hari ini hari pertama Rukia masuk kelas. Setelah memperkenalkan diri di depan kelas,Rukia pun duduk di tempat duduk kosong yang sudah di siapkan untuknya. Tapi entah mengapa Rukia merasa dirinya di pandang tajam oleh penghuni kelas 2-3 ini,lebih tepatnya hanya para cewek yang menatapnya tajam sambil nyebar aura pembunuh. Udah mah lemes karna kejadian waktu sarapan,Rukia merasa ngeri duduk di kelas ini. Apa yang akan terjadi lagi! Itulah yang ada di pikirannya.
Waktu terus berjalan,dan jam istirahat pun tiba. Rukia merasa lega saat jam istirahat tiba,dengan cepat dan buru-buru ia beranjak dari tempat duduknya. Rasanya ingin cepat-cepat pergi dari kelas ini,tapi sebelum Rukia siap menjalankan niatnya,langkahnya terhenti kerena ada beberapa sosok kerumunan menghalangi jalannya.
"A..apa?" Ujar Rukia setenang mungkin.
Sosok yang ada di hadapanya,mungkin lebih tepatnya sekumpulan cewek-cewek dengan dandanan menornya menatap Rukia nyalak.
"Apa benar loe tinggal di Asrama Las Noches?" Tanya salah atu cewek berambut orange senja dan mata abu-abunya menatap Rukia tajam,dan kalau di lihat sepertinya cewek ini yang jadi ketua perkumpulan ini.
"I..iya." Sahut Rukia.
Itu para cewek saling pandang. "Loe tau tempat apa itu?" Tanya cewek berambut orange itu lagi.
"Tau.. Itu asrama." Sahut Rukia lagi. "Oh y,kalau boleh tau nama mu siapa ya?" Di saat begini masih sempet-sempetnya nanya nama.
"Oh y,Gw belom ngenalin diri. Kenalin gw Orihime Inoue!" Sahut Itu cewek dengan gaya sok eksotisnya sambil mengembangkan rambut senjanya.
"Kalau Gw Neliel To Ordeschvank." Cewek berambut hijau toska pun ikut-ikutan ngenalin diri,padahal gak di tanyain.
"Panggil aja aku Ririn!" Lah anak yang kelihatn SD ini ikut-ikutan ngenalin diri sambil sok-sok an ngasih kissbye.
"Tia Harribel." Ujar cewek berambut pirang.
"Gw Tatsuki Arisawa." Cewek yang keliatannya tomboy pun ngenalin diri juga.
"Mo..momo Hinamori." Dengan gugupnya itu cewek bercepol sama-sama ngenalin diri.
"Shaolin Fon,tapi gw suka di panggil Shoifon." Cewek mungil dengan kunciran di rambutnya pun ikut-ikutan.
"Rukia Kuchiki. Salam kenal" Rukia pun ikut memperkenalkan diri sambil tersenyum dan bersalaman dengan cewek-cewek yang ada di depanya.
"Salam kenal!" Sahut mereka semua berbarengan dengan memberikan senyum juga soalnya ke bawa suasana.
"Lah..Gw juga tau nama loe Rukia Kuchiki,kan tadi udah ngenalin diri di depan kelas gimana sich!" Seru Cewek berambut hijau toska itu.
'Kan bukan salah ku.' Batin Rukia sweetdrop sendiri.
"Sekarang kita ke masalah utama!" Seru cewek yang namanya Orihime. "Loe gak deket-deket sama Kurosaki-kun,Schiffer-kun, Jaegarjaquez-san, Toushiro-chan, Abarai-kun, Vega-kun,Kano-kun kan di asrama.." Ujar itu semua cewek dengan Horor facenya,Rukia sweetdrop.
'Busyet di absen semua.' Batin Rukia.
"Hah! Ma..maksudnya?" Rukia jadi bergidik ngeri sendiri dech.
"Maksudnya loe jangan kecentilan di sana,apalagi tebar pesona sama para anggota Seven Ghost!" Ujar cewek berambut hijau toska.
