Unpredictable
Chapter Two.
JJ (Jaebum x Junior), MarkNior (Mark x Junior -selingan-) and another couple..
AU (Alternative Universe), etc.
Rate: M aka Mature aka Dewasa
!WARNING!
Ini fanfic pertama saya, jadi kalau jelek ataupun banyak typo mohon dimaklumi
Kritik? Boleh saja. Asal jangan menghina castnya.
Don't forget to RnR
"Hei chagi"
"Mark, jangan mengangguku"
Mark terkekeh melihat Jinyoung yang mengerucutkan bibirnya, pertanda dia sedang ngambekdan unmood. Tidak mau menyerah, Mark-pun mengecup bibir Jr yang menurutnya sangat manis bahkan lebih manis daripada Madu. Jr akhirnya menarik pipinya agar bisa tersenyum.
"Sorry"
Mark melingkarkan kedua tangannya yang panjang ke pinggang Jr agar Jr bisa memaafkannya. Mark memang ahli dalam membuat pipi Jr memerah. Tanpa mereka sadari, seseorang sedang menatap mereka dengan tajam.
'BRAK'
"SIALAN KAU!"
Satu tendangan meluncur ke badan Mark dan membuat pria yang berasal dari LA itu tersungkur.
Tidak puas, sang tersangka menarik baju Mark lalu mendaratkan sebuah gebukan ke pipinya hingga membuat bibir Mark memerah karena keluar darah.
"…Jackson hyung?"
Orang itu adalah Jackson. Jackson lah yang membuat wajah Mark menjadi lebam.
"BERHENTI!" Jr berusaha menghentikan Jackson, namun percuma.
'BUAGH'
Jackson melayangkan kepalan tangannya ke pipi Mark lagi.
"APA MAKSUDMU? KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN KEKERASAN PADA MURID!"
Jackson tidak memperdulikan mulut Jr yang terus berbicara dan berusaha menghentikannya. Dia tidak bisa diam.
Orang yang dia percaya selama ini ternyata mengkhianatinya.
Orang yang dia pikir baik, ternyata pemikirannya salah.
Dan semua kebaikan dan keramahan serta kemanisan Mark hanyalah sebuah topeng.
Akhirnya Jackson menghentikan serangannya. Walaupun rasa kesal dihatinya masih ada, setidaknya dia sudah memberikan pelajaran pada Mark.
"Apa yang sudah kau lakukan? Aku akan melaporkanmu ke kepala sekolah"
Jr menarik tangan Mark untuk keluar dari toilet sekolahnya, namun Jackson lebih cepat menghalangi mereka.
"Hei bocah, dengarkan aku dulu.."
Dan wajah Mark berubah menjadi pucat.
o0o
Junior PoV
Aku tidak mengerti.
Seharusnya hari ini adalah hari bahagiaku dengan Mark.
Tanggal 13, peringatan hari jadiku dengan Mark yang ke 2 tahun.
Tapi semua malah berakhir…
Dan disinilah aku sekarang. Menikmati angin untuk berusaha menenangkan diriku di atap sekolah.
Aku bisa bahagia tanpanya.
Dia hanya seonggok manusia yang tidak penting.
"Aku tidak suka melihat seseorang menangis"
Suara itu terdengar asing di telingaku. Suara itu dingin, menusuk, dan seakan-akan suara itu dapat melukai siapa saja.
Namun dalam kedinginan suara itu terdapat kata-kata yang hangat.
"Menangis itu hanya membuang-buang waktu"
Akupun mengangkat kepalaku untuk mencari tahu siapa yang sedang berbicara. Orang itu tampak asing, namun pernah aku lihat sebelumnya. Seseorang dengan rambut hitam, poni ke bawah, kemeja putih bermerk terkenal dan juga celana hitam yang tampak mahal.
JB?
Dengan kasar, aku menyeka air mataku yang kubuang sia-sia karena Mark. Aku hanya tidak ingin dipandang lemah oleh si bastard yang tadi pagi menghinaku.
'Dasar orang aneh' batinku. Hei, bagaimana bisa dia melarangku menangis dan mengatakan itu buang-buang waktu? memangnya menghina orang itu tidak membuang-buang waktu? Dasar.
GREP
Aku merasakan tangan-tangan panjang JB melingkar ke pinggangku. Tercium bau enak dari parfum yang pastinya sangat mahal. Kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku, aku merasa lebih tenang.
"Uljima"
Orang yang tadinya berkata-kata kasar kepadaku
Orang yang tadinya mengejekku
Orang yang tadi menghinaku
Sekarang dia memelukku
Sekarang dia menenangkanku.
"Pulanglah, ini sudah hampir gelap"
Dia tersenyum lebar, menampilkan giginya yang putih bersih dan juga rapi tanpa cacat sedikitpun. Aku berani bersumpah bahwa itu adalah senyuman terindah yang pernah aku lihat selama ini.
