"Masa ospek kalian akan dilaksanakan mulai besok! Jadi kalian harus mempersiapkan ketahanan tubuh kalian untuk seminggu kedepan,"Senpai Berambut Merah Keungu-unguan panjang tersebut berteriak dengan lantang.
"Sebelumnya saya akan memperkenalkan Diri Nama Saya Akazawa Miuri wakil Ketua Dewan SMA Kunugigaoka,"
"Kenapa tidak langsung ketua Dewan nya yang membuka acara ya?"Salah orang siswa berbisik kepadateman sebarisnya.
"Aku tidak tau Okajima,tolong jangan mengajak ku bicara!"
Miuri Mendelik ketika mendengar suara desas desus dari arah barisan kanan.
"Heh dilarang bicara saat bicara !"Teriaknya, Okajima mingkem.
"Dan yang perlu kalian tau sebelum aku membuka Masa ospek..."Wakil ketua dewan tipe Tsundere itu memejamkan matanya.
"...Kalian harus mematuhi peraturan-perturan ospek,"
"Aapa?"
"Jangan bilang kalo ada 50 peraturan,"Para Kouhai mulai beragument.
"PERATURAN?PERATURAN ITU APAAAA?" Oke lupakan Argument dari salah satu murid kelas E ini.
"Ck Merepotkan "
"palingan enggak beda saama peraturan Tata tertib,"
"DIAAAAAMMMM !"
Rambut Mieru berkibar.
"PERATURANYA HANYA ADA TIGA !..."
Para Kouhai berjingkrak ria.
" PERATURAN NOMER SATU PARA SENIOR DEWAN SELALU BENAR..."
Para Kouhai mulai berangsur-angsur berhenti bicara.
"..PERATURAN NOMER DUA KOUHAI SELALU SALAH..."
"Apa-apaan itu ?"
"SUDAH AKU BILANG BERHENTI BICA-"
"Peraturan nomer 3 Apabila Senior dewan salah, kembali ke peraturan nomer 1.."Ucapan Miuri terpotong oleh suara khas laki-laki.
"Ah Reito-kun!" Miuri tersentak lantas membungkuk pada Pemuda yang memakai badge Merah pada lengan kanan nya tersebut.
Pemuda bersurai Raven Mencuat dengan sedikit poni yang hampir menutupi Manik Lembayungnya itu mengambil alih podium.
"Yo minna-san ..." Helaian Raven nya tertiup angin,
Para Siswi tercengang menatap tanpa berkedip.
"...Perkenalkan Namaku Azusa Reito Ketua Dewan SMA KUNUGIGAOKA..."
Dan para murid tahun pertama tersebut yakin...
Mereka merasakan Aura Kalajengking mengelilingi senyum si Raven.
.
.
Disclaimer :Matsui Yuusei
WARNING : TIDAK MENUNTUT EYD SEMPURNA,AWAS TYPO,ROMANCENYA OVER DOSIS.
.
.
.
Chapter 2 : Hari pertama Ospek
Enjoy it
.
.
.
"Saya akan membacakan nama Para mentor tiap kelas..."Reito membuka map merah ditanganya.
"...Kita mulai dari Kelas E..."
"...Untuk kelas E Natsuhiga Riko dan Hazama Ritsuke..." Dua orang Anggota dewan maju kedepan.
"Uyee Mentor kelasku kakak sepupu ku sendiri..." Gumam Kirara dari barisan belakang.
"...Untuk kelas D Suitoji Hidan dan Yamada Rin..."Kembali, Dua Anggota Dewan yang bisa dikatakan berwajah galak maju ke podium.
" Selanjutnya Untuk kelas C Si Kembar Kominato , Lin dan Ren .."Kali ini Dua orang Anggota dewan berwajah khas Tionghoa keturunan China maju ke podium.
"...Untuk kelas B Hamura Kushito dan Atsuga Nayako(Nama jepang kesukaan author).." Dua Anggota Dewan Berperawakan Mungil Maju kepodium.
".. Dan untuk kelas A..."
Para Murid kelas A Meneguk ludah khawatir...
"Jangan yang killer,kalo bisa Senpai perempuanya yang cantik ..." Gumam Ren Sakakibara, disebelahnya Seo menautkan alis.
"Ren,Senpai perempuan yang dikelas D itu cantik loh!" Ujar Ren sambil menunjuk Senpai Nerd berperawakan Gendut serta berambut keriting.