"Seven Ghost? Apaan tuch?" Tanya Rukia dengan tampang bloon nya.
"WHAATT! YOU DON'T KNOW ABOUT SEVEN GHOST!" Teriak lebay dari para cewek yang gak kalah dech sama lebaynya gaya mereka. Dan Rukia pun setia menutup telinga.
"Ya, karena saya ini hanya sekedar murid baru yang nyasar asrama,mau kah anda-anda sekalian memberitahukannya?" Rukia mendadak formal dech.
"Tentu saja akan saya.. Lah kenapa gw jadi sok formal gini." Nah cewek berkuncir dua dan mirip sama orang cina ini malah ribut sendiri.
Dan Rukia pun NO COMMENT dech!
"Karena kau murid baru akan ku beri tahu,ke sini ikutin gw!" Titah cewek berambut senja yang bernama Orihime, Rukia ngekor aja di belakangnya. "Loe liat yang lagi kumpul disana?" Seru Orihime sambil nunjuk ke sebuah kumpulan cowok-cowok yang lagi duduk di bawah pohon berindang,mata violet Rukia pun melirik ke arah yang tunjuk Orihime.
Bola matanya membulat saat melihat beberapa cowok yang lagi santainya duduk di bawah pohon.
"Jangan bilang kalau mereka Seven Ghost itu?" Tanya Rukia sedikit begetar.
"Emang iya! Loe liat cowok ganteng yang lagi tiduran bersandar itu,itu yang rambutnya orange." Tunjuk Orihime.
Rukia pun melirik orang yang di tunjuk."Bukannya itu si kepala jeruk." Gumam Rukia.
"Apa Loe bilang!" Pekik Orihime.
"Gw gak ngomong apa-apa kok!hehehehe" Rukia pun cengengesan.
"Dia itu Kurosaki Ichigo,kelas 2 sama kayak kita. Dia itu ganteng,cool,dan misterius. Pokonya dia itu bagaikan malaikat." Si Orihime langsung berpose membayangkan Ichigo bersayap.
'Apa nya yang malaikat! Dia hanya orang aneh juga HOMO!' Batin Rukia.
"Loe liat yang berambut biru itu! Dia lah Grimmjow Jaegaejaquez senpai kelas 3. Rambut biru yang kontras dengan matanya benar-benar indah. Dia juga ramah dan murah senyum. Dialah sang dewa Zeus!" Lah cewek bernama Neliel itu ikut-ikutan berpose lebay di samping Orihime.
'Apanya yang dewa Zeus,dia hanya orang mesum tak tahu malu!'Batin Rukia lagi.
"Kalau yang berambut hitam dan kulit putih pucat itu adalah Ulquiorra Schiffer kelas 3. Sikapnya yang dingin dan misterius membuat semua cewek penasaran akan apa yang di pikirkannya. Dia bagaikan Edward Callin dari Twilight." Di tambah komentar dari cewek berambut pirang alias Harribel.
'Edward Callin dari Hongkong! Dia cuman tukang ngigau mesum. Kalian tidak tau betapa susahnya aku untuk tidur dengan tenang.!'Batin Rukia lagi.
"Meski berambut merah dan di kuncir bagaikan nanas, Renji itu keren. Jago olahraga dan bela diri. Pokoknya di adalah Super Hero,dia seangkatan sama seperti kita,yaitu kelas 2." Kini Tatsuki langsung mengeluarkan sebuah poster Super Hero dari tasnya. Ckckck.
'Apanya yang Super Hero,dia lebih mirip BABON yang ribut kalau pisangnya ilang!' Lagi-lagi Rukia membatin.
"Hitsugaya itu imut dan dia satu-satunya yang kelas 1. Otaknya juga pintar mungkin bisa di sebut jenius." Ujar cewek bercepol yang di panggil Momo.
'Apanya yang lucu,dia hanya bocah mesum yang berani-beraninya nyentuh dadaku.'Rukia membatin AGAIN!
