Sebelumnya Saat meminta maaf atas keterlambatan saya. Baru saja saya bangkit setelah hiatus "beberapa" tahun *hiks*
Dan maaf juga untuk para reader yang kecewa karna saya gak mencantumkan pair dgn benar :'v *dikeroyok reader*
Sejujurnya saya itu SSL... Saya gak niat buat SasuHina maupun NaruSaku. Cerita ini hanyalah konflik percintaan di tengah" persahabatan.
Jadi sekali lagi maafkan Saya ya minna. Semoga masih ada yang mau membaca lanjutan fict pasaran ini #plak.
Okayy ~
Lets chek it out!
Naruto belong to om Masashi Khisimoto
Story © VinnyTiitaCrazyTwin
Warning : AU, Typo, Abal bin gaje tingkat neraka, Alur berantakan, Ide pasaran, Garing-krenyes, Alur kecepatan, EYD gak jelas, Membingungkan, Membosankan, dan sebangsanya.
.
.
"AMCP"
.
.
"Bagaimana? Kalian akan ikut kan?" Tanya Sakura yang kini pandangannya beralih menatap Naruto dan Hinata sambil merangkul pundak sang gadis indigo.
"Aku tidak-"
Bletak.
Belum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya, Sakura dengan seenak jidatnya menjitak kepalanya yang saat ini sedang meringis kesakitan.
"Dasar jidat lebar! Seenakmu saja menjitakku. Kau pikir kepalaku ini tempat untukmu menjitak apa?!" Omelnya. "Kau selalu saja menjitak kepalaku, kalau aku bodoh bagaimana? Huh!"
Ketiga temannya itu memandangnya sweatdrop.
"Heh, memang kau bodoh kan!" Timpal Sakura diikuti cekicikan. "Pokoknya aku tak mau mendengar kata penolakan darimu!" Dengan penuh penekanan Sakura menatap Naruto kesal.. "Dan kau-" ia kembali merangkul Hinata dengan ekspresi berbeda yaitu cengiran manis (?) "Karna kau sahabat baru kami, jadi kau harus ikut agar kita bisa lebih akrab lagi. Setuju?"
Keduanya hanya menghela napas menatap Sakura. Baiklah, sepertinya akan percuma bila menolak permintaan gadis pinky itu karna dia akan terus memaksa. Mereka-Naruto dan Hinata-pun meng-iya-kan permintaannya. Sasuke yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan datarnya yang seperti biasanya pun membalikan tubuh dan melangkah kaki meninggalkan 3 sahabatnya setelah mendapat anggukan dari Naruto dan Hinata.
Dengan cengiran lebar Sakura berlari pelan mengejar Sasuke, diikuti Naruto dan Hinata yang berjalan beriringan di belakang.
"Maaf yah, Dia memang begitu... Kuharap kau tidak tersinggung dengan sikap menyebalkannya itu." Ujar Naruto pada Hinata tanpa sadar Sakura mendengarnya.
·
·
·
"Ini, Dia adalah anak dari pria brengsek itu. Lalukan cara apapun agar kau bisa mendapatkannya." Ujar seorang pria sembari memegang selembar foto ditangannya dan menunjukannya pada pria muda yang ada di depannya kini. Pemuda itu tersenyum-yang mungkin lebih tepat dibilang menyeringai- menatap foto itu. Foto yang bergambarkan seorang gadis cantik dengan wajah polos bersama seorang pemuda bertampang baby face.
"Sepertinya saya tertarik" ujarnya menyeringai
.
.
.
Uchiha's home
Disinilah mereka berkumpul, 4 orang pemuda pemudi yang sedang asik dengan kegiatan mereka. Naruto dan Sasuke tampak sedang beradu game sepak bola, dan Sakura bersama Hinata yang baru saja memasuki kamar itu membawakan cemilan beserta minuman dingin. Setelah menaruhnya di meja, Hinata duduk menoton mereka bermain play station. Sedangkan Sakura kini berjalan menuju dua pemuda itu dan berusaha merampas stik ps dari tangan Naruto.
"Hei Baka Naru, berikan... Aku juga mau main."