"Ke THT Sana!"Gertak Ren gak nyambung.
"..Untuk kelas A Adalah Saya sendiri dan Akazawa Mieru.."
UHUUK
Para murid kelas A Tersedak ludah sendiri.
.
.
.
.
"Kok bisa gini sih?"Isogai bergumam seraya menghela nafas pasrah.
"Kok kita dapat yang se killer itu?"Rio menyahut dari bangkunya.
"Ya semoga saja Akazawa-san tidak Se galak saat Upacara pembukaan tadi,"Sahut Kataoka kalem.
"NANANAI KALO AZUSA-SAN NYA SIH KAMI TIDAK MASALAH!"Teriak Beberapa Siswi kelas Ace tersebut.
"Apa-apaan mereka ini.."
"Ne Aku juga tidak masalah siapapun mentor kelas kita..."Suara provokasi dari arah belakang menyahut.
"...Mungkin Karena Beberapa murid kelas 1A ini adalah assasint terhebat penyelamat dunia jadi kita berhak medapat kehormatan tersebut." Ujarnya khas suara bernada santainya.
"Jadi Maksud Karma-kun..." Kataoka menggantung kalimatnya.
"...Kita dikhususkan ?" Sambung Isogai yang mendapat anggukan dari Karma.
"Cih belum tentu,siapa tau memang sepantasnya kelas A mendapatkan Yang terbaik,"
"Tidak ada yang minta pendapatmu Lipan!"
"Heh diamlah Mereka sebentar lagi akan masuk!"Koyama menyudahi api peperangan antar kedua Pemuda jenius tersebut.
Taptaptaptap
Dua orang Anggota dewan memasuki kelas dengan wajah tenang dan berwibawa.
"Ohayou Gonzaimasu,kalian mungkin sudah mengenali kami saat Upacara tadi jadi kami tidak perlu memperkenalkan diri kami lagi,"Ujar Salah satu Senpai tersebut.
"Akazawa-san bukanya tidak sopan seperti itu.."Sahut Senpai Laki-laki disebelahnya.
"T-tapi Reito-kun-"
"Sudahlah ayo kita mulai dari awal,"Manik lembayungnya menatap satu persatu murid kelas A.
"Perkenalkan Kami adalah Dewan yang menjadi mentor kalian selama masa Ospek,panggil saja saya Azusa dan ini Rekan saya Akazawa Mieru."
"Ya ada apa Gadis pirang?"Ujar Reito begitu melihat salah seorang siswi mengacungkan tangan.
"Nakamura.." Ralat Siswi tersebut aka Rio.
"Baiklah Nakamura-san ada yang perlu ditanyakan?"
"Kami belum ada perwakilan kelas loh, Senpai..."Manik Shappire Rio melirik ke pemuda bersurai Strawberry"..Bagaimana kalau kita adakan usulan terlebih dahulu.."
Reito nampak mempertimbangkan.
"Baiklah tidak ada salahnya.."
"Siapa dari kalian yang ingin menjadi Ketua pengurus kelas?"Tanya Mieru Kalem.
"Mas lipan aja !"Sahut Rio paling nyaring.
"3 tahun jadi ketua kelas, 1 tahun jadi ketua osis Kurasa aku terlalu bosan oleh tugas itu,"Gakuushu menatap malas pada jendela kelas.
"Hmm Isogai?"Tanya Kataoka pada Pucuk Ikemen disebelahnya.
"Tidak jangan aku lagi !"
Krukk
Terdengar suara Kursi terdorong.
Semua menoleh ke arah bangku didekat Rio.
"Biar saya saja!"
"Nami-chi?"Rio tertegun.
"Okuda-san?"Ujar Isogai dan Kataoka berbarengan.
"Hee si Kacamata culun?"Ujar Koyama yang kini sangat dianjurkan untuk bercermin.
"Siapa Namamu..?"
"Okuda Manami,"
Rei tampak menimbang.
"Baiklah tidak ada salahnya jika ketua perwakilan kelasnya adalah wanita.."
"Selanjutnya yang ingin menjadi wakil-wakil pengurus harap maju kedepan,"
Manami meneguk ludah gugup.
Hingga 10 detik masih belum ada yang mencalonkan diri.
Manami mengigit bibir bawahnya.
Krukk
Bunyi kursi didorong...
Manami mengangkat pandangan dengan cepat.