"Kalau yang di kepang itu adalah Ggio Vega,kelas 2. Udah tampan,cool,keren,juga pintar. Dia juga sama seperti ku yang keturunan Cina. Pokonya dia bagaikan Wong Fe Hung dalam kehidupan ku." Dan akhirnya cewek cina alias Soi Fon ikut-ikutan bicara.
'Wong Fe Hung pala loe botak! Dia Cuman orang yang suka bikin ribut.' Entah sudah berapa kali Rukia hanya bisa membatin.
"Nah kalau dua orang yang lagi duduk berdempetan dan berambut scarlet itu adalah Kano Brother! Ashido senpai dan Noba. Mereka adalah kakak beradik yang tampan. Ashido senpai kelas 3, wajahnya yang ganteng,juga lembut bikin cewek tuch kelepek-kelepek dech!" Orihime kembali berpose.
'Apanya yang bikin kelepek-kelepek,dia hanya orang kurang kerjaan yang bisanya ngomentari ukuran dada orang.' Batin Rukia kesal.
"Kalau Noba itu ganteng dan pemalu,juga baik hati,pokonya dia itu benar-benar membuat kita ingin menggodanya." Ririn ikut berpose dech.
Kalau buat yang satu ini Rukia gak comment.
"Eh tapi,Seven itu kan tujuh,bukannya mereka itu delapan orang? Dan lagi kenapa mereka di sebut Seven Ghost?" Tanya Rukia.
"Ashido senpai dan Noba itu di hitung satu karena mereka bersaudara. Kalau masalah mereka di sebut Seven Ghost,di sekolah ini memang memilih cowok-cowok keren dan di panggil Seven Ghost,selain ganteng,keren,mereka semia sama-sama Misterius." Jelas Momo.
"OOOOHHHH!" Rukia cuman ber-oh-ria.
"Pokonya asrama Las Noches itu bagaikan Surga!" Orihime bicara dan dapet anggukan dari semua cewek.
'Surga apanya,tempat itu lebih mirip HUTAN BELANTARA !'
"Dan mereka adalah malaikat dan dewanya." Tambah Soi Fon,dan semua cewek kembali ngangguk.
'Malaikat apanya,mereka hanya sekumpulan Bintang Buas mesum!'
"Kami ingin sekali tinggal disana!" Seru cewek-cewek itu serempak.
"GW UDAH GAK TAHAN PENGEN KELUAR TAHU!" Rukia tanpa sengaja berteriak penuh emosi. Cewek-cewek menor itu langsung sweetdrop,Rukia pun tersadar dan langsung menutup mulutnya sendiri.
Semua mata tertuju pada gadis bernama Rukia ini. "Apa maksudmu?" Tanya Orihime dengan tatapan tajam yang menusuk,di ikuti tatapan tajam dari cewek lainnya.
Rukia tambah bergidik ngeri. "I..itu..Aduuchh! Perut ku sakit nich,udah gak tahan pengen keluar.! Ke toilet dulu yach! SAYONARA!" Ujar Rukia yang langsung berlari seribu langkah meninggalkan kelas dan cewek-cewek itu yang sweetdrop.
~Animal Jungle in Las Noches Hostel~
Matahari kini hampir tenggelam karena pukul sudah menunjukan jam 17.45. Rukia bersyukur sekali hari pertamanya bisa cepat selesai. Dia pun memutuskan pergi mandi,Ulquiorra yang jadi teman sekamarnya pun sedang keluar,jadi ini kesempatan untuk Rukia.
CUURR!
Air hangat bagai tetesan hujan keluar dari setiap lubang shower. Rukia membasahi seluruh tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki. Di basuhnya sisa-sisa sabun dan shampoo hingga bersih.
Di tengah Rukia yang enak lagi mandi,tak sadar bahwa Ichigo tengah berada di dalam kamar itu.
"Si Ulquiorra kemana sich! Gw kan mau minta di ajarin rumus Kimia." Gerutunya saat mendapati orang yang di carinya tidak ada di kamar yang seharusnya tempat Ulquiorra berada.
Dan di saat Ichigo menggerutu,Rukia telah selesai dalam acara mandinya. Di lilitkannya perlahan handuk yang hanya menutupi tubuh bagian atasnya sampai paha,itu pun hanya seperempat di atas lutut. Di bukanya perlahan pintu putih itu.