Tanpa memperdulikan Sakura, Naruto terus memainkan permainannya bersama Sasuke.
"Narutoooo... Aku mau main..." rengeknya mencoba menarik stik itu.
"Diamlah baka, aku sedang berkonsentrasi." Ujar Naruto dengan wajah serius menatap layar monitor. Sedangkan lawanan mainnya itu hanya dengan santai memainkannya sambil bersender pada sofa dibelakangnya.
Hinata yang sedari tadi memperhatikan mereka sesekali tertawa melihat tingkah sahabat-sahabat barunya itu.
"Baka Naru berikan~" Sakura terus merengek. Ia menarik stik ps itu lalu...
Gollll...
"Arggghhh"
Sakura dengan cengirannya melirik Naruto menunjukan dua jari menjukan tanpa peace berbentuk 'v'. Wajah kesal Naruto terampang sudah.
"Kuso! Gara-gara kau aku jadi kalah." Naruto merengut kesal.
Sasuke yang duduk disamping kanan Naruto menaruh stiknya dengan santai.
"Sudahlah... Kalian main saja..." Ujarnya lalu bangkit dan berbaring disofa.
Sakura hanya menatap Sasuke sambil memanyunkan bibir bawahnya.
"Ugh, menyebalkan~"
.
.
.
Disebuah rumah yang cukup besar, terlihat tiga orang yang sedang berdiri dengan wajah tegang. seorang pria separuh baya yang menggenggam telepon disamping telinganya, Wanita separuh baya-sepertinya adalah istrinya-berdiri sekitar setengah meter darinya, dan seorang gadis berwajah tampan (?) yang berada di belakang sepasang suami-istri itu hendak menghampiri keduanya, namun langkahnya terhenti karena sesuatu.
"A, apa? Kita kalah dari mereka?" ulang pria separuh baya itu mendengar ucapan dari seberang.
"Benar pak! Dan kita mengalami kerugian besar karenanya." terdengar lontaran dari seberang teleponnya. "Bahkan bukan hanya rugi besar pak, tapi bisa dibilang kalau kita sudah bangkrut."
"La, lalu bagaimana dengan keluarga kita? Kedua anak kita?"
Sang suami hanya menatap istrinya dengan pandangan kosong. Bangkrut. Ya, sekarang mereka telah bangkrut karena kalah dari permainan saham yang mereka ikuti. Entah apa yang harus dilakukan lagi olehnya. Bodohnya, ia mau saja mengikutinya tanpa berpikir panjang bagaimana jika kalah nanti. Dan ya, beginilah jadinya sekarang. 'Apa yang harus kulakukan?'
"Hiashi~"
###
Sakura dan Naruto masih tampak sedang asik beradu game yang mereka mainkan. Sedangkan Sasuke yang sedari tadi berbaring di sofa sambil menutup wajah dengan lengannya, dan Hinata yang tak berubah posisinya yang sedang memasukan cemilan kedalam mulutnya sambil memperhatikan Sakura dan Naruto. Ia tampak sesekali tersenyum dan wajahnya memerah saat memikirkan sesuatu entah apa itu.
"Masihkah ingat hal itu?" gumamnya pelan. Tanpa ia sadari, kini Sasuke sudah mendudukan diri beberapa senti darinya. posisi mereka cukup dekat saat ini.
"Ingin bergabung dengan mereka?"
Pertanyaan Sasuke membuatnya agak kaget. Memiringkan kepalanya melirik si pemuda Uchiha itu.
"Ah, aku tak tau bermain ps. Jadi aku menonton saja." Jawab Hinata agak gugup.
Sasuke mencomot cemilan yang di taruh pada mejanya lalu memasukan ke dalam mulutnya.
"Hn, tak perlu malu. Biasakanlah dirimu dengan kami. Sepertinya Sakura menyukaimu dan ingin kau menjadi temannya." ungkap Sasuke. Wajah datarnya kini beralih menatap wajah gadis bermata lavender itu. "Bagaimana keadaanmu?" pertanyaan Sasuke kini menyadarkan Hinata yang ternyata sedang memperhatikan kedua sosok di depan mereka yang tampak asik. Ia berbalik dan menundukan kepalanya.