"Heh Akabane ?" Sahut Ren ketus.
"Karma-kun?" Sahut Isogai,Megu dan Rio berbarengan.
'Karma' Batin Manami.
"Siapa Namamu?"
"Karma Akabane .." Sahut Karma yang langsung berdiri disebelah Manami.
"BaikLah siapa la-"
Kruk
Terdengar suara kursi didorong lagi.
"Asano Gakuushu,"Ujar pemuda tersebut dan langsung berdiri disebelah Karma.
'Kalo ada Asano-kun berarti..'
"Ah Nakamura Rio,"Kali ini si gadis pirang dengan santai ikut berdiri didepan.
"Sisa satu orang lagi ya?"Rei menggosok dagunya.
"Ara baiklah biar aku saja,"Si pemuda ikemen mengangkat tanganya.
"Baiklah langsung berdiri saja kedepan.." Perintah Mieru.
Isogai berdiri disebelah Rio.
"Baiklah Karena Organisasi pengurus kelas nya sudah dibentuk maka kita bisa langsung ke kegiatan ospek .."Manik Lembayung nya beralih menatap kelima murid pengurus tersebut.
"..Dan kalian boleh kembali duduk,"
Manami beserta kelima pengurus kelas lainnya kembali duduk.
'Aku akan semakin dekat dengan Karma-kun,' Sorak Manami dalam hati.
'Cih aku tidak akan kalah dengan Akabane,lagipula Aku bisa punya kesempatan untuk mendekati Gadis pirang itu' Batin Asano,hoo punya maksud lain ternyata.
'Ayihihihi Bisa terus-terusan bareng sama Mas lipan,'Yang ini Rio.
'Yasudahlah pasrah..' dan yang ini si Ikemen.
Karma kembali ke tempat duduknya dengan raut datar.
'Lagipula jikalau pengurus kelas nya hanya satu orang bisa kacau nantinya,' Batin nya.
Mieru menatap tajam Ke para murid 1-a
"Ingat besok kita akan segera memulai kegiatanya,kalian bisa melihat daftarnya dibuku yang ada di bawah loker meja kalian." Ujarnya lantang.
"Kamfrett ini Buku panduan atau Kamus?"Ujar Rei begitu mendapati buku setebal 200 halaman bersampul merah tersebut.
"Ne..kalian para murid lain tidak pernah diberi buku panduan setebal ini ya sebelumnya?"Suara provokasi menyahut.
"Urusai Iblis Wasabi!"
"DIAM!," Tsun-maksudku- Wakil ketua osis cantik tersebut berteriak kesal.
Plok!
Seseorang menepuk bahunya.
"Sabar saja Akazawa-san jangan terbawa emosi.."
"Maafkan aku." Mieru memalingkan wajahnya yang memerah.
"Besok kalian akan melaksanakan kegiatan pada pukul 06:00,kita akan mulai dari upacara sampai acara pendakian!Persiapkan diri Kalian.."
"HAIKK"
.
.
TBC
Selanjutnya di Chapter 3 : Hari Kedua Ospek,bersama denganmu
"Karma-kun jangan berkelahi terus bantu aku menemukan peta nya!"
"Kau ingat saat kita uji nyali di dalam gua seperti ini?saat itu kita berdua hanya membahas Ketakutan.."
"Gadis itu yang dikabarkan dekat dengan Karma"
"Apaaaa?"
"Asalkan jangan Gadis pirang kesayanganku."
Taraaa tulis kebut nih dalam beberapa menit.
Soalnya ada yang nyuruh cepetan ngepublis chap 2 nya.
Hehe maafkan ane yang sibuk nonton Anime terus akhir-akhir ini sampai melupakan Fanfic.
Maaf ya kalo chap 2 ini kurang memuaskan dan minim romance.
Insya allah chap 3 bakalan lebih bagus dari ini,,
So doakan aja ya bye bye see you.. kalo respon nya bagus bakalan cepat dilanjut
Pojok balas Review
Lluvia pluviophile :Makasih ya hehe,nah doain aja ya mudahan Karma bisa clbk lagi sama Manami
.
Aika souen :Duh iya nih padahal di data gak ada cacat sama sekali lih ini fic soalnya Komputer tempat mempublisnya bervirus,ane kan kalo publis suka di warnet*ketauanbokekkuota*,,,Makasih banyak ya kritik dan saran2 nya membangun banget.
Salam Sejuta Romance