"Ah,segarnya.." Ujarnya sambil keluar dari kamar mandi,tak menyadari bahwa ada sepasang mata hazel tengah memandangi dirinya.
"Mi..midget.." Ujar gagap cowok berambut orange yang lagi memandang Rukia yang hanya di lilit sebuah handuk putih pendek.
Mata violet Rukia pun membulat saat mendapati ada sosok lain di kamarnya dan itu bukan Ulquiorra,melainkan Ichigo.
"Ke..kepala jeruk mesum! Ngapain loe di.." Belum sempat Rukia menyelesaikan ucapannya,kakinya tersandung ke kaki meja kecil di sampingnya. Dan alhasil tubuh mungilnya menabrak tubuh yang ada di depanya.
"A..adudududuhh! Gome.." Erang Rukia. Di temuinya sepasang mata hazel tengah memandanginya. Tapi tiba-tiba seringai licik menghiasi wajah cowok yang ia tindih. Dan dalam sekali gerakan juga dorongan,Ichigo membalik tubuh Rukia,dan alhasil sekarang tubuh Rukialah yang di tindih Ichigo.
Rukia sedikit terkejut. "Apa yang kau lakukan Jeruk Ba.." Rukia belum menyelesaikan perkataannya,mulutnya sudah di kunci rapat oleh ciuman panas dari Ichigo. Mata violet itu membulat lagi,sedangkan ciuman Ichigo semakin liar.
Di paksanya Rukia untuk membuka mulutnya,tapi Rukia mati-matian menutup mulutnya. Tapi Ichigo tidak menyerah,di remasnya dada mungil Rukia. Rukia tentu saja kaget dan tanpa sengaja membuka mulutnya,dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Ichigo. Di terobosnya mulut Rukia,di sapu setiap langit-langit mulut Rukia,berasa mint karena dia baru saja sikat gigi. Di jelajahi setiap giginya,di absen satu-persatu. Ciuman panas yang pertama untuk Rukia,bahkan ini adalah ciuman pertamanya.
Setelah 10 menit memaksa Rukia mengikuti permainan lidah Ichigo,Ichigo pun melepaskan ciumannya. Di tatapnya wajah Rukia yang memerah,bibirnya terus mencari pasokan oksigen,jantungnya berdegup kencang. Tapi seringai licik malah nangkring di wajah Ichigo. Tanpa menunggu ada ijin dari Rukia,Tangannya yang kekar menarik dan membuka paksa handuk yang tengah di pakai Rukia di lemparnya ke sembarang tempat.
Mata violet itupun terbelalak mendapati satu-satu kain yang menutupi tubuhnya telah terbang nyangkut di lampu pijar. Tereksposlah seluruh garis tubuh Rukia yang putih dan harum.
"Bentuk tubuhmu ternyata indah ya.." Ujar Ichigo dengan seringainya.
"Mau apa kau dasar jeruk mesum! Cepat pergi dari atas badan ku! Dasar hentai!" Seru Rukia sambil mencoba menutupi tubuhnya yang masih bisa di tutupi oleh ke dua tangannya.
"Percuma kau menutupi tubuhnmu."Ujar Ichigo dengan seringainya.
"Kau..Bukannya kau benci padaku karena aku cewek? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Tanya Rukia sambil berblushing-ria.
Ichigo terdiam sesaat. "Hm.. Aku juga cowok normal tahu! Siapa bilang aku Homo!" Jawab Ichigo tepat di pinggir telinga Rukia. Rukia bergidik geli saat di rasakan hembusan nafas Ichigo di tengkuknya. Di tatap lagi mata violet itu oleh kedua mata hazel Ichigo. "Akan ku buat kau merasakan kenikmatan.." Seringai terlukis lagi di wajah Ichigo.
'Benarkah ini kepala jeruk yang baru beberapa hari ku kenal. Kepala jeruk yang selalu menatap ku tajam karena aku cewek. Tapi kenapa sekarang..' Tanpa sempat Rukia mencari jawaban atas pertanyaannya. Ichigo sudah membawanya lagi ke sebuah ciuman.