"Aku tak apa-apa. Asal tak kena angin terlalu lama saja aku kan tetap sehat."
"Hn"
"Nee, Sasuke-san." panggil Hinata menatap wajah si bungsu Uchiha.
"Sakura-chan dan Naruto-san, mereka sangat akrab yah..." Ucap Hinata yang pandangannya kini beralih pada Naruto dan Sakura. Senyumnya tampak lesu. Entah kenapa perasaannya menggebu melihat kedua sosok itu.
"Ya." Sasuke kembali mencomot cemilan di depannya itu. "Mereka memang sangat akrab. Dan mereka juga suka beradu mulut, itu sangat berisik." jelasnya. Ia menatap santai pada kedua sahabatnya itu.
"Sakura-chan itu, dia cantik"
"Hn"
"Apa Sasuke-san menyukai Sakura-chan?"
"Hn, tentu! Dia sahabatku sejak kecil sebelum bertemu Naruto. Walaupun dia cerewet, menyebalkan dan merepotkan." Ungkapnya. Kini posisinya sedang bersender di sofa sembari melipat kedua tangan di depan dada.
"Bukan itu. Tapi, apakah Sasuke-san memiliki perasaan berbeda dengan Sakura-chan?"
Degh!
Entah apa yang saat ini ia pikirkan. Wajahnya tampak datar dan pikirannya melayang. 'Sakura? Perasaan? Maksudnya cinta?'
Sasuke berbalik menatap Hinata.
"Hei" Panggilnya.
"Yeay aku menaanggg!"
Chup
Sasuke mendaratkan bibirnya pada bibir tipis Hinata. *Author gak liat #plak*
Walaupun sekilas, namun mampu membuat gadis di depan pemuda itu merona hebat.
Apaa? Apa yang ada di pikiran Sasuke? Ada apa dengannya? Mereka berciuman? Oh god! *Author tak sanggup*
"Kau curang Sakura!" Naruto merengut kesal.
Sakura terdiam.
Apa?
"Kau Selalu saja curang. Mendokusaiii!"
"..."
Tak ada balasan apa pun, tak ada bantahan apa pun, dan tak ada yang bersuara. Naruto menatap Sakura kesal, yang ditatap balas menatap dengan pandangan kosong.
Ada apa?
Hinata menundukan kepalanya. Wajahnya masih tampak memerah. Sasuke? Dengan Santainya ia kembali menyenderkan tubuhnya di sofa dan melipat kedua tangan di dada seperti posisi sebelumnya sambil memandang arah Sakura-Naruto.
"Sakura?" panggil Naruto kebingungan.
Hinata melirik disekitarnya.
Hening.
Itulah suasana Saat ini.
'Maafkan Aku Sakura-chan, aku tau kau melihatnya.'
Sasuke memperhatikan Sakura yang membeku. 'Apakah dia-'
"Ah, Kau kalah baka Naru~ Ahahaha aku menang lagi..." Sakura kembali tersadar dan mengejek Naruto. "Sasuke-kun~ Hinata-chan~ lihatlah... Betapa hebatnya aku mengalahkan Naruto dengan Score 4-0... Ahahaha" tawa Sakura tampak renyah. Tak ada yang menanggapi. Naruto memandangnya agak kesal.
Sasuke sadar suasana saat ini benar-benar canggung. Entalah, sepertinya Sakura melihatnya yang mencium bibir Hinata walaupun hanya sekilas. 'Bodoh' Sasuke merasa ada yang berbeda dengannya saat ini. Apa itu? Apa karena kedatangan Hinata? Hatinya saat ini tiba-tiba menjadi kacau. Entah kenapa ia merasa bersalah terhadap gadis bersurai soft pink itu.
~To be continue~
Uhuk uhuk... Apa itu? Hadeh~ ceritanya garing kan? Kalo iya mending gausah baca deh #plak.
Ugh, Untuk chap ini segini dulu ya...
Vei gak janji bakal update kilat soalnya aku manusia #plak. Tapi gabakal selama sebelumnya juga kok U_U
Tunggu aja ya...
See you next chap minna~
RnR please~
Arigatou thankyou~
#SalamGaje :'v