Aku mengangguk tanpa sadar lalu berjalan menjauhi JB
Junior POV, End.
o0o
"Bam.."
"Ne?"
"Kali ini percayalah padaku, kau harus putus dengannya"
"Hyung please.. jangan menghancurkan hubunganku dengan Mark"
Kunpimook Bhuwakul atau biasa dipanggil Bambam adalah seorang anak angkat dari keluarga Wang. Tahun ini dia baru menginjak kelas akhir Junior High School. Penampilannya yang imut dan lucu sangat berbanding terbalik dengan sang kakak alias Jackson yang terlihat garang dan menakutkan.
Pada saat umur Bambam menginjak ke angka 12, dia ditinggalkan orangtuanya di Korea dan beruntungnya dia bertemu dengan yang sangat baik hati. mau membawa Bambam yang tersesat dipasar dan tentu saja menganggap Bambam sebagai anaknya. Jackson yang waktu itu kesepian menjadi senang karena mendapatkan seorang adik seperti Bambam.
"Bam, aku bermaksud baik"
"Kau tidak mengerti hyung"
Pria dengan poni pink itu melangkahkan kakinya meninggalkan Jackson.
"kau yang tidak pernah menerima kenyataan, bam..." gumam Jackson lirih.
o0o
TOK TOK TOK
Dengan mata yang setengah terbuka, Jr terpaksa berjalan menuju pintu apartmentnya. Dia berharap ibunya-lah yang sedang mengetok pintu apartmentnya saat ini.
"Mana ibumu?" Seorang pria bertubuh besar muncul dihadapannya
Glek.
Jr tau sekarang dia berada dalam bahaya. Ibunya masih belum pulang kerumah dan dia tau apa yang sedang ibunya lakukan sekarang.
"Apakah kau juga sama seperti ibumu?"
Pria itu mendekati Jr. Jr tidak bisa berbuat apa-apa seain melangkah mundur. Mulutnya berusaha untuk berteriak namun itu sia-sia karena tidak ada yang bisa menolongnya sekarang. Jam 2 pagi, siapa yang sudah bangun sepagi ini?
Sang pria mulai berulah ketika Jr terpojok di dinding. Bibir kotor pria itu mulai menjamah leher putih nan kurus milik Jr. Dihisapnya leher itu dengan nafsu bagaikan vampire yang kehausan, tangan pria itu mulai bergrilya menuju gundukan kecil yang berada di selangkangan Jr.
"kau menikmatinya, baby?"
Tidak. Jr sama sekali tidak menikmati permainan bejat pria ini. Rasa sakit malah terasa dihati Jr.
Dialah korban dari semua ini.
Dialah korban dari nafsu ayahnya.
Dialah korban dari sifat bitchy ibunya.
'Apa salahku Tuhan?' Satu tetes air mata meluncur dari mata indah milik Jr.
"kenapa kau malah menangis hah!?"
PLAK.
Pipi Jr memerah sehabis ditampar oleh pria itu.
"kaulah yang harus membayar hutang ibumu! dan sekarang berhentilah menangis!"
"WATCH YOUR MOUTH, JERK!"
Seseorang datang bagaikan pahlawan yang selalu muncul disaat yang genting. dan orang itu adalah.. JB.
Jr membulatkan matanya karena kaget ketika melihat pria dengan rambut hitam itu. Darimana JB datang? Kenapa dia tahu rumahnya? dan.. Bagaimana bisa?
JB menarik kepala pria bertubuh besar itu lalu menghantamkannya ke dinding. "ini pantas untukmu," Lelaki itu melihat JB dengan tatapan minta ampun. Setelah itu, dia lari sekuat tenaga meninggalkan JB dan Jr
"Gwenchana?"
Jr langsung berlari menuju JB dan memeluknya.
"Kenapa semua ini harus terjadi padaku hyung?
Apa salahku?
Apa dosaku?
Kenapa harus aku yang mengalaminya?
Kenapa aku lahir dirahimnya?
Kenapa aku tidak bisa bahagia, hyung?
Apa gunanya Tuhan menciptakan rasa bahagia kalau itu tidak pernah aku rasakan?
Kenapa aku tidak pernah aman, hyung?
Hyung, waeyo?"
Tanpa JB sadari, dia ikut melingkarkan tangannya ke pinggang Jr. Dia tau ini bukan saatnya dia menyuruh Jr untuk menghentikan tangisannya walaupun dia sangat benci melihat seseorang menangis.
"Kalau begitu, kaburlah dari kehidupanmu yang mengerikan. Pergilah. Bangkitlah. Tinggalah bersamaku, Junior"
To Be Continued
MAAF LAMA UPDATE OTL saya benar-benar disibukkan sama tugas-tugas =_= gimana chapter 2nya? hancur banget ya? alurnya kecepetan? :'D
Ah iya, disini JB jadi seme kok tenang aja wkwk. RnRnya saya tunggu ya biar makin semangat updatenya XDD sampai bertemu di chapter selanjutnya! o/