Kali ini tangan Ichigo mulai nakal dan meremas-remas dada Rukia.
"Mmmt..mmmtt..mmtt!" Hanya desahan yang dapat Rukia keluarkan di tengah ciuman Ichigo.
Tapi Ichigo tidak memedulikannya.. Ichigo malah menambah gerakan permainannya yaitu mulai menyusupkan tangan kirinya yang bebas ke selangkangan paha Rukia. Bisa di rasakan tempat itu sudah basah.
Ichigo melepas ciumannya tanpa berhenti meremas-remas dada Rukia. Wajah Rukia semakin merah dan nafas nya tak teratur.
"Rupanya kau sudah tidak tahan ya.." Ujar Ichigo di tambah seringainya.
"A..aku tidak..Ah..ah…." Rukia mendesah lagi saat jemari Ichigo mengelus-elus bulu-bulu lembut yang menutupi tempat tersembunyi Rukia. Tapi buru-buru di gigitnya bibir bawahnya agar tidak mendesah.
Lagi-lagi Ichigo menyeringai. "Tak perlu di tahan,karena aku suka mendengarnya." Ujar Ichigo sambil terus meremas dada Rukia dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya tengah bermain di selangkangan Rukia seolah sedang mencari sesuatu.
Rukia hanya bisa mengigit bibir bawahnya,terasa ada rasa amis yang menetes dari bibirnya. Ya,cairan merah yang menetes dari bibir Rukia karena di gigit terlalu keras. Ichigo melihat cairan merah yang menetes segar itu. Lalu dia pun mencium lagi Rukia,bukan..kini dia melumatnya,di jilatnya darah segar dari bibir Rukia. Rukia sudah tidak kuat untuk memberontak,meski dia cakar punggung Ichigo,atau memukul-mukul dada Ichigo tak lupa menjambak rambut orangenya juga. Tapi Ichigo tetap tidak melepaskan ciumannya.
Di jilatnya terus bibir Rukia,bahkan kini lidahnya sudah bermain mengelilingi rongga mulut Rukia,menghisapnya perlahan, mengajak lidah Rukia untuk bermain. Tapi sayang yang bermain lidah hanya Ichigo saja karena Rukia tidak berpengalaman apalagi tenaganya sudah habis. Sedangkan tangan Ichigo masih meremas ganas dada Rukia.
Setelah puas dengan bibir Rukia,dia mulai turun ke arah leher. Di jilatnya lembut lalu tiba-tiba di gigit dan di ciumnya,sampai tertinggal tanda kemerahan di leher putih Rukia.
"Ah..aha..hen..ti..AAHH!" Erang Rukia saat bibir Ichigo mulai menjilati dada Rukia,mempermainkan benda berwarna merah muda di tengah dada Rukia dengan lidahnya. Di jilat dan pilin puting merah muda Rukia. Sedangkan tangan kirinya masih meremas dada yang satunya lagi.
"AAHH! Ku..mo..ahh…! Ja..ng..ANN! Ahh!" Rukia mendesah lagi saat merasakan sesuatu yang asing masuk ke dalam dirinya. Ya..satu jari Ichigo berhasil menemukan lubang dalam vagina Rukia dan memasukan satu jarinya,dan itu membuat Rukia mendesah. Di masuk keluarkan jarinya itu. Tanpa memedulikan apa yang di rasakan Rukia,di masukan lagi jari ke dua dalam lubang Rukia.
"Ahhh..ahh..cu..kup…ahhh!" Rukia terus mendesah saat jari ketiga menyusul lagi. Sedangkan Ichigo masih tetap setia menjilati,meremas,memilin,dan membuat basah dengan salivanya dada Rukia. Dan jari yang berada di dalam lubang Rukia terus di masuk dan keluarkan. Dari tempo yang pelan sampai cepat. Dan sukses membuat Rukia terus mendesah.
Nafas Rukia sudah tersengal-sengal bagaikan berlari 20 km tanpa henti,wajahnya sudah memerah tak karuan,dan bibirnya terus mendesah atas perlakuan Ichigo.
"Rasanya lelah,ku mau mandi dulu. Apa onna itu sudah pulang?" Terdengar suara dari balik kamar ini,dan sangat jelas kalau itu suara Ulquiorra alias penghuni kamar yang sama dengan Rukia. Bukan masalah teman kamarnya,tapi yang jadi masalah adalah ke adaan Rukia bersama Ichigo.
"Hen..ti..kan..ad..Ada yang datang." Ujar Rukia.
Tapi Ichigo malah menyeringai. " Jangan bersuara.." Ujarnya dan langsung mencium Rukia lagi. Rukia tak sempat melawan,kini dia sudah di bawa rasa cemas akan takut Ulquiorra masuk ke dalam kamar dan melihatnya dalam keadaan begini bersama Ichigo,juga rasa nikmat yang tak bisa di mengerti olehnya.
"mm..mmt..mmttht,…"Erangnya di tengah ciuman Ichigo. Tangan kiri Ichigo semakin leluasa mempermainkan dada Rukia,di remas dan di pilin. Dan tangan kanannya semakin mempercepat tempo gerakannya di dalam lubang Rukia dan sukses membuat Rukia mendesah di tengah ciuman panasnya..
KRRIIEETT!
Suara knop pintu yang hampir terbuka. Jantung Rukia semakin berdetak kencang pikirannya tengah di penuhi rasa takut. Takut Ulquiorra masuk dan melihatnya dalam ke adaan seperti ini.
'Kumohon jangan dulu masuk..'Batinnya.
Sedangkan Ichigo masih setia mengunci bibir Rukia dengan bibirnya. Di jilatnya habis setiap rongga mulut Rukia.
Tepat di saat putaran terakhir knop pintu terbuka yang sukses membuat Rukia kena serangan jantung.
"Hei..kalong! Temenin gw beli Bir donk!" Terdengar suara berat dan ini pasti suara Grimmjow.
"Kenapa harus?" Tanya dingin Ulquiorra.
"Sudahlah ayo… Lagipula ngapain di kamar terus.." Ajak paksa Grimmjow sambil menarik tangan Ulquiorra dan memaksanya pergi menjauhi pintu yang hampir saja terbuka dan memperlihatkan adegan di dalamnya.
Jantung Rukia sudah kembali tenang. Tapi nafasnya kini sudah hampir habis karena sedari tadi bibirnya di kunci Ichigo. Apalagi sensasi yang membuat dia tidak tahan yang tengah di berikan ke tiga jari Ichigo di dalam lubangnya.
Ichigo melepas ciumannya. Di pandangnya wajah Rukia yang memerah.
"Ke..jam..Bagaimana kalau tadi Ulquiorra senpai masuk.." Ujar Rukia dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Kau masih bisa bilang begitu,padahal kau sudah begitu merasakannya." Ujar Ichigo sambil menarik keluar ke tiga jarinya yang sudah basah oleh cairan lengket,di jilatnya perlahan ketiga jarinya.
"Aku tidak..begi..AHHH!" Lagi-lagi Rukia mendesah saat lidah Ichigo menari di selangkangan Rukia. Rukia terus mendesah saat lidah Ichigo menyentuh bagian paling sensitive itu.
"..ah..aaahh!hen..ti..kan..AHHH!" Erangan Rukia semakin kuat saat lidah Ichigo berhasil menemukan sebuah lubang merah muda dan memasukan lidahnya. "Hen..ti..cu..kup..AHHH!" Tubuh Rukia mengejang,dan keluar cairan lengket dari daerah vagina Rukia. Bisa di bilang Rukia sudah mencapai orgasme pertamanya. Bukan pertama lagi,tapi benar-benar yang pertama untuknya.
Ichigo menjilat habis cairan Rukia. Di angkatnya lagi wajahnya,seringai bahkan lebih mirip senyuman mesum terlukis di wajahnya. Pandangan Rukia sudah mulai kabur,kepalanya serasa kosong,pening dan pusing.
"Kenapa? Sudah tidak sabar untuk ke tahap selanjutnya." Ichigo menjilat tengkuk Rukia.
"A..aku..tidak berfikir begitu.." Sahut Rukia di tengah nafasnya yang hampir habis.
"Bohong, padahal kau terlihat begitu menikmatinya.."Saat mendengar perkataan itu sari Ichigo Rukia langsung blushing.
"JANGAN BICARA YANG TIDAK-TIDAK!" Serunya dan dengan tenaga terakhirnya dia berhasil menendang perut Ichigo.,sampai-sampai membuat Ichigo terdorong ke belakang dan sukses kepala orange nabrak tembok yang keras. Rukia langsung menutupi tubuhnya dengan kedua tangan dan menekuk kedua lututnya.
"Aduchduduh! Sakiitt!" Erang Ichigo sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit karena terbentur tembok. Lalu mata hazelnya memandang sosok yang tengah mengambil nafas dengan rakusnya,juga wajah imutnya yang memerah. Mata Ichigo terbelalak kaget melihat Rukia yang memandangnya malu juga tubuhnya tidak memakai sehelai apapun.
"Mi..midget!" Serunya kaget,dan wajahnya langsung panic mode on melihat keadaan Rukia yang telanjang. Dan tanpa di suruh Ichigo langsung bersujud di depan Rukia yang membuat Rukia bingung.
"MAAFKAN AKU! MUNGKIN INI TIDAK AKAN SELESAI KALAU HANYA MINTA MAAF! TAPI AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF! SEBAIKNYA KAU JANGAN DEKATI AKU LAGI!" Seru Ichigo sambil berlari meninggalkan Rukia yang cengok sendiri di dalam kamar yang sunyi.
'Apa maksudnya,apa itu artinya dia tidak sadar kalau dia hampir,mm..melakukan itu padaku!' Batin Rukia yang masih terduduk diam di lantai. Wajahnya sudah memerah bagaikan tomat,nafasnya tak teratur. Dan di otaknya penuh dengan pertanyaan yang tak ada jawabanya.
TBC AGAIN!
*melongo natap fic di atas*
Apa ini….
FIC MACAM APA INIIII!*teriak histeris*
WHAT THE HELL ABOUT THIS FIC..
ANCUUURRR!
Busyet dah,semua chara OOC ancur banget!
Ampe ke Ulqui ancurnya… Duh Ulqui gome! Reader juga Gome! Klau gak suka kan udah di kasih WARNING di atas… don't like don't read! Tapi kalau udah terlanjur baca silahkan di REVIEW!
Lemonnya ancur yach! Gak HOT kan! Ya awal dulu,sebenernya Vida bingung lemonnya harus gimana. Meski udah Publish Ulquihime rate M. Tapi bingung juga kalau bingung baru buat lemony.
Tapi di chap yang bakal ada lemonya,di jamin memuaskan dech!*gak percaya diri*
Mungkin di fic ini Ichigo bakal jadi cowok yang agresif. Rukia jadi ketimpuhan sebagai korban! Aduuchh! Gome! Reader juga yach!
Kayaknya kalau di fic ini Vida bakal seringin Ichigo ngerape Rukia!
Aduch!Aduch!
Bagi Reader dan senpai,kalau mau kasih saran pada juniormu ini kirimkanlah ke Tombol Review, untuk para Reader kirim pendapat kalian juga. Dan untuk Flamer! JANGAN PEDES-PEDES YACH!
Lagi ke kurangan stok air nich!*lah apa hubungannya*
Karena ini Khusus edisi HALLOWEN!
HAPPY HALLOWEN MINNA! Karena itu juga Vida bikin Trick or Treat Buat Rukia dari Ichigo! Tapi belom selesai di kerjain,Ichigo keburu sadar dech! Tapi kenapa Ichigo kayak gitu yach!
entahlah!
Ok…
Akhir kata penuh luka!
Vida Ucapin..
ARIGATOU GOZAIMASU!
REVIEW!
